Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

HUBUNGAN ASUPAN MINERAL ZINC (SENG) DAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN SEULIMEUM . Arnisam
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1680

Abstract

Berdasarkan laporan 2007 Riskesdas Nanggroe Aceh Darussalam prevalensi klinis diare merupakan yang tertinggi di Indonesia adalah 18,9%. Semua nutrisi penting bagi tubuh, tetapi kekurangan mikronutrien hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil tapi satu mineral seng penting (seng) dan vitamin A yang merupakan nutrisi yang keterkaitan dan memiliki peran sebagai agen anti infeksi bagi tubuh, asupan kurang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit menular salah satunya adalah diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan mineral seng (zinc) dan vitamin A dengan kejadian diare pada anak balita di sub Seulimeum Desa Tunong meunasah. Penelitian ini deskriptif analitik, dengan desain cross-sectional, untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Teknik pengambilan sampel untuk sampel dan bagaimana provosive diperoleh 54 sampel. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2013 di Kabupaten Tunong Meunasah Seulimeum. Sampel data diambil dan identitas responden, pengambilan data dari mineral seng (zinc) , vitamin A asupan data, dan data kejadian diare. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dan 24-recall jam. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan SPSS 17 pada tingkat kepercayaan 95% dikatakan signifikan bila p 0,05. Asupan zinc (seng) pada anak balita yang memiliki 92,6% kategori kurang, kategori yang memiliki cukup 7,4%. Asupan vitamin A pada anak-anak yang memiliki 87,0% kategori kurang, kategori yang memiliki cukup 13,0%. Anak-anak balita yang mengalami diare 38,9%, yang pernah mengalami diare 61,1%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan zinc (seng) dengan kejadian diare pada anak balita p = 0,638. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan vitamin A dengan kejadian diare pada anak balita p = 0,693. Asupan zinc (seng) pada anak balita yang memiliki 92,6% kategori kurang, yang memiliki cukup asupan 7,4%. Asupan vitamin A kurang 87,0%, yang merupakan asupan yang cukup dari 13,0%. Anak-anak balita yang mengalami diare 38,9%, yang pernah mengalami diare 61,1%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan zinc (seng) dan vitamin A dengan kejadian diare pada anak balita. Memberikan informasi kepada orang tua tentang pentingnya memperhatikan pasokan makanan yang mengandung mikronutrien dan meningkatkan asupan mikronutrien, mineral seng (zinc) sirkuit Vitamin A untuk meningkatkan kekebalan tubuh menjadi tidak rentan terhadap berbagai penyakit menular seperti diare. Kata kunci: Asupan zinc (seng), asupan vitamin A, kejadian diare   
KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI BERBAGAI FAKTOR PENYEBAB DI DESA BAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2013 Teuku Salfiyadi; Teuku Salfiyadi; Novemi, Novemi; Arnisam, Arnisam
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6732

