p-Index From 2021 - 2026
8.809
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah EDUNOMIC : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan MALIH PEDDAS Jurnal Pendidikan Sejarah Educatio Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Journal of Elementary School (JOES) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Journal for Lesson and Learning Studies ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Jurnal Penelitian Inovatif NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Proceedings Series on Social Sciences & Humanities EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Journal of Educational Sciences Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan Jurnal Asimilasi Pendidikan Interdiciplinary Journal of Education Journal of Management, Entrepreneurship and Tourism DISCOURSE : Indonesian Journal of Social Studies and Education EDUNOMIC : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Satriawan Satriawan; Badarudin Badarudin; Armin Subhani
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.15071

Abstract

ABSTRACT The effectiveness of school committees is determined not merely by their existence as an institutional element, but by the extent to which the working relationship between schools and communities can be translated into educational management practices. This study examines the implementation of this role in elementary schools in Labuhan Haji District, East Lombok Regency, while also mapping the conditions that support, hinder, and enable its strengthening. A descriptive qualitative approach was employed with five informants consisting of school principals, school committee members, teachers, and parents. Data were collected beginning in May 2025 through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that school committees perform advisory functions in program and policy planning, supporting functions in providing educational resources, controlling functions in monitoring programs and budgets, and mediating functions in communication between schools and communities. The implementation of these functions is supported by school leadership commitment, effective communication, transparency, and community support, but constrained by members’ limited understanding, human resource capacity, participation, and coordination. Strengthening institutional capacity, participatory partnerships, and continuous development is therefore a relevant strategic direction for fostering elementary education governance that is more participatory, transparent, and responsive to local community needs. ABSTRAK Efektivitas komite sekolah tidak hanya ditentukan oleh keberadaannya sebagai unsur kelembagaan, tetapi oleh sejauh mana hubungan kerja antara sekolah dan masyarakat mampu diterjemahkan ke dalam praktik pengelolaan pendidikan. Penelitian ini menelaah pelaksanaan peran tersebut di sekolah dasar Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, sekaligus memetakan kondisi yang mendukung, menghambat, dan memungkinkan penguatannya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan lima informan yang terdiri atas kepala sekolah, pengurus komite, guru, dan orang tua peserta didik. Data diperoleh sejak Mei 2025 melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu ditelaah menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Temuan memperlihatkan bahwa komite menjalankan fungsi pemberi pertimbangan dalam perencanaan program dan kebijakan, pendukung dalam penyediaan sumber daya, pengontrol dalam pemantauan program dan anggaran, serta mediator dalam komunikasi sekolah dengan masyarakat. Keterlaksanaan fungsi tersebut ditopang komitmen kepala sekolah, komunikasi, transparansi, dan dukungan masyarakat, tetapi dibatasi pemahaman anggota, kapasitas sumber daya manusia, partisipasi, dan koordinasi. Penguatan kapasitas kelembagaan, kemitraan partisipatif, dan pembinaan berkelanjutan menjadi arah strategis yang relevan untuk memperkuat tata kelola pendidikan dasar yang lebih partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
EFEK MEDIA KIT IPA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR Zuliani Rohmani; Badarudin Badarudin; Muhammad Khairul Wazni
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.15307

