Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) PADA SEDIAAN SERUM WAJAH Nilsya Febrika Zebua; Riska Julia Safriana; Siti Aisyah; Afni Saufa Yarda; Sulika Hati; Khoiriyah Khairul; Fekbri Yanti
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.500

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat, selain itu daun salam juga mengandung vitamin A, vitamin E yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penggunaan ekstrak etanol daun salam secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan dalam sediaan serum tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui mutu fisik, stabilitas, dan nilai SPF dari sediaan serum tabir surya ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun salam dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5%, 10%, blanko dan blanko SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan mengetahui nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi mutu fisik sediaan serum meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH sediaan, stabilitas sediaan, uji viskositas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil mutu fisik sediaan serum ekstrak daun salam mempunyai rentang pH 5,72-6,31 pada awal sediaan, dan pH setelah pengujian stabilitas (Cycling test) 5,68-6,26. Hasil viskositas sediaan memiliki rentang 1230-1720 mPa.s. Nilai IC50 ekstrak (38,34), F0 blanko (820,04 µg/mL), F1 5% (74,46 µg/mL), F2 7,5% (64,85 µg/mL), dan F3 10% (45,91 µg/mL). Nilai SPF F0 blanko (1,33), F1 (31,16), F2 (22,19), F3 (6,9), F4 blanko SPF (24,2). Ekstrak etanol dari daun salam  diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang sangat besar yang diformulasikan menjadi sediaan serum wajah serta tidak mengiritasi kulit.
STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
Sosialisasi BUD untuk Mencegah Kesalahan dalam Penggunaan Obat di Lapangan Stadion Teladan Medan Muharni Saputri; Nilsya Febrika Zebua; Sudewi Sudewi; Supran Hidayat; Dea Anggraini; Nurul Karima; Shadiq Suwailim; Hafizurrahman Hafizurrahman
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 - Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i2.832

Abstract

The success of treatment is determined by various aspects, starting from the right dose, the right route, the right medicine, knowing the right medicine, good packaging and understanding about BUD (Beyond Use Date). There are still many people who cannot distinguish between ED (Expire Date) and BUD. So far, ordinary people generally only recognize ED compared to BUD. This was shown in the question and answer activity in one group who thought that BUD was the same as ED. One of the men in the group explained that cough medicine is stored in the refrigerator and used for months as long as the medicine is still available and can be given to other patients. BUD is a very important aspect as it relates to drug stability and quality. BUD is a limitation on the use of drugs or the use of drugs after the primary packaging is opened or tampered with. The method used in this community service activity is to explore information to the community, to what extent they know the BUD on all forms of drug preparations, then from extracting this information, the team in community service activities provides explanations to the community around the Teladan Medan Stadium field on June 18, 2023, totaling 25 people with age variations ranging from 20 - 50 years. The results of this community service activity showed an increase in community understanding which was marked by the community's ability to answer questions.
Penyuluhan DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Promotif Kesehatan Bagi Siswa-Siswi SMA Negeri 4 Medan Nilsya Febrika Zebua; Ernawaty Ginting; Yangie Dwi Marga Pinanga; Vivi Sofia; Nurul Karima
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 - Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i1.1013

