Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Layanan Resep Elektronik Menggunakan Pendekatan Unified Theory Of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo Siti Marhamah; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Madania; Faradila Ratu Cindana Mo’o; Gledys Puti
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.583

Abstract

Sistem resep elektronik (E-prescribing) merupakan peresepan yang menggunakan sistem perangkat lunak untuk mempermudah dalam tahapan pelayanan obat mulai dari tahap peresepan, transkripsi yang meliputi pembacaan dan skrining resep, tahapan penyaluran, tahapan penyerahan hingga pada proses pemantauan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan resep elektronik menggunakan pendekatan Unified Theory Of Acceptance And Use Tecnology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei yang melibatkan pengusmpulan data melalui responden dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabelnya. Metode analisis yang digunakan yakni analisis jalur menggunakan softwere Smart PLS 4.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ekspetasi usaha (EE) (t = 3,526; p = 0,000), pengaruh sosial (SI) (t = 2,508; p = 0,012), dan niat pengguna (BI) (t = 9,024; p =0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku serta perilaku pengguna E-resep, sedangkan ekspetasi pengguna (PE) (t = 0,436; p = 0,663) dan kondisi fasilitas (FC) (t = 0,876; p = 0,381) tidak berpengaruh signifikan. Dapat disimpulkan penerapan resep elektronik di RS Islam Gorontalo tergolong berjalan cukup baik.
Perbedaan Biaya Riil Dengan INA-CBG’s Pada Pengobatan Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi; Madania; Mohamad Reski Manno; Teti Sutriyati Tuloli; Ariani H. Hutuba
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.771

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan beban pembiayaan tinggi, sehingga diperlukan efisiensi dalam pelayanan kesehatan, khususnya melalui sistem INA-CBG’s pada era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan pasien TB, membandingkan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perbedaan biaya di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 250 pasien TB rawat inap dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan bagian keuangan rumah sakit, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan total biaya riil sebesar Rp1.324.913.033 dan tarif INA-CBG’s sebesar Rp1.327.547.900, dengan selisih surplus Rp2.634.867. Terdapat perbedaan signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p < 0,05). Lama rawat inap (LOS) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perbedaan biaya (p < 0,001). Secara umum, tarif INA-CBG’s mampu menutupi biaya riil, namun pengendalian LOS tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Hubungan Persepsi Keamanan dan Sikap Konsumen dengan Niat Pembelian Produk Herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo Nanda Putri Israhwati Tuna; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Reski Manno; Robert Tungadi; Faradila Ratu Cindana Mo'o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.797

Abstract

Penggunaan produk herbal di Indonesia menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam memilih alternatif pengobatan. Persepsi keamanan dan sikap konsumen merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam membentuk niat pembelian produk herbal di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi keamanan dan sikap konsumen terhadap niat pembelian produk herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05) dan sikap konsumen dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Sikap konsumen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Nilai R-square sebesar 0,585 menunjukkan bahwa variabel persepsi keamanan dan sikap konsumen mampu menjelaskan sebesar 58,5% variasi niat pembelian produk herbal. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi persepsi keamanan dan semakin positif sikap konsumen, maka semakin besar niat pembelian produk herbal di apotek.
Gambaran Frekuensi Penggunaan Antimikroba Oral pada Tatalaksana Terapi Pasien Acne Vulgaris di RSUD Toto Kabila Gorontalo Teti Sutriyati Tuloli; Andi Nabirah Asriastuti; Derina Dwifrila Ridhani Gubali; Jihan Indriatawati; Nensy Toban Rombe; Putri Kartika Adhilia Kahar; Sri Noviani Tolulu
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1219