Abstract

ABSTRACT This study examines the relationship between the use of science KIT media, learning motivation, and science learning achievement among fifth-grade elementary school students. The study employed a quantitative approach with a factorial experimental design involving 80 fifth-grade students from SDN 4 and SDN 7 Pemongkong, East Lombok. Data were collected through achievement tests, a learning motivation questionnaire, observation, and documentation, and were analyzed using prerequisite tests and factorial ANOVA. The results showed that the use of science KIT media had a significant effect on students’ learning achievement (F = 1191.854; p < 0.001). Learning motivation also had a significant effect on learning achievement (F = 104.851; p < 0.001), while the interaction between science KIT media and learning motivation was also significant (F = 7.121; p < 0.001). These findings indicate that learning experiences supported by concrete materials and students’ motivational conditions should be considered together in elementary science instruction. This study provides empirical evidence from an elementary school context in Pemongkong that concrete media can support science learning when implemented through activities involving observation, experimentation, and active student engagement. Because the study was derived from a 2008 thesis and the raw data were not reanalyzed, future research should replicate the study in contemporary educational settings with larger samples and report effect sizes and confidence intervals. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji keterkaitan penggunaan media KIT IPA dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial yang melibatkan 80 siswa kelas V SDN 4 dan SDN 7 Pemongkong, Lombok Timur. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, angket motivasi, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat dan ANOVA faktorial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media KIT IPA berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa (F = 1191,854; p < 0,001). Motivasi belajar juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 104,851; p < 0,001), sementara interaksi antara media KIT IPA dan motivasi belajar turut menunjukkan hasil yang signifikan (F = 7,121; p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar melalui perangkat konkret dan kondisi motivasional siswa merupakan dua aspek yang perlu dipertimbangkan secara terpadu dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini memberikan bukti empiris dari konteks sekolah dasar di wilayah Pemongkong bahwa media konkret dapat mendukung pembelajaran IPA ketika digunakan melalui aktivitas yang melibatkan pengamatan, percobaan, dan keterlibatan aktif siswa. Karena penelitian bersumber dari tesis tahun 2008 dan belum dilakukan analisis ulang terhadap data mentah, penelitian lanjutan perlu melakukan replikasi pada konteks pendidikan saat ini dengan sampel yang lebih luas serta pelaporan ukuran efek dan interval kepercayaan.
Batu Layar Tomb: Local History, Sacred Architecture, and Pilgrimage Traditions in West Lombok Sahroan Sahroan; Badarudin Badarudin; Zidni Zidni; Lalu Wahyu Andi Purnama
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.36579

Abstract

Batu Layar Tomb is a coastal sacred site in West Lombok whose historical meaning is maintained largely through oral narratives, community renovation, and recurring pilgrimage practices. This study examines the site’s local history, architectural transformation, and living traditions while critically addressing variations in community accounts concerning the person or persons commemorated there. The research employed historical methods through heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were obtained from field observation, documentation, material remains, and interviews with twelve village officials, teachers, tomb custodians, customary and religious actors, community members, and youth during fieldwork in June–July 2025. The findings show that local chronology places the emergence of the tomb around 1801, although the identification of its central figure varies among narratives referring to Sayyid Zuhri, Ali al-Haddad, Maulana Syamsuddin, and a Habib associated with a miraculous maritime departure. Rather than invalidating the site’s history, these variants reveal layered collective memory. The tomb developed from a simple earth-and-stone marker into a permanent complex through several community-led renovations. Its sacred landscape is sustained by pre-Hajj pilgrimage, nyangkar, and the ritual use of water from Lingkok Mas or Lingkok Beleq. The study concludes that Batu Layar is best understood as a living historical landscape where Islamic devotion, Sasak cultural memory, coastal identity, and community stewardship intersect.
Dinamika Interaksi dan Strategi Adaptasi Guru dalam Pembelajaran Sejarah Berbasis Problem-Based Learning di SMA Negeri 1 Praya Tengah Lombok Tengah Heri Suharion; Badarudin Badarudin; Abdul Rasyad
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i2.36601

