Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Dan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Daring Di Era Pandemi Covid-19 Sebagai Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar Pada SMK Pharmaca Medan Ari Usman; Nilsya Febrika Zebua; Vriezka Mierza; Ika Julianti Tambunan; Meutia Indriana
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 1 No 1 (2022): Januari 2022 - Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.077 KB) | DOI: 10.36490/abdimasku.v1i1.232

Abstract

Pada kegiatan belajar mengajar, media pembelajaran yang ideal untuk diterapkan pada masa new normal ini adalah media Daring. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan yaitu Google Classroom dan Google meet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh team dari Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Harapan medan berkolaborasi dengan Universitas Tjut Nyak Dhien. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan pelatihan menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google Meet yang diharapkan dapat memaksimalkan belajar-mengajar sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selain mendapatkan pelatihan langsung para guru juga akan dibekali dengan panduan praktis dan sederhana berupa pedoman bagi guru SMK Pharmaca Medan untuk paham dan mengerti menggunakan aplikasi online tersebut.
PELATIHAN FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT AROMATERAPI DENGAN BAHAN DASAR MINYAK KELAPA BAGI SISWA/i SMK KESEHATAN GALANG INSAN MANDIRI BINJAI - SUMATERA UTARA Muharni Saputri; Nilsya Febrika Zebua; salmah handayani Lubis; Nurul karima; ari usman
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 1 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.181 KB) | DOI: 10.36490/jpmtnd.v1i2.301

Abstract

Kegiatan pelatihan formulasi sediaan sabun padat aromaterapi dengan menggunakan bahan dasar minyak kelapa dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Tjut Nyak Dhien. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri dengan peserta 45 orang siswa-siswi. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk memberi pengetahuan dan penjelasan tentang sabun padat aroma terapi, menjelaskan manfaat pengolahan minyak kelapa menjadi sabun aroma terapi, serta mampu membuat sabun padat dengan bahan dasar minyak kelapa menggunakan bahan tambahan jeruk (citrus) sebagai pewangi bagi siswa–siswi SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai formulasi sediaan sabun dan bahan dasar minyak kelapa dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi siswa-siswi SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri, serta mampu memanfaatkan pengolahan minyak kelapa menjadi sabun aromaterapi dan dapat memformulasi sabun dengan bahan dasar minyak kelapa.
Formulasi dan Uji Antioksidan Sediaan Krim Ekstrak Etanol Buah Asam Cikala (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm) sebagai Pelembab Kulit Sudewi; Nilsya Febria Zebua; Siti Arum Widiyanti; Muflihah Fujiko; Nurul Karimah; Supran Hidayat; Rahma Yulia
Journal of Indah Science and Clinic Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKes Indah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v3i2.63

Abstract

Cikala acid fruit is fruit of kecombrang plant (Etlingera elatior) which phenolic compounds including flavonoids and has strong antioxidants activity. Antioxidants are nutrients in the form of vitamins and minerals that function to prevent and repair damaged body tissues. Antioxidant compounds are generally used in cosmetic products. The purpose of this study to determine the antioxidant activity of the ethanolic extract of the cikala fruit was formulated into a moisturizing cream. This research is experimental, covering extract manufacture, phytochemical screening, manufacture and testing of cream preparations as well as testing of antioxidant activity in moisturizing cream. The cream formulation formula was made with a concentration ratio of 1.5%, 2%, 2.5% and blank. Chemical compounds from the ethanolic extract of cikala fruit are alkaloids, saponins, flavonoids and triterpenoids; has a homogeneous cream dosage form with a pH range of 5.7-6.1 after short storage and  12 weeks of storage; and has antioxidant activity with inhibitor concentration value of 19.92 g/mL at concentration 2.5%.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Gel Kitosan Hasil Isolasi dari Limbah Tulang Sotong (Sepia sp.) dengan Menggunakan Metode DPPH Ika Julianti Tambunan; Qalbiah Nurmilad B; Muharni Saputri; Nilsya Febrika Zebua; Siti Muliani Julianty; Kanne Dachi
Jurnal Dunia Farmasi Vol 7, No 1 (2022): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v7i1.5512

