Articles
META-ANALYSIS: PENGGUNAAN MODUL BERBASIS HOTS PADA MATERI EKOLOGI DAN LINGKUNGAN DI SMA
Tomi Apra Santosa;
Eria Marina Sepriyani;
Lufri Lufri;
Zulyusri Zulyusri
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.379 KB)
|
DOI: 10.36987/jes.v8i1.1976
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui penggunaan modul berbasis HOTS pada matapelajaran ekologi dan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian meta-analisis. Sumber data berasal darimeta-analisis 10 jurnal nasional dan internasional. Data tersebut diakses melalui google scholar, sage journaldan sciencedirect. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan modul berbasis HOTS dengankategori tinggi perolehan effect size 0,91 kategori tinggi . Berdasarkan hasil penelitian tersebutdapat disimpulkan bahwa penggunaan modul berbasis HOTS sangat baik digunakan pada mata pelajaranekologi dan lingkungan.
PENGEMBANGAN LEMBARAN KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK SMA
Gita Noveri Eza;
Zulyusri Zulyusri;
Ernie Novriyanti
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 1, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/nse.v1i2.283
Tujuan penelitian adalah menghasilkan LKS berbasis problem solving pada materi sistem ekskresi manusia, mengetahui validitas, praktikalitas, serta mengetahui respon guru/siswa terhadap LKS yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model 4–D yang telah dimodifikasi, yang terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Subjek uji coba LKS adalah 3 orang guru dan 20 orang siswa SMAN 1 Solok kelas XI IA 1. Data penelitian adalah data primer yang terdiri dari validitas, praktikalitas, dan respon guru/siswa. Data dianalisis dengan analisis deskriptif berupa persentase.
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 AMPEK ANGKEK
Yunita Fitri M;
Rahmawati D;
Zulyusri Zulyusri;
Ardi Ardi
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37728/jpr.v7i1.548
Kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Kebiasaan belajar berhubungan erat dengan hasil belajar. Peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kebiasaan belajar peserta didik dengan hasil belajar peserta didik SMA. Populasi yang diambil adalah peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Ampek Angkek. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 2 kelas. Data diperoleh dari hasil analisis angket yang tehal diisi peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Penelitian yang dilakukan memperoleh hasil adanya hubungan yang positif antara kebiasaan beajar peserta didik dengan hasil belajar peserta didik.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) Tentang Materi Ekosistem Untuk Kelas X SMA/MA
Putri Septi Nofriands;
Zulyusri Zulyusri;
Syamsurizal Syamsurizal;
Ria Anggriyani;
Fitri Suarni
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37728/jpr.v7i2.577
ABSTRACT The development of the 21st century has had a huge impact on student learning activities. In biology, it is not just learning to memorize but learning that requires high understanding and requires participants to have creativity, innovation, critical thinking, and problem-solving skills by following the demands of 21st century skills.For the problems in the learning process to be solved, it is necessary to develop the creativity of participants by providing a learning experience. One approach to learning is considered to provide students with STEM-based learning. This study aims to develop a STEM-based LKPD Learning Media on valid and practical MIPA SMA/MA Class X Ecosystem Materials. The development of the media uses three stages of 4-D models: define, design, and develop. The object of this research is STEM-based LKPD on Ecosystem Materials for Class X MIPA SMA/MA. This product was validated by second lecturers of the Biology Department, FMIPA UNP, and 1 Biology teacher at SMA Negeri 4 Pariaman, then a practicality test was carried out by 1 Biology teacher and 30 students in Class X MIPA at SMA Negeri 4 Pariaman. The results of the validation of the STEM-based LKPD that were developed showed an average value of 90.91 with a very valid category. The results of the STEM-based LKPD practicality test showed an average score of 87.91 from teachers in the very practical category and 89.85 from students in the very practical category.