Abstract

Problem-Based Learning (PBL) in history education requires changes not only in activity design but also in classroom interaction and teachers’ capacity to adapt instruction to contextual conditions. This study analyzes interaction dynamics, teachers’ pedagogical adaptation strategies, and students’ learning experiences during PBL implementation in history classes at SMA Negeri 1 Praya Tengah, Central Lombok. A qualitative case-study design was employed. Participants comprised three history teachers and 32 eleventh-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured teacher interviews, a descriptive student questionnaire and student interviews, and analysis of instructional documents. Qualitative data were analyzed thematically with NVivo 12, while questionnaire data were used descriptively to support interpretation. Three major patterns emerged. First, classroom interaction shifted from predominantly one-way communication toward two-way and multi-directional exchanges, with teachers increasingly acting as facilitators, mediators, and providers of scaffolding. Second, teachers developed adaptations including hybrid PBL, gradual scaffolding, problem chunking, differentiated learning resources, structured group roles, and reflective adjustment in response to student heterogeneity, time constraints, and difficulties in designing authentic historical problems. Third, 28 of 32 students (87.5%) reported more active involvement, while 24 students (75%) perceived that PBL helped them understand and analyze historical events more deeply; nevertheless, approximately one quarter still experienced difficulties with abstract or complex problems. These findings suggest that PBL in history education is better understood as an adaptive pedagogical practice whose quality is associated with interaction management, scaffolding, problem design, and differentiation rather than as a uniform instructional procedure
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMP ISLAM TERPADU Iwan Supriadi; Musifudin Musifudin; Badarudin Badarudin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.14986

Abstract

ABSTRACT Principal leadership in integrated Islamic schools faces the challenge of improving academic quality while integrating Islamic values into the school culture, particularly in rural schools with limited resources. This study aims to analyze the principal’s role, educational improvement strategies, leadership challenges, and integration of Islamic values at SMP IT Syaikhuna Zainuddin At Sani NW Lingkuk Dane, Semoyang Village. This study employed a qualitative approach with a case study design. Informants were purposively selected and consisted of the principal, teachers, students, and parents. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, and analyzed thematically. Data validity was examined through source and technique triangulation and member checking. The findings indicate that the principal applied participatory leadership through planning, academic supervision, teacher competency development, resource management, and strengthened community partnerships. Limited facilities, funding, technology, and human resources were addressed through collaboration, communication, resource optimization, and program prioritization. Islamic values were integrated through exemplary conduct, religious habituation, discipline, trustworthiness, responsibility, and deliberation. The novelty of this study lies in describing contextual leadership that integrates managerial, academic, and spiritual functions in addressing resource limitations in a rural integrated Islamic junior secondary school. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah di sekolah Islam terpadu menghadapi tuntutan untuk meningkatkan mutu akademik sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam budaya sekolah, terutama pada sekolah pedesaan dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah, strategi peningkatan pendidikan, hambatan kepemimpinan, dan integrasi nilai Islam di SMP IT Syaikhuna Zainuddin At Sani NW Lingkuk Dane Desa Semoyang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif melalui perencanaan, supervisi akademik, pengembangan kompetensi guru, pengelolaan sumber daya, dan penguatan kemitraan dengan masyarakat. Keterbatasan sarana, anggaran, teknologi, dan sumber daya manusia diatasi melalui kolaborasi, komunikasi, optimalisasi sumber daya, dan penetapan prioritas program. Nilai Islam diintegrasikan melalui keteladanan, pembiasaan keagamaan, kedisiplinan, amanah, tanggung jawab, dan musyawarah. Kebaruan penelitian terletak pada penggambaran kepemimpinan kontekstual yang memadukan fungsi manajerial, akademik, dan spiritual dalam menghadapi keterbatasan sumber daya di SMP IT pedesaan.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL DAN BAHASA DI KAWASAN WISATA: STUDI KASUS SMA NEGERI 1 SEMBALUN Johri Johri; Padlurrahman Padlurrahman; Badarudin Badarudin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.14989

