Articles
Pengembangan Modul Praktikum Kimia Lingkungan Berbasis Green Chemistry Pada Mata Kuliah Kimia Lngkungan
Syarifa Wahidah Al Idrus;
Agus Abhi Purwoko;
Saprizal Hadisaputra;
Eka Junaidi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.144 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i5.2171
Perkembangan teknologi yang sangat pesat berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan. Hal ini mengkhawatirkan semua pihak, tak terkecuali praktisi Pendidikan. Kontribusi dalam bidang Pendidikan yang dapat dilakukan adalahàdengan merancang proses pembelajaran yang peduli terhadap lingkungan. Dalam pendidikan kimia, penerapan prinsip Green Chemistry dalam kegiatan laboratorium diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah Modul Praktikum kimia lingkungan berbasisàGreen Chemistry yang dapat digunakan mahasiswa sebagai penuntun pelaksanaan praktikum yang aman dan ramah lingkungan pada mata kuliah Kimia Lingkungan . Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D),dengan prinsip pengembangan media menurut William W. Lee dan Diana L. Owens . Sasaran penelitian ini adalah kelayakan modul praktikum berdasarkan penilaian ahli (dosen Kimia) dan respon mahasiswa. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Analisis data menunjukkan penilaian dosen kimia dengan kategori ââ¬Åsangat baikââ¬Â dengan rerata skor diatas 3,4. Respon mahasiswa menunjukkan modul praktikum sangat efektif dengan respon positif dengan rata rata setiap aspek diatas 0,49. Jadi, Modul Praktikum kimia lingkungan berbasis green chemistry yang dikembangkan sangat layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Kimia lingkungan.
Pengembangan Rubrik Keterampilan Praktik dan Sikap Ilmiah pada Praktikum Biokimia: Kajian Validitas dan Reliabilitas
Yunita Arian Sani Anwar;
Eka Junaidi;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.963 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i1.2347
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen keterampilan praktik dan sikap ilmiah dalam kegiatan laboratorium mata pelajaran biokimia.ÃÂ Penilaian instrumen diawali dengan expert judgement menggunakan analisis indeks Aiken untuk validasi, dan Interclass Correlation Coefficients (ICC) untuk uji reliabilitas.ÃÂ Instrumen yang valid diujikan kepada 123 responden dan dianalisis menggunakan korelasi item-total korelasi dan Cronbach's alpha dengan menggunakan program software SPSS versi 21.ÃÂ Pada rubrik keterampilan praktis terdapat 18 indikator dan 44 pernyataan dalam angket sikap ilmiah yang dinyatakan valid oleh para ahli sebagai instrumen, dan memiliki reliabilitas sedang.ÃÂ Uji coba pada responden menunjukkan bahwa rubrik keterampilan praktik dan sikap ilmiah memiliki validitas dan reliabilitas yang baik untuk menilai kegiatan laboratorium pada mata kuliah biokimia.ÃÂ Instrumen ini diharapkan dapat memudahkan penilaian pada pembelajaran biokimia di laboratorium.
Comparison of the effectiveness of the use of graded inquiries in biochemistry learning
Yunita Arian Sani Anwar;
Eka Junaidi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 4 (2021): September 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.081 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i4.2792
This study aims to compare the effectiveness of guided inquiry, open inquiry, and tiered inquiry in biochemistry learning. The effectiveness is seen from the product-process perspective, i.e., by looking at critical thinking scores and responses ofÃÂ lecturers' teaching activities. This study involved three groups treated with guided inquiry (level 1), open inquiry (level 2), and tiered inquiry (level 1 to level 2). The number of respondents was 72 students spread over the three groups. Before being given treatment, the three groups were tested for prior knowledge, and it was obtained that the three groups had the same initial ability. The research instrument used was critical thinking questions and a questionnaire of responses to the learning process. The results showed that the group with tiered inquiry treatment had the highest critical thinking score, while open inquiry had the lowest score. It is in line with the respondents' responses related to the learning process. Students feel easier and more comfortable in the tiered inquiry process than the guided and openÃÂ inquiries. The results of the Mann-Whitney U test analysis on the three treatments showed that the three groups had significantly different critical thinking scores. It can be concluded that tiered inquiry is more effective in Biochemistry learning than guided and open inquiries.
