Claim Missing Document
Check
Articles

EKOSISTEM DIGITAL DAN NARASI KEBANGSAAN: RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI PENUNTUN ETIKA PUBLIK VIRTUAL Fadil Mas'ud; Anif Istianah
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i1.21505

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, membentuk opini, dan menyuarakan identitas kebangsaan. Ruang digital tidak hanya menjadi saluran komunikasi, tetapi juga arena kontestasi narasi yang sarat dengan dinamika politik, budaya, dan ideologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat direlevansikan sebagai kerangka etika publik dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian literatur terkini, pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama: dinamika narasi kebangsaan di ruang virtual, representasi dan reduksi nilai Pancasila di media sosial, serta fungsi Pancasila sebagai landasan etika bermedia digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Pancasila masih sering diposisikan secara normatif dan seremonial, nilai-nilainya tetap relevan dalam merespons tantangan seperti disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi identitas. Diperlukan reinterpretasi nilai secara kontekstual, penguatan literasi etika digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Pancasila hidup sebagai pedoman moral warga negara di ruang publik virtual. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi ideologi negara, tetapi juga fondasi etika bermedia dalam era masyarakat digital.
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN DI ERA DIGITAL DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Sukron Mazid; Anif Istianah; Farikah Farikah; Mimi Mulyani
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i1.23073

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di era digital menghadapi tantangan dalam hal keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta relevansi materi dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Model pembelajaran konvensional yang berfokus pada hafalan dinilai kurang efektif dalam menumbuhkan karakter warga negara yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran PKn berbasis deep learning guna meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Kota Magelang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis deep learning yang dikembangkan mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan partisipasi aktif siswa. Model ini juga memperoleh penilaian “sangat layak” dari para ahli dan respon positif dari guru serta peserta didik. Dengan demikian, pendekatan deep learning terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan di era digital.
CIVIC EQUALITY SEBAGAI PENDEKATAN STRATEGIS DALAM MENGATASI STUNTING DI DESA SILLU KABUPATEN KUPANG Erwin Styven Aditya Tari; Fadil Mas'ud; Rahyudi Dwiputra; Anif Istianah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36427

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan anak dengan prevalensi 40% di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sillu yang mencapai 45%. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana implementasi konsep civic equality (kesetaraan akses layanan publik dan hak-hak dasar warga) dapat menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 25 informan terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses informasi dan layanan kesehatan belum merata, partisipasi masyarakat masih rendah, dan kapasitas kader posyandu terbatas, yang semuanya menghambat penerapan prinsip civic equality. Faktor sosial budaya, ekonomi, dan kesadaran warga memengaruhi efektivitas implementasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan prinsip civic equality, dengan meningkatkan partisipasi, kesetaraan layanan, dan pemberdayaan masyarakat, dapat secara langsung berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan di Desa Sillu.
Strengthening Participatory Civic Skills of Gen Z in the Digital Era: Innovation in Civic Education Lisa Retnasari; Aim Abdulkarim; Dadang Sundawa; Prayoga Bestari; Anif Istianah; Suyitno; Ella Kusuma Wardani
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v10i3.6610

Abstract

This study analyzes the strengthening of participatory citizenship skills among Generation Z students in the digital age, with a particular focus on their abilities to engage with public issues, monitor policies, and influence political processes. Using a qualitative approach with 150 participants, data were collected through open-ended questionnaire-based interviews and analyzed using thematic techniques. The research findings indicate that although students demonstrate advanced discursive skills and actively engage in online discussions, their participatory practices exhibit a spectrum of sophistication ranging from basic digital deliberation to more strategic forms of collaboration, such as advocacy, investigation, and documentation. However, these skills often face significant internal and external barriers, including public apathy, misinformation, and unsupportive socio-political practices. The study underscores the urgent need for innovative citizenship education that embraces experiential learning, digital collaboration, and project-based approaches that are adaptive to the characteristics of Generation Z. Recommendations The findings of this study make an important contribution to education because they offer ways to shape responsible citizens through digital integration, participatory pedagogy, and critical digital literacy.
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN SEKOLAH DAMAI BERKEBHINNEKAAN Anif Istianah; Hendri Irawan; Fadil Mas'ud
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.4