Abstract

ABSTRACT Character education based on local culture faces challenges arising from globalization and tourism development, which affect the sustainability of local values and language. This study aims to analyze the condition of local cultural values and language, their implementation in education, and their contribution to students’ character development at SMA Negeri 1 Sembalun. This qualitative study employed a case study design. Participants included the principal, teachers, students, community leaders, and parents. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Data validity was established through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that local cultural values and language are in a critical transition phase, characterized by the dominance of Indonesian in approximately 70% of students’ conversations and declining use of respectful greetings and traditional expressions, while mutual cooperation remains relatively strong. The implementation of cultural programs and the zero-waste program has not been systematically integrated into the curriculum due to limited resources, a dense curriculum, and low student interest. Their contribution to character development is primarily evident in mutual cooperation and responsibility, whereas politeness, respect, and cultural pride remain suboptimal. The novelty of this study lies in analyzing the interconnectedness of language shift, cultural values, character education, and tourism within the specific context of Sembalun. The study recommends integrating local wisdom into learning and strengthening collaboration among schools, families, and communities. ABSTRAK Pendidikan karakter berbasis budaya lokal menghadapi tantangan akibat globalisasi dan perkembangan pariwisata yang memengaruhi keberlangsungan nilai serta bahasa lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi nilai budaya dan bahasa lokal, implementasinya dalam pendidikan, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sembalun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya dan bahasa lokal berada dalam fase transisi kritis, ditandai dominasi bahasa Indonesia dalam sekitar 70% percakapan siswa, berkurangnya sapaan hormat dan ungkapan tradisional, sementara gotong royong masih relatif kuat. Implementasi program budaya dan zero waste belum terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum karena keterbatasan sumber daya, kepadatan kurikulum, dan rendahnya minat siswa. Kontribusi terhadap karakter terutama terlihat pada gotong royong dan tanggung jawab, sedangkan kesantunan, penghormatan, dan kebanggaan budaya belum optimal. Kebaruan penelitian terletak pada analisis keterkaitan pergeseran bahasa, nilai budaya, pendidikan karakter, dan pariwisata dalam konteks Sembalun. Penelitian merekomendasikan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dan penguatan kolaborasi sekolah, keluarga, serta masyarakat.
KEBERLANJUTAN MUSIK TONGKEQ DALAM EKOSISTEM BUDAYA ISLAM: IDENTITAS, FUNGSI SOSIAL, DAN TRANSFORMASI DI LOMBOK Batua HM Amir; Padlurrahman Padlurrahman; Badarudin Badarudin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15239

Abstract

ABSTRACT Traditional music functions not only as an aesthetic expression but also as a medium for identity, social communication, value transmission, and cultural sustainability. This study aims to analyze the transformation of Tongkeq’s musical form and presentation, its socio-religious functions, and the factors supporting its sustainability in Pancor Village, Selong District, East Lombok Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, focusing on Tongkeq as a cultural practice within the Sasak-Muslim community. Data were collected through observation, interviews with historical actors, artists, community leaders, and religious figures, as well as document and literature studies. Data were analyzed thematically through theme development and cross-source verification. The findings show that Tongkeq has transformed from a medium of communication and prayer-time signaling into a Ramadan sahur tradition and subsequently expanded into festivals, religious celebrations, nyongkolan, social activities, education, and performances. The transformation encompasses instruments, repertoire, playing techniques, and presentation, while its musical characteristics, including pautan lime, three registers, and petok-petok, beguleng, and nganakin techniques, remain preserved. Its sustainability is supported by cultural identity, religious legitimacy, regeneration, education, creativity, and material knowledge. These findings confirm that Tongkeq endures through community-based adaptation that connects cultural continuity with innovation. ABSTRAK Musik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai medium identitas, komunikasi sosial, pewarisan nilai, dan keberlanjutan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi bentuk penyajian dan musikal, fungsi sosial-keagamaan, serta faktor yang mendukung keberlanjutan musik Tongkeq di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Tongkeq sebagai praktik budaya masyarakat Sasak-Muslim. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pelaku sejarah, seniman, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta studi dokumen dan kepustakaan. Data dianalisis secara tematik melalui pengelompokan tema dan pemeriksaan silang antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tongkeq mengalami transformasi dari media komunikasi dan penanda waktu salat menjadi tradisi sahur Ramadan, kemudian berkembang ke festival, perayaan keagamaan, nyongkolan, kegiatan sosial, pendidikan, dan pertunjukan. Transformasi mencakup instrumen, repertoar, teknik permainan, dan penyajian, sementara karakter musikal pautan lime, tiga register, serta teknik petok-petok, beguleng, dan nganakin tetap dipertahankan. Keberlanjutannya ditopang identitas budaya, legitimasi religius, regenerasi, pendidikan, kreativitas, dan pengetahuan material. Temuan ini menegaskan bahwa Tongkeq bertahan melalui adaptasi berbasis komunitas yang menghubungkan kontinuitas tradisi dengan inovasi budaya.
MAKNA TRADISI BEREQE DI DESA KOTARAJA KECAMATAN SIKUR: SEBUAH KAJIAN HISTORIS Nurul Hidayanti; Badarudin Badarudin; Abdul Hafiz; Lalu Wahyu Andi Purnama
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15553

