p-Index From 2021 - 2026
6.291
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF PADA MOBIL LISTRIK TEUB SEV Ahmad Yusuf Rizki; n/a Wijono; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hampir semua kalangan penduduk Indonesia sudah menggunakan kendaraan roda 4 berbahan bakar minyak untuk sarana transportasi dalam kota, kendaraan tersebut dapat digantikan dengan mobil listrik yang tentunya lebih ramah lingkungan. Kontur jalan, khususnya di Malang begitu banyak naik dan turun. Pada saat jalanan turun biasanya kita menggunakan sistem pengereman mekanik dengan kampas rem untuk mengubah energi kinetik pengereman menjadi energi panas. Sistem pengereman ini tidak efisien jika digunakan dalam mobil listrik karena mobil listrik dilengkapi dengan mesin listrik yang dapat melakukan pengereman sendiri (regenatif).Tujuan akhir yang diharapkan dalam penelitian ini adalah dapat merencanakan dan merealisasikan alat yang mampu melakukan pengereman regeneratif pada mobil listrik. Sistem pengereman regeneratif membutuhkan mobil, mesin arus searah tanpa sikat, penyearah tiga fasa tak terkontrol, buck-boost converter, penyimpan energi supercapacitor, dan kontroler. Besar torsi pengereman pada mesin dipengaruhi oleh besar arus keluaran dari mesin tersebut. Sistem pengereman regeneratif ini dikendalikan dengan suatu mikrokontroler yang akan mengubah-ubah nilai dutycycle pada buck-boost converter agar nilai arus masukan buck-boost converter yang selalu berbanding lurus terhadap nilai arus keluaran mesin dapat berubah sesuai keinginan. Berdasarkan hasil pengujian statis didapatkan efisiensi maksimum pengereman ini pada tegangan sumber 10 V, set point arus 1 A dan mode boost converter sebesar 42%. Kata kunci: Pengereman regeneratif, mesin arus searah tanpa sikat, penyearah, buck - boost converter, kontroler, supercapacitor, mobil. ABSTRACT Almost all the population of Indonesia is already using a 4-wheel vehicle fuel oil for transportation within the city, this vehicle can be replaced with an electric car which certainly more environmentally friendly. Contours of the road, especially in Malang so much up and down. When way down, we usually use mechanical braking system to convert kinetic energy become heat energy with brake pad. This brake system is not efficient if used in electric car, because bldc machine can be operated as generator and perform braking (regenerative braking). The ultimate goal of this research are planning and realization a tool that can do regenerative braking for electric car. Regenerative braking system requires a car, brushless direct current motor, 3-phase uncontrolled rectifier, buck - boost converter, storage energy, and controller. The value of braking torque on the machine is affected by the output current value from the machine. The regenerative braking system is controlled by a microcontroller which will variety the value of dutycycle in buck boost converter, so that the buck boost converter input current value that always directly proportional due to output current value of the machine , the output current value of the machine can be changed as desired. Based on static test results obtained maximum efficiency of this braking at 10 V source voltage, set point current 1 A and on boost converter mode. This efficiency is abaut 42%.. Keywords: Regenerative braking, brushless direct current motor, rectifier, buck - boost converter, controller, supecapacitor, car.
