Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Materi Asam Basa Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dini Handayani; Yunita Arian Sani Anwar; Eka Junaidi; Saprizal Hadisaputra
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cep.v5i1.2765

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan modul pembelajaran kimia materi asam basa berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini adalah jenis Penelitian pengembangan yang mengadopsi model 4-D (define, design, develop, disseminate), namun dibatasi hanya pada sampai tahap pengembangan (develop). Tingkat kelayakan modul diukur melalui lembar validasi ahli dengan 6 aspek penilaian yang dinilai oleh 3 validator. Tingkat kepraktisan modul diukur melalui angket respon yang diisi oleh 22 orang siswa kelas XI IPA SMAN 8 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan modul yang dihitung dengan rumus Aiken V adalah 0.83 dalam kategori sangat layak dan sangat praktis dengan persentase praktikalitas sebesar 89.14%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat layak dan praktis untuk meningkatkan motivasi belajar.
Analisis Self-Regulated Learning Pada Mata Pelajaran Kimia Di Masa Pandemi Covid-19 Restu Hidayanti; Eka Junaidi; Yunita Arian Sani Anwar; Saprizal Hadisaputra
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cep.v5i1.2998

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni menganalisis seberapa besar siswa telah mencapai kemandiriannya dalam belajar. Kemandirian belajar siswa mencakup beberapa hal dianataranya siswa dapat secara mandiri mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain, tidak bergantung kepada orang lain, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Penelitian analisis ini sebagai upaya untuk mengetahui tingkat  Self-regulated learning. Cakupan Self-regulated learning sangatlah luas, namun pada penelitian ini dapat dianalisis dengan melakukan deskriftif kuantitatif melalui teknik pengumpulan data berupa angket pada objek penlitian yang diambil dari populasi. Pada penelitian ini, responden diambil dari populasi siswa kelas X dan XI MIPA pada MA NW Perian dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh (sensus). Penelitian dilakukan dengan indikator kemandirian belajar yang pernyataan yang dapat ditanggapi oleh responden dengan skala likert yang memiliki 5 poin. Tehnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dan angket. Setelah melakukan analisis sesuai dengan indikator kemandirian belajar, data yang diperoleh diolah secara lanjut untuk mengetahui persentase fase-fase kemandirian belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari angket respon siswa menunjukkan rata-rata hasil untuk semua aspek sebesar 81% . Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan Self-regulated learning pada siswa kelas X dan XI MIPA MA NW Perian sangat baik. 
Penggunaan Video Demonstrasi pada Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi COVID-19: Tanggapan Siswa SMAN 4 Praya Eka Junaidi; Yunita Arian Sani Anwar
Chemistry Education Practice Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cep.v5i1.3290

Abstract

Pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri tidak terkecuali pembelajaran kimia. Kesulitan visualisasi menjadi hambatan sehingga perlu ada upaya untuk dapat mengembangkan proses pembelajaran yang membuat siswa tertarik untuk belajar kimia. Penggunaan video demontrasi dapat menjadi alternatif solusi untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tanggapan siswa SMAN 4 Praya terkait dengan penggunaan video demonstrasi dalam pembelajaran kimia. Penelitian terdiri atas beberapa tahap yaitu tahap penyusunan video, penyusunan kuesioner penelitian, proses pembelajaran dengan menggunakan video tersebut, dan tahap mengumpulkan respon siswa terkait penggunaan video dalam proses pembelajaran. Sampel penelitian melibatkan 42 orang siswa kelas XI dengan usia berkisar antara 16-17 tahun dan 1 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan siswa beragam terkait dengan penggunaan video demonstrasi dalam proses pembelajaran. Sebanyak 88,1% siswa memberikan tanggapan positif dan sisanya menyatakan ragu-ragu. Video yang lebih menarik dan memotivasi siswa menurut pilihan responden adalah video yang menjelaskan konsep reaksi kimia dan kesetimbangan kimia. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video demonstrasi pada pembelajaran kimia memberikan respon yang positif sehingga dapat dikembangkan video yang serupa untuk konsep kimia yang lainnya.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Kasus Ditinjau dari Self-Regulated Learning Mahasiswa Yunita Arian Sani Anwar; Eka Junaidi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.575

