p-Index From 2021 - 2026
5.971
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Jurnal Penelitian Humaniora Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Studi Pemerintahan Sosiohumaniora FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Jurnal Ilmiah Peuradeun QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal SOLMA Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Paedagogie Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Jurnal Pendidikan dan Konseling JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Mendapo: Journal of Administrative Law Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Social Service and Research Jurnal Sociopolitico Journal Of World Science Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Journal of Law, Poliitic and Humanities Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan INJECT Interdisciplinary Journal of Communication PAEDAGOGIE Didakta: International Journal of Social Sciences, Language, and Education Resocia: International Journal of Applied Research and Innovation Jurnal HAM
Claim Missing Document
Check
Articles

DINAMIKA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA DARI REZIM KE REZIM Sunarso, Sunarso
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3784

Abstract

Kepentingan politik penguasa terhadap Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia dapat dirunut dalam sejarah perkembangan mata pelajaran ini, sejak munculnya dalam sistem pendidikan nasional pada era Orde Lama hingga Orde Reformasi. Mata pelajaran PKn ini muncul pertama kali tahun 1957. Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai misi yang khas. Mata pelajaran ini menonjol dengan misinya untuk mewujudkan sikap toleransi, tenggang rasa, memelihara persatuan dan kesatuan, tidak memaksakan pendapat, dan lain-lain, yang dirasionalkan demi terciptanya stabilitas nasional sebagai prasyarat bagi kelangsungan pembangunan. Di balik semua itu Pendidikan Kewarganegaraan sesungguhnya telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship Education) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Cogan (1998).
DEMOKRASI DI INDONESIA (KONSEP, PROSPEK, DAN IMPLEMENTASINYA) Sunarso, Sunarso
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v10i1.21002

Abstract

Sejarah peristilahan demokrasi  dapat ditelusuri jauh ke belakang. Konsep ini ditumbuhkan pertama kali dalam praktik negara kota Yunani dan Athena (450 SM dan 350 SM). Dalam tahun 431 SM, Pericles, seorang negarawan ternama Athena, mendefinisikan demokrasi dengan mengemukakan beberapa kriteria: (1) pemerintahan oleh rakyat dengan partisipasi rakyat yang penuh dan langsung.; (2) kesamaan di depan hukum; (3) pluralisme, yaitu penghargaan atas semua bakat, minat, keinginan dan pandangan; dan (4) penghargaan terhadap suatu pemisahan dan wilayah pribadi untuk memenuhi dan mengekspresikan kepribadian individual.            Samuel Huntington mengidentifikasi tiga gelombang demokratisasi dalam sejarah manusia. Gelombang pertama antara tahun 1828 hingga 1926, gelombang kedua tahun 1943 hingga tahun 1962, Sejak tahun 1974, menurutnya, dunia memasuki gelombang ketiga demokratisasi dengan lebih banyak lagi negara menjadi demokratis. Gelombang demokratisasi ini juga diikuti arus balik di mana beberapa negara yang telah menjadi demokrasi kembali menjadi otoriter. Kendati demikian, gelombang demokratisasi selalu datang dan lebih banyak negara menjadi demokratis. Demokrasi, meskipun ada arus balik, adalah suatu yang tak terelakkan dan bakal hadir bagi semua negara.            Indonesia adalah salah satu dari negara yang sedang memasuki gelombang ini. Setelah 32 tahun berkuasa, rezim Jenderal Soeharto  yang kuat tiba-tiba runtuh pada 21 Mei 1998 di tengah krisis ekonomi Asia. Kondisi politik Indonesia, bagaimanapun, masih belum jelas benar apakah kekuatan-kekuatan demokrasi akan menang.
Membangun Gerakan Sadar dan Tertib Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mirlana, Dendy Eta; Sunarso, Sunarso; Halim, Abdul; Sahuti, Abu Kusno; Widyaningsih, Aulia Zalzabela; Khasanah, Uswatun
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3323

Abstract

In order to organize a good and integrated population administration system, accurate and valid population data is needed because population data can be used as a basis for development planning, both short and long term. There are still many people who are not aware of the importance of population documents and the accuracy of population data for purposes of administering public services, and there are still many people who do not understand population administration service procedures. Regarding community conditions like this, lecturers and students at Merdeka University, Ponorogo Regency Campus are trying to participate in community service activities in socializing conscious and orderly population administration movements in the Ponorogo Regency area. The aim of this activity is to increase public knowledge and awareness regarding the importance of population documents in everyday life, the public understands the procedures for processing population administration documents and the public is more orderly in reporting if there are changes to their population data. This method of implementing community service uses a participatory method, namely through lectures, discussions and consultations, which allows the service team to interact, communicate intensively, discuss and ask questions directly with the community. By building public awareness of orderly administration, especially population administration, population data can become more accurate and valid so that data in the Population Administration Information System becomes more perfect.
The Influence of Utilizing Gamification Media Wordwall on the Improvement of Pancasila Education Learning Outcomes Rahmasari, Riska; Murdiono, Mukhamad; Sunarso, Sunarso
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3400