Abstract

AbstrakKaries gigi merupakan penyakit pada rongga mulut yang disebabkan oleh kerusakan aktivitas bakteri terhadap jaringan keras gigi . Memasuki usia sekolah , resiko anak mengalami karies yang lebih tinggi . Hasil pemeriksaan pada anak usia sekolah dasar di desa Bah menemukan bahwa 68,6 % anak-anak menderita karies gigi . Tingginya prevalensi karies gigi , dan belum berhasil upaya untuk mengatasi karies ini , mungkin karena faktor populasi distribusi , perawatan lingkungan , perilaku , dan gigi , serta keturunan rakyat Indonesia . Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan gambar kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah dasar dalam hal berbagai faktor di distrik Desa Bah Ketol Aceh Tengah pada tahun 2013 . Penelitian ini merupakan studi kasus dengan tipe deskriptif kuantitatif penelitian yang dilakukan pada 22-29 Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 37 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi 37 orang . Hasil pemeriksaan saliva menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki air liur dengan kategori rendah . Pemeriksaan kebersihan mulut kebanyakan anak memiliki status kebersihan gigi dan mulut dikategorikan penelitian tentang perilaku anak-anak menunjukkan bahwa pengetahuan 62,16 % anak-anak tidak baik , sikap anak untuk bersikap baik 78,38 % , 72.98 % memiliki anak bertindak tindakan kurang bagus . Jasa hasil penelitian kesehatan menunjukkan 89.19 % anak menyatakan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dicapai , 54,06 % menyatakan lingkungan yang tidak menguntungkan serta 75,68 % anak menyatakan ada faktor keturunan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak-anak usia sekolah di desa Bah bahwa kebersihan mulut yang buruk dan faktor saliva , perilaku buruk , faktor yang tidak perawatan kesehatan yang terjangkau , faktor lingkungan yang buruk dan faktor keturunan . Dianjurkan untuk anak usia sekolah dasar di desa Bah dalam rangka meningkatkan perilaku kesehatan mulut dan kesehatan mulut dengan menyikat gigi secara teratur adalah 3 kali sehari dan mengunjungi klinik gigi setiap 6 bulan .Sumber Bacaan : Buku 16 dan 14 Referensi Internet ( 1985-2012 )ABSTRACTDental caries is a disease in the oral cavity caused by the destruction of bacterial activity against dental hard tissues . Entering school age , the risk of children experiencing higher caries . Examination results at primary school age children in the village Bah found that 68.6 % of children suffer from dental caries . The high prevalence of dental caries , and has not been successful attempts to overcome these caries , may be due to population distribution factors , environmental , behavioral , and dental care , as well as the descendants of the people of Indonesia . The purpose of this study is find a picture of the incidence of dental caries in primary school age children in terms of the various factors in the Village Bah Ketol Central Aceh district in 2013 . research is a case study with quantitative descriptive type of research that was conducted on 22 to 29 June 2013. The population in this research is 37 people and the sample in this study was the total population of the 37 people . The results of salivary examination shows that most children have saliva with low category . Workup oral hygiene most children have dental and oral hygiene status were categorized research on children's behavior indicates that 62.16 % children's knowledge is not good , the attitude of the child to be nice 78.38 % , 72.98 % have a child acts less action good . Health services research results showed 89.19 % of the children stated that health care can not be reached , 54.06 % expressed unfavorable environment as well as 75.68 % of the children stated there are hereditary factors . From the research it can be concluded that the factors that cause dental caries in school-age children in the village Bah that oral hygiene is poor and salivary factors , poor behavior , factors that are not affordable health care , poor environmental factors and factors descent . It is recommended to elementary school -age children in the village Bah in order to improve the behavior of oral health and oral health by brushing teeth regularly is 3 times a day and visit the dental clinic every 6 months .Sources Reading : Books 16 and 14 Reference Internet ( 1985-2012 )
PENGARUH KONSUMSI SOFT DRINK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA PUTRI SMAN 2 KOTA BANDA ACEH Teuku Asrin
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1679

Abstract

Masalah gizi pada remaja timbul karena perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara asupan gizidengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Kebiasaan mengkonsumsi minuman ringan, termasuk pola makanberlabel itu meningkatkan terjadinya obesitas. Insiden obesitas merupakan masalah kesehatan yang harusmendapatkan penanganan serius, sekitar 40% anak mengalami obesitas dan 80% adalah remaja obesitas.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman ringan terhadap kejadian obesitaspada remaja putri di SMAN 2 Banda Aceh. Penelitian ini cosecctional dan deskriptif analitik, dilakukan pada19-23 Agustus 2013. Populasi dan sampel semua siswa kelas 3 SMAN 2 Banda Aceh. Data dikumpulkandengan wawancara menggunakan kuesioner frekuensi makanan. Pengolahan dan analisis data menggunakananalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Frekuensiminuman ringan berkarbonasi jarang dikonsumsi sebanyak 63 orang dan minuman ringan berkarbonasi nonjarangdikonsumsi sebanyak 59 orang. Chi-square test hasil bahwa ada pengaruh konsumsi minuman ringanberkarbonasi (P-Value = 0,015), dan tidak ada efek konsumsi minuman ringan non-karbonasi dengankejadian obesitas (P-Value = 0,036). Tidak ada efek dari konsumsi minuman ringan berkarbonasi banyakragamnya dan non berkarbonasi terhadap kejadian obesitas di SMAN 2 Banda Aceh. Diharapkan sekolahdapat memberikan pengetahuan atau informasi tentang minuman ringan yang dapat membentuk perilakudalam mengkonsumsi minuman lebih soft tambahan.Kata kunci : konsumsi minuman ringan , angka kejadian obesitas, remaja putri   
KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI BERBAGAI FAKTOR PENYEBAB DI DESA BAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2013 Teuku Salfiyadi; Teuku Salfiyadi; Novemi, Novemi; Arnisam, Arnisam
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6732