Abstract

Penelitian sebelumnya telah mengembangkan model pembelajaran berbasis kasus pada perkuliahan online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran yang telah dikembangkan ditinjau dari self-regulated learning mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan membandingan skor SRL sampel sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis kasus. Sampel penelitian berjumlah 55 orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan online biokimia selama satu semester. Skenario pembelajaran mengikuti sintak yang telah dikembangkan dengan dua kasus utama yaitu busung lapar dan COVID-19. Instrumen pengumpul data berupa kuesioner SRL dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis kasus memberikan peningkatan skor SRL setelah diterapkan dalam perkuliahan online. Analisis setiap pertanyaan menunjukkan bahwa pertanyaan 1 dan 2 pada indikator keterampilan metakognitif, dan 5 pernyataan pada indikator mencari bantuan menunjukkan peningkatan dengan persentase tertinggi dibandingkan pernyataan lainnya. Pengaruh positif penerapan model didukung oleh keterlaksanaan semua fase dimana fase yang telah dikembangkan pada model pembelajaran berbasis kasus telah meningkatkan interaksi antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-konten, mahasiswa-dosen dan mahasiswa-lingkungan sehingga menciptakan social learning environment (SLE) yang baik dalam perkuliahan online.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) untuk Briket Sebagai Bahan Bakar Energi Alternatif di Kelurahan Panji Sari, Lombok Tengah Eka Junaidi; Agif Suryadi; Chika Nur Narulita; Ghennia Dzinur Arninda; Lalu Wahri Suganda; Mutiara Rizkiandini Putri; Ahmad Kadarisman; Cokorda Werdiyatna S; Dinda Rizki Karina Sari; M. Iqbal Ferdiansyah; Baiq Haya Ulya Rifada; Gugus Putra Pamungkas; Harkees Hirvad; Nova Fitrian; Risky Khawiyu Pasya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.474 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.942

