p-Index From 2021 - 2026
6.291
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI FREKUENSI DAN JARAK ANTAR KUMPARAN PADA SISTEM WIRELESS POWER TRANSFER Annisa Rifqiana; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Wireless Power Transfer (WPT) menggunakan gelombang medan magnet sebagai metode pengiriman daya. Medan magnet pada metode kopling induktif bekerja pada jarak dekat. Parameter sistem WPT perlu ditentukan untuk meningkatkan efisiensi sistem. Rangkaian LC kumparan pengirim dan penerima membutuhkan frekuensi resonansi yang sama untuk pengiriman daya maksimum. Selain itu, konfigurasi bentuk dan jarak antar kumparan juga perlu diperhitungkan untuk menghasilkan fluks yang maksimum. Pada penilitian ini dilakukan simulasi dan penghitungan efisiensi WPT kemudian dilakukan analisis pengaruh variasi frekuensi dan jarak antar kumparan terhadap efisiensi WPT. Hasil simulasi dan penghitungan menunjukan jarak antar kumparan berbanding lurus dengan efisiensi WPT. Semakin besar frekuensi maka nilai efisiensi semakin besar. Jarak dan frekuensi optimum untuk mencapai efisiensi maksimum pada simulasi adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan nilai efisiensi 24,888%. Sedangkan pada penghitungan jarak dan frekuensi paling optimum untuk mencapai efisiensi maksimum adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan efisiensi 18,8855%. Kata kunci: Wireless Power Transfer (WPT), kopling induktif, efisiensi Abstract Wireless Power Transfer (WPT) system uses magnetic field waves as a power delivery method. Magnetic fields from inductive coupling method only exist at close range. WPT system parameters need to be determined to improve efficiency system. The LC circuit of the sending and receiving coils requires the same resonance frequency for maximum power transmission. In addition, configuration of the shape and distance between coils also needs to be taken into calculation to produce maximum flux. In this research carried out simulation and calculation efficiency then carried out to analyze the effect of variations in frequency and distance between coils on WPT efficiency. Simulation and calculation results show the distance between coils is directly proportional to the efficiency of WPT. The greater frequency the value of efficiency is increase. The optimum distance and frequency to achieve maximum efficiency in the simulation is 0.001 m and the frequency is 220 KHz with an efficiency value of 24.888%. While the most optimum distance and frequency calculation to achieve maximum efficiency is 0.001 and the frequency is 220 KHz with an efficiency of 18.8855%. Keywords— Wireless Power Transfer (WPT), inductive coupling,  efficiency.
ANALISIS PENGGANTIAN RELE ANALOG GEC ALSTOM KE RELE DIGITAL COMPACT PADA BUS 6 kV DI PT. PJB UP GRESIK Eka Citra Agustini; Unggul Wibawa; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen penting dalam sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dapat mengamankan dan meningkatkan keandalan sistem. Penelitian yang dilakukan di PT.PJB UP. Gresik bertujuan untuk mengganti rele yang lama dan melakukan penyetelan ulang rele. Rele yang diganti yaitu rele arus lebih, rele tegangan kurang dan rele sinkronisasi. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa setelan rele yang baru berbeda dengan setelan rele yang lama. Pada analisis setelan rele yang baru didapatkan setelan rele lebih sensitif terhadap gangguan yang terjadi yaitu arus setelan sebesar 876,456 A dengan time dial 0,14 untuk OCR dan 100 A dengan delay 0,26 detik untuk GFR. Sedangkan setelan rele tegangan kurang yang baru sama dengan setelan rele yang lama dan untuk setelan rele sinkronisasi yang baru terjadi perbedaan pada setelan ΔV yaitu nilai setelan yang baru sebesar 458,18 volt. Dari hasil analisis koordinasi rele setelan baru dengan rele yang terpasang pada pembebanan bus menunjukkan koordinasi rele sudah tepat dan urutan kerja rele sudah benar. Kata kunci: rele arus lebih, rele tegangan kurang, rele sinkronisasi, setelan rele.   ABSTRACT One of important component in electrical power system is protection system that can preserve and increase reability of system. The research done at PT. PJB UP. Gresik has two main purposes which are replacing the old relays and resetting relays. Replacement of relays are include overcurrent relay, undervoltage relay and synchronization relay. The results from this research show that new setting relays are different with old setting relays. Also, after analysing new setting relays more sensitive than old setting relays from short-circuit that was 876,456 A with time dial 0,14 for OCR and 100 A with delay 0,26 second for GFR. While the new setting undervoltage relay is the same with the old setting and new setting synchronization relay there is different setting for ΔV that was 458,18 volt. The results from new relays coordination analysis with existing relays on bus 6 kV show that relays coordination and the sequence of working relays are correct. Keywords: overcurrent relay, undervoltage relay, synchronization relay, relay setting.
