Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Nurturing Natural Beauty: Empowering MAN 1 Model Bengkulu's Female Students with Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Cosmetics Crafting Workshop Masrijal, Camelia Dwi Putri; Taurina, Hilda; Lubis, Ashar Muda; Permasari, Rose Intan; Hermansyah, Oky; Slamet, Samwilson; Rahmawati, Suci; Rahmadhani, Aliyah; Monalisa, Shelyn Puteri; Wahid, Muhammad Ali Ashar
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.90334

Abstract

Introduction: The use of lipstick, blush-on, and various colored cosmetic products is highly popular among teenage girls. However, the adverse effects of hazardous colorants in cosmetics include respiratory irritations, skin irritations, eye injuries, gastrointestinal toxicity, and carcinogenic properties. Red Dragon Fruit contains a significant amount of red anthocyanin antioxidants, making it a viable natural colorant for food, cosmetics, and textiles. This community engagement project aimed to enhance the understanding of teenage girls, especially students of MAN 1 Model City of Bengkulu, regarding illegal cosmetics containing harmful and prohibited ingredients. It also aimed to improve the girls' skills in crafting natural Lip Tint and Blush-On preparations from Red Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus), promoting a return to nature in cosmetic choices. This initiative was expected to inspire creative ideas among teenagers for designing alternative economic activities centered on producing natural and halal cosmetics made from herbal ingredients. Methods: The project involved educational and awareness-raising activities about the dangers of forbidden cosmetic ingredients, followed by workshops on making Lip Tint and Blush-On formulations. These workshops were led by faculty members from the School of Medicine and the School of Pharmacy, with assistance from students of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at the University of Bengkulu. Results: Evaluation results showed that workshop participants experienced a 63.2% increased in knowledge and gained the ability to independently create Lip Tint and Blush-On products from red dragon fruit. Conclusion: The workshop successfully produced natural Lip Tint and Blush On and the project also heightened the students' interest in the Pharmacy Program.
Studi etnozoologi pemanfaatan hewan yang digunakan oleh penyehat tradisional sebagai pengobatan di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Dewi, Novita Rahma; Putri, Dwi Kurnia; Slamet, Samwilson; Ikhsan, Ikhsan; Handayani, Dian; Rahmawati, Suci
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1992

Abstract

Etnozoologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, biota dan lingkungan sekitar yang meliputi tentang pengetahuan masyarakat mengenai sumber daya hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai hewan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data hewan apa saja yang digunakan oleh penyehat tradisional, bagian yang digunakan, cara pengolahan, cara penggunaan, aturan pakai, penyakit yang dapat diobati dan efek samping dari hewan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang digunakan oleh penyehat tradisional di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasional deskriptif. Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan terdapat sebanyak 24 jenis hewan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari 17 orang penyehat tradisional yang ada di Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan didapatkan bagian-bagian hewan yang digunakan sebagai pengobatan tradisional, yaitu seluruh bagian dari hewan, lendir, air liur, daging, minyak dan juga hati. Cara pengolahannya direbus, dipanggang, disop, dan dimakan langsung. Cara penggunaannya ditempelkan langsung ke kulit, diminum, dimakan secara langsung. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan hewan obat tersebut meliputi sakit digigit lipan, untuk menyedot darah kotor, sesak nafas, kejang-kejang, malaria, malaria tipes, luka setelah operasi, batuk, batuk menahun, batuk disertai sesak nafas, bisul ditelapak kaki, anak-anak yang masih kencing dalam celana (ngompol), digigit ular, gatal-gatal, angin duduk, sakit mata, kekurangan gizi, kesat (terlambat tumbuh kembang anak), sulit hamil dan asma.
EDUKASI PEMBUATAN JAMU YANG BAIK DAN AMAN PADA KELOMPOK JAMU GENDONG DI KOTA BENGKULU Suci Rahmawati; Nori Wirahmi; Camelia Dwi Putri Masrijal; Rose Intan Permasari; Oky Hermansyah; Samwilson Slamet
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2252-2256

Abstract

Usaha Jamu Gendong (UJG) is a herbal medicine business carried out by individuals using traditional medicine ingredients in the form of fresh liquid to be sold directly to consumers. This service activity was aimed to increasing knowledge and providing skills on how to make good and safe jamu for UJG group in Bengkulu City. This activity was carried out on October 22, 2022 with 20 participants. This service activity is carried out using discussion and demonstration methods. Evaluation of activities is carried out by giving questionnaire sheets given before and after the activity. The results of the questionnaire evaluation obtained that the average score of 20 participants before and after the activity was 90.6 and 99.2, respectively. From the implementation of the activities, it can be concluded that there is an increase in the knowledge of the herbal medicine group regarding how to make good and safe traditional medicines.
Comparison study of vitamin c content in various brands of calamansi syrup from Bengkulu City using UV-Vis Spectrophotometry Nathasyah, Mauliani Dwi; Mulia, Putri; Slamet, Samwilson; Kurniawan, Tri Danang; Hardini, Tika
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2120

