Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPARASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS TERHADAP PENENTUAN PENGELOMPOKAN DESA Adityo Putro Wicaksono; Abdul Syukur; Suprapedi Suprapedi
Jurnal Teknologi Informasi - Cyberku (JTIC) Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Informasi CyberKU Vol. 15, no 1
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.411 KB)

Abstract

Penilaian Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang masih bersifat subyektif dan belum adanya identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sebuha desa berkembang menjadi masalah yang dihadapi pemerintah sekarang. Untuk menentukan nilai Indeks Pembangunan Desa yang baik, dibutuhkan metode pendukung keputusan yang bertindak dalam pengambilan keputusan untuk penentuan nilai IPD secara baik dan akurat. Dengan menggunakan pendekatan metode lain, yaitu metode dalam sistem pendukung keputusan seperti Simple Additive Weighting (SAW), Analytical Hierarchy Process (AHP), dan Decision Tree, diharapkan metode ini dapat menggantikan metode perhitungan dalam Indeks Pembangunan Desa yang sekarang digunakan, dengan hasil yang lebih baik dan akurat. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan dapat membantu dalam penentuan penilaian IPD dan Pengelompokan desa guna untuk mengetahui daerah desa mana saja yang harus ditangani terlebih dahulu dan kriteria apa sajakah yang harus diperbaiki pada desa yang harus ditangani tersebut dengan hasil yang lebih baik.Pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa penerapan metode AHP dan SAW dengan Expert Judgement dan Decision Tree terhadap penentuan kelompok desa dan pembentukan Decision Tree, hasil dari metode SAW untuk pembentukan tree 3 kelompok memiliki hasil akurasi tertinggi, yaitu 94,02% jika dibandingkan dengan metode AHP dengan hasil untuk 3 kelompok sebesar 81,76%.
Penentuan Prioritas Penerima Dana Bantuan Operasional Pendidikan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan Metode KNN, TOPSIS dan K-Means Diwahana Mutiara Candrasari; Abdul Syukur; Moch Arief Soeleman
Jurnal Teknologi Informasi - Cyberku (JTIC) Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Informasi - Jurnal CyberKU Vol. 15, no 2
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.24 KB)

Abstract

Education Operational Aid of the Early Childhood Education unit is the financial assistance which is provided to educational institutions, especially for those who engaged in non-formal education, which is used for the process of education in the curriculum of educational institutions in order to give the appropriate and adequate education for students. However, the reality has stated that there is a lot of financial irregularity and inaccuracy of data in the disbursement of the fund of education operational aidat the institute units of Early Childhood Education. On the other hand, there are many complaints that come from the institution itself due to the inaccuracy of data. This research was conducted by applying the KNN, K-Meansalgorithmand TOPSISmethods. The results of the experiment will be tested with two methods that is using cluster distance performance and K-Means cluster count performance. Meanwhile, to measure the level of ranking of TOPSIS method,the experiment will use the percentage calculation method between the experimental data with the implementation of the data to determine the accuracy of TOPSISmethods.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Dan Keterampilan Sains Di MA Baiq Fitri Rahmayanti; Abdul Syukur; Jamaluddin; Junia Efriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang terutama terfokus pada guru dapat mengakibatkan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang inovatif agar dapat memberikan pengalaman dan membangun pengetahuan awal siswa. Inkuiri terbimbing adalah salah satu model pembelajaran tersebut. Model ini dapat membantu siswa mengingat apa yang telah dipelajari. Siswa dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan sainsnya dengan menggunakan model inkuiri terbimbing. Tujuannya untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dan (2) pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes. Dengan kriteria sedang dan tinggi, N-gain keterampilan berpikir kreatif pada kelas kontrol dan eksperimen dihitung masing-masing sebesar 59,96 persen dan 71,74 persen. Artinya kemampuan berpikir kreatif sudah berkembang dari rentang sedang ke tinggi. Sedangkan perhitungan perolehan keterampilan proses sains pada kelas kontrol dan eksperimen menghasilkan perolehan masing-masing sebesar 61,65 persen dan 74,58 persen. Artinya keterampilan proses sains mengalami kemajuan dari sedang ke tinggi.
PENERAPAN METODE PRAKTIKUM SEDERHANA BERBASIS ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI MAS NW KEMBANG KERANG LOMBOK TIMUR Zelisa Nudia Fitri; Abdul Syukur; Jamaludin; Nurhudayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa ditunjukkan dengan menggabungkan penerapan metode praktikum dengan pendekatan budaya lokal (etnosains). Adapun tujuan pengabdian ini dilaksanakan yaitu untuk menjawab pengaruh metode praktikum berbasis etnosains terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa. Pengambilan data dilaksanakan di MAS NW Kembang Kerang, Lombok Timur yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Penilaian keterampilan proses sains siswa pada masing-masing kelas dilakukan dengan metode observasi menggunakan lembar observasi yang berisi beberapa aspek penilaian keterampilan proses sains siswa. Hasil analisis dengan metode kualitatif yang didapatkan yaitu keterampilan proses sains siswa pada kelas eskperimen memberikan persentase yang lebih tinggi yaitu 95% dibandingkan dengan pada kelas kontrol yaitu 77,6%. Persentase ini menunjukkan bahwa penerapan metode praktikum berbasis etnosains dapat meningkatkan keterampilan proses sains secara signifikan. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat serta menjawab bahwa penerapan metode praktikum dengan pendekatan etnosains dapat meningkatkan keterampilan proses sains sis
Penerapan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Website 2 Apk Builder Pro Pada Materi Larutan Asam Basa Rizky Jasahuldia; Abdul Syukur; Jamaluddin; Baiq Indriana Sukawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan media pembelajaran kimia berbasis website 2 apk builder pro pada materi larutan asam basa terhadap hasil belajar siswa. Media pembelajaran kimia berbasis website 2 apk builder pro pada materi larutan asam basa merupakan media pembelajaran yang memuat materi-materi larutan asam basa untuk membantu siswa tetap dapat belajar meskipun diluar jam pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian media pembelajaran ini telah tebukti sangat valid, praktis, dan efektif dengan presentase secara berurutan yaitu 89%, 845, 91%. Dampak penerapan media pembelajaran kimia berbasis website 2 apk builder ini setelah diterapkan kepada siswa diperoleh hasil bahwa media ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga, sangat disarankan kepada guru mata pelajaran untuk dapat menggunakan media ini sebagai salah satu sumber belajar guna membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
Sosialisasi Buku Ekowisata Ekosistem Mangrove Sebagai Laboratorium Alam Untuk Pembelajaran IPA Di MTs. NW Nurul Ihsan Tanjung Luar Lombok Timur Lalu Japa; Abdul Syukur; Syachruddin; Daeng Mas'ud Ibrahim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1484.692 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2523