DESAIN RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN 12 kV COCKCROF-WALTON ENAM TINGKAT Dony Darmawan Putra; n/a Wijono; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelipat Tegangan Cockcroft-Walton (CW) adalah sebuah rangkaian bertingkat yang dapat melipat gandakan tegangan dengan hanya menggunakan dioda dan kapasitor. Pada penelitian ini dirancang pelipat tegangan hingga mampu membangkitkan tegangan 12 kV, yang disusun sebanyak enam tingkat. Pelipat ini dirancang sebagai alat pengisian storage capacitor (CS) untuk aplikasi pembentukan gelombang kombinasi tegangan dan arus impuls mengikuti standar yang ditetapkan oleh IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 kelas 4. CS seharusnya dapat diisi muatan hingga tegangannya mencapai 4 kV berdasarkan standar tersebut. Pembangkit impuls kombinasi tegangan dan arus bekerja berulang-ulang dalam waktu yang singkat, maka sistem pengisian ini diharapkan dapat mencapai tegangan tersebut dalam waktu maksimal 10 detik. Selain pengisian juga diperlukan perancangan alat pelepas muatan yang tersimpan pada CS. Waktu pelepas ini diharapkan mencapai 0 kV dalam waktu maksimal 15 detik. Alat pelepas muatan ini menggunakan teknik redaman lebih (overdamped). Ada tiga macam hasil penelitian yaitu hasil tegangan keluaran rangkaian pelipat tegangan CW sebelum dihubungkan CS, waktu pengisian CS, dan waktu pelepasan muatan CS. Hasil penelitian menunjukan pelipat tegangan CW dapat membangkitkan tegangan hingga 12.01 kV pada simulasi dan 11.9 kV pada percobaan. CS dapat terisi hingga tegangan 4 kV dalam waktu 9.8 detik pada simulasi dan  7.9 detik pada percobaan. CS dapat dilepaskan dalam waktu 14.2 detik pada simulasi dan waktu 10 detik pada percobaan. Hasil ini sesuai dengan apa yang diharapkan. Kata kunci: pelipat tegangan Cockcroft-Walton, tegangan storage capacitor, waktu pengisian, waktu pelepasan.   ABSTRACT Cockcroft-Walton (CW) voltage multiplier is a voltage booster circuit with an array of series-connected only diodes and capacitors. In this work, voltage multiplier is designed for generating voltage until 12 kV, the constructed generator is a modified 6-stage. It is designed as circuit charger of storage capacitor (CS) for generating combination wave impulse apllication which following standard those set in IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 class 4. CS should be charged up to 4 kV according this standard. High impulse voltage and current works repeatedly in a short time, so the charging system is expected to reaches targeted voltage within a maximum time of 10 seconds. Besides charging is also required design of circuit discharger for discharging electric charge inside CS. It is expected to reaches 0 kV within a maximum time of 15 seconds. It uses overdamped tecnique. There are three results of the research are output voltage of CW  voltage multiplier before connecting CS, charging time of CS and discharging time of CS. The result showed that CW voltage multiplier can generate up to 12.01 kV on simulation and 11.9 kV on experiment. CS can be charged up to 4 kV in 9.8 seconds on simulation and 7.9 seconds on experiment. CS can be discharged in 14.2 seconds on simulation and 10 seconds on experiment. These results are in accordance with what the expectation. Keywords: Cockcroft-Walton voltage multiplier, storage capacitor voltage, charging time, discharging time.
ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN TERHADAP REDUKSI NILAI THD HASIL PENSAKLARAN HALF-HEIGHT PADA INVERTER MULTILEVEL CASCADED H-BRIDGE TUJUH TINGKAT Muhammad Fauzan; n/a Wijono; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menguraikan tentang analisis pengaruh variasi beban terhadap nilai distorsi harmonisa total (THD) hasil pensaklaran half-height pada Inverter Multilevel Cascaded H-Bridge Tujuh Tingkat. Variasi beban ditujukan untuk mendapatkan keluaran nilai THD terhadap beban yang bervariasi. Variasi yang digunakan yaitu beban R dan beban RL serta merubah besaran nilai pada tiap beban. Setiap beban diuji dengan spesifikasi yang sama dengan tujuan mengetahui bagaimana nilai THD hasil pensaklaran half-height pada tiap beban. Spesifikasi yang dimaksud adalah tegangan masukan, frekuensi dan sudut pensaklaran pada tiap saklar hasil perhitungan metode half-height. Di mana tegangan masukkan tiap sumber bernilai 100 Vdc, frekuensi 50 Hz, dan sudut pensaklaran sesuai dengan perhitungan metode half-height. Hasil pengujian pada beban R, didapatkan bahwa kenaikan nilai resistansi tidak berpengaruh terhadap keluaran nilai THD tegangan dan arus. Sedangkan hasil pengujian beban RL, didapatkan bahwa kenaikan nilai resistansi dapat mengurangi nilai THD pada tegangan dan kenaikan nilai induktansi dapat menambah nilai THD pada teganagan. Sedangkan, nilai THD pada arus mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai resistansi dan induktansi tertentu.Kata Kunci— Inverter multilevel, cascaded, h-bridge, variasi beban, THD, metode half-heightAbstractThis study describes about analysis of total harmonic distortion value based on half-height switching on a 7-level multilevel inverter cascaded h-bridge as a result of load variation. Load variation is intended to get the output THD value for various loads. R load and RL load used as well as changes in value are used as variations. Both load variations will be tested with the same specifications to find out how the output of THD value based on half-height switching at each load. Where the input voltage is 48 Vdc, 50 Hz frequency, and firing angle based on half-height switching calculation on every switch. The test result on R load the THD value of voltage and current output didn’t change with the increase of R value. While the test result on RL load the THD value of output voltage reduced with the increase of resistance value and increased with the increase of inductance value. Meanwhile, the THD value of output current increased and decreased in certain resistance and inductance value. Index Terms— Multilevel inverter, cascaded. h-bridge, load variation, THD, half-height method
REDUKSI NILAI TOTAL HARMONIC DISTORTION PADA INVERTER MULTILEVEL CASCADED H-BRIDGE 5 TINGKAT MENGGUNAKAN RANGKAIAN SHUNT ACTIVE POWER FILTER Khairil Anwar; n/a Wijono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Panel surya saat ini sudah mulai banyak digunakan karena tidak memiliki emisi gas buang dalam proses konversi energinya. Panel surya biasanya digunakan pada industri dan rumah-rumah. Panel surya membutuhkan inverter untuk mengubah sumber daya DC menjadi AC untuk mencatu beban-beban rumah tangga. Beban-beban dari panel surya merupakan beban-beban rumah tangga yang kebanyakan adalah beban non-linier, seperti pompa air, charger, Air Conditioner, dan alat konverter daya lainnya. Beban-beban non-linier ini mengakibatkan terjadinya distorsi pada arus sistem. Untuk mengatasi masalah distorsi arus pada sistem, inverter pada panel surya dipasangkan dengan rangkaian Shunt Active Power Filter (SAPF) atau filter aktif shunt. Filter aktif shunt adalah filter aktif yang dipasang secara paralel atau shunt dengan sistem. filter aktif shunt berfungsi untuk menurunkan tingkat distorsi pada arus akibat beban non-linier. Pada penelitian ini dilakukan simulasi rangkaian inverter dengan Shunt Active Power Filter menggunakan Matlab Simulink. Kalkulasi yang dilakukan pada rangkaian SAPF menggunakan teorema daya sesaat atau p-q theory. Parameter rangkaian akan ditentukan guna didapatkan hasil simulasi yang baik. Setelah parameter ditentukan, dilakukan penelitian dengan memvariasi nilai R dan L pada beban non-linier RL yang terhubung dengan inverter. Tiap variasi beban non-linier dicatat THD arus yang terjadi pada kondisi saat inverter tanpa SAPF dan saat inverter dengan SAPF. Selanjutnya dilakukan analisis tingkat efektivitas yang diberikan oleh rangkaian SAPF dalam menurunkan nilai THD arus sistem. Kata Kunci – Inverter, Filter Aktif Shunt, Beban Non-Linier. ABSTRACT Solar panels are now widely used because they do not have exhaust emissions in the energy conversion process. Solar panels are usually used in industry and homes. Solar panels require an inverter to convert a DC power source into AC to supply household loads. The loads from solar panels are household loads, which are mostly non-linear loads, such as water pumps, chargers, air conditioners, and other power converters. These non-linear loads cause distortion in the system current. To solve the current distortion problem in the system, the inverter on the solar panel is paired with a circuit of Shunt Active Power Filter (SAPF). Shunt active power filters are active filters that are installed in parallel or shunt with the system. The function of the Shunt Active Power Filter is to reduce the level of distortion in the current due to non-linear loads. This research carried out an inverter circuit simulation with a Shunt Active Power Filter using Matlab Simulink. The calculations performed on the SAPF circuit used the instantaneous power theorem or p-q theory. The circuit parameters were determined in order to obtain a good simulation result. After the parameters were determined, the research was carried out by varying the R and L values ​​on the RL non-linear load which was connected to the inverter. The current THD of each non-linear load value will be recorded both when the inverter was not connected to SAPF and when the inverter was connected to SAPF. Next, the level of effectiveness of the SAPF circuit in reducing the THD value of the system current was analyzed.   Keywords – Inverter, Shunt Active Power Filter, Non-Linier Load.
