Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAHAMAN KONSEP SISWA MATERI LARUTAN PENYANGGA DALAM PEMBELAJARAN MULTIPLE REPRESENTASI Alighiri, Dante; Drastisianti, Apriliana; Susilaningsih, Endang
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi larutan penyangga banyak mengandung konsep abstrak dan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga memerlukan penjelasan dalam berbagai bentuk representasi yang dapat memvisualisasikan materi larutan penyangga sehingga diharapkan siswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dan menganalisis serta menarik kesimpulan yang lebih komprehensif. Pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran tersebut adalah pembelajaran multiple representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi larutan penyangga di kelas XI MIPA SMA Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan subyek penelitian kelas XI MIPA SMA Negeri 12 Semarang sebanyak 76 siswa. Data penelitian diperoleh dari tes pemahaman konsep berbentuk three-tier multiple choice yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa pada materi larutan penyangga menunjukkan indikator pemahaman konsep belum semua terpenuhi secara maksimal oleh seluruh siswa. Hal tersebut karena indikator penelitian mengklasifikasikan masih tergolong kriteria sedang pada materi larutan penyangga yaitu sebesar 45,53% paham, 31,05% kurang paham, 12,96% miskonsepsi, dan 10,46% tidak paham.
KEEFEKTIFAN SELF AND PEER ASSESSMENT PADA PRAKTIKUM KIMIA TERHADAP AKTIVITAS MAHASISWA Sari, Fera Emilia; Susilaningsih, Endang; Harjito, Harjito
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INOVASI BAHAN AJAR REDOKS DENGAN PENDEKATAN MULTIREPRESENTASI DAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING Lastri, Lastri; Kusumo, Ersanghono; Susilaningsih, Endang
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu sarana pendukung keberhasilan pembelajaran. Bahan ajar harus memiliki karakteristik tertentu supaya dapat memberikan hasil yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Desain penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi. Metode pengambilan data yang dilakukan yaitu metode wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi kelayakan isi, penyajian, bahasa, kegrafisan dan kepraktisan berturut-turut mendapat rerata skor 17.8/20, 25.2/28, 35.6/40, 17.3/20 dan 18.7/20. Kepraktisan bahan ajar juga ditinjau dari angket tanggapan siswa. Bahan ajar yang dikembangkan memberikan tanggapan positif dengan 8 siswa memberikan tanggapan sangat baik dan 28 siswa memberikan tanggapan baik. Keefektifan bahan ajar ditinjau dari ketuntasan klasikal siswa. Ketuntasan klasikal siswa yaitu sebanyak 28 siswa tuntas dari 36 siswa atau sebesar 77.78%. Bahan ajar yang dikembangkan layak, praktis dan efektif. Kata Kunci: Bahan Ajar; contextual teaching learning; Multirepresentasi
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PRAKTIKUM SISWA TERINTEGRASI GUIDED INQUIRY UNTUK ANALISIS KETERAMPILAN LABORATORIUM Parahita, Aulia; Susilaningsih, Endang; Supartono, Supartono
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Praktikum Siswa (LKPS) terintegrasi guided inquiry yang efektif untuk meningkatkan keterampilan laboratorium dan hasil belajar siswa. Penelitian dirancang dengan desain Research and Development. Desain ini menggunakan 4-D Models yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Metode penelitian dilakukan dengan metode wawancara, metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa LKPS dinyatakan telah memenuhi aspek didaktik, aspek konstruksi, dan aspek teknik sehingga valid digunakan untuk pembelajaran dengan rerata skor validasi sebesar 66 dari skor total 76 dengan kriteria sangat valid. LKPS dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan laboratorium dan hasil belajar siswa karena lebih dari 24 siswa dari jumlah siswa subjek penelitian setiap kelas mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal pada tes soal evaluasi dan keterampilan laboratorium siswa mendapatkan predikat baik. Simpulan yang diperoleh adalah LKPS terintegrasi guided inquiry untuk analisis keterampilan laboratorium siswa SMA materi buffer-hidrolisis dinyatakan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran kimia. Kata kunci: Guided Inquiry; Keterampilan Laboratorium; LKPS.
