Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI MINAT, KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KEMAMPUAN MOTORIK DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI MURID SD NEGERI 32 BANDA ACEH Irwandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.8 KB)

Abstract

Hasil Belajar Penjas dipengaruhi oleh faktor psikologis faktor fisiologis. faktor fisiologis yaitu kondisi fisik yang dalam hal ini adalah Kemampuan Motorik sedangkan psikologis yang didalamnya terdapat aspek Minat dan Kecerdasan Intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Minat, Kecerdasan Intelektual dan Kemampuan Motorik dengan Hasil Belajar Penjas Murid SD Negeri 32 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah Murid SD Negeri 32 Banda Aceh yang berjumlah 46 orang. Berdasarkan acuan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Dari hasil analisis data yang dapat diperoleh hasil penelitian, Koefisien korelasi Minat (X1) dengan Hasil Belajar Penjas (Y) sebesar 0,57, dengan r hitung > r tabel (0,57 > 0.246) sehingga X1 memberi kontribusi sebesar 32,49% terhadap Y. Koefisien Kecerdasan Intelektual (X2) dengan Hasil Belajar Penjas (Y) sebesar 0,58, dengan r hitung > r tabel (0,58 > 0.246) sehingga X2 memberi kontribusi sebesar 33,64% terhadap Y. Koefisien korelasi Kemampuan Motorik (X3) dengan Hasil Belajar Penjas (Y) sebesar 0,59, dengan r hitung > r tabel (0,58 > 0.497) sehingga X3 memberi kontribusi sebesar 34,81% terhadap Y. Koefisien korelasi secara bersama-sama Minat, Kecerdasan Intelektual dan Kemampuan Motorik dengan Hasil Belajar Penjas sebesar 0,866, Untuk taraf kepercayaan 0,05 dan n = 46, dengan r tabel = 0.246 dan r hitung = 0,866 dapat disimpulkan bahwa r hitung > r tabel (0,866> 0.246). Dari penghitungan pengujian hipotesis diperoleh f hitung=78,86 sedangkan kemudian diperoleh nilai f tabel=3,18 yang artinya f hitung = 78,86 > dari nilai f tabel,= 3,18 (f hitung lebih besar dari f tabel). Sehingga Minat, Kecerdasan Intelektual dan Kemampuan Motorik memberi kontribusi sebesar 74,99% terhadap Hasil Belajar Penjas Murid SD Negeri 32 Banda Aceh.. Berarti hipotesis yang penulis ajukan diterima kebenarannya.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN TEKNIK DASAR SERVICE ATAS PADA PERMAINAN BOLA VOLI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SIBREH DENGAN SMA NEGERI 1 INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Irwandi; Joni Iskandar
Jurnal Penjaskesrek Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.56 KB)

Abstract

Permainan bola voli merupakan permainan yang dilakukan oleh dua regu, yang masing-masing regu terdiri atas enam orang. Kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Sedangkan servis merupakan pukulan bola pertama yang dilakukan di dalam petak servis untuk menghidupkan bola dalam permainan. Telah dilakukan sebuah penelitian yang berjudul perbandingan kemampuan teknik dasar servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibreh dengan siswa SMA Negeri 1 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbandingan kemampuan teknik dasar servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibreh dengan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibreh yang berjumlah 6 kelas dengan jumlah siswa 145 orang dan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ingin Jaya yang berjumlah 6 kelas dengan jumlah siswa 150 orang. Untuk mewakili populasi diambil sampel sebanyak 15% dari jumlah populasi yaitu 20 orang siswa putra yang diambil secara acak pada setiap sekolah. Untuk mengolah menganalisis data yang sudah disusun dalam bentuk tabel diolah dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa t-hitung diperoleh nilai sebesar 2,14 dan nilai t-tabel 1,70 yang berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan teknik dasar servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibreh dengan Siswa SMA Negeri 1 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan teknik dasar servis atas pada permainan bola voli siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibreh dengan Siswa SMA Negeri 1 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
HUBUNGAN KAPASITAS AEROBIK (VO2MAX) TERHADAP KETERAMPILAN SEPAKBOLA PADA CLUB GETSEMPENA FC TAHUN 2016 Irwandi; Aprizalmi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.817 KB)