Abstract

This research aims to investigate the impact of using wordwall gamification media on enhancing educational achievements. The research strategy used in this study was the One-Group pretest-posttest design. The participants consisted of 43 students enrolled in the Chemistry C Education program at Yogyakarta State University, taking the Pancasila Education course. The data collected from the study were analyzed using descriptive statistics. According to the findings of inferential statistical analysis using the t-test method, there was a significant improvement in students' learning outcomes, with a mean gain of 12.31 score points. Given that the t count is statistically significant at a significance level of 0.05, the null hypothesis (H0) is rejected in favor of 3400 of the alternative hypothesis (Ha). This implies a discernible impact of using wordwall gamification media on enhancing learning outcomes. Based on the findings and deliberations, it can be deduced that the utilization of Wordwall media in the context of gamified learning exhibits efficacy in enhancing the educational achievements of 43 participants enrolled in the C Chemical Education program, namely those doing Pancasila Education courses at Yogyakarta State University.
Upaya Pembentukan Karakter Disiplin Warga Melalui Gerakan Kampung Panca Tertib Syafawati, Zulfah Lis; Sunarso, Sunarso
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7 No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v7i1.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) efektivitas Gerakan Kampung Panca Tertib terhadap kepatuhan warga Kelurahan Cokrodiningratan; (2) karakter disiplin warga Kelurahan Cokrodiningratan; dan (3) upaya pembentukan karakter disiplin warga di Kelurahan Cokrodiningratan. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian di Kampung Cokrokusuman, Kampung Cokrodiningratan, dan Kampung Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. Jumlah sampel sebanyak 368 warga dari jumlah populasi sebanyak 8.053 warga. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) efektivitas Gerakan Kampung Panca Tertib terhadap kepatuhan warga Kelurahan Cokrodiningratan berada pada kategori tinggi dengan jumlah 294 responden (79,9%); (2) karakter disiplin warga Kelurahan Cokrodiningratan berada pada kategori tinggi dengan jumlah 296 responden (80,4%); dan (3) hasil uji hipotesis berdasarkan nilai t hitung (8,743) > t tabel (1,960) dengan tingkat signifikansi 0,05 sehingga Gerakan Kampung Panca Tertib efektif dalam pembentukan karakter disiplin warga Kelurahan Cokrodiningratan.Efforts to Build Citizen Discipline Character Through the Panca-Ordered Village Movement. This study aims to analyze: (1) the effectiveness of the Kampung Panca Tertib Movement towards the compliance of the residents of Cokrodiningratan Village; (2) the disciplined character of the residents of Cokrodiningratan Village; and (3) efforts to build the disciplined character of residents in Cokrodiningratan Village. The research method uses quantitative research with survey methods. The research location is in Cokrokusuman Village, Cokrodiningratan Village, and Jetisharjo Village, Cokrodiningratan Village, Jetis District, Yogyakarta City. The number of samples is 368 residents from a total population of 8053 residents. Determination of the sample using simple random sampling technique. The data collection technique used a closed questionnaire. The results showed that (1) the effectiveness of the Kampung Panca Tertib Movement towards the compliance of the residents of Cokrodiningratan Village was in the high category with a total of 294 respondents (79.9%); (2) the disciplined character of the residents of Cokrodiningratan Village is in the high category with a total of 296 respondents (80.4%); and (3) the results of hypothesis testing based on the value of t arithmetic (8.743) > t table (1.960) with a significance level of 0.05 so that the Kampung Panca Tertib Movement is effective in shaping the disciplined character of Cokrodiningratan Village residents.
Penguatan Wawasan Kebangsaan melalui Pendidikan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Gotong Royong di Bantul Suharno, Suharno; Sunarso, Sunarso; Hidayah, Yayuk; Hanum, Fathikah Fauziah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3601

