p-Index From 2021 - 2026
5.574
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan MEDIA KONSERVASI Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Indonesian Journal of Geography Maspari Journal Biospecies Bumi Lestari BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Ilmu Lingkungan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Maspari Journal Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Kimia dan Kemasan Jurnal Pariwisata INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Jurnal Biologi Tropis Indonesian Journal of Chemistry Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ecolab Jurnal Segara Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Jurnal Kimia dan Kemasan Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management Makara Journal of Science Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ilmu Kehutanan Jurnal Ilmu Kehutanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Jurnal Oase Nusantara LIMNOTEK Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

FITOREMEDIASI LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) DENGAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DAN PAKCOY (Brassica rapa chinensis) DALAM SISTEM RESIRKULASI Hefni Effendi; Bagus Amalrullah Utomo; Giri Maruto Darmawangsa; Rebo Elfida Karo-Karo
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.80-92

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) menghasilkan limbah organik yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan kangkung (Ipomoea aquatica) dan pakcoy (Brassica rapa chinenesis) sebagai agen fitoremediator limbah dalam sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan dalam laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap in time dengan tiga perlakuan, tiga ulangan, selama 35 hari pengamatan. Secara umum parameter kualitas air yang diamati (suhu, pH, oksigen terlarut, amonia total, amonia bebas, ammonium, nitrat, dan ortofosfat) menunjang bagi kehidupan ikan lele, kangkung, dan pakcoy. Suhu air selama pengamatan (27-30 0C) berpengaruh terhadap pertumbuhan pakcoy, dimana pakcoy merupakan tanaman introduksi dari subtropis yang bersuhu dingin (18-22 0C). Persentasi penurunan amonium pada perlakuan kangkung (78,42%) dan pakcoy (52,16%). Penyerapan amonium secara langsung melalui akar sebagai pupuk alami pada kangkung lebih optimal bila dibandingkan dengan pakcoy. Persentase penurunan amonia bebas menunjukkan perbedaan pada perlakuan kontrol, kangkung, dan pakcoy berturut-turut adalah 89,16%, 93,62%, dan 96,62%. Perlakuan kangkung lebih efektif dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan laju konversi pakan ikan lele.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR SUNGAI CIHIDEUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Hefni Effendi; Aloysius Adimas Kristianiarso; Enan M Adiwilaga
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.81-92

Abstract

Pada bagian hulu Sungai Cihideung terdapat aktivitas pertanian, ladang, budidaya perikanan, dan jarang ditemukan pemukiman penduduk. Limpasan aktivitas pertanian dan budidaya perikanan, limpasan dari bengkel, dan limpasan dari pemukiman penduduk, akan berpengaruh terhadap karakteristik kualitas air sungai. Penelitian dilakukan di Sungai Cihideung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 2 minggu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui status kualitas air Sungai Cihideung, mulai dari Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, yang merupakan bagian hulu, hingga hilir yakni di belakang gedung Unit Satwa Harapan, Fakultas Peternakan, IPB di Desa Babakan. Karakteristik kualitas air sungai dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pengelolaan kualitas air sungai yang berkaitan dengan masukan dari lingkungan sekitarnya. Perairan Sungai Cihideung memiliki suhu 24-280C. Kekeruhan berkisar 11-32,3 NTU. TSS 0,67-32,67 mg/l. TDS 40,93-65,53 mg/l. Debit air 0,24-2,07 m3/detik. Perairan Sungai Cihideung memiliki kisaran pH 5,83-7,36. DO 8,34-10,58 mg/l. BOD5 0,20-4,12 mg/l. NH3-N 0,005-0,23 mg/l. NO3-N 0,06-0,70 mg/l. NO2-N 0,01-0,03 mg/l, dan total fosfat 0,48-1,07 mg/l. Indeks Storet memperlihatkan bahwa stasiun 1,3,4,5, Sungai Cihideung termasuk dalam kategori tercemar ringan (skor -8 sampai -10). Stasiun 2 tercemar sedang (skor -12). Hal ini karena telah terlampauinya baku mutu pH, NH3-N, dan total fosfat
PENGARUH PERCAMPURAN AIR TERHADAP OKSIGEN TERLARUT DI SEKITAR KARAMBA JARING APUNG, WADUK CIRATA, PURWAKARTA, JAWA BARAT Hefni Effendi; Enan M Adiwilaga; Agustina Sinuhaji
Jurnal Ecolab Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.1.51-60

