Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Centrifugation Test on the Physical Stability of Nanoemulsion Containing a Combination of Poloxamer 407, Tween 80, PEG 400, and DMSO A. Unga, Rani Orelia; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Aman, La Ode; Mustapa, Mohamad Adam
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.272

Abstract

The development of nanoemulsion-based drug delivery systems has gained significant attention due to their ability to enhance drug solubility, stability, and therapeutic effectiveness. Optimizing the combination of surfactants, co-surfactants, and penetration enhancers is essential to produce a kinetically stable nanoemulsion system. This study aimed to formulate and evaluate the physical stability of nanoemulsions prepared using Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and dimethyl sulfoxide (DMSO), and to determine the optimal formulation based on physicochemical characteristics and accelerated stability testing. Four nanoemulsion formulations (F1–F4) were prepared with varying concentrations of surfactant and co-surfactant. The formulations were evaluated for organoleptic properties, emulsion type, pH, viscosity, and physical stability using a centrifugation test at speeds up to 8000 rpm to detect phase separation, flocculation, or coalescence. The results showed that all formulations were classified as oil-in-water (o/w) nanoemulsions. No phase separation was observed after centrifugation, indicating good physical stability. However, F1 and F2 appeared turbid, whereas F3 and F4 demonstrated better clarity and overall stability. The pH values ranged from 6.6 to 7.4, which are acceptable for topical application, and viscosity values ranged from 405 to 427 cPs, indicating suitable rheological properties for topical use. In conclusion, the combination of Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and DMSO successfully produced a kinetically stable nanoemulsion system. Among the tested formulations, F3 and F4 exhibited the most optimal characteristics and show strong potential for further development in pharmaceutical nanoemulsion formulations.
Analisis Perbandingan Biaya Riil Dan Tarif INA-CBG’S Pada Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato Tahun 2025 Lamalani, Alia Nur; Madania, Madania; Rasdianah, Nur Rasdianah; Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8138

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak terhadap pembiayaan pelayanan kesehatan. Penerapan sistem pembayaran Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG’s) bertujuan untuk mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi pembiayaan. Namun, perbedaan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s berpotensi memengaruhi keberlanjutan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien tuberkulosis rawat inap di RSUD Tombulilato tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder pasien TB rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sampel sebanyak 137 pasien yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan kelengkapan data rekam medis dan data klaim INA-CBG’s. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat total, rata-rata, dan selisih biaya, serta secara analitik menggunakan uji Wilcoxon melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 137 pasien TB rawat inap, sebanyak 113 kasus mengalami surplus dan 24 kasus mengalami defisit. Total biaya riil pelayanan sebesar Rp393.843.856, sedangkan total tarif INA-CBG’s mencapai Rp572.612.100, sehingga terdapat selisih positif sebesar Rp179.438.533. Secara keseluruhan, nilai klaim INA-CBG’s lebih tinggi dibandingkan biaya riil yang dikeluarkan rumah sakit. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan yang bermakna antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p
Formulation and Antioxidant Activity Test of Emulgel Extract of Guava (Psidium Guajava Linn.) Using DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl) Methods Thomas, Nurain; Paneo, Mohamad Aprianto; Tuloli, Teti Sutriyati; Ayuhastuti, Angreni; Arifin, Lutfia Nurfadila
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.291

Abstract

Plants that have the potential to contain antioxidants are guava leaves (Psidium guajava Linn.) which contain one of the compounds, flavonoids, which have antioxidant activity that can reduce free radicals. Emulgel has advantages such as thixotropic, easy to spread, easy to clean, does not leave stains, durable and can be a delivery system for hydrophobic and hydrophilic substances. This study aims to formulate guava leaf extract emulgel and determine antioxidant activity using DPPH method. This research began with guava leaf extraction and base optimization with varying concentrations of stearic acid as an emulsifier consisting of F1 8%, F2 10% and F3 12%. The base that meets the requirements of good physical stability is F2. F2 base was made into emulgel preparations with 3 variations of guava leaf extract concentration, namely F2a 1%, F2b 2% and F2b 3%. The three formulas were tested for physical stability including organoleptic test, emulsion type, pH test, spreadability, adhesiveness, viscosity test, and freeze thaw test as well as antioxidant activity test with DPPH method. The results of the physical stability test showed that the preparations F2a, F2b and F2c met the requirements. The IC50 value in each formulation has a different antioxidant activity value. F2a formulation is 123.59 ppm and F2b is 107.08 ppm which is classified as moderate antioxidant activity, while F2c is 61.74 ppm which is classified as strong antioxidant activity. Guava leaf extract emulgel formula, especially the second formula (F2c), has great potential to be considered by the pharmaceutical industry to be developed into antioxidant products because the results of the evaluation that have been carried out meet the requirements in terms of physical evaluation and potential antioxidant strong.
Identifikasi Persentase Kelengkapan Resep Rawat Inap dan Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rsud Dr. Zainal Umar Sidiki Kab. Gorontalo Utara Ratoe, Ridya Patricia Rivanda; Tuloli, Teti Sutriyati; Rasdianah, Nur
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.619

