Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment and training in making herbal tea to utilize herbal plants and prevent degenerative diseases Herman Herman; Andi Tenri Kawareng; Arman Rusman
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.12132

Abstract

Teluk Pemedas is one of the sub-districts in the Samboja sub-district, Kutai Kartanegara, East Kalimantan Province. Previous health examination data showed that the presentation of hypertension in the Teluk Pamedas community was 28% and hypercholesterolemia was 20%. The use of herbal plants as an alternative treatment has been widely used. Plants that have antihypertensive and antihypercholesterolemic activity are rosella flowers, pandan leaves, and cinnamon. Research results show that this plant can lower blood pressure for hypertension sufferers. The aim of carrying out this activity is to increase public knowledge about degenerative diseases and the use of local herbal plants to add economic value. This activity was carried out in two stages, with an education method regarding degenerative diseases, then continued with a training method for making herbal tea preparations from a combination of rosella flowers (Hibiscus sabdariffa), pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) and cinnamon (Cinnamomum burmanii). The partner of this activity is Dasawisma Teluk Pamedas sub-district, Samboja, Kutai Kartanegara East Kalimantan. This activity provides benefits to the community regarding efforts to prevent degenerative diseases and implement a healthy lifestyle and improve skills in processing herbal plants.
Edukasi Pemanfaatan Herbal dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Degeneratif di Kelurahan Teluk Pemedas, Samboja, Kutai Kartanegara Herman Herman; Muhammad Faisal; Maria Almeida; Helmi Helmi; Maryam Jamila Arief; Iswahyudi; Nur Zakiyah Darajat; Vina Maulidya
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i1.238

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu penyakit tidak menular yang terjadi dalam jangka waktu yang lama akibat dari menurunnya fungsi organ di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan sintetik yang banyak dan beragam serta dikonsumsi dalam jangka waktu lama dalam menangani penyakit ini, seringkali menimbulkan “ketakutan” tersendiri di masyarakat, terutama berkaitan dengan risiko terjadinya efek samping obat yang tidak diinginkan. Kelurahan Teluk Pemedas merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara dengan angka kejadian penyakit degeneratif yang cukup tinggi, terutama penyakit hipertensi, diabetes melitus dan hiperkolesterolemia. Beberapa herbal rumahan terbukti efektif secara ilmiah dapat digunakan dalam menunjang penggunaan terapi konvensional serta membantu pemeliharaan kesehatan pada penyakit degeneratif. Masih minimnya informasi yang komprehensif mengenai pencegahan, penanganan dan pemanfaatan herbal sebagai terapi pendukung dalam menangani penyakit degeneratif di masyarakat Teluk Pemedas merupakan dasar utama pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang berbasis edukasi melalui media lisan maupun tulisan dalam bentuk penyuluhan dan pembagian leaflet ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat Teluk Pemedas mengenai cara pencegahan, penanganan serta pemanfaatan herbal rumahan sebagai terapi komplementer untuk menangani penyakit degeneratif. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga untuk meningkatkan potensi pendayagunaan herbal-herbal sekitar pekarangan rumah dalam menunjang pengobatan konvensional. Akhirnya, melalui kegiatan ini diharapakan terjadinya peningkatan pengetahuan yang nantinya akan berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penurunan prevalensi penyakit degeneratif di Kelurahan Teluk Pemedas, Samboja, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Naphthalene Derivates from Bawang Tiwai Bulb Eleutherine Bulbosa in Borneo Salam, Supriatno; Hikmawan, Baso Didik; Samsul, Erwin; Herman, Herman; Ahmad, Islamudin; Rijai, Laode; Nafiah, Mohd Azlan
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 11, No 1 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i1.35515

Abstract

Naphthalene derivative compounds named Eleutherol (1) and Eleutherol C (2) have been isolated from Bawang Tiwai Bulb Eleutherine bulbosa. We tested its cytotoxic activity against T47D breast cancer cells in vitro after isolating compounds 1 and 2 from the EtOH extract using conventional chromatography methods. Their chemical structures were elucidated based on spectroscopic analysis, including IR, HR-TOFMS, 1D, and 2D NMR, and by comparison to those related spectra previously reported. Compounds 1 and 2 were tested for their cytotoxic effects against T47D breast cancer cells and showed moderate cytotoxicity against T47D breast cancer cells with IC50 values of 117.15 and 80.21 µM, respectively, compared with cisplatin 24.07 µM.
Analisis Kuantitatif Neodimium, Praseodimium, Cerium, dan Lantanum dalam Monasit dengan KCKT Pertukaran Ion Herman Herman; Husein H. Bahti; Muljadji Agma
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.7

