p-Index From 2021 - 2026
10.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Vektor Penyakit ASPIRATOR VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Majalah Geografi Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Riset Kesehatan JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Jurnal Biomedika dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Insights in Public Health Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Cahaya Mandalika Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Lux Mensana: Journal of Scientific Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal of Community Health Development (JCHD) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Holistik Jurnal Kesehatan ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS Dwi Sarwani Sri Rejeki
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3454

Abstract

Prevalensi Hipertensi di Indonesia pada Tahun 2018 tercatat lebih tinggi pada wilayah perkotaan (34,43%) dibandingkan perdesaan (33,72%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (analisis data Riskesdas Tahun 2018). Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber data Riskesdas 2018 untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Sampel dari penelitian ini adalah 2083 anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun, yang terdiri dari 821 responden dari wilayah perdesaan, dan 1262 responden dari wilayah perkotaan di Kabupaten Banyumas. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat, dan uji yang digunakan dalam analisis bivariate adalah uji chi-square. Prevalensi hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan (40,4%) dan perkotaan (40,3%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perdesaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan obesitas, sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perkotaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, serta kebiasaan merokok. Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap faktor risiko dari hipertensi guna menurunkan prevalensi hipertensi di wilayah perdesaan dan perkotaan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEMATIAN IBU (Studi Kasus di Kabupaten Banyumas) Dwi Sarwani Sri Rejeki; Sri Nurlaela
Kesmas Indonesia Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.791 KB)

Abstract

ABSTRACT Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator used to measure health developmen index, people’s prosperity or quality of life. Morbidity and mortality in women’s pregnancy and gavebirth was serious problem in developing country include Indonesia. MMR in Banyumas district was still high, in 2008 was 98,03 per 100.000 live births.The objective of this study was to indentify risk factors which influence with MMR.The type of this research was observational research with case-control design approach. There were 51 cases and 51 control sampling. As case group were maternal death in Banyumas district and control group was all mother live in pregnancy, gavebirth and postpartum and neigbour with case group. There are some significant risk factors that prove related with maternal death based on bivariat analysis: obstetrics complication, preexisting of disease, preexisting givebirth, mother ages, parity, interval time between childbirth, antenatal care, birth helper, mother’s education, mother’s work and family income. The result of multivariate analysis was complication obstetrics (OR= 31,9; 95% CI= 4,4 – 188,9; p= 0,000), preexiting of disease (OR= 25,4; 95% CI=3,2 – 176,1; p=0,001) and preexiting givebirth (OR=13,1; 95% CI=3,8 – 147,2 p=0,001). Mother who are in pregnancy should do antenal care if they get obstetric complication and the disease can be detected as soon as posible, therefore it can be overcomed by medical threatment and counseling if theirs complain. Key word : risk factors, maternal death Kesmasindo, Volume 6, ( 1 ) Januari 2013, Hal. 1-11
STUDI KOMPARASI BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF DI DAERAH PANTAI DAN DAERAH PEGUNUNGAN Teguh Dhika; Dwi Sarwani Sri Rejeki
Kesmas Indonesia Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.728 KB)

Abstract

ABSTRACT Lung Tuberculosis Disease (Lung TB) is still become public health problem in Indonesia mainly in Central Java Province. Lung TB cases on Central Java is including high, among other things in Cilacap Regency and Banyumas Regency. Area of Health Center of Binangun (Cilacap Regency) including coastal area and area of Health Center of II Sumbang (Banyumas Regency) including mountain area. Both of them have high case detection rate of BTA positive lung TB in 2007 (>70%) whereas have different geographic characteristic. Aim of this research was to compare several risk factors of lung TB incidence (house physical condition and behavior of lung TB patient) in coastal area and mountain area. It was an comparison study with cross sectional approach. The number of samples was 35 lung TB patients in coastal area (Health Center of Binangun) and 31 lung TB in mountain area (Health Center of II Sumbang), and it was taken with simple random sampling. The data was analyzed with univariate and bivariate analysis by using test of T-test Two Independent, Mann-Whitney and Chi-Square Test. The research result showed that house physical condition and behavior of lung TB patient in coastal area and mountain area, majority have not fulfill heatlh requirement. In addition, based on statistical test showed that there is difference of illumination (p = 0,002), house humidity (p=0,002) sleep behavior (p = 0,000), and also behavior to open bedroom window of lung TB patient (p = 0,000) in coastal area and mountain area. Based on that research, suggested for public especially lung TB patient in coastal area and mountain area in building house must considering health house requirement and also have health life behavior. Keywords : area, pantai, pegunungan, Tb Paru, faktor risiko Kesmasindo. Volume 4(2), Juli 2011, hlm. 184-192
FAKTOR PREDIKSI HASIL UJI TUBERKULIN POSITIF ANAK SD DI KABUPATEN CILACAP TAHUN 2008 Sri Nurlaela; Dyah Umiyarni Purnamasari; Erna Kusumawati; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Setiyowati Rahardjo
Kesmas Indonesia Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6366.392 KB)