Abstract

Penelitian dilakukan di sekitar keramba apung Waduk Cirata (KJA), Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi ketersediaan oksigen terlarut dalam perairan, melalui percampuran massa air yang diambil dari beberapa kedalaman. Konsentrasi DO di lokasi KJA di Waduk Cirata menurun seiring bertambahnya kedalaman dengan kisaran rata-rata adalah 0,3 - 0,5 mg/l (lapisan dasar) hingga 8,0 - 8,4 mg/l (permukaan). Distribusi vertikal oksigen terlarut menggambarkan tipe perairan clinograde. Kedalaman zona eufotik mencapai 3,81 m. Terdapat variasi ketersediaan oksigen terlarut dari pencampuran massa air meromictic dan holomictic. Pada perlakuan 1 (meromictic hingga 12 m) nilai rata-rata DO yaitu 7,00 - 7,41 mg/l. Perlakuan 2 (meromictic hingga 24 m) nilai rata-rata DO 5,28 - 5,48 mg/l. Perlakuan 3 (holomictic hingga 42 m) memiliki nilai rata-rata DO sebesar 2,44 - 2,84 mg/l. Jika terjadi percampuran meromictic hingga kedalaman 12 m dan 24 m maka kegiatan budidaya ikan masih dianggap layak, karena nilai DO >5 mg/l. Akan tetapi, pencampuran holomictic mengakibatkan DO melewati ambang batas, sehingga tidak dapat menopang budidaya perikanan
FLUKS GAS RUMAH KACA CO2, CH4 DAN N2O PADA LAHAN EKOSISTEM MANGROVE DI SUNGAI TALLO, MAKASSAR (Fluxes of greenhouse gases CO2, CH4 and N2O from mangrove soil in Tallo River, Makassar) Rahman Rahman; Yusli Wardiatno; Fredinan Yulianda; Hefni Effendi; Iman Rusmana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.688 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.755

Abstract

Studies on the fluxes of greenhouse gases in mangrove ecosystems especially during tides are relatively scarce. The research was conducted in Tallo River Makassar which is a mangrove ecosystem habitat. Gas sampling was done by utilising size 0,5x0,5x1 m3 chamber through a syringe during the tidal periods. Gas analysis was done using gas chromatography methods. The research shows that the flux of CO2 gasduring high tide was 204,84 mg m-2 hr-1 or 1,79 kg m-2 year-1  and 183,81 mg m-2 hr-1 or 1,61 kg m-2 year-1 during low tide, while the flux of CH4 gaswas 0,75 mg m-2 hr-1 or 0,007 kg m-2 year-1  during high tide and 0,62 mg m-2 hr-1 or 0,005 kg m-2 year-1 during low tide, and the flux of N2O gaswas 0,141 mg m-2 hr-1 or 0,0012 kg m-2 year-1  during high tide and 0,145 mg m-2 hr-1 or 0,0013 kg m-2 year-1  during low tide. Keywords : greenhouse gas flux, mangrove ecosystem, Tallo River
Response Surface Method Application in Tofu Production Liquid Waste Treatment Hefni Effendi; Romi Seroja; Sigid Hariyadi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.019 KB) | DOI: 10.22146/ijc.31693

Abstract

Liquid waste of tofu production has a high content of organic matter which can lead to a decrease in water quality. This study was aimed to obtain an optimal combination of duration and waste concentration in tofu liquid waste treatment using Chrysopogon zizanioides. Response surface method using Design Expert 7.0 software was applied to optimize combination response of duration (3, 9, 15 days) and waste concentration (20, 40, 60%), aided by Design Expert 7.0 software. The optimum treatment was 15 days with 20% waste concentration, reducing 55.48% of COD, 37.86% BOD, 93.51% TSS, 87.86% Turbidity, increasing DO to 7.2 mg/L and pH to 7.2.
Tourism Carrying Capacity to Support Beach Management at Tanjung Bira, Indonesia Maryono Maryono; Hefni Effendi; Majariana Krisanti
Jurnal Segara Vol 15, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.215 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i2.6790

