p-Index From 2021 - 2026
2.092
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Ulul Albab: Jurnal Studi Islam El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Al-'Adalah Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam AL-TA´LIM INFERENSI Cendekia PALASTREN JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Ijtimaiyya Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Justicia Islamica : Jurnal Kajian Hukum dan Sosial KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Edukasia Islamika Jurnal Ilmiah Peuradeun Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Hasanuddin Law Review Dinamika Ilmu FENOMENA Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam SOSIOHUMANIKA EDUCARE Tawarikh : Journal of Historical Studies INSANCITA Aqlam: Journal of Islam and Plurality Al-Hayat: Journal of Islamic Education Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review International Journal of Supply Chain Management J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Jurnal Airaha DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Pendidikan Islam Scientechno: Journal of Science and Technology Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Alsinatuna Compile: Journal of Society Service MAXIMAL Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam IJHABS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOSIOHUMANIKA

From Gontor to Sorong: Muslim Minority Practices on Arabic Teaching and Learning Wekke, Ismail Suardi; Andriansyah, Andriansyah
SOSIOHUMANIKA Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: “Pesantren”, or Islamic boarding school, is a part of Islamic education institution growing in Indonesian culture and tradition. Arabic was chosen, because it is the premier language of Islamic religion and be started to expand Muslims capacity through training. This phenomenon is interesting to explore since “pesantren” entertain to charter foreign language as compulsory subject to master. This paper explores how “pesantren” conduct its Arabic learning and construct students’ skill in acquiring the language. This research was conducted in West Papua Province. All the regency and city were observed, excluded Wondama Regency, because the institutions there were not implemented Gontor Model as a source to teach Arabic. In-depth interview and non-participant observation were employed in collecting data. Research findings show that in implementing language learning, first step to do was curriculum enhancement and tried to adapt some model in delivering the subject. Teachers as the facilitator command the process of learning and tried the best effort to maintain practice in the school and “pesantren” neighborhood. The Foundation Management Board provided books and learning media to expand students’ language skills. The main media is environment, its existence strengthen communication exercise, and the same time to allocate students’ drill in understanding language context. Finally, the researchers recommend further research to other foreign languages. KEY WORD: Islamic Boarding School; Language Learning; Arabic; Foreign Language; Modernity. RESUME: “Dari Gontor ke Sorong: Praktek Muslim Minoritas dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Arab”. Pesantren merupakan bagian dari institusi pendidikan yang tumbuh dalam tradisi dan budaya Indonesia. Bahasa Arab dipilih, karena merupakan bahasa utama agama Islam dan dimulai dari upaya untuk mengembangkan kapasitas Muslim melalui pendidikan. Fenomena ini menarik untuk dieksplorasi dimana pesantren menjadikan bahasa asing sebagai pelajaran yang harus dikuasai. Artikel ini mengkaji bagaimana pesantren menjalankan pembelajaran bahasa Arab dan mengkonstruksi keterampilan santri dalam menguasai bahasa yang diajarkan. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Papua Barat. Semua kota dan kabupaten diamati, kecuali Kabupaten Wondama, karena lembaga pendidikan di sana tidak mengadopsi Model Gontor sebagai sistem pengajaran bahasa Arab. Wawancara mendalam dan pengamatan tak berpartisipasi digunakan dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa tahapan dalam penerapan pembelajaran bahasa, yang dimulai dari pengayaan kurikulum dan berupaya untuk mengadaptasi beberapa model yang sudah dilaksanakan dalam mengajarkan mata pelajaran. Guru merupakan fasilitator yang menjadi pemandu dalam pelaksanaan pembelajaran dan berusaha dengan cara terbaik untuk mempertahankan pelaksanaan praktek di sekolah dan lingkungan pesantren. Pengurus Yayasan menyediakan buku dan media pembelajaran untuk mendorong penguasaan keterampilan berbahasa santri. Media utama adalah lingkungan, keberadaannya memperkuat latihan berkomunikasi, dan pada saat yang sama menyediakan kesempatan bagi siswa untuk berlatih dalam memahami konteks berbahasa. Akhirnya, peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai bahasa asing lainnya. KATA KUNCI: Pesantren; Pembelajaran Bahasa; Bahasa Arab; Bahasa Asing; Modernitas.  About the Authors: Ismail Suardi Wekke earned his Doctoral degree from UKM (National University of Malaysia) with the kind supported by Ford Foundation International Fellowship Program. He is a Junior Lecturer at the STAIN (State Islamic College) Sorong, Jalan Klamono-Sorong Km.17, Klablim, Sorong 98417, West Papua, Indonesia. Andriansyah is doing his research on history. He is Graduate Student at the UGM (Gadjah Mada University), Jalan Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia. Corresponding author is: iswekke@gmail.comHow to cite this article? Wekke, Ismail Suardi & Andriansyah. (2016). “From Gontor to Sorong: Muslim Minority Practices on Arabic Teaching and Learning” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.9(1) May, pp.49-54. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UPI Bandung, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (January 28, 2016); Revised (April 15, 2016); and Published (May 30, 2016).
