p-Index From 2021 - 2026
5.295
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan MEDIA KONSERVASI Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Indonesian Journal of Geography Maspari Journal Biospecies Bumi Lestari BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Ilmu Lingkungan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Microbiology Indonesia BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Maspari Journal Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Kimia dan Kemasan Jurnal Pariwisata INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Jurnal Biologi Tropis Indonesian Journal of Chemistry Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ecolab Jurnal Segara Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Jurnal Kimia dan Kemasan Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management Makara Journal of Science Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ilmu Kehutanan Jurnal Ilmu Kehutanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Jurnal Oase Nusantara LIMNOTEK Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

The growth and survival rate of Nile tilapia, Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758) in the aquaponic system with different vetiver (Vetiveria zizanioides L. Nash) plant density Widyatmoko Widyatmoko; Hefni Effendi; Niken TM Pratiwi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v19i1.346

Abstract

Tilapia fish farming with the aquaponic is a system of cultivation that can save land use and increase the efficiency of nutrient utilization of residual feed and fish metabolism by the plant. This research aimed to analyze the influence of different plant densities on growth, survival and the comparison of length and weight of tilapia (Oreochromis niloticus) in aquaponic system with dense plant. The experimental design used was Completely Randomized Design in time with three treatments and three replications with the level of density of vetiver (Vetiveria zizanioides) tested in this study was 400 g, 800 g and without vetiver. Nile tilapia (Oreochromis niloticus) was used with weight of 14 g, average length of 8-9 cm, and the experiment lasted for 42 days. The observed parameters was the growth of length and weight, length-weight relationship, and the survival rate. The results showed that the highest increase was in the treatment of 800 g vetiver plants with the growth of 19 g, the length increase of 2.64 cm and the survival rate of 100 ± 0.00 %. The lowest value was in the control. The use of aquaponic system in nile tilapia management with vetiver and control treatment had significant effect (P <0.05) on weight gain, length increase, and survival rate of tilapia. Water quality in all treatments generally reflected a range within tolerable limits and not harmful to tilapia growth. Abstrak Budi daya ikan nila dengan sistem akuaponik merupakan sistem budi daya yang dapat menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan serta metabolisme ikan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh padat tanaman yang berbeda terhadap pertumbuhan, sintasan dan perbanding-an panjang dan bobot ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem akuaponik dengan padat tanaman yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan dengan tingkat kepadatan vetiver yang diuji dalam penelitian ini adalah 400 g, 800 g dan tanpa vetiver. Ikan yang digunakan adalah ikan nila dengan bobot 14 g, panjang rata-rata 8-9 cm, dan dipelihara selama 42 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot, hubungan panjang-bobot, pertambahan panjang dan sintasan. Hasil peneli-tian menunjukkan bahwa peningkatan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan tanaman vetiver 800 g dengan pertam-bahan bobot sebesar 19 g, pertambahan panjang sebesar 2,64 cm dan sintasan ikan sebesar 100±0,00 %. Nilai teren-dah terdapat pada kontrol. Penggunaan sistem akuaponik pada pemeliharaan ikan nila dengan perlakuan vetiver dan kontrol berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot, pertambahan panjang, dan sintasan ikan nila. Kua-litas air pada semua perlakuan secara umum menggambarkan kisaran yang masih berada dalam batas toleransi dan tidak membahayakan bagi pertumbuhan ikan nila.
Cemaran Mikroplastik pada Ikan Pindang dan Potensi Bahayanya terhadap Kesehatan Manusia, Studi Kasus di Bogor Gunawan Gunawan; Hefni Effendi; Endang Warsiki
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v16i2.772