Abstract

Kelengkapan resep merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi serta mencegah medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pasien rawat inap dan rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sadiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Penelitian ini menggunakan observasi deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 377 resep yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk persentase setelah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek farmasetik pada resep rawat inap dan rawat jalan telah lengkap 100%. Pada aspek administratif, komponen yang paling sering tidak lengkap adalah berat badan dan tinggi badan. Pada resep rawat inap, berat badan hanya tercantum 7,5% dan tinggi badan 6,7%, sedangkan pada resep rawat jalan berat badan tercantum 6,5% dan tinggi badan 2,4%. Pada aspek klinis, kelengkapan resep rawat jalan lebih tinggi dibandingkan rawat inap. Ketepatan indikasi pada resep rawat jalan sebesar 85,5%, sedangkan rawat inap 68,8%. Informasi alergi dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) merupakan komponen yang paling sering tidak lengkap, yaitu hanya 33,9% pada rawat jalan dan 11,1% pada rawat inap. Dapat disimpulkan bahwa aspek farmasetik telah memenuhi standar, namun aspek administratif dan klinis masih perlu ditingkan  untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Pengaruh Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien Asam Urat (Gout Arthritis) Di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo: Effect of Booklets on Knowledge and Attitudes of Gout Arthritis Patients at Biluhu Community Health Center (Puskesmas), Gorontalo Regency Madania, Madania; Ramadhani, Fika Nuzul; Tuloli, Teti Sutriyati; Uno, Wiwit Zuriati; tuna, nindiyani
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.218

Abstract

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama di usia lanjut. Rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit ini dapat memengaruhi perilaku pengelolaan dan pencegahan asam urat. Oleh karena itu, dibutuhkan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap pengetahuan dan sikap pasien asam urat di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 54 orang yang dipilih menggunakan metode sensus dan diolah melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hanya 7,4% responden yang memiliki pengetahuan baik dan 53,7% memiliki sikap positif. Setelah pemberian booklet, terjadi peningkatan dengan 27,8% responden memiliki pengetahuan baik dan 74,1% memiliki sikap positif. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (p = 0,105). Dengan demikian, media booklet dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang asam urat, namun belum mampu membuat perubahan sikap yang signifikan.
Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Ramadhani, Fika Nuzul; Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Tudja, Tesalonika
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.221

Abstract

ABSTRAK Tesalonika Tudja, 2025. Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo. Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Olahraga Dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt. Dan Pembimbing II Fika Nuzul Ramadhani, M.Sc., Apt. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan peradangan akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi mikroba, bakteri atau virus tanpa atau dengan parenkim paru. Infeksi ini terbagi berdasarkan wilayahnya yaitu ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Infeksi bagian atas meliputi common cold, rhinitis, sinusitis, faringitis, laringitis, epiglotitis, tonsillitis dan otitis. Sedangkan, infeksi bagian bawah meliputi bronkhitis akut, bronkhitis kronis, bronkiolitis, dan pneumonia aspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada anggota Polri pederita ISPA di Klinik Polda Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 110 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada anggota Polri dengan diagnosa ISPA di Klinik Polda Gorontalo dominan diderita oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (89,09%), dan rentang usia yang paling banyak didiagnosa ISPA pada usia 26-35 tahun sebanyak (41,82%). Penggunaan obat ISPA dengan jenis terapi yang paling banyak digunakan yaitu terapi suportif sebanyak (63,64%), dengan penggunaan golongan obat kombinasi sebanyak (29,41%) dan jenis obat yang banyak diresepkan obat Flukadex sebanyak (18,07%). Penggunaan obat ISPA yang sesuai dengan Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama yaitu tepat obat 97,27%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%. Kata kunci :Pola Penggunaan Obat, ISPA, Klinik Polda Gorontalo
Studi Farmakovigilance Obat Herbal di Kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Tuloli, Teti Sutriyati; Makkulawu, Andi; Madania, Madania; Papeo, Dizky Ramadhani Putri; Bahtiar, Safitri
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.223

Abstract

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral sediaan cairan dari bahan (galenik) yang secara turun temurun digunakan. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan Dulomo Selatan Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 45 (46,9%), jenis kelamin mayoritas perempuan 53 (55,2%), status pendidikan mayoritas SD/SMP 44 (45,8%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 42 (43,8%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal 1-5 tahun 44 (45,8%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 74 (77,1%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 66 (68,8%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 66 (68,8%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 8 subyek dengan kategori probable sebanyak 5 orang, kategori definite sebanyak 2 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.
Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Madania, Madania; Thomas, Nur Ain; Tuloli, Teti Sutriyati; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; manno, mohamad reski; Tahir, Sry Megawaty
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.229

