p-Index From 2021 - 2026
9.079
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Vektor Penyakit ASPIRATOR VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Majalah Geografi Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Kesehatan JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Jurnal Biomedika dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Insights in Public Health Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Lux Mensana: Journal of Scientific Health Jurnal of Community Health Development (JCHD) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Holistik Jurnal Kesehatan ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Comparative study of health (metabolic biomarkers) between owner farmers and farm workers during the COVID-19 pandemic Dwi Sarwani Sri Rejeki; Dwita Darmawati; Dyah Susanti; Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat; Solikhah Solikhah
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i2.22389

Abstract

Differences of land ownership statuses between farmers who grow their land and workers with a profit-sharing system will result in income disparities. The low income received due to reduced levels of rice productivity affects the health status of farmers. Therefore, this study compares the health status between farmers who are owners and workers during the COVID-19 pandemic. In April 2022, this cross-sectional study was carried out in Banyumas Regency, Central Java, Indonesia. Hb, fasting glucose, low density lipoprotein (LDL) cholesterol, high density lipoprotein (HDL) cholesterol, triglycerides, uric acid, blood pressure, and body mass index (BMI) were all assessed in a total of 100 farmers. Blood samples were taken at 3 cc using an ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) anticoagulant vacutainer tube and 5 cc using a plain vacutainer tube, then analyzed in PRODIA Laboratory. A validated tool was used to check blood pressure and BMI. Furthermore, 74% of the 100 farmers surveyed are farm owners, while 26% are workers. The results show that there is no difference in the health status of owners and workers on metabolic biomarkers including Hb, fasting glucose, LDL cholesterol, HDL cholesterol, triglycerides, uric acid, systolic/systole blood pressure, and BMI. In addition, a number of biomarker indicators, including Hb, fasting glucose, LDL cholesterol, triglycerides, and blood pressure, were found to surpass the threshold. Therefore, farmers need to maintain their health status by performing physical activity, consuming healthy food, and reducing their exposure to insecticides with personal protective equipment (PPE) to prevent metabolic diseases in the future.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS Dwi Sarwani Sri Rejeki
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3454

Abstract

Prevalensi Hipertensi di Indonesia pada Tahun 2018 tercatat lebih tinggi pada wilayah perkotaan (34,43%) dibandingkan perdesaan (33,72%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (analisis data Riskesdas Tahun 2018). Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber data Riskesdas 2018 untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Sampel dari penelitian ini adalah 2083 anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun, yang terdiri dari 821 responden dari wilayah perdesaan, dan 1262 responden dari wilayah perkotaan di Kabupaten Banyumas. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat, dan uji yang digunakan dalam analisis bivariate adalah uji chi-square. Prevalensi hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan (40,4%) dan perkotaan (40,3%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perdesaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan obesitas, sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perkotaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, serta kebiasaan merokok. Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap faktor risiko dari hipertensi guna menurunkan prevalensi hipertensi di wilayah perdesaan dan perkotaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA PARANGTRITIS KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Siska Nur Aisyah Rohman; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Sri Nurlaela
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.4112

Abstract

Background: COVID-19 is highly contagious and pathogenic. Parangtritis village is a tourist village with high mobility and has fluctuating cases. Preventive behavior should be carried out by the community to reduce existing cases, because currently no specific drugs have been found to treat. The research was conducted with the aim of finding out the factors that affect the COVID-19 prevention behavior of parangtritis villagers. Method: Analytical research, cross sectional approach. The population of Parangtritis village is 5729 people. 396 samples with accidental sampling. The variables studied were gender, age, education, exposure to sources of information, knowledge and attitudes. Data collection using questionnaires through google form. Data is analyzed into univariate, bivariate, and multivariate. Result: Most of them are female (62.1%). Dominant age in the range of 15-29 years (88.1%). Secondary education level (47.7%). Covid-19 prevention resources came from social media (internet) (67.2%), with good category (71%). Good knowledge (94.4%). Good attitude (55.6%). Good behavior (72.2%). The factors that most influence COVID-19 prevention behavior are exposure to information sources (p-value= 0.000; POR= 11,622; CI= 6,755-19,994) and attitude (p-value= 0.000; POR= 2,725; CI= 1,596-4,652). Conclusion: There is sex, age, education, exposure to information sources, knowledge and attitudes towards COVID-19 prevention behavior. Exposure to sources of information and attitudes is the most influential factor. Keywords: COVID-19; Community; Preventive behavior.
Factors Affecting the Quality of Life of Breast Cancer Patients Alifka Deti Sri Maharani; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Siwi Pramatama Mars Wijayanti
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 17 No. 2 (2023): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v17i2.8705

