Claim Missing Document
Check
Articles

Pencurian Buah Kelapa Sawit di Desa Muda Setia Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Wildoh, Wildoh; Yusuf, Yusmar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Muda Setia Village, Bandar Sei Kijang District, Pelalawan Regency with the aim of knowing the phenomenon and efforts to overcome the theft of oil palm fruit that occurs. This research used a descriptive qualitative method by taking 8 (eight) informants. This research uses purposive sampling techniques and data is collected through observation, interviews and documentation. The theory used in this research is social control theory. The results of this research in the field can be concluded that many people feel restless and disturbed due to the theft of oil palm fruit. Oil palm fruit theft is very common and the perpetrators of the theft are not other people but people from Muda Setia Village as well. So community efforts are needed to overcome cases of oil palm fruit theft. The efforts, namely preventive efforts, are efforts to handle or prevent theft of oil palm fruit, and repressive efforts are efforts that are more focused on action or control after theft of oil palm fruit occurs.
Perilaku Merokok Pada Mahasiswi (Studi Tentang Dramaturgi Pada Mahasiswi Fisip Universitas Riau) Bustami, Dara Puspita; Yusuf, Yusmar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang Perilaku Merokok pada Mahasiswi (Studi tentang Dramaturgi pada Mahasiswi FISIP Universitas Riau). Perilaku merokok pada wanita menjadi perilaku yang tidak wajar bagi sebagian pendapat daerah yang salah satu nya adalah di bumi melayu kota pekanbaru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perilaku merokok pada mahasiswi dengan pendekatan dramaturgi. Fokus utamanya adalah untuk memahami bagaimana mahasiswi merokok sebagai bagian dari ekspresi sosial mereka, serta bagaimana mereka mengelola persepsi orang lain terhadap kebiasaan tersebut. Berdasarkan teori dramaturgi, menjelaskan bagaimana sosok mahasiswi perokok dengan proses interaksi yang dibagi menjadi dua panggung yaitu panggung depan dan panggung belakang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panggung depan mahasiswi perokok FISIP Universitas Riau yaitu panggung mereka menujukkan baik dengan tidak menunjukkan perilaku merokok mereka adalah ketika berada di hadapan keluarganya dan di sekitar lingkungan tempat tinggal nya. Dan panggung belakang mereka menunjukkan sisi mereka yang apa adanya yaitu merokok ketika berada di ruang pribadi dan di sekitar teman-temannya.
Aktualisasi Diri Perempuan Supermoto Perkotaan Dan Ruang Publik Vania, Dyra; Yusuf, Yusmar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan di perkotaan menghadapi tantangan dalam mengekspresikan diri di ruang publik karena budaya patriarki. Mereka sering dihambat oleh stereotip dan keterbatasan. Studi ingin mengetahui: 1) motivasi perempuan dalam supermoto. 2) bagaimana mereka mengatasi stigma. Perkumpulan Motor Ladies di Pekanbaru adalah salah satu contohnya. Perempuan kini semakin aktif dalam dunia otomotif yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.Penelitian ini jika dilihat dari segi bidang termasuk pada bidang sosial, jika dilihat dari segi tempat pelaksanaannya termasuk pada penelitian lapangan, jika dilihat dari proses berlangsungnya termasuk pada penelitian survey dan jika dilihat dari pendekatannya menggunakan Metode Kualitatif. Metode yang digunakan yaitu Kualitatif Deskriptif. Umumnya, subjek penelitian merupakan remaja perempuan. Diantara mereka sudah ada yang bekerja dan ada juga yang masih kuliah di universitas yang ada dipekanbaru. Supermoto Pekanbaru dibentuk untuk mempererat hubungan antara pecinta motor supermoto. Mereka merasa seperti keluarga dan saling mendukung satu sama lain. Modal sosial yang kuat memperkuat hubungan di antara anggota dengan saling percaya, berbagi informasi, dan saling membantu dalam masa-masa sulit. Solidaritas dan kepedulian antar anggota membuat team ini menjadi kuat dan eksis hingga sekarang.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat dengan Partisipasi dalam Program Mitigasi Bencana Banjir di Desa Buluh Cina Yusuf, Yusmar; Risdayati, Risdayati; Armilus, Robi; Putri, Fadila Santika; Ramadhan, Salsabil Fauzan; Daniella, Arlis Marisha
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.785

