Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Jurusan Kimia Jusniar, Jusniar; Syamsidah, Syamsidah; Zubair, Sakinah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi berbasis proyek merupakan pendekatan yang inovatif dalam pendidikan tinggi, khususnya di jurusan kimia, yang bertujuan mengetahui efektifitas implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa jurusan. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa jurusan kimia FMIPA UNM Prodi Pendidikan Kimia Kelas A sebanyak 35 orang. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif pengkategorian kemampuan berpikir kritis melalui analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis proyek diperoleh harga rata-rata N gain sebesar 0,53. Hal ini berarti Pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa jurusan kimia dengan kategori sedang.
Pembuatan “Golla-Golla Mammis Phs” Berbagai Rasa Pada Kelompok Ibu- Ibu Rumah Tangga Qurani, Besse; Syamsidah, Syamsidah; T, Ratnawati; Kadir, Kasdy; Purnamasari, Fitry; Basalamah, Rezal Hadi
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v8i2.3247

Abstract

Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memiliki potensi besar dalam pengolahan bahan lokal seperti gula aren dan kelapa menjadi produk khas daerah. Namun, kurangnya inovasi dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan bahan lokal ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha berbasis kuliner. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Wonomulyo dalam memproduksi Golla-Golla Mammis PHS dengan inovasi rasa dan pengemasan yang menarik. Pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan lokasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan mencakup demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan Golla-Golla Mammis PHS dengan variasi rasa seperti cokelat, pandan, dan kacang. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dari segi rasa, tekstur, dan daya tahan, serta dikemas dengan menarik untuk meningkatkan nilai jual. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, dan produktivitas ibu-ibu rumah tangga dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Selain membuka peluang usaha kecil, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pelestarian kuliner tradisional dengan sentuhan inovasi modern. Kata Kunci: Pengabdian, Golla-Golla, Mammis, Ibu Rumah Tangga
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM DI DESA TONDOK BAKARU MAMASA SULAWESI BARAT Muis, Nurmuliayanti; Hidayah, Nurul; Syamsidah, Syamsidah; Jumadi, Oslan; Taufieq, Nur Anny S.; Indra, Indra; Wahid, Masyitha; Arifin, Asia; Rosman N., Andi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58930

Abstract

One of the challenges in oyster mushroom cultivation faced by the Andika Makmur Sejahtera Farmer Group in Tondok Bakaru Village, Mamasa Regency, is the limited access to oyster mushroom spawn. The community's lack of knowledge and understanding related to spawn production, compounded by limited equipment and facilities, necessitates the importation of oyster mushroom spawn from outside the island of Sulawesi. This situation affects the efficiency of the production process and results in high costs. To address this challenge, a team from Universitas Sulawesi Barat, supported by a team from Universitas Negeri Makassar, provided training and assistance in producing F0, F1, and F2 oyster mushroom spawn to members of the oyster mushroom farmer group in Tondok Bakaru Village. The aim of this community service program is to equip farmer group members with the skills and knowledge required for producing oyster mushroom spawn and using the necessary equipment. The program began with a field observation of the target partner’s conditions, both in person and through remote communication. This was followed by a coordination phase between the implementation team and the supporting team regarding the planned community service activities. The implementation phase included the delivery of materials on oyster mushroom spawn production techniques, accompanied by demonstrations and hands-on practice by farmer group members. The program concluded with monitoring and evaluation to assess the program's success. The training and assistance activities resulted in an 85.22% increase in community knowledge, indicating that these activities were effective in supporting the progress of oyster mushroom cultivation in Tondok Bakaru Village. Salah satu tantangan budidaya jamur tiram yang dialami oleh Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa adalah sulitnya akses untuk memperoleh bibit jamur tiram. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pembuatan bibit, ditambah dengan minimnya fasilitas peralatan yang dimiliki sehingga bibit jamur tiram harus didatangkan dari luar Pulau Sulawesi. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya proses produksi dan tingginya biaya yang dikeluarkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Universitas Sulawesi Barat didampingi oleh tim Universitas Negeri Makassar memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan bibit jamur tiram F0, F1, dan F2 kepada anggota kelompok tani jamur tiram di Desa Tondok Bakaru. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk membekali anggota kelompok tani kemampuan dan keterampilan dalam membuat bibit jamur tiram dan menggunakan peralatan pendukung. Tahapan kegiatan dimulai dari observasi kondisi mitra sasaran secara langsung di lapangan dan melalui komunikasi jarak jauh. Dilanjutkan dengan tahapan koordinasi antara tim pelaksana dan tim pendamping terkait rencana kegiatan pengabdian yang akan dilakukan. Tahapan implementasi kegiatan dilakukan dengan pemberian materi terkait teknik pembuatan bibit jamur tiram yang dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh anggota kelompok tani. Program pengabdian ini diakhiri dengan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan memberikan peningkatan pengetahuan Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera hingga 85,22% yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan jamur tiram ini efektif untuk mendukung kemajuan proses budidaya jamur tiram di Desa Tondok Bakaru.
Hidden Domination Mechanism in Student Intolerance Practices at Higher Education in Bima City Syukurman, Syukurman; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Syamsidah, Syamsidah; Najamuddin, Najamuddin
Education Specialist Vol. 2 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/es.v2i2.364