META-ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA
Moga Sari Mulya;
Zulyusri Zulyusri
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i2.16510
Miskonsepsi merupakan kesalahpahaman siswa terhadap suatu konsep ilmiah. Berdasarkan data dari 5 jurnal yang diteliti menggunakan metode meta-analisis terdapat miskonsepsi siswa pada mata pelajaran biologi ditingkat SMA. Miskonsepsi tertinggi terdapat pada materi pembelahan sel 68.74% dengan kategori tinggi, hal ini dapat terjadi karena siswa kurang tertarik dan merupakan pelajaran yang sulit. Miskonsepsi terendah terjadi pada materi genetika 31.05% dengan kategori sedang, miskonsepsi yang terjadi pada materi ini disebabkan karena diri siswa itu sendiri, bahan ajar dan miskonsepsi pada guru. Data miskonsepsi yang diperoleh menggunakan metode meta-analisis, guru dapat mengetahui konsep yang mengalami miskonsepsi yang paling tinggi sehingga guru dapat memperbaiki atau melakukan remediasi untuk mengatasi miskonsepsi pada siswa.
META ANALISIS MISKONSEPSI BUKU TEKS PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS X
Nurul 'Aini;
Zulyusri Zulyusri
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i2.16500
Miskonsepsi merupakan ide atau pandangan keliru mengenaisuatu konsep yang tidak sesuaidengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima oleh para ahli. Penyebab munculnya miskonsepsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: guru, siswa, buku teks, konteks dan metode mengajar. Semua faktor penyebab miskonsepsi tersebut bisa saja terjadi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini lebih memfokuskan pada buku teks pelajaran yang bertujuan untuk mengkaji ulang analisis miskonsepsi buku teks pelajaran Biologi SMA Kelas X. Jenis penelitian yang digunakan adalah meta analisis. Penelitian ini dilakukan dengan metode literatur review dengan mengumpulkan artikel yang berkaitan dengan miskonsepsi buku teks pelajaran Biologi SMA Kelas X. Didapatkan 6 artikel yang berkaitan dari 49 artikel miskonsepsi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya miskonsepsi pada buku teks pelajaran Biologi SMA Kelas X dengan kategori rendah hingga sedang. Materi yang paling banyak ditemukan miskonsepsi yaitu materi Virus sebesar 43,2% miskonsepsi (termasuk kategori miskonsepsi tingkat sedang). Urutan jumlah miskonsepsi berdasarkan buku teks pelajaran yang dianalisis tersebut dari yang terbesar hingga terkecil yaitu: misidentifications, oversimplifications, obsolete concept and terms, undergeneralizations dan overgeneralizations.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DILENGKAPI KARTU BERGAMBAR PADA MATERI HEWAN INVERTEBRATA UNTUK KELAS X SMA/MA
Zara Latifa;
Zulyusri Zulyusri;
Yosi Laila Rahmi;
Helsa Rahmatika
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i2.16505
Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan untuk membantu proses pembelajaran adalah modul. Modul dapat membuat peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran karena mempermudah peserta didik dalam memahami materi dan juga penggunaan modul sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul biologi menggunakan pendekatan saintifik dilengkapi kartu bergambar pada materi hewan invertebrata untuk kelas X di SMA Pertiwi 2 Padang. Studi dilakukan dengan menggunakan survei menggunakan angket yang disebarkan kepada 23 orang peserta didik kelas X IPA dan satu orang guru Biologi SMA Pertiwi 2 Padang. Hasil angket menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan sumber bahan ajar pada materi hewan invertebrata. Kriteria bahan ajar yang dibutuhkan oleh peserta didik yaitu materi disajikan lengkap, singkat, padat, jelas, dan disertai gambar yang menarik. Pengembangan modul kartu bergambar sebagai sumber bahan ajar yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi guru dan peserta didik khususnya pada materi hewan invertebrata.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Tentang Materi Psikotropika Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 9 Padang
Rahmi Rizalmi;
Zulyusri Zulyusri;
Ristono Ristono;
Sa’diatul Fuadiyah
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37728/jpr.v7i3.586