Abstract

TB of children in community show of TB case's proportion which will occur in the future.Besides, TB of children 's distribution could be the indicator of the ongoing transmission of TB in the community. This study conducted to explore the prediction factor of positive tuberculin tedt which were children's characteristic (age, gender), parent's characteristic (parent's education ,parent's occupation) and household size. A case control study held in primary school children attending class I-IV (8-13 years age) in Kabupaten Cilacap from September - Desember 2008. Sample divided in two group, there are 109 case 109 control. School children two had result of tuberculin test ≥ 10 mm, respectively, were considered as a case. Control were school children who have result of tuberculin test 0-9 mm, selected by proportional random sampling. Informations about children's results of tuberculin test were obtained from secondary data of tuberculin data survey which held on center Java. Primary data obtained by interviewing of school children. Logistic regression demonsrtated prediction factors of positive tuberculin test were BCG scar (p value = 0,049, OR= 0,432, 95% CI = 0,250-0,753) and age (p value= 0,003, OR= 0,434, 95% CI= 0,187 - 0,996).
PEMODELAN KUANTITATIF DETERMINAN-DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN PERINATAL Dwi Sarwani Sri rejeki; Budi Aji
Kesmas Indonesia Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9505.446 KB)

Abstract

Martenal Mortality Rate (MMR) and Perinatal Death Rate (PFR) were indicators to measure performance of antenatal carte for all countries. Every year about eight million perinatal death rates or die in the first month of delifery. Perinatal Death Rate (PFR) in Banyumas Regency was 2,96/100 or 62 cases in 2005. High Perinatal Death Rate in Banyumas Regebcy caused researched interested to identify causal factors related PDR. Quantitative modeling to analyze causal factors of perinatal Death Rate. The study observational research with case control design approach, there were 58cases and 58 sampling. As case group was all PDR in BAnyumas Regency and control groupwas all survive baby borne in the same block (1RT) and the same brith day with case group. There are some significantly effect toward perinatal death rate, asphyxia (OR=93,13 95% CI=12,06 – 917,31); Low income (OR = 76,70 95% CI=4,56 – 1289,08 ; Infection ((OR=46,06 95% C1=3,64 – 582,68) ; and lowbirth weight (OR 7,55 95% C1 =1,71 – 33, 25). Quantitative model as following Y = 1 1+ e –(constans + B asphyxia + B infection+B low birth weight Continuum antenatal care and seeking for health treatment if there are any co morbiduity with the baby such as asphyxia , infectuoinn an low birth weight.
PEMBERDAYAAN KADER PENDETEKSI TUBERKULOSIS PARU MENUJU DESA LINGGASARI YANG SEHAT DAN PRODUKTIF Dwi Sarwani Sri Rejeki; Sri Nurlaela; Dian Anandari
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.910