Abstract

Fenomena bencana banjir yang kerap melanda wilayah Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menuntut kesiapsiagaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif dalam program mitigasi. Namun, tingginya pengetahuan belum tentu berbanding lurus dengan keterlibatan masyarakat dalam tindakan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan tingkat partisipasi dalam program mitigasi bencana banjir. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) yang pernah terdampak banjir, dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden sebanyak 24 orang yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran langsung ke lokasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79,2% responden (19 orang) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 16,7% (4 orang) berada pada kategori sedang, dan hanya 4,2% (1 orang) memiliki pengetahuan rendah. Meskipun demikian, tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong sedang hingga rendah, menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara pemahaman dan keterlibatan dalam aksi mitigasi. Faktor penghambat seperti kesibukan ekonomi, minimnya fasilitasi, rendahnya motivasi, serta kurangnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan program turut memperkuat kesenjangan ini. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya strategi pemberdayaan masyarakat yang lebih intensif dan berkelanjutan agar pengetahuan yang dimiliki dapat diimplementasikan secara nyata dan kolektif untuk mengurangi risiko bencana banjir.
Praktik Oligarki Pada Pertambangan Nikel Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Studi Kasus : Suku Sawai Halmahera Aprilia Atika Putri; Nurpeni; Yusmar Yusuf
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/6e0fy974

Abstract

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menjadikannya salah satu penghasil utama komoditas ini. Namun, di balik potensi ekonomi yang besar, praktik oligarki dalam industri pertambangan nikel telah menimbulkan dampak serius, terutama terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik oligarki dalam industri nikel terjadi serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan fokus pada masyarakat suku Sawai di Halmahera Selatan. Ekspansi pesat industri nikel di Halmahera telah menyebabkan kerusakan ekosistem seperti pencemaran air, penurunan jumlah ikan, dan terganggunya keseimbangan lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat lokal. Kebijakan pemerintah yang sering kali berpihak pada perusahaan tambang memperparah situasi ini, dengan memberikan kemudahan akses izin melalui regulasi seperti UU Cipta Kerja, meskipun berpotensi mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat. Dominasi pemerintah pusat dalam pengelolaan izin tambang, tanpa memperhatikan masukan pemerintah daerah dan masyarakat lokal, mencerminkan ketimpangan dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, minimnya kewajiban perusahaan tambang untuk melakukan rehabilitasi lingkungan setelah operasi memperburuk dampak jangka panjang terhadap ekosistem. Situasi ini menggambarkan kebijakan yang lebih menguntungkan elit kekuasaan dibandingkan kepentingan publik, sehingga masyarakat lokal, termasuk suku Sawai, harus menghadapi degradasi lingkungan yang merugikan kesejahteraan mereka dan mengancam sumber daya alam sebagai tumpuan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak praktik oligarki dalam pertambangan nikel dan ketimpangan yang dirasakan masyarakat terdampak.  
Jejak Oligarki Dalam Pengelolaan Tambangan Emas: Studi Kasus PT Freeport Indonesia Di Papua Anggi Hawarnia; Yusmar Yusuf; Anggita Hikmatul Hiayah
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/5cs7c140

Abstract

Sejak beroperasi pada tahun 1967, PT Freeport telah menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, menghasilkan emas dan tembaga dari salah satu deposit terbesar di Grasberg. Meskipun perusahaan ini mengklaim memberikan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terdapat ketimpangan signifikan antara keuntungan yang diperoleh dan kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kepemilikan saham, perpanjangan izin operasi, dan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan mereka yang terancam oleh limbah tailing. Temuan menunjukkan bahwa oligarki berperan penting dalam menentukan kebijakan pertambangan yang sering kali mengabaikan kepentingan masyarakat lokal, sehingga menciptakan ketidakadilan sosial dan lingkungan di Papua
Makna Hutan dan Sungai bagi Kehidupan Masyarakat Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Armilus , Robi; Risdayati; Yusuf, Yusmar; Asmawita; Revalina, Adinda; Rifani , Rahmat; Kogoya, Pidenus; Nabila , Putri; Syamsabil, Fitrah Ahmad; Rahayu, Ajeng Sri; Juanda, Perdi; Lestari, Fitra Ayu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1258