Abstract

ABSTRACT Neodymium, Praseodymium, Cerium, and Lanthanum are rare earth elements with considerably high concentration in monazite and xenotime. Samples used in this research are monazite sands from PT Timah Bangka and obtained from Dowa Mining product. The determination and separation of these rare earth elements carried out with ion exchange HPLC method using ion exchanger column Supelcosil LC-SCX with column length 25 cm, diameter 4.6 mm and particle size 5 mm, and using conductometer detector of Waters 432 type. The optimum condition for these rare earth elements were: using ethylendiamin solution of 1.50 mM, and tatrate acid 2.00 mM as moving phase and complexing agent at pH 4.5 with flow rate 0.8 mL per minute and sample volume 10 mL. Research results showed that ion exchange HPLC method can be used to separate and to determinate the concentration of Neodymium, Praseodymium, Cerium, and Lanthanum. Chromatograms obtained of these four of rare earth elements were well separated. This was showed from their resolutions (R) which range from 2 to 4 at concentration 100 ppm for Neodymium, Praseodymium, Cerium, and Lanthanum with retention time 9.66, 10.87, 13.42, 16.29 minutes respectively. The concentration of Neodymium, praseodymium, cerium, and lanthanum in monazite (w/w) were 4.580±0.003, 7.860±0.002, 4.200±0.003, 4.160±0.005% respectively. Key Words: Neodymium, Praseodymium, Cerium, Lanthanum, Monasit, HPLC ABSTRAK Neodimium, Praseodimium, Serium, dan Lantanum merupakan unsur tanah jarang dengan kadar tinggi yang terdapat dalam monasit dan senotim. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir monasit dari PT Timah Bangka yang diperoleh melalui hasil Dowa Mining. Penentuan dan pemisahan unsur tanah jarang ini dilakukan dengan metode KCKT pertukaran ion menggunakan kolom penukar ion Supelcosil LC-SCX panjang kolom 25 cm, diameter 4,6 mm, dan ukuran partikel 5 µm dengan menggunakan detektor konduktometer jenis Waters 432. Kondisi optimum pemisahan unsur tanah jarang: menggunakan larutan etilendiamin 1,50 mM dan asam tartrat 2,00 mM sebagai fasa gerak dan pengompleks pada pH 4,5 dengan kecepatan alir 0,8 mL/menit dan volume sampel 10 µL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode KCKT pertukaran ion dapat digunakan untuk memisahkan dan menentukan kandungan Neodimium, Praseodimium, Serium, dan Lantanum. Kromatogram campuran dari keempat unsur tanah jarang yang diperoleh dapat terpisah dengan baik, hal ini dapat dilihat dari resolusinya (R) berkisar 2 sampai 4 pada konsentrasi 100 ppm untuk Neodimium, Praseodimium, Serium, dan Lantanum dengan waktu retensi berturut-turut 9,66; 10,87; 13,42; 16,29 menit. Kandungan Neodimium, Praseodimium, Serium, dan Lantanum dalam monasit (b/b) berturut turut yaitu: 4,580±0,003; 7,860±0,002; 4,200±0,003; 4,160±0.005 %, dengan batas deteksi berturut-turut yaitu: 261, 386, 424, 334 ng. Kata Kunci: Neodimium, Praseodimium, Serium, Lantanum, Monasit, KCKT
Analisis Kadar Mineral dalam Abu Buah Nipa (Nypa fructicans) Kaliwanggu Teluk Kendari Sulawesi Tenggara Herman Herman; Rolan Rusli; Edi Ilimu; Rimba Hamid; Haeruddin Haeruddin
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i2.17