Abstract

Panji Sari merupakan kelurahan yang terletak di sekitar Bendungan Batujai yang terbagi menjadi enam lingkungan, yaitu Lingkungan Bukal Malang, Gelondong, Harapan Baru, Kemulah, Darul Falah Selatan, dan Darul Falah Utara. Letak geografis Panji Sari yang berdekatan dengan Bendungan Batujai, mengakibatkan tumbuhan eceng gondok banyak ditemukan di wilayah Panji Sari, khususnya Lingkungan Bukal Malang. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman yang hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Eceng gondok (Eichornia crassipes) berkembang biak dengan sangat cepat, baik secara vegetatif maupun generatif. Akibat pertumbuhannya yang cepat, eceng gondok sering kali menjadi gulma yang menganggu suatu perairan termasuk juga di wilayah kelurahan Panji Sari. Keberadaan eceng gondok yang ditemukan dalam jumlah besar menjadi sangat potensial sebagai bahan baku utama pembuatan briket. Pembuatan briket merupakan upaya mengubah keberadaan eceng gondok sebagai bahan bakar energi terbarukan, menjadi solusi dalam upaya ‘zero waste’ serta dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Kelurahan Panji Sari. Pembuatan briket menggunakan eceng gondok sebagai bahan utama yang ditunjang dengan bahan lain dari kulit biji kenari, sekam padi, ranting kayu, serta tepung tapioka sebagai perekatnya. Hasil dari pembuatan briket eceng gondok dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti arang batok kelapa yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan bakar serta pembuatan briket akan dapat memberikan nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Panji Sari.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Tipe Group Investigation (Gi) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Lara Pebriana; Sukib Sukib; Eka Junaidi
Chemistry Education Practice Vol. 1 No. 1 (2018): Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.064 KB) | DOI: 10.29303/cep.v1i1.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dengan tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar materi pokok larutan elektrolit dan nonelektrolit pada siswa kelas X MIA SMAN 1 Labuapi Lombok Barat. Jenis penelitian ini merupakan quasy eksperimen dalam bentuk nonequivalent control group design post-test only. Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas X MIA SMAN 1 Labuapi. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dengan tipe Group Investigation (GI) sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran (Problem Based Learning). Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil uji statistik uji-t thitung pada taraf signifikan 5% menunjukkan thitung (0,542) < ttabel (2,021) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang lebih baik dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dengan tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar materi pokok larutan elektrolit dan nonelektrolit pada siswa kelas X MIA SMAN 1 Labuapi Lombok Barat. 
Studi Komparasi Pengaruh Antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Self Regulated Learning (SRL) Terhadap Hasil Belajar Kimia Fitriani Fitriani; I Nyoman Loka; Eka Junaidi; Syarifa Wahidah Al-Idrus
Chemistry Education Practice Vol. 2 No. 1 (2019): Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.666 KB) | DOI: 10.29303/cep.v2i1.1130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh anatara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan perpaduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Self Regulated Learning (SRL) berbantuan multimedia terhadap hasil belajar kimia materi pokok koloid pada siswa kelas XI MIA SMAN 1 Gunungsari. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMAN 1 Gunungsari. Sampel yang diambil adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perpaduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Self Regulated Learning (SRL) berbantuan multimedia di kelas eksperimen 1 dan model pembelajar Problem Based Learning (PBL) di kelas eksperimen 2. Variabel terikatnya adalah hasil belajar kimia materi pokok koloid siswa dalam ranah kognitif. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes berupa pilihan ganda. Data untuk uji hipotesis dianalisis dengan uji gain t dengan pengambilan keputusan didasarkan pada uji hipotesis satu pihak (pihak kanan). Data rata-rata dan ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa kelas eksperimen 1 memiliki nilai yang lebih besar yakni 77.5 dan 53,12% dibandingkan kelas eksperimen 2 yakni 71,25 dan 31,32%. Dari analisis data diperoleh thitung (2,81) > ttabel (1,67). Hasil tersebut menunjukkan bahwa perpaduan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Self Regulated Learning (SRL) berbantuan multimedia memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar kimia materi pokok koloid pada siswa kelas kelas XI MIA SMAN 1 Gunungsari.
Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Dipadukan dengan Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Kimia Lilis Sulistyanti; Jeckson Siahaan; Eka Junaidi
Chemistry Education Practice Vol. 2 No. 1 (2019): Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.085 KB) | DOI: 10.29303/cep.v2i1.1137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay-Two Stray (TSTS) dipadukan dengan metode demonstrasi terhadap hasil belajar kimia materi pokok laju reaksi pada siswa kelas XI MIA MAN 2 Mataram. Jenis penelitian  ini merupakan quasi experimental dalam bentuk Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas XI MIA MAN 2 Mataram. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan teknik simple random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI MIA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay-Two Stray (TSTS) dipadukan dengan metode demonstrasi sedangkan pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran konvensional. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil uji statistik diperoleh thitung = 5,009 > ttabel = 1,671 yang berarti H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay-Two Stray (TSTS) dipadukan dengan metode demonstrasi memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar kimia materi pokok laju reaksi pada siswa kelas XI MIA MAN 2 Mataram.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Kimia Syamsul Hariadi; Mukhtar Haris; Eka Junaidi