Abstract

Permainan sepakbola merupakan salah satu olahraga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor kondisi fisik pada kapasitas aerobik (VO2Max) sangat mempengaruhi penguasaan keterampilan bermain sepakbola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kapasitas aerobik (VO2Max) terhadap keterampilan Sepakbola pada Club Getsempena FC Tahun 2016. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dan sampel penelitian sebanyak 18 pemain Club Getsempena FC Tahun 2016 dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan stasistik yaitu uji normalitas, uji homogenitas, nilai rata-rata, standar deviasi dan uji signifikan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: terdapat hubungan yang signifikan antara kapasitas aerobik (VO2Max) terhadap keterampilan Sepakbola pada Club Getsempena FC Tahun 2015, hal tersebut ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar r = 0,861 dengan kriteria pengujian signifikansi diperoleh nilai thitung = 6,766 sedangkan ttabel = 1,746 dan atau 1,746 < 6,766. Sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima kebenarannya. Di sarankan kepada pelatih dan pemain agar dapat meningkatkan kapasitas aerobik (VO2Max) sehingga penguasaan keterampilan bermain sepakbola akan lebih mudah.
PERANAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Irwandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.865 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peranan Sarana dan Prasarana terhadap Motivasi Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 3 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Banda Aceh. Fokus Penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan guru olahraga SMA Negeri 3 Banda Aceh. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling, yaitu sebanyak 46 siswa dan 3 guru olahraga. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket/kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif. Dari hasil penelitian serta analisa dan interpretasi dapat disimpulkan bahwa terdapatnya peranan yang baik sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh. Hasil dari responden siswa yang menjawab (Ya) sebanyak 98.47% dan yang menjawab (Tidak) sebanyak sebesar 1.53% yang berarti baik dan hasil dari responden guru olahraga yang menjawab (Ya) sebanyak 100% dan yang menjawab (Tidak) sebanyak sebesar 0% yang berarti baik.
PENGARUHNYA CIRCUIT TRAINING TERHADAP KELINCAHAN DALAM OLAHRAGA KARATE ALIRAN KKI DOJO DARUL ULUM BANDA ACEH TAHUN 2009/2010 Irwandi
Jurnal Visipena Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.572 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v1i2.30

Abstract

Dalam permainan olahraga karate, unsur kelincahan sangat diperlukan seorang atlet untuk mengantisipasi serangan-serangan lawan. Dengan kelincahan yang baik memungkinkan seorang pemain untuk dapat bergerak kesemua arah dengan cepat untuk membangun strategi serangan dan menyelamatkan diri dari serangan lawan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data yang konkrit tentang pengaruh circuit training terhadap kelincahan, mengingat kelincahan tahan yang baik yang sangat mempengaruhi prestasi seorang atlet dalam cabang olahraga Karate. Latihan sirkuit merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang dapat meningkatkan kelincahan serta kemampuan fisik seseorang secara keseluruhan.
Modifikasi Permainan Olahraga untuk Anak Usia 10-12 Tahun Irwandi
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran merupakan kondisi jasmani yang menggambarkan kemampuan dan kesanggupan seseorang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu secara optimal dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan (Action Research) yang menggunakan penerapan permainan modifikasi yang dikaji kedalam tindakan dengan beberapa siklus. Dilihat dari tes awal dan tes akhir kebugaran jasmani yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kebugaran jasmani pada siswa-i SDN 32 Banda Aceh. Berdasarkan data yang telah dipaparkan pada hasil penelitian, hasil tes akhir pada siklus 1 mengalami peningkatan dari hasil tes awal. Hasil tes awal menunjukan kebugaran jasmani pasa siswa-i sebersar 15%, setelah dilakukan proses pelaksanaan siklus 1, kebugaran jasmani meningkat menjadi 55%. Hal ini dikarenakan jenis modifikasi permainan yang dibuat oleh peneliti mengandung komponen atau karakteristik tes kebugaran jasmani. Namun, karena masih ada jenis modifikasi permainan yang belum dikuasai oleh siswa-i, peneliti melanjutkan penerapan modifikasi permainan dengan mengganti permainan tersebut. Setelah dilakukan, dilihat pada hasil tes akhir siklus 2 kembali mengalami peningkatan, menjadi 95%. Dengan demikian, penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan hasil tes akhir kebugaran jasmani sebesar 95%.
Curriculum 2013, Physical Fitness, SMA Malemputra Aceh Besar irwandi fauzi; Armaidi Armaidi
Sport Pedagogy Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/spj.v12i1.31282