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran biologi khususnya pada materi psikotropika. Penyebabnya adalah materi yang terlalu banyak, materi terlalu rumit dan banyak istilah yang membingungkan. Proses pembelajaran yang masih searah (teacher centered) dimana guru masih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran padahal seharusnya proses pembelajaran sudah mengarah kepada (student centered) agar peserta didik lebih aktif, kreatif, dan kritis. Hal ini juga sejalan dengan penggunaan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum 2013, pada Kurikulum 2013 peserta didik dituntut untuk dapat belajar secara aktif, mandiri, dan mempunyai keterampilan berpikir. Salah satu jenis keterampilan berpikir yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran yaitu keterampilan berpikir kritis. Selain itu model pembelajaran yang diterapkan di SMA Negeri 9 Padang kebanyakan belum menerapkan model pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Peserta didik membutuhkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga mudah dalam memahami materi pembelajaran. Model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah salah satu model pembelajaran yang dapat mempermudah peserta didik memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing tentang materi psikotropika terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 9 Padang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment, dalam penelitian ini menggunakan dua kelas. Kelas eksperimen dengan perlakuan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dengan perlakuan model pembelajaran langsung. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling, berdasarkan pertimbangan rata-rata nilai ulangan tengah semester yang hampir sama. Instrumen yang digunakan adalah tes soal essay sebanyak 10 soal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (80,46) dan kelas kontrol (72.32). Analisis data dilakukan dengan uji independent sample t-test dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing tentang materi psikotropika terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 9 Padang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tentang Metri Psikotropika Terhadap Kompetensi Belajar Peserta didik Kelas XI SMAN 5 Tebo
Nedia Gusti Elvera;
Zulyusri Zulyusri;
Ristiono Ristiono;
Ria Anggriyani;
Atik Sulistyo Dwi Rahayu
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37728/jpr.v7i3.593
Permasalahan yang ada di SMAN 5 Tebo yaitu model pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga pembelajaran belum berjalan dengan optimal, dan kompetensi belajar peserta didik masih rendah khususnya pada materi psikotropika. Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang mengangkat permasalahan nyata, sehingga peserta didik mampu menerapkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (Quasi Experimental Research), dengan rancangan penelitian Control Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini diambil secara porposive sampling diambil berdasarkan nilai rata-rata yang hampir sama. Kelas eksperimen dilakukan model pembelajaran PBL dan kelas kontrol dengan perlakuan model pembelajaran langsung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kompetensi pengetahuan peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (71,48) dan kelas kontrol (60,36). Perbedaan perlakuan pada kedua kelas juga mempengaruhi kompetensi sikap dan kompetensi keterampilan peserta didik. Hasil kompetensi sikap peserta didik menunjukkan pada kelas eksperimen rata-rata nilai lebih tinggi yaitu 80,56 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 74,40. Pada kompetensi keterampilan rata-rata nilai pada kelas eksperimen yaitu 81,25 dan pada kelas kontrol yaitu 71,43. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji independent sample t-test dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PBL tentang materi psikotropika terhadap kompetensi belajar peserta didik Kelas XI SMAN 5 Tebo.
Artikel Meta Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (ETH) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
Nur Fadhilah Nasution;
Zulyusri Zulyusri
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37728/jpr.v8i1.607
Pembelajaran tidak hanya menyerap informasi dari guru, tetapi juga memerlukan berbagai kegiatan untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa terletak pada proses pembelajaran dimana peran guru aktif dan siswa pasif. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran alternatif yang menekankan pada aktivitas dan partisipasi kelas secara keseluruhan dan individu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa agar mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. ETH merupakan model pembelajaran yang sangat baik untuk mendapatkan perhatian siswa, tanggung jawab dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai guru bagi siswa lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hasil pengaruh model pembelajaran (ETH) dalam pembelajaran biologi dari 10 artikel yang relevan d