Abstract

This study examines the Mechanism of covert domination in the social practices of student intolerance in Higher Education (HE) in Bima City, with a focus on to investigate how covert domination in the social practices of student intolerance operates in HE at Bima City. The study uses a descriptive qualitative research method. This study began with data collection through various techniques such as in-depth interviews, observations, and document reviews. These data were then analyzed to find patterns of intolerant behavior and the social and cultural contexts that underlie them. The results of this study reveal organizational dominance, manipulation of student awareness, exclusion of minority groups, normalization of campus life, and neglect of minority religious practices. The results also show that the dominance of certain student organizations often creates a non-inclusive environment, where student awareness is manipulated to support certain agendas, resulting in the exclusion of minority groups. Minority religious practices are often ignored, which contributes to the normalization of intolerant campus life. Then in this study it was found that inclusive education and the formation of an equal community in realizing a more tolerant HE in Bima City.
PKM Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pie Buah Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Pamboang Sulawesi Barat T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur’ani, Besse
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56063

Abstract

Abstrak. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari ibu-ibu rumah tangga. Sasaran dari pengabdian ini adalah perempuan yang termasuk di dalamnya ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Masalahnya adalah sebagian besar keluarga di daerah ini bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Disamping itu, ada pula yang bermata pencaharian sebagai karyawan, guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh agama yang mempunyai pengaruh di masyarakat. Mereka inilah yang menjadi mitra PKM ditambah dengan ibu-ibu dari kaum petani dan nelayan. Metode yang digunakan dalam program kemitraan  masyarakat ini adalah metode pendampingan  (mentoring). Metode utama yang digunakan dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan metode praktik. Materi pelatihan yang diberikan meliputi materi tentang produksi dan pemasaran. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pie buah, ibu-ibu rumah tangga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan pie buah, dengan harapan ibu-ibu rumah tangga dapat meningkatkan ekonomi keluarganya.Kata Kunci: Pemberdayaan, Pelatihan, Pie Buah
Pelatihan Teknik Merias Wajah Pesta Siang dan Pesta Malam Burhanuddin, Izmi; Syamsidah, Syamsidah; Rosmiaty, Rosmiaty
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.32936

Abstract

The Course was given to the teenagers which was held in the Rammang-Rammang Tourism Village, Bontoa District, Maros Regency, South Sulawesi Province. Partner groups need training on makeup for day parties and evening parties, with problems including: 1) The participants do not understand properly and correctly how to apply each of the cosmetics materials, equipmentsand cosmetics which are used for day parties make-up  and night parties make-up; 2) Partners as participants in training activities are generally used to using standard make-up equipment and materials but do not know and understand make-up techniques for day parties and night parties; 3) Participants do not know the difference of how to apply make-up for day parties and night parties so that it can be seen what occasion for the event used for the make-up technique for day parties and night parties. The Service Team started the training activity by explaining the function and application method of each Equipment and material which are used in make-up and followed upby discussion and question and answer with the participants, followed up by a tutorial on how to apply make-up for day and night parties. After the training, the following results are obtained: 1) Participants know and understand properly and correctly how to apply each of the cosmetics material, tools and cosmetics used in makeup for day and night parties; 2) Partners as participants in training activities generally already know how to use standard makeup equipment  and materials and already know and understand make-up techniques for day parties and night parties; 3) All the participants already know the difference in how to apply make-up for day and night parties so that they can know the opportunity to apply make-up for day and night party Keywords: Course, make-up, day party, night party
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di SMAN I Pamboang Sulawesi Barat Syamsidah, Syamsidah; T, Ratnawati; Qurani, Besse; Muhiddin, Amir
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56059