Abstract

Pendahuluan: Tulang sotong memiliki kitosan yang berpotensi sebagai antioksidan. Pada kitosan gugus amina mempunyai komponen yang dapat menghambat terbentuknya senyawa radikal bebas yang menyebabkan kerusakan kulit. Kosmetik dengan bahan alam telah banyak berkembang di indonesia dan lebih menarik oleh karena itu formula kosmetika untuk mengatasi kerusakan pada kulit adalah gel mengandung kitosan. Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menguji kemampuan antioksidan gel kitosan hasil isolasi dari limbah tulang sotong. Metode: secara eksperimental dengan memakai bahan tulang sotong (Sepia sp.), kemudian dilakukan determinasi hewan, isolasi kitosan, karakterisasi kandungan kimia pada kitosan dengan uji menggunakan  larutan ninhidrine, analisis gugus fungsi dengan Spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FTIR), formulasi kitosan dalam sediaan gel dan analisis mutu fisik sediaan serta uji aktivitas antioksidan mengunakan metode DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil isolasi tulang sotong menunjukkan terdapat gugus amin merupakan karakteristik utama kitosan. Kitosan dapat diformulasikan kedalam sediaan gel yang homogen serta mempunyai rentang pH sesaat setelah dibuat 6,26-6,9 dan pH setelah pengujian kestabilan 4,91-5,71 serta tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Sediaan gel tergolong sebagai antioksidan sedang pembuatan induk dengan panjang gelombang 516 nm menggunakan spekfotometer UV-vis dengan konsentrasi 40 ppm nilai absorbansi yang diperoleh 0,851 (IC50 138,60 μg/mL). Sedangkan pada kitosan  tulang sotong tergolong sebagai antioksidan sedang (IC50 205,92 μg/mL). Kesimpulan: Kitosan hasil isolasi dapat diformulasikan dalam  sediaan gel dan aktivitas antioksidan isolasi kitosan tergolong sebagai antioksidan sedang.
Sosialisasi Kepada Masyarakat Tentang Membeli dan Menggunakan Obat Secara Aman eva sartika dasopang; Nilsya Febrika Zebua; Siti Muliani Julianty
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 - Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i1.561

Abstract

Masyarakat gelisah dengan berkembangnya penyakit ginjal akut akibat konsumsi obat sediaan sirup. Kekwatiran ini mendorong Bpom dan para apoteker melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang membeli dan menggunakan obat secara aman. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada kelurahan sumber karya kecamatan binjai timur dengan masyarakat yang dikunjungi langsung ke rumahnya dan dilakukan wawancara secara langsung. Hasil menunjukkan tingkat informasi mengenai membeli obat ditempat yang resmi sebesar 100%, tingkat pengetahuan mengenai waktu kadarluarsa obat setelah dibuka masuk dalam kategori cukup yaitu 40%,, obat sirup yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar adalah sirup obat demam, flu dan batuk. Masyarakat mendapatkan informasi menegenai kasus gagal ginjal sangat tinggi yaitu 100% dan informasi diperoleh terbesar dari media telvisi 70%.
Tablet Formulation with Galactomannan Binding Agent and Acute Toxicity Test from Terminalia catappa L. Nilsya Febrika Zebua; Tandra Alexandro; Virda Widya Pratiwi; Syarifah Nadia; Supran Hidayat; Muflihah Fujiko; Muharni Saputri; Tedy Kurniawan Bakri; Nerdy
Science and Technology Indonesia Vol. 8 No. 1 (2023): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2023.8.1.129-136

Abstract

Ketapang is one of the many medicinal plant species that grow in Indonesia and is used to treat various diseases. Ketapang leaves contain flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids that have anti-inflammatory, antioxidant, antiviral, and antimicrobial properties. This study aimed to determine the LD50 and histopathology of Liver and kidney damage before the formulation of tablets containing galactomannan-binding agents. The toxicity determination method was carried out in vivo in experimental animals at doses of 4g/kg BW, 8g/kg BW and 16g/kg BW, and Liver and kidney histopathology was carried out before formulation into tablet preparations using the wet granulation method with various concentrations of binders and disintegrants, namely F1(8:0), F2(0:8), F3(4:4), F4(2:6), and F5(6:2). The results of the toxicity test showed an LD50 of 15.9959, liver damage at a dose of 4 g/kg BW hepatocyte karyorrhexis cells, central vein constriction, sinusoidal dilatation, a dose of 8 g/kg BW hepatocyte karyorrhexis, significant venous congestion, sinusoidal dilatation, a dose of 16 g/kg BW hepatocyte cells, karyolysis, dilated central veins, and dilated sinusoids. The results of the tablet mass preformulation test meet the requirements: the flow time test was 1.48-2.14 g/second, the angle of repose test was 24.60°-30.60°, and the tab index test was 5.33%-9.33%. The results of the tablet evaluation test were as follows: the tablet hardness test was 3.8-8.6 kg, the tablet friability test was 0.167-0.64%, and the tablet disintegration time test was 29.06-107.51 minutes.
ANTIOXIDANT EFFECTIVENESS TEST USING UV-VISIBLE SPECTROPHOTOMETRY IN FORMULATIONS ETHANOL EXTRACT OF KELUBI FRUIT FLESH (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret) MOISTURIZING CREAM PREPARATIONS Kanne Dachi; Sudewi Sudewi; Nilsya Febrika Zebua; Siti Salmiyah; Ika Julianti Tambunan
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.17617

Abstract

Buah kelubi (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret)  adalah tanaman buah yang mengandung senyawa flavonoid sangat bermanfaat untuk kulit. Kebaruan penelitian ini karena peneliti melakukan pengujian efektivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri uv-visible pada formulasi ekstrak etanol daging buah kelubi dalam sediaan krim pelembab kulit. Tujuan penelitian untuk menganalisis ekstrak etanol daging buah kelubi yang diformulasikan kedalam sediaan krim pelembab pada beberapa variasi konsentrasi yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan eksperimental dengan bahan uji daging buah kelubi yang di maserasi menggunakan penyari etanol 96% diformulasikan kedalam krim pelembab menggunakan konsentrasi 1,5%, 2,0%, 2,5% serta blanko. Hasil pengujian pada sediaan krim pelembab menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah kelubi (Eleiodoxaconferta (Griff.) Burret) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pelembab yang homogen dengan tipe emulsi M/A serta mempunyai nilai pH yang sesuai denga pH kulit fisiologis manusia yaitu nilai pH sediaan krim pelembab sesaat setelah dibuat adalah 6,1-6,5 dan pH sediaan krim pelembab setelah dilakukan Cycling test adalah 6,0-6,3. Sediaan krim pelembab dengan konsentrasi ekstrak etanol daging buah kelubi sebesar 2,5% adalah sediaan terbaik yang mampu memberikan kelembaban pada kulit sukarelawan dengan nilai 56 dimana nilai tersebut dikategorikan  “Hidrasi”, dengan persen pemulihan kelembapan pada kulit sebesar 28,04% selama 4 minggu pemakaian dengan kategori antioksidan sedang (IC50= 118,4903 ppm) dan blanko tergolong sebagai antioksidan yang sangat lemah (IC50= 243,0549 ppm). Kesimpulannya sediaan krim pelembab ekstrak etanol daging buah kelubi tidak menimbulakan efek mengiritasi kulit.Kata Kunci: Antioksidan; Ekstrak etanol; Buah kelubi; Krim pelembab.AbstractKelubi fruit (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret) is a fruit plant that contains flavonoid compounds that are very beneficial for the skin. The novelty of this study is that researchers tested the effectiveness of antioxidants using UV-visible spectrophotometry on the formulation of ethanol extract of kelubi fruit flesh in skin moisturizing cream preparations. The purpose of the study was to analyze ethanol extract of kelubi fruit flesh formulated into a moisturizing cream preparation at several concentration variations that have activity as antioxidants and do not cause irritation to the skin. The study used descriptive and experimental methods with test materials for kelubi fruit flesh which was macerated using 96% ethanol filtering formulated into a moisturizing cream utilizing a concentration of 1.5%, 2.0%, 2.5%, and blanks. The test results on moisturizing cream preparations showed that ethanol extract of kelubi fruit flesh (Eleiodoxaconferta (Griff.) Burret) can be formulated in the dosage form of a homogeneous moisturizing cream with an M / A emulsion type and has a pH value that is under the pH of human physiological skin, namely the pH value of the moisturizing cream preparation shortly after it is made is 6.1-6.5, and the pH of the moisturizing cream preparation after the cycling test is 6.0-6.3. A moisturizing cream preparation with a concentration of ethanol extract of kelubi fruit flesh 2.5% is the best preparation that can provide moisture to the skin of volunteers with a value of 56 where the value is categorized as "Hydration," with a moisture recovery percent on the skin of 28.04% for 4 weeks of use with a moderate antioxidant category (IC50 = 118.4903 ppm) and blanks classified as very weak antioxidants (IC50 = 243.0549 ppm). In conclusion, preparing the moisturizing cream of ethanol extract from kelubi fruit flesh does not cause an irritating effect on the skin.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) PADA SEDIAAN SERUM WAJAH Nilsya Febrika Zebua; Riska Julia Safriana; Siti Aisyah; Afni Saufa Yarda; Sulika Hati; Khoiriyah Khairul; Fekbri Yanti
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.500