Abstract

Wawasan kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Iroyudan, Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, pada 14 Juli 2025, dengan tujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap nilai-nilai kebangsaan, khususnya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat gotong royong sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, lokakarya, dan simulasi kasus yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga umum, sehingga menciptakan suasana partisipatif dan kolaboratif. Selama kegiatan, peserta aktif bertukar pandangan mengenai tantangan kebangsaan yang dihadapi di lingkungan mereka. Beberapa ide strategis juga muncul, seperti program gotong royong bulanan dan penguatan pendidikan karakter di tingkat RT. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan, diikuti dengan terbentuknya inisiatif membangun forum diskusi kebangsaan di tingkat komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif yang disertai partisipasi aktif warga efektif dalam memperkuat identitas nasional dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.
Peningkatan Hasil Belajar PKn tentang Rumusan Pancasila dengan Jembatan Pintar pada Siswa Kelas VI SD Negeri Nguwet Sunarso, Sunarso
Paedagogie Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v14i2.2779

Abstract

This research aims to determine the increase of student’s activity and achievement in SD Negeri Nguwet by using Jembatan Pintar in learning Civics. The subjects are teacher and all sixth grade students who consists of 17 boys and 20 girls. It is divided into of two cycles. Data were collected through tests and analyzed using descriptive analysis techniques. It compares the results between the initial data, cycle I, Cycle II and responses found during the classroom activities. Results of the research indicates an increase. The student’s activity improves to be enough in cycle I and be very good in cycle II. Overall the implementation of Jembatan Pintar can enhance students’ engagement and achievement. It can be used not only learning Civics but also all of subjects in school.
The Dynasty Politics of The Queen Atut Family and its Influence on Political Ethics In Regional Head Elections In Banten Nabila Syamsa, NabilaSyamsa; Sunarso, Sunarso; Handayani, Wuri
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 1 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i1.2737

Abstract

This study aims to analyze the influence of the dynasty politics of Ratu Atut's family on political ethics in regional head elections in Banten Province. The growing dynasty politics in this region have strengthened the dominance of family power in various sectors, limited public participation, and hampered the regeneration of healthy leadership. The research method used is a qualitative literature study approach, where data were collected through participant observation and analysis of historical and contemporary documents. The results show that dynasty politics in Banten worsens political ethics by ignoring the principles of justice, equality, and transparency in regional head elections. The practices of nepotism and collusion that occur reduce the effectiveness of democracy and worsen the quality of governance. This study suggests the need for regulations that limit the practice of political dynasties so that regional head elections can be carried out based on the competence and integrity of prospective leaders, rather than on family relationships.
Comparison of Civic Education in Hong Kong and Indonesia in The Context of History and Educational Curriculum Idham Mahdi; Muhammad Syamsuddin; Sunarso Sunarso
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2025): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v4i5.393

Abstract

This study compares the civic education systems in Hong Kong and Indonesia, analyzing their historical development, curriculum structures, and educational goals. The research employs a literature review approach, utilizing secondary sources such as academic books, peer-reviewed journals, and policy documents to compare the educational frameworks of both regions. The findings reveal that Hong Kong’s civic education has evolved within the context of its transition from British colonial rule to becoming a Special Administrative Region of China, with a focus on fostering national identity and legal compliance under the “One Country, Two Systems” framework. In contrast, Indonesia’s civic education has developed in response to its independence, emphasizing Pancasila, the 1945 Constitution, and democratic values. The study identifies key differences in curriculum content, evaluation systems, and learning objectives, showing how each country’s civic education reflects its socio-political environment. The research underscores the importance of contextualizing civic education in the formation of responsible citizens who are equipped to address global challenges. This comparative study offers valuable insights for enhancing civic education curricula in both countries and globally.
REVITALISASI PANCASILA MELALUI DUSUN PANCASILA Toba Sastrawan Manik; Samsuri Samsuri; Sunarso Sunarso
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2021: VOLUME 1 ISSUE 2 OCTOBER 2021
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya peran masyarakat dalam revitalisasi Pancasila. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Lokasi penelitian ialah Dusun Pancasila atau Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Bantul. Subjek penelitian ini ialah salah satu tokoh masyarakat di dusun Nogosari. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya adalah bahwa masyarakat dalam bentuk komunitas atau lainnya berperan penting dalam revitalisasi Pancasila. Dusun Nogosari menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan dan peran masyarakat dalam revitalisasi Pancasila menjadi alternatif ketika negara belum sepenuhnya berhasil. Masyarakat memiliki peran yang strategis dalam hal upaya revitalisasi Pancasila ketika  dikaitkan dengan nilai, budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Revitalisasi Pancasila berbasis masyarakat atau komunitas sosial dengan modal sosial yang ada lebih praksis dan implementatif. Revitalisasi Pancasila berbasis desa atau modal sosial perlu untuk dikembangkan dan menjadi contoh daerah lain. Hal ini menjadi terobosan manakala Pancasila saat ini cenderung teoretis dan formalitas.