Abstract

development and assessment of learning processes based on the 2013 Curriculum to improve the physical fitness of high school students. The 2013 curriculum emphasizes a competency-based learning approach that enables students to develop the knowledge, skills, and attitudes necessary to succeed in life. In terms of physical fitness, students need knowledge of the importance of maintaining physical health and fitness, as well as skills in performing effective physical activity. The first step in implementing the development and assessment of the learning process based on the 2013 Curriculum to improve the physical fitness of high school students is to adjust the curriculum to the needs of students. This is important because students have different needs in terms of physical activity and physical fitness. The curriculum should include sports and health-related competencies relevant to the student's needs.
Curriculum 2013, Physical Fitness, SMA Malemputra Aceh Besar irwandi fauzi; Armaidi Armaidi
Sport Pedagogy Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/spj.v12i1.31282

Abstract

development and assessment of learning processes based on the 2013 Curriculum to improve the physical fitness of high school students. The 2013 curriculum emphasizes a competency-based learning approach that enables students to develop the knowledge, skills, and attitudes necessary to succeed in life. In terms of physical fitness, students need knowledge of the importance of maintaining physical health and fitness, as well as skills in performing effective physical activity. The first step in implementing the development and assessment of the learning process based on the 2013 Curriculum to improve the physical fitness of high school students is to adjust the curriculum to the needs of students. This is important because students have different needs in terms of physical activity and physical fitness. The curriculum should include sports and health-related competencies relevant to the student's needs.
EFEKTIFITAS LATIHAN WALLPASS TERHADAP KETEPATAN PASSING DALAM SEPAK BOLA ATLET U12 SSB TALENTA ACEH FOOTBALL ACADEMY Is, Zulheri; Hariansyah, Septi; irwandi, irwandi
Sport Pedagogy Journal Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/spj.v12i2.34497

Abstract

Football is a team game in which two teams compete against each other involving physical, technical, tactical, and mental elements. This study aims to examine the influence of wallpass training on the accuracy of passing in extracurricular football activities for athletes of SSB Talenta Aceh Football Academy. This study uses an experimental method with a one group pretest posttest design. The sample in this study consists of 18 students who participate in extracurricular football activities.The research results show that there is an average for the pretest score of 6.05 and the posttest score of 7.83. The median middle value for the pretest score is 6 and the posttest score is 7. The mode for the pretest score is 6 and the posttest score is 8. The standard deviation for the pretest score is 0.801 and the posttest score is 0.708. Based on the results of the normality test data in the table above, it shows that the pretest has a result of 0.062 and the posttest has a result of 0.040, so it can be interpreted that the research data is normally distributed.The average results of the pre-test and post-test or to determine whether there is a significant effect on wallpass training. From the t-test results, it can be seen that the t-value is 3.738 and the t-table is 2.131, indicating a significant difference between the pre-test and post-test. Therefore, the alternative hypothesis Ha stating that there is a significant effect of wallpass training on passing accuracy is used as a training to improve passing accuracy
EFFECTIVENESS OF THE SCOUT PROGRAM IN INCREASING STUDENT INDEPENDENCE AT SMP NEGERI 18 BANDA ACEH zir, Mun; irwandi, irwandi; Hariansyah, Septi
Sport Pedagogy Journal Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/spj.v13i1.38297

