p-Index From 2021 - 2026
10.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Usia Dini PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JCE (Journal of Childhood Education) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Basicedu Journal on Education Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Kajian Gender dan Anak JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) NANAEKE Journal Of Millennial Community MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edukasi: Journal of Educational Research Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Journal of Social Research PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Jurnal Basicedu JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI Sari, Popy Puspita; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.675 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27206

Abstract

In the family of parents has a big role in influencing the social development of children. Every parent certainly has a different parenting, including: authoritative parenting, democratic parenting, and permissive parenting. Parenting style for children, will affect the social development and personality of children. A good parenting style will reduce the social development of good children. Parental parenting means the habits of parents, fathers and mothers in leading, caring for and guiding children. Nurturing in the sense of looking after by caring for and educating him.  The quality and intensity of parenting parents vary in influencing attitudes and directing children's behavior. Therefore, this article will discuss issues related to parenting and emotional development of children, such as the definition of parenting, various parenting patterns, characteristics of parenting, factors that influence parenting parenting , understanding emotional development. Characteristics of children's emotional development, factors that influence children's emotional development, emotional social development strategies, and the impact of parenting on children's emotional development. The purpose of this article is to increase understanding of parenting parents on the emotional development of early childhood, so that it raises the desire to seek or improve the implementation of parenting parents for early emotional development of children for parents. Dalam menyesuaikan diri dengan baik sesuai usia dan kematangannya,  keluarga merupakan lingkungan pertama yang menuntut. Didalam keluarga orang tua memiliki peran besar dalam memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak. Setiap orang tua tentu mempunyai pola asuh yang berbeda, diantanyanya yaitu: Pola asuh otorite, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif.  Pola asuh orang tua pada anak usia dini mencakup pemberian rangsangan fisik, mental, emosional, moral, maupun sosial yang akan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal. Gaya pengasuhan terhadap anaknya, akan mempengaruhi pada perkembangan sosial dan kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak yang baik. Pola asuh orang tua berarti kebiasaan orang tua, ayah dan ibu dalam memimpin, mengasuh dan membimbing anak. Mengasuh dalam arti menjaga dengan cara merawat dan mendidiknya. Membimbing dengan cara membentu, melatih, dan sebagainya. Kualitas dan intensitas pola asuh orang tua bervariasi dalam mempengaruhi sikap dan mengarahkan perilaku anak. Karena itu, artikel ini akan membahas masalah yang berkaitan dengan pola asuh orang tua dan perkembangan emosional anak, seperti definisi pola asuh orang tua, macam-macam pola asuh orang tua, ciri-ciri pola asuh orang tua, faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua, pengertian perkembangan emosional. Karakteristik perkembangