Articles
Dynamics of Consumer Boycotts: Exploring the Interplay of Expressive and Instrumental Factors
Robertus Suraji;
Marrisa Haque;
Yasir, Muhammad;
Istianingsih, Istianingsih
Dinasti Information and Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Dinasti Information and Technology (October 2023)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/dit.v1i2.309
This research explores consumer participation in product boycotts in Indonesia, focusing on the interplay between expressive and instrumental factors over time. Through a systematic literature review, this study reveals that emotional responses and personal identity trigger boycotts, serving as expressions of solidarity or protests against conflicting values. As time progresses, practical considerations, such as boycott effectiveness, become dominant motivators, following the "hot" to "cold" phase transition. Social media plays a critical role in strengthening boycott movements and facilitating discussions that impact this transition. Implications extend to businesses, activists, policymakers, and academics. Companies should develop responsive communication strategies addressing both expressive and instrumental factors. Activists can leverage technology to enhance campaign impact, and policymakers can use insights to encourage responsible business practices. In summary, this research highlights multidimensional boycott dynamics influenced by expressive and instrumental factors, emphasizing the pivotal role of social media and its implications for various stakeholders.
The Living Application of Qur’anic Legal Norms in the Indonesian Legal System: A Systematic Review of Ayat al-Aḥkam
Yasir, Muhammad
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jim.v22i1.30238
This article systematically examines how Qur’anic legal verses (ayat al-aḥkām) have been implemented in Indonesia’s formal legal system between 2010 and 2024. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA 2020 protocol, nine peer-reviewed journal articles were selected from seven academic databases. The findings indicate that the legislative reception of ayat al-aḥkām varies significantly across legal domains. Economic law shows the most structured integration, with verses on zakat, riba, and halal consumption codified through clear statutory instruments and supported by functional institutions. In contrast, criminal law provisions—such as hand-amputation and public lashing—face hermeneutic reinterpretation and procedural constraints, limiting their operational impact. Family law demonstrates interpretive adaptability, where issues like polygamy and inheritance are mediated through maqāṣid-oriented readings and legal safeguards. Rather than static injunctions, these verses exhibit a living character—negotiated, reinterpreted, and embodied within contemporary legal and institutional settings. Across domains, Qur’anic legal norms “live” through contextual engagement with doctrinal consensus, institutional readiness, and political feasibility. These findings reaffirm Indonesia’s dynamic and negotiated approach to Islamic legal integration, suggesting that future Qur’an-based legislation will depend as much on contextual alignment as on textual authority.
Using Artificial Intelligence in Arabic Learning: Opportunities and Challenges: استخدام الذكاء الاصطناعي في تعلم اللغة العربية: الفرص والتحديات
Azwir, Azwir;
Zulkhairi, Zulkhairi;
Zulhelmi, Zulhelmi;
Yasir, Muhammad;
Rahmi, Maulidatun
EL-MAQALAH : Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics Vol. 5 No. 2 (2024): EL-MAQALAH: Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics
Publisher : The Department of Arabic Language Education, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Banda Aceh of UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/maqalah.v5i2.6219
Artificial intelligence (AI) has emerged as a tool with great potential to change the way we teach and learn, especially in the context of language learning. This article discusses the various benefits and challenges associated with integrating AI into education. By leveraging AI technology, teachers can create more personalized and adaptive learning experiences, uniquely tailored to each student's needs and abilities. In addition, AI can enhance the effectiveness of learning by providing real-time feedback and automated assessments, helping students develop their speaking and writing skills. However, challenges such as data privacy and the need for clear policies must be addressed to ensure the effective and ethical application of AI-based tools. More systematic research and assessment is needed to understand the impact of AI on student learning outcomes and to build trust between teachers and other stakeholders.
Pembelajaran Al-Qur’an Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi
Yasir, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/am.v4i2.5421
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an melalui dua metode yang populer dan banyak digunakan di Indonesia, yaitu metode Tilawati dan metode Ummi. Fokus penelitian ini adalah pada efektivitas pendekatan masing-masing metode, struktur pembelajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, laporan, dan literatur lain yang relevan dengan topik pembelajaran Al-Qur’an menggunakan kedua metode tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik, keunggulan, dan kekhasan dari masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati memiliki sistem pembelajaran bertingkat melalui enam jilid dan tahapan lanjutan dengan pendekatan klasikal dan individual baca simak, serta evaluasi melalui munaqosyah. Sementara metode Ummi menekankan pada 10 pilar mutu, pendekatan klasikal dan individual, serta evaluasi berjenjang yang sistematis. Keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara berkesinambungan. Namun, metode Ummi lebih terstruktur dari sisi manajemen mutu dan pelaporan, sementara metode Tilawati unggul dalam fleksibilitas pendekatan pengajaran. Kedua metode dapat diterapkan secara luas dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan adaptasi sesuai kebutuhan lembaga.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KERJA PMO PADA PENDERITA TB PARU DI BBKPM MAKASSAR
Ningsih, Sulastri;
Kasim, Jamila;
Yasir, Muhammad
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuberkulosis atau TB adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikobakterium Tuberkulosis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan bagian bawah yang sebagian basil tuberkulosis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan dan motivasi kerja Pengawas Menelan Obat pada penderita TB Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 orang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisa data yang digunakan analisa univariat dengan tampilan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari total 30 responden (100%) yang diteliti, yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 26 responden (87%) dan yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 4 responden (13%). Sedangkan yang mempunyai motivasi yang baik sebanyak 23 responden (77%) dan yang mempunyai motivasi yang kurang sebanyak 7 responden (23%). Disimpulkan bahwa dari hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan dan motivasi kerja Pengawas Menelan Obat pada penderita TB Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM), didapatkan bahwa Pengawas Menelan Obat didominasi memiliki pengetahuan dan motivasi yang baik.