Abstract

Tourism carrying capacity assessment for the protection of coastal area was applied to Tanjung Bira beach as an attempt to assess the optimum allowable number of visitors in accordance to the PAOT (people at one time approach) without damaging the surrounding ecological, social and cultural environments. The study shows that the Real Carrying Capacity (RCC) was 202 beach user/day and the Effective Carrying Capacity (ECC) was 117 beach user/day. Although there was a significant difference between Physical-Ecological and Social-Cultural Carrying Capacity, this study suggests that the Physical-Ecological Carrying Capacity or Real Carrying Capacity may be applied for ecosystem management, whilst the Social-Cultural Carrying Capacity or Effective Carrying Capacity (ECC) may be addressed when management objectives are tourists and beach user.
Metode Pengukuran dan Model Pendugaan Biomassa Nypa Fruticans di Sungai Tallo, Makassar-Indonesia Rahman Rahman; Hefni Effendi; Iman Rusmana; mukti ali
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 11, No 1 (2020): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v11i1.65

Abstract

Penelitian tentang estimasi dan model pendugaan biomassa pada tegakan pohon mangrove telah banyak dilakukan baik dalam tingkat ekosistem maupun spesies, namun belum pernah dilakukan pada spesies Nypa fruticans. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model penduga nlilai biomassa Nypa fruticans di Sungai Tallo yang terdapat di Makassar-Indonesia yang merupakan salah satu habitat mangrove. Pendugaan biomassa dilakukan dengan menebang mangrove sebanyak 15 pohon pada range diameter terbesar hingga terkecil. Biomassa dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh dari pengeringan sub contoh berat basah pada suhu 130 ⁰C selama 48 jam. Analisis model penduga biomassa menggunakan regresi linier dan model allometrik yang akan menyatakan hubungan antara diameter pangkal atau pelepah dengan nilai biomassa mangrove. Hasil analisis menunjukkan bahwa model penduga biomassa Nypa fruticansbersifat allometrik yang berkorelasi dengan diameter pangkal dan diameter pelepah yaitu B = 0,098(DB)1,4934  dan B = 0,222(DS)2,7048 dan lebih baik dibandingkan model analisis regresi. Total biomassa Nypa fruticans menurut diameter pangkal dan pelepah yakni 174574,4kgatau 40132, 69 kg/ha dan 173959,4kg atau 39991, 32 kg/ha.
Highly Sensitive Phenol Biosensor Utilizing Selected Bacillus Biofilm Through an Electrochemical Method Ariyanti, Dita; Iswantini, Dyah; Sugita, Purwantiningsih; Nurhidayat, Novik; Effendi, Hefni; Ghozali, Ali Aulia; Kurniawan, Yehezkiel Steven
Makara Journal of Science Vol. 24, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An eco-friendly phenol biosensor from Bacillus biofilm was prepared and investigated. The biofilm, which produced tyrosinase enzyme, was successfully immobilized on a screen-printed carbon electrode surface. A total of 72 Bacillus isolates were utilized because of their capability to produce tyrosinase enzyme in tyrosine media. Among them, Bacillus isolate code 100 was selected because it produced an adequate amount of tyrosinase enzyme and a high potentiostat current. The response surface methodology was also used to optimize the phenol sensing condition through an electrochemical method. Results showed that the optimum condition was achieved after 6 days on a phosphate buffer solution (pH of 8), with an optical density of 0.33. Furthermore, the limits of detection and quantification were 3.0 and 13 ng/L, respectively. The measurements of precision yielded a relative standard deviation of < 5%, which is remarkable. Although the biosensor material was used for 35 days, the current throughout was still maintained at 90%, indicating that the evaluated biosensor material has the potential to be used for phenol monitoring on environmental samples in the near future.
Risk analysis of gold processing in artisanal and small-scale gold mining in Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi, Indonesia Margareth Rosalinda Sapulete; Hefni Effendi; Etty Riani; Machfud Machfud
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.102.4093