Abstract

Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara dengan insiden tertinggi di dunia. Penemuan penderita TB paru secara aktif di masyarakat sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut. Alternatif program pemberantasan TB paru adalah dengan Active Case Finding yaitu menjaring suspek TB paru dengan melibatkan peran serta masyarakat termasuk kader untuk meningkatkan angka cakupan (coverage) penemuan, pemeriksaan dan pengobatan TB paru. Kabupaten Banyumas termasuk kategori risiko sedang dalam kasus TB paru. Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas merupakan salah satu dengan yang angka Case Detection Rate (CDR) atau angka penemuan kasus rendah. Karakteristik lain desa ini adalah merupakan desa salah satu desa dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Kader yang ada di Linggasari mempunyai pengetahuan yang terbatas tentang TB paru, yang berdampak pada sedikitnya penemuan aktif penderita TB paru di Desa Linggasari. Untuk membantu mengatasi masalah ada beberapa upaya yang dilakukan pengkaderan, pendidikan/pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan ada perubahan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam penemuan penderita TB paru. Diharapkan dari kader ini dapat membantu proses penemuan, pengobatan dan pengawasan penderita TB paru sehingga menjadikan masyarakat sehat dan produktif.Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, kader, pemberdayaan
FAKTOR RISKO PENYAKIT DIABETES TIPE II DI DAERAH PEDESAAN LITERATURE REVIEW Dona Prima Fierda; Febianti Rahayu; Ghina Roudhatul Jannah; Dwi Sarwani Sri Rejeki
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i3.2843

Abstract

Saat ini semakin banyak dijumpai penderita DM tipe II di pedesaan sehingga masyarakat di pedesaan membutuhkan pengetahuan tentang faktor risiko DM tipe II. Penelitian ini bertujuan menganalisis artikel ilmiah yang berhubungan dengan faktor risiko DM tipe II di daerah pedesaan. Desain yang digunakan yaitu literature review. Artikel berbahasa Indonesia maupun Inggris dengan rentang waktu 2016-2021, kriteria inklusi yang memuat data-data penelitian yang berhubungan dengan kata kunci serta kriteria eksklusi yang tidak berhubungan dengan topik seperti diabetes mellitus di daerah perkotaan. Data didapat dari database meliputi ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci risk factors, diabetes mellitus, rural area. Faktor risiko penyakit diabetes mellitus tipe II di daerah pedesaan yaitu wanita dengan usia rata-rata 55 tahun, tingkat pendidikan rendah, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan buruk yang dapat menyebabkan obesitas dengan IMT >25. Dari 6 negara yaitu Indonesia, India, China, United States, Brazil, Tanzania dan Uganda, diperoleh faktor risiko dominan yang mempengaruhi kejadian DM tipe II yaitu kurangnya aktivitas fisik. Pendidikan di pedesaan cenderung rendah sehingga meningkatkan risiko DM tipe II. Dari hasil tersebut didapatkan kesimpulan faktor risiko penyakit diabetes mellitus tipe II di daerah pedesaan antara lain usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, pola makan, dan tingkat pendidikan, sehingga diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah dalam menekan angka kejadian diabetes mellitus di pedesaan.
Pengaruh Pembatasan Sosial sebagai Upaya Menekan Penularan Covid-19 terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja: Literature Review Dita Riski Khasanah; Hennanda Annastya Annisa Indarko; Ida Rosilawati; Dwi Sarwani Sri Rejeki
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 4. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.538 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.4.2021.260-268

Abstract

Background: At the end of April 2021, the occurrence of Covid-19 in Indonesia has reached 1.63 million cases and 44,172 deaths. The social restriction policy is an effort for the government to suppress the rate of transmission of Covid-19, although on the other hand, this policy also raises fear, anxiety, and worry for the community, including teenagers. The emotional development and behaviour of adolescents towards adulthood require social space, but are constrained by social restrictions. Objective: to determine the effect of social restrictions on adolescent mental health. Methods: This study uses a literature review method from 2019 to 2021 obtained from the Google Scholar, PubMed, and Science Direct databases using the keywords social restrictions, youth, mental health disorders, Youth and Children, Covid-19, Impact, and mental health. . The criteria for the selected articles were articles published in 2019-2021 nationally and internationally related to literature review research. Results: the impact of social restrictions on the mental health of adolescents is quite varied. The existence of limitations in socializing, boredom and the many tasks assigned to adolescents are the main factors for adolescents experiencing mental disorders such as stress, depression, and anxiety. Conclusion: social restrictions indirectly have an impact on the mental health of adolescents and even trigger mental health disorders in adolescents.
Analisis Kondisi Lingkungan pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Banyumas dengan Pendekatan Spasial Miftakhul Janah; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Sri Nurlaela
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 2 2021
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.209 KB) | DOI: 10.22435/asp.v13i2.4837