RANCANG BANGUN MOTIONLESS ELECTROMAGNETIC GENERATOR (MEG) Aldias Rizaldi; n/a Wijono; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator adalah perangkat listrik yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Akan tetapi, terdapat satu jenis generator yang tidak mempunyai penggerak, biasa dikenal dengan Motionless Electromagnetic Generator (MEG). Sebuah MEG terdiri dari kumparan masukan, kumparan keluaran, satu permanen magnet, dan satu inti besi. Permanen magnet menghasilkan fluksi utama yang terhubung ke kumparan keluaran. Untuk menghasilkan gaya elektromagnetis (emf) di kumparan keluaran, kumparan masukan diberi arus bervariasi yang menghasilkan fluksi magnetik untuk mendapatkan fluksi magnet permanen yang bervariasi. Arus dapat diubah dengan mengatur besar dan frekuensinya. Dalam penelitian ini, MEG dirancang, disimulasikan, dibuat, dan diuji. Simulasinya meliputi pengujian dari pengaruh arus masukan, frekuensi, dan variasi beban terhadap emf keluaran. Pengaruh dari permanen magnetnya juga diuji. Hasilnya menunjukkan bahwa emf keluaran dipengaruhi paramater-parameter tersebut. Fluksi magnet permanen juga diperoleh dan ditiadakan oleh fluksi arus masukan dengan mengikuti arah arusnya. Hasil pengujian membuktikan bahwa MEG yang dibuat dapat dioperasikan sesuai dengan model perancangan. Kata kunci: MEG, fluksi, arus, frekuensi, magnet permanen, kumparan, emf ABSTRACT Generator is an electric device which converts mechanical energy to electrical energy. However  there is a kind of generators which does not have any moving part, which is known as a Motionless Electromagnetic Generator (MEG). An MEG is designed to consist of input coils, output coils, a permanent magnet, and an iron core. The permanent magnet produce the main flux that link to the output coil. In order to generate electromotive force (emf) in the output coil, the input coil is injected by current to produce the magnetic flux to vary the permanent magnet flux. The current is controlled by varying its magnitude and frequency.  In this research, an MEG  is designed, simulated, fabricated and tested. The simulation includes the evaluation of the effect of input current, frequency, and loads variations to the output emf.  The effect of permanent magnet is also evaluated as well. The results show that the output emf is varied as a function of those parameters. The permanent magnet flux is also gained and canceled by the input coils flux following the current directions. The tests of the fabricated MEG show that the device can run as it is designed. Keywords: MEG, flux, current, frequency, permanent magnet, coil, emf
OPTIMISASI PEMBAGIAN SUPLAI DAYA PADA PENYIMPAN ENERGI HIBRID BATERAI DAN SUPERKAPASITOR PADA KENDARAAN LISTRIK Dary Rafi Brafianto; n/a Wijono; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBaterai banyak digunakan pada kendaraan listrik sebagai unit penyimpanan energi karena memiliki kapasitas penyimpanan energi yang besar. Kelemahan umum dari baterai adalah memiliki kerapatan daya yang kecil, usia pakai yang terbatas, dan harga yang relatif tinggi. Dikarenakan karakteristik drive cycle pada kendaraan listrik seringkali tidak konstan karena disebabkan proses charge-discharge berlebih sehingga mengakibatkan penurunan usia baterai. Penambahan sistem peyimpanan energi seperti superkapasitor saat ini diaplikasikan untuk mengatasi keterbatasan pemenuhan energi. Dikarenakan baterai dan superkapasitor memiliki karakteristik yang berbeda dalam beroperasi charging dan discharging, sistem manajemen energi yang tepat harus diterapkan. Metode cerdas untuk pembagian konsumsi energi pada baterai dan superkapasitor diusulkan pada penelitian ini. Fuzzy logic controller (FLC) digunakan untuk mengendalikan pembagian energi pada media penyimpanan energi hibrid untuk mendapatkan pembagian yang optimum. Manajemen energi disimulasikan pada kondisi normal, starting, dan pengereman. Parameter utama yang diperhatikan adalah kecepatan, arus, dan daya. Komponen-komponen pada kendaraan listrik meliputi baterai, superkapasitor, inverter 3 fasa, motor BLDC, dan driver motor (speed control) sebagai pengatur kecepatan dan mendukung adanya pengereman regeneratif. Simulasi tiap komponen dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB simulink 2018b. Dari hasil pengujian FLC dapat membagi besarnya arus dan daya yang harus disuplai oleh baterai dan superkapasitor. Selain itu superkapasitor dapat menerima lonjakan arus dan daya. Dengan pengaturan tersebut diharapkan pembagian daya dapat dicapai nilai optimumnya.Kata Kunci— Baterai, Superkapasitor, Kendaraan Listrik, FLCABSTRACTBatteries are mostly used in electric vehicles for the energy storage unit because it has a large