p-Index From 2021 - 2026
6.799
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISTORIA Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Sejarah dan Budaya JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vidya Karya Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Jurnal Sejarah Yupa: Historical Studies Journal Berkala Arkeologi Tawarikh : Journal of Historical Studies ATIKAN SUSURGALUR Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review IKRA-ITH ABDIMAS Buletin Ilmiah Nagari Membangun Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Graha Pengabdian Journal of Community Service and Empowerment Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Law, Poliitic and Humanities Historiography HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Berkala Arkeologi Journal of Innovation and Teacher Professionalism
Claim Missing Document
Check
Articles

The Development of Painting in the Dutch East Indies in 1800-1936 Shela Dwi Utari; Daya Negri Wijaya
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 11, No 2 (2023): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v11i2.7721

Abstract

The development of art in the Dutch East Indies was very dynamic by what was the tendency of the school at that time. Before the influence of European culture entered the painting, Indonesian people had characteristics related to traditional painting. However, when the European genre of painting entered, it triggered the development of indies painting and indie mooi. Therefore, this article wants to examine the development of painting in the Dutch East Indies from 1800-1936. The method used is a literature study by reviewing journals, books, or historical sources that are contemporary or related to painting from 1800-1936. The results of this article found that before 1800, traditional painters used puppet media as a painting medium. Then the story's focus is the Heroic Stories, and the religious aspect takes precedence. However, when colonial penetration entered the painting, it was secular and more commercial according to market interests like mooi indie and indis. The Pita Maha in Bali is evidence of the acculturation of European and traditional painting to this day.
The 1629 Acehnese Invasion of Malacca: A Eurasian Perspective Wijaya, Daya Negri
Paramita: Historical Studies Journal Vol 32, No 2 (2022): Social, Political, and Economic History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v32i2.36883

Abstract

The rising tension in the Straits of Malacca in the first half of the 17th century forced the political entities to make an ally on one side and invade other states on the other side. Acehnese Sultanate succeeded in capturing all Malay states, except for Malacca. The desire to control the straits forced them to make an assault. Interestingly, the 1629 Acehnese siege of Malacca was perceived differently. The Acehnese chronicles seem to be quiet except for the Bustan Al-Salatin. However, the European sources are proud to explain the Portuguese victory over the greatest fleet in Asia. The available Eurasian sources should be exploited to cross-check the historical data and narrate more accurately. The siege started when the Acehnese were anchored and fortified. However, they succeeded in surrounding the fortress for a month, but the Luso-Malay joint forces could counter-attack and drive them out from Malacca. The Portuguese relief forces continued to patrol the straits after the Acehnese failure. Unfortunately, the death of Nuno Alvares Botelho in the tragedy of the Dutch ship’s explosion forced the Portuguese to bury their dream of securing the mercantile route of India and China from the Dutch threat. Meningkatnya tensi di Selat Melaka di pertengahan paruh pertama abad 17 telah mendorong entitas politik untuk membuat sekutu dalam satu sisi dan melakukan invasi pada negara lain pada sisi yang lain. Kesultanan Aceh berhasil mencaplok semua negara Melayu kecuali Melaka. Keinginan kuat untuk mengontrol selat memaksa mereka untuk melakukan serangan. Menariknya, penyerbuan Aceh di Melaka tahun 1629 dilihat secara berbeda. Hikayat-hikayat Aceh terlihat diam kecuali the Bustan Al-Salatin, tetapi sumber Eropa dengan bangga menjelaskan kemenangan Portugis atas armada terbesar yang pernah ada di Asia. Ketersediaan sumber-sumber Eropa dan Asia seharusnya dieksploitasi bukan hanya untuk proses verifikasi sumber data tetapi juga untuk menarasikan lebih akurat. Penyerbuan dimulai ketika Aceh mendarat dan membuat benteng. Walaupun mereka, berhasil mengepung benteng Melaka selama sebulan tetapi pasukan gabungan Luso-Melayu dapat memukul balik and menendang mereka keluar. Pasukan penyelamat Portugis terus melanjutkan tugasnya untuk melakukan patroli di selat setelah kegagalan Aceh. Sayangnya, kematian Nuno Alvares Botelho dalam tragedi meletusnya kapal Belanda memaksa orang-orang Portugis mengubur impiannya untuk mengamankan jalur perdagangan India dan China dari ancaman Belanda.  Cite this article: Wijaya, D.N. (2022). The 1629 Acehnese Invasion of Malacca: A Eurasian Perspective. Paramita: Historical Studies Journal, 32(2), 221-229. http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v32i2.36883 
FILM DOKUMENTER “HULA-KETA” SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL-BUDAYA DI KOTA TIDORE KEPULAUAN Daya Negri Wijaya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.87551