Studi Pengaruh Non-Induktif Koil Tipe Solenoid Terhadap Efisiensi Energi pada Generator Gas Hydroxy dengan Penerapan Sumber Arus Pulsa Train Ansyaruddin Rahmatdiansyah; n/a Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Generator Gas Hydroxy merupakan alat yang digunakan sebagai tempat proses elektrolisis air. Alat ini terbuat dari 5 pasang elektroda berbentuk tabung konsentris dengan jarak sela 1 mm. Pada penelitian ini, energi listrik DC yang digunakan untuk kerja alat adalah Arus Pulsa Train berfrekuensi tinggi. Perangkat keras pembangkit pulsa train yang dirancang memiliki perbedaan nilai frekuensi envelope yang diukur dengan nilai frekuensi envelope yang diharapkan. Namun demikian, alat ini telah diberikan batasan penggunaan nilai frekuensi envelope untuk menghindari kesalahan pengujian dengan nilai persentanse yang besar. Pada rangkaian listrik ditambahkan komponen induktor eksternal bernama Non-induktif Koil yang berbentuk solenoid. Koil ini dibuat dengan menggunakan teknik bifilar winding. Pada setiap pengujian digunakan koil dengan jumlah lilitan bervariasi. Variasi lilitan yang digunakan, yaitu 20 lilitan, 40 lilitan, 60 lilitan dan 100 lilitan. Setiap pengujian lilitan koil juga digunakan penerapan variasi nilai frekuensi pulsa train yang berbeda (5 kHz – 40 kHz).Kata Kunci— generator gas hydroxy, elektrolisis, pulsa train, non-induktif koil, bifilar winding
STUDI UNJUK KERJA GENERATOR GAS HYDROXY DENGAN PENERAPAN ARUS PULSA TRAIN SEBAGAI SUMBER ENERGI Maulani Candra; n/a Wijono; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.85 KB)

Abstract

Salah satu sumber energi terbarukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan mengurangi polutan pada kendaraan bermotor adalah hydroxy. Gas hydroxy dapat diperoleh dari proses elektrolisis air. Stanley A. Meyer telah menemukan generator gas hydroxy dengan menerapkan arus pulsa train pada proses elektrolisis. Hasil penelitian yang diinginkan adalah melakukan studi unjuk kerja generator gas hydroxy dengan penerapan arus pulsa train dan menganalisis keluaran generator gas hydroxy yaitu hidrogen dan oksigen. Hasil penelitian adalah volume gas hidrogen dan oksigen meningkat sebanding dengan peningkatan arus. Volume gas hidrogen dan gas oksigen keluaran dari generator gas hydroxy meningkat dengan penerapan arus pulsa train. Semakin meningkat frekuensi envelope pulsa train maka volume gas hidrogen dan gas oksigen juga semakin meningkat. Semakin besar frekuensi envelope maka semakin besar pula efisiensi daya dari sistem.Kata Kunci— efisiensi daya, elektrolisis, generator gas hydroxy, pulsa train.
PENGGUNAAN GAS DISCHARGE TUBE (GDT) UNTUK RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN MARX GENERATOR 6kV Nola Ribath; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelipat tegangan Marx generator merupakan generator impuls RC yang disusun bertingkat untuk memperoleh tegangan keluaran yang lebih tinggi dariada tegangan masukannya. Beberapa kapasitor dan resistor dirangkai sedemikian hingga kapasitor diisi secara paralel bersama-sama kemudian diluahkan sehingga menghasilkan tegangan keluaran yang berlipat sesuai dengan jumlah tingkatnya. Pada penelitian ini rangkaian Marx generator dirancang menggunakan gas discharge tube (GDT) sebagai saklar elektronik pada saat breakdown hingga rangkaian mampu membangkitkan tegangan yang diharapkan. Rangkaian Marx generator ini dirancang sebagai supply untuk mengisi storage capacitor untuk aplikasi pembangkit gelombang kombinasi tegangan dan arus impuls mengikuti standar yang ditetapkan oleh IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 kelas 4. Hasil penelitian menunjukan pelipat tegangan Marx generator dapat membangkitkan tegangan hingga 6,8 kV. Storage Capacitor yang seharusnya dapat diisi muatan hingga tegangannya mencapai 4 kV, namun hanya dapat terisi hingga tegangan 1 kV. Hal ini disebabkan karena tegangan impuls keluaran yang dihasilkan sangat sempit. Kata kunci: pelipat tegangan Marx generator, gas discharge tube (GDT), tegangan storage capacitor.   ABSTRACT Marx generator voltage multiplier is an RC impulse generator that is arranged in stages to obtain a higher output voltage than input voltage. Some capacitors and resistors are arranged so the capacitors are charged in parallel together then generated to produce multiple output voltages corresponding to the number of levels. In this research, voltage multiplier is designed using gas discharge tube (GDT) as a media for breakdown voltage to generate 6kV. Marx generator circuit is designed using a gas discharge tube (GDT) as an electronic switch at breakdown until the circuit is capable to generate the expected voltage. Marx generator circuit is designed as a supply to charge the storage capacitor for high impulse voltage and current generator applications. The results show that the Marx generator can produce voltage up to 6.8 kV. Storage Capacitor that should be charged until the voltage reaches 4 kV, but only can be filled up to 1 kV. It is caused by impulse output voltage has narrow time period Keywords: Marx generator voltage multiplier, gas discharge tube (GDT), storage capacitor voltage.