energy storage capacity. The disadvantages of the common battery are that it has a small power density, a limited service life, and a relatively high price. Due to the driving cycle characteristics of electric vehicles, which are often not constant, because an excessive charge-discharge process causes them, it decreases battery life. Additional energy storage systems such as the supercapacitor are recently applied to overcome energy fulfillment. Since the batteries and the supercapacitors have different characteristics in charging and discharging operation, a proper energy management system should be applied. A smart method to share the energy consumption to both batteries and supercapacitors is proposed in this research. A fuzzy logic controller (FLC) is applied to control the energy sharing for that hybrid storage system to get the optimal energy distribution. The energy management is simulated for the normal, starting, and braking operation. The main parameters considered in the simulation are speed, current, and power. Electric components include batteries, supercapacitors, 3-phase inverters, BLDC motors, and motor drivers. Drivers operate as regulators for the motor running and braking. The simulation uses MATLAB Simulink software. The simulation result shows that the FLC can successfully manage the energy sharing between the battery and supercapacitor. In addition, it is found that supercapacitors can accept large current and power surges. It also shows that the optimal value of energy-sharing in this hybrid storage is achieved.Keywords. Battery, Supercapacitor, Electric Vehicle, FLC
PERBAIKAN FAULT CLEARING TIME PADA PENYULANG GARDU INDUK KEBONAGUNG MENGGUNAKAN PENGAMAN RELE ARUS LEBIH POLA NON KASKADE Muh. Ardiansyah A. P.; Hery Purnomo; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rele arus lebih memegang peranan penting dalam melindungi peralatan Gardu Induk Kebonagung dari gangguan hubung singkat, khususnya pada gangguan hubung singkat tiga fasa dan antar fasa. Kurang baiknya pola pengaman kaskade yang saat ini digunakan pada Gardu Induk Kebonagung membuat waktu pemutusan gangguan relatif lama. Oleh sebab itu adanya penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja pengaman pada Gardu Induk Kebonagung dengan menggunakan pola pengaman non kaskade. Pada pola ini rele arus lebih disisi penyulang Klayatan dapat dikomunikasikan dengan rele disisi masukan 20 kV. Pada lokasi gangguan 13% - 100% panjang penyulang dengan arus gangguan hubung singkat tiga fasa sebesar 4915,03 – 745,3 ampere, dan lokasi gangguan 7% - 100% panjang penyulang dengan arus gangguan hubung singkat antar fasa sebesar 4528,27 – 372,65 ampere, memiliki selisih waktu kerja antara sisi penyulang Klayatan dan sisi masukan 20 kV yang tidak sesuai dengan ketentuan PLN yaitu sebesar 0,3-0,8 detik. Jadi dengan menggunakan proteksi pola non kaskade pada gardu induk, maka saat terjadi gangguan arus hubung singkat di sisi penyulang maka rele arus lebih akan memberikan perintah ke PMT penyulang untuk trip, jika PMT penyulang gagal terbuka maka tCBF akan mengirim sinyal trip ke rele arus lebih sisi masukan 20 kV untuk segera bekerja dengan waktu tunda 0,3 detik. Kata kunci: rele arus lebih, kaskade, non-kaskade, arus gangguan hubung singkat, penyulang, tCBF.   ABSTRACT Overcurrent Relay has an important in keep equipment ini Kebonagung Substation of short-circuit fault, especially caused by 3 phase and phase to phase short-circuit fault. Poor protection of Cascade Pattern that currently used on substation kebonagung make fault clearing time work long enough. Therefore, the goals of this study to improve safety performance on Kebonagung substation using non cascade protection pattern. In this pattern, overcurrent relay on Klayatan feeder can communicated with overcurrent relay on upstream or incoming 20 kV system. Location of fault on feeder with 13% - 100% from feeder’s distance with value of three phase fault current is 4915,03 – 745,3 ampere, and Location of fault on feeder with 7% - 100% from feeder’s distance with value of  phase to phase fault current is 4528,27 – 372,65 ampere, having the difference pick up time between feeder’s Klayatan and Incoming 20 kV which is not in accordance with PLN Standard which is 0,3-0,8 second pick up time. Therefore, using the non-cascade protetion pattern on Kebonagung Substaton, So when there are short-circuit fault current at feeder then overcurrent relay will given instrution to feeder PMT for trip, but if PMT fail to open, tCBF will send signal trip to overcurrent relay at incoming 20 kV for trip with pick up time 0,3 second. Keyword: overcurrent relay, cascade, non cascade, short-circuit fault current, feeder, tCBF.
