Articles
Optimalisasi Potensi Wisata Desa Grawan Melalui Pendampingan Kelompok Sadar Wisata Desa
Masturi Masturi;
Shodiq Eko Ariyanto;
Edris Zamroni
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.123 KB)
|
DOI: 10.24176/mjlm.v1i2.3985
Desa Grawan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang merupakan salah satu desa dengan kategori Desa Merah atau desa miskin menurut pemetaan Bappeda Provinsi awa Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana dasar kegiatan pariwisata; 2) Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam memberikan layanan pariwisata; dan 3) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga sumberdaya alam. Adapun target dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kemampuan pengolaan daerah wisata serta kualitas pengeola wista secara sisteematik dan terorganisir; 2) Pelatihan Bahasa Inggris dan Pemandu wisatawan agar dapat memberi layanan pemandu wisatawan dengan baik, serta 3) Pelatihan kegiatan pemanfaatan limbah dan potensi alam sebagai sumber ekonomi kreatif seperti cenderamata dari alang-alang dan eceng gondok. Metode yang digunakan untuk program inisiasi adalah sosialisasi dari tim yang menawarkan bantuan pelatihan keterampilan. Ditindaklanjuti dengan materi pelatihan-pelaatihan meliputi; pengelolaan kawasan wisata, pelatihan menjadi pemandu wisata, pelatihan branding sekaligus promosi tempat wisata, serta pelatihan dan pendampingan pembuatan cenderamata dari bahan-bahan yang tidak terpakai seperti eceng gondok dan alang-alang.. Sebagai tambahan, tim KKN-PPM akan mengundang pihak koperasi/bank untuk memberi gambaran pinjaman lunak yang dapat diakses warga untuk mendanai perbaikan fasilitas mereka secara mandiri.
Konseling Berbasis Kerafian Lokal Indonesia sebagai Upaya Penguatan Karakter Kebangsaan
Edris Zamroni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.388
At 2045 Indonesia will have a bonus demography of human resources that will contribute greatly in the progress of NKRI. Is a big challenge for all parties, especially since starting January 2016 also enacted ASEAN Economic Community (ASEAN Economic Community) that allows the entry of various cultures from the ASEAN community. Needed human resources characterized so that along with the progress of civilization, the community retains its cultural character. The formation of karatker should start from education from an early age. Counseling and Counseling as an integral part of education has an important role in shaping the character of learners. For that it is necessary various strategies of guidance and counseling services, especially counseling specifically characterized the Indonesia-an taken from local wisdom and cultural values of Indonesia. Some examples of local wisdom that can be raised as the basic values of counseling are religious-spiritual values, kejawen values, sunda values, tri hita karana (bali), and are generally represented by the Indonesian education motto Ing Ngarso sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. The core value infusion of the philosophy of each local wisdom must be done so that the national character of Indonesia still exist in the midst of globalization and the progress of civilization. The main values of each culture will provide alternative references to problem solving, alteration and strengthening behavior that affirm the national identity of Indonesian society.
PEMANFAATAN TEKONOLOGI INFORMASI (TI) DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI REPRESENTASI BERKEMBANGNYA BUDAYA PROFESIONAL KONSELOR DALAM MELAYANI SISWA
Sumarwiyah Sumarwiyah;
Edris Zamroni
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 2, No 1 (2016): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.682 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v2i1.882
Tantangan era millennial yang diperkuat dengan diberlakukannya Masyarakat Ekkonomi ASEAN adalah bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai tools yang memperlancar pekerjaan manusia. Bimbingan dan konseling adalah salah satu bidang yang menangkap peluang tersebut dalam pelaksanaan layanannya. Upaya ini merupakan wujud pembudayaan profesionalisasi berbasis teknologi pada konselor dalam melayani siswa.