Abstract

: Desa Tanjung Luar telah mulai mengembangakan pariwisata yaitu wisata pantai termasuk kawasan ekosistem Mangrove. Ekosistem mangrove di wilayah Desa Tanjung Luar cukup potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata belajar (laboratorium alam) seperti yang sudah dilakukan pada kegiatan pengabdian tahun sebelumnya yang menghasilkan salah satu luaran berupa buku ekowisata ekosistem mangrove. Sesuai permintaan pihak sekolah MTs Tsanawiyah NW Tanjung Luar, bahwa buku tersebut perlu disosialisasikan lebih lanjut, sehingga pengetahuan tentang ekosistem mangrove dapat lebih bertambah lagi. Dalam buku ekowisata ekosistem mangrove tersebut diperkenalkan sebanyak 10 spesies, yakni: Avicenia lanata, Avicennia marina, Bruguiera silindrika, Ceriops decandra, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba, Xylocarpus moluccensis, dan Lumnitzera rasemosa, dan dengan berbagai biota asosiasinya seperti Mollusca, Crustacea, Echinodermata, dan ikan. Metode terkait pengamatan dan pendataan komunitas mangrove, pihak sekolah menyatakan masih perlu penjelasan lebih lanjut. Oleh karena itu, secara khusus kegiatan pengabdian periode tahun 2022 ini difokuskan pada sosialisasi dan bedah buku ekowisata ekosistem mangrove, terutama terkait metode dan pengenalan spesies mangrove. Hasil Pengabdian ini yaitu dapat meningkatkan atau memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam mengenal dan pendataan vegetasi mangrove khususnya yang bisa secara umum dan mudah ditemukan di Desa Tanjung Luar. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan revisi serta penambahan materi buku Ekowisata Mangrove edisi sebelumnya.
Fundamentalisme dalam Agama Budha (Suatu Penelusuran Awal) Abdul Syukur
Unisia No 45/XXV/II/2002
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol25.iss45.art5

Abstract

The following article explains that it is very difficult to find the characteristics fundamentalism of Buddhism because the fundamentalism movement denotes the reaction to superficiality of spiritual values because of the modernization process. It invites the followers of religion back to the tenet of Holy Scripture. It is not only the superficiality of spiritual values but also the deconstruction of spiritual values themselves. If the fundamentalism emerges because of the disappointing of the secular modern society, the Buddhism at some countries tends to cooper ate with the regime of the state to support the modernization i.e. Srilangka and Thailand. Whereas at some states i.e. South Korea, Japan, Taiwan and Singapore the doctrine of Buddhism is understood from the modernism perspective, but, the spiritual values of the scripture complete the secular modem society. To save society with Holy Book indicates that the responsibilities of social, politic, and culture were regarded as Buddhism fundamentalism, in accord with social change that carried out by Soka Gakkai to overcome the frustration of society.
Sosialisasi Nilai Ekowisata Mangrove Sebagai Sumber Belajar IPA pada Guru dan Siswa MTs NW Telaga Bagik Desa Ketapang Raya Lombok Timur Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Mahrus; Tita Syahru Ramdhani; Yeni Susanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2581