Perancangan Charge Controller Untuk Bicycle Power Generator Pada Instalasi Listrik DC House Lutfir Rahman Aliffianto; n/a Soeprapto; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Energi manusia merupakan energi terbarukan yang cukup melimpah persediaannya,sehingga dapat dimanfaatkan khususnya pada instalasi listrik DC House.Dalam memanfaatkan energi listrik dibutuhkan bicycle power generator yang dapat mengubah energi manusia menjadi energi listrik dan baterai sebagai media penyimpan energi tersebut. Namun, energi manusia yang berasal dari kayuhan sepeda itu selalu berubah-ubah sehingga dapat menyebabkan baterai cepat rusak. Karena arus dan tegangan yang masuk ke baterai tidak konstan.Untuk itu penulis merancang dan membuat charge controller agar tegangan dan arus yang masuk ke baterai relatif konstan. Dalam perancangan charge controller menggunakan topologi Buck Converter yang dapat mengatur arus medan ( If ) yang masuk ke alternator sehingga tegangan keluaran alternator menjadi konstan. Arus dari sumber akan mengalir menuju rangkaian Buck Converter. Pengaturan arus medan ( If ) di dalam Buck Convertermenggunakan mikrokontroler dengan cara mengubah duty cycle. Pada saat putaran alternator tinggi, diatur dengan menurunkan nilai arus medan ( If ) dan saat putaranalternator rendah, diatur dengan menaikkan kembali nilai arus medan ( If ). Sehinnga tegangan keluaran alternator akan tetap konstan walaupun dihasilkan dari putaran yang berubah-ubah.Index Terms—charge controller, buck cobverter, bicycle power generator.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PEMANAS INDUKSI DENGAN METODE PANCAKE COIL BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 Yukovany Zhulkarnaen; n/a Wijono; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.48 KB)

Abstract

Adanya peluang dalam membuat produk akhir pemanas induksi perlu didahului dengan pembuatan prototype. Namun sebelum membuat prototype perlu diawali dengan membuat desain dan melakukan riset pemanas induksi. Dalam skripsi ini dirancang sebuah pemanas induksi dengan koil berbentuk pancake coil dan berbasis mikrokontroller ATMega 8535. Dengan adanya mikrokontroller dan perangkat elektronika, besarnya nilai frekuensi kerja dapat diubah-ubah dan dapat dilakukan pengujian untuk mengetahui responnya terhadap karakteristik panas yang dihasilkan. Selain itu hasil pengujian dapat digunakan untuk menghitung besarnya energi elektrik, energi kalor, dan efisiensi energi dari pemanas induksi yang dirancang. Pemanas induksi dirancang resonansi di 40kHz. Hasil pengujian menunjukkan perubahan frekuensi kerja pada pemanas induksi memiliki pengaruh pada waktu pencapaian panas, besarnya daya, energi elektrik, dan efisiensi energi. Naiknya frekuensi kerja mendekati 40 kHz membuat waktu pencapaian suhu relatif lebih lama dan setelah melewati 40 kHz menjadi relatif lebih cepat.Kata Kunci : Pemanas Induksi, Pancake Coil, ATMega 8535, Eddy Current .