MODEL KONSELING BERBASIS BUDAYA GUSJIGANG: KERANGKA KONSEPTUAL MODEL KONSELING BERBASIS KEARIFAN BUDAYA LOKAL KUDUS
Edris Zamroni
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 1, No 2 (2015): December, 2015
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jbkr.v1i2.367
This article discusses the development of a conceptual framework gusjigang counseling model as a form of local wisdom Kudus Regency society. Gusjigang is fiolosofi life teachings of the Sunan Kudus that teaches people to be good at behaving, smart thinking and could trade. Gusjigang counseling model is also affedted with the nuances of Islamic counseling that emphasizes the values of Islamic religious teachings in the order of the famous Kudus religious communities. The counseling goal is to develop a noble character to humans, fosters systematic and scientific thinking skills as well as improve the tenacity, creativity, ability to innovate in order to survive.
Bimbingan dan Konseling Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Edris Zamroni
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.852 KB)
|
DOI: 10.30653/001.201821.17
GUIDANCE AND COUNSELING IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION. Implementation of guidance and counseling in early childhood education institutions is a necessity. The juridical strengthening of guidance and counseling as part of education that can also touch early childhood education institutions starting from the issuance of Law no. 20 of 2003 on the National Education System, followed by various derivatives of other regulations such as Government Regulation No. 19/2005 on National Education Standards, Government Regulation Number 74 Year 2008 on Teachers and Education Personnel, Permendiknas Number 27 Year 2008 to Permendikbud Number 111 Year 2014 on Guidance and Counseling on Primary and Secondary Education. Scientifically guidance and counseling study about human development holistically so relevant to the main purpose of early childhood education with the orientation of child development facilitation. This paper examines the relevance of scientific guidance and counseling to be implemented in early childhood education institutions and the legal basis that reinforces the practice.
Pengembangan Perilaku Asertif dengan Teknik Sosiodrama untuk Mencegah Perilaku Bullying
Susilo Rahardjo;
Edris Zamroni;
Sumarni Sumarni;
Derta Prihastuti
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/001.202042.131
DEVELOPING ASSERTIVE BEHAVIOR WITH SOCIODRAMA TECHNIQUES TO PREVENT BULLYING BEHAVIOR. The influence of mass media has an impact on the spread of bullying behavior including in the school environment. The negative impact of student bullying becomes depressed, performance decreases, and can ultimately lead to students dropping out of school. Therefore it needs to be prevented so that it does not expand, and the school becomes a friendly and pleasant environment. The purpose of this research is to provide students with an understanding of bullying behavior that can occur at school, and students can prevent it by behaving assertively. One way to prevent bullying is to develop assertive student behavior. Through PTBK students are trained to prevent bullying behavior with the guidance of sociodrama techniques. The reader can develop a model of preventing bullying behavior in the same way or in other ways, so that the school becomes a pleasant and friendly environment.
Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Operant Conditioning untuk Mengatasi Prokrastinasi Siswa
Ulfa Aulia Nurzulian;
Susilo Rahardjo;
Edris Zamroni
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v2i2.4502
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018, 2. Untuk mengatasi prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti yaitu AAP, AJR, dan SDP siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018 yang mengalami prokrastinasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif. Adapun cara menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklarifikasi, mengdeskripsikan, dan menginterpretasikan masing-masing bagian. Dengan menggunakan konseling behavioristik teknik operant conditioning dapat menghasilkan perubahan tingkah laku pada klien untuk mampu memulai mengerjakan tugas, mampu menyelesaikan tugas yang telah dikerjakan, cepat dalam mengerjakan tugas, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan mendahulukan mengerjakan tugas daripada melakukan aktifitas lain.
