p-Index From 2021 - 2026
8.259
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian PMT Enteral berbasis Pangan Lokal terhadap Berat Badan dan Tinggi Badan Balita Wasting di Kecamatan Kaliwungu dan Bringin Semarang Sri Fathimatuz Zahra; Siti Zulaekah; Sari Kusumawati; E Elfrida
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan enteral berbasis pangan lokal merupakan salah satu intervensi yang dirancang sebagai upaya mengatasi gizi kurang pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PMT enteral berbasis pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan anak balita dibandingkan dengan PMT lokal standar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 20 balita dipilih berdasarkan kriteria wasting yang ditetapkan Dinas Kesehatan Semarang bekerja sama dengan Puskesmas Kaliwungu dan Puskesmas Bringin dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, Mann-Whitney dan Independent Sample T-Test.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap berat badan dan tinggi badan anak (p>0,05). Namun, terdapat peningkatan yang signifikan pada berat badan setelah 21 hari intervensi (p=0,009) dan tinggi badan (p=0,031) dalam kelompok intervensi setelah pemberian enteral berbasis pangan lokal. Kelompok intervensi menunjukkan kenaikan berat badan intra-kelompok yang signifikan sebesar 0,49 kg sedangkan kenaikan tinggi badan relatif kecil sebesar 0,26 cm. Durasi intervensi yang pendek menjadi keterbatasan dalam mengamati pertumbuhan linier pada balita.Simpulan: Pemberian enteral berbasis pangan lokal selama 21 hari belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat badan dan tinggi badan balita wasting jika dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan PMT lokal standar.
Pemberian Enteral kepada Balita dengan Masalah Gizi Kurang dan Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan) Ferinda Rahma Mawadda; Siti Zulaekah; Tutut Widiasmara
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Balita yang mengalami masalah gizi seperti gizi kurang dan stunting perlu penambahan asupan makan. Salah satu yang dapat diberikan adalah blenderized formula. Blenderized formula yang tinggi energi dan protein dapat menambah asupan makan balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan status gizi balita setelah diberikan blenderized formula selama satu minggu.Presentasi Kasus: Sebanyak 5 balita dengan masalah gizi kurang dan stunting diberikan blenderized formula selama satu minggu. Blenderized formula terbuat dari ubi jalar kuning, dada ayam, kacang hijau, telur ayam, tepung maizena, tepung susu skim, minyak kelapa sawit, gula pasir, santan, dan sari buah naga. Blenderized formula diberikan satu kali dalam sehari sebanyak 100 ml. Terdapat satu balita yang mengalami kenaikan berat badan.Simpulan: Balita yang mengalami kenaikan berat badan sebesar 20%.
Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Remaja di SMA Batik 1 Surakarta Nazuni Adliya Shiddiiqi; Farida Nur Isnaeni; Siti Zulaekah
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8843

Abstract

Adolescents are a group experiencing rapid growth with increasing nutritional needs. Unhealthy and irregular eating patterns, sedentary behavior, and low levels of physical activity can affect nutritional status and reduce physical fitness, which is crucial for supporting health, learning ability, and daily activities. This study aims to determine the relationship between nutritional status and physical fitness levels among adolescents at Batik 1 High School in Surakarta. The research method employed an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 91 students selected using simple random sampling. Nutritional status was measured based on the Age-Adjusted Body Mass Index (BMI/A), while physical fitness was assessed using the Harvard Step-Up Test and calculated based on the Physical Fitness Index (PFI). The association was tested using Fisher’s Exact Test with a significance level of p < 0.05. The results showed that most respondents had normal nutritional status, totaling 75 students (84.2%), while the highest proportion of physical fitness levels fell into the “very poor” category, totaling 69 students (75.8%). The results of Fisher’s Exact Test showed a p-value of 1.000 (p > 0.05), indicating no significant association between nutritional status and physical fitness level. This suggests that other factors likely play a greater role in influencing physical fitness than nutritional status.
Co-Authors . Firmansyah Abrianti Oktaria Adelia Triana Putri Afif Faishal Aflit Nuryulia Praswati Aflit Nuryulia Praswatia Agustina, Apriliya Ahsan, Erwanda Defya Amanda Wijayanti Amanda, Dea Amanda, Ghaisani Shella Anas Tasya Ardea Zerlind Anggi Eka Mulyandari Anindya Wahyu Utami Anindya, Vani Anisa Catur Wijayanti Annisa Nur Hanifah Arif Pristianto Aulia Arina Salwa Azizah Al Mar’atus Sholikhah Azizah Nur Rohim Darnoto , Sri Dhian Sukma Aprilliani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari E Elfrida Em Sutrisna Emiliya Kusuma Wardani Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Fadillah, Kurniawati Faiza, Salsabila Alif Farah Hayati Adibah Farida Nur Isnaeni Fauzan Muhammad Ihsan Fauziana , Eni Fauziana, Eni Ferinda Rahma Mawadda Firantika, Rima Firmansyah Firmansyah Fitri Rachma Grishella Diandra Salsabila Hanik Rahmawati, Hanik Heilin Alber Siva Haryoko Ilma Khoirunnisa Imam Riefly Aditomo Imelda Anggraini Indraswari, Rafinda Dyah Kelik Wardiono Khairuna Hamida Khayla Febriannisa' Khoirunisa, Ilma Khusmalinda, Tri Hastin Kusumaatmaja, Donny Kurniawan Kusumawati, Sary Laksmi Widajanti Lintang Caesar Apriliani Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Lutfi Nur Ratna Kusuma Magistra Ammar Alghifari Mahadir Ahmad Mahadir Ahmad Maya Sukmawati Muchlison Anis Muhammad Da&#039;i Muhammad Halim Maimun Mutalazimah Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, Muwakhidah Muwakhiddah, . Muzakar Isa Nabila Nur Farestiana Nazuni Adliya Shiddiiqi Nesya Anggita Rahmadhani Nisa Rachmah Nur Anganthi Nita Puspitasari Nur Lathifah Mardiyati Nur ‘Azah Nurfaiza, Elita Nadia Nurfauzia, Elita Nadia Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy Oktaria, Abrianti Okti Sri Purwanti Pramudya Kurnia Pratiwi, Betty Intan Prayoga Putri Perdana Sari Puspitasari, Dyah Intan Putri Meyzwari, Fiorizka Putri, Desy Anisa Lasono Rachma, Fitri Rahmi , Anggraita Nur Rahmi, Anggraita Nur Ratu Syifa Auradian Rohim, Azizah Nur Rusdin Rauf S Suwaji Salsabila Alif Faiza Sari Kusumawati Sari, Marlynda Happy Nurmalita Satrio Wiyono Setia Asyanti Setiyo Purwanto Setyo Purwanto Sharla Apsarini Siti Fatimah Nurhayati Siti Zulaikhah Sri Darnoto Sri Fathimatuz Zahra Sri Murwanti Sudaryanto, Ruli Sudrajah Warajati Kisnawaty Suwaji, S Syafiqa Rifda Seftyarini Syamsudin Syamsudin Toto Suharto Tri Hastin Khusmalinda Tutut Widiasmara Wardani, Emiliya Kusuma Wardani, Wening Sulistyo Werdany, Kusuma Estu Widananda , Clarisa Widananda, Clarisa Winda Wahyu Pratiwi Yuli Kusumawati Yumailita Setiawati Yuniar, Siska Zaini Said Zaini Said Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulia Setiyaningrum