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory disorder that occurs in the polysebaceous unit and is generally caused by infection with the bacterium Propionibacterium acnes. The role of these bacteria in the pathogenesis of acne is the basis for giving antimicrobials or antibiotics in the management of acne vulgaris therapy, both in topical and oral forms. This study aims to describe the frequency of use of oral antimicrobials in the treatment of acne vulgaris and to determine the accuracy of antibiotic selection based on the severity of acne at Toto Kabila General Hospital, Gorontalo. This type of research is an observational study with a descriptive design and data collection was carried out retrospectively using medical record sheets from patients diagnosed with acne vulgaris. The results showed that of the 6 cases, there were 3 types of oral antibiotics used in the management of acne vulgaris, namely clindamycin, doxycycline and amoxicillin. Oral antibiotic therapy was found to be used alone in 5 cases, consisting of clindamycin 33.3%, doxycycline 33.3%, and amoxicillin 16.7%. While the use of a combination of antibiotics was only found in 1 case, namely a combination of clindamycin and gentamicin cream of 16.7%. Based on these results, it concluded that antibiotic therapy given as monotherapy or a combination of antibiotics in this study is not appropriate because it has the potential for resistance and recommended that all health workers and families pay attention to the use of antibiotics.
Ketepatan Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Infeksi Saluran Kemih di Rsud Toto Kabila Tahun 2025 Siti Fauziah Kadullah; Teti Sutriyati Tuloli; Madania Madania
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.564

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISK di RSUD Toto Kabila tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional dengan metode retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien periode Januari–Juli 2025. Sampel terdiri dari 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien terdiagnosis ISK tidak terkomplikasi. Sebagian besar pasien menjalani rawat inap selama 1–4 hari (89,7%). Dari total 369 penggunaan antibiotik, antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Cefixime (36,9%), diikuti Ceftriaxone (35,4%) dan Levofloxacin (10,8%). Evaluasi ketepatan berdasarkan pedoman tata laksana ISK Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan bahwa ketepatan jenis antibiotik mencapai 97,4%, dengan satu kasus penggunaan Metronidazole yang tidak sesuai. Ketepatan indikasi juga mencapai 97,4%, sedangkan ketepatan dosis dan durasi terapi menunjukkan hasil 100%, yang berarti seluruh pasien menerima dosis dan durasi pemberian antibiotik sesuai standar. Kesimpulan dari penelitian ini, penggunaan antibiotik pada pasien ISK rawat inap di RSUD Toto Kabila sudah tergolong tepat dan sesuai pedoman. Meskipun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengurangi potensi ketidaktepatan terapi dan mencegah resistensi antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Evaluasi Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 Nurtirsya Aprilyani M. Tantu; Widy Susanti Abdulkadir; Teti Sutriyati Tuloli
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.569

Abstract

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan berlebihan, konsumsi kopi, stres, serta kebiasaan berbaring setelah makan dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi refluks isi lambung ke esofagus secara berulang yang menimbulkan gejala dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat GERD dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 dengan desain observasional deskriptif retrospektif terhadap 33 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak 18–40 tahun (82%), serta penggunaan obat terbanyak berasal dari golongan proton pump inhibitor (PPI), khususnya omeprazole (39%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan pasien, obat, indikasi, dan dosis sebesar 100%. Potensi interaksi obat yang ditemukan didominasi oleh interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi, terutama melibatkan sucralfat dengan obat oral lain, bersifat moderate, tidak ditemukan interaksi mayor, dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis, sehingga terapi yang diberikan dinilai rasional dan relatif aman. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe tahun 2024, penggunaan obat GERD telah memenuhi kriteria rasionalitas terapi (tepat pasien, obat, indikasi, dan dosis) dengan tingkat kesesuaian 100%, sementara potensi interaksi obat didominasi interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi—terutama melibatkan sukralfat dengan obat oral lain—bersifat sedang (moderate), tanpa interaksi mayor, sehingga terapi relatif aman dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis yang tepat.
Ketepatan Penggunaan Obat Dispepsia Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 Dwi Eka Putri Nusu; Teti Sutriyati Tuloli; Endah Nurrohwinta Djuwarno
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.578