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti mengenai makna hutan dan sungai yang ada di desa buluh cina bagi masyaraka baik secara ekonomis ataupun sosial. Hutan dan sungai yang ada di desa buluh cina tidak hanya sekadar sumber daya alam bagi masyarakat namun juga memiliki nilai budaya yang dalam bagi masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan masyarakat, serta studi dokumentasi. Pengumpulan data wawancara dilakukan kepada warga lokal di desa buluh cina. Hasil menunjukkan bahwa hutan dan sungai merupakan sumber kehidupan dan ruang sosial bagi warga lokal, selain itu juga sebagai simbol kebudayaan. Penelitian ini akan memberikan wawasan mengenai pentingnya nilai nilai kebudayaan dalam konservasi lingkungan dan pembangunan bekerlanjutan.
Kosmologi Masyarakat Pesisir :Hubungan Antara Manusia dan Alam dalam Perspektif Masyarakat Nelayan Buluh Cina Risdayati; Armilus, Robi; Yusuf, Yusmar; Amanda, Tri; Julius, Febrika; Ikhsannudin, Fahmi; Adiharja Pratama, Putra; Rahmadani, Sandini; Karolina, Anjelika; Riswadani, Krisna; Voliyka Sari, Meynanda; Hidayat, M. Alfin; Zelika; Aureli, Devanya; Nabila, Zahwa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sistem kosmologi masyarakat nelayan Desa Buluh Cina terbentuk, dipertahankan, dan diwariskan, serta bagaimana pandangan kosmologi tersebut membentuk hubungan antara manusia dan alam di lingkungan pesisir. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik wawancara mendalam serta observasi lapangan, ditemukan bahwa masyarakat Buluh Cina memiliki kosmologi yang bersumber dari kearifan lokal dan kepercayaan tradisional. Kosmologi ini membentuk etika ekologis yang diwujudkan dalam perilaku masyarakat menjaga sungai, hutan, dan danau secara kolektif, serta partisipasi aktif dalam kegiatan adat dan sosial. Pandangan kosmologis mereka menunjukkan harmoni antara manusia dan alam, meskipun mengalami transformasi akibat modernisasi, pendidikan, dan pengaruh agama. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kosmologi lokal tetap relevan sebagai kerangka berpikir ekologis dan sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan zaman.
Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Instrumen Oligarki dan Kartelisme: Analisis Kritis Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Sesilia Grace Sitohang; Yusmar Yusuf
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/33e54206

Abstract

Studi ini menganalisi peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam memperkuat oligarki dan kartelisme serta dampaknya terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan, Penelitian ini menemukan bahwa CSR sering digunakan sebagai alat untuk memperkuat  Oligarki dan kartelisme serta dampaknya terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menemukan bahwa CSR sering digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruh korporasi, memperburuk ketimpangan sosial dan lingkungan, serta menghambat pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi, akuntabilitas dan penglibatan masyarakat dalam pelaksanaan CSR. Rekomendasi yang diberikan adalah perluasan regulasi dan pengawasan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pengembangan kebijakan pembangunan berkelanjutan yang berbasis masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman CSR sebagai instrumen oligarki dan kartelisme serta implikasinya terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan.
PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA TOBEK PEBAUN DI DESA PEBAUN HILIR KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Harpens, Jeris Harpens; Yusuf, Yusmar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1741-1750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan hasil yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri dari pengurus dan anggota Pokdarwis, Kepala Desa Pebaun Hilir, tokoh masyarakat Desa Pebaun Hilir, dan pengunjung. Pembuktian keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh James s Coleman tentang proses pilihan rasional yang dilakukan Pokdarwis untuk berperan dalam pengembangan objek wisata. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Peran Pokdarwis dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir, yakni dengan melakukan langkah-langkah: (a). mengadakan musyawarah dengan melibatkan masyarakat untuk membahas permasalahan dan mencari solusi bersama, (b).  meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para anggota dan masyarakat, (c). pengembangan fasilitas bermain serta spot foto dengan menarik (d). memberikan kontribusi dalam menciptakan iklim yang kondusif di kawasan wisata. 2) Faktor pendukung Pokdarwis dalam pengembangan Objek Wisata Tobek Pebaun di Desa Pebaun Hilir, yaitu: semangat dan motivasi dari pengurus serta anggota, sikap gotong royong dan rasa kekeluargaan yang kuat, serta adanya atraksi tambahan. Sedangkan Faktor penghambatnya, yaitu: kurangnya SDM di bidang pariwisata, partisipasi masyarakat yang masih rendah serta kurangnya kesadaran dan aktualisasi masyarakat terhadap nilai-nilai sapta pesona, dan minimnya dukungan dari pihak pemerintah.
Co-Authors ", Halimar ", Nurhafiza Abdu Mas’ud Abdul Wahab Achmad Fajri Febrian Achmad Hidir Adiharja Pratama, Putra Adila, Adinda Fitri Afriliya Sabatini Agus Nardi Agusti, Muhammad Sandy Aji Saputra Alghifari, Angga Alsi Alfian Amelia Putri, Sophia Andri Anashrullah Anggi Hawarnia Anggilia Gustiana Anggita Hikmatul Hiayah Anggraini, Santri Aprilia Atika Putri Ardino, Algitia Armilus , Robi AsAri, Azi Asmawita Astuti Salim Aswal Salewangeng Aureli, Devanya Bahagiana, Berkah Bahtiar Bahtiar Bastian, Ahmad Bustami, Dara Puspita Damira, Aza Daniella, Arlis Marisha Darmawati Hady Davin Ariffi, Muhammad Dewita, Nurheffi Eko Irawan Elfrida Ratnawati Enjel Damayanti M Eriska Rena Fachry Abda El Rahman Fadilah, Windi Ade Fadli, Mashur Fakhri Syarif Fatma Hamid Fauzana, Millati Febry Kosdanita Filda Iis Dwi Lestari Fitri, Wahyuni Fitrianingsih, Ayu Gusniati, Gusniati Haerul Haerul Hardiani, Dewi Nurul Harpens, Jeris Harpens Herna " Hesti Asriwandari Hidayat, M. Alfin Ikhsannudin, Fahmi Ilham Majid Indah Wulandari Indry Widyasti Anwar Irfan Tongam S Iskandar, Safitra Ismandianto Isril Jainudin Abdullah Jorgi Andrie Flageo Juanda, Perdi Julius, Febrika Jurubasa, Nadila Karolina, Anjelika Kartini, Yeni Keke Dwi Sundari Kemala Putri, Nurul KHAIRUL ANWAR Khairul Fahmi Kholid, Iriani Kogoya, Pidenus Kristina, Julia Laila Istiqamah Laras Gemi Nestiti Latifa Hayati Lestari, Filda Iis Dwi Lestari, Fitra Ayu Lestari, Niken Fujia M Nasir Tamalene M.Y.Tiyas Tinov Mandataris Mardani, Rukmiati Maulani, Iffah Maya Elvira Maya Elvira, Maya Meilani Hutauruk, Meilani Meyzi Heriyanto Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Misdawati, Uci Mita Rosaliza Mita Rosaliza, Mita Muhardi, M. Mukhtar Yusuf Nabila , Putri Nabila, Zahwa Nashiro, Divine Ningsi Saibi, Ningsi Ningsih, Ike Rahma Nur Hajjah, Nur Nur, Taslim D Nurdianti " Nurdin Abdul Rahman Nurmaya Papuangan, Nurmaya nurpeni Okta Nilma Diala Sari Ospriani, Ria Pradika, Bayu Pratama, Ichsan Yoga Prawira, Resi Putra Putri Nurul Sari, Putri Nurul Putri, Fadila Santika Putri, Mila Pratiwi Dwi Rachma Widyana Putri Rahayu, Ajeng Sri Rahmadani, Sandini Ramadhan, Salsabil Fauzan Ramli, Muhammad Riswan Rasyid, Magfirah Rawidiah, Cindy Rd Siti Sofro Sidiq Regita Rahmadhani A Resdati Revalina, Adinda Rifani , Rahmat Rika Dianti Risdayati Risdayati, Risdayati Riska Ayufatmala Riskiansyah, Muhammad Riswadani, Krisna Rizki Rahman Harahap Robi Armilus Robi Armilus, Robi Rokandi, Adrian Firman Rosmaliza, Dina Ruwaidah " Ruzikna Saprudin, Saprudin Saputra, Candra Sari, Aslita Selly Devi Tambunan Septiana Harahap Sesilia Grace Sitohang Siallagan, Desi Patiar Simbolon, Risky Martiana Br Sitepanus, Ardika Ridoh Siti Sofro Sidiq Siti Sofro Sidiq, Rd Sri Wahyuni Supriyono ", Supriyono syafrizal Syafrizal Syafrizal Syamsabil, Fitrah Ahmad T. Romi Marnelly Teguh Widodo TRI AMANDA, TRI Tri Joko Waluyo Uci Misdawati Ujud, Sartika Usman Sambiri Vania, Dyra Voliyka Sari, Meynanda Wahita Sari, Intan Wati, Setio Wildoh, Wildoh Winda Oktawati Yesi Yetti Yetti Yulius Usman Yusmanita " Zelika Ziana Syafira