p-Index From 2021 - 2026
9.017
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISTORIA Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Sejarah dan Budaya JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vidya Karya Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Jurnal Sejarah Yupa: Historical Studies Journal Berkala Arkeologi Tawarikh : Journal of Historical Studies ATIKAN SUSURGALUR Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) IKRA-ITH ABDIMAS Buletin Ilmiah Nagari Membangun Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Graha Pengabdian Journal of Community Service and Empowerment AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Law, Poliitic and Humanities Historiography HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Journal of Innovative and Creativity Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Berkala Arkeologi Journal of Innovation and Teacher Professionalism
Claim Missing Document
Check
Articles

Daya tarik wisata sejarah budaya di Malang Raya Daya Negri Wijaya; Ismail Lutfi; Reza Hudiyanto; Deny Yudo Wahyudi; Fitri Ariska
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i32023p401-410

Abstract

Wilayah Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu berada di Provinsi Jawa Timur, menawarkan kombinasi kekayaan sejarah, warisan budaya, dan keindahan alam yang menakjubkan. Hal ini menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menarik bagi para pengunjung. Namun, dalam masyarakat sering kali situs sejarah di wilayah tersebut tidak mendapat perhatian yang cukup, baik dalam hal perawatan maupun pemahaman terhadap cerita sejarah yang berkembang di sekitarnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan ethnohistory. Metode kepustakaan digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber-sumber tertulis yang ada, sedangkan ethnohistory memberikan wawasan tentang perspektif budaya dan masyarakat lokal terkait dengan situs-situs sejarah tersebut. Penelitian ini mengulas wisata sejarah budaya di berbagai masa, termasuk masa Hindu-Budha, masa Islam, masa kolonial, dan masa pendudukan Jepang. Tujuannya adalah memberikan pandangan objektif tentang situasi sebenarnya dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap warisan sejarah yang ada di Malang Raya. Dengan adanya artikel ini, diharapkan masyarakat dapat memahami akar budaya mereka sendiri, memperkuat jati diri bangsa, serta menjaga warisan berharga ini bagi generasi mendatang.The Greater Malang area, which includes Malang City, Malang Regency, and Batu City, is in East Java Province, offering a combination of rich history, cultural heritage, and stunning natural beauty. This makes it an attractive tourist destination for visitors. However, in society, historical sites in the region often do not receive sufficient attention, both in maintaining and understanding the historical stories that develop around them. This study uses the methods of literature study and ethnohistory. The literary method is used to obtain information from existing written sources, while ethnohistory provides insight into the cultural and local community perspectives related to these historical sites. This research reviews cultural history tourism in various eras, including the Hindu-Buddhist period, the Islamic period, the colonial period, and the Japanese occupation period. The aim is to provide an objective view of the actual situation and invite the public to increase awareness and appreciation of the historical heritage of Malang Raya. With this article, it is hoped that people can understand their cultural roots, strengthen their national identity, and protect this valuable heritage for future generations. 
Trem di Pasuruan akhir abad XIX dan potensinya sebagai media pembelajaran sejarah Davia Faringggasari; Daya Negri Wijaya
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i42023p456-475