DESAIN MATERI AJAR HIDROLISIS TERINTEGRASI PRAKTIKUM DAN PENILAIANNYA UNTUK ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA Megasari, Nofita; Susilaningsih, Endang; Jumaeri, Jumaeri
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan materi ajar hidrolisis terintegrasi praktikum yang efektif untuk menganalisis ketuntasan klasikal hasil belajar siswa. Metode yang digunakan yaitu Research and Development menurut Borg and Gall yang meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pengembangan draft awal, uji coba lapangan awal, revisi hasil uji coba, uji coba lapangan, dan implementasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi kelayakan materi ajar yang terdiri atas komponen materi/isi, penyajian dan bahasa, lembar observasi penilaian keterampilan laboratorium dan penilaian sikap, serta soal yang digunakan untuk posttest. Uji coba lapangan menunjukkan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa ranah kognitif mencapai 84,375%, atau keterampilan laboratorium dan afektif mencapai 100% sedangkan pada tahap implementasi ketuntasan klasikal hasil belajar siswa ranah kognitif mencapai 81,25%, keterampilan laboratorium dan afektif mencapai 100% dari jumlah siswa memperoleh skor dengan kriteria minimal baik. Secara keseluruhan, materi ajar hidrolisis terintegrasi praktikum dan penilaiannya efektif untuk menganalisis ketuntasan klasikal hasil belajar siswa. Kata Kunci: hasil belajar; keterampilan laboratorium; materi ajar
miskonsepsi; tes diagnostik; tw PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA KELAS XI nurfainzani, pratiwi; Susilaningsih, Endang; jumaeri, jumaeri
Chemistry in Education Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes diagnostik two-tier untuk analisis peta pemahaman siswa kelas XI SMA/MA pada materi hidrolisis-buffer yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan instrumen tes metode 4D, terdiri atas tahapan define, design, develop, and dissemination. Metode pengambilan data yang dilakukan dengan metode wawancara dan metode validasi ahli yang menggunakan instrumen lembar wawancara dan lembar validasi ahli untuk mendapatkan informasi kesulitan belajar siswa pada materi hidrolisis dan buffer maupun presepsi profil miskonsepsi yang terjadi serta hasil penilaian validator terkait pengembangan instrumen tes diagnostik two-tier multiple choice yang dikembangkan. Data hasil penelitian didapatkan validitas ahli mengenai kelayakan  instrumen dengan skor 34,6 dari jumlah skor total 44 dan soal yang valid berjumlah 22 butir soal dan reliabilitas soal sebesar 0,91. Tes diagnostik two tier multiple choice yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan layak untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI.
ESTIMASI VALIDITAS DAN RESPON SISWA TERHADAP BAHAN AJAR MULTI REPRESENTASI : DEFINITIF, MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS, SIMBOLIK PADA MATERI ASAM BASA Wulandari, Cahya; Susilaningsih, Endang; Kasmui, K
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2018.8.2.2498

Abstract

This research aims to develop multi-representation teaching material that includes definitive,macroscopic, microscopic, and valid symbolic to determine students’ responses through multi-representation material. This research was conducted at SMA Negeri 1 Karangtengah, with subjects in class XI IPA 3. This research was applied to acid-base materials. The data obtained in this research are the results of expert validation and students’ responses tomulti-representation media teaching material: definitive, macroscopic, microscopic, and symbolic. The data retrieval was conducted by expert judgement method to determine the validity of teaching materials, and the questionnaire method to determine student response through multi-representation material: definitive, macroscopic, microscopic, symbolic was validated by three validators. The research outcome shows that multi-representation media: definitive, macroscopic, microscopic, symbolic valid with an average score of 62 from a total score of 75. The student responses through multi-representation material showed a positive response through the material.