Abstract

Research about Levels of ash analysis in Nipa Fruit (Nypa fructicans) Kaliwanggu Kendari Gulf South East Sulawesi have been done. Research carried out by gravimetric method and AAS. The ash content of old nipa fruit at a temperature 450°C dan 550°C obtained amounted to 1.01% and 0.89%. while the young nipa fruits obtained ash content of 0.88% and 0.86% at450°C dan 550°C. Mineral content of old nipa fruit which had become ash at a temperature of 450°C obtained at 1.3769 ppm, 7.9167 ppm, 3.7876 ppm, 9.2365 ppm, respectively for Fe, Mg, K, and Na. On the other hand, at a temperature of 550°C obtained at 1.1153 ppm, 8.0127 ppm, 3.7990 ppm and 9.3634 ppm, respectively for Fe, Mg, K, and Na. On young fruit nipah obtained concentration of 0.8769 ppm, 7.9939 ppm, 3.8260 ppm, 9.4041 ppm, respectively for Fe, Mg, K, and Na at ash temperature 450°C. Meanwhile, at a ash temperature of 550°C obtained concentration of 0.9230 ppm, 7.9738 ppm, 3.7468 ppm and 9.3861 ppm, respectively for Fe, Mg, K, and Na. The water content obtained from the old and young nipa flesh fruit obtained at 41.86% and 33.49%, respectively. Key words: Level of mineral analysis, Nypa fructicans, Gravimetric, AAS ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan judul “Analisis Kadar dalam Abu Buah Nipa (Nypa fructicans)” Kaliwanggu Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan dengan metode gravimetri dan AAS. Kadar abu buah nipa tua pada suhu 450°C dan 550°C diperoleh sebesar 1,01% dan 0,89%, sedangkan pada buah nipa muda diperoleh kadar abu sebesar 0,88% dan 0,86% berurut-turut untuk suhu 450°C dan 550°C. Kadar mineral buah nipa tua yang diabukan pada suhu 450°C diperoleh sebesar 1,3769 ppm, 7,9167 ppm, 3,7876 ppm, 9,2365 ppm, berturut-turut untuk Fe, Mg, K, dan Na. Sedangkan pada suhu 550°C diperoleh sebesar 1,1153 ppm, 8,0127 ppm, 3,7990 ppm, dan 9,3634 ppm, berturut-turut untuk Fe, Mg, K, dan Na. Pada buah nipa muda diperoleh kadar sebesar 0,8769 ppm, 7,9939 ppm, 3,8260 ppm, 9,4041 ppm, berturut-turut untuk Fe, Mg, K, dan Na pada suhu pengabuan 450°C. Sedangkan pada suhu pengabuan 550°C diperoleh kadar sebesar 0,9230 ppm, 7,9738 ppm, 3,7468 ppm, dan 9,3861 ppm, berturut-turut untuk Fe, Mg, K, dan Na. Adapun kadar air yang diperoleh dari daging buah nipa tua dan muda diperoleh sebesar 41,86% dan 33,49%. Kata kunci: Analisis kadar mineral, Nypa fructicans, Gravimetri, AAS
Analisis Kandungan Garam Gunung Asal Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur Herman Herman; Rolan Rusli
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i4.38

Abstract

Has been studied composition of mountain salt from Krayan, Nunukan, East Kalimantan. This study aims to determine the composition of the minerals contained in the mountain salt. Mountain salt is obtained from wells Krayan District residents were further prepared for analysis using a technique using Atomic Absorption Spectrometer (AAS), further by looking at the pattern of X-ray Diffraction (XRD) and Scanning electron microscopic (SEM). Based on the results obtained AAS has identified mineral deposits include: Na, K, Mg, Al, Cu, Zn, Fe, Ba, and Sr. From the results of XRD shows that the main peak of the salt Krayan shows major peaks for NaCl crystals with impurities such as KCl, CaCl2, MgCl2, and AlCl3. SEM observation showed that morphology of Krayan salt have cube shape which is the shape of NaCl crystals with space group Fm3m and lattice parameter (a) 5.620 Ã… Keywords : Mountain Salt, krayan, AAS, XRD, SEM Abstrak Telah dilakukan penelitian analisis kandungan garam gunung asal Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral yang terkandung dalam garam gunung. Garam gunung diperoleh dari sumur warga Kecamatan Krayan yang selanjutnya dipreparasi untuk dianalisis dengan menggunakan menggunakan teknik Spektrometer Serapan Atom (SSA), selanjutnya dengan melihat pola Difraksi Sinar X (XRD), dan Scanning Elektron Microscopy (SEM). Berdasarkan hasil SSA telah diidentifikasi diperoleh kandungan mineral antara lain: Na, K, Mg, Al, Cu, Zn, Fe, Ba, dan Sr. Dari hasil XRD terlihat bahwa puncak utama dari garam krayan tersebut menunjukkan puncak utama untuk Kristal NaCl, dengan impurities antara lain KCl, CaCl2, MgCl2, dan AlCl3. Selain itu hal ini didukung pula oleh pengamatan SEM, bahwa morfologi SEM garam krayan memperlihatkan bentuk kristal kubus yang merupakan bentuk dari Kristal NaCl dengan grup ruang Fm3m dengan panjang kisi kristal 5,620 Ã…. Kata Kunci : Garam Gunung, Krayan, SSA, XRD,SEM
Garam Gunung Asal Krayan sebagai Zat Aditif untuk Menstabilkan Klorofil Sayuran Herman Herman; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.45