Abstract

Background: Breast cancer is the most frequently diagnosed cancer and the leading cause of cancer death among women worldwide in 2020. This systematic review aims to identify the factors that affect the quality of life of breast cancer patients so that the results of this systematic ventilation can help health professionals develop appropriate interventions. Method: This systematic review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. This study aims to identify the factors that affect the quality of life of breast cancer patients. A comprehensive search was performed across several databases, including PubMed, Embase, Scopus, and Web of Science. The search was limited to studies published between 2019 and 2022, which were written in English. Results: Factors that affect the quality of life of breast cancer patients include age, education level, social support, psychological stress and anxiety, economic status, depression, and physical symptoms. Conclusion: Several factors can affect the quality of breast cancer patients, so the patient needs support from the family and health policies from the government in their treatment.
The Impact of Malaria among pregnant women in Papua New Guinea: A Systematic Review of Epidemiology, Prevention & Treatment. Susina Yatapya; Dwi Sarwani Sri Rejeki; Siwi Pramatama Mars Wijayanti
Insights in Public Health Journal Vol 4 No 1 (2023): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2023.4.1.9141

Abstract

BACKGROUND: Malaria in pregnancy is a serious public health problem in Papua New Guinea (PNG), where both Plasmodium falciparum and P. vivax are endemic. Malaria infection during pregnancy can cause maternal anemia, low birth weight, preterm delivery and congenital malaria, which can have serious consequences for the health and survival of mothers and infants. The aim of this literature review was to assess & summarize the current state of knowledge and practice on malaria epidemiology, prevention and treatment in pregnant women and their newborns in PNG, based on ten research papers published from 1986 to 2021. Subjects and Methods: This was a systematic review conducted by searching articles from Google Scholar database and Mendeley Elsevier database and PubMed. The inclusion criteria were namely articles published in 1900 to 2022 years, cross sectional design study, and using quantitative method. The study subjects were pregnant women who visited antenatal clinics with or without malaria, research locations in Papua New Guinea. The exclusion criteria were articles that did not available in full text and located not in Papua New Guinea. The articles were then critically appraised and synthesized according to five main themes: anemia and iron deficiency, submicroscopic malaria infections, placental malaria infection, and knowledge, attitudes and practices concerning malaria in pregnancy & congenital malaria. Results: A total of 10 papers were included in the review, covering various aspects of malaria epidemiology, prevention and treatment in pregnant women and their newborns in PNG. The main findings of the papers were: (1) anemia was very common and associated with splenomegaly, iron deficiency and malaria infection; (2) submicroscopic infections were common, but not associated with maternal anemia or low birth weight; (3) placental malaria infection was detected in 18.5% of placentas, and was associated with maternal anemia, low birth weight and preterm delivery; (4) there was a general awareness of the term “malaria”, but it was often confused with other illnesses or pregnancy symptoms; (5) congenital malaria infection was detected in 5.6% of newborns, mostly due to P. falciparum. Conclusion: This literature review provided useful evidence and recommendations for improving malaria prevention and control in pregnant women and their newborns in PNG, but also highlighted the need for more research and action to address the remaining challenges and gaps. The review concluded that malaria in pregnancy is a serious public health problem in PNG that requires comprehensive and integrated approaches to achieve its elimination by 2030. Keywords: Malaria in pregnancy, Papua New Guinea, Anemia, Submicroscopic malaria infections, Placental malaria infection
Analysis of Quality of Life of Children With Tuberculosis (8-14 Years) in Banyumas Regency 2023 Rahayu, Febianti; Nurlaela, Sri; Rejeki, Dwi Sarwani Sri
Insights in Public Health Journal Vol 5 No 1 (2024): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2024.5.1.12113