Abstract

Tingginya akumulasi sampah plastik di perairan Indonesia dapat meningkatkan potensi cemaran mikroplastik. Ikan dan garam merupakan bahan baku utama pembuatan ikan pindang yang keduanya berpotensi membawa berbagai bahan cemaran, termasuk mikroplastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cemaran mikroplastik pada ikan pindang yang diproduksi oleh 5 pengolah di Tanah Sareal, Bogor Utara, Parung, dan Ciampea. Kandungan mikroplastik dianalisis dari 5 jenis ikan, yaitu bandeng (Chanos chanos), tongkol (Euthynnus affinis), layang (Decapterus russelli), semar/etem (Mene maculata), dan kembung (Rastrelliger kanagurta), yang meliputi daging ikan segar dan produk pindangnya, garam, dan air rebusan pindang. Identifikasi mikroplastik dilakukan terhadap hasil destruksi dengan H2O2 secara mikroskopis dan dikonfirmasi dengan FTIR-UATR. Hasil penelitian menunjukkan jumlah mikroplastik pada daging produk pindang berkisar antara 0,22±0,15 dan 0,69±0,12 MP/g atau meningkat sekitar 11-19% dibandingkan dengan bahan bakunya. Sebanyak 0,17±0,02 MP/g ditemukan pada sampel garam dan 0,10±0,02 MP/mL pada air rebusan pindang. Analisis FTIR-UATR menunjukkan bahwa mikroplastik yang dominan adalah polipropilena (PP) sebanyak 54% dalam bentuk fragmen atau film, dan polietilena (PE) sebanyak 46% dalam bentuk fiber atau fragmen. Perkiraan paparan mikroplastik akibat mengkonsumsi ikan pindang yang didasarkan pada tingkat konsumsi ikan pindang masyarakat Indonesia adalah 2,345±603 MP/orang/tahun. Kondisi tersebut mengindikasikan potensi bahaya apabila dikonsumsi terus-menerus, karena mikroplastik yang dapat bersifat akumulatif. Dengan demikian, perlu diupayakan pengurangan kandungan mikroplastik pada bahan utama ikan pindang dan garam dengan mengurangi pencemaran mikroplastik di perairan dan memperbaiki teknologi produksi garam.Title: Microplastic Contamination of Boiled Salted Fish and Its Potential Hazards to Human Health, Case Study in BogorThe high accumulation of plastic waste in Indonesian waters can increase the potential contamination of microplastic. Fish and salt are the primary raw materials for boiled salted fish, both of which can carry various contaminants, including microplastics. The objective of this study was to determine the presence of microplastic contamination in boiled salted fish produced by five processors in Tanah Sareal, North Bogor, Parung, and Ciampea. The microplastic content was analyzed from 5 types of fish, namely milkfish (Chanos chanos), mackerel tuna (Euthynnus affinis), indian scad (Decapterus russelli), moon fish (Mene maculata), and indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), each of fresh fish and its boiled salted product, salt used, and boiled water. Microplastic identification was carried out microscopically on samples prepared by H2O2 destruction and further confirmed by FTIR-UATR. The results showed that the amount of microplastics in the products ranged from 0.22±0.15 to 0.69±0.12 MP/g or an increase of about 11-19% compared to the raw material. A total of 0.17±0.02 MP/g was found in the salt sample and 0.10±0.02 MP/mL in the boiling water sample. FTIR-UATR analysis showed that the dominant microplastic was polypropylene (PP) as much as 54% in fragments or film form, and polyethylene (PE) account for 46% in the form of fibers/fragments. The estimated exposure of microplastics due to consuming boiled salted fish based on the level of consumption of boiled salted fish in Indonesia is 2,345±603 MP/person/year. This condition indicates a potential danger if boiled salted fish is consumed at a large amount and continuously because of the cumulative nature of microplastics. So it is necessary to reduce the amount of microplastic content in the fish material and salt by reducing microplastic pollution in the waters and improving the salt production technology.
Analisis Kepuasan Wisatawan Untuk Manajemen Pantai Di Wisata Pantai Tanjung Bira Maryono Maryono; Hefni Effendi; Majariana Krisanti
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.357 KB) | DOI: 10.31294/par.v3i2.1352