Abstract

This study aims to describe the tram in Pasuruan in the late 19th century and its potential as a media for learning history. The authors use historical research methods which are divided into five stages, namely topic selection, source collection, historical criticism, interpretation and historiography. The results of this study show that the construction and operation of trams was one of the solutions of the Dutch government to transportation problems related to the transportation and distribution of plantation products in the Pasuruan region at the end of the 19th century.  The existence of trams in Pasuruan was considered to be able to solve the deadlock of mass transportation in Pasuruan. As an effort to attract students' interest in learning, the historical content of trams in Pasuruan at the end of the 19th century was able to be packaged using a variety of interesting technology-based learning media including Infographics, documentaries, animated videos, Comics, Educational Ladder Snakes. Researchers also offer other learning media, namely LEACO (Qr-Code-based Leaflet). Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan trem di Pasuruan akhir abad XIX dan potensinya sebagai media pembelajaran sejarah. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang dibagi menjadi lima tahapan yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sejarah, interprestasi dan historiografi. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa pembangunan dan pengoperasian trem merupakan salah satu solusi dari pemerintah Belanda terhadap permasalahan transportasi terkait pengangkutan dan pendistribusian barang hasil perkebunan di wilayah Pasuruan pada akhir abad XIX.  Keberadaan trem di Pasuruan dianggap mampu memecahkan terkait kebuntuan angkutan massal di Pasuruan. Sebagai upaya untuk menarik minat belajar siswa, konten sejarah trem di Pasuruan akhir abad XIX dapat dikemas menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik berbasis teknologi meliputi Infografis, film dokumenter, video animasi, Komik, Ular Tangga Edukatif. Peneliti juga menawarkan media pembelajaran lainnya yaitu LEACO (Leaflet berbasis Qr-Code).
The toponymy of the villages in Ambon Island: A historical and archaeological study: Toponimi desa-desa di Nusa Ambon: Kajian sejarah dan arkeologi Daya Negri Wijaya; Deny Yudo Wahyudi; Siti Zainatul Umaroh; Ninie Susanti; Rendy Aditya Putra Ertrisia
Berkala Arkeologi Vol. 41 No. 1 (2021)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v41i1.600

Abstract

Previously, several toponymy studies have already been conducted both in the Nusa (Island) Ambon as well as in the City of Ambon. However, previous studies have not used the historical and archaeological approach. The use of this approach could ease the researchers to reveal the cross-cultural meeting in a specific locus. Taking the Island of Ambon as a locus, the researchers aim to find the origin of village names and the cultural intersection in Leihitu and Leitimor Peninsula. There were three steps conducted to collect and analyse data using historical and archaeological approach. Firstly, the researchers identified and took a tabulation of the village names, mentioned by the Hikayat Tanah Hitu (The Epic of Hitu Land) and three ancient maps. Secondly, the researchers identified various archaeological remains located in the scattered villages. Finally, the researchers analysed the origin of village names by searching the word-meanings, finding the present locations, and describing the role of the contemporary cultures (Islamic and Colonial period) in the past. The researchers found 12 villages with 22 archaeological remains. All related communities have the archaeological remains which could explain the local dynamics, but there are merely ten villages which name meanings could be identified.
KI SAMIN SUROSENTIKO: THE STRUGGLE OF RATU ADIL 1889-1914 Firza Azzam Fadilla; Daya Negri Wijaya; Ari Sapto; Aditya Nugroho Widiadi
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v16i1.51591