Abstract

Tuberculosis (TB) of school-age children (5-14 years) increases significantly every year in Banyumas Regency. Children with TB infection can be a source of TB disease can reduce the quality of human resources and quality of life in the future. It takes information on the quality of life of children TB systematically and more in-depth. This study aims to determine the quality of life of children with TB based on 7 aspects and characteristics with descriptive quantitative method of case study design. The population of all TB patients aged 8-14 years has treatment status in Banyumas Regency in 2022-March 2023. Research samples were 72 with Total sampling method. Data collection with questionnaire interviews and TACQOL CF instruments that have been translated and tested for reliability validity and univariate data analysis. Characteristics of TB patients aged 8-14 years in Banyumas Regency, the average age is 10 years old, male (68.1%), and educated in elementary school (80.6%). Most are in Sumbang District (15.3%), confirmed in February 2023 (25%). Clinical characteristics were BCG immunization (97.2%), normal nutritional status (56.3%), type of pulmonary TB (93.1%), advanced stage (75%), type of scoring diagnosis (83.3%), no OAT side effects (73.6%), no comorbidities (66.7%), and family history of TB (52.8%). The quality of life of the study subjects was moderate (51.4%), with the most aspects of the good category on positive emotions (25%) and the less good category on motor function (23.6%) and daily habits (23.6%). The total quality of life of the study subjects was good at best on the aspects of positive emotions and poor quality of life only on the aspects of daily habits. Any difficulties and disorders symptoms are experienced most when the condition is sick and mild pain. Keywords: Characteristics, Quality of Life, Childhood Tuberculosis
Upaya Pengendalian Hipertensi pada Petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Anandari, Dian; Nurlaela, Sri
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 1 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.1.9940