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) banyak digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat, selain itu daun salam juga mengandung vitamin A, vitamin E yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penggunaan ekstrak etanol daun salam secara langsung pada kulit dinilai kurang efektif sehingga perlu diformulasikan dalam sediaan serum tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui mutu fisik, stabilitas, dan nilai SPF dari sediaan serum tabir surya ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun salam dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5%, 10%, blanko dan blanko SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan mengetahui nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi mutu fisik sediaan serum meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH sediaan, stabilitas sediaan, uji viskositas, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil mutu fisik sediaan serum ekstrak daun salam mempunyai rentang pH 5,72-6,31 pada awal sediaan, dan pH setelah pengujian stabilitas (Cycling test) 5,68-6,26. Hasil viskositas sediaan memiliki rentang 1230-1720 mPa.s. Nilai IC50 ekstrak (38,34), F0 blanko (820,04 µg/mL), F1 5% (74,46 µg/mL), F2 7,5% (64,85 µg/mL), dan F3 10% (45,91 µg/mL). Nilai SPF F0 blanko (1,33), F1 (31,16), F2 (22,19), F3 (6,9), F4 blanko SPF (24,2). Ekstrak etanol dari daun salam  diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang sangat besar yang diformulasikan menjadi sediaan serum wajah serta tidak mengiritasi kulit.
Development of Fourier transform infrared spectrophotometric method for identification and determination of marketed metamizole tablet preparation NERDY NERDY; EFFENDY DE LUX PUTRA; NILSYA FEBRIKA ZEBUA; CHRISTICA ILSANNA SURBAKTI; JIHAN SAFIRA
Jurnal Natural Volume 21 Number 1, February 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.847 KB) | DOI: 10.24815/jn.v21i1.18318

Abstract

Metamizole is a nonsteroidal antiinflammatory drug (NSAID) that functions as an analgesic, antipyretic, and antiinflammatory. Examination of active substance contents is a requirement that must be met to ensure the quality of drug preparations. The aims of this study were to develop and validate the Fourier Transform Infrared spectrophotometric method for the quantitation of metamizole content in marketed tablet preparation. Identification and determination of metamizole contents by Fourier Transform Infrared spectrophotometric method used methanol solvent in the wavenumber range 4000 cm–1 to 650 cm–1. The results showed that the specific wavenumbers of metamizole were 1649.3 cm–1; 1623.3 cm–1; and 1589.7 cm–1; and the contents metamizole in marketed tablet preparation ranged from (97.954 ± 0.121)% to (104.541 ± 0.257)%. From the validation method, the recovery result is 100.129%; the relative standard deviation is 0.057%; the limit of detection is 2.09526 mg/mL; the limit of quantitation is 6.34928 mg/mL; and the range 40 mg/mL to 60 mg/mL. The quantitation of metamizole contents can be carried out by Fourier Transform Infrared spectrophotometric method with accurate and precise quantitation results.
STUDI KOPIGMENTASI CAMPURAN EKSTRAK BIJI KESUMBA KELING (Bixa orellana L.) DENGAN EKSTRAK ANGKAK MERAH Said Haikal Alfajar; Salman Salman; Nilsya Febrika Zebua; Nurmala Sari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.509