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang banyak dijumpai dan sering memerlukan perawatan rawat inap. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 74 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi ketepatan penggunaan obat dilakukan berdasarkan parameter jenis obat, golongan obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dispepsia rawat inap didominasi oleh perempuan (75,67%) dan kelompok usia 18–25 tahun (52,70%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah sitoprotektif (sukralfat) dan proton pump inhibitor (PPI). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat dispepsia pada pasien rawat inap sudah tepat dan rasional, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Identifikasi Persentase Kelengkapan Resep Rawat Inap dan Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rsud Dr. Zainal Umar Sidiki Kab. Gorontalo Utara Ridya Patricia Rivanda Ratoe; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.619

Abstract

Kelengkapan resep merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi serta mencegah medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pasien rawat inap dan rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sadiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Penelitian ini menggunakan observasi deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 377 resep yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk persentase setelah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek farmasetik pada resep rawat inap dan rawat jalan telah lengkap 100%. Pada aspek administratif, komponen yang paling sering tidak lengkap adalah berat badan dan tinggi badan. Pada resep rawat inap, berat badan hanya tercantum 7,5% dan tinggi badan 6,7%, sedangkan pada resep rawat jalan berat badan tercantum 6,5% dan tinggi badan 2,4%. Pada aspek klinis, kelengkapan resep rawat jalan lebih tinggi dibandingkan rawat inap. Ketepatan indikasi pada resep rawat jalan sebesar 85,5%, sedangkan rawat inap 68,8%. Informasi alergi dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) merupakan komponen yang paling sering tidak lengkap, yaitu hanya 33,9% pada rawat jalan dan 11,1% pada rawat inap. Dapat disimpulkan bahwa aspek farmasetik telah memenuhi standar, namun aspek administratif dan klinis masih perlu ditingkan  untuk meningkatkan keselamatan pasien.
The Relationship Between the Quality of Pharmaceutical Services and Patient Safety Rita Bambang; Herlina Jusuf; Teti Sutriyati Tuloli
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1256

Abstract

Pharmaceutical services are a critical component of healthcare delivery in ensuring patient safety, particularly at Community Health Centers (Puskesmas). Suboptimal pharmaceutical service quality may increase the risk of medication errors and adverse drug events, thereby compromising patient safety. However, empirical evidence regarding the contribution of pharmaceutical service quality to patient safety in primary healthcare settings remains limited. A quantitative cross-sectional study was conducted at the Sipatana Community Health Center, Gorontalo City, Indonesia, in November 2025. The study population comprised patients receiving pharmaceutical services, with 295 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire based on national pharmaceutical service standards. The instrument demonstrated acceptable validity and reliability, with item–total correlations above the critical value and Cronbach’s alpha coefficients exceeding 0.60. Data were analyzed using the Chi-square test and stepwise logistic regression at a significance level of p < 0.05. The results showed that all dimensions of pharmaceutical service quality were significantly associated with patient safety. Management of pharmaceutical supplies and consumable medical materials, prescription review, prescription services, drug information services, prevention of medication errors, prevention of adverse drug events, and patient medication adherence were significantly associated with patient safety (p = 0.000). Monitoring of adverse drug reactions also showed a significant association (p = 0.004). Simultaneously, pharmaceutical service quality had a significant effect on patient safety (F = 23.171; p = 0.000) with an R-square value of 0.326. Stepwise regression analysis indicated that management of pharmaceutical supplies and consumable medical materials was the strongest predictor of patient safety (B = 0.284; β = 0.278). The quality of pharmaceutical services plays a significant role in ensuring patient safety at the Sipatana Community Health Center. Management of pharmaceutical supplies and consumable medical materials emerged as the primary predictor of patient safety. Strengthening pharmaceutical supply management, improving the competence of pharmaceutical personnel, and optimizing strategies for preventing medication errors and adverse drug events are essential to enhance patient safety in primary healthcare settings.
Implementation of Dots as the Primary Determinant of Treatment Adherence During the Intensive Phase of Tuberculosis Patients Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1276