Abstract

Hipertensi ini sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Jika tidak terkontrol hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati dan gangguan saraf. Kajian hipertensi di wilayah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas hampir sama persentasenya yaitu kisaran 40%. Di Pedesaan dimana mata pencaharian sebagai petani merupakan pekerjaan yang dominan, didapatkan sebanyak 63% petani mengalami hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah mencegah dan mengendalikan hipertensi pada petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan model manajemen terpadu. Kegiatan yang dilakukan selama 3 tahun, meliputi kegiatan sosialisasi, pendidikan kesehatan, pelatihan, pendampingan, revitalisasi Posyandu Lansia, peningkatan sarana prasarana, KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) dan kemitraan. Bentuk kegiatan meliputi ceramah, diskusi, tanyajawab, roleplay, FGD, studi kasus, pendampingan dan lain-lain. Pada tahun tahun pertama kegiatan yang dilakukan meliputi 1) Sosialisasi program 2) Peningkatan pengetahun petani mengenai hipertensi dan faktor risikonya 3) Peningkatkan ketrampilan petani mengenai manajemen diri hipertensi 4) Penyediakan media informasi berupa buku pencegahan hipertensi bagi petani 5)Penyediaan sarana pengukuran tekanan darah bagi petani 6) Pendampingan. Kegiatan dilakukan di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sosialisasi program dilakukan pada perangkat desa untuk memberikan pemahaman pentingnya kegiatan dilakukan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan ceramah dan diskusi pada petani di Desa Linggasari. Peningkatan ketrampilan dilakukan dengan FGD pada petani untuk merumuskan manajemen diri yang baik bagi petani yang hipertensi. Penyediaan media dengan membuat buku yang diberikan kepada petani mengenai hipertensi dan pengendaliaanya. Pendampingan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan petani dan juga pihak Puskesmas untuk kegiatan pengendalian hipertensi pada petani. Hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan responden tentang hipertensi sesudah kegiatan meningkat sebesar 34,78% dari skor sebelumnya, yaitu dari 63,89 menjadi 86,11. Kedua skor tersebut dinyatakan berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji t berpasangan dengan nilai p=0,000 (< α 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang hipertensi. ertensi ini sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia. Jika tidak terkontrol hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati dan gangguan saraf. Kajian hipertensi di wilayah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas hampir sama persentasenya yaitu kisaran 40%. Di Pedesaan dimana mata pencaharian sebagai petani merupakan pekerjaan yang dominan, didapatkan sebanyak 63% petani mengalami hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah mencegah dan mengendalikan hipertensi pada petani di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan model manajemen terpadu. Kegiatan yang dilakukan selama 3 tahun, meliputi kegiatan sosialisasi, pendidikan kesehatan, pelatihan, pendampingan, revitalisasi Posyandu Lansia, peningkatan sarana prasarana, KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) dan kemitraan. Bentuk kegiatan meliputi ceramah, diskusi, tanyajawab, roleplay, FGD, studi kasus, pendampingan dan lain-lain. Pada tahun tahun pertama kegiatan yang dilakukan meliputi 1) Sosialisasi program 2) Peningkatan pengetahun petani mengenai hipertensi dan faktor risikonya 3) Peningkatkan ketrampilan petani mengenai manajemen diri hipertensi 4) Penyediakan media informasi berupa buku pencegahan hipertensi bagi petani 5)Penyediaan sarana pengukuran tekanan darah bagi petani 6) Pendampingan. Kegiatan dilakukan di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sosialisasi program dilakukan pada perangkat desa untuk memberikan pemahaman pentingnya kegiatan dilakukan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan ceramah dan diskusi pada petani di Desa Linggasari. Peningkatan ketrampilan dilakukan dengan FGD pada petani untuk merumuskan manajemen diri yang baik bagi petani yang hipertensi. Penyediaan media dengan membuat buku yang diberikan kepada petani mengenai hipertensi dan pengendaliaanya. Pendampingan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan petani dan juga pihak Puskesmas untuk kegiatan pengendalian hipertensi pada petani. Hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan responden tentang hipertensi sesudah kegiatan meningkat sebesar 34,78% dari skor sebelumnya, yaitu dari 63,89 menjadi 86,11. Kedua skor tersebut dinyatakan berbeda secara signifikan berdasarkan hasil uji t berpasangan dengan nilai p=0,000 (< α 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang hipertensi.
ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT DI DESA JIPANG KECAMATAN KARANGLEWAS, BANYUMAS Rahmatika, Nanda Tri; Salsabila, Aina Shofi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Sari, Ellin Evitha; Rachmani, Nadia Nurazizah; Sudrajat, Nida Fauziah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.29923

Abstract

Penggunaan jamban sehat merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Desa Jipang merupakan desa dengan akses jamban sehat yang tergolong rendah di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas. Pada tahun 2019 persentase penduduk dengan akses sanitasi jamban sehat hanya 14,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan jamban sehat di Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 65 Kepala Keluarga (KK). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 34 (52,3%) responden menggunakan jamban sehat. Variabel jenis kelamin (p value=0,041) dan ketersediaan sarana dan prasarana (p value=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan penggunaan jamban sehat. Variabel yang tidak berhubungan dengan penggunaan jamban sehat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi penggunaan jamban sehat di Desa Jipang Kecamatan Karanglewas adalah variabel ketersediaan sarana dan prasarana (OR = 9,958). Kata kunci: Faktor yang Mempengaruhi, Jamban Sehat, Buang Air Besar Sembarangan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Kinasih, Annastya; Azijah, Pipit Nur; Syaira, Hanifah; Asmara, Dhiya Azizah; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v9i2.48187