Abstract

Gold processing at artisanal and small-scale gold mining (ASGM) in Indonesia is inherently risky due to the high severity and likelihood of accidents causing serious injury. The objectives of this study were to identify hazards, assess risks, and determine risk control measures in the ASGM location at Imandi Village, East Dumoga District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. The method used was Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). The determination of work stages and identification of hazards was carried out through observation at 14 ASGM units and interviews with 14 informants consisting of 6 mining workers and 8 ASGM business owners. The risk assessment was carried out by observing and interviewing 8 experts as informants selected from health and environmental scientists, various offices of the Government Bolaang Mongondow Regency, and non-government institutions. The results showed that the stage of gold processing work in ASGM consists of 13 sources of hazards that can pose 16 risks. The obtained risk assessment results showed that 19% were low risk, 31% moderate risk, 25% high risk, and 25% very high risk caused by exposure to mercury through the gold ore burning process with a risk value of 25. The identified risk control measures were PPE (personal protective equipment) 43%, administrative controls 14%, engineering controls 14%, substitution 21%, and elimination 7%. Realistic risk controls that can be applied in ASGM are a combination of administrative controls and PPE.
Estimasi Stok dan Serapan Karbon pada Mangrove di Sungai Tallo, Makassar Rahman Rahman; Hefni Effendi; Iman Rusmana
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.575 KB) | DOI: 10.22146/jik.24867

