Claim Missing Document
Check
Articles

Biaya Kemacetan Dan Polusi Karbon Monoksida Pada Lalu Lintas Akibat Adanya Pembangunan Fly –Over (Studi Kasus: Fly-Over Simpang Jalan Ahmad Yani–Gatot Subroto Kota Banjarmasin) Hayati, Fatia Mufieda; Wicaksono, Achmad; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic congestion is one problem in Banjarmasin. Congestion in Banjarmasin. Congestion in Banjarmasin also supported by a 38% increase in the number of vehicles within the last 5 years.This encourage the government of Banjarmasin to plan a strategy to reduce congestion level in Banjarmasin. One of the solution from the goverment is fly over construction. The located of fly over construction in Ahmad Yani-Gatot Subroto street. The aim this study to identify disadvantage congestion cost and carbon monoxide air pollution cost in traffic when there is fly over contruction. This study can be used to consider the next traffic management. So, it can minimize the congestion impact. This research is using Tzedakis,1980. By calculation component is traffic volume, vehicle speed, vehicle operating costs, and vehicle queuing time.method to calculate congestion cost. The result of calculation congestion cost is Rp. 332.925.803/day. Moreover this research using litmann method, asif faiz method, and world bank method to calculate carbon monoxide air pollution cost. this study compare between the third method and existing air test, to get air pollution result exactly. Asif faiz Method is the best to apply in this research. The result of calculate disadvantage to air polution cost is Rp. 907,588,348/day. enhancement to congestion cost when fly over construction on process is 76% and air pollution cost is 67%.Keywords: Congestion Cost, Air Pollution Cost
Analisis Kemancetan Pada Simpang Jawa Di Kota Madiun Widhi, Ganang Nugroho; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km², dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km². Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun. Simpang yang dianalisa pada penelitian ini adalah di simpang bersinyal tiga lengan yaitu simpang Jawa Kota Madiun. Kondisi simpang tersebut menunjang terjadinya kemacetan lalu lintas karena kawasan tersebut merupakan akses jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran, pendidikan, alun-alun dan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara Diskriptif Analitis. Diskriptif berarti penelitian memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada saat sekarang. Keadaan lalulintas di daerah penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat, sedangkan Analitis berarti data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Pada bulan oktober 2013 telah dilakukan survey terhadap simpang bersinyal Jawa. Dari pengolahan data yang ada dengan perhitungan MKJI diperoleh tundaan sebesar 17,072 det/smp. Menurut “PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN”, kondisi tersebut diklasifikasikan pada tingkat pelayanan level C.Kata Kunci : analisis, simpang bersinyal, metode, tundaan
Analisis Kemampuan Dan Kemauan Membayar (ATP-WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak Susanto, Farid; Anwar, M. Ruslin; Wicaksono, Achmad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di samping Biaya Operasi Kendaraan (BOK) yang mempengaruhi aspek finansial operator angkutan umum, penetapan biaya tarif angkutan umum juga harus memperhatikan daya beli dan kemauan membayar tarif dari pengguna jasa tersebut, dimana kemampuan tersebut dapat merupakan kemampuan berdasarkan pada persepsi pengguna yaitu WTP (Willingness To Pay) yang dapat didefinisikan sebagai kemauan membayar oleh pengguna jasa atas imbalan terhadap suatu barang atau jasa yang dinikmati sedangkan kemampuan secara rasional yaitu ATP (Ability To Pay) adalah kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan dari sektor transportasi yang dianggap layak atau ideal dari total pengeluaran untuk makanan dan non makanan atau dengan kata lain kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya. Penetapan besarnya tarif angkutan umum seringkali menimbulkan konflik kepentingan antara operator angkutan umum dengan masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Permasalahan akan muncul apabila masyarakat memiliki ATP dan WTP yang lebih rendah dari pada besarnya tarif bus kota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga kondisi tersebut mempunyai akibat yang merugikan bagi masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Terlebih bagi mereka yang termasuk masyarakat kelompok captive users yang mengandalkan angkutan umum dan tidak memiliki alternatif pilihan lain. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya analisis terhadap bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum daripada angkutan pribadi. Sehingga judul yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP–WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak”. Hasil penelitian menunjukkan tidak seimbangnya permintaan dan penawaran penumpang bus kota P1 di Surabaya. Pendapatan operator relatif tidak mampu memenuhi biaya operasioanal apabila faktor muat dari rute tersebut kurang dari BEP sedangkan tarif yang berdasarkan dari ATP dan WTP adalah sebesar Rp. 5.000. dan subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk penumpang bus kota dengan kendaraan dan sistem pelayanan yang standar sebesar Rp. 4.800.611.00 pertahun pada keseluruhan armada pelayanan dengan standar yang ditetapkan.Kata Kunci : Ability to pay, Angkutan Bus Surabaya,BOK, Subsidi, Willingness to pay.