Abstract

Abstrak. Kegiatan PKM ini bertujuan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya bagi pengembangan kemampuan kompetensi profesional guru-guru di SMAN I Pamboang Sulawesi Barat. Upaya ini dilakukan agar para guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas yang dapat meningkatkan kompetensi profesioanya. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru. Kegiatan pelatihan ini menghasilan  15 orang guru yang mengikuti pelatihan ini mampu membuat proposal penelitian tindakan kelas. Dengan demikian dapat meningkatkan kompetensi professional guru. Kata kunci: Kompetensi; Guru; Penelitian Tindakan Kelas.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN PUKIS DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur'ani, Besse; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sulawesi Selatan salah satu umbi-umbian yang banyak dijumpai yaitu wortel. Wortel dapat diolah menjadi berbagai jenis produk salah satunya yaitu pukis, dimana pukis ini dapat dibuat dengan menambahkan puree wortel. Survei awal menunjukkan bahwa kue pukis merupakan jajanan tradisional yang memiliki banyak peminat, terbukti bahwa produk tersebut sering ditemui di pasar, warung pinggir jalan, bahkan di berbagai hotel kue pukis disajikan sebagai coffee break, namun pembuatan dan penyajian kue pukis yang kurang bervariasi. Untuk itu perlu dilakukan usaha untuk memodifikasi kue pukis sedemikian rupa agar lebih menarik minat masyarakat. PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat ini pemberdayaan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga dan diberi pelatihan membuat kue pukis yang ditambahkan puree wortel dan pendampingan dalam mengelola usaha serta memasarkan produk. Metode pelatihan dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu ceramah dan praktik. Ceramah diberikan sekitar 25%, sementara praktik diberikan sekitar 75%. Ceramah yang digunakan diselingi dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab selanjutnya dilakukan metode demonstrasi dan praktik. Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, maka diperoleh data bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membuat kue pukis dengan penambahan puree wortel. Disamping itu, peserta memiliki keterampilan berusaha dan memasarkan produknya, selanjutnya dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, ibu-ibu sudah memiliki kepercayaan diri untuk berusaha dan diharapkan dengan usaha ini, dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
PKM Pelatihan dan Pendampingan Classroom Action Research (CAR/PTK) bagi Guru Syamsidah, Syamsidah; Nurhijrah, Nurhijrah; Bahar, Ayu Saputri; Ridwan, Wardimansyah; Amir, Syarah Syam
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78144

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu strategi kunci untuk meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru. Namun, banyak guru masih menghadapi kesulitan dalam merancang dan melaksanakan PTK karena keterbatasan pemahaman metodologi penelitian dan keterampilan penelitian yang kurang memadai. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal PTK di SMKN 4 Enrekang. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan, lokakarya praktik penulisan proposal, presentasi, evaluasi, dan pendampingan pasca pelatihan. Hasil program menunjukkan bahwa 80% peserta mampu menyusun proposal PTK sesuai dengan standar yang ditetapkan dan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep PTK. Pendampingan lebih lanjut memastikan bahwa guru mampu terus melakukan penelitian secara mandiri di kelas mereka. Kegiatan ini berdampak positif pada peningkatan kemampuan reflektif guru dan berkontribusi pada peningkatan mutu pengajaran secara keseluruhan di sekolah.Kata kunci: pelatihan guru, penelitian tindakan kelas, pengabdian kepada masyarakat, profesionalisme guru
PKM Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Pembuatan Materi Ajar ABK bagi Guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal II Makassar Lu’mu, Lu’mu; Ruslan, Ruslan; Ifani, Aulyah Zakilah; Aliah, Muhammad Ridwan; Syamsidah, Syamsidah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui (1) Teknik memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam proses pembuatan materi ajar ABK, (2) teknik menggunakan berbagai platform dan aplikasi AI untuk menyusun materi ajar ABK yang efektif, efisien, dan menarik, (3) teknik pemanfaatan AI sebagai mitra kreatif dalam menyusun materi ajar ABK, dan (4) teknik memotivasi guru dalam memproduksi materi ajar ABK yang siap digunakan dalam proses pembelajaran di Taman Kana-Kanak ‘Aisyiyah II Makassar. Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diketahui bahwa secara keseluruhan peserta yang telah mengikuti pelatihan ini cukup memahami tentang cara membuat materi ajar ABK. Berdasarlan hasil evaluasi yang kami lakukan dengan jalan berdiskusi langsung dengan peserta ternyata 90% telah mengetahui dengan baik tentang cara membuat materi ajar ABK pada Taman Kana-Kanak ‘Aisyiyah II Makassar dengan baik. Selanjutnya 10% peserta lainnya belum memahami materi dengan, karena faktor jaringan yang sering terputus/lambat, dan computer yang kurang support. Kata kunci: materi, ajar, internet, ‘Aisyiyah