Abstract

Pengembangan sumber belajar IPA berbasis Ekosistem Mangrove tentunya dapat menjadi sumber belajar yang baik bagi guru dan siswa/i karena dapat turun langsung ke lapangan, dan mengetahui adanya sumber yang dapat dijadikan sumber/sumber pembelajaran di sekitar tempat tinggalnya, sehingga tidak mempelajari nya hanya dalam teks (monoton). Tujuan dari Pengabdian pada masayarakat ini adalah meningkatkan pemanfaatan nilai ekosistem Mangrove sebagai sumber belajar IPA dan menanamkan nilai konservasi dan pelestarian lingkungan melalui pendidikan formal. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat menggunakan metode pelatihan, diskusi dan praktek lapangan. Luaran dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan telah terindeks SINTA dan buku ekowisata Mangrove sebagai Sumber Belajar yang memiliki ISBN. Setelah diberikan Sosialisasi, penyuluhan, terlihat dari hasil diskusi pengurus, guru menjadi paham akan pentingnya penambahan nilai ekowisata ekosistem mangrove, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan guru dan pengurus sekolah terkait nilai ekowisata mangrove untuk kemudian dapat mengembangkan pembelajaran berbasis Lingkungan di sekitarnya dengan baik. Pelaksananaan program pengabdian mitra, pengurus sekolah, guru telah berhasil dilakukan dengan baik dan menghasilkan produk yang relevan.
Pemanfaatan Lingkungan Ekosistem Lamun sebagai Inovasi Sumber Belajar IPA pada Guru dan Siswa di SMPN 1 Keruak Lombok Timur Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Lalu Zulkifli
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2582

Abstract

Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang sangat kaya sesuai dengan tuntutan kurikulum. Ada dua bentuk lingkungan belajar, yakni pertama lingkungan atau tempat yang sengaja didesain untuk belajar siswa seperti laboratorium, perpustakaan, ruang internet dan lain sebagainya. Lingkungan semacam ini dikenal dengan lingkungan by disign. Kedua, lingkungan yang tidak didesain untuk proses pembelajaran akan tetapi keberadaannya dapat dimanfaatkan, misalnya halaman sekolah, taman sekolah, kantin, kamar mandi, dan lain sebagainya. Lingkungan yang demikian dikenal dengan lingkungan yang bersifat by utilization. Kedua bentuk lingkungan ini dapat dimanfaatkan oleh setiap guru karena memang selain memiliki informasi yang sangat kaya untuk mempelajari materi pelajaran, juga dapat secara langsung dijadikan tempat belajar setiap siswa. objek lembar kerja peserta didik berbasis ekosistem lamun menjadi inovasi terhadap kalangan pendidikan khususnya sebagai kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi Dosen-dosen di lingkungan Universitas Mataram, sehingga kerja sama bidang pengabdian dilakukan bersama dalam pemanfaatan inovasi lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah menindak lanjuti pengembangan objek belajar lembar kerja peserta didik berbasis ekosistem lamun sebagai bentuk inovasi sumber belajar IPA dan sebagai obyek riset berbagai pengembangan ilmu pengetahuan dan multi disiplin ilmu sehingga terjadi perubahan mindset bahwa lingkungan ekosistem lamun di daerah pesisir Lombok timur tidak hanya sebagai penujang perekonomian akan tetapi dapat menjadi penunjang Pendidikan yang memberikan pengetahuan bagi siswa dan memanfaatkan lingkungan lamun secara arif dan bijaksana. Selain itu dari program ini dapat dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN.
APLIKASI SISTEM BAGANG APUNG SEDERHANA DENGAN TEKNOLOGI KRAMBA JARING APUNG UNTUK BUDIDAYA NELAYAN KECIL DI DESA KETAPANG RAYA LOMBOK TIMUR Abdul Syukur; Lalu Zulkifli; Didik Santoso
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.241 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i2.842