Abstract

Pengetahuan tentang Dagusibu dikalangan remaja saat ini tergolong minim, mereka hanya menganggap bahwa apotek ataupun toko obat merupakan tempat mendapatkan obat, apakah itu golongan obat bebas, bebas terbatas, maupun obat keras, mereka menganggap tidak ada perbedaan diantara keduanya, selain itu pengetahuan tentang penyimpanan obat masih sangat minim mereka dapatkan, mereka menganggap penyimpanan obat dalam bentuk sirup harus disimpan di lemari pendingin. Kebiasaan ini masih saja terjadi, untuk pembuangan obat yang memiliki cara tersendiri juga masih minim diketahui dikalangan remaja, sehingga perlu dilakukan sosialisasi terhadap teknik Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) dikalangan remaja dalam hal ini dilakukan terhadap siswa-siswa SMA Negeri 4 Medan. Metode pengabdian ini dilakukan secara ceramah, tanya jawab, dan kuesioner untuk menilai pemahaman siswa terkait dengan Dagusibu. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang siswa/i di SMA Negeri 4 Medan pada tanggal 08 November 2023. Pada kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa/i di SMA Negeri 4 terkait dengan Dagusibu memiliki tingkatan pengetahuan yang baik, hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang dilakukan pada saat sebelum dilakukan sosialisasi dalam bentuk ceramah mengalami kenaikan rata-rata sekitar 19,58% yang awalnya sudah memiliki persentase yang tinggi secara berurut untuk pengetahuan tentang mendapatkan obat dari sumbernya sebanyak 70,7% menjadi 84,3%; menggunakan obat untuk penyakit yang tepat berkisar dari angka 64,8% menjadi 81,9%; menyimpan obat sesuai dengan bentuk sediaannya berkisar dari angka 58,1% menjadi 81,0% dan membuang obat dengan benar berkisar dari 55,2% menjadi 80,0%. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pemahaman siswa/i SMA Negeri 4 Medan tentang Dagusibu sangat baik.
Edukasi Obat Generik Dan Obat Paten Untuk Ibu-Ibu Pengajian Masjid Jamik Medan Helvetia Nurul Karima; Nilsya Febrika Zebua; Nerdy Nerdy; Vivi Sofia; Kanne Dachi
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i2.1295

Abstract

Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya bagi ibu-ibu pengajian masjid jamik terkait dengan perbedaan obat generik dan obat paten. Pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 10 Juni 2024 di dilakukan dengan cara memberikan edukasi dalam bentuk ceramah terkait perbedaan obat generik dan paten kepada 25 orang ibu pengajian masjid jamik, kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara. Metode edukasi yang diberikan pemaparan materi dalam bentuk ceramah oleh dosen Universitas Tjut Nyak Dhien dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan bahwa sebagian besar ibu-ibu pengajian masjid jamik masih beranggapan bahwa penggunaan obat generik kurang efektif dibandingkan dari obat paten karena memiliki harga yang lebih mahal. Edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan bagi Ibu-ibu pengajian masjid jamik dan merubah anggapan mereka terhadap penggunaan obat generik dan obat paten.
EDUKASI TENTANG CARA PENYIMPANAN OBAT YANG BENAR UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN DAN EFEK SAMPING Febrika Zebua, Nilsya; Sembiring, Fanny Rizki; Razali, Mariany; Natalia Siahaan, Desy; Dewi Hariman, Annisa; Amalia, Nurul; Ayu Lestari, Eka
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.252

