Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hilirisasi Program Stunting di Landasan Ulin Selatan melalui Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Remaja Putri dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Setiawan, Muhammad Irwan; Rahman, Muhammad Arief; Azzahra, Meilinda Putri; Rasyid, Muhammad; Rizki, Nur; Safitri, Nur Haifa; Nurrahmah, Ika Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17677

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak serius, merupakan salah satu risiko penyebab stunting pada generasi berikutnya. Kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu langkah pencegahan yang krusial, namun tingkat kepatuhan yang rendah masih menjadi tantangan besar. Melakukan edukasi dan pendampingan guna meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dan anemia, serta meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui pemanfaatan aplikasi pengingat minum obat. Pre-post group design. Empat puluh satu remaja putri diberikan edukasi mengenai anemia, stunting serta konsumsi TTD melalui presentasi dengan media PowerPoint dan leaflet. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin awal untuk mendeteksi remaja puti yang mengalami anemia. Remaja putri yang mengalami anemia diberikan 30 TTD yang dikonsumsi satu kali sehari selama 30 hari, dengan dilengkapi aplikasi pengingat pengobatan dan grup WhatsApp untuk berbagi informasi dan pemantauan. Satu bulan setelah terapi, dilakukan kembali pemantauan kadar Hemoglobin dan perhitungan sisa TTD untuk mengukur tingkat kepatuhan. Pengetahuan remaja putih terhadap stunting dan anemia meningkat dari 85% menjadi 91% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 54% remaja putri patuh dalam mengonsumsi TTD dan menglami peningkatan kadar Hb setelah pendampingan konsumsi TTD selama 1 bulan menggunakan aplikasi minum obat.  Pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi dan pendampingan konsumsi TTD dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri terkait stunting, anemia dan konsumsi TTD. Sebaiknya kegiatan pencegahan stunting pada remaja putri perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh petugas Puskesmas, kader Posyandu atau program sekolah untuk mengatasi masalah stunting di Landasan Ulin Selatan. Kata Kunci: Anemia, Tablet Tambah Darah, Remaja Putri, Aplikasi Pengingat  ABSTRACT Anemia in adolescent girls is a health problem that can have severe impacts and is one of the risks of stunting in the next generation. Compliance with consuming iron tablets (TTD) is one of the crucial preventive measures, but low compliance is still a significant challenge. To conduct education and mentoring to increase knowledge of adolescent girls about preventing stunting and anemia, and to increase compliance in consuming TTD through the use of medication reminder applications. Pre-post group design. Forty-nine teenage girls were given education about anemia, stunting, and TTD consumption through presentations with PowerPoint media and leaflets. Furthermore, initial hemoglobin levels were examined to detect anemia in adolescent girls. Adolescent girls who had anemia were given 30 TTDs consumed once a day for 30 days and equipped with a medication reminder application and a WhatsApp group to share information and monitoring. One month after therapy, Hemoglobin levels were monitored again and the remaining TTD was calculated to measure the level of compliance. Knowledge of adolescent girls about stunting and anemia increased from 84.16% to 87.51% after being educated. As many as 50% of teenage girls are compliant in consuming TTD. The use of digital technology in education and mentoring of TTD consumption can increase the level of knowledge and compliance of adolescent girls regarding stunting, anemia, and TTD consumption. Stunting prevention activities for teenage girls should be carried out continuously by Puskesmas officers, Posyandu cadres, or school programs to overcome the problem of stunting in Landasan Ulin Selatan. Keywords: Anemia, Iron Tablet, Adolescent Girls, Reminder Application
Pengembangan LKPD Berbasis Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Materi Tanah dan Kehidupan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Peserta Didik SMP Unayah, Habibatul; Rasyid, Muhammad; Afkarina, Naffa; Nurohman, Sabar
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v13i1.80000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepraktisan dan validitas LKPD yang didasarkan pada model pembelajaran kooperatif tipe tim yang dibantu individualisasi (TAI) pada materi tanah dan kehidupan. Model pengembangan 4D (Define, Design, Development, and Disseminate) digunakan untuk jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan design penelitian quasi-experimental design. Data dikumpulkan melalui penggunaan wawancara dengan satu guru IPA di SMP Ibnu Abbas, angket uji validitas kepada dua ahli, angket kepraktisan satu guru IPA di SMP Ibnu Abbas. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata persentase validasi ahli materi sebesar 87,29% dengan kriteria sangat layak; persentase validasi ahli media sebesar 90,25% dengan kriteria sangat valid; dan persentase praktisi guru IPA sebesar 92% dengan kategori sangat praktis. Hasil keterampilan proses peserta didik yang diambil dengan menggunakan instrumen melalui data pretest, hasil respon 34 peserta didik adalah sebagai berikut: skor terendah peserta didik sebelum pembelajaran menggunakan LKPD adalah 24, skor tertinggi peserta didik adalah 60, dan skor terendah peserta didik sesudah pembelajaran menggunakan LKPD adalah 68, dan skor tertinggi peserta didik adalah 92. Skor pretest rata-rata 36,6 dan skor posttest rata-rata 82,4 menunjukkan peningkatan. Peningkatannya 4,7 termasuk dalam kategori tinggi berdasarkan rata-rata peningkatan ternormalisasi sebesar 0,72.
LEARNING INNOVATION: APPLICATION OF DISCOVERY LEARNING-BASED WORKSHEETS TO SHARPEN STUDENTS’ COLLABORATION SKILLS ON HYDROELECTRIC POWER PLANTS Winedar, Ihza Rizky; Unayah, Habibatul; Rasyid, Muhammad; Jumadi, Jumadi; Nurohman, Sabar
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from United Kingdom, Nigeria, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i2.6839