OPERASI EKONOMIS PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN METODE ITERASI LAMBDA MENGGUNAKAN KOMPUTASI PARALEL Dheo Kristianto; Hadi Suyono; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.419 KB)

Abstract

Operasi ekonomis pembangkit tenaga listrik merupakan aspek penting dalam manajemen sistem tenaga listrik. Penelitian ini membahas tentang operasi ekonomis pembangkit tenaga listrik dengan menerapkan metode iterasi lambda menggunakan komputasi paralel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penjadwalan pada masing – masing unit pembangkit tenaga listrik sehingga didapatkan daya keluaran yang optimal dengan biaya total bahan bakar yang minimum dan membandingkan waktu perhitungan iterasi lambda pada operasi ekonomis pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan komputasi paralel dan serial. Data yang diuji dalam penelitian ini adalah pembangkit listrik tenaga termal sistem IEEE 30 Bus dan sistem 500 kV Jawa – Bali. Perhitungan operasi ekonomis pada penelitian ini dilakukan dengan mencari kombinasi penjadwalan (On/Off) dari masing – masing unit pembangkit. Kemudian menentukan biaya bahan bakar pada masing – masing kombinasi menggunakan metode iterasi lambda komputasi serial. Kombinasi yang dipilih adalah kombinasi yang menghasilkan biaya bahan bakar yang paling minimum. Kombinasi penjadwalan yang menghasilkan biaya bahan bakar paling minimum akan dianalisis menggunakan metode iterasi lambda komputasi paralelKata Kunci—Operasi ekonomis, iterasi lambda, komputasi serial, komputasi paralel, core prosesor
PERANCANGAN METODA PENGUJIAN PARAMETER MOTOR DC SECARA ELEKTRONIK Andrie Batista Azizul Hakim; Mochammad Rusli; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Jurnal ini membahas tentang estimasi parameter berbagai mesin listrik dengan menggunakan sistem akuisisi data yang sederhana. Parameter yang di estimasi adalah tahanan jangkar, konstanta GGL balik, konstanta torsi motor, momen inersia, dan damping. Metode yang akan digunakan pada jurnal ini dengan cara komputasi dan proses data menggunakan MATLAB Simulink. Tingkat akurasi pembacaan dengan metode ini akan dibuktikan dengan eksperimen dan simulasi.Kata Kunci —estimasi parameter, motor DC,MATLAB SimulinkAbstract—This journal discusses the parameter estimation of various electric machines using a simple data acquisition system. The estimated parameters are anchor resistance, back emf constant, motor torque constant, moment of inertia, and damping. The method that will be used in this journal is by computingand processing data using MATLAB Simulink. The level of accuracy of readings with this method will be proven by experiments and simulations.Keywords: Parameter Estimation, DC Motor,MATLAB Simulink.