Abstract

ABSTRAKTanjung Bira pantai telah menjadi pusat pariwisata di Kabupaten Bulukumba. Akibatnya, peningkatan jumlah pengunjung ke objek wisata Tanjung Bira pantai dapat mengurangi kualitas layanan pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks kepuasan pelanggan dan untuk mengidentifikasi indikator yang perlu ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan distribusi kuesioner close-end. Analisis yang dilakukan dengan menghitung Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan di pantai Tanjung Bira dari bulan April sampai Mei. Pengumpulan data dari kuesioner, 311 responden dari wisatawan lokal. Hasilnya menunjukkan nilai CSI sebesar 58%. Ini berarti bahwa pengunjung merasa cukup puas dengan kondisi dan fasilitas di kawasan wisata Tanjung Bira beach. Pentingnya Kinerja analisis (IPA) mengidentifikasi 13 indikator yang perlu perbaikan, yaitu kesempatan untuk melihat hewan laut, harga tiket masuk, bangku, penjaga pantai, papan buletin, kebersihan pantai, tong sampah, toilet umum, kebersihan toilet umum, medis perawatan, keamanan & keselamatan, budaya sebagai daya tarik wisata lokal dan peran LSM.Kata Kunci: Indeks kepuasan pengunjung, Importance-performance, Tanjung Bira, manajemen pantai.  ABSTRACTTanjung Bira beach has become the center of tourism in Bulukumba District. As the result, the increasing number of visitors to the attractions of Tanjung Bira beach can reduce the quality of beach services. The purpose of this study was to analyze customer satisfaction index and to identify the indicators that need to improved. The method used in this research is survey method with closed-ended questionnaires distribution. The analysis was performed by calculating the Customer Satisfaction Index (CSI) and the Importance-Performance Analysis (IPA). The study was conducted at Tanjung Bira beach from April to May. Collecting data from questionnaires, 311 respondents from local travelers. The results show the value of CSI by 58%. This means that visitors feel quite satisfied with the conditions and facilities in the tourist area of Tanjung Bira beach. The importance-performance analysis (IPA) identified 13 indicators that need improvement, namely the opportunity to see marine animals, the price of admission, benches, lifeguard, bulletin boards, beach cleanliness, trash cans, public toilets, cleanliness of public toilets, medical care, security & safety, culture as a local tourist attraction and the role of NGOs.Keywords : Customer satisfaction index, importance-performance analysis, Tanjung Bira, beach management
FITOREMEDIASI LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) DENGAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DAN PAKCOY (Brassica rapa chinensis) DALAM SISTEM RESIRKULASI Hefni Effendi; Bagus Amalrullah Utomo; Giri Maruto Darmawangsa; Rebo Elfida Karo-Karo
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.80-92

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) menghasilkan limbah organik yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan kangkung (Ipomoea aquatica) dan pakcoy (Brassica rapa chinenesis) sebagai agen fitoremediator limbah dalam sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan dalam laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap in time dengan tiga perlakuan, tiga ulangan, selama 35 hari pengamatan. Secara umum parameter kualitas air yang diamati (suhu, pH, oksigen terlarut, amonia total, amonia bebas, ammonium, nitrat, dan ortofosfat) menunjang bagi kehidupan ikan lele, kangkung, dan pakcoy. Suhu air selama pengamatan (27-30 0C) berpengaruh terhadap pertumbuhan pakcoy, dimana pakcoy merupakan tanaman introduksi dari subtropis yang bersuhu dingin (18-22 0C). Persentasi penurunan amonium pada perlakuan kangkung (78,42%) dan pakcoy (52,16%). Penyerapan amonium secara langsung melalui akar sebagai pupuk alami pada kangkung lebih optimal bila dibandingkan dengan pakcoy. Persentase penurunan amonia bebas menunjukkan perbedaan pada perlakuan kontrol, kangkung, dan pakcoy berturut-turut adalah 89,16%, 93,62%, dan 96,62%. Perlakuan kangkung lebih efektif dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan laju konversi pakan ikan lele.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR SUNGAI CIHIDEUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Hefni Effendi; Aloysius Adimas Kristianiarso; Enan M Adiwilaga
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.81-92