Abstract

Purpose—In the 21st century, where education emphasizes the development of holistic competencies, collaboration skills have become an important aspect of preparing students to face the complex demands of the real-world environment. This study aims to analyze the effect of discovery learning on improving students' collaboration skills in studying alternative energy sources, mainly hydropower.Methodology – This research employed a quasi-experimental design featuring a one-group pretest-posttest method, with 35 students at SMP IT Ibnu Abbas serving as participants. The sample was chosen using a random sampling approach, ensuring that every individual in the population had an equal chance of being selected. Information regarding students' collaboration skills was gathered through self-assessment using a questionnaire. The collected data were analyzed using descriptive statistical methods to provide an overview of the results and inferential statistics to test hypotheses and reach more detailed conclusions.Findings—The results indicate a notable enhancement in students' collaboration abilities following the adoption of the discovery learning model, with the mean score increasing from 28.49 on the pre-test to 36.34 on the post-test. A paired sample t-test validated this change, yielding a significance level of 0.000. The N-Gain assessment also demonstrated a medium effectiveness level with an average score of 0.3255. The discovery learning model successfully improved collaboration skills through active exploration, discussion, and problem-solving, underscoring its potential to promote 21st-century competencies among students.Significance – In addition, this approach provides a reference for implementing strategic steps to help high school students improve their collaborative skills, fostering essential non-academic achievements like teamwork and problem-solving for their future success.
EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI SOSIAL GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KOTA BATAM Rasyid, Muhammad; Dompak, Timbul
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of homeless and beggars is not only an eyesore, but also disturbs public order and their presence also violates the government's policy on areas free from homeless people and beggars as regulated in Batam City Regional Regulation Number 6 of 2002 concerning Social Order in Batam City. Social Rehabilitation carried out by the Batam City Social Service and Community Empowerment is a breakthrough made by the government in eradicating the problem of homeless people and beggars in Batam City. The research aims to analyze the effectiveness of the Social Rehabilitation of the homeless and beggars in Batam City and to analyze the supporting and inhibiting factors of the Social Rehabilitation of the homeless and beggars in Batam City. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study can be concluded that the effectiveness of the social rehabilitation program for homeless beggars in the city of Batam has been running quite well but in its implementation there are several obstacles such as lack of communication, resources. It is hoped that by knowing these weak sides, it must be addressed as soon as possible so that the social rehabilitation program can run well.
PERAN KUA BANJARMASIN UTARA DALAM MENGATASI PERNIKAHAN DI BAWAH TANGAN; IMPLIKASI DAN SOLUSI Rasyid, Muhammad; Haq, Yusdi
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i3.754