ESTIMASI NILAI PARAMETER MOTOR DC MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Muhammad Daffa Hibatullah; Mochammad Rusli; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMotor DC memiliki banyak aplikasi mulai dari dari peralatan rumah tangga hingga sistem kontrol industri yang kompleks dengan alasan mudah untuk dimodelkan dan kontrol. Kebutuhan informasi mengenai parameter motor DC diperlukan untuk analisis atau kontrol sistem. Tetapi keterbatasan dan ketidakakuratan informasi mengenai parameter menjadi masalah dalam menganalisis motor DC. Estimasi Parameter memiliki potensi dalam pemodelan sistem dan kontrol. Karena pemodelan yang tepat membantu dalam menganalisispermasalahan motor DC. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter-parameter motor DCdengan menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) dengan parameter motorDC yang diestimasi meliputi Momen Inersia (J), damping (b), Resistansi Motor (R),Induktansi Motor (L), Konstan Back E.M.F. (Ke), dan konstan torsi (Kt). Dalam penelitian menggunakan fungsi fitness dari permasalahan optimisasi untuk mengetahui performa algoritma yang digunakan dengan metode Mean Squared Error (MSE) dan Proses algortima PSO mikrokontroler Arduino Uno sebagai pusat pemrosesan data. Masukan dari sistem berupa nilai kecepatan sudut yang didapat dari sensor rotary encoder incremental dan arusyang didapat dari sensor arus ACS712. Nilai parameter yang didapatkan setalah proses estimasi kemudian dievaluasi dengan cara membandingkan respon kecepatan yang dihasilkan sistem aktual dan sistem yang sudah terestimasi. Grafik respon kecepatan yang dihasilkan menunjukkan perbedaan yang besar pada saat respon transien dan perbedaan yang kecil pada saat respon tunak. Eror yang didapatkan dalam pengujian metode PSO memiliki MSE sebesar 8,38 yang menunjukkan perbedaan yang cukup besar dari nilai estimasi yang diperoleh. Eror yang didapat pada sistemkemungkinan disebabkan oleh keterbatasan Arduino Uno dalam menyimpan data dan noise yang terdapat pada sensor yang digunakan saat proses estimasi berjalan.Kata Kunci: Motor DC, estimasi parameter , particle swarm optimization.AbstractDC motors have many applications ranging from household appliances to complex industrial control systems for reasons of being easy to model and control. Information requirements regarding DC motor parameters are required for system analysis or control. But the limitations and inaccuracies of information about the parameters become a problemin analyzing DC motors. Parameter Estimation has potential in system modeling and control. Because proper modeling helps in analyzing DC motor problems. This study aims to determine the DC motor parameters using the Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm with the estimated DC motor parameters including Moment ofInertia (J), damping (b), Motor Resistance (R), Motor Inductance (L), Constant Back EMF(Ke), and torque constant (Kt). In this study, using the fitness function of the optimizationproblem to determine the performance of the algorithm used by the Mean Squared Error(MSE) method and the Arduino Uno microcontroller PSO process algorithm as a dataprocessing center. The input from the system is the angular velocity value obtained from theincremental rotary encoder sensor and the current obtained from the ACS712 current sensor.The parameter values ​​obtained after the estimation process are then evaluated bycomparing the speed response produced by the actual system and the system that has beenestimated. The resulting velocity response graph shows a large difference in the transientresponse and a small difference in the steady-state response. The error obtained in testing thePSO method has an MSE of 8.38 which indicates a large difference from the estimated valueobtained. Errors obtained in the system may be caused by the limitations of Arduino Uno instoring data and noise contained in the sensors used during the estimation process.Keywords: DC motor, parameter estimation, particle swarm optimization.