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu kondisi kronis ke3ka tubuh mengalami ke3dakmampuan dalam memproduksi insulin yang cukup. Data Interna'onal Diabetes Federa'on (IDF) menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi ketujuh dari negara yang prevalensi penderita diabetesnya terbanyak sebesar 10,7 juta penderita di tahun 2019. Angka tersebut diprediksi akan meningkat menjadi 13,7 juta dan 16,6 juta pada tahun 2030 dan tahun 2045. Dari kejadian tersebut pen3ngnya dilakukan upaya pengendalian dengan mengetahui faktor-faktor risiko dari penyakit tersebut. Literature review ini bertujuan untuk mereview ar3kel-ar3kel ilmiah mengenai faktor risiko terjadinya DM 3pe-2 di Indonesia. Metode kajian literatur ini adalah Systema'c Literature Review (SLR) dengan pemilihan jurnal mengiku3 alur Preferred Repor'ng Items for Systema'c Review and Meta-Analysis (PRISMA). Literature dicari melalui dua database diantaranya Google Scholar dan PubMed menggunakan 3ga kata kunci "faktor risiko" AND "diabetes melitus 3pe 2" AND "Indonesia". Dari kata kunci tersebut ditemukan 16.914 ar3kel, tetapi hanya 15 ar3kel terpilih yang termasuk pada kriteria inklusi. Hasil literatur terpilih berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, melipu3 Aceh, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat dan Tengah, Kalimantan Selatan dan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Tenggara, Riau, Sumatera Selatan dan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan 3njauan literatur yang telah dilakukan, faktor risiko dari DM Tipe-2 paling dominan di Indonesia melipu3 usia ≥45 tahun, ak3vitas fisik yang rendah, obesitas, dan gene3k. Kata Kunci: Faktor Risiko, Diabetes Melitus 3pe 2, dan Indonesia.
FAKTOR- FAKTOR RISIKO KEMATIAN IBU DI BEBERAPA NEGARA BERKEMBANG “LITERATURE REVIEW” Putu, Ayu Pratiwi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Pramatama, Siwi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1356