Manajemen Lalu Lintas untuk Mengatasi Masalah Tundaan pada Ruas Jl. Ranugrati Kota Malang Baskoro, Pratomo Yoga; Wicaksono, Achmad; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan transportasi akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya daerah perkotaan. Jika kebutuhan sarana transportasi tidak diimbangi dengan prasarana transportasi (jaringan jalan) maka timbul masalah transportasi. Kondisi ini terjadi pada ruas Jl. Ranugrati Kota Malang, dimana jumlah volume kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan dan persimpangan terpengaruhnya, sehingga timbul tundaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja Jl. Ranugrati beserta tiga persimpangan terpengaruh, yaitu persimpangan tidak bersinyal SKI, Gapura Perumahan Sawojajar, dan persimpangan bersinyal Ranugrati_Raya Sawojajar, selain itu juga mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tundaan serta penyelesaian masalah melalui skenario manajemen lalu lintas. Kinerja Jl. Ranugrati pada hari kerja adalah E-F dengan nilai DS di atas 0,85, sedangkan pada hari libur, kinerja adalah C-D dengan nilai DS 0,45 sampai dengan 0,84.Untuk persimpangan SKI, kinerja pada hari kerja adalah F, dengan nilai kapasitas sisa di bawah nol (minus), persimpangan Gapura Perumahan Sawojajar paling buruk terjadi pada peak pagi hari kerja dengan kapasitas sisa 2,87. Sedangkan persimpangan Ranugrati_Raya Sawojajar paling buruk terjadi pada hari kerja di semuapeak yaitu ITP F, dengan nilai tundaan per kendaraan lebih dari 60 detik. Faktor-faktor penyebab tundaan dipengaruhi oleh perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas ruas jalan yang tidak sesuai sehingga kecepatan kendaraan dibatasi bahkan berhenti, kemudian terjadi penumpukan kendaraan, dan terjadi tundaan. Selain itu aktivitas hambatan samping juga mempengaruhi tundaan, antara lain parkir on street, kendaraan keluar masuk guna lahan dan gang-gang di sepanjang ruas Jl. Ranugrati. Dari permasalahan di atas,penyelesaian masalah melalui manajemen lalu lintas dengan menerapkan skenario-skenario, yaitu pelebaran ruas jalan dan pendekat jalan, penertiban parkir on street, dan sistem satu arah (pengalihan arus) pada ruas Jl.Ranugrati. Skenario yang paling optimal adalah dengan pemberlakuan sistem satu arah dari timur menuju barat pada pukul 06.00-12.00 dan sebaliknya pemberlakuan sistem satu arah dari barat menuju timur pada pukul12.00-20.00 , karena penurunan nilai DS rata-rata mencapai lebih dari 30%% sehingga merubah kinerja ruasjalan dari E menjadi level B dan C.Kata kunci :Tingkat pelayanan jalan, Persimpangan tidak bersinyal persimpangan bersinyal, Faktor penyebab tundaan, Skenario penyelesaian masalah
Pengaruh Sosial Ekonomi Penumpang Terhadap Pemilihan Moda Penyeberangan Untuk Perjalanan Kerja (Studi Kasus: Penyeberangan Ternate-Sofifi) Margono, Eko; Wicaksono, Achmad; Abusini, Sobri
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan ibu kota sementara dari Ternate ke Sofifi telah menyebabkan tingginya permintaan jasa transportasi penyeberangan dua pulau tersebut. Sehingga tentunya akan menambah jadwal operasi penyeberangan. Hal ini disebabkan karena kondisi sarana dan prasarana yang tidak berubah yang akan berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai status sosial ekomoni terhadap pemilihan transportasi penyeberangan Ternate – Sofifi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifiksi karakteristik penggunaan moda, menganalisa pengaruh faktor status sosial ekonomi, mengidentifikasi dan menyusun arahan perbaikan pelayanan transportasi penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry dengan tujuan Ternate-Sofifi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stated Preference dengan logit binomial dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pengguna angkutan penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry yaitu: Tujuan Perjalanan sebagian besar adalah perjalanan dinas untuk Speed boat dan urusan keluarga untuk pengguna Kapal Ferry. Dari segi penghasilan kedua pengguna moda ini berpenghasilan Rp. 1.000.000 – 3.000.000 dan alasan memilih angkutan penyeberangan Speed Boat adalah waktu tempuh sebesar 45% dan biaya yang relatif murah untuk Kapal ferry sebesar 68%. Didapat persamaan model pemilihan moda yaitu: Y= -9.145 – 0.00008105X dengan atribut X 1 =ΔCost, X 2 =ΔTime, X 3 Jurnal Tata Kota dan Daerah Volume 7, Nomor 1, Juli 2015 23 1 – 0.031X =ΔHeadway. Hasil pengukuran presentase pengaruh semua atribut (R ) diperoleh 43.1%. Hasil penggambaran pada diagram analisis SWOT, posisi pada kuadran III (negatif, positif), artinya posisi ini menandakan bahwa perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak perusahaan menghadapi bebeapa kendala atau kelemahan internal. Untuk itu diperlukan perbaikan, penataan dan perhatian lebih sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dengan mempertimbangkan potensi wilayah misalnya penambahan jumlah armada, peningkatan sumber daya manusia pengelola transportasi dan mengatur ulang jadwal keberangkatan.Kata Kunci : Kapal Ferry, pemilihan moda, speed boat, staded preference, SWOT, rute Ternate-Sofifi