Abstract

ABSTRACT The importance of preserving local traditions as part of Sasak cultural identity has become increasingly significant amid social change and modernization. The Bereqe tradition in Kotaraja Village, Sikur District, East Lombok Regency, is a cultural heritage that continues to be practiced as part of the circumcision ceremony, although its forms and implementation have undergone changes. This study aims to explain the history and implementation process of the Bereqe tradition, examine its meanings, and understand its social and religious values. The study employed a qualitative approach using a historical method through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, religious leaders, community leaders, village government representatives, youth, and members of the Kotaraja community. The findings show that the Bereqe tradition consists of several stages, namely tetaring, Mandiang Maling/Bebubus, and Praja Sunatan/Bejaranan. Over time, the use of juli and jaranan, as well as the timing of the ceremony, has changed in response to social conditions. The tradition is interpreted as an expression of gratitude, an effort to seek safety, purification, and a transition to a new stage of life. Furthermore, Bereqe embodies social values such as mutual cooperation, togetherness, concern, affection, and social solidarity, as well as religious values reflected in prayer, gratitude, advice, obedience, and hopes for blessings. These findings confirm that the sustainability of Bereqe depends on the community's ability to preserve its values and meanings while adapting its implementation to changing times. ABSTRAK Pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak di tengah perubahan sosial dan modernisasi. Tradisi Bereqe di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilaksanakan dalam rangkaian khitanan, tetapi mengalami perubahan dalam bentuk dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah dan proses pelaksanaan tradisi Bereqe, menjelaskan maknanya, serta memahami nilai sosial dan religius yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat Desa Kotaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bereqe terdiri atas tahapan tetaring, Mandiang Maling/Bebubus, dan Praja Sunatan/Bejaranan. Dalam perkembangannya, penggunaan juli dan jaranan serta waktu pelaksanaan mengalami perubahan mengikuti kondisi sosial masyarakat. Tradisi ini dimaknai sebagai ungkapan syukur, ikhtiar memperoleh keselamatan, penyucian, dan peralihan tahap kehidupan. Selain itu, Bereqe mengandung nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, kepedulian, cinta kasih, dan silaturahmi serta nilai religius berupa doa, syukur, nasihat, ketaatan, dan harapan akan keberkahan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan Bereqe bergantung pada kemampuan masyarakat mempertahankan nilai dan makna tradisi sekaligus menyesuaikan bentuk pelaksanaannya dengan perkembangan zaman
Visualizing the Past: The Effect of Canva-Based Infographics on Students' Chronological Thinking in History Learning Siti Kurniyah; Badarudin Badarudin; B. Fitri Rahmawati
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i3.435