Abstract

The research topic in this study examines the role and autobiography of Ki Samin Surosentiko or Raden Kohar, who was a farmer who became a preacher and messiah in the saminism movement in the period 1889-1914. The teachings of Ageman Adam or Religions of Adam, the concepts of millenarianism, messianism were used to oppose the policy of tax payment and land tenure through the sikep resistance movement the Dutch East Indies Government in Central Java and East Java. This research is a historical research using historical research methodology so that this research aims to reveal historical facts from the perspective of the Dutch East Indies and saminism by using primary historical and newspapers as well as historical records of teaching saminism figures and using the approach of resistance theory and social resistance movement theory. The result of this research is, that Samin Surosentiko is a lineage of Javanese aristocrats who are considered to have charisma, magic, or sekti. Therefore, he is believed to be a messiah or Ratu Adil figure who is believed to bring salvation, revive the glory days of the indigenous people in the past, and can bring freedom from European colonialism. There is a fact that Saminism followers do not always carry out sikep resistance that prioritise the teachings and values preached by Samin Soerosentiko. There was one of the followers of Samin Soerosentiko, named Modongso who fought back with violence due to the arrest of Samin Surosentiko in 1907 by the Dutch East Indies Government.
DAMPAK PENGGUNAAN WEB WORDWALL PADA MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 MALANG Dluha, Mohamad Wildan Syamsu; Wijaya, Daya Negri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelusuri dampak penerapan website Wordwall terhadap minat dan aktivitas belajar siswa SMA Negeri 1 Malang dalam pelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan website Wordwall memengaruhi minat belajar siswa serta bagaimana siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sejarah menggunakan aplikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan website Wordwall secara positif mempengaruhi minat belajar siswa dalam pelajaran sejarah. Siswa menunjukkan minat yang lebih tinggi dalam mengikuti materi pembelajaran melalui aplikasi ini. Selain itu, website Wordwall juga meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan memberikan tantangan dan interaksi yang menarik dalam proses pembelajaran. Diskusi dalam artikel ini mengangkat konsep efektivitas website Wordwall dalam meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan website ini juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan menarik menggunakan teknologi aplikasi.
SEJARAH MUNCULNYA PEMIKIRAN PENDIDIKAN MERDEKA KI HAJAR DEWANTARA TAHUN 1922 - 1942 Dhani, Arif Perwira; Wijaya, Daya Negri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan faktor-faktor penyebab munculnya pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan Merdeka pada tahun 1922–1942. Hal ini berasal dari ketidakpuasan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan pemerintah kolonial sehingga mendorongnya merumuskan gagasan-gagasannya sendiri mengenai pendidikan yang ideal. Selain itu, artikel ini menjelaskan bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dipengaruhi para pelopor pendidikan seperti Maria Montessori, Frederich Frobel, dan Rabindranath Tagore. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman mengenai sejarah Ki Hajar Dewantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Artikel ini menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan dan hermeneutika. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, pemikiran Ki Hajar Dewantara terbentuk melalui dialektika kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat Hindia Belanda saat itu. Atas dasar itu, Ki Hajar Dewantara merumuskan Pendidikan Merdeka yang bertujuan untuk memerdekakan anak secara individu dan bermasyarakat.
ENRICHMENT MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH TENTANG KUMPENI DI BANGER ABAD XVIII Kusuma, Paundra Wangsa Fajar; Wijaya, Daya Negri
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i2.22216

Abstract

Artikel ini ditulis untuk pengembangan materi pembelajaran sejarah tentang Kumpeni di Banger Abad XVIII. Metode sejarah digunakan sebagai acuan dalam menyelesaikan artikel ini melalui tahap pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Artikel ini menghimpun hasil penelitian terdahulu yang telah merekonstruksi pengaruh Kumpeni di Banger Abad XVII pada aspek politik, ekonomi, dan sosial. Historiografi tersebut berguna sebagai enrichment dalam pembelajaran sejarah pada materi Penjajahan Bangsa Barat Indonesia pada jenjang SMA/Sederajat sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka. Penulisan artikel ini berupaya untuk mengkaji, menelaah, dan menarasikan dampak kolonialisme Kumpeni di Banger Abad XVIII dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial untuk selanjutnya dapat dijadikan suplemen berikut dengan contoh implementasinya pada jenjang SMA/sederajat. Kajian ini dapat membangun rekonstruksi sejarah secara menyeluruh sehingga dapat menghasilkan ilmu pengetahuan, persepsi, dan historiografi kolonialisme di Nusantara berdasar perspektif lokal guna kebutuhan pendidikan sejarah era Kurikulum Merdeka.
Gaya Hidup Masyarakat di Kawasan Weltevreden, Batavia Tahun 1900-1942 Hibatullah, Muhammad Imam; Wijaya, Daya Negri
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.60668