Abstract

Penyimpanan obat harus disimpan dengan cara yang baik dan benar tidak dapat disimpan sembarangan karena akan menyebabkan kerusakan pada obat dan mengakibatkan efek samping pada obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyimpanan obat di desa Pancur Batu. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Pancur Batu dalam menyimpan obat yang ada dirumah sebagai pertolongan pertama sebelum ke fasilitas kesehatan. Pelaksanaan dalam kegiatan ini melaksanakan penyuluhan, memberikan edukasi, pemutaran vidio dan pendampingan intensif kepada peserta. Evaluasi kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Penilaian yang diberikan mengenai pengetahuan obat bebas hasil posttest peserta meningkat sebanyak 40% dari rata-rata nilai pretest 40 posttestnya 80, penilaian menyimpan obat hasil posttest meningkatkan sebanyak 60 % dari rata-rata nilai pretest 30 posttest 60, penilaian manfaat menyimpan obat hasil posttest meningkat sebanyak 58% dari rata-rata nilai pretest 30 nilai posttest 88, dan cara membuang obat tidak terpakai hasil posttest meningkat sebanyak 50% dari nilai rata-rata pretest35 posttestnya 80. Hasil kegiatan pengabdiaan masyrakat kategori manfaat menyimpan obat dengan cara benar memberikan dampak positif yang bermanfaat kedepannya terhadap masyarakat pancur batu karena masyarakat dapat menerapkan penyimpanan obat dirumah dengan cara yang baik. (1) perhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan dimana setiap obat memiliki petunjuk penyimpanan berbeda mengenai suhu penyimpanan, kelembapan dan paparan cahaya; (2) obat disimpat dalam kemasaan asli dan tertutup rapat; (3) jauhkan dari anak-anak; (4) perhatikan suhu dan kelembaban; (5) periksa tanggal kadaluwarsa; (6) hindari menyimpan obat di mobil; (7) dan memperhatikan tanda-tanda kerusakan obat. Cara ini baik digunakan agar mutu obat tetap terjaga dan memastikan ketersediaan obat saat dibutuhkan.
Development of Fourier Transform Infrared Spectrophotometric Method for Quantification of Simvastatin, Atorvastatin, and Rosuvastatin in Marketed Tablet Preparations Nerdy, Nerdy; Zebua, Nilsya Febrika; Nadia, Syarifah; Putra, Effendy De Lux; Bakri, Tedy Kurniawan
Molekul Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.2.8635

Abstract

ABSTRACT. Marketed pharmaceutical dosage forms must be checked to ensure that the drug in distribution meets the quality requirements. The Fourier transform infrared spectrophotometric method will provide new innovations which are low cost, environmental friendly, simple, and rapid for analysis. The aim of this research was to develop a single analytical method that can be used to determine levels of three different statin derivatives (simvastatin, atorvastatin, and rosuvastatin) in tablet preparations. The method used in this study was Fourier transform infrared spectrophotometric, a very simple sample preparation stage by solvent extraction with minimal solvent extraction without potassium bromide and without pellet press. The specific wave numbers of simvastatin, atorvastatin, and rosuvastatin were determined between 4000 cm–1 to 650 cm–1. The Fourier transform infrared spectrophotometric method had been successfully developed and successfully applied to the determination of levels of simvastatin, atorvastatin, and rosuvastatin in marketed tablet preparations containing single active pharmaceutical ingredient. The specific wave numbers of simvastatin, atorvastatin, and rosuvastatin obtained was 1712.7 cm–1; 1660.5 cm–1; and 965.4 cm–1, respectively. The results obtained in the content determination based on the peak height and peak area fulfill the requirements for active pharmaceutical ingredient assay ranging from 90.00% to 110.00%. The developed method has also been validated for accuracy, precision, specificity, linearity, range, limit of detection, and limit of quantitation. Thus, this method can be a valid alternative method, cheap, green, easy, and fast in determination of the levels of simvastatin, atorvastatin, and rosuvastatin in tablet preparations. Keywords : atorvastatin, FTIR, rosuvastatin, simvastatin, tablet
Pembuatan Pelembab Bibir dari Bahan Alam Bagi Masyarakat Kelurahan Pekan Bahorok Zebua, Nilsya Febrika; Nerdy, Nerdy; Razali, Mariany; Ningrum, Siti Rahmi
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 4 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 - Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v4i1.1567

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pelembab bibir berbahan alami sebagai alternatif perawatan bibir yang aman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung pembuatan pelembab bibir. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, dengan peserta sebanyak 20 orang yang dibagi dalam dua kelompok. Proses pembuatan pelembab bibir dilakukan menggunakan bahan alami seperti shea butter, beeswax, olive oil, dan cocoa butter. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta kuesioner untuk menilai kepuasan terhadap kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pelembab bibir dari 70% menjadi 90%, bahan alami yang dapat digunakan mencapai 100%, dan pemahaman tentang penyebab bibir pecah-pecah meningkat menjadi 80%. Selain itu, 90% peserta memahami bahwa pelembab bibir dapat digunakan pada bagian tubuh lainnya. Hasil kuesioner evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa puas dengan pelatihan, dengan 90% menyatakan bahwa media yang digunakan menarik dan materi mudah dipahami. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pembuatan dan manfaat pelembab bibir berbahan alami serta pentingnya menjaga kesehatan bibir.
THE UTILIZATION OF CORN COB´S CRACKER AS ANTICIPATION OF HARVEST FAILURE FOR ECONOMIC IMPROVEMENT FOR FARMER IN NARIGUNUNG 1 VILLAGE, KARO REGENCY Putra, Effendy De Lux; Yuliasmi, Sri; Prasetyo, Bayu Eko; Zebua, Nilsya Febrika
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.428 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i2.4123