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI MENGGUNAKAN METODE VARIABLE FREQUENCY DAN VARIABLE VOLTAGE UNTUK BERBAGAI PROFIL TORSI BEBAN Yusuf Maulana Ramadhan; n/a Wijono; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan motor listrik khususnya motor induksi semakin meningkat. Mesin-mesin tersebut saat ini banyak digunakan baik dalam skala rumah tangga hingga skala industri. Dalam aplikasinya, salah satu kelemahannya adalah ketika mesin dihubungkan langsung ke catu daya, lonjakan awal bisa setinggi lima ratus hingga delapan ratus persen dari nilai nominalnya. Lonjakan arus ini dapat menyebabkan penurunan tegangan pada saluran, dan dapat memengaruhi pengoperasian peralatan lain pada saluran yang sama. Metode Variable Voltage (VV) merupakan salah satu metode starting yang dirancang untuk mengatasi masalah lonjakan arus start pada motor induksi. Metode VV dilakukan dengan meningkatkan tegangan masukan secara bertahap, dari tegangan rendah menjadi tegangan nominal. Berdasarkan persamaan torsi motor induksi, torsi sebanding dengan kuadrat tegangan. Oleh karena itu pada awal start motor akan menghasilkan torsi yang kecil. Torsi keluaran yang rendah tersebut akan mempengaruhi kemampuan untuk menggerakkan rotor. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan metode Variable Frequency (VF) untuk pengasutan motor. Metode VF dilakukan dengan cara meningkatkan frekuensi yang diterapkan secara bertahap, dari frekuensi rendah menjadi frekuensi nominal. Berdasarkan persamaan torsi diketahui bahwa besarnya torsi berbanding terbalik dengan besarnya frekuensi masukan. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengasutan VF diharapkan dapat mengatasi masalah torsi awal yang rendah. Kata kunci— Motor Induksi, Pengasutan, Variable Voltage, Variable Frequency.   Abstract Along with the rapid developments of technology, the use of electric motors, especially induction motors, increases. The machines are currently widely used both on a household scale to an industrial scale. In its application, one of its disadvantage is when the machine is connected directly to the power supply, the initial surge can be as high as five hundred to eight hundred percent of its nominal value. This current surge can cause a voltage drop on the line, and it can affect the operation of other equipments in the same line. The Variable Voltage (VV) method is one of methods of starting that is designed to solve the problem of starting current spikes in induction motors. The VV method is carried out by gradually increasing the input voltage, from a low voltage to a nominal voltage. Based on the equation of the torque of an induction motor, the torque is proportional to the square of the voltage. Therefore, at the beginning of starting the motor will produce a small torque. Such a low output torque will affect the ability to move the rotor. To overcome that problem, this study proposes the application of the variable frequency (VF) method for the motor starting. The VF method is carried out by gradually increasing the applied frequency, from low frequency to nominal frequency. Based on the torque equation, it is known that the amount of torque is inversely proportional to the magnitude of the input frequency. From this point, it is hoped that VF starting can solve the problem of low starting torque. Keywords— Induction Motor, Starting, Variable Voltage, Variable Frequency.
ANALISIS GAYA TAHAN TRANSLATOR MOTOR LINIER PADA SUATU ELEVATOR Duta Narendratama; n/a Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.207 KB)

Abstract

Motor linier merupakan salah satujenis mesin elektrik yang bekerja denganmenghasilkan gerak linier. Padaperkembangannya penggunaan motor liniermulai dikenal dan digunakan pada beberapaaplikasi industri dan angkutan masal. Gerakyang dihasilkan motor linier juga digunakanpada aplikasi ropeless elevator. Elevator jenis initidak lagi bergantung pada konversi gerak putarmenjadi gerak linier. Hal ini berakibat padapeningkatan efesiensi dan keandalan elevator.Kebanyakan motor linier digunakan padaaplikasi gerak linier yang horizontal. Oleh sebabitu, penggunaan pada gerak vertikal harusdiperhatikan ketahanannya. Hal itu dikarenakanketika elevator berhenti harus mampu menahanberat penumpang yang sudah naik maupunpenumpang baru. Untuk itulah, penelitian inidilakukan. Pada penelitian ini, akan diambilmotor linier jenis permanent magnet linearsynchronous motor (PMLSM) dengan coil beradapada bagian stator. Linier motor jenis inimemiliki kemampuan untuk menghasilkan gayayang besar serta bagian translator memiliki beratyang ringan.Dari penelitian ini diketahui karakteristik motorlinier, yaitu hubungan arus dari sumber yangditerapkan pada elevator motor linier adalahberbanding lurus terhadap beban yang mampuditahan oleh motor linier dalam keadaan diamatau berhenti.Kata kunci: motor linier, ropeless elevator,PMLSM