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Jalan, Biaya Operasional Kendaraan Dan Biaya Kemacetan Jalan Gatot Subroto Kota Malang Permana, Satria; Wicaksono, Achmad; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan samping dapat menyebabkan penurunan kecepatan lalu lintas, yang selanjutnya menimbulkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Penurunan kecepatan kendaraan akibat kemacetan berdampak pada peningkatan waktu dari waktu tempuh yang seharusnya. Ketika terjadi kemacetan pada suatu lajur, maka terjadi kerugian waktu tempuh yang dialami oleh para pengendara. Meningkatnya BOK (biaya operasional kendaraan) perkotaan akan berakibat pada peningkatan biaya kemacetan yang berkaitan dengan nilai kegiatan masyarakat perkotaan. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis kinerja jalan, biaya operasional kendaraan dan biaya kemacetan. Untuk mengetahui pengaruh antar variabel, digunakan analisis regresi linear bergenda. Dari hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa nilai VCR dipengaruhi oleh kendaraan keluar, kendaraan masuk dan kendaraan lambat dengan model regresi Y = 0,244 + 0,003 X1 - 0,001 X2 + 0,001 X6. BOK dipengaruhi oleh pejalan kaki, dengan model regresi Y = 33,242 + 2,209 X4. Biaya kemacetan dipengaruhi oleh kendaraan keluar, kendaraan masuk dan parkir, dengan model regresi Y = 20,718 + 0,430 X1 + 0,300 X2 + 0,124 X3. Arahan pengembangan pada wilayah penelitian yaitu penertiban kendaraan parkir pada badan jalan, penertiban parkir dan PKL pada pedestrian way, perbaikan marka, penyediaan rambu, penerapan sanksi yang tegas serta penyediaan petugas untuk menertibkan lalu lintas.Kata Kunci : Hambatan Samping, Kinerja Jalan, BOK, Biaya Kemacetan
EVALUASI KINERJA STASIUN TARIK DAN TARIF KA JENGGALA DENGAN METODE ATP DAN WTP Abdillah, Hilmy Abid; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Tarik adalah Stasiun Kelas II yang terletak di Tarik, Sidoarjo. Permasalahan yang terjadi di stasiun Tarik adalah masih ada banyak calon penumpang yang berdiri untuk menunggu kedatangan kereta api karena terbatasnya tempat duduk di ruang tunggu yang hanya tersedia 24 tempat duduk dan panjangnya antrian pemesanan tiket di loket stasiun sepanjang 9 orang antrian pada jam sibuk. Pada 12 November 2014 PT.KAI (Persero) mengoperasikan Kereta Jenggala dengan rute Mojokerto - Sidoarjo untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di daerah tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan stasiun tarik menurut pengguna, perbaikan pelayanan di Stasiun Tarik, perbaikan denah Stasiun Tarik dan tingkat kemampuan serta kemauan pengguna kereta api Jenggala dalam membayar tiket kereta api. Analisis yang digunakan untuk kepuasan pelanggan di Stasiun Tarik menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), untuk perbaikan pelayanan di stasiun tarik mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan no 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api dan untuk kemampuan dan kemauan membayar tiket Kereta Jenggala menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Hasil analisis dari Stasiun Tarik belum memenuhi keinginan pengguna dan perlu peningkatan dalam hal fasilitas seperti CCTV, petugas keamanan, loket tiket, ruang tunggu dan toilet. Perbaikan fasilitas yang dilakukan adalah penambahan 2 CCTV, 5 petugas keamanan, 2 loket tiket, area tunggu 70 dan 6 toilet. Nilai kemampuan membayar penumpang kereta Jenggala adalah 116 Rp/km dan kesediaan untuk membayar penumpang kereta Jenggala adalah 147 Rp/km serta harga tiket Kereta Jenggala adalah 130 Rp/km.   Kata kunci: Stasiun, Tarik, Kereta Api, Jenggala, Kinerja, IPA, ATP, WTP 
Pengaruh Tekanan Publik terhadap Pengungkapan Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Wicaksono, Achmad
Akuntansi : Jurnal Akuntansi Integratif Vol. 5 No. 2 (2019): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Prodi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jai.v5i02.230

Abstract

This study aims to examine the effect of public pressure on disclosure of corporate social responsibility reports. This study uses a quantitative approach. This study uses secondary data which is an annual report of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017. This study uses a purposive sampling method to obtain a sample of 111 manufacturing companies. This study uses multiple linear regression techniques for testing hypotheses using the SPSS program. The results of this study indicate that public pressure as measured by industry type has a significant influence on the Disclosure of Social Responsibility Reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017 which can be shown from the significance value of Industry Type = 0,000 and simultaneous significance value = 0,000. From the results of the research Adjusted R² of 36.3% variation in disclosure of social responsibility that can be explained by the variables used in this study. While the rest is explained by other variables not used in the study.