Abstract

Narigunung 1 village is one of the villages located in Tiganderket District, Karo Regency, and North Sumatra Province. The community in this village consists of 150 heads of households whereby 90% earn a living by farming. The community manages various kinds of horticulture plants, especially vegetables and fruits, i.e. corn. The Geographic Village, which is located near to (± 8 km) the bottom of Sinabung mount, causes people often get crop failures, since the hot wind released from the Sinabung mount. Especially at the dry season, since the village is far from the source of water, therefore only relies on rain drops both for daily needs and for their agricultural lands. Failure of this harvest can reduce the economic welfare level of the community in the village. This community service activity was carried out, with the aim to stimulate the farmers and the community in Narigunung 1 village to make cracker businesses as a means of improving community welfare. The activity was carried out in the form of lectures, discussions, practice of making crackers from corn cobs, dissemination of food additives that were good for health, and the distribution of modules. After this service activity, the community in Narigunung 1 has been able to make crackers by utilizing corn cob which increases the economic value of the corn cob, using a grinding machine as a transfer knowledge of science and technology in the community and gain comprehensive knowledge about additional ingredients that are good for health.
PEMANFAATAN BAHAN ALAM DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI PELEMBAB KULIT DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sudewi, Sudewi; Zebua, Nilsya Febrika; Dahra, Aminatun; Pasaribu, Indah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.21917