Abstract

Chronological thinking skills enable students to organize sequences, periodization, and temporal relationships in historical events. This study aimed to analyze the effectiveness of Canva-based infographics in developing students' chronological thinking skills in history learning. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method and a nonequivalent control group pretest-posttest design. The participants were 46 Grade 10 students at MA NW Kotaraja, comprising 22 students in the experimental group and 24 in the control group. The experimental group learned through Canva-based infographics, whereas the control group received regular instruction. Data were collected using a test that assessed students' ability to compare periodizations, construct temporal structures in narratives, and interpret timelines. The data were analyzed descriptively using normalized gain (N-gain) and inferentially using an independent-samples t-test. The experimental group's mean score increased from 37.86 to 67.23, with an N-gain of 0.47, whereas the control group's mean score increased from 45.54 to 48.42, with an N-gain of 0.03. The difference in N-gain between the groups was significant, t(44) = 7.062, p < .001, with a mean difference of 44.14 percentage points. These findings indicate that the use of Canva-based infographics was associated with a greater improvement in chronological thinking skills than regular instruction. Pedagogically, infographics can externalize temporal structures and help students organize historical information; however, their effectiveness depends on content accuracy, visual coherence, and the processing activities that accompany their use.
Co-Authors Abdul Hafiz Abdul Hayyi Abdul Rasyad Abdullah Muzakar Abdullah Muzakar Abdullah Muzakar Adzkiyaunuha, Moh. Agus Jayadi Ahmad Tohri Ambariyani Ambariyani, Ambariyani Amrullah Amrullah Andriani, Tegar Putri Anggita Vela Annikmah Farida, Annikmah Armin Subhani Asror, M. Zainul Aswasulasikin Asy'ari, M. Hasan B. Fitri Rahmawati B. Fitri Rahmawati Baiq Eka Kurnia Hadiyati Baiq Rismarini Nursaly Baiq Rismarini Nursaly, Baiq Rismarini Bambang Eka Saputra Batua HM Amir Dewi Indra Resti Dodi Rodiman Dwi Lestari Handayani, Dwi Lestari Edy Waluyo Eni Nurhayati, Eni Fayza Widya Puspita Ferdianto, Jujuk Fudoli, M. Fahmi Furtasih Furtasih Habibuddin Hadijah Hadijah Hairi, Husnul Hamdi Hamdi Hartini Haritani Hary Murcahyanto Heri Heri Heri Suharion Husnul Hairi Indar Purbatin Iwan Supriadi Jauziati, Baiq Johri Johri Jujuk Ferdianto Jujuk Ferdianto Jumiati Septiawati Khaerul Azmi Khairi Ahmad Shopian Khirjan Nahdy Lalu Murdi Lalu Parhanuddin Lalu Wahyu Andi Purnama Lalu Wahyu Andi Purnama Lalu Wahyu Andi Purnama M. Juaini M. Paisal Wadi Marjan Dinata Mashun Mashun Mashun, Mashun Mohzana Muaidi, Muaidi Muchamad Triyanto Muh. Fahrurrozi Muhamad Ali Muhamad Juaini MUHAMMAD ALI Muhammad Khairul Wazni Muhammad Khairul Wazni Muhammad Khairul Wazni Muhammad Rizki Hidayat Muhammad Shulhan Hadi Muhammad Shulhan Hadi, Muhammad Shulhan Muharrir Muharrir Muliadi Mulyadi Irwan MULYANI Munadi, Ahmad Musifuddin Musifudin Musifudin Musyaddad Akbar Nasri, Zainul Novita Sari Nur Alfi Khotamin, Nur Alfi Nurbahjah Sukmawati Nurdin Nurdin Nurfitri, Celine Nurhajjah, Nurhajjah Nurhayati, Putri Nurhidayah Nurhidayah Nurul Hidayanti Padlurahman, Padlurahman Padlurrahman Padlurrahman Padlurrahman Padlurrahman Padlurrahman Padlurrahman Padlurrahman, Padlurrahman Pamujo Pamujo Putra, Panggih Permana Rabiul Awwal Riki Ahmad Santosa Rizkah, Rizkah Roziin Roziin Sadikin Ali Sahlum Sahroan Sahroan Salman Alfarisi Saminah, Jawahir Intan Hairul Sapri Sapri Satriawan Satriawan Septiani, Rizka Putri Setyawan, FX Arinto Siti Kurniyah Siti Nawarul Uyun Subhani, Armin - Suhupawati, Suhupawati Sukatin, Sukatin Supriadi Supriadi Syahrul Amar Syamsul Lutpi Syarifah Aulia Tatan Tatan Tatan, Tatan Tuti Wahyuningsih Ully, Mawaddatun Vidu, Sramanera Badra Yuwono, Pratik Hari Zidni, Zidni Zulfikri Zulfikri Zuliani Rohmani Zurriatun Hasanah