Abstract

Pernikahan dikatakan sah apabila dilaksanakan menurut kepercayaan agama masing-masing dan setiap perkawinan dicatat berdasarkan pada undang-undang yang berlaku. Namun dari masa ke masa, masih saja adanya masyarakat yang melakukan pernikahan secara tidak tercatat atau disebut nikah di bawah tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis dan menemukan penyebab dan implikasi pernikahan di bawah tangan, peran dan  solusi  KUA Banjarmasin Utara dalam mengatasi pernikahan di bawah tangan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data-data secara observasi, wawancara dan dokumentasi serta data-data yang terinput di KUA Banjarmasin Utara. Dari penelitian ini peneliti menemukan implikasi pernikahan di bawah tangan, yaitu kesulitan dalam pengurusan administrasi, kerugian anak untuk masa depannya terutama anak perempuan,  tiadanya hak nafkah  istri dan anak serta tiadanya perlindungan hukum. Dari implikasi tersebut, peran KUA Banjarmasin Utara dalam mengatasinya yaitu, mematahkan titik-titik rawan terjadinya pernikahan di bawah tangan dan bekerja sama serta berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat agama, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk berkonsultasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pernikahan yang tercatat, melakukan penyuluhan pernikahan, mengarahkan isbat nikah, dan menyampaikan kajian-kajian di majelis ilmu. Kata Kunci: Pernikahan siri; Implikasi ; Peran KUA
Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2012-2016 Rasyid, Muhammad; Chandriyanti, Ika
JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol. 2 No. 4 (2019)
Publisher : PPJP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to (1) analyze the superior commodities of theagricultural sector in South Hulu Sungai Regency and (2) examine changes andstructural shifts in agricultural sector commodities.This study uses the Location Quotient (LQ) analysis tool to determine whatagricultural commodities are superior in South Hulu Sungai Regency and use ShiftShare analysis tools to find out changes and structural shifts of farm commoditiesinSouth Hulu Sungai Regency.The results of this study indicate that the leading agricultural commodities inthe South Hulu Sungai Regency are the food crops sub-sector: lowland rice, uplandrice, and sweet potato. Plantation sub-sectors: coconut, cocoa, clove, candlenut,kapok, sugar palm, cinnamon, rubber, and coffee. Fisheries sub-sector: cagecultivation and floating net culture. Forestry sub-sector: sawn wood. AnimalHusbandry Sub Sector: free-range chickens, pigs, and ducks. Based on shift-sharecalculation shows that the agricultural commodity which experienced the greatestchange or shift was found in the plantation sub-sector, namely the oil palmcommodity.
PENGARUH GAYA MENGAJAR INTERAKSIONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PEAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 36 MAKASSAR: Penelitian Kuantitatif Rasyid, Muhammad; Syahid, Akhmad; Nengsih, Ratika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.30410

Abstract

This study discusses the “Effect of Teacher Interaction Teaching Style on Learning Interest of Class VIII Students in Islamic Religious Education Subjects at SMPN 36 Makassar”. This research aims to find out: Interactional teaching style of Islamic Religious Education teachers in class, learning interest of class VIII students in Islamic Religious Education subjects, and the effect of interactional teaching style of Islamic Religious Education teachers on learning interest of class VIII students at SMPN 36 Makassar. The method used is quantitative research method. The population in this study were VIII grade students with a total of 123 students. The sample used was 56 respondents. The results of this study indicate that the implementation of the teacher's interactional teaching style applied is in accordance with the junior high school level. Based on the results of descriptive analysis with 56 respondents, it can be seen that the average student interest in learning is 88.85 with a standard deviation of 4.190 with a percentage of 57% in the moderate category. The effect of the teacher's interactional teaching style on the learning interest of class VIII students in Islamic Religious Education subjects at SMPN 36 Makassar partially is (1) the variable of the teacher's interactional teaching style obtained a significance value <0.05 (0.001 <0.05) and t_hitung = 5.473> t_table = 3.205, meaning that there is a significant effect partially. The simultaneous effect obtained a value of 0.222 with a percentage of 22.2%.
Potential of Propolis for Diabetic Wound Healing: A Literature Review Sukmana, Mayusef; Rasyid, Muhammad; Paramita, Swandari; Yasir, Yadi; Wahyuningsih, Sri
Open Access Health Scientific Journal Vol. 6 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v6i2.96

Abstract

Background: Diabetes mellitus, a chronic metabolic disorder often leads to impaired wound healing, a serious complication resulting in diabetic ulcers, infections and even amputations. Conventional treatments for diabetic wounds can be costly and have side effects. Propolis, a natural resinous substance collected by honeybees from various plants, has long been recognized for including antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory properties. This literature review aims to summarize and analysed the scientific evidence regarding the potential of propolis in accelerating wound healing in diabetic conditions.Methods: Google Scholar, PubMed, Science Direct, EBSCO, Watase UAKE and Proquest using relevant keywords including "propolis," "wound," "diabetic ulcer,". The selected articles included original research studies only that discussed the potential of propolis in diabetic wound healing. Inclusion criteria were articles published in English and specifically addressing the effects of propolis on wound healing in diabetic patients, randomised clinical trial sampling technique and the article published in 2015-2025.Results: The article search process found in Google Scholar are 184 articles, PubMed are 10 articles, Science Direct are 185 articles, EBSCO are one article, and Watase UAKE is one article and ProQuest are 721 articles. There were 2 articles that met the inclusion criteria. The article discussed the potential and relationship of propolis with Erythema and Exudates, White Blood Cell (WBC) Count and ESR, Ulcer Discharge, Surrounding Erythema, Wound healing, connective tissue formation, oxidative stress markers, inflammatory markers, HbA1c level.Conclusion: Propolis, as a natural product, offers a potential alternative or complementary treatment to conventional therapies. affects wound healing through a complex process erythema and exudates, White Blood Cell (WBC) Count and ESR, ulcer discharge, surrounding erythema, wound healing, connective tissue formation, oxidative stress markers, inflammatory markers, HbA1c level. This is a new strategy for managing diabetic foot ulcers.
Negotiating Authority and Knowledge: Religion, Science, and Politics in the Fatwa Transformations of the Indonesian Ulema Council Aseri, Mukhsin; Rasyid, Muhammad; Mustapha, Ahmad Sharifuddin bin; Aseri, Akh. Fauzi; Fedorchenko, Oleh
Journal of Islamic Law Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Islamic Law
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jil.v6i2.4702