Abstract

Flavonoid, steroid, dan triterpenoid yang terdapat pada buah pedada (Sonneratia caseolaris (L.) Engl.) baik untuk kulit. Dengan konsentrasi tertentu, buah pedada memiliki kandungan antioksidan, mampu memberikan efek positif, dan tidak mengiritasi kulit. Buah pedada (Sonneratia caseolaris (L.) Engl.) mengandung antioksidan dalam bentuk pekat yang dapat memberikan efek menguntungkan pada tubuh. Kebaruan penelitian karena meneliti tentang pemanfaatan bahan alam sediaan Lotion sebagai pelembab kulit dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Tujuan dari penelitian untuk memastikan apakah Lotion untuk kulit dapat dibuat dari ekstrak etanol buah pedada. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan bahan uji buah pedada sebagai sediaan Lotion pada variasi konsentrasi 1,5%, 2%, 2,5% dan basis Lotion. Pemeriksaan dilakukan berupa skrining, uji homogenitas, uji pH, uji penentuan tipe emulsi, uji stabilitas sediaan, uji iritasi, uji efektivitas kelembaban, uji kesukaan dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari buah pedada, (Sonneratia caseolaris (L.) Engl)., dapat dibuat menjadi pelembab kulit jenis emulsi O/W yang stabil, homogen, tidak mengiritasi kulit, homogen, tidak berubah warna, dan stabil. Sediaan terbaik dan terpopuler adalah Lotion (F3) dengan konsentrasi 2,5% yang mempunyai efektivitas kelembaban 84,66%. Sediaan Lotion 1,5% ekstrak etanol buah pedada mempunyai nilai IC50 sebesar 131,24 ppm untuk uji antioksidan, sedangkan sediaan Lotion 2% mempunyai nilai IC50 sebesar 110,05 dengan kategori “sedang”. Kesimpulan bahwa uji antioksidan ekstrak etanol buah pedada mempunyai nilai IC50 sebesar 53,38 ppm dengan kategori kuat. mempunyai nilai IC50 sebesar 92,05, sedangkan sediaan blanko termasuk kategori “tidak aktif” mempunyai nilai IC50 sebesar 645,20 ppm.
Co-Authors Abdi Wira Septama Afni Saufa Yarda Akmil Hidayah Alizha Aisyah Andre Aditya Andrian, Dedek Anggraeini, Dea Anggraini, Dea Anna Juniar Ari Usman Ari Usman, Ari Asih, Fivi Nur Aulia Milda Ayu Lestari, Eka BAKRI, TEDY KURNIAWAN Dacci, Kanne Dachi, Kanne dafitri salsabila Dahra, Aminatun Dea Amelia Adiatma Dea Anggraini Dessy Natalia Siahaan Desy Natalia Siahaan Desyandri Desyandri Dewi Hariman, Annisa Dikxi Putri Mulyana Effendy De Lux Putra, Effendy De Lux Elviana Elviana, Elviana Ernawaty Ginting Ernawaty Ginting Eva Sartika Dasopang Faisal Yusuf Fanny Rizki Sembiring Fathur Raihan Amri Febrianti, Yessi Fekbri Yanti Fujiko, Muflihah Furqaan Ali Kusuma Ginting, Ernawaty Hafizatun Suardi Hafizurrahman Hafizurrahman Hasri, Najwa Miladi Hidayat, Supran Ika Julianti Tambunan Ika Julianti Tambunan Imanuel Damanik Ira Eka Fahira Ira Nofriani JIHAN SAFIRA Julianti, Ika Kanne Dachi Khalisa Khalisa Khoiriyah Khairul Lidia Muliani Linda Margata Lubis, Salmah Handayani Marcella Maran Gabean Masrina Prihatini Meutia Indriana Mey Linda Hasibuan Mierza, Vriezka Miska Raihana Miswati Furqani Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muharni Saputri Nabila Aini Nabilah Dinda Ramadani Nadia, Syarifah Nerdy Nerdy Nerdy, Nerdy Nia Zulkarnain Ningrum, Siti Rahmi Novriansyah, Reza Nurmala Sari Nurmala Sari Nurul Amalia Nurul Anggraini Nurul karima Nurul Karimah Panjaitan, M Ridho Pangestu Pasaribu, Indah Peri Aisyah Zubaidi Pinanga, Yangie Dwi Marga Prasetyo, Bayu Eko Pravil Mistryanto Tambunan Puji Lestari Putri, Ghera Fakhira Qalbiah Nurmilad B Rahma Yulia Rahma Yulia Rahmi Ningrum, Siti Razali, Mariany Rijalul Ihsan Rina Ridara Rini Karlina Putri Zega Riska Julia Safriana Risma Yeni Rosniwaty Br. Bangun Said Haikal Alfajar salmah handayani Lubis Salman Salman Saputri, Muharni Saputri, Muharni Sara Ariska Purba Shadiq Suwailim Shahira Yasmin Shelva Filiana Sari Shofian Syarifuddin Siahaan, Ririyen Dessy N Siti Aisyah Siti Arum Widiyanti siti muliani julianty Siti Rahmi Ningrum Siti Raudah Siti Salmiyah Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sulika Hati Sumardi Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Supran Hidayat Supran Hidayat Supran Hidayat Suprianto Suprianto SURBAKTI, CHRISTICA ILSANNA Suryaningsih, Evi Syadzna Malika Maimun Syafitri, Yuni Syarifah Lisa Andriati Syarifah Nadia Tandra Alexandro Tari Putri Utami Rizki Tedy Kurniawan Bakri Tedy Kurniawan Bakri Ulpah, Ulpah Virda Widya Pratiwi Vivi Sofia Vonna Aulianshah Vriezka Mierza Winny Wastika Syahfitri Yanti , Fekbri Yessi Febriani Yuliasmi, Sri