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran penting guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai, yang berpengaruh positif terhadap terbentuknya masyarakat yang aman dan sejahtera. Fokus utama studi ini adalah proses pembentukan karakter cinta damai melalui pembelajaran PKn. Keberhasilan PKn sebagai sarana utama dalam membangun karakter cinta damai menjadi perhatian utama penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai tersebut pada generasi muda melalui pembelajaran PKn di sekolah. PKn berfungsi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai kerjasama, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki potensi besar dalam mendidik generasi muda untuk menghargai pentingnya kerjasama, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah yang menerapkan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan melalui PKn diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.   This study examines in depth the important role of Civic Education (Civics Education) teachers in creating a peaceful school environment, which has a positive effect on the formation of a safe and prosperous society. Civics Education as the main tool in building a peace-loving character is the main concern of this research. The aim is to instill these values in the younger generation through Civics learning in schools. Civics serves as a medium to convey the values of cooperation, tolerance, and peace in students' daily lives. This research uses a qualitative approach with a literature study method. Data collection was done through documentation study and observation. The results showed that civic education has great potential in educating the younger generation to appreciate the importance of cooperation, tolerance, and peace in everyday life. Schools that implement peace values taught through Civics Education are expected to make a positive contribution to the welfare of society.
STRENGTHENING LOCAL WISDOM-BASED ENTREPRENEURSHIP AS AN EFFORT TO IMPROVE THE QUALITY OF EDUCATION IN SECONDARY SCHOOLS Loso Judijanto; Rengga Yudha Santoso; Anif Istianah
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze how integrating local wisdom into the entrepreneurship curriculum can improve the quality of education in secondary schools. (SMK). Local wisdom-based entrepreneurship is seen as a means of connecting traditional values with modern market requirements, enabling students to acquire culturally and professionally relevant skills. The focus of this research is to identify ways in which local intelligence concepts can be integrated into entrepreneurial education and its impact on student skills development. This research takes a qualitative approach with literary research methods, analysing articles, books and documents related to the research context. The findings of this study suggest that local wisdom, when integrated into entrepreneurship learning in SMEs, can provide double benefits. First, it creates a competitive advantage for students by combining technical knowledge with a deep cultural understanding. Second, the emphasis on local intelligence in entrepreneurship facilitates the preservation of cultural heritage, helping students develop a work ethos that is rooted in their social values as well as their environment. Unfortunately, there are still obstacles, including resistance to curriculum changes and a lack of resources for teacher training. Nonetheless, evidence suggests that the success of this concept can improve the quality of education and better respond to local economic needs and the growth of new entrepreneurs.
Educational Interaction Patterns of Students in Blended Learning during Covid 19 Lisa Retnasari; Yayuk HIdayah; Tia Widyaningrum; Anif Istianah; Meiwatizal Trihastuti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i2.11893

Abstract

Abstract: The Covid 19 pandemic requires teachers to apply blended learning. This raises several patterns of interaction between teachers and students and various potentials that support and hinder them. This study aims to understand the patterns of educational interaction in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya during the pandemic as well as the obstacles and support in interaction patterns. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from school principals and teachers. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data display and data verification. The results of this study indicate that there are three types of interaction patterns in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya, namely one-way interaction that occurs when the teacher uses the lecture method, two-way interaction that occurs when the teacher uses the combined lecture method with question and answer, and interaction three directions that occur when the teacher uses the discussion method. The supporting factors for educational interaction patterns consist of teachers, facilities and infrastructure, and educational staff, while the inhibiting factors for educational interactions consist of teachers, internet networks, and passive students.Keywords: Educative Interaction, Blended learning, Covid 19 Pandemic  Abstrak: Pandemi Covid 19 mengharuskan guru menerapkan pembelajaran blended learning. Hal ini memunculkan beberapa pola interaksi antara guru dan peserta didik dan berbagai potensi yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola interaksi edukatif dalam pembelajara blended learning di SDN 210/X Bandar Jaya pada masa pandemi serta hambatan dan dukungan dalam pola interaksi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola interaksi dalam pembelajaran blended learning di SDN 210/X  Bandar Jaya yaitu interaksi satu arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode ceramah, interaksi dua arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode gabungan ceramah dengan tanya jawab, dan interaksi tiga arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode diskusi. Faktor pendukung pola interaksi edukatif terdiri dari guru, sarana dan prasarana, dan tenaga kependidikan, sedangkan faktor penghambat interaksi edukatif terdiri dari guru, jaringan internet, dan pasifnya peserta didik.Kata kunci: Interaksi Edukatif, Blended learning, Pandemi Covid 19
Internalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Mewujudkan Sekolah Damai: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Giri Harto Wiratomo; Siti Maizul Habibah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4283

Abstract

Pendidikan Pancasila berperan dalam penguatan toleransi dan resolusi konflik di lingkungan sekolah yang majemuk. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya mewujudkan sekolah damai di Kota Bekasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di empat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi, karena memiliki karakter sosial majemuk, dinamis, dan relevan dengan kajian Pendidikan Pancasila. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui 1) integrasi materi, 2) keteladanan guru, 3) pembiasaan saling menghormati, 4) kegiatan kolaboratif, dan 5) penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi tersebut berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan menghargai keberagaman. Tantangan yang ditemukan yaitu  perbedaan latar belakang, pengaruh lingkungan sosial, dan belum meratanya pemahaman praksis pendidikan kebhinekaan. Internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mewujudkan sekolah damai.
Implementasi Deep Learning dalam Penguatan Karakter Murid pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kupang Yuvenalis Peka; Meryana Micselen Doko; Daud Yefkanius Nassa; Fredik Lambertus Kollo; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan deep learning sebagai pendekatan pembelajaran mendalam berbasis (student-centered, higher-order thinking) melalui inquiry-based learning dan problem-based learning yang berfokus pada isu sosial lokal dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas. Menggunakan metode kualitatif desain studi kasus, subjek penelitian adalah guru dan murid dan data diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen, dengan pengukuran pemahaman konseptual murid melalui rubrik kualitatif yang dikonversi menjadi persentase. Pendekatan teacher-centered konvensional yang hafalan-oriented memperlemah internalisasi nilai Pancasila, menyebabkan rendahnya disiplin, intoleransi, dan berpikir kritis. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dari 78% (deskriptif surface learning) ke 82% (holistik sintetik), partisipasi murid dari 20-30% menjadi 70-80%, serta penguatan karakter integritas, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi lewat kerangka deep learning. Kendala meliputi keterbatasan internet, kesiapan guru, ketergantungan pada Artificial Intelligence, dan variasi motivasi. Deep learning terbukti transformatif untuk Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, dengan rekomendasi pelatihan guru, infrastruktur, dan kolaborasi sekolah-orang tua.
Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok Venansius Gabur; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Thomas Kemil Masi; Fadil Mas’ud; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4407

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (civic values). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.