Abstract

This article examines the dynamics of Islamic legal thought in Indonesia as reflected in the fatwas issued by the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia, MUI) on issues of worship, science, and technology. While Islamic law is often perceived as a product of normative, text-based interpretation, in practice it has undergone significant transformation through its interaction with scientific innovation and socio-political contexts. Existing scholarship has tended to address the normative, scientific, or political dimensions separately, without adequately exploring their intersections. This article aims to identify patterns of change in MUI’s fatwas and to explain how the dialectic among scriptural interpretation, institutional authority, modern science, and state policy has shaped these transformations. Employing a qualitative, library-based methodology, the research analyzes nine fatwas issued between 1975 and 2024 on four key issues—vasectomy, meningitis vaccination, qibla orientation, and lunar calendar calculation—within the framework of the sociology of knowledge. The findings reveal three main patterns of transformation: the relaxation of previously strict rulings, the annulment of earlier fatwas, and the refinement of legal norms. These shifts were driven by new scientific evidence (such as post-vasectomy recanalization, the development of halal vaccines, and modern astronomical methods), social pressures (public health imperatives and the need for religious unity), and political considerations (alignment with state policies). Accordingly, MUI’s fatwas should be understood not merely as products of normative ijtihād (legal reasoning) but as social constructions negotiated at the intersection of religious authority, scientific legitimacy, and political interests. These transformations highlight the MUI’s efforts to maintain the relevance of Islamic law in the face of modernity's challenges and rapid scientific advancements. [Artikel ini membahas dinamika pemikiran hukum Islam di Indonesia sebagaimana tercermin dalam fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait isu ibadah, sains, dan teknologi. Selama ini, hukum Islam kerap dipahami sebagai produk penafsiran normatif berbasis teks, padahal dalam praktiknya ia mengalami transformasi signifikan melalui interaksi dengan inovasi ilmiah dan konteks sosial-politik. Kajian sebelumnya cenderung memisahkan dimensi normatif, ilmiah, atau politis, tanpa menelaah secara komprehensif persinggungan di antara ketiganya. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi pola perubahan dalam fatwa MUI sekaligus menjelaskan bagaimana dialektika antara penafsiran keagamaan, otoritas institusional, sains modern, dan kebijakan negara membentuk transformasi tersebut. Dengan menggunakan metodologi kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis sembilan fatwa yang diterbitkan antara 1975–2024 terkait empat isu utama—vasektomi, vaksin meningitis, arah kiblat, dan penentuan awal bulan kamariah—dalam kerangka sosiologi pengetahuan. Temuan dalam artikel menunjukkan tiga pola utama perubahan: pelonggaran ketentuan yang semula ketat, pembatalan fatwa sebelumnya, dan penyempurnaan norma hukum. Pergeseran ini dipicu oleh bukti ilmiah baru (seperti kemungkinan rekanalisasi pasca-vasektomi, hadirnya vaksin halal, serta metode astronomi modern), tekanan sosial (kebutuhan kesehatan publik dan persatuan umat), serta pertimbangan politik (dukungan terhadap kebijakan negara). Dengan demikian, fatwa MUI tidak semata-mata dipahami sebagai hasil ijtihad normatif, melainkan sebagai konstruksi sosial yang lahir dari negosiasi antara otoritas agama, legitimasi sains, dan kepentingan politik. Transformasi ini menegaskan upaya MUI untuk menjaga relevansi hukum Islam di tengah tantangan modernitas dan percepatan kemajuan sains.]
Menanamkan Pendidikan Islam dan Akhlak Mulia di Masa Perkembangan Neonatus (Bayi) Rasyid, Muhammad; Tamam, Abas Mansur; Rosyadi, A. Rahmat; Rahman, Imas Kania
TADARUS Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i1.17408