Correlation Between Mobility and COVID-19 Cases in Surabaya City, Indonesia Alawy, Gholiqul Amrodh; Wicaksono, Achmad; Suharyanto, Agus
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 4, No 2 (2021): IN PRESS
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of COVID-19 cases in Surabaya was one of the highest in Indonesia at the beginning of the pandemic. This study aims to determine the mobility and activity patterns of the people of Surabaya during the COVID-19 pandemic and find a correlation between people mobility and the number of COVID-19 cases in Surabaya City using Pearson’s Coefficient of Correlation (PCC). The data used are mobility data at Gubeng Station, Purabaya Terminal, Waru Utama toll gate, and COVID-19 Community Mobility Reports. The mobility pattern of the people of Surabaya City in 2020 is divided into 5 phases, namely the normal condition phase (F0), the pandemic’s initial phase (F1), the PSBB phase (F2), the transition of AKB phase (F3), and the AKB phase (F4). This study indicates that the number of people in transit stations and residential areas has a high correlation with the number of COVID-19 cases. In addition, the type of mobility that has the most effect on increasing the number of COVID-19 cases is the mobility of bus transportation.
North Jamrud Terminal Warehouse Performance by The Effect of Halal Logistics Issue Ingsih, Ita Suhermin; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2018.00102.1

Abstract

The Government today, Government Business Entity and mass media in Indonesia are starting to pay attention to halal, since the turnover of halal products of the world has reached nearly 2 trillion dollars while Indonesia is still larger to be a consumer than a manufacturer. Not only foods, consumers in the world today want cosmetics to pharmaceutical products that have been halal certified. In Indonesia, problems with the potential of halal market today are still hit on the discourses. Indonesia still limited awareness not yet dared to action, whereas in nonMuslim countries themselves many have implemented halal supply chain. The establishment of Halal Hub Port in Tanjung Priok as the first Halal Hub Port pilot project in Indonesia is the forerunner to establish Halal Hub Port in other parts of Indonesia. Therefore, it is necessary to examine the needs of Halal Warehouse at Tanjung Perak Port which in fact is also a major port in Indonesia and is a distribution door for the central and eastern part of Indonesia. The study was conducted on 190 respondents who are stakeholders of Tanjung Perak Port. Using the Importance Performance Analysis method, the results of the research produced a quadrant graph where quadrant A is the main priority containing performance of L/U equipment in terminal, performance of L/U workers/operator in terminal, separation of halal and non-halal products in halal warehouse, sorting of halal and non-halal products that have been damaged, cold storage separation between halal and non-halal products, clean and avoid contamination between products, special training for officers in halal warehouse, and hygiene facilities for officers in warehouse/halal warehouse. Quadrant B is to maintain the achievement contains 11 items, Quadrant C is low priority contains 5 items, and Quadrant D is excessive contains 5 items. The existence of 8 items entered in quadrant A, indicating that stakeholders at Tanjung Perak Port are very aware with the potential of Halal Warehouse.