Development of case-based learning model on biochemistry online learning
Yunita Arian Sani Anwar;
Mutiah Mutiah;
Syarifa Wahidah Al Idrus;
Eka Junaidi;
Rahmawati Rahmawati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 17 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.104 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v17i1.2992
The COVID-19 pandemic has changed the face-to-face learning process to online learning. It requires learning innovations that can make students more independent in exploring concepts. Case-based learning can be an alternative in the online learning process. This study aims to develop a case-based learning model in online biochemistry learning. This study uses six stages to modify the stages of development research. The results showed that the learning model developed consisted of five phases which became the syntax of the learning model developed, namely (1) Planning; (2) Orientation; (3) Organization; (4) Implementation; and (5) an evaluation developed following the results of the needs analysis. The developed syntax is described in model implementation guidelines and is equipped with learning tools. The validator's assessment shows that the model and device instructions have an index value of the expert agreement with a valid category. The test results on students showed that all the stages described in the guidelines could be implemented properly. Students gave a positive response to the implementation of case-based learning. Thus, case-based learning can be recommended for further learning.
Aktivitas Antimalaria dan Skrining Fitokimia Metabolit Sekunder Kayu Batang dan Kulit Akar Artocarpus Camansi Blanco (Moraceae)
ALIEFMAN HAKIM;
EKA JUNAIDI;
BAIQ FARA DWI RANI SOFIA;
YUNITA ARIAN SANI ANWAR
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 8 No 2 (2010): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1401.76 KB)
Malarial parasite, Plasmodium, has been reported resistant to commonly used antimalarial drugs, such as chloroquin. Plants Artocarpus genus are known to have high content of flavonoids. One of interesting bioactivities of Artocarpus flavonoids is their antimalarial activity. This research is to investigate the potency of secondary metabolites in the heartwood and root bark of Artocarpus camansi Blanco as an antimalarial agent. Antimalarial activity from methanol extract of heartwood and roots bark of A. camansi were tested in vitro to Plasmodium falciparum SD7 (strain sensitive to chloroquin) and W2 (strain resistant to chloroquin) The extracts were also phytochcmically screened for compounds. The result showed that the methanol extract of heartwood and root bark of A , camansi Blanco inhibited the growth of Plasmodium falciparum 3D7 strain With IC50 values of 1.84 µg/mL and 32.13 µg/mL . respectively; While similar antimalarial activity test to Plasmodium falciparum W2 strain showed IC50 valucs of 8.11 µg/mL and 17.10 µg/mL, respectively. Phytochemical screening indicated that the heartwood and root bark of A. camansi Blanco contain flavonoids, terpenoids, and tannin, while coumarin and saponins are present only in the root bark of A. camansi Blanco.
Hubungan Motivasi Belajar dan Kesiapan TIK dengan Prestasi Belajar Siswa dalam Melaksanakan Pembelajaran Daring
Yulia Agustina;
Muntari Muntari;
Eka Junaidi
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i1.2679
Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kimia siswa, (2) hubungan kesiapan TIK siswa terhadap prestasi belajar kimia siswa, dan (3) hubungan motivasi belajar dan kesiapan TIK siswa secara bersama-sama terhadap prestasi belajar kimia siswa kelas XI MIA di SMAN 1 Narmada dalam melaksanakan pembelajaran daring. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA yang berjumlah 138 orang dan diambil 53 orang sebagai sampel secara proporsional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan angket tertutup. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,381 dalam kategori rendah, (2) terdapat hubungan antara kesiapan TIK terhadap prestasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,27 dalam kategori rendah, dan (3) terdapat hubungan antara motivasi belajar dan kesiapan TIK secara bersama-sama terhadap prestasi belajar kimia siswa dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,54 dalam kategori sedang.
Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis POE (Predict, Observe, Explain) pada Materi Sifat Koligatif Larutan di Masa Pandemi Covid-19
Nikita Putri;
Eka Junaidi;
Aliefman Hakim;
Yunita Arian Sani Anwar
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i1.2729
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan modul pembelajaran kimia berbasis POE (Predict, Observe, Explain) pada materi sifat koligatif larutan di masa pandemic covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development dengan model penelitian Brog and Gall. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMAN 5 Mataram pada tahun akademik 2020/2021, sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 23 siswa yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validitas (kelayakan) modul pembelajaran yang dikembangkan dari 4 validator dengan menggunakan indeks Aiken (V) sebesar 0,85 dalam kategori sangat valid. Tingkat kepraktisan modul pembelajaran diukur melalui respon siswa terhadap modul pembelajaran. Hasil analisis respon siswa berada pada kategori sangat praktis dengan persentase praktikalitas sebesar 82,5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran kimia berbasis POE pada materi sifat koligatif larutan yang dikembangkan bersifat layak dan praktis sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran mandiri di masa pandemi.
Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Materi Asam Basa Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Dini Handayani;
Yunita Arian Sani Anwar;
Eka Junaidi;
Saprizal Hadisaputra
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i1.2765
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan modul pembelajaran kimia materi asam basa berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini adalah jenis Penelitian pengembangan yang mengadopsi model 4-D (define, design, develop, disseminate), namun dibatasi hanya pada sampai tahap pengembangan (develop). Tingkat kelayakan modul diukur melalui lembar validasi ahli dengan 6 aspek penilaian yang dinilai oleh 3 validator. Tingkat kepraktisan modul diukur melalui angket respon yang diisi oleh 22 orang siswa kelas XI IPA SMAN 8 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan modul yang dihitung dengan rumus Aiken V adalah 0.83 dalam kategori sangat layak dan sangat praktis dengan persentase praktikalitas sebesar 89.14%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat layak dan praktis untuk meningkatkan motivasi belajar.
Analisis Self-Regulated Learning Pada Mata Pelajaran Kimia Di Masa Pandemi Covid-19
Restu Hidayanti;
Eka Junaidi;
Yunita Arian Sani Anwar;
Saprizal Hadisaputra
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i1.2998
Tujuan penelitian ini yakni menganalisis seberapa besar siswa telah mencapai kemandiriannya dalam belajar. Kemandirian belajar siswa mencakup beberapa hal dianataranya siswa dapat secara mandiri mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain, tidak bergantung kepada orang lain, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Penelitian analisis ini sebagai upaya untuk mengetahui tingkat Self-regulated learning. Cakupan Self-regulated learning sangatlah luas, namun pada penelitian ini dapat dianalisis dengan melakukan deskriftif kuantitatif melalui teknik pengumpulan data berupa angket pada objek penlitian yang diambil dari populasi. Pada penelitian ini, responden diambil dari populasi siswa kelas X dan XI MIPA pada MA NW Perian dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh (sensus). Penelitian dilakukan dengan indikator kemandirian belajar yang pernyataan yang dapat ditanggapi oleh responden dengan skala likert yang memiliki 5 poin. Tehnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dan angket. Setelah melakukan analisis sesuai dengan indikator kemandirian belajar, data yang diperoleh diolah secara lanjut untuk mengetahui persentase fase-fase kemandirian belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari angket respon siswa menunjukkan rata-rata hasil untuk semua aspek sebesar 81% . Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan Self-regulated learning pada siswa kelas X dan XI MIPA MA NW Perian sangat baik.
Penggunaan Video Demonstrasi pada Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi COVID-19: Tanggapan Siswa SMAN 4 Praya
Eka Junaidi;
Yunita Arian Sani Anwar
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/cep.v5i1.3290
Pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri tidak terkecuali pembelajaran kimia. Kesulitan visualisasi menjadi hambatan sehingga perlu ada upaya untuk dapat mengembangkan proses pembelajaran yang membuat siswa tertarik untuk belajar kimia. Penggunaan video demontrasi dapat menjadi alternatif solusi untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tanggapan siswa SMAN 4 Praya terkait dengan penggunaan video demonstrasi dalam pembelajaran kimia. Penelitian terdiri atas beberapa tahap yaitu tahap penyusunan video, penyusunan kuesioner penelitian, proses pembelajaran dengan menggunakan video tersebut, dan tahap mengumpulkan respon siswa terkait penggunaan video dalam proses pembelajaran. Sampel penelitian melibatkan 42 orang siswa kelas XI dengan usia berkisar antara 16-17 tahun dan 1 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan siswa beragam terkait dengan penggunaan video demonstrasi dalam proses pembelajaran. Sebanyak 88,1% siswa memberikan tanggapan positif dan sisanya menyatakan ragu-ragu. Video yang lebih menarik dan memotivasi siswa menurut pilihan responden adalah video yang menjelaskan konsep reaksi kimia dan kesetimbangan kimia. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video demonstrasi pada pembelajaran kimia memberikan respon yang positif sehingga dapat dikembangkan video yang serupa untuk konsep kimia yang lainnya.