Abstract

Abstract. Leptospirosis is still becoming a public health problem in Indonesia. Banyumas was oneof the highest cases in Central Java by 2019 so it could be potentially endemic. GIS (GeographicInformation System) is used to determine spatial patt erns related to the environment. This researchaimed to know the distribution and spatial grouping of leptospirosis in Banyumas 2019. The type ofthis research is an observational study with a cross-sectional spatial analysis design to observe thespreading and grouping patt ern. The subjects of this study were 140 leptospirosis cases in Banyumas2019. House coordinate was collected by using GPS (Global Positioning System). The data collectionis done for a month. Data Analyzes was performed through ArcGIS 10.2, and SaTScan 9.7. Thedistribution of leptospirosis in Banyumas was spread over 14 districts, 45% cases in Cilongok, 25,71%cases were >56 years old, 62,1% cases were male, 40% cases were farmers. The results of the spatialanalysis showed 77.14% cases in residential land use areas, 70% cases with moderate populationdensity (5.00-1.249 people/km²), 62.85% cases in 0-199 altitude, 63.57% cases with low rainfall 500meters, and signifi cant grouping patt ern with p-value = 0.009 primary which is located in Cilongokand Ajibarang. Leptospirosis spread over in residential land use areas, moderate population density,low altitude, low rainfall, no history of fl ooding, a radius of river 500 meters, and occurs clusteringin Cilongok and Ajibarang. The location intervention of leptospirosis prevention and control can beprioritized in these areas.
Program Kemitraan Masyarakat: Desa Baseh Desa Wisata yang Sehat Dwi Sarwani Sri Rejeki; Dwita Darmawati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.6882