Co-Authors Abdillah, Hilmy Abid Abdul Samad Achmad Zaki Adeliyah, Novita Dwi Aditya N. Pratikto, 'Abdulloh ‘Azzam, Afiyat, Ahmad Afif Agung Wijaya, Marga Rista Agus Prasetyo Agus Suharyanto Agus Taufik Mulyono Ahmad syahirul Alim Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar Alifian, Dimas Cuzaka Andi Kumalawati Andriani, Gina Nabila Anggoro, Dikka Anggraini, Alfira Dwi Anindya Tasha M.P, Anindya Tasha Anwar, M Ruslin Ardiansyah, Laksmita Olyvia Ari Wibowo Arifi, M. Zainul Arifin, M. Z Atik Wahyuni Bangsa, Bintang Kusuma Bietrix Rosalina, Bietrix Boyas, Jeziano Rizkita Bramiana, Dwa Aulia Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Cahyani, Dina Ayu Chairil Anwar Chamora, David Cibro, Lolo Karina Dadang Supriyatno Daniel Julio, Aditya Bhaswara Darmawan, Ilham Denny Iswanto Devi Maya Sofa Dewa Ketut Sudarsana Dian Fahriani Eddi Basuki Kurniawan Eko Priyo Jatmiko, Yonky Prasetyo Fatia Mufieda Hayati Fauzan, Erga Rahmada Fauzul Rizal Sutikno Firdaus, Dewi Anisa Firmansyah, Nur Aldi Fitriana, Riezca Nur Gagoek Soenar Prawito Gholiqul Amrodh Alawy Hariyanto, Widia Eka Harnen Sulistio Harnen Sulistyo, Harnen Helen Paulin Eka Dharma Hendi Bowoputro Heny Wijayanti, Heny Hidayah, Siti Ghoniatul Hilmawan, Tanta Irfandi, Ian Isman Isa, Ilusi Iswandari, Retno Ita Suhermin Ingsih Jannah, Novia Miftakhul Jatmiko Budi Antoro, Jatmiko Budi Julaikah Kamila, Edita Rachma Ken Pawestri Kirana, Rimas Kiki Krismanto, Indra Lailiyah, Lathifa Nur Laksono Trisnantoro Lasmini Ambarwati Lazuardi, Khalid Liliy A.C.S. Demotokay, Dinda Fitri Agustin , Listy, Afina Sufiana Ludfi Djakfar M Rizqi Novianto, Rezki Setiawan , M Sa’dillah M Zainul Arifin M. Aang Ibnu Thoha M. Bisri M. Ruslin Anwar M. Zainul Arifin M.Arief Munandar, Aulia Rizki Fauzi M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Machsus Machsus Margono, Eko Maria Goretti Oktaviana Maria Warokka, Janette Anastacia Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto May Maulidia, Putri Mirza, Muhammad Raffi Mohammad Setyo Wardono Muhammad Fauzan Fakhrurrozi, Juan Bill Parhugi Sagala Muhammad Zainul Arifin Muhammad, Nabil Nafis, M. Azie Azizman Nafi’, Moh. Arrijal ‘Ilman Napitupulu, Melyona Febriani Nugraha, Maulana Rizky Nur Faidah, Rizka Nurahman, Garin Nurdiansyah, Irfan Odavita, Venishea Dea Oktavianti, Rizma Panji Pasa Pratama Permana, Maulana Zakki Permana, Satria Prabowo, Bimantoro Beny Praciana, Yuvi Arinta Pratama, Ganeswara Nova Pratama, Rizky Pratomo Yoga Baskoro Putra, Bambang Perwira Qolbi Nofa, Kusuma Rahayu K Rahayu Kusumaningrum Rahma Dewi, Mustika Iluni Rahmadhan, Muhammmad Nanda Rahmawan, Rizhal Adi Ridlo, Miftahur Rizqian, Mufidz Akbar Roesdyningtyas, Ayu Rudy CC Napitupulu Ruslin Anwar Rusman Prihatanto, Rusman S, Reinhard Fernando Saharani, Aliefia Enggal Saputra, Dicky Andrianto Satrio, Gilang Septian, Dody Tri Sobri Abusini Soemarno Soemarno Sonya Sulistyono Suharto, Lechyana Zahra Sulung Ditasari, Putri Sumarwanti, Aprilia SUSANTO, FARID Thoriq, Yuzqi Alfan Ubaidillah, Khafid Vita Dwi Rahmawati Wahid Wahyudi Wardani, Alan Wahyudi Wardani, Anifah Tiara Kusuma Wardani, Firdausyi Ayudya Wibowo, Rizki Arif Widhi, Ganang Nugroho Widianingrum, Wiahni Widyatami, Filki Suri Yaris Bohoh Yuniar, Gefrin K.R Zainul Arifin, M. Zeyan, Bima Fitra Prasetya Zubaidah, Tantri Risda Zubizaretta, Zaid Dzulkarnain