Abstract

Pada bagian hulu Sungai Cihideung terdapat aktivitas pertanian, ladang, budidaya perikanan, dan jarang ditemukan pemukiman penduduk. Limpasan aktivitas pertanian dan budidaya perikanan, limpasan dari bengkel, dan limpasan dari pemukiman penduduk, akan berpengaruh terhadap karakteristik kualitas air sungai. Penelitian dilakukan di Sungai Cihideung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 2 minggu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui status kualitas air Sungai Cihideung, mulai dari Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, yang merupakan bagian hulu, hingga hilir yakni di belakang gedung Unit Satwa Harapan, Fakultas Peternakan, IPB di Desa Babakan. Karakteristik kualitas air sungai dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pengelolaan kualitas air sungai yang berkaitan dengan masukan dari lingkungan sekitarnya. Perairan Sungai Cihideung memiliki suhu 24-280C. Kekeruhan berkisar 11-32,3 NTU. TSS 0,67-32,67 mg/l. TDS 40,93-65,53 mg/l. Debit air 0,24-2,07 m3/detik. Perairan Sungai Cihideung memiliki kisaran pH 5,83-7,36. DO 8,34-10,58 mg/l. BOD5 0,20-4,12 mg/l. NH3-N 0,005-0,23 mg/l. NO3-N 0,06-0,70 mg/l. NO2-N 0,01-0,03 mg/l, dan total fosfat 0,48-1,07 mg/l. Indeks Storet memperlihatkan bahwa stasiun 1,3,4,5, Sungai Cihideung termasuk dalam kategori tercemar ringan (skor -8 sampai -10). Stasiun 2 tercemar sedang (skor -12). Hal ini karena telah terlampauinya baku mutu pH, NH3-N, dan total fosfat
PENGARUH PERCAMPURAN AIR TERHADAP OKSIGEN TERLARUT DI SEKITAR KARAMBA JARING APUNG, WADUK CIRATA, PURWAKARTA, JAWA BARAT Hefni Effendi; Enan M Adiwilaga; Agustina Sinuhaji
Jurnal Ecolab Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.1.51-60

Abstract

Penelitian dilakukan di sekitar keramba apung Waduk Cirata (KJA), Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi ketersediaan oksigen terlarut dalam perairan, melalui percampuran massa air yang diambil dari beberapa kedalaman. Konsentrasi DO di lokasi KJA di Waduk Cirata menurun seiring bertambahnya kedalaman dengan kisaran rata-rata adalah 0,3 - 0,5 mg/l (lapisan dasar) hingga 8,0 - 8,4 mg/l (permukaan). Distribusi vertikal oksigen terlarut menggambarkan tipe perairan clinograde. Kedalaman zona eufotik mencapai 3,81 m. Terdapat variasi ketersediaan oksigen terlarut dari pencampuran massa air meromictic dan holomictic. Pada perlakuan 1 (meromictic hingga 12 m) nilai rata-rata DO yaitu 7,00 - 7,41 mg/l. Perlakuan 2 (meromictic hingga 24 m) nilai rata-rata DO 5,28 - 5,48 mg/l. Perlakuan 3 (holomictic hingga 42 m) memiliki nilai rata-rata DO sebesar 2,44 - 2,84 mg/l. Jika terjadi percampuran meromictic hingga kedalaman 12 m dan 24 m maka kegiatan budidaya ikan masih dianggap layak, karena nilai DO >5 mg/l. Akan tetapi, pencampuran holomictic mengakibatkan DO melewati ambang batas, sehingga tidak dapat menopang budidaya perikanan
FLUKS GAS RUMAH KACA CO2, CH4 DAN N2O PADA LAHAN EKOSISTEM MANGROVE DI SUNGAI TALLO, MAKASSAR (Fluxes of greenhouse gases CO2, CH4 and N2O from mangrove soil in Tallo River, Makassar) Rahman Rahman; Yusli Wardiatno; Fredinan Yulianda; Hefni Effendi; Iman Rusmana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.688 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.755