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of the Scout program in increasing student independence at SMP Negeri 18 Banda Aceh. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews and analysis of documents related to the Scout program and student independence. The research results show that the Scout program is effective in increasing student independence through developing social skills, leadership and practical knowledge. Students who are active in Scouting activities have a higher level of independence in overcoming challenges, working in teams, and taking initiative. The importance of the Scout program in the school curriculum is to strengthen students' character learning and independence.Keywords: Effectiveness, Scouts, Independence.
Co-Authors A. Gani, A. A. M. Muslihin Abd. Rahman Abdul Rajab Ade Cahaya, Mariana Adelina S, Diandra Adha Taufik, Anvika Afrinaldi Afrinaldi Ahmad, Mutia aini Akhyar Hanif Andi Warisno Andri Maijar Angga Bayu Budiyanto Anggriwan, M Rafie Angreini, Angreini Annisya, Nurul Aponno, Alyssa Mileta Aprizalmi Armaidi Armaidi arsyad, safnil As-Sirry, Ahmad Fathurrizqi Azila, Silvia Bafadal, Moh. Fauzi Basri Bado, Basri Bastian Nova Budi Waluyo Budiman, Novi Diah Retno Dwi Hastuti Didi Yudha Pranata Duereh, Habalee Eka Ridhawati Eliza Eliza Fadilla, Siti Fajrial, Jul Fetria Faisal Firdaus Firdaus Flora, Dian Hanafi, Beni Putra Hiddayaturrahmi, Hiddayaturrahmi Hijril Ismail, Hijril Hudri, Muhammad Ilham Ilham Irfandi Irfandi, Irfandi Ismail Ismail Iswadi Iswadi Jamil, Muh Joni Iskandar Juhamri, Juhamri Junaidi Junaidi Kamaruddin, Citra Ayni Kharisma, Aldhy Leonardo Sari, Avid Listiono Listiono Lukman Hardia Mahmuda Mahmuda, Mahmuda Marhawati, Marhawati May sarah Muhammad Syafri, Muhammad Mukhlisuddin Ilyas Munzir Munzir, Munzir Nofrianda, Muhamad Nora, Fitria Nurjadi, Nurjadi Nurul Nurul Rafidhah Hanum Rahim, Abd Rahim, Abd Rahmania, Rima Rahmi Nuraztia, Rahmi Rahmi Rahmi Rahmizal, Maizul Raynald Alfian Yudisetyanto Reni Astika, Reni Reni Susanti Rifa’i, Achmad Riki Rikarno, Riki Rossardy, Marzella Dea Rudolf Sinaga Safitri, Loli Salman Samir, Salman Salsabilah, Juliandani Sari, Atika Aulia Sari, Suci Kuria Selma, Laurensia Septi Hariansyah Shima, Nurzatul Siti Patimah Sri Astuty Sri Astuty Subur, Hikmayani Sulaimawan, Deddy Sulong , Abdulramae Supriatna, Encup Sutardi Sutardi Swinandes, Wiliyono Syafriwaldi, Syafriwaldi Syahfitri, Jayanti Syahrul Syahrul Taslima Taslima, Taslima Tehuayo, Ona Bugis Tri Yuliani, Tri Tuty Herawati Uhra, Mutaharatul Utami, Hikmahtul Putri Wael, Muh. Dahlan Wahyu, Fadjri Wardi, Epi Supri Watora, Wahyuni Wedra Aprison Wildan, Asep Dadan Yeni, Zulfitri Yuli Syafitri, Yuli Yulinda, Desni Zainal Fadri Zhenya, Zhenya Zeldha Elyzvania Zikrur Rahmat zir, Mun Zulheri Is