Abstract

Masalah utama nelayan kecil di lokasi pengabdian adalah hasil tangkapan ikan yang terus menurun. Implikasinya, mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dari hasil melaut. Oleh karena itu dibutuhkan program pemberdayaan yang dapat menjadi solusi matapencaharian yang berkelanjutan. Program pemberdayaan yang relevan untuk nelayan kecil di lokasi pengabdian  adalah budidaya laut. Sistem budidaya yang dikembangkan adalah sistem integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi keramba jaring apung (KJA). Tujuan dari program  ini adalah kelompok nelayan kecil dapat melakukan budidaya sebagai suplemen matapencaharian berkelanjutan melalui penerapan teknologi KJA yang terintegrasi dengan bagang apung sederhana. Target khusus dari program ini adalah transfer teknologi budidaya pada nelayan kecil untuk keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui pelatihan model pembelajaran orang dewasa (andragogi) dan pembuatan contoh model penerapan integrasi bagang apung sederhana dengan teknologi KJA. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat, bahwa sistem produksi dengan teknologi bagang apung dalam satu unit produksi cukup efektif dan efisien untuk keberlanjutan budidaya ramah lingkungan nelayan kecil pada lokasi pengabdian. Selain itu, nelayan kecil memiliki optimisme terhadap matapencaharian tambahan dari usaha budidaya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, pengembangan teknologi budidaya dapat dipertimbangakan dalam kebijakan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Co-Authors A Zainul Fanani Aan Setiawan Abda Abda Adam Restu Ade Yusupa Adityo Putro Wicaksono Agil Al Idrus Agung Prabowo Ahmad Raksun Ahmad Raksun, Ahmad Ahmad Zainul Fanani Akhmad Khanif Zyen Alawiyah, Desi Altanova Reza Anak Agung Gede Sugianthara Annisa Zikri Robbia Arina Rahma Tika Arinal Hidayati Aris Tri Jaka Harjanta, Aris Tri Astri Aristiani Ayu Safitri Melita Ayudya Lestari Baiq Fitri Rahmayanti Baiq Indriana Sukawati Baiq Serena Diva sabatani Baiq Serena Diva Sabatini Baiq Tuluk Parawansa Rahayu Bambang Hendro Sunarminto Candra Putra Pamungkas Catur Supriyanto Daeng Mas'ud Ibrahim Desy Ika Puspitasari Didan Arya Ramadhan Didik Santoso DIDIK SANTOSO Diwahana Mutiara Candrasari Hermanto DjaÂ’far Shiddieq Dwi Alya R.R Kurnia Erlita Praha Ardila Putri Erna Martia Anggraini Fajriyanto Fajriyanto Fegi Sentiana Ferniawan, Ferniawan Fery Riyanto Firman Santoso Fisha Shalsabila Frans K. Selly Gafaruddin, Abdul Gemma Maya Gustin Ghinayatul Amjad Gustina Alfa Trisnapradika Hadiyatun Najjichah Hafizul Khatomy Hamidatul Aeni Hendro Subagyo Humaira Agustini I Wayan Merta Ine Fausayana Inggrid Tania Rinaryanto Jamaluddin JAMALUDIN Jami’atul Aulia Junia Efriana Karnan Karnan Khairuddin - Khairudin Khairudin Laela Innaza Laela Salsa A Lakui Johary Lalu Japa Lalu Muh. Sofyan Hadinata Lalu Raftha Patech Lalu Zulkifli Lalu Zulkifli Lina Kurniatun M. Fahmi Khairul Umam M. Tufaila M. Yamin Mahrus Mahrus Mahrus Makleat, Nirwaning Mariana Ikun RD Pareira Mario Rere Garcia Djaro Masita Mattalatta Mattalatta Miftahul Khairat Mila Mentari Moch Arief Soeleman Mohamad Ilyas Abas Mohammad Liwa Ilhamdi Muh Arafatir Al Jarwi Muhamad Bisri Mustofa Muhammad Danial Ali Yafi Muhammad Khalid Rozani Muhammad Yamin Nanang Riadi Nina Nurraudatul Jannah Nisrina Nisrina Noffiyanti Norrodzoh Binti Hj Siren Nugrohotomo Nugrohotomo Nuraeni S Nurhudayati Nurjani Nurlaili Agustin Nurul Hatika Oktaviana Wirnis Agrian Fani Prapto Yudono Raudatul Jannah Rian Aprianto Ricardus Anggi Pramunendar Rifqi Aulia Erlangga Rika Damayanti Rizky Jasahuldia Sajili, Lalu Alvin Maulana Salsa Dela Asmarini Samtika , Nuning Saraswati, Galuh Sarwan Ardani Setia Budi Shonhaji Shonhaji Sigit Wibowo Siti Wuryan Sitti Munifah Soemitro Padmowijoto Sofyan Hidayat Sri Tejowulan Stofani S. Lima suhendi suhendi Sulakhudin Sulakhudin Suprapedi Suprapedi Suwardji Syachruddin Tania Fadillah Tiara Karantina Tita Syahru Ramdhani Umasih Umasih Umasih Wahyu Saputra X Zardht Alex Hidayat Yadi Sumyadi Yeni Susanti Yohannes Panca Mukti Yosephina K. Sogen Yudira Adhani Yuli Murdianingsih Yuni Kurniasi Zaenal Bachruddin Zelisa Nudia Fitri Zoul Fakar Zulhalifah Zulhalifah