Abstract

Tulisan ini berupaya membahas strategi pelestarian hula-keta (sagu panggang) di Tidore dengan menggunakan film dokumenter. Dengan menggunakan metode etnografi dan pendekatan kualitatif, penulis mengumpulkan berbagai data (tekstual dan audio-visual) dengan berbagai teknik meliputi wawancara dengan para informan kunci, observasi beberapa lokasi penting, dan dokumentasi (pengambilan gambar dan video) beberapa lokasi bersejarah. Kekayaan data memudahkan penulis untuk menyusun jalan cerita film dan menyajikannya dalam bentuk film dokumenter. Penulis secara kolaboratif menginisiasi pembuatan film dokumenter bertajuk “hula-keta: bukan Maluku tanpa Sagu” (2023). Film ini mengisahkan aspek kesejarahan, pengolahan, dan cara menikmati sagu panggang itu. Selain itu, berbagai isu terkait eksistensi dan upaya pewarisan hula-keta juga digambarkan. Film ini dapat dijadikan sebagai media penguatan ketahanan sosial-budaya di Tidore. Jejak rekam film ini tetap dapat dinikmati oleh generasi penerus. Mereka diharapkan dapat terinspirasi dan meneruskan estafet pewarisan kebudayaan di Tidore. Selain itu, penulis juga berharap bahwa film dokumenter dapat digunakan untuk memberikan berbagai pesan moral pada khalayak. Para pembuat film dokumenter atau jenis film lainnya jangan hanya tergiur pada keuntungan yang didapat dan jumlah penonton yang melihat. Sudah seharusnya mereka ikut berpartispasi dalam melestarikan kebudayaan daripada berfokus melakukan komodifikasi kebudayaan itu sendiri.
Daya tarik wisata sejarah budaya di Malang Raya Daya Negri Wijaya; Ismail Lutfi; Reza Hudiyanto; Deny Yudo Wahyudi; Fitri Ariska
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i32023p401-410