Abstract

Calamansi oranges are a good source of vitamin C with high content of 27.43/100 g. Calamansi oranges are commonly processed into calamansi syrup. Calamansi syrup is one of flagship products of Bengkulu City, but information regarding the vitamin C content is not listed on the product packaging. This study aims to compare the vitamin C content of calamansi syrup from various brands in Bengkulu City using UV-Vis spectrophotometry. The study involves five samples of calamansi syrup from different brands. Qualitative analysis was conducted using 0.1% KMnO4, Iodine, and FeSO4 reagents, which showed that all five samples tested positive for containing vitamin C. The determination of the maximum wavelength was done at 265 nm with the regression equation y = 0.0659x + 0.0631 and R2 value of 0.9923. The vitamin C content obtained was 1.681% for Sample A, 5.880% for Sample B, 2.342% for Sample C, 1.979% for Sample D, and 2.478% for Sample E. The Kruskal-Wallis statistical analysis showed a significant difference among the samples (p < 0.05), indicating that the vitamin C content varies among the different brands. In conclusion, the five brands of calamansi syrup available in Bengkulu City contain vitamin C with varying levels.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Logo Dan Golongan Obat Di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu Agilianto, Sowan; Rahmawati, Suci; Asteria, Marisadonna; Ikhsan, Ikhsan; Slamet, Samwilson
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2455

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat penting dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional, terutama dalam praktik swamedikasi. Kurangnya pemahaman dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan skala Guttman. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.Hasil menunjukkan bahwa 51% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 49% memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan bervariasi berdasarkan karakteristik responden, dimana laki-laki cenderung lebih baik, usia 21–30 tahun mendominasi, serta pendidikan SMA/SMK memiliki pengetahuan baik terbanyak.Kesimpulannya, tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Pengaruh Terapi Medical Ministry Terhadap Distres Spiritual Pada Kelompok Geropsikiatri: Quasi Eksperimen di Poliklinik Geriatri Rs Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu Encik Putri Ema Komala; Nova Yustisia; Ikhsan Ikhsan; Samwilson Slamet
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54149

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan bertambahnya jumlah lanjut usia yang rentan mengalami masalah psikososial dan spiritual. Pasien geropsikiatri rawat jalan di Poliklinik Geriatri RS Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu berisiko mengalami distres spiritual akibat kesepian, kehilangan makna hidup, dan perubahan kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi medical ministry terhadap distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok intervensi dan penilaian pre-test serta post-test. Kelompok intervensi 1 menerima psikoedukasi pasien (PEP), sedangkan kelompok intervensi 2 menerima PEP dan terapi medical ministry. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih dengan consecutive sampling dan dibagi masing-masing 20 responden per kelompok. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Distress Resources Questionnaire (SDRQ). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelompok PEP saja (p=0,451), sedangkan kelompok PEP + medical ministry mengalami penurunan skor distres spiritual yang bermakna (p=0,000). Disimpulkan bahwa terapi medical ministry efektif menurunkan distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian pelayanan rutin di poliklinik geriatri.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Aziza Afrianti; Suci Rahmawati; Maria Eka Patri Yulianti; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun secara keseluruhan masih tergolong lemah. Meskipun demikian, zona hambat yang terbentuk bersifat jernih yang mengindikasikan adanya efek bakterisidal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Carissa Ingrid Aurelia; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Tika Hardini
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1662

Abstract

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing dapat menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi cacing berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator pengetahuan tentang penggunaan obat cacing. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden kategori baik sebanyak 21 responden (27%), kategori cukup sebanyak 26 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 31 responden (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih tergolong kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggunaan obat cacing yang benar.
Co-Authors Abda Abda Achmad Fickry Faisa Agilianto, Sowan Aguscik Aguscik Aguscik, Aguscik Aina Fatkhil Haque Aprilatutini, S.Kep.,M.Pd, Titin Ariana, Rika Ashar Muda Lubis Asteria, Marisadonna Aziza Afrianti Benny Sihombing Camelia Dwi Putri Masrijal Carissa Ingrid Aurelia CHOIRUNNI’MAH, ZELLA Delfina, Rina Delia Komala Sari Deni Maryani Dewi, Novita Rahma Dian Handayani Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Retnowati Dwifitri, Uthu Encik Putri Ema Komala Esti Sorena Esti Sorena Faisa, Achmad Fickry Fitri, Sabrina Flora, Rostika - Haerawati Idris Hamzah Hasyim Hamzah Hasyim Hardini, Tika Hidayah, Thoriqul Ikhsan - Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan, Ikhsan - Indah Yuliana Jasmine, Annisah Biancika Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marissa, Febi Marissa Mashudi Mashudi Masrijal, Camelia Dwi Putri Misnaniarti Misnaniarti Misse Margaret Mohammad - Zulkarnain Monalisa, Shelyn Puteri Muhammad Zulkarnain Mulia, Putri Nabella, Inastia Najmah, Najmah Nathasyah, Mauliani Dwi Neshy Sulung Neshy Sulung Nori Wirahmi Nova Yustisia Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurlaili - Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili, Nurlaili - Nurmalia Ermi Oktoviani, Oktoviani Oky Hermansyah Permasari, Rose Intan Purnama, Yetti Rahmad Aswin Juliansyah Rahmadhani, Aliyah Rico Januar Sitorus Risnawati Tanjung Rosaria, Rini Rosaria Rose Intan Perma Sari Roslina Wati Rostika - Flora Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Saleh Saleh Sari, Rose Intan Perma Sri Martini Suci Rahmawati Suci Rahmawati, Suci Sulung, Neshy Suryanti Syokuma Wena Taurina, Hilda Tika Hardini Tri Danang Kurniawan Versita, Riana Wahid, Muhammad Ali Ashar Wibowo, Risky Hadi Windi Apriandri Wirahmi, Nori Yetti Purnama Yuliana Ardi Yustisia, Nova Zulkarnain, Mohammad Zulkarnain, Mohammad -