Abstract

Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat dari perubahan kadar klorofilnya dengan beberapa perlakuan. Klorofil diukur absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Didapatkan hasil waktu penyimpanan sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan yang masih mendekati klorofil sayuran segar adalah pada saat selesai pengolahan (0 jam) yaitu sebesar 22,11 ppm. Perubahan warna pada sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan lebih lambat dibandingkan dengan garam biasa. Kata Kunci : Garam gunung Krayan, sayuran, klorofil
Aktivitas Antioksidan Beberapa Tumbuhan Obat Kalimantan Timur Herman Herman
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i2.54

Abstract

Telah dilakukan penelititan dengan judul analisis aktivitas antioksidan terhadap beberapa tumbuhan Kalimantan Timur yang dianggap sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak dan menguji aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi golongan metabiolit sekunder dilakukan dengan penambahan reagen kimia sedangkan untuk menetahui aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH terhadap ekstrak dan fraksi menggunakan spektofotometer UV-Visible dengan panjang gelombang 517 nm. Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder menunjukkan bahwa dari keempat jenis tumbuhan teridentifikasi mengandung golongan senyawa alkaloid, fenol, saponin, dan tanin serta aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 dari ekstrak kasar maupun fraksi terbaiknya dibawah 100 ppm. Kata Kunci: Antioksidan, Ageratum conyzoides L., Captosapelta Tomentosa V., Lepisanthes amoena, Acanthus ilicifolius L., DPPH ABSTRACT Study with the title analysis of antioxidant activity against several plants east Kalimantan are considered as a drug. Study aims to identify the class of secondary metabolites contained in extracts and tested the antioxidant activity. The method used to identify the class of secondary metabolites made by the addition of chemical reagents and to determine the antioxidant activity by the DPPH free radical reduction method to extract and fractions using UV-Visible spectrophotometer with a wavelength of 517 nm. The identification results showed that the class of secondary metabolites from plants identified four classes of compounds contains alkaloids, phenols, saponins and tannins and antioxidant activity with the best IC50 values of crude extract and fractions below 100 ppm. Key Words: Antioxidant, Ageratum conyzoides L., Captosapelta Tomentosa V., Lepisanthes amoena, Acanthus ilicifolius L., DPPH
Penentuan Dosis Efektif Ekstrak Daun Pacar (Lawsonia inermis L.) sebagai Antiinflamasi Selvi Megawati; Herman Herman; Muhammad Amir Masruhim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.65

Abstract

Has been conducted a research of dose determination of effectiveness extract of Lawsonia inermis L. as anti-inflammatory on Rattus norvegicus. The purpose of this research is to gain an in depth understanding of effective dose of Lawsonia inermis L. as anti-inflammatory toward the reduction time of swelling on Rattus norvegicus’ feet .The method which being used was carrageenan induced on Rattus norvegicus’ feet. Rattus norvegicus were devided to 6 (six) group which a group as negative control was given sodium CMC orally, a group as positive control was given Sodium Diclofenac orally, and 4 (four) as test was given extract with 4 doses variation (50mg/kg, 100mg/kg, 150 mg/kg, and 200 mg/kg) orally to each of mice that has pre-conditioned to swell on its foot. The result shows that T-Count is bigger than T-Table with significant standart 0,05 and smaller than T-Table with significant standart 0,01. It proves that there is significant difference between sodium diclofenac and extract of Lawsonia inermis L in 100mg/kgBW. That concludes that extract of Lawsonia inermis L. has anti-inflammatory effect with effective dose as anti-inflammatory in 100mg/kg. Keywords : Lawsonia inermis L., Anti-inflammatory., Rattus norvegicus. Abstrak Telah dilakukan penelitian penentuan dosis efektif ekstrak daun pacar (Lawsonia inermis L.) sebagai antiinflamasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis ekstrak daun pacar yang efektif sebagai antiinflamasi terhadap waktu penurunan bengkak pada kaki tikus putih. Metode yang digunakan yaitu induksi karagenan pada kaki tikus putih. Tikus putih dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan natrium CMC, kelompok kontrol positif diberikan natrium diklofenak dan 4 kelompok uji diberikan ekstrak dengan 4 variasi dosis yaitu 50 mg/kg, 100 mg/kg, 150 mg/kg dan 200 mg/kg yang masing-masing diberikan secara oral dan tiap kaki tikus dikondisikan bengkak terlebih dahulu. Hasil penelitian ini membuktikan ekstrak daun pacar memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dengan dosis efektif 100 mg/kgBB. Kata Kunci: Lawsonia inermis L., Antiinflamasi, Rattus norvegicus.
Synthesis and Characterization of Methyl Amino Polystyrene as Resin Material of Chromatography Herman Herman; Anni Anggraeni; Abdul Mutalib; Husein H. Bahti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i4.204