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo periode April-Juni 2024 dengan fokus pada penyakit, golongan dan jenis antibiotik, dosis dan lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 168 yang diambil serta total sampling. Data diolah menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak pada rawat jalan dan rawat inap yaitu ISPA. Golongan antibiotik yang banyak digunakan yaitu Penisilin jenis Amoxicilin. Dosis paling sering digunakan adalah 3x500 mg untuk antibiotik Amoxicilin, dengan waktu minum yang paling banyak pada pasien rawat jalan adalah 3-4 kali sehari, serta untuk rawat inap dengan waktu minum yang paling banyak adalah 3 kali sehari. Lama pemberian antibiotik tercepat untuk pasien rawat jalan dan pasien rawat inap adalah 3 hari.
Penerapan Layanan Resep Elektronik Menggunakan Pendekatan Unified Theory Of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo Siti Marhamah; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Madania; Faradila Ratu Cindana Mo’o; Gledys Puti
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.583

Abstract

Sistem resep elektronik (E-prescribing) merupakan peresepan yang menggunakan sistem perangkat lunak untuk mempermudah dalam tahapan pelayanan obat mulai dari tahap peresepan, transkripsi yang meliputi pembacaan dan skrining resep, tahapan penyaluran, tahapan penyerahan hingga pada proses pemantauan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan resep elektronik menggunakan pendekatan Unified Theory Of Acceptance And Use Tecnology (UTAUT) di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei yang melibatkan pengusmpulan data melalui responden dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabelnya. Metode analisis yang digunakan yakni analisis jalur menggunakan softwere Smart PLS 4.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ekspetasi usaha (EE) (t = 3,526; p = 0,000), pengaruh sosial (SI) (t = 2,508; p = 0,012), dan niat pengguna (BI) (t = 9,024; p =0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku serta perilaku pengguna E-resep, sedangkan ekspetasi pengguna (PE) (t = 0,436; p = 0,663) dan kondisi fasilitas (FC) (t = 0,876; p = 0,381) tidak berpengaruh signifikan. Dapat disimpulkan penerapan resep elektronik di RS Islam Gorontalo tergolong berjalan cukup baik.
Perbedaan Biaya Riil Dengan INA-CBG’s Pada Pengobatan Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi; Madania; Mohamad Reski Manno; Teti Sutriyati Tuloli; Ariani H. Hutuba
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.771

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan beban pembiayaan tinggi, sehingga diperlukan efisiensi dalam pelayanan kesehatan, khususnya melalui sistem INA-CBG’s pada era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan pasien TB, membandingkan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perbedaan biaya di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 250 pasien TB rawat inap dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan bagian keuangan rumah sakit, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan total biaya riil sebesar Rp1.324.913.033 dan tarif INA-CBG’s sebesar Rp1.327.547.900, dengan selisih surplus Rp2.634.867. Terdapat perbedaan signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s (p < 0,05). Lama rawat inap (LOS) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perbedaan biaya (p < 0,001). Secara umum, tarif INA-CBG’s mampu menutupi biaya riil, namun pengendalian LOS tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Co-Authors A. Unga, Rani Orelia Abdulkadir, Widi Susanti Adam Mustapa, Muhammad AinunSusanto, Iffanda Nur Akuba, Juliyanti Alamri, fahira rais Alamri, Mutia Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Anggraini, Diva Nur Ariani H. Hutuba Arifin, Lutfia Nurfadila Asriana Basrudin Asriastuti, Andi Nabirah Ayuhastuti, Angreni Bahtiar, Safitri Bakululu, Lesmiyati bangol, asnia asnia Cecy Rahma Karim Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Devie Ariany Daud Divia Handayani Mudjidu Djayadi Azis Djuarno, Endah Nurrohwintah dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Ervan Djafar Evania P. Tuli Fachriany, Chindy Faradila Ratu Cindana Fika Nuzul Ramadhani Gledys Puti Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Hamzah, Alifiah Ramawaty Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Indriatawati, Jihan Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Jumantrin, Nur Fitriah Kadullah, Siti Fauziah Kahar, Putri Kartika Adhilia Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lairi, Nurain Lamalani, Alia Nur LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani Madania Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Maghfiroh, Adinda Nur Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Margaretha Solang MAYANG, NURUL HANDAYANTI Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Musawir, Sadam Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurchamidin Gobel Nurkamiden, Sri Devi Maharani Otoluwa, Siti Zahra Pakaya, Adela pakaya, Handriansyah Pakaya, Lutfiah Pakaya, Nikmasari Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putr Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Paputunngan, Mitha Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Rahmayani, Siti Farah Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Ratoe, Ridya Patricia Rivanda Rauf, Shalwa Azahrah Reski Manno, Mohamad Robert Tungadi Rombe, Nensy Toban Sapiun, Zulfiayu Sarinah Basri K Selong, Siti Ruwaida D. Siti Marhamah Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi Sumaga, Khairunnisa Alya Sunarto Kadir Suswanti Tahir, Sry Megawaty Thomas , Nur Ain Tolulu, Sri Noviani Tri Bella Angraini Suwandi Tudja, Tesalonika tuna, nindiyani Usuli, Tirta Chanisa Vivien Novarina Kasim Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yahya, Fiantika Ambadar Yusuf, Wahyuni Adrian Zulkifli B. Pomalango