Abstract

ABSTRAK Tingkat kematian ibu di setiap negara sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang menunjukkan bahwa faktor risiko yang memengaruhi kematian ibu tidak seragam di setiap wilayah. Tujuan kajian literature ini ingin mengetahui factor resiko kematian ibu di beberapa wilayah negara berkembang. Metode Penelitian dilakukan dengan mereview artikel yang dipilih dengan search engine melalui Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect dengan memasukan kata kunci factor resiko,kematian ibu,negara berkembang dan asia. Proses pencarian hingga pengeksklusian artikel- artikel yang digunakan untuk review literatur ini menggunakan metode PRISMA. Artikel penelitian yang dipublikasikan diambil mulai dari tahun 2016-2023. Hasil literature review menunjukkan 10 artikel membahas resiko kematian ibu di negara Indonesia, Ethiopia, Timor Leste, Nigeria, Afrika Selatan, Nepal, Srilanka, India, Myanmar. Negara dengan Maternal Mortality Ratio yang lebih tinggi (Nigeria: 2,085/100.000) kelahiran hidup umumnya menghadapi tantangan yang lebih besar dalam penanganan kesehatan ibu, seperti akses terbatas ke layanan kesehatan yang berkualitas, kurangnya kesadaran akan pentingnya perawatan maternal,dan faktor sosio-ekonomi yang mempengaruhi akses dan kualitas perawatan kesehatan. Sedangkan negara dengan Maternal Mortality Ratio yang lebih rendah ( Sri Lanka: 30,2/100.000 kelahiran hidup) cenderung memiliki sistem kesehatan yang lebih baik,akses yang lebih baik ke layanan kesehatan,dan tingkat kesadaran yang lebih tinggi dalam masyarakat tentang pentingnya perawatan maternal.
Co-Authors . Yulistyaningrum Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Alifka Deti Sri Maharani Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian Ardiani, Intan Henda Arif Setyo Upoyo Arih Diyaning Intiasari Asmara, Dhiya Azizah Ayanasva, Khafina Azijah, Pipit Nur Azizah Azzahra, Amaliyah Barandi Sapta Widartono Budi Aji Budi Aji Budi Aji, Budi Chasanah, Imah Nur Destika Dhaniasri Devi Ayu Rokhayati Devi Octaviana Devi Oktaviana Devi Oktaviana, Devi Dewati, Carissa Auliya Dewi, Jasmine Palupi Dita Riski Khasanah Dona Prima Fierda Dwi Rastuti, Bunga Dwita Darmawati Dyah Susanti Dyah Umiyarni Purnamasari Dyah Umiyarni Purnamasari E. Elsa Herdiana Murhandarwati Edi Basuki Edi Basuki Elva Kartikasari Elva Kartikasari Eman Sutrisna ENDANG SRIMURNI KUSMINTARSIH Endang Srimurni Kusmintarsih Eri Wahyuningsih Erna Kusumawati Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Farah Nurul Yanis Syarifa Fatika, Zanna Rahma Febianti Rahayu Febrianti, Syaira Aisha Fitri Arofiati Gadis Rinaty Susanty Ghea Efrananditha Sukendar Ghina Roudhatul Jannah Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hamimah, fa Ayu Hari Kusnanto Hartanti, Diah Tri Haryanto, Trisno Hasan, Nurmaliza Hasna Tri Rachmatika Hasyim, Ashlikhatul Fuadah Al Hennanda Annastya Annisa Indarko Herawati, Maghitsa Ayu Hernayanti Hernayanti Ho, Veronika Angellina Hiberto Hutama, Aryasatya Putra Ida Rosilawati Ilmi, Khalimah Nur Izzati, Azkiya Nur Jayanti, Rosita Dwi Kartikasari Kartikasari Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kundari, Asih Kusnanto, Hari Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Libna Aththohiroh Maajid, Sekar Khofidfah Maharani, Rizqi Putri Chyntia Mars Wijiyanti, Siwi Pramatama Miftakhul Janah Miftakhul Janah Misbakhul Munir MISBAKHUL MUNIR Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat Muthmainah, Suci Hilmia Nabila Allaeyda Said Nabila, Adibah Nareshwari, Himamayasuri Nashriati, Fatma Natavany, Azarine Raissa Nisa, Fauzia Annafiun Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nunung Nurhayati Nur Indah Indah Wardani Nur Indah Indah Wardani, Nur Indah Indah Nurfaizi, Almas NURHALIZA, AINA Nurhalizah, Marsha Palupi, Alya Ratna Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Pramatama, Siwi Prastyo, Hutomo Eko Prathiwi, Qonitah Fitri Puspita, Anggraeny Dian Putra, Taradhiya Dhasta Putri Pradani Putri Pradani Putri, Suci Amalia Putri, Zhafira Marifta Putu, Ayu Pratiwi R. Suharyadi Rachmani, Nadia Nurazizah Rachmawati, Farras Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Radi Radi Rahadjo, Setiyowati Rahayu, Febianti Rahayu, Prasepti Ageng Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nanda Tri Rakhmawati, Pebriyani Dwi Raniand Cucuomi Putri Ratu Matahari Rizkiana, Cantika Sondra Rumbrawer, Sila Olivia Ruthi Armita Sari Ruthi Armita Sari, Ruthi Armita Saefurrohim, Muhamad Zakki Safitri, Dyah Retno Salsabila, Aina Shofi Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Ellin Evitha Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Septina Dwi Astuti Setiyowati Rahardjo Setyowati Raharjo Setyowati, Endang Ariyani Siska Nur Aisyah Rohman Siti Masfiah Siti Masfiah Siti Nurhayati Siwi Pramatama SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Siwi Pramatama Solikhah Solikhah Sri Nurlaela Sri Nurlaela Suciwati, Alya Regina Sudrajat, Nida Fauziah Sukendar, Ghea Efranandhita Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suratman Suratman Suratman Suratman Susina Yatapya Sutini, Kristina Syahputra, Rieko Alysa Syaira, Hanifah Teguh Dhika Teguh Dhika, Teguh Tri Baskoro Tunggul Satoto Trisnowati Budi Ambarningrum Triwibowo Ambar Garjito Ulhaq, Syifa Dhia Widayati, Hesti Prawita Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijayanti , Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Mars Wijayanti, Siwi Pramatama M Wijayanti, Siwi Pratama Mars Wiranti, Bella Witdodo, Pandu Suryonoto Yatapya, Susina Yulistyaningrum, . Yulistyaningrum, . Yustisia, Ananda Bela