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Achmad Rizanul Wahyudi Adabiah, Suhadah Rabi'atul Adi Mulyadi Adjie, Andreas Bimo Putro Agung Fitrahadi Ahmad Fahrudi Setiawan Ahmad Yusuf Rizki Akhmad Zaini Akhmad Zaini, Akhmad Aldi Lutfil Hikam Aldian Ferdiansyah Mahendra Aldias Rizaldi Alsabah, Mus Ali Amaral, Hanifiyah Darna Fidya Andang Widiharto Andri Suyoko Andrie Batista Azizul Hakim Angga Dwi Saputra Anggraeni, Karina Anik Tri Wahyuningtyas Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Anshori, Mochammad Isa Ansyaruddin Rahmatdiansyah Ardhito Primatama Ardiansyah, Rendy Ari Permana L. Ariefianto, Rizki Mendung Arnold J. Kastanja Arthanto, Dwi Handoko Asri Ady Bakri Bakti Setiawan Bambang Siswojo Bambang Siswoyo Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Bob Alvin Sidabutar Bob Alvin Sidabutar Corina Martineac D Purnomo D. J. Djoko H. S. D.J. Djoko H.S. D.J. Djoko H.S., D.J. Djoko Darsono Darsono Dary Rafi Brafianto Dary Rafi Brafianto David Suban Koten Denny Widhiyanuriyawan Destha T Raharjana Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicki Bagus Chandra Dio Alif Airlangga Daulay Donny Ardi Kusuma Dony Darmawan Putra Dony Darmawan Putra Duta Narendratama Dwi Rina Utami Dwiatmaja, Agus Effendi Dodi Arisandi Eka Citra Agustini Eka Maulana Eka Maulana Eko S, Arief Trisno Elin Nuraini Erni Yudaningtiyas Farizha Irmawati, Farizha Fitri Novilia Frengki Eka Putra Surusa Galih Setiaji Hadi Suyono Hadi Suyono Hakim, Yusril Amir Abdullah Halomoan Marthin Muskita Harry Soekotjo HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Hary Septianwari Hasan Hasan Heddy S Ahimsa-Putra Hemi Septiady Hendrie A Kusworo Hendrik Kenedy Tupan Hermawan Arief Putranto Hery Purnomo Hikam, Aldi Lutfil Ibnu Kurnia Cahya Ihsan Ahmad Badrianto Irawan, Novta Danyel Irmantara Subagio Jemadi Jemadi Jemadi Junaidi Noh Khaeruddin Khaeruddin Khairil Anwar Kumala Mahda Habsari Kunjung Ashadi Kusuma, Dony Ardy Lily M. Sikome Lunde Ardhenta Lutfir Rahman Aliffianto M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Julius M. Julius St Mardotillah, Nanda Azizah Maulani Candra MG Adiyanti Moch. Dofir Mochamad Purnomo Mochammad Rusli Mohammad Taufan Asri Zaen Muchammad Andaru Ardana Muh. Ardiansyah A. P. Muhamad Luthfi Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Daffa Hibatullah Muhammad Fauzan Muhammad iqbal Muhammad Kharis Fajar n/a Soeprapto Nola Ribath Nola Ribath Nugraha, Anggara Cahya Nur Faliza Nurkholis Hamidi Nurkholis Nurkholis Nurwati, Tri Onny Setyawati Pieter S. Tatipikalawan Pikaloka, Teguh Vio Ponco Siwindarto Pramudita Pamungkas Purwanto, Agus Tri Putra, Hari Widagdo Putra, Reza Hadi Editya Putranto, Hermawan Arief Rachmawati, Isti Dian Rakha Ghilman Fakhruddin Yusuf Ramadhani Kurniawan Subroto Ranap Sitorus Rendy Ardiansyah Ridlwan, Asfarur Rieneke Ryke Kalalo Rif'an, Mochammad Rina Tri Turani Saptawati Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizky Muhammad Sidik Rusdiawan, Afif Rusli, Mochammad Saefurrochman Saefurrochman Saipul, Saipul Sartika Wiguna, Anggri Sativa Sativa Sidiq, Rizky Muhammad Siregar, Dody Yunus Putra Siswojo, Bambang Sri Ekanti Sabardini Sukaryono Sukaryono Sunaryo Sunaryo Suryo Adi Wibowo Suryo, Arief Trisno Eko Suyono, Hadi Syaiful Rachman Syamsu Dhuha Taufik Teguh Lesmana Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Setyo Utami Tria Lady Sijabat Tutur Jatmiko Unggul Wibawa Vinsensius Anggara Paramayuda Walenta, Abdi Sakti Waristra Tyo Nirwansyah Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno. Widhohardhono, Rachman WIWIEN ANDRIYANTI Yogiswara Yogiswara Yukovany Zhulkarnaen Yurista Hardika Dinata Yusril Amir Abdullah Hakim Yusril Amir Abdullah Hakim, Yusuf Maulana Ramadhan Zainul Abidin Zainul Abidin Zuhal Azmiy Dwi Rachman