Abstract

This paper describes the lifestyle of people living in the Weltevreden area, a district in the city of Batavia in the period 1900-1942. The lifestyle discussed includes language, clothing, music and entertainment, among others. The authors use the historical method to analyze textual sources and visual sources. Available sources include newspapers, books, photographs, official government records, and scientific articles. The results of this study show that Indis culture which developed on the island of Java since around the 17th century has a strong influence on the lifestyle of people in urban Java. In the Weltevreden area, the people's lifestyle influenced by Indis culture is visible in the way they dress, speak, enjoy music and entertainment carried out by European and the native people. Apart from Europe, the lifestyle of the people in the Weltevreden area also experiences mixing and adaptation because there are other groups such as the natives, Chinese and Arabs who live in the area. The lifestyles between these groups were different based on the cultural background of each group.
Enrichment materi pembelajaran sejarah tentang kepemimpinan politik dan ekonomi masa Raja Airlangga di kelas X Wibisono, Alif; Lutfi, Ismail; Wijaya, Daya Negri
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p15-29

Abstract

AbstractThis study discusses the enrichment of political and economic leadership material of King Airlangga. The method used is library research. The steps of library research are identification, classification, understanding and presentation.  The result of this study is the enrichment of material is important in addition to adding material in history textbooks can also deepen the material that already exists in history textbooks. In addition, King Airlangga is very worthy of study because he succeeded in advancing the economy with his foreign policy, trading with China and succeeded in attracting foreigners to come to his area, namely craftsmen and artists, for this reason he built dams to reduce flooding, ports to attract foreigners to come to the kingdom and roads to facilitate access from the port to the kingdom, King Airlangga's leadership in politics King Airlangga fought rebellious areas and areas that helped get a sima prize where the area was exempted from paying taxes but in exchange for taking care of the sacred buildings in the area.AbstrakKajian ini membahas enrichment materi kepemimpinan politik dan ekonomi masa Raja Airlangga. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Langkah penelitian pustaka adalah identifikasi, klasifikasi, pemahaman dan penyajian.  Hasil dari penelitian ini adalah pengayaan materi penting dilakukan selain untuk menambah materi yang ada pada buku teks sejarah juga dapat memperdalam materi yang sudah ada dalam buku teks sejarah. Selain itu Raja Airlangga sangat layak untuk dikaji karena berhasil memajukan ekonomi dengan kebijakan luar negerinya, berdagang dengan Cina serta berhasil menarik minat orang luar negeri datang ke daerahnya yaitu para pengrajin dan seniman, untuk itu dibangunnya bendungan untuk mengurangi banjir, pelabuhan untuk menarik minat orang luar negeri datang ke kerajaan dan jalan-jalan untuk memudahkan akses dari pelabuhan ke kerajaan, kepemimpinan Raja Airlangga dalam politik Raja Airlangga memerangi daerah yang memberontak dan daerah yang membantu mendapatkan hadiah sima di mana daerah tersebut dibebaskan membayar pajak akan tetapi sebagai gantinya untuk merawat bangunan suci yang ada pada daerah tersebut. 
Kajian historis carok di Madura pada masa kolonialisme Belanda Hafida, Melina Nur; Wijaya, Daya Negri; Agung, Dewa Agung Gede; Widiadi, Aditya Nugroho
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i1.18568