Abstract

Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas merupakan desa wisata baru yang sedang berbenah. Ada beberapa potensi pariwisata yang ada di Desa Baseh antara lain Curug Gomblang, Situs Baturagung dan situs makam Abah Kusuma. Permasalahan di bidang kesehatan yang ada di obyek wisata Desa Baseh antara lain kurang kesadaran masyarakat tentang pentingnya obyek wisata yang bersih dan nyaman dan sarana prasarana kesehatan yang kurang. Sampah yang berserakan, keberadaan lalat dan bau kurang sedap menyebabkan kekurangnyamanan pengunjung obyek wisata.Tujuan kegiatan adalah untuk menjalin kemitraan antara universitas dengan pihak desa terkait dengan pelaksanaan desa wisata yang sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan dan pelatihan, pembentukan kader desa wisata, pendampingan dan membantu melengkapi sarana dan prasarana kesehatan di desa wisata. Kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) pendidikan kesehatan bagi kader dan tokoh masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan kenyamanan lokasi wisata, (2) pembentukan kader kesehatan desa wisata, (3) pelatihan hygiene sanitasi bagi penjamah makanan di lokasi wisata, 4) pengadaan sarana dan prasarana yaitu pembuatan bangunan MCK dan tempat sampah, serta (5) penyediaan spanduk dan poster tentang himbauan kebersihan. Hasil kegiatan yaitu meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kenyaman di lokasi wisata, meningkatnya pengetahuan penjamah makanan mengenai hygiene dan sanitasi dan terpenuhinya sarana dan prasarana kesehatan di lokasi wisata (bangunan MCK, tempat sampah dan spanduk/poster pesan kesehatan) dan terjalinnya kemitraan universitas dengan desa.
Co-Authors . Yulistyaningrum Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Alifka Deti Sri Maharani Alya Zahiya Maulida Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian Ardiani, Intan Henda Arif Setyo Upoyo Arih Diyaning Intiasari Asmara, Dhiya Azizah Ayanasva, Khafina Azijah, Pipit Nur Azizah Azzahra, Amaliyah Balqis, Safira Barandi Sapta Widartono Budi Aji Budi Aji Budi Aji, Budi Chairunnisa, Nur Indah Chasanah, Imah Nur Destika Dhaniasri Devi Ayu Rokhayati Devi Octaviana Devi Oktaviana Devi Oktaviana, Devi Dewati, Carissa Auliya Dewi, Jasmine Palupi Dita Riski Khasanah Dona Prima Fierda Dwi Rastuti, Bunga Dwita Darmawati Dyah Susanti Dyah Umiyarni Purnamasari Dyah Umiyarni Purnamasari E. Elsa Herdiana Murhandarwati Edi Basuki Edi Basuki Elva Kartikasari Elva Kartikasari Eman Sutrisna ENDANG SRIMURNI KUSMINTARSIH Endang Srimurni Kusmintarsih Eri Wahyuningsih Erna Kusumawati Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Farah Nurul Yanis Syarifa Fatika, Zanna Rahma Febianti Rahayu Febrianti, Syaira Aisha Fita Amanda Putri Fitri Arofiati Gadis Rinaty Susanty Ghea Efrananditha Sukendar Ghina Roudhatul Jannah Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hamimah, fa Ayu Hari Kusnanto Hartanti, Diah Tri Haryanto, Trisno Hasan, Nurmaliza Hasna Tri Rachmatika Hasyim, Ashlikhatul Fuadah Al Hennanda Annastya Annisa Indarko Herawati, Maghitsa Ayu Hernayanti Hernayanti Ho, Veronika Angellina Hiberto Hutama, Aryasatya Putra Ida Rosilawati Ilmi, Khalimah Nur Izzati, Azkiya Nur Jayanti, Rosita Dwi Kartikasari Kartikasari Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kundari, Asih Kusnanto, Hari Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Libna Aththohiroh Maajid, Sekar Khofidfah Maharani, Rizqi Putri Chyntia Mars Wijiyanti, Siwi Pramatama Miftakhul Janah Miftakhul Janah MISBAKHUL MUNIR Misbakhul Munir Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat Muthmainah, Suci Hilmia Nabila Allaeyda Said Nabila, Adibah Nafisyah, Hana Amada Nareshwari, Himamayasuri Nashriati, Fatma Nasywa Carrisa Winata Natavany, Azarine Raissa Nisa, Fauzia Annafiun Nisrina Linas Nugraheni Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nunung Nurhayati Nur Indah Indah Wardani Nur Indah Indah Wardani, Nur Indah Indah Nurfaizi, Almas NURHALIZA, AINA Nurhalizah, Marsha Nurzakia, Wawa Najwa Palupi, Alya Ratna Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Pramatama, Siwi Prastyo, Hutomo Eko Prathiwi, Qonitah Fitri Puspita, Anggraeny Dian Putra, Taradhiya Dhasta Putri Pradani Putri Pradani Putri, Suci Amalia Putri, Zhafira Marifta Putu, Ayu Pratiwi R. Suharyadi Rachmani, Nadia Nurazizah Rachmawati, Farras Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Radi Radi Rahadjo, Setiyowati Rahayu, Febianti Rahayu, Prasepti Ageng Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nanda Tri Rakhmawati, Pebriyani Dwi Raniand Cucuomi Putri Ratu Matahari Rikawati, Afni Andini Rizkiana, Cantika Sondra Rumbrawer, Sila Olivia Ruthi Armita Sari Ruthi Armita Sari, Ruthi Armita Saefurrohim, Muhamad Zakki Safitri, Dyah Retno Salsabila, Aina Shofi Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Ellin Evitha Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Sekaryudha, Jasmine Ayumaharani Septina Dwi Astuti Setiyowati Rahardjo Setyowati Raharjo Setyowati, Endang Ariyani Sholihah, Fidyatus Siska Nur Aisyah Rohman Siti Masfiah Siti Masfiah Siti Nurhayati Siwi Pramatama Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Siwi Pramatama Solikhah Solikhah Sri Nurlaela Sri Nurlaela Suciwati, Alya Regina Sudrajat, Nida Fauziah Sukendar, Ghea Efranandhita Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suratman Suratman Suratman Suratman Susina Yatapya Sutini, Kristina Syahputra, Rieko Alysa Syaira, Hanifah Teguh Dhika Teguh Dhika, Teguh Tri Baskoro Tunggul Satoto Trisnowati Budi Ambarningrum Triwibowo Ambar Garjito Ulhaq, Syifa Dhia Wibowo, Ronggo Adi Widayati, Hesti Prawita Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijaya, Yulia Arthemisia Wijayanti , Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Mars Wijayanti, Siwi Pramatama M Wijayanti, Siwi Pratama Mars Wiranti, Bella Witdodo, Pandu Suryonoto Yatapya, Susina Yulistyaningrum, . Yulistyaningrum, . Yustisia, Ananda Bela