RANCANG BANGUN UNIT PENENDANG DENGAN PLUNGER SOLENOID PADA ROBOT SEPAK BOLA BERODA Hemi Septiady; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di dunia, keberadaannya juga telah diikuti oleh dunia robot. Robot sepak bola yang telah dibuat, akan dipertandingkan oleh KRI (kontes robot indonesia). Pemenang dalam kontes KRI akan mewakili Indonesia untuk bertanding di RoboCup. KRI membagi menjadi dua kategori yaitu humanoid robots soccer dan wheeled robots soccer. Kemampuan yang harus dimiliki pada robot sepak bola yaitu pergerakan, mendeteksi, menggiring dan menendang bola. Dalam makalah ini, akan membahas metode menendang bola pada wheeled robots soccer. Ada beberapa metode untuk menendang bola, yaitu metode mekanik dan elektrik. Metode mekanik membutuhkan dimensi penendang bola yang luas dan sistem menendang bola yang berat, sehingga robot tidak bekerja dengan maksimal. Metode elektrik memiliki keunggulan, yaitu dimensi pemendang bola yang lebih kecil dan sistem penendang bola yang jauh lebih ringan, sehingga robot menjadi lebih maksimal. Robot sepak bola beroda yang dimiliki universitas brawijaya, pada sistem penendang bola menggunakan metode mekanik, yaitu motor dc dan rantai, sistem tersebut masih memiliki kelemahan, maka dalam makalah ini, kami akan mendesain dan mengevaluasi sistem penendang robot dengan metode elektrik, yaitu menggunakan solenoid. Untuk memeroleh gaya impact yang tinggi, solenoid membutuhkan tegangan besar dari sumber tegangan rendah. Solenoid juga membutuhkan injeksi mendadak untuk proses menendang bola, maka proses menendang bola mememerlukan rangkaian boost konverter dan kapasitor bank. Hasil dari ekperimen solenoid dengan sumber tegangan 60 volt. Arus yang mengalir paling kecil yaitu 2.95 A menghasilkan jarak tendangan bola yaitu 1.6 meter dengan waktu 2,6 detik, dan arus yang paling besar yaitu 7,26 A, menghasilkan jarak tendangan bola yaitu 2 meter dengan waktu 1,9 detik. Kata Kunci – metode menendang bola, boost konverter, kapasitor bank, solenoid, robocup, KRI   Abstract - Football is the most popular sport in the world, its existence has been followed by robotics research. The soccer robot that has been created will be contested by KRI (kontes robot indonesia). The winners in KRI competition will represent Indonesia to compete in the RoboCup. KRI divides into two categories: humanoid robots soccer and wheeled robots soccer. Basic requirements in soccer robots is movement, detecting, dribbling and kicking the ball.  this paper focus in the method of kicking the ball on wheeled robots soccer. There are several methods to kick the ball, namely mechanical and electrical methods. The mechanical method take a lot of space for ball kicking system and heavyweight system, makes the robot does not work with the maximum. The electrical method has more advantage in smaller dimension and much lighter shooter system, making the robot even more maximized. A wheeled football Robot owned by Universitas Brawijaya, on a shooter system using mechanical methods, i.e. DC motors and chains, the system still has weaknesses. in this paper, we will design and evaluate a robotic shooter system using electrical methods, by using solenoid. To get high impact force, the solenoid requires a large voltage from a low voltage source. Solenoid requires a sudden injection for the process of kicking the ball, to do that need to make of boost converter circuits and capacitor bank. Result of solenoid experimen with a voltage source of 60 volts. The smallest flowing current rate is 2.95 A with a ball distance around 1.6 meters in 2.6 seconds, and the highest current rate is 7.26 A, with ball distance around 2 meters in 1.9 seconds. Keyword – Method kicking a ball, boost converter, capacitor bank, solenoid, robocup, KRI             