Abstract

Pemakaian pewarna pada produk bertujuan untuk memperbaiki warna dan menarik minat konsumen. Penggunaan pewarna alami memiliki kelemahan antara lain warna tidak stabil dibandingkan dengan pewarna sintetis. Namun dibalik  keunggulan zat warna sintetis menyimpan dampak berbahaya bagi kesehatan manusia seperti pencetus kanker. Karena dampak yang berbahaya bagi kesehatan, masyarakat lebih memilih pewarna alami dibandingkan pewarna sintetis. Salah satu pewarna alami yang baik bagi kesehatan manusia adalah biji kesumba keling dan angkak merah yang mengandung zat warna alami yaitu karotenoid dan antosianin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis zat warna  yang stabil dari campuran biji kesumba keling dengan angkak merah dengan metode kopigmentasi.  Dalam penelitian ini dilakukan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:10 (b/v). Lalu dicampurkan ekstrak kental dari biji kesumba keling dan angkak merah dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:1 untuk dilakukan uji stabilitas terhadap pH, paparan sinar matahari, oksidator, penyimpanan, paparan sinar lampu dan suhu lalu diukur absorbansi dengan spektrofotometer visibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang didapat dari maserasi biji kesumba keling dan angkak merah sebesar 8,65% dan 11,19%. Uji kestabilan 2:1 memiliki rata-rata kenaikan dan penurunan absorbansi sebesar 33,73%, 30,61% dan 15,06% pada uji pH, paparan sinar matahari dan paparan sinar lampu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:2 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 2,24% dan 19,28% pada uji oksidator dan uji suhu. Dari uji stabilitas didapatkan bahwa perbandingan 1:1 memiliki rata-rata kenaikan maupun penurunan absorbansi sebesar 12,93% pada uji penyimpanan. Perbandingan 2:1 memiliki kestabilan yang paling baik dibandingkan dengan perbandingan yang lain.
Co-Authors Abdi Wira Septama Afni Saufa Yarda Alizha Aisyah Anggraeini, Dea Anggraini, Dea Anna Juniar Ari Usman Ari Usman, Ari Asih, Fivi Nur Aulia Milda Ayu Lestari, Eka BAKRI, TEDY KURNIAWAN CHRISTICA ILSANNA SURBAKTI Dacci, Kanne Dachi, Kanne dafitri salsabila Dahra, Aminatun Dea Anggraini Dessy Natalia Siahaan Desy Natalia Siahaan Desyandri Desyandri Dewi Hariman, Annisa Effendy De Lux Putra, Effendy De Lux Elviana Elviana, Elviana Ernawaty Ginting Ernawaty Ginting Eva Sartika Dasopang Faisal Yusuf Fanny Rizki Sembiring Febrianti, Yessi Fekbri Yanti Fujiko, Muflihah Hafizurrahman Hafizurrahman Hasri, Najwa Miladi Hidayat, Supran Ika Julianti Tambunan Ika Julianti Tambunan Ira Nofriani JIHAN SAFIRA Julianti, Ika Kanne Dachi Khalisa Khalisa Khoiriyah Khairul Linda Margata Lubis, Salmah Handayani Masrina Prihatini Meutia Indriana Mey Linda Hasibuan Mierza, Vriezka Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muflihah Fujiko Muharni Saputri Nadia, Syarifah Nerdy, Nerdy Nia Zulkarnain Ningrum, Siti Rahmi Novriansyah, Reza Nurmala Sari Nurmala Sari Nurul Amalia Nurul Anggraini Nurul karima Nurul Karimah NURUL KARIMAH Panjaitan, M Ridho Pangestu Pasaribu, Indah Peri Aisyah Zubaidi Prasetyo, Bayu Eko Pravil Mistryanto Tambunan Puji Lestari Putri Addina Putri, Ghera Fakhira Qalbiah Nurmilad B Rahma Yulia Rahma Yulia Rahma Yulia Rahmi Ningrum, Siti Razali, Mariany Rina Ridara Riska Julia Safriana Risma Yeni Rosniwaty Br. Bangun Said Haikal Alfajar salmah handayani Lubis Salman Salman Saputri, Muharni Saputri, Muharni Shadiq Suwailim Shelva Filiana Sari Shofian Syarifuddin Siahaan, Ririyen Dessy N Siti Aisyah Siti Arum Widiyanti Siti Arum Widiyanti siti muliani julianty Siti Rahmi Ningrum Siti Raudah Siti Salmiyah Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sudewi Sulika Hati Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Supomo Supran Hidayat Supran Hidayat Supran Hidayat Supran Hidayat Suprianto Suprianto Suryaningsih, Evi Syafitri, Yuni Syarifah Nadia Syarifah Nadia syarifah nadia maulina Tandra Alexandro Tari Putri Utami Rizki Tari Putri Utami Rizki Tedy Kurniawan Bakri Tedy Kurniawan Bakri Ulpah, Ulpah Virda Widya Pratiwi Vivi Sofia Vonna Aulianshah Vriezka Mierza Yangie Dwi Marga Pinanga Yanti , Fekbri Yessi Febriani Yuliasmi, Sri Zebua, Nilsya Febrika Zebua