Abstract

Wilayah Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu berada di Provinsi Jawa Timur, menawarkan kombinasi kekayaan sejarah, warisan budaya, dan keindahan alam yang menakjubkan. Hal ini menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menarik bagi para pengunjung. Namun, dalam masyarakat sering kali situs sejarah di wilayah tersebut tidak mendapat perhatian yang cukup, baik dalam hal perawatan maupun pemahaman terhadap cerita sejarah yang berkembang di sekitarnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan ethnohistory. Metode kepustakaan digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber-sumber tertulis yang ada, sedangkan ethnohistory memberikan wawasan tentang perspektif budaya dan masyarakat lokal terkait dengan situs-situs sejarah tersebut. Penelitian ini mengulas wisata sejarah budaya di berbagai masa, termasuk masa Hindu-Budha, masa Islam, masa kolonial, dan masa pendudukan Jepang. Tujuannya adalah memberikan pandangan objektif tentang situasi sebenarnya dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap warisan sejarah yang ada di Malang Raya. Dengan adanya artikel ini, diharapkan masyarakat dapat memahami akar budaya mereka sendiri, memperkuat jati diri bangsa, serta menjaga warisan berharga ini bagi generasi mendatang.The Greater Malang area, which includes Malang City, Malang Regency, and Batu City, is in East Java Province, offering a combination of rich history, cultural heritage, and stunning natural beauty. This makes it an attractive tourist destination for visitors. However, in society, historical sites in the region often do not receive sufficient attention, both in maintaining and understanding the historical stories that develop around them. This study uses the methods of literature study and ethnohistory. The literary method is used to obtain information from existing written sources, while ethnohistory provides insight into the cultural and local community perspectives related to these historical sites. This research reviews cultural history tourism in various eras, including the Hindu-Buddhist period, the Islamic period, the colonial period, and the Japanese occupation period. The aim is to provide an objective view of the actual situation and invite the public to increase awareness and appreciation of the historical heritage of Malang Raya. With this article, it is hoped that people can understand their cultural roots, strengthen their national identity, and protect this valuable heritage for future generations. 
Trem di Pasuruan akhir abad XIX dan potensinya sebagai media pembelajaran sejarah Davia Faringggasari; Daya Negri Wijaya
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i42023p456-475

Abstract

This study aims to describe the tram in Pasuruan in the late 19th century and its potential as a media for learning history. The authors use historical research methods which are divided into five stages, namely topic selection, source collection, historical criticism, interpretation and historiography. The results of this study show that the construction and operation of trams was one of the solutions of the Dutch government to transportation problems related to the transportation and distribution of plantation products in the Pasuruan region at the end of the 19th century.  The existence of trams in Pasuruan was considered to be able to solve the deadlock of mass transportation in Pasuruan. As an effort to attract students' interest in learning, the historical content of trams in Pasuruan at the end of the 19th century was able to be packaged using a variety of interesting technology-based learning media including Infographics, documentaries, animated videos, Comics, Educational Ladder Snakes. Researchers also offer other learning media, namely LEACO (Qr-Code-based Leaflet). Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan trem di Pasuruan akhir abad XIX dan potensinya sebagai media pembelajaran sejarah. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang dibagi menjadi lima tahapan yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sejarah, interprestasi dan historiografi. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa pembangunan dan pengoperasian trem merupakan salah satu solusi dari pemerintah Belanda terhadap permasalahan transportasi terkait pengangkutan dan pendistribusian barang hasil perkebunan di wilayah Pasuruan pada akhir abad XIX.  Keberadaan trem di Pasuruan dianggap mampu memecahkan terkait kebuntuan angkutan massal di Pasuruan. Sebagai upaya untuk menarik minat belajar siswa, konten sejarah trem di Pasuruan akhir abad XIX dapat dikemas menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik berbasis teknologi meliputi Infografis, film dokumenter, video animasi, Komik, Ular Tangga Edukatif. Peneliti juga menawarkan media pembelajaran lainnya yaitu LEACO (Leaflet berbasis Qr-Code).
The toponymy of the villages in Ambon Island: A historical and archaeological study: Toponimi desa-desa di Nusa Ambon: Kajian sejarah dan arkeologi Daya Negri Wijaya; Deny Yudo Wahyudi; Siti Zainatul Umaroh; Ninie Susanti; Rendy Aditya Putra Ertrisia
Berkala Arkeologi Vol. 41 No. 1 (2021)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v41i1.600