PENGARUH GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA DALAM MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Muna, Khairiatul; Haryani, Sri; Susilaningsih, Endang
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.718 KB)

Abstract

Suatu model pembelajaran tertentu dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan metakognisi siswa. Keterampilan metakognisi merupakan keterampilan yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian yang dilaksanakan dengan pendekatan mix method dan strategi concurrent triangulation ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi siswa dalam materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi siswa dengan kontribusi pengaruh sebesar 16.48%. Adanya pengaruh guided inquiry learning terhadap keterampilan metakognisi ini dikarenakan kegiatan yang dilaksanakan, interaksi kolaboratif siswa, serta peran guru sebagai fasilitator. Selain itu, peningkatan keterampilan metakognisi siswa berada pada kriteria tinggi dan sedang. Guided inquiry learning ini dapat menjadi pilihan model pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan metakognisi siswa.   The certain learning models can be used to develop students’ metacognitive skills. Metacognitive skills are skills that influencing student success at problem solving. Research was conducted by mix method approach and concurrent triangulation strategy aims to determine whether there is the implementation effect of guided inquiry learning on the students’ metacognitive skills in solubility material and solubility product. The data were analyzed by quantitatively and qualitatively. The results of the research show that implementation of the guided inquiry learning on the students’ metacognitive skills have contribution effect about 16.48%. The implementation effect of guided inquiry learning on the metacognitive skills because activities were carried out, the students’ collaborative interaction, and also the role of teacher as a facilitator. Beside that, increasing students’ metacognitive skills have a high and medium criteria. The guided inquiry learning can be the choice of the learning model for developing student metacognitive skills.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROSES DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENGUKUR SOFT SKILLS Kharista, Ria Yanna; Susilaningsih, Endang; Sumarti, Sri Susilogati
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.798 KB)

Abstract

Hasil field study menunjukkan bahwa soft skills siswa rendah, maka diperlukan instrumen penilaian yang dapat menumbuhkan soft skills siswa yang terintegrasi dalam pembelajaran kimia berpendekatan kontekstual sebagai bekal di dunia industri setelah lulus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D yang menggunakan metode pre eksperimental dengan one group pretest-posttest design yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian proses berbasis authentic assessment dengan pendekatan kontekstual yang valid, reliabel, efektif, dapat mengukur soft skills, dan dapat meningkatkan hasil belajar serta mendapatkan respon positif dari siswa dan guru. Data dikumpulkan dengan metode tes dan non tes. Hasil validasi instrumen penilaian proses mencapai hasil yang valid dan reliabel. Instrumen penilaian proses yang dikembangkan dikatakan efektif untuk mengukur soft skills karena 20 dari 32 siswa yang mendapatkan skor sangat baik, rerata hasil belajar sikap 84,17, rerata hasil belajar keterampilan 96; 83,76; 78,57 dan rerata hasil belajar pengetahuan sebesar 81,94 atau 87,50% (28 dari 32 siswa) mencapai KKM, serta adanya peningkatan yang signifikan dari pretest ke posttest dengan rerata N-gain sebesar 0,78 (kriteria tinggi). Siswa memberikan respon positif terhadap instrumen penilaian proses, usabilitas dan kebermaknaan instrumen penilaian proses.   