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyerap CO2 lebih tinggi dibandingkan dengan vegetasi tumbuhan lainnya. Namun upaya pengelolaannya sebagai kawasan penyimpan stok karbon masih belum maksimal. Kota Makassar memiliki Sungai Tallo yang sepanjang bantarannya ditumbuhi oleh vegetasi mangrove dan sangat potensial untuk dikelola sebagai ruang terbuka hijau. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Sungai Tallo terletak tepat di tengah kota Makassar dan sepanjang bantaran sungai didominasi oleh spesies Nypa fruticans dengan jumlah 18.514 pohon dan kerapatan 4.256 pohon/ha, menyimpan karbon sebesar 21,82 ton C/ha, menyerap 80,02 ton CO2/ha. Spesies dominan kedua adalah Rhizophora mucronata dengan jumlah 8.492 pohon dan kerapatan 2.352 pohon/ha, menyimpan karbon sebesar 19,94 ton C/ha, menyerap 73,13 ton CO2/ha. Spesies dominan ketiga yaitu Avicennia alba dengan jumlah 2.421 pohon dan kerapatan 3.228 pohon/ha, menyimpan karbon sebesar 53,96 ton C/ha, menyerap 197,87 ton CO2/ha. Nilai kerapatan dan kemampuan serapan mangrove tersebut sangat sesuai untuk dikelola pada ruang terbuka hijau penyuplai udara segar dan penyerap CO2.Stock Estimation and Carbon Absorption of Mangrove in Tallo River, MakassarAbstractThe mangrove ecosystem has a higher ability of CO2 absorption than other vegetations. However, the effort to establish the mangrove to be a carbon stock area has not been achieved. Makassar has Tallo River, covered with mangrove vegetation along its riverbank, which is potent to be managed as a green open space. The observations indicated that Tallo River was located in the center part of Makassar city and was dominated by Nypa fruticans along the riverbanks in 18,514 trees and a density of 4,256 trees/ha, stored carbon of 21.82 tons C/ha, and absorbs 80.02 tons CO2/ha. Rhizophora mucronata was the second dominant species in 8.492 trees and density of 2,352 trees/ha, stored carbon of 19.94 tons C/ha, and absorbs 73.13 tons CO2/ha. The third dominant species was Avicennia alba in 2,421 trees and density of 3,228 trees/ha, stored carbon of 263.85 tons C/ha, and absorbs 197.89 tons CO2/ha. The density and ability to absorb values of the mangrove is highly suitable to be managed for a green open space to supply fresh air and CO2.
Co-Authors - - nurjanah . Chaidir A. Zaenal Mustopa A. Zaenal Mustopa Adi Sulaksono Aditya Herry Emawan Admiral Farouk Sabzevar, Andi Agustina Sinuhaji Ahmady, Taufik Akbar, Helmy Ali Mashar Aloysius Adimas Kristianiarso Amelia, Febrina Risky Ammar, Esraa E. Andika, Yudho Andrian Rizaldy Azhar Andrianto, Charles Ani Mardiastuti Aprilia, Mita Ardiansyah, Ichsan Prayoga Ario Damar Arnold Arnold Astini, Lita Audra Ligafinza Audra Nur Ayub Sugara B Sartono Bagus Amalrullah Utomo Bagus Amalrullah Utomo, Bagus Amalrullah Bambang Sulistyantara Budi Kurniawan Budi Kurniawan Budi Nurtama Budi Prasetyo, Lilik Ceanturi, Ardan Chaidir Chaidir Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Cut Meurah Nurul ‘Akla Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedi Soedarma Dedi Soedarma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma Dewanti Pratiwi Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dino Rimantho Dita Ariyanti Ditta Ayu Anggraini Dwi Purwantoro Sasongko Dwi Suci Indah Permata Sari Dyah Iswantini Dyah Muji Rahayu Enan M Adiwilaga Endang Warsiki dan Citra Dewi Wahyono Putri (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia) Eriyatno . Erlangga Erliza Noor Erniati Etty Riani F Farlina Fitratunnisa, Erni Pelita Fitri Ariani Flandrianto Sih Palimirmo Fredinan Yulianda Frijona Fabiola Lokollo Gatot Prayoga Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gede Iwan Setiabudi Gede Iwan Setiabudi Ghozali, Ali Aulia Giri Maruto Darmawangsa Gunawan Gunawan Gunawan Pratama Yoga Hadi Supardi Handayani, Luluk D Hari Wijayanto Harum Farahisah Harum Farahisah Herawati, Maria Edna Herman Yulianto Hidayah, Rofi’ul Hidayat, Harry Hulopi, Mahriyana I Wayan Nurjaya Ikrari, Karaben Ikhtiyana Ilhami, Bq Tri Khairani Ilhami, Bq Tri Khairina Imamshadiqin, Imamshadiqin Iman Rusmana Imanullah Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Irza Arnita nur Khursatul Munibah Kurniawan, Yehezkiel Steven Kuswanto, Asep Liyantono . Lubis, Syahnan Aly Luisa Febrina Amalo Luluk Dwi Wulan Handayani Machfud Machfud Machfud Machfud Maisalda, Dwianka Rahman Majariana Krisanti Mardiyana Mardiyana Marfian Dwidima Putra Margareth Rosalinda Sapulete Maryono Maryono Maulid Wahid Yusuf Meidiza, Riski Melanie Cornelia, Melanie Melki . Melki Melki Meutia Samira Ismet Mintje Wawo Mohammad, Farid Muhammad Mukhlis Kamal Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mukti Ali Munggaran, Gilang Mursalin Idris Mursalin Mursalin Mursalin Mursalin Nabil Zurba Nabilah, Rizka Neneng Marlian Neneng Sri Hendra Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Noveldesra Suhery Novera Nirmalasanti Novik Nurhidayat Nugroho, Setyo Pambudi Nyoto Santoso Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pambudi, Wiwid Arif Partono, Tri Prasetyo, Kunandar Prayoga, Gatot Prita Ayu Permatasari, Prita Ayu Purwantiningsih Sugita Purwanto, Yanuar Jarwadi Pusparini, Mustika Putra, Marfian Dwidima Qadar Hasani Rachma Venita Rachmad Caesario Rahman Rahman Rahman Rahman Rahmat Pangestu Rahmawan, Ahmad Jamhari Rahmawati, Nofi Rahmawati, Rahmawati Rais Sonaji Rebo Elfida Karo-Karo Rezi Apri Ririn Setyowati Riskiana, Refa Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki Novia Rahmi Romi Seroja Ronauli, Eva Cristine Rozirwan . safrina dyah hardiningtyas Saiful Adhar Sarunggu, Yudith Sigid Hariyadi Sigit Winarno Siti Rosa Oktavia Solinda, Martha Supalal, Yusiono Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suria Darma Tarigan Surjono Hadi Sutjahjo Surya Cipta Ramadhan Kete Syahnan Aly Lubis Syamsiar, Syamsiar Taryono Taryono Taryono, Taryono TATI NURHAYATI Tri Permadi Ulfah Choerunnisa Nurul Litasari Utomo, Bagus A. Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widyatmoko Widyatmoko Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Yamadipo, Yusarwan Yona A. Lewerissa Yonvitner - Yudhi Amrial Yudho Andika Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setiawan4 Yunandar Yunandar Yuni Yolanda Yusli Wardiatno Zaenal Abidin Zainalarifin, Jauhar Zidni Ilma Palupi Zuhri, Muhammad Isnan