Abstract

Ion-exchange chromatography has been widely used in various separation process and purification. Commercial ion-exchange resin mostly uses polystyrene as stationer phase. This study reviewed the synthesis of cation-exchange resin with polystyrene as starting material. Polystyrene must be activated in order to make one of aromatic carbon chains being able to be binding with acetamide n-hidroxymethyl electrophilic. Polystyrene activation was conducted through two stages, i.e. (1) the formation of amidomethyl polystyrene (AMDP), and followed with (2) elimination of acyl group. The activation of polystyrene generated white methylamino polystyrene (MAP) resin, of which its characterization used spectrophotometry UV, Fourier Transform-Infrared (FTIR), and density of MAP resin confirmed by pycnometer. The results showed that the characterization of FTIR and spectrophotometer UV for AMP exhibited forming amino propyl group at 3374.52 cm-1 with ?max 230 nm due to N–H bond; and the average of density of AMP resin sample was 1.7158 g/mL.
Co-Authors Abdul Mutalib Abdul Mutalib Abdul Mutalib Aditya Fridayanti Agung Endro Nugroho Agus Setiawaty Almeida, Maria Andi Tenri Kawareng Anggreini, Putri Anni Anggraeni Anni Anggraeni Anni Anggraeni Arie Hardian Arifian, Hanggara Arifuddin, M Arifuddin, Muhammad Arsyik Ibrahim Badawi, Satriani Baso Didik Hikmawan Bohari Yusuf Bone, Mahfuzun Dayuh Anggun Mandalika Devara, Rachel Dewi Mayasari Difta, Rismania Shita Enggar Wijayanti Fahriani Istiqamah Jafar Fahrul Rozi Faizah Hanan Lestari Farah Erika Farah, Harra Ismi Febrianto Ubang Febrina, Lizma Fika Aryati Firzan Nainu Ganjar Firmansyah Hadi Kuncoro Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hanggara Arifian Helga Lisu Sarira Helmi Helmi Henny Hidayah Herlita Gasella Salsabila Hifdzur Rashif Rija’i Hikmawan, Baso Didik Husein Hernadi Bahti Ibrahim, Arsyik Ilimu, Edi Indriana Tasya Islamudin Ahmad Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Iswahyudi Ivan Satria K.P. Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Khofifah Nur Oktavia Laode Rijai Laode Rijai Laode Rijai Laode Rijai Lia Puspitasari Lisda Virdasari M. Arifuddin, M. Maharani, Dhea Nur Fadillah Maryam Jamila Arief Maryam Jamila Arief Mirhansyah Ardana Mitha Saputri Mohd Azlan Nafiah, Mohd Azlan MUHAMMAD AMIR MASRUHIM Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Yusuf Muljadji Agma Mus, Nurul Muhlisa Nia Audina Nilam Ratna Rizkyanti Nisa Naspiah Noviyanty Indjar Gama Nur Masyithah Zamruddin Nur Masyithah, Z Nur Zakiyah Darajat Nur, Yuspian Nurdeni, Nurdeni Nurdewi Halik Nurdianah Abdul Kadir Nurfitri Nurfitri Nurul Fitriani Nurul Fitriani Olivia Siregar, Vita Otsuka Khaera Nurmala Prabowo, Wisnu Cahyo R. Ukun M.S. Soedjanaatmadja Rahmadani, Agung Rashif Rijai, Hifdzur Retna Putri Fauzia Rezky Khairun Nisaa, Nur Ridhotulloh, Yusuf Isro Rija'i, Hifdzur Rashif Rijai, Hifdzur Rashif Rija’i, Hifdzur Rashif Riki RIKI RIKI, RIKI Rimba Hamid Rimba Hamid Rolan Rusli Rusli, Rolan Rusman, Arman Salam, Supriatno Samsul, Erwin Selvi Jumiatul Astati Selvi Megawati Senadi Budiman Sukemi Sukemi Suparningtyas, Juniza Firdha Supriatno Supriatno Salam Suwijiyo Pramono Tri Woro Widyanti Usman Usman Vina Maulidya Vita Olivia Siregar Wahyu Yunita Lestari Yurika Sastyarina Yusniah, Andi Yuspian Nur Zahra Praselya Zamruddin, Nur Masyithah Zuhrotun Nafisah Zuliayu Arizka Pratiwi