Metodelogi Tadabbur Kata dan Ayat Al-Qur’an
Yasir, Muhammad
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2021): TAFAKKUR : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62359/tafakkur.v1i2.37
Tujuan dari tadabbur bukan hanya menemukan hal yang baru akan tetapi bagaimana makna dan petunjuk ayat Al-Qur’an tersebut benar-benar berpengaruh dan mampu merubah diri mutadabbir (orang yang bertadabbur). Dari itu mengamalkan isi Al-Qur'an adalah bentuk dari tsamroh (buah) tadabbur Al-Qur’an, dan jika seseorang belum bisa mengamalkan isi Al-Qur’an berarti ia belum tergolong orang yang mentadabburi Al-Qur'an dengan baik. Dari itu pekerjaan tadabbur ini adalah satu-satunya yang tidak bisa dimasuki oleh orientalis dan para peneliti-peniliti Al-Qur’an dari Barat dan lainnya.Selain kefokusan dan pemahaman yang baik, alat yang paling terpenting dalam tadabbur adalah kebersihan hati dan kesiapan seseorang saat tadabbur. Dari itu setiap manusia berbeda-beda dalam hal tadabbur dan hasil yang didapatkan dari tadabbur. Maka keberhasilan suatu tadabbur sangat tergantung dari cara (metode) dan latar belakang seseorang mutadabbir dan pernyataan ini sesuai dengan yang dikatakan Ibnul Qoyyim, Ibnu Katsir dan lainnya.Dengan metode kualitatif dalam penelitian ini, peneliti kemudian berpandangan bahwa metode tadabbur ada dua: Metode Qiroatiy dan metode sama`iy. Masing-masing kita memilih metode mana yang tepat untuk kita saat itu, karena itulah yang paling utama baginya dalam mentadabburi Al-Qur’an. Hati yang gelap dan pengetahuan yang dangkal serta niat yang salah, menjadi permasalahan besar dalam tadabbur Al-Qur’an. Bahkan bila dipaksakan, akan menghasilkan tadabbur yang salah dan menyesatkan.
القواعد والضوابط لتفسير الكلمات القرآنية
Yasir, Muhammad
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 01 (2020): TAFAKKUR : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62359/tafakkur.v1i1.27
There are the greats correlations between the words of the Qur'an and understanding of the verse. It is the first gate before understanding a verse, where the right understanding of a verse depends on the initial understanding of a word. The conclusion from this study shows how important it is to understand the Qur'anic words correctly and intact. This must be based on the rules and dhowabit, especially the rules which mentioned by previous scholars and some of the new rules that we need today. A mufassir or mutadabbir (a person who recites Al-Qur’an) will not understand the purpose or sign of a quranic verses perfectly except by understanding the word in that verses as a whole. The rules and dhowabit (conditions) that resulted from this study amounted to 14 rules and 2 dhowabit that specifically functioned to understand the words of the Qur'an not mentioned before. This research is qualitative that uses the descriptive analysis to the library sources, which is related to the words (sentences) of the Qur'an, both the lexical side and its position (maudhi`) in the sentence. And this research too compares each opinion with similar interpretations, so that a special rule and dhobit is formed in understanding the Qur'anic words properly and appropriately. هناك علاقة وثيقة وقوية بين الكلمات وتفسير الآية، فهو كالبوابة الأولى قبل دخول في الآية، حيث جاء الخطأ والصواب في تفسير الآية توقف على تفسير الكلمة بدايةً. يتخلص هذا البحث في بيان مدى أهمية تفسير الكلمة القرآنية بشكل صحيح كامل. وذلك باعتماد على القواعد والضوابط، وهي القواعد والضوابط التي ذكرها العلماء السابقون وبعض القواعد الجديدة التي يتطلب منا وجودها اليوم. هذا، لأن المفسر أو المتدبر كلام الله تعالى لن يصل إلى معاني الآيات أو إشارات الآية القرآنية بشكل صحيح كامل إلا بفهم كلمات الآية مثل ما فهمه العرب القدماء. تحصّل الباحث في هذه الدراسة على أربع عشرة قاعدة وضابطين وهي لم تكن مذكروة من قبل. وأما المنهج الذي يستخدم في هذا البحث فهو منهج نوعي تحليلي تقعيدي معتمدا على المصادر والمراجع التي تتعلق بكلمة القرآن في دلالة ألفاظها، من جانبها المعجمي (leksikal) وموضعها في الجملة (grametikal) مع مقارنة الأراء المعروضة بآراء اللغويين، لما يحصل خلاف في تحديد تفسير الكلمة بين المفسرين. وبالتالي تشكلت القواعد والضوابط الخاصتان لفهم معنى كلمة القرآن بشكل صحيح كامل.
Progressive Steps to Maximize the Payment of Substitute Money in Corruption Crimes
Yasir, Muhammad
West Science Law and Human Rights Vol. 3 No. 03 (2025): West Science Law and Human Rights
Publisher : Westscience Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/wslhr.v3i03.2141
Although there is a punishment for compensating for state losses brought on by corruption, laws and illegal compensation-paying activities have not been able to efficiently and optimally restore state losses. The study aims to investigate the reasons behind the suboptimal recovery of state losses attributable to corruption through compensation payments, and to identify progressive legislative measures that might enhance the effectiveness of compensation in rectifying these losses. This study employs a normative research methodology, utilizing secondary data derived from legal texts. Techniques for acquiring legal information through literature review. The research results suggest that: 1. The punishment for paying substitute money does not provide the best return of state losses resulting from corruption because: a) there are unclear criminal arrangements for paying substitute money, and b) there are no rules pertaining to the crime of paying substitute money, c) Confiscation Constraints for Payment of Substitute Money, d) Individual Convicts Prefer Subsidiary Prison Instead of Paying Substitute Money, Interpretation of the Purpose of Criminal Application of Substitute Payment Penalties, and f) PERMA Number 5 of 2014's shortcomings in relation to the charge of using extra replacement money in corruption-related activities. 2. To guarantee that the criminal payment of compensation in corruption may most effectively recoup state losses, the following progressive legislative steps are required: a) Subsidies are not included in the penalty for paying compensation, b) The existence of the Law on Confiscation and Forfeiture in Corruption Crimes, c) Return of state losses through compensation money taking into account the value of interest, d) Return of state losses through Bankruptcy Efforts or PKPU of Corrupt Corporations, and e) Corrupt Corporations are restored to Survive and Pay Obligations.
Pembuatan Website Menggunakan CMS Wordpress di IKA Ubhara Jaya
Sinlae, Fried;
Yasir, Muhammad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4055
Penelitian ini membahas tentang pengembangan website untuk organisasi Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (IKA Ubhara Jaya) di kota Bekasi provinsi Jawa Barat menggunakan Content Management System (CMS) WordPress. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah komunikasi dan koordinasi yang dihadapi oleh organisasi akibat keterbatasan metode komunikasi tradisional. Website yang dikembangkan menyediakan platform terpusat untuk penyebaran informasi, pengumuman acara, dan jaringan alumni, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Pengembangan website dilakukan dengan menggunakan metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian membangun website organisasi dengan CMS wordpress menggunakan metode waterfall sangat cepat dan efektif untuk skala website bersifat informatif. Plugin Elementor digunakan untuk mempermudah proses desain dan pengelolaan konten melalui antarmuka drag-and-drop. Hasil dari proyek ini adalah website yang profesional dan fungsional, mampu memenuhi kebutuhan komunikasi organisasi, serta mendukung penguatan jaringan antar alumni. Secara keseluruhan, sistem informasi organisasi mendapat penilaian positif dari pengguna, dengan skor rata-rata di atas 3,5 dari 5 nilai maksimal untuk semua aspek. Keamanan sistem menjadi aspek yang paling diapresiasi, sementara kecepatan respon menjadi area yang memerlukan perhatian lebih untuk peningkatan.
Pengaruh Nilai-nilai Islam terhadap Budaya Organisasi
Yasir, Muhammad;
Maulida, Nurul;
Jasmi
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.24 KB)
|
DOI: 10.32734/ljsp.v1i1.8164
Setiap organisasi apapun orientasi, sifat, dan bentuknya, dapat dipastikan memiliki budaya organisasional, dan budaya organisasional tersebut memiliki peran penting untuk menghasilkan norma-norma perilaku individu yang diharapkan di dalam organisasi. Dalam junal ini difokuskan peran penting budaya organisasional khususnya budaya organisasional yang Islami untuk membentuk perilaku individu yang diharapkan (prestatif) di dalam organisasi. Organisasi yang memiliki budaya organisasional yang Islami bisa mendorong perilaku individu yang diharapkan (prestatif) di dalam organisasi. Budaya organisasional yang Islami adalah budaya organisasional yang dibangun dari nilai-nilai atau prinsip-prinsip ajaran Islam. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip ajaran Islam tersebut adalah berasal dari konsep Islam, yakni tauhid, khilafah, serta keadilan, dan karakteristik-karakteristik Islam, yakni bekerja merupakan ibadah. Dengan konsep dan karakteristik-karakteristik dari ajaran Islam tersebut perilaku individu yang diharapkan di dalam organisasi bisa terbentuk.