The results of field study shows that student’s soft skills are low, the required assessment instruments that can foster student’s soft skills are integrated in chemistry contextual approach learning as a provision in the industrialized world after graduation. This research is a study of R & D which uses pre-experimental method with one group pretest-posttest design to develop an assessment instrument based authentic assessment process withvalid, reliable, effective contextual approach which can measure soft skills, and to improve learning outcomes and elicit a positive response from students and teachers. Data collected by the test and non-test methods. The results of the validation instrument learning assessment that are valid and reliable. Assessment instruments developed process is said to be effective for measuring soft skills because 20 of the 32 students who scored very well, mean of attitude learning outcomes 84.17, mean of skills learning outcomes 96; 83.76; 78.57 and the average knowledge achievement of 81.94, or 87.50% (28 of 32 students) reached KKM, as well as a significant increase from pretest to posttest with N-gain average was 0.78 (height criteria). Students responded positively to the process of assessment instruments, usability and meaningfulness of the process of assessment instruments.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK THREE TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK KELAS XI Mubarak, Syarifatul; Susilaningsih, Endang; Cahyono, Edy
Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.035 KB)

Abstract

Penelitian ini mengembangkan instrumen diagnostik three tier multiple choice untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dimiliki peserta didik pada materi larutan asam basa. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (R&D). Metode penelitian merupakan metode 4D yang dimodifikasi tanpa menyertakan tahap diseminasi. Subjek penelitian adalah 145 peserta didik SMA Kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik three tier multiple choice berjumlah 30 butir soal. Pengembangan instrumen dilakukan dengan tiga prosedur pokok, yaitu: (1) menentukan cakupan konsep yang diteliti, (2) mengumpulkan informasi tentang miskonsepsi peserta didik, (3) penyusunan dan validasi instrumen diagnostik berbentuk three tier multiple choice. Data hasil tes dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan baik dan valid dengan nilai CVR 0,99 dan mean sebesar 1,52 dengan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,90. Penelitian ini mengungkap 166 kombinasi profil miskonsepsi yang dialami peserta didik pada materi larutan asam basa. Profil miskonsepsi peserta didik tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu berkaitan dengan pengertian hidrolisis garam dengan temuan 42,07% peserta didik terdiagnosis mengalami miskonsepsi dengan temuan sembilan pola jawaban yang menunjukkan miskonsepsi.   This research is developing three tier multiple choice diagnostic intrument to identify students misconceptions in understanding acid base solution concepts.This study was kind of research and development study. Research method is 4D method modified without including the dissemination phase.Research subjects were 145 IPA XI grade students. Instrument that used is three tier multiple choice diagnostic test instrument consisting of 30 item questions.Developmental of these instrument be done by three main procedures: (1) defining the scope of concepts under study, (2) collecting infromations about students misconceptions, and (3) composing and validating of three tier multiple choice diagnostic instrument.Data result was analized descriptively and qualitatively. Research result shown that the developed instrument was good and valid with CVR value 0,99 and mean 1,52 with instrument reliability value was 0,90.This research reveal 166 type of students misconceptions profile expressed in acid base solution matter. Result of students miscenseptions profile analysis shown that highest students misconceptions profiles was related to definition of salt hydrolysis with 42,07% students had been diagnoted of having misconceptions, with nine answer paterns that showing misconceptions.