Abstract

Previously, several toponymy studies have already been conducted both in the Nusa (Island) Ambon as well as in the City of Ambon. However, previous studies have not used the historical and archaeological approach. The use of this approach could ease the researchers to reveal the cross-cultural meeting in a specific locus. Taking the Island of Ambon as a locus, the researchers aim to find the origin of village names and the cultural intersection in Leihitu and Leitimor Peninsula. There were three steps conducted to collect and analyse data using historical and archaeological approach. Firstly, the researchers identified and took a tabulation of the village names, mentioned by the Hikayat Tanah Hitu (The Epic of Hitu Land) and three ancient maps. Secondly, the researchers identified various archaeological remains located in the scattered villages. Finally, the researchers analysed the origin of village names by searching the word-meanings, finding the present locations, and describing the role of the contemporary cultures (Islamic and Colonial period) in the past. The researchers found 12 villages with 22 archaeological remains. All related communities have the archaeological remains which could explain the local dynamics, but there are merely ten villages which name meanings could be identified.
KI SAMIN SUROSENTIKO: THE STRUGGLE OF RATU ADIL 1889-1914 Firza Azzam Fadilla; Daya Negri Wijaya; Ari Sapto; Aditya Nugroho Widiadi
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v16i1.51591

Abstract

The research topic in this study examines the role and autobiography of Ki Samin Surosentiko or Raden Kohar, who was a farmer who became a preacher and messiah in the saminism movement in the period 1889-1914. The teachings of Ageman Adam or Religions of Adam, the concepts of millenarianism, messianism were used to oppose the policy of tax payment and land tenure through the sikep resistance movement the Dutch East Indies Government in Central Java and East Java. This research is a historical research using historical research methodology so that this research aims to reveal historical facts from the perspective of the Dutch East Indies and saminism by using primary historical and newspapers as well as historical records of teaching saminism figures and using the approach of resistance theory and social resistance movement theory. The result of this research is, that Samin Surosentiko is a lineage of Javanese aristocrats who are considered to have charisma, magic, or sekti. Therefore, he is believed to be a messiah or Ratu Adil figure who is believed to bring salvation, revive the glory days of the indigenous people in the past, and can bring freedom from European colonialism. There is a fact that Saminism followers do not always carry out sikep resistance that prioritise the teachings and values preached by Samin Soerosentiko. There was one of the followers of Samin Soerosentiko, named Modongso who fought back with violence due to the arrest of Samin Surosentiko in 1907 by the Dutch East Indies Government.
DAMPAK PENGGUNAAN WEB WORDWALL PADA MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 MALANG Dluha, Mohamad Wildan Syamsu; Wijaya, Daya Negri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelusuri dampak penerapan website Wordwall terhadap minat dan aktivitas belajar siswa SMA Negeri 1 Malang dalam pelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan website Wordwall memengaruhi minat belajar siswa serta bagaimana siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sejarah menggunakan aplikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan website Wordwall secara positif mempengaruhi minat belajar siswa dalam pelajaran sejarah. Siswa menunjukkan minat yang lebih tinggi dalam mengikuti materi pembelajaran melalui aplikasi ini. Selain itu, website Wordwall juga meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan memberikan tantangan dan interaksi yang menarik dalam proses pembelajaran. Diskusi dalam artikel ini mengangkat konsep efektivitas website Wordwall dalam meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan website ini juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan menarik menggunakan teknologi aplikasi.
SEJARAH MUNCULNYA PEMIKIRAN PENDIDIKAN MERDEKA KI HAJAR DEWANTARA TAHUN 1922 - 1942 Dhani, Arif Perwira; Wijaya, Daya Negri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan faktor-faktor penyebab munculnya pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan Merdeka pada tahun 1922–1942. Hal ini berasal dari ketidakpuasan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan pemerintah kolonial sehingga mendorongnya merumuskan gagasan-gagasannya sendiri mengenai pendidikan yang ideal. Selain itu, artikel ini menjelaskan bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dipengaruhi para pelopor pendidikan seperti Maria Montessori, Frederich Frobel, dan Rabindranath Tagore. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman mengenai sejarah Ki Hajar Dewantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Artikel ini menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan dan hermeneutika. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, pemikiran Ki Hajar Dewantara terbentuk melalui dialektika kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat Hindia Belanda saat itu. Atas dasar itu, Ki Hajar Dewantara merumuskan Pendidikan Merdeka yang bertujuan untuk memerdekakan anak secara individu dan bermasyarakat.
ENRICHMENT MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH TENTANG KUMPENI DI BANGER ABAD XVIII Kusuma, Paundra Wangsa Fajar; Wijaya, Daya Negri
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i2.22216