Mengatasi Kejenuhan Pembelajaran Daring Melalui Konseling Rational Emotif Therapy Pada Siswa SMK
Setffani Fabela Ardiyanti;
Edris Zamroni;
Masturi Masturi;
Arista Kiswantoro
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7265
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendiskripsikan faktor penyebab kejenuhan pembelajaran daring pada siswa kelas XI Jasa Boga 4 tahun pelajaran 2020/2021. 2) Membantu mengatasi kejenuhan pembelajaran daring pada kelas XI Jasa Boga 4 SMK Negeri 3 Pati Tahun Pembelajaran 2020/2021 melalui konseling Rational Emotif Therapy. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang telah dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti yaitu WAK dan NKN siswa yang mengalami kejenuhan dalam pembelajaran daring di SMK Negeri 3 Pati Tahun Ajaran 2020/2021. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan peneliti ialah wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga konselor bisa memperoleh data yang akurat penyebab siswa mengalami kejenuhan pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah konseli diberikan Konseling Rational Emotif Therapy konselor dapat mengetahui penyebabnya. Konseli yang mengalami kejenuhan pembelajaran daring karena menunda-nunda tugas dan berpikir bahwa percuma mengerjakan tugas kalau tidak bisa memahami materinya sehingga membuat konseli tertinggal banyak materi pelajaran dan berdampak buruk terhadap nilai siswa. Untuk membantu konseli dalam kejenuhan pembelajaran daring maka konselor menerapkan konseling Rational Emotif Therapy. Yang diharapkan dapat tidak melakukan penundaan dalam mengerjakan tugas, dan berpikir secara logis yaitu berpikir lebih baik mengerjakan tugas supaya tugasnya tidak menumpuk dan siswa tidak lagi tertinggal banyak materi pembelajaran.
Meningkatkan Kematangan Pemilihan Karir Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Problem Solving
Elfa Safitri;
Arista Kiswantoro;
Edris Zamroni
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5151
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendiskripsikan pelaksanaan Bimbingan Kelompok dengan teknik Problem Solving untuk meningkatkan kematangan pemilihan karir, 2. Mendiskripsikan peningkatan kematangan pemilihan karir melalui Bimbingan Kelompok dengan teknik Problem Solving siswa kelas XII SMA PGRI 1 Pati tahun pelajaran 2018/2019. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XII, sebanyak 9 siswa yang mempunyai kematangan pemilihan karir yang belum matang. Analisis data diperoleh dari data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian pra siklus dengan meningkatkan kematangan pemilihan karir siswa diperoleh persentase 59% masuk dalam kategori kurang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving siklus I dengan memperoleh persentase 81% masuk dalam kategori baik dan mengalami peningkatan sebesar 22% dari pra siklus. Siklus II memperoleh persentase 87% dengan kategori sangat baik dan mengalami peningkatan sebesar 6%. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dapat meningkatkan kematangan pemilihan karir siswa kelas XII SMA PGRI 1 Pati tahun pelajaran 2018/2019.
Mengatasi Rendahnya Kemandirian Belajar Peserta Didik Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Self Control
Amalia Widyastuti;
Edris Zamroni;
Sucipto Sucipto
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7273
Rendahnya kemandirian belajar merupakan sikap yang harus dihilangkan dalam diri siswa, sebagai seorang pelajar harus memiliki kemandirisn dalam hal belajar agar siswa dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Bimbingan kelompok teknik self control merupakan sebuah layanan yang diberikan kepada individu atau sekelompok orang dengan menggunakan dinamika kelompok yang berpusat kepada diri siswa agar siswa mampu mencegah, mengatur, mengelola keinginan yang timbul dalam diri siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah 1. dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control maka dapat mengatasi rendahnya kemandirian belajar peserta didik di SMKN 3 PATI. 2. Memperoleh peningkatan efektifitas peserta didik dengan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control dalam mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI Busana 1 SMK Negeri 3 Pati, sebanyak 8 siswa yang memeliki masalah dalam kemandiri belajar. Berdasarkan dari hasil penelitian ini bahwa layanan bimbingan kelompok teknik self control di SMK Negeri 3 Pati terdapat peningkatan disetiap sikluslusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil skor, pada pra siklus siswa memperoleh jumlah rata – rata 75 dengan kategori kadang – kadang (KD), kemudian di sklus I memperoleh jumlah rata – rata 122 dengan kategori sering (SR), serta pada siklus II memperoleh jumlah rata – rata 142 dengan kategori selalu (SL).