Abstract

AbstrakKaries gigi merupakan penyakit pada rongga mulut yang disebabkan oleh kerusakan aktivitas bakteri terhadap jaringan keras gigi . Memasuki usia sekolah , resiko anak mengalami karies yang lebih tinggi . Hasil pemeriksaan pada anak usia sekolah dasar di desa Bah menemukan bahwa 68,6 % anak-anak menderita karies gigi . Tingginya prevalensi karies gigi , dan belum berhasil upaya untuk mengatasi karies ini , mungkin karena faktor populasi distribusi , perawatan lingkungan , perilaku , dan gigi , serta keturunan rakyat Indonesia . Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan gambar kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah dasar dalam hal berbagai faktor di distrik Desa Bah Ketol Aceh Tengah pada tahun 2013 . Penelitian ini merupakan studi kasus dengan tipe deskriptif kuantitatif penelitian yang dilakukan pada 22-29 Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 37 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi 37 orang . Hasil pemeriksaan saliva menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki air liur dengan kategori rendah . Pemeriksaan kebersihan mulut kebanyakan anak memiliki status kebersihan gigi dan mulut dikategorikan penelitian tentang perilaku anak-anak menunjukkan bahwa pengetahuan 62,16 % anak-anak tidak baik , sikap anak untuk bersikap baik 78,38 % , 72.98 % memiliki anak bertindak tindakan kurang bagus . Jasa hasil penelitian kesehatan menunjukkan 89.19 % anak menyatakan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dicapai , 54,06 % menyatakan lingkungan yang tidak menguntungkan serta 75,68 % anak menyatakan ada faktor keturunan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak-anak usia sekolah di desa Bah bahwa kebersihan mulut yang buruk dan faktor saliva , perilaku buruk , faktor yang tidak perawatan kesehatan yang terjangkau , faktor lingkungan yang buruk dan faktor keturunan . Dianjurkan untuk anak usia sekolah dasar di desa Bah dalam rangka meningkatkan perilaku kesehatan mulut dan kesehatan mulut dengan menyikat gigi secara teratur adalah 3 kali sehari dan mengunjungi klinik gigi setiap 6 bulan .Sumber Bacaan : Buku 16 dan 14 Referensi Internet ( 1985-2012 )ABSTRACTDental caries is a disease in the oral cavity caused by the destruction of bacterial activity against dental hard tissues . Entering school age , the risk of children experiencing higher caries . Examination results at primary school age children in the village Bah found that 68.6 % of children suffer from dental caries . The high prevalence of dental caries , and has not been successful attempts to overcome these caries , may be due to population distribution factors , environmental , behavioral , and dental care , as well as the descendants of the people of Indonesia . The purpose of this study is find a picture of the incidence of dental caries in primary school age children in terms of the various factors in the Village Bah Ketol Central Aceh district in 2013 . research is a case study with quantitative descriptive type of research that was conducted on 22 to 29 June 2013. The population in this research is 37 people and the sample in this study was the total population of the 37 people . The results of salivary examination shows that most children have saliva with low category . Workup oral hygiene most children have dental and oral hygiene status were categorized research on children's behavior indicates that 62.16 % children's knowledge is not good , the attitude of the child to be nice 78.38 % , 72.98 % have a child acts less action good . Health services research results showed 89.19 % of the children stated that health care can not be reached , 54.06 % expressed unfavorable environment as well as 75.68 % of the children stated there are hereditary factors . From the research it can be concluded that the factors that cause dental caries in school-age children in the village Bah that oral hygiene is poor and salivary factors , poor behavior , factors that are not affordable health care , poor environmental factors and factors descent . It is recommended to elementary school -age children in the village Bah in order to improve the behavior of oral health and oral health by brushing teeth regularly is 3 times a day and visit the dental clinic every 6 months .Sources Reading : Books 16 and 14 Reference Internet ( 1985-2012 )