Chemistry Education Practice Vol. 2 No. 2 (2019): November
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.356 KB) | DOI: 10.29303/cep.v2i2.1288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang lebih baik dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar kimia materi pokok termokimia pada peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 4 yang ditentukan melalui teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk kelas eksperimen (XI MIPA 4) dan model pembelajaran konvensional untuk kelas kontrol (XI MIPA 2). Variabel terikatnya adalah hasil belajar kimia peserta didik dalam ranah kognitif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest dalam bentuk tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Gain uji-t dengan pengambilan keputusan didasarkan pada uji hipotesis dua pihak. Gain uji-t digunakan untuk menganalisis data hasil belajar kimia peserta didik, didapatkan thitung (4,95) > ttabel (1,67). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berpengaruh lebih baik daripada model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar kimia materi pokok termokimia pada peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung. 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) Terhadap Hasil Belajar Kimia Asman Ardiyansyah; Eka Junaidi; Saprizal Hadisaputra
Chemistry Education Practice Vol. 2 No. 2 (2019): November
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.482 KB) | DOI: 10.29303/cep.v2i2.1396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan lembar kerja siswa (LKS) terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon siswa kelas XI IPA SMAN 7 Mataram. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen dalam bentuk non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua siswa kelas XI IPA SMAN 7 Mataram. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Pada kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan lembar kerja siswa (LKS) sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t.Hasil uji statistik pada taraf signifikan 5% menunjukkan thitung(3,76)> ttabel (1,67). Nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 70,83 dengan ketuntasan klasikal sebesar 53,12% lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 68,01 dengan ketuntasan klasikal 38,70%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan lembar kerja siswa (LKS) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar kimia pada materi senyawa hidrokarbon siswa kelas XI IPA SMAN 7 Mataram. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), lembar kerja siswa (LKS) dan hasil belajar
Co-Authors 'Ardhuha, Jannatin Adawiah, Rabiatun Agif Suryadi Agus Abhi Purwoko Agus Abhi Purwoko Ahmad Ahmad Ahmad Kadarisman Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim Aliefman Hakim Amalia Fitri, Rizkia Anggryani, Ayu Anggryani Anjani, Surya Anwar , Yunita Arian Sani Arian Sani Anwar, Yunita Ariska, Dwi Auliya Ashyar, Mochammad Asman Ardiyansyah Atmanegara, Lalu Kusnendar Baiq Fanesa Rizkilia Kusuma BAIQ FARA DWI RANI SOFIA Baiq Fara Dwirani Sofia Baiq Fara Dwirani Sofia Baiq Fara Dwirani Sofia Baiq Fara Dwiriani Sofia Baiq Haya Ulya Rifada Baiq Nila Sari Ningsih Baqiyatusshalihah, Baqiyatusshalihah Budhiartini, Baiq Nely Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Chika Nur Narulita Cokorda Werdiyatna S dewi kastari Dinda Rizki Karina Sari Dini Handayani Diva, Felia Aura Elmawati Erfanny, Anjelina Fahmidani, Yuyum Faiqotuzzahrok, Elok Febriani, Nadia Firjatillah, Miftah Fitriani Fitriani Ghennia Dzinur Arninda Gugus Putra Pamungkas Harkees Hirvad Hidayanti, Ermia Hidayati, Maulidiana I Gede Karunia Soenarko I Kadek Suartama I Made Sutajaya I Nyoman loka I Wayan Lasmawan I Wayan Suja I Wayan Widiana Idrus, Syarifah Wahidah Al Irawan, Jono Istiana, Dina Jamaluddin Jamaluddin Jannatin 'Ardhuha Jannatin ‘Ardhuha Jeckson Siahaan Jeckson Siahaan Jeckson Siahaan Juliantari, Fitri Juliantari Khairun Nasirin Lalu Kusnendar Atmanegara Lalu Rudyat Telly Savalas LALU RUDYAT TELLY SAVALAS Lalu Wahri Suganda Lara Pebriana Lia, Zulfa Aulia Hasni Lian Yulianti Lilis Sulistyanti M. Iqbal Ferdiansyah M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Astawa, Ida Bagus Made Hery Santosa Martini, Hasinah Megawati Megawati Miftah Firjatillah Mochammad Ashyar Monica Ayu Chandrai Monica Ayu Chandrai, Monica Mukhtar Haris Mukhtar Haris Muntari Muntari Muntari Muntari Murahim, Murahim Musaddat, Syaiful Muti'ah Muti'ah Muti'ah Muti'ah Muti'ah, Muti'ah Mutiah Mutiah Mutiah Mutiah Mutiah Mutiah Mutiara Rizkiandini Putri Muti’ah, Muti’ah Nikita Putri Nova Fitrian Nur Hudayati Nur Rizki Ariyanti Nurlaila Ramdhaniah Nursyifa Hana Purnamasari, Ni Nyoman Dayuni Rabiatun Adawiah Rachmawati Rachmawati Raehani, Shafa Amina Rahman, Baiq Adila Pratiwi Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Raihanun, Siti Ramadhani, Siti Rumaisah Rekasawiji, Spir Senyum Restu Hidayanti Ria Duana Saptia Riska Dia Sapitri Risky Khawiyu Pasya Riza Mahendra Rizka Isnaini Rohana Sopiati Roza Hairunnisa RR. Ella Evrita Hestiandari Safrina Azaria Rahman Sanjangi Ailillah Saprini Hamdiani Saprizal Hadisaputra Saptia, Ria Duana Sarifa Wahidah Al Idrus Siti Hajar Siti Raihanun Siti Rohana Hariana Intiana, Siti Rohana Hariana Sofia, Baiq Fara Dwiriani Sopiati, Rohana Suharta, Gusti Putu Suhratul Aini Sukib Sukib Sukib Sukib Sukib Sukib Sukib Sukib Sunniarti Ariani Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Supriadi Suriya Ningsyih Syahrial Ayub Syahrial Ayub, Syahrial Syamsul Hariadi Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al Idrus Syarifa Wahidah Al-Idrus Syarifa Wahidah Al-Idrus Thoyibah, Zurriyatun Uswatun Hasanah Valentina, Ni Luh Gaoura Astari Wadi, Hairil Wardana, Lalu Ali Widiantika, Susi Lestari Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani yayuk Andayani Yayuk Andayani Yulia Agustina YUNITA ARIAN SANI ANWAR Yunita Arian Sani Anwar Yunita Arian Sani Anwar