A Multicultural Approach in Arabic Language Teaching: Creating Equality at Indonesian Pesantren Classroom Life Wekke, Ismail Suardi; Lubis, Maimun Aqsha
SOSIOHUMANIKA Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pendidikan multikultural merupakan istilah yang popular untuk menjelaskan pendidikan keberagaman. Penelitian ini berusaha menjelaskan berbagai praktek dan proses pembelajaran di pesantren yang diciptakan untuk mengurangi praduga dan diskriminasi. Selain itu program tersebut juga dijalankan untuk melakukan kesempatan yang sama dan keadilan sosial bagi semua siswa. Akhirnya, penelitian ini berusaha menjelaskan tentang kurikulum yang disusun diseputar konsep-konsep dasar bagi setiap suku dari beberapa kelompok yang berbeda. Pesantren yang berlokasi di Sulawesi Selatan dijadikan fokus penelitian, denga design penelitian yang bersifat kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Penelitian ini menunjukan bahwa pemegang wewenang di pesantren bekerja keras untuk menyatukan visi dan berbagai praktek yang berhubungan dengan konsep multikulturalisme dimana para guru menggunakan contoh-contoh dan isi dari beragam budaya untuk menggambarkan prinsip-prinsip dan teori-teori utama dalam pelajaran dan ilmu mereka. Maka para guru dapat memahami pendidikan multikultural sebagai pendekatan isi dalam kasus pengajaran bahasa Arab. Adalah pesantren dengan budaya dan organisasinya yang mengembangkan persamaan kelas sosial, ras dan gender, sejalan dengan konsep pendidikan multikulturalisme.Kata-kata kunci: pendidikan multikultur, keadilan dan persamaan, serta peranan pesantren.  About the Authors: Ismail Suardi Wekke is a Student of International Program Fellowship of Ford Foundation in the Faculty of Education, National University of Malaysia (UKM). He earned his B.A.Hons. from IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Aluddin in Makassar, South Sulawesi, Indonesia, in 1999; and the “Sarjana” degree from STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Malang, East Java, in 2002. He has conducted research on Arabic language education, gender problems and educational technology. For accademic matters, he can be reached at: iswekke@antarbangsa.net Dr. Maimun Aqsha Lubis is a lecturer at the Department of Educational Methodology and Practices, Faculty of Education, National University of Malaysia (UKM). He earned his B.A.Hons. on Islamic education from Islamic University of Saudi Arabia (UISU), Riyadh, in 1985; Master of Education degree on Arab language education from UKM Bangi in 1991; dan Ph.D. on History and Philosophy of Islamic education from UK (United Kingdom), Wales, in 2006. He has written some books, one of them was Turuq Tadris al-Lughat al-’Arabiyyah wa-I’dadu Durusiha fi-Malaysia (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2007). He can be contacted at: mal@ukm.myHow to cite this article? Wekke, Ismail Suardi & Maimun Aqsha Lubis. (2008). “A Multicultural Approach in Arabic Language Teaching: Creating Equality at Indonesian Pesantren Classroom Life” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.1, No.2 [November], pp.295-310. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UPI Bandung, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112.Chronicle of the article: Accepted (July 23, 2008); Revised (September 29, 2008); and Published (November 20, 2008).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haris Adi, Tiomy Butsianto Afkari, Rafiuddin Aghsari, Diah Ahmad Abdul Rahman Alek, A Alexsander Yandra, Alexsander Ali, Himad Alwi, Andi Mujaddidah Amsia Reasa Andi Sumangelipu Andriansyah Andriansyah Arif, Beja Arsyam, Muhammad Aryanti Aryanti ASEF WILDAN MUNFADLILA Ashrori, Muhammad Asrori, Hudi Awaliyah, Mursyidatul Azhari Azhari Budy Sugandi Burhanuddin Burhanuddin Bustami, Reevany Daswati Daswati Diah Aghsari Dwi Budi Santoso Egiyantinah, Siti Habibah Eko s, Randi Wahyu Fahriany, Fahriany Faisal Mubarak Firdaus Firdaus Fitri Ruaidah Hanny Hafiar Harsini Harsini Hasan Hasbi Hasbi Hasbullah Hasbullah Hermawanto, Asep Hussein, Saifuddin Ahmad Ibrahim Ibrahim Ikhsan, Muh Imawan Sugiharto Indria Nur In’am, Akhsanul Irawan, Muhammad Aprizal Ismail, Rudihartono Jamal Fakhri Kahar, Muhammad Syahrul Ladiqi, Suyatno Ladiqi, Suyatno Langputeh, Sukree Layn, Muhamad Ruslan Layn, Muhamad Ruslan Lubis, Maimun Aqsha M Mawardin Maimun Aqsha Lubis Mawardin, M Miftahulfadlik Dabamona Moh. Wardi Mohd Afandi Salleh Muh Ikhsan Muhammad Sabri Muhammad Sabri Muhammad Sidek Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Munthoha, Payiz Zawahir Mustopa, Deni Mustopa Muzakkir Najib, Muh. Ainun Nam Rumkel Nanning, Nanning Palm, Elin R H Tamimi Raadiatun Nazwa Rahman, Ahmad Abdul Rajindra Ridha Fadillah Ridha Windi Astuti, Ridha Windi Riswandi, Akmal Rosdalina Bukido Roslina Roslina Ruaidah, Fitri Rubawati, Efa Rukhayati, Rukhayati Rusdan Rusdan Saleh, Ahmad Muzawwir Salleh, Mohd Afandi Salvia Salvia Samad, Muhammad Ahsan Siddin Siddin Siddin, Siddin Siswadi Siswadi Siti Nurjannah Sitompul, Agussalim Sri Roserdevi Nasution, Sri Roserdevi Suci M.Hum SH Hartati Sugandi, Budy Sukman Sappe Sukree Langputeh Suyatno Ladiqi Syakir Mahid Syam, Muh Nurkhalish Ulil Albab Al Jawad Umar Sulaiman Yeni Wulandari Zubair, Andi