p-Index From 2021 - 2026
4.865
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Silvikultur Tropika (JST) Forum Pasca Sarjana Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Indonesian Journal of Geography Bumi Lestari Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Agrista Journal of Tropical Soils Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Penelitian Tanaman Industri Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Ternak Veteriner Journal of Degraded and Mining Lands Management AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Journal of Regional and City Planning Indonesian Journal of Geospatial Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Ecogreen Jurnal Zeolit Indonesia Jurnal Tataloka Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi JURNAL ILMIAH GEOMATIKA MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Segara International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Tanah dan Iklim Science and Environmental Journals for Postgraduate Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Amerta The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Amerta

SUBAK SEBAGAI BENTENG KONSERVASI PERADABAN BALI I Made Geria; Sumardjo; Surjono H. Sutjahjo; Widiatmaka; Rachman Kurniawan
AMERTA Vol. 37 No. 1 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Subak as Bali Civilization Fortress. The degradation of nature has potential to weaken the harmony between humans and their environment in a number of subak. Subak culture is only effective at the level of the superstructure, but the level of implementation is that subak have begun to be degraded due to land conversion, transfer of professions, poor economies, and young people who do not want to continue subak tradition. The purpose of this research is to see the existence of subak civilization then creates the policy strategy to develop Subak’s role as an ecological civilization tourism destination. The effectiveness method was used to see the existence of subak and AWOT Method as subak developing strategy to an ecoculture-tourism. Based on the results of effectiveness analysis and AWOT, it shows that subak culture as Bali civilization at the superstructure level is still exists and strong. However, at implementation level, there had been a weakening especially in urban areas. The implementation and preservation of the Sarbagita community based on the three components study was quite effective even for the superstructure component into a very effective category with an effectiveness value of 83.84%. So the components of the superstructure need to be maintained as a fortress of civilization in Sarbagita. However, the components of the social structure and infrastructure had quite low values, which are 59.55 percent and 50.32 percent respectively, which was included in the effective category but located in critical value. So it needs to improve level of social structure and infrastructure so that the three components of the subak civilization run effectively. Keywords: AWOT, subak civilization, effectiveness Abstrak. Degradasi alam berpotensi melemahkan harmonisasi antara manusia dan lingkungannya di sejumlah subak. Budaya subak hanya efektif pada tingkat suprastruktur, tetapi dalam implementasinya subak telah mulai terdegradasi karena konversi lahan, pengalihan profesi, ekonomi miskin, dan kaum muda yang tidak ingin melanjutkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keberadaan peradaban subak, kemudian strategi kebijakan dalam mengembangkan peran subak sebagai tujuan wisata peradaban ekologis. Metode efektivitas digunakan untuk melihat keberadaan subak dan metode AWOT sebagai strategi pengembangan subak untuk wisata peradaban ekologi. Berdasarkan hasil analisis efektifitas dan AWOT menunjukkan bahwa budaya subak sebagai peradaban Bali di tingkat suprastruktur masih ada dan kuat. Namun, pada level implementasi telah terjadi pelemahan, terutama di daerah perkotaan. Pelaksanaan dan pelestarian masyarakat Sarbagita berdasarkan tiga komponen (sebutkan komponennya) yang diteliti efektif bahkan untuk komponen superstruktur masuk kedalam kategori sangat efektif dengan nilai efektivitas sebesar 83.84%. Sehingga komponen superstruktur perlu dipertahankan sebagai benteng peradaban di Sarbagita. Namun untuk komponen struktur sosial dan infrastruktur mempunyai nilai cukup rendah yaitu berturut-turut 59.55 persen dan 50.32 persen yang termasuk dalam kategori efektif tetapi berada pada titik kritis. Sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tataran struktur sosial dan infrastruktur agar ketiga komponen peradaban subak berjalan efektif. Kata Kunci: AWOT, peradaban subak, efektivitas