Abstract

Kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tua. Namun, harus diingat bahwa anak -anak adalah kepercayaan dari Tuhan. Berikan perhatian khusus kepada anak -anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan apa yang telah ditahbiskan Allah adalah keharusan mutlak bagi umat Islam. Islam tidak mengizinkan manusia ketika mereka turun ke kehidupan bumi ini tetapi telah menetapkan aturan dan hukum untuknya. Oleh karena itu, bagi mereka yang diberkati dengan anak -anak berkewajiban menerapkan undang -undang ini. Islam adalah perkembangan pikiran perilaku manusia dan penataan perilaku berdasarkan agama Islam, dengan niat menyadari ajaran Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat, yaitu di seluruh bidang kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran adalah salah satu cara atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu terbiasa dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia tumbuh dewasa atau bahkan hingga usia tua. Masalah itu terjadi karena nilai -nilai kebaikan telah meresap ke dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas perkembangannya maka itu berarti akan dapat mengembangkan potensi yang ia miliki secara fisik maupun spiritual. Penelitian ini adalah jenis penelitian perpustakaan, yaitu kegiatan untuk mengeksplorasi, memeriksa, memeriksa, dan mengidentifikasi hal -hal yang sudah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat menurut subjek atau objek yang ada. Pendidikan anak pada periode pascanatal sesuai dengan perspektif Islam adalah memberikan kabar baik dan selamat atas kelahirannya, menggemakan panggilan untuk berdoa di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri kemudian, lalu Tahnik (madu ke dalam mulut yang baru lahir), memberikannya nama yang bagus, direkomendasikan untuk aqiqah, menyusui selama dua tahun penuh dan diresepkan untuk disunat sebelum pubertas
Co-Authors Abu Umayah Afkarina, Naffa Ahmad Izzuddin Ainun Sajidah Akh. Fauzi Aseri Alfaiz, Salahuddin Algaus, Icong Anas, Brian Arianti, Mega Arsi, Arsi Aseri, Akh. Fauzi Aseri, Mukhsin Azzahra, Meilinda Putri Bambang Gunawan Bisepta Prayogi, Bisepta Bog, Kim Jung Butarbutar, Abdul Hakin Devi Anggraini dompak, timbul Fadillah, Luthfi Nur Fahira, Dini Farida, Hana Dhiya Fathammubin, Fauzan Fedorchenko, Oleh Gumelar, Angga Hakim, Beny Rahman Hammad, Hammad Handayani, Sri Haq, Yusdi Harahap, Sahrul Heru Kuswanto Ika Chandriyanti Insih Wilujeng Izma, Hayatun Jiki Romadoni Jumadi Jumadi Kaila, Wafa Khairir Rizani, Khairir Laifa Rahmawati, Laifa Lathief, Muhammad Lestari, Hasanah Dewi Marwa, Neneng Widya Sopa Minwal, Minwal Monalisah, Monalisah Muhammad Syazwan Faid Muhsin Aseri Muhsin Aseri, Muhsin Mustapha, Ahmad Sharifuddin bin Nengsih, Ratika Nofirda, Fitri Noviani, Noviani Nur Rizki Nurbaiti Amir Nurhaliza, Fahzalika Siti Nurrahmah, Ika Maulida Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan Otib Satibi Hidayat Panjaitan, Saut Parulian Parellangi, Parellangi Pari, H. Fauzie Permadi Iskandar, Budi Prasetia, Aditia Pudjiati, Indri PUTRI WULANDARI Putri, Nafisa Yasara Rahmadi, Agus Rahman, Adam Aulia Rahman, Arief 4 Rahman, Fatih Junius Rahman, Imas Kania Rahman, Muhammad Arief Rahmana, Muhamad Syeikha Rambe, Muhammad Rahman Rizky, Ihza Rosyadi, A. Rahmat Sabar Nurohman Safitri, Nur Haifa Sampoerno, M. Rizki Sandi, Dita Ayulia Dwi Satriani, Desi Setiawan, Muhammad Irwan Setiawati, Tiyas Silviano, Haykal Sri Wahyuningsih Sukarni Sukarni Sukarni Sulistiyawati Sulistiyawati Suyanta Suyanta Swandari Paramita Syafi’i, Ahmad Syahid, Akhmad Tamam, Abas Mansur Tien Aminatun tono, Nasrullah Wilu Unayah, Habibatul Waode, Hamdi Wilutono, Nasrullah Winedar, Ihza Rizky Yadi Yasir Yanuarief, Cecilia