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Achmad Rizanul Wahyudi Adabiah, Suhadah Rabi'atul Adi Mulyadi Adjie, Andreas Bimo Putro Agung Fitrahadi Ahmad Fahrudi Setiawan Ahmad Yusuf Rizki Akhmad Zaini Akhmad Zaini, Akhmad Aldi Lutfil Hikam Aldian Ferdiansyah Mahendra Aldias Rizaldi Alsabah, Mus Ali Amaral, Hanifiyah Darna Fidya Andang Widiharto Andri Suyoko Andrie Batista Azizul Hakim Angga Dwi Saputra Anggraeni, Karina Anik Tri Wahyuningtyas Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Anshori, Mochammad Isa Ansyaruddin Rahmatdiansyah Ardhito Primatama Ardiansyah, Rendy Ari Permana L. Ariefianto, Rizki Mendung Arnold J. Kastanja Arthanto, Dwi Handoko Asri Ady Bakri Bakti Setiawan Bambang Siswojo Bambang Siswoyo Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Bob Alvin Sidabutar Bob Alvin Sidabutar Corina Martineac D Purnomo D. J. Djoko H. S. D.J. Djoko H.S. D.J. Djoko H.S., D.J. Djoko Darsono Darsono Dary Rafi Brafianto Dary Rafi Brafianto David Suban Koten Denny Widhiyanuriyawan Destha T Raharjana Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicki Bagus Chandra Dio Alif Airlangga Daulay Donny Ardi Kusuma Dony Darmawan Putra Dony Darmawan Putra Duta Narendratama Dwi Rina Utami Dwiatmaja, Agus Effendi Dodi Arisandi Eka Citra Agustini Eka Maulana Eka Maulana Eko S, Arief Trisno Elin Nuraini Erni Yudaningtiyas Farizha Irmawati, Farizha Fitri Novilia Frengki Eka Putra Surusa Galih Setiaji Hadi Suyono Hadi Suyono Hakim, Yusril Amir Abdullah Halomoan Marthin Muskita Harry Soekotjo HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Hary Septianwari Hasan Hasan Heddy S Ahimsa-Putra Hemi Septiady Hendrie A Kusworo Hendrik Kenedy Tupan Hermawan Arief Putranto Hery Purnomo Hikam, Aldi Lutfil Ibnu Kurnia Cahya Ihsan Ahmad Badrianto Irawan, Novta Danyel Irmantara Subagio Jemadi Jemadi Jemadi Junaidi Noh Khaeruddin Khaeruddin Khairil Anwar Kumala Mahda Habsari Kunjung Ashadi Kusuma, Dony Ardy Lily M. Sikome Lunde Ardhenta Lutfir Rahman Aliffianto M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Julius M. Julius St Mardotillah, Nanda Azizah Maulani Candra MG Adiyanti Moch. Dofir Mochamad Purnomo Mochammad Rusli Mohammad Taufan Asri Zaen Muchammad Andaru Ardana Muh. Ardiansyah A. P. Muhamad Luthfi Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Daffa Hibatullah Muhammad Fauzan Muhammad iqbal Muhammad Kharis Fajar n/a Soeprapto Nola Ribath Nola Ribath Nugraha, Anggara Cahya Nur Faliza Nurkholis Hamidi Nurkholis Nurkholis Nurwati, Tri Onny Setyawati Pieter S. Tatipikalawan Pikaloka, Teguh Vio Ponco Siwindarto Pramudita Pamungkas Purwanto, Agus Tri Putra, Hari Widagdo Putra, Reza Hadi Editya Putranto, Hermawan Arief Rachmawati, Isti Dian Rakha Ghilman Fakhruddin Yusuf Ramadhani Kurniawan Subroto Ranap Sitorus Rendy Ardiansyah Ridlwan, Asfarur Rieneke Ryke Kalalo Rif'an, Mochammad Rina Tri Turani Saptawati Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizky Muhammad Sidik Rusdiawan, Afif Rusli, Mochammad Saefurrochman Saefurrochman Saipul, Saipul Sartika Wiguna, Anggri Sativa Sativa Sidiq, Rizky Muhammad Siregar, Dody Yunus Putra Siswojo, Bambang Sri Ekanti Sabardini Sukaryono Sukaryono Sunaryo Sunaryo Suryo Adi Wibowo Suryo, Arief Trisno Eko Suyono, Hadi Syaiful Rachman Syamsu Dhuha Taufik Teguh Lesmana Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Setyo Utami Tria Lady Sijabat Tutur Jatmiko Unggul Wibawa Vinsensius Anggara Paramayuda Walenta, Abdi Sakti Waristra Tyo Nirwansyah Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno. Widhohardhono, Rachman WIWIEN ANDRIYANTI Yogiswara Yogiswara Yukovany Zhulkarnaen Yurista Hardika Dinata Yusril Amir Abdullah Hakim Yusril Amir Abdullah Hakim, Yusuf Maulana Ramadhan Zainul Abidin Zainul Abidin Zuhal Azmiy Dwi Rachman