Abstract

Studies on the fluxes of greenhouse gases in mangrove ecosystems especially during tides are relatively scarce. The research was conducted in Tallo River Makassar which is a mangrove ecosystem habitat. Gas sampling was done by utilising size 0,5x0,5x1 m3 chamber through a syringe during the tidal periods. Gas analysis was done using gas chromatography methods. The research shows that the flux of CO2 gasduring high tide was 204,84 mg m-2 hr-1 or 1,79 kg m-2 year-1  and 183,81 mg m-2 hr-1 or 1,61 kg m-2 year-1 during low tide, while the flux of CH4 gaswas 0,75 mg m-2 hr-1 or 0,007 kg m-2 year-1  during high tide and 0,62 mg m-2 hr-1 or 0,005 kg m-2 year-1 during low tide, and the flux of N2O gaswas 0,141 mg m-2 hr-1 or 0,0012 kg m-2 year-1  during high tide and 0,145 mg m-2 hr-1 or 0,0013 kg m-2 year-1  during low tide. Keywords : greenhouse gas flux, mangrove ecosystem, Tallo River
Response Surface Method Application in Tofu Production Liquid Waste Treatment Hefni Effendi; Romi Seroja; Sigid Hariyadi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.019 KB) | DOI: 10.22146/ijc.31693

Abstract

Liquid waste of tofu production has a high content of organic matter which can lead to a decrease in water quality. This study was aimed to obtain an optimal combination of duration and waste concentration in tofu liquid waste treatment using Chrysopogon zizanioides. Response surface method using Design Expert 7.0 software was applied to optimize combination response of duration (3, 9, 15 days) and waste concentration (20, 40, 60%), aided by Design Expert 7.0 software. The optimum treatment was 15 days with 20% waste concentration, reducing 55.48% of COD, 37.86% BOD, 93.51% TSS, 87.86% Turbidity, increasing DO to 7.2 mg/L and pH to 7.2.
Tourism Carrying Capacity to Support Beach Management at Tanjung Bira, Indonesia Maryono Maryono; Hefni Effendi; Majariana Krisanti
Jurnal Segara Vol 15, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.215 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i2.6790

Abstract

Tourism carrying capacity assessment for the protection of coastal area was applied to Tanjung Bira beach as an attempt to assess the optimum allowable number of visitors in accordance to the PAOT (people at one time approach) without damaging the surrounding ecological, social and cultural environments. The study shows that the Real Carrying Capacity (RCC) was 202 beach user/day and the Effective Carrying Capacity (ECC) was 117 beach user/day. Although there was a significant difference between Physical-Ecological and Social-Cultural Carrying Capacity, this study suggests that the Physical-Ecological Carrying Capacity or Real Carrying Capacity may be applied for ecosystem management, whilst the Social-Cultural Carrying Capacity or Effective Carrying Capacity (ECC) may be addressed when management objectives are tourists and beach user.
Preliminary study of algasidal activities of the episymbiont bacterial consortium from Enhalus acoroides Gede Iwan Setiabudi; Dietriech G. Bengen; Ocky Karna Radjasa; Hefni Effendi
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Vol 2 No 2 (2018): ATBES
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.586 KB) | DOI: 10.24843/ATBES.2018.v02.i02.p02