Abstract

Secara historis pada abad 18 M carok dilakukan sebagai upaya melawan kolonialisme. Carok di simbolkan dengan cerulit sebagai perlawanan. Bagi Belanda celurit disimbolkan sebagai para jagoan. Lalu kesewenangan Belanda ingin membeli lahan seluas-luasnya dengan harga murah melalui carik rembang dengan cara licik untuk memenuhi keinginan. Keresaan ini menimbulkan ketidakadilan hingga muncul penggagalan carik rembang oleh Sakera. Selanjutnya Belanda mengutus salah satu jagoan pabrik untuk membunuh sakera, sehingga masyarakat tergerak menentang. Namun, Belanda melakukan adu domba hingga membuat citra celurit maupun Madura menjadi negatif. Sebelum melakukan Carok terdapat persyaratan khusus yang harus terpenuhi terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan mengkaji dari sisi historis pemaknaan carok di Madura pada masa kolonialisme Belanda dengan menggunakan metode historis. Tahapan metode historis diantaranya heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Heuristik berupa primer keterangan dari informan dan sekunder buku dan journal dengan kata kunci Madura dan carok. Tahap kritik data primer dan sekunder diseleksi secara intern untuk mengetahui kredibilitas dan autensitas sumber Pada tahap intepretasi menggunakan teori identitas budaya struart hall. Hasil penelitian ini istilah carok pertama kali dikenal dan dilakukan oleh masyarakat Madura pada masa kolonialisme Belanda. Awal mula dilakukan carok untuk menentang dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pada masa sekarang carok dianggap sebagai identitas budaya masyarakat Madura.
Co-Authors Aditya Nugroho Widiadi Aimi Musa Alfi Rohmatul Azizah Alma Huwaida Ramadhani Alma Huwaida Ramadhani Ananda, Labuda Shofiya Andhika Yuda Pratama Andhika Yudha Pratama Annisya Annisya’ Ari Sapto Ari Sapto Astutik, Winda Tri Aulya, Salwa Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Dani Irawan Dani Irawan Davia Faringggasari Deny Yudho Wahyudi Deny Yudo Wahyudi Deo Rany Bhetamex Dewa Agung Gede Agung Dhani, Arif Perwira Dluha, Mohamad Wildan Syamsu DZIKRI, MUHAMMAD Edi Saputra Ertrisia, Rendy Aditya Putra Evania Yafie Evanie Yafie Fadilla, Firza Azzam Fadly, Ilyas Firza Azzam Fadilla Firza Azzam Fadilla Fitri Ariska Fitriansyach, Ashanty Thania FX Domini BB Hera FX Domini BB Hera FX. Domini BB Hera Gea, Maria Gabyelent Gema Budiarto Gentur Israj’ Maulana Hafida, Melina Nur Hana, Muhammad Yusril Hariyono Hariyono Hariyono Hariyono Hartono Hartono Hartono Hartono Heny Kusdiyanti, Heny Herlin Pujiarti Hibatullah, Muhammad Imam Ikhrom, Anisa Musyaroful Ismail Lutfi Jamhari Jamhari Joko Sayono Jr, Fernando A. Santiago Kusuma, Paundra Wangsa Fajar Labuda Shofiya Ananda Laili, Vita Sabrina Azda Larasati, Adinda Dwi M. Anas Tohir Madhu Puspa Ayu Pengukir Mantab, Porntip Mashuri Mashuri Masruroh, Heni Maulana Fariqi Nuri Maulidah, Alvin Meritasari, Dini Putri Ratna Miftakhul Munir Moh. Heris Setiawan Mufti, Muhammad 'Afwan Muhammad 'Afwan Mufti Muhammad ‘Afwan Mufti Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Ninie Susanti Ninie Susanti Nurul Jannah Prasety, Ella Jayahuda Primasa Minerva Nagari Privera Ajeng Ersanda Putri Sakina, Fadhila Putri, Silvia Meilani Afira Qalbiyah, Syifaul Rachmadi, Renanda Radiallah, Abdan Rahmah, Nadya Rendy Aditya Putra Ertrisia Rendy Aditya Putra Ertrisia Retno Dewi Pramodia Ahsani Reza Hudiyanto Ryan Ainnur Akbar Shela Dwi Utari Shela Dwi Utari Shovi Wiranata Febriani Silfia Diva Nofita Silvia Dita Nofita Siti Zainatul Umaroh Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sri Mulyani Susanti, Ninie Suti Mega Nur Azizah Syah, Edwin Fitria Syifaul Qalbiyah Umaroh, Siti Zainatul Utari, Shela Dwi Vita Sabrina Azda Laili Wahyudi, Deny Yudho Wibisono, Alif Wiwik Astuti Wiwik Astuti Wulandari, Prisca Kiki Yazril Azkar, Razaan Yudistira, Rasyid Alif