SUBAK SEBAGAI BENTENG KONSERVASI PERADABAN BALI Geria, I Made; Sumardjo; Sutjahjo, Surjono H.; Widiatmaka; Kurniawan, Rachman
AMERTA Vol. 37 No. 1 (2019)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Subak as Bali Civilization Fortress. The degradation of nature has potential to weaken the harmony between humans and their environment in a number of subak. Subak culture is only effective at the level of the superstructure, but the level of implementation is that subak have begun to be degraded due to land conversion, transfer of professions, poor economies, and young people who do not want to continue subak tradition. The purpose of this research is to see the existence of subak civilization then creates the policy strategy to develop Subak’s role as an ecological civilization tourism destination. The effectiveness method was used to see the existence of subak and AWOT Method as subak developing strategy to an ecoculture-tourism. Based on the results of effectiveness analysis and AWOT, it shows that subak culture as Bali civilization at the superstructure level is still exists and strong. However, at implementation level, there had been a weakening especially in urban areas. The implementation and preservation of the Sarbagita community based on the three components study was quite effective even for the superstructure component into a very effective category with an effectiveness value of 83.84%. So the components of the superstructure need to be maintained as a fortress of civilization in Sarbagita. However, the components of the social structure and infrastructure had quite low values, which are 59.55 percent and 50.32 percent respectively, which was included in the effective category but located in critical value. So it needs to improve level of social structure and infrastructure so that the three components of the subak civilization run effectively. Keywords: AWOT, subak civilization, effectiveness Abstrak. Degradasi alam berpotensi melemahkan harmonisasi antara manusia dan lingkungannya di sejumlah subak. Budaya subak hanya efektif pada tingkat suprastruktur, tetapi dalam implementasinya subak telah mulai terdegradasi karena konversi lahan, pengalihan profesi, ekonomi miskin, dan kaum muda yang tidak ingin melanjutkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keberadaan peradaban subak, kemudian strategi kebijakan dalam mengembangkan peran subak sebagai tujuan wisata peradaban ekologis. Metode efektivitas digunakan untuk melihat keberadaan subak dan metode AWOT sebagai strategi pengembangan subak untuk wisata peradaban ekologi. Berdasarkan hasil analisis efektifitas dan AWOT menunjukkan bahwa budaya subak sebagai peradaban Bali di tingkat suprastruktur masih ada dan kuat. Namun, pada level implementasi telah terjadi pelemahan, terutama di daerah perkotaan. Pelaksanaan dan pelestarian masyarakat Sarbagita berdasarkan tiga komponen (sebutkan komponennya) yang diteliti efektif bahkan untuk komponen superstruktur masuk kedalam kategori sangat efektif dengan nilai efektivitas sebesar 83.84%. Sehingga komponen superstruktur perlu dipertahankan sebagai benteng peradaban di Sarbagita. Namun untuk komponen struktur sosial dan infrastruktur mempunyai nilai cukup rendah yaitu berturut-turut 59.55 persen dan 50.32 persen yang termasuk dalam kategori efektif tetapi berada pada titik kritis. Sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tataran struktur sosial dan infrastruktur agar ketiga komponen peradaban subak berjalan efektif. Kata Kunci: AWOT, peradaban subak, efektivitas