Abstract

Seagrass symbiotic bacteria have various functions, one of which is as algaside. There are 2 types of symbionts namely endosymbiont and episymbiont. This study aims to test the initial activity of algaside episymbiont Enhalus acoroides on diatome and dinoflagellate group plankton. The method used for testing is Mixed Algal-bacterial cultures. On media that has been overgrown with algae will be inoculated with episymbiont bacterial consortium E. acoroides. The results of the bacterial consortium research have not shown significant algaside activity. But, on Nitschia sp. showed significant algaside activity. This mean specific activity in the compound or mechanism used as algaside.
Co-Authors - - nurjanah . Chaidir A. Zaenal Mustopa A. Zaenal Mustopa Adi Sulaksono Aditya Herry Emawan Agustina Sinuhaji Ahmady, Taufik Akbar, Helmy Ali Mashar Aloysius Adimas Kristianiarso Amelia, Febrina Risky Ammar, Esraa E. Andika, Yudho Andrian Rizaldy Azhar Andrianto, Charles Ani Mardiastuti Aprilia, Mita Ardiansyah, Ichsan Prayoga Ario Damar Arnold Arnold Astini, Lita Audra Ligafinza Audra Nur Ayub Sugara B Sartono Bagus Amalrullah Utomo Bagus Amalrullah Utomo Bagus Amalrullah Utomo, Bagus Amalrullah Bambang Sulistyantara Budi Kurniawan Budi Kurniawan Budi Nurtama Budi Prasetyo, Lilik Ceanturi, Ardan Chaidir Chaidir Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Cut Meurah Nurul ‘Akla Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedi Soedarma Dedi Soedarma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma Dewanti Pratiwi Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dino Rimantho Dita Ariyanti Ditta Ayu Anggraini Dwi Purwantoro Sasongko Dwi Suci Indah Permata Sari Dyah Iswantini Dyah Muji Rahayu Enan M Adiwilaga Endang Warsiki dan Citra Dewi Wahyono Putri (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia) Eriyatno . Erlangga Erliza Noor Erniati Etty Riani F Farlina Fitratunnisa, Erni Pelita Fitri Ariani Flandrianto Sih Palimirmo Fredinan Yulianda Frijona Fabiola Lokollo Gatot Prayoga Gatot Prayoga Gatot Yulianto Gede Iwan Setiabudi Gede Iwan Setiabudi Ghozali, Ali Aulia Giri Maruto Darmawangsa Gunawan Gunawan Gunawan Pratama Yoga Hadi Supardi Handayani, Luluk D Hari Wijayanto Harum Farahisah Harum Farahisah Herawati, Maria Edna Herman Yulianto Hidayah, Rofi’ul Hidayat, Harry Hulopi, Mahriyana I Wayan Nurjaya Ikrari, Karaben Ikhtiyana Ilhami, Bq Tri Khairani Ilhami, Bq Tri Khairina Imamshadiqin, Imamshadiqin Iman Rusmana Imanullah Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Irza Arnita nur Khursatul Munibah Kurniawan, Yehezkiel Steven Kuswanto, Asep Liyantono . Lubis, Syahnan Aly Luisa Febrina Amalo Luluk Dwi Wulan Handayani Machfud Machfud Machfud Machfud Maisalda, Dwianka Rahman Majariana Krisanti Mardiyana Mardiyana Marfian Dwidima Putra Margareth Rosalinda Sapulete Maryono Maryono Maulid Wahid Yusuf Meidiza, Riski Melanie Cornelia, Melanie Melki . Melki Melki Meutia Samira Ismet Mintje Wawo Mohammad, Farid Muhammad Mukhlis Kamal MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe Mukti Ali Munggaran, Gilang Mursalin Idris Mursalin Mursalin Mursalin Mursalin Nabil Zurba Nabilah, Rizka Neneng Marlian Neneng Sri Hendra Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Noveldesra Suhery Novera Nirmalasanti Novik Nurhidayat Nugroho, Setyo Pambudi Nyoto Santoso Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pambudi, Wiwid Arif Partono, Tri Prasetyo, Kunandar Prita Ayu Permatasari, Prita Ayu Purwantiningsih Sugita Purwanto, Yanuar Jarwadi Pusparini, Mustika Putra, Marfian Dwidima Qadar Hasani Rachma Venita Rachmad Caesario Rahman Rahman Rahman Rahman Rahmat Pangestu Rahmawan, Ahmad Jamhari Rahmawati, Nofi Rahmawati, Rahmawati Rais Sonaji Rebo Elfida Karo-Karo Refa Riskiana Rezi Apri Ririn Setyowati Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki Novia Rahmi Romi Seroja Ronauli, Eva Cristine Rozirwan . safrina dyah hardiningtyas Saiful Adhar Sarunggu, Yudith Sigid Hariyadi Sigit Winarno Siti Rosa Oktavia Solinda, Martha Supalal, Yusiono Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suria Darma Tarigan Surjono Hadi Sutjahjo Surya Cipta Ramadhan Kete Syamsiar, Syamsiar Taryono Taryono Taryono, Taryono TATI NURHAYATI Tri Permadi Ulfah Choerunnisa Nurul Litasari Utomo, Bagus A. Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widyatmoko Widyatmoko Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Yamadipo, Yusarwan Yona A. Lewerissa Yonvitner - Yudhi Amrial Yudho Andika Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setiawan4 Yunandar Yunandar Yuni Yolanda Yusli Wardiatno Zaenal Abidin Zainalarifin, Jauhar Zidni Ilma Palupi Zuhri, Muhammad Isnan