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health burden, particularly in high-incidence countries such as Indonesia. The World Health Organization–recommended Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) strategy plays a crucial role in improving treatment success; however, patient adherence during the intensive phase of treatment remains a significant challenge. This study aimed to analyze the relationship between the implementation of the DOTS strategy and adherence to anti-tuberculosis medication during the intensive phase among pulmonary TB patients in Bone Bolango Regency. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A total of 75 respondents were recruited using total sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using Chi-square tests and logistic regression analysis. The findings demonstrated significant associations between all DOTS components and treatment adherence, including government commitment (p = 0.006), microscopic examination (p = 0.003), treatment supervision (p = 0.000), drug availability (p = 0.002), and recording and reporting systems (p = 0.004). Treatment supervision was identified as the most dominant factor influencing adherence, with a p-value of 0.001 and an odds ratio (OR) of 0.133 (95% CI: 0.039–0.459). The implementation of the DOTS strategy is strongly associated with adherence to anti-tuberculosis medication during the intensive phase of treatment. Strengthening the role of treatment supervisors, ensuring consistent drug availability, and improving recording and reporting systems are essential to enhance treatment success.
Co-Authors Abdulkadir, Widi Susanti Adam Mustapa, Muhammad AinunSusanto, Iffanda Nur Akuba, Juliyanti Alamri, fahira rais Andi Makkulawu Andi Nabirah Asriastuti Anggai, Rifka Anggraini Anggraini, Diva Nur Angreni Ayuhastuti Anwar Ibrahim Ariani H. Hutuba Asriana Basrudin Bahtiar, Safitri Bakululu, Lesmiyati bangol, asnia asnia Cecy Rahma Karim Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Derina Dwifrila Ridhani Gubali Devie Ariany Daud Divia Handayani Mudjidu Djayadi Azis Djuarno, Endah Nurrohwintah Dwi Eka Putri Nusu dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Ervan Djafar Evania P. Tuli Faradila Ratu Cindana Faradila Ratu Cindana Mo'o Fika Nuzul Ramadhani Gledys Puti Hamzah, Alifiah Ramawaty Herlina Jusuf Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Indah Siti Hardiyanti Jihan Indriatawati Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Jumantrin, Nur Fitriah Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lairi, Nurain Lamalani, Alia Nur LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lutfia Nurfadila Arifin Madania Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Maghfiroh, Adinda Nur Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Margaretha Solang MAYANG, NURUL HANDAYANTI Mentari Abdul Latif Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mohamad Tahir Palowa Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Ridho Jasin Muhammad Taupik Multiani S Latif Musawir, Sadam Nanda Putri Israhwati Tuna Nensy Toban Rombe Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurchamidin Gobel Nurhayati Kadir Nurkamiden, Sri Devi Maharani Nurtirsya Aprilyani M. Tantu Otoluwa, Siti Zahra Pakaya, Adela pakaya, Handriansyah Pakaya, Lutfiah Pakaya, Nikmasari Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putr Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Paputunngan, Mitha Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Kartika Adhilia Kahar Rahmayani, Siti Farah Rani Orelia A. Unga Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Rathiana K. Abdussamad Rauf, Shalwa Azahrah Reski Manno, Mohamad Ridya Patricia Rivanda Ratoe Rita Bambang Robert Tungadi Sapiun, Zulfiayu Sarinah Basri K Selong, Siti Ruwaida D. Siti Fauziah Kadullah Siti Marhamah Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum Siti Ruqaiyah Lakoro Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi Sri Noviani Tolulu Sumaga, Khairunnisa Alya Sunarto Kadir Suswanti Tahir, Sry Megawaty Thomas , Nur Ain Tri Bella Angraini Suwandi Tudja, Tesalonika tuna, nindiyani Usuli, Tirta Chanisa Vivien Novarina Kasim Widi Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yahya, Fiantika Ambadar Yusuf, Wahyuni Adrian Zulkifli B. Pomalango