Abstract

Artikel ini ditulis untuk pengembangan materi pembelajaran sejarah tentang Kumpeni di Banger Abad XVIII. Metode sejarah digunakan sebagai acuan dalam menyelesaikan artikel ini melalui tahap pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Artikel ini menghimpun hasil penelitian terdahulu yang telah merekonstruksi pengaruh Kumpeni di Banger Abad XVII pada aspek politik, ekonomi, dan sosial. Historiografi tersebut berguna sebagai enrichment dalam pembelajaran sejarah pada materi Penjajahan Bangsa Barat Indonesia pada jenjang SMA/Sederajat sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka. Penulisan artikel ini berupaya untuk mengkaji, menelaah, dan menarasikan dampak kolonialisme Kumpeni di Banger Abad XVIII dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial untuk selanjutnya dapat dijadikan suplemen berikut dengan contoh implementasinya pada jenjang SMA/sederajat. Kajian ini dapat membangun rekonstruksi sejarah secara menyeluruh sehingga dapat menghasilkan ilmu pengetahuan, persepsi, dan historiografi kolonialisme di Nusantara berdasar perspektif lokal guna kebutuhan pendidikan sejarah era Kurikulum Merdeka.
Co-Authors Aditya Nugroho Widiadi Alma Huwaida Ramadhani Ananda, Labuda Shofiya Andhika Yuda Pratama Andhika Yudha Pratama Annisya Ari Sapto Astutik, Winda Tri Aulya, Salwa Azizah , Suti Mega Nur Azizah, Alfi Rohmatul Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Dani Irawan Davia Faringggasari Deny Yudho Wahyudi Deny Yudo Wahyudi Dewa Agung Gede Agung Dhani, Arif Perwira Dluha, Mohamad Wildan Syamsu DZIKRI, MUHAMMAD Ersanda, Privera Ajeng Ertrisia, Rendy Aditya Putra Evania Yafie Evanie Yafie Fadilla, Firza Azzam Fadly, Ilyas Febriani, Shovi Wiranata Firza Azzam Fadilla Fitri Ariska Fitriansyach, Ashanty Thania FX Domini BB Hera FX. Domini BB Hera Gea, Maria Gabyelent Hafida, Melina Nur Hana, Muhammad Yusril Hariyono Hariyono Hariyono, H. Hartono Hartono Herlin Pujiarti Hibatullah, Muhammad Imam Ikhrom, Anisa Musyaroful Ismail Lutfi Jamhari Jamhari Joko Sayono Jr, Fernando A. Santiago Kusuma, Paundra Wangsa Fajar Laili, Vita Sabrina Azda Larasati, Adinda Dwi Mantab, Porntip Mashuri Mashuri Masruroh, Heni Maulana, Gentur Israj’ Maulidah, Alvin Meritasari, Dini Putri Ratna Mufti, Muhammad 'Afwan Mufti, Muhammad ‘Afwan Munir, Miftakhul Musa, Aimi Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Ninie Susanti Ninie Susanti Nurul Jannah Prasety, Ella Jayahuda Prima Minerva Primasa Minerva Nagari Putri Sakina, Fadhila Putri, Silvia Meilani Afira Qalbiyah, Syifaul Rachmadi, Renanda Radiallah, Abdan Rahmah, Nadya Rendy Aditya Putra Ertrisia Rendy Aditya Putra Ertrisia Retno Dewi Pramodia Ahsani Reza Hudiyanto Shela Dwi Utari Siti Zainatul Umaroh Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sri Mulyani Susanti, Ninie Umaroh, Siti Zainatul Utari, Shela Dwi Wahyudi, Deny Yudho Wibisono, Alif Wulandari, Prisca Kiki Yazril Azkar, Razaan