Co-Authors - Jumaeri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Binadja Afriani, Erina Afriantono, Harris Afwah, Apriliani Arifatul Agung Tri Prasetya Agus Wahyudin Agus Yulianto Akhmad Masrukhan Nur Alawiyah, Nur Alighiri, Dante Amalina, Nur Dina Ami Korniawati, Ami Aminuyati Amique, Iqnatu Nazila Anggih Alfiantara, Anggih Ani Rusilawati, Ani Ani Rusilowati Anjaya, Perdana Dika Aprilia, Nurkintan Ariyani, Nigita Arum, Annisa Etika Asrizal Wahdan Wilsa Atip Nurwahyunani, Atip Barus, Robi Agape Budi Astuti Budi Susatya, Eko Budiharti, Devy Rida Budiono Budiono Cahya Wulandari Cepi Kurniawan Damayanti, Yosephine Debbie Darmawan, Imam Dewindra, Veronica Ayu Refsi Diyah Fatmasari Djoko Widodo Djuniadi Djuniadi Drastisianti, Apriliana Dyah Fachriyyati, Dyah Edy Cahyono Eko Budi Susatyo Elisa, Dwiba Ersanghono Kusumo, Ersanghono Faisal, Syarif Fardiana, Rina Farhanah, Atikah Alya Farid Rahman Febriani, Wulan Garnis Astriyanti, Garnis Hanifa, Deska Aisyia Hardi Suyitno Harjito - Harjono Harjono Hartono Hartono Herawati, Meilinda Herlina Dewi, Siti I Made Sudana Ida Agustiani, Ida Imam Supardi, Kasmadi Indah Triana Aprillia, Indah Triana Ischan Afsita Varadela, Ischan Afsita Ismi Inayati, Ismi Istria Pijar Rizky, Istria Pijar JAJA, JAJA Joko Saefan Jonathan, Adrovvy Kartono - Kasmadi Imam Supardi Kasmui -, Kasmui Khasanah, Faizatul khusnul khotimah Laily Noor Izza, Laily Noor Lastri, Lastri Lastri, Lastri Lathif, Yuniar Fahmi Lestari, Etika Ayu Lestari, Fina Ayu Lestari, Rika Ayu Lia, Roudloh Muna Lia Lisdiana Lisdiana Lutfi Amin, Muhammad luthfiyah, ainun Luthfiyah, Firya Manggalastawa Manggalastawa Megasari, Nofita Megasari, Nofita Metta Sylviana Dewi, Metta Sylviana Mohammad Alauhdin, Mohammad Mubarak, Syarifatul Muh. Irfan Muhammad Khumaedi Muna, Khairiatul Murbangun Nuswowati Musyarofah Musyarofah, Musyarofah Muttaqiin, Umar Faruq Nada, Ella Izzatin Nanik Wijayati Nikmah, Mazroatun Nugraha, Arief Juang Nugroho, Imam Husnan Nuni Widiarti Nunung Fika Amalia, Nunung Fika Nur Kusuma Dewi Nur Romdlon Maslahul Adi nurfainzani, pratiwi nurfainzani, pratiwi Nurpadillah, Veni Nurrohmah, Enur Siti Nurul Huda Ervina, Nurul Huda Nuryanto Nuryanto Parahita, Aulia Parahita, Aulia Patmara, Reza Phieraz Probosari, Annisa Prasasti, Hesti Pratiwi, Resi Pratiwiningtyas, Bekti Nanda Putra, Ijtihad Sang Putra, Ngurah Made Darma Putut Marwoto Qodriyah, Rani Lailatul Rachmawati, Rivanna C Rapi, Muhamad Ria Yanna Kharista, Ria Yanna Riyandino, Adyatma Riyanti Riyanti Rizqie Arini, Fitria Zahra Rohmawati, Baiti Rosyada, Amroeni S Mursiti Sa’adah, Zumrotus Sabatinie, Indrie Saiful Ridlo Saptorini Saptorini, Saptorini Sari, Fera Emilia Sari, Fera Emilia Sarwi - Sauma, Rizkika Sasi Savitri, Retno Wahyu Selli Renata Sari, Selli Renata Septian, Ifandika Dwi Shinta Nur Baeti, Shinta Nur Sigit Priatmoko Siti Fatimah Siti Nur Suwaibah, Siti Nur Sri Haryani Sri Hayati, Sri Sri Kadarwati Sri Nurhayati Sri Susilogati Sumarti SRI WARDANI Suantara, I Kadek Tony Subiyanto Hadisaputro, Subiyanto Sudarmin Sudarmin Sun’an, Ulin Nuha Supartono - Supriyadi Supriyadi suraji suraji Suwardi, Erman Tira Triscahyaningrum, Tira Tri Prasetya, Agung Triastuti Sulistyaningsih Tuyarni, Tuyarni Ulfa, Saidatul Ulfah, Aini Azkiyatu Uma Fadzilia Arifin, Uma Fadzilia Umam, Qo’idul Wahyuningtyas, Wulan Widhi Mahatmanti Widiyanti, Arnetta Susma Wildana, Maula Najikh Winarto Winarto Winda Puri Reysita Anggry, Winda Puri Reysita Wiwi Isnaeni Wiyanto - Woro Sumarni Yakin, Muh Ikhsanul Yeni Anita Sari Yudhistira, Yunan Gumara Yudhistira, Yunan Gumara Yulia Rahmawati, Yulia Zainal Abidin Zammi, Muhammad Zammi, Muhammad ZUHARA, NAFISA RISMA Zumrotus Sa’adah