Co-Authors - Bondansari A M Fuah A. M. Fuah, A. M. A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aceng Hidayat Achmad Yamani Adil, Adityawarman Adrian Adrian Agus, Fahmuddin Akhmad Mediranto Alwan Rafiuddin Aminah, Mimin Anas Miftah Fauzi Andi Massoeang Abdillah Ardiansyah Muhamad Arief Samad Arifin, Hadi S Artikanur, Salis Deris Asdar Iswati Asep Anwar Nugraha Asep Sapei Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Astiana Sastiono Atang Sutandi Auliya, Izhar B. Pramudya Baba Barus Bambang Hendro Trisasongko Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Setio Budianto Benar Darius Ginting Soeka, Benar Darius Ginting Benar Darius Ginting-Soeka Bintoro, Mochamad H Boedi Tjahjono Bondansari Bondansari, Bondansari Budi Hadi Narendra Budi Mulyanto Budi Susetyo Cece Sumantri Cecep Kusmana Chaida Chairunnisa Chandrasa E Sjamsudin Daniel Djokosetiyanto Dharma Agustinus Sirait Didik Suharjito Didit Okta Pribadi Dudung Darusman Dwi Putro Tejo Baskoro Dyah R Panuju Dyah Retno Panuju Dyah Retno Panuju Eka Intan Kumala Putri Eko Wahyudi Budhi Utomo ELLYA REVOLINA, ELLYA Ema Suhaema Endang Hilmi Endang Suhendang Ermawaty - Maradhy Ernan Rustiadi Erni Johan Fahri Setiawan Fahrizal Kreshna Yudichandra Fatmawaty Fatmawaty, Fatmawaty Firmansyah , Irman Firyadi Firyadi Fransiscus Xaferius Herwirawan Hans Moravia Hartono, Arif Hefni Effendi Hendri Purnama Hermanu Widjaja, Hermanu Hotland Sihotang I Made Geria I Made Geria, I Made I Wayan Rusastra I Wayan Rusastra I Wayan Rusastra Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Hermadi Irmansyah, Firman Iskandar Lubis Iswandi Umar Janthy T Hidayat Juwarin Pancawati, Juwarin K MURTILAKSONO Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Katili, Hidayat Arismunandar Kholil Kholil Khursatul Munibah Koeswara, Dieta Arbaranny Komarsa Gandasasmita Kristini, Wanda Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Nirmala Kurniawan, Rachman Kurniawan, Rachman Lailan Syaufina Leonarda Sofiani Rame LILIK BUDIPRASETYO Lina Karlinasari M Ardiansyah, M M Hendrisman, M M S Engel M Yanuar J. Purwanto M. Bagus Pangestu M. Fedi Alfiadi Sondita M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Marenda Ishak S Marianus Komanik Keratorop Marimin , Marimin Marimin Marwan Hendrisman Meika Syahbana Rusli Meyliana Mey Lisanti Miranti Anisa Tejaningrum Mochammad Farkan Muflih, Rizaldi Muhammad Amir Solihin Muhammad Amir Solihin Muhammad Ardiansyah Muhammad Firmawan Muji Esti Wahyudi Mukhammad Najib, Mukhammad Murod, Mamun Nandi Kusmaryandi Naoto Matsue Nata Suharta Nazam M. nFN Machfud Nia Rachmawati Nurhalis Soentpiet Nurhayati H.S. Arifin Nurlailita . Nurul Amaliyah Tanjung Nurul Khumaida Nurwadjedi Nurwadjedi Nurwadjedi Nurwadjedi, Nurwadjedi Omo Rusdiana Paulus B.K. Santoso Pramudya, Bambang Prima Jiwa Osly Purwanto, Moh Yanuar Jarwadi Purwanto, Muhammad Yanuar J. Purwanto, Yanuar Jarwadi R. Sjarief Widjaja R.P. Santun Sitorus Rachman kurniawan Rachman, Noer F Rakhman Adhiatma Ramadhan, Risky Ramdhani Retno Panuju, Dyah Ridwan Adi Surya Rizal Syarief Nazriel Rudi P Tambunan Rudi P Tambunan, Rudi P Rusli Anwar S H Sutjahjo S H Sutjahjo S Kahono S Sabiham S Sabiham S. Sabiham S.D. Tarigan S.P. Mulia, S.P. Sahara Saida Saida Saida, Saida Saksono Raharjo Salatnaya, H. Salis Deris Artikanur Sambas Basuni Santun R. P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun Risma Pandepotan Sitorus Sarwono Hardjowigeno Setiardi P. Mulya Setyardi Pratika Mulya, Setyardi Pratika Setyono Hari Adi Sigit Santosa Siti Nurisjah Sri Lestari Munajati, Sri Lestari Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudirman Yahya Sumardjo Supiandi Supiham Suprajaka Suprajaka Suprajaka Suprajaka Suratman, Suratman Suria Darma Tarigan Surjono H. Sutjahjo Surjono H. Sutjahjo Surjono Hadi Sutjahjo Suwardi Suwardi Suwarli . Suwarno Suwarno Syaifuddin, Zubair Syaiful Anwar Syamsul Arifin Syarif Budhiman Syarif, Rizal Syartinilia . Taryono Taryono Teti Arabia Tivianton, Tommy Andryan Untung Sudadi Varian Triantomo Veybi Djoharam Veybi Djoharam Wening Sri Wulandari Widia Siska Winny Dian Wibawa Wiwik Yuniarti Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Ambarwulan Wuri Cahyaningrum Wuri Cahyaningrum, Wuri Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yunandar Yunandar Yuniar, P. S. Yusanto A Nugroho Yusanto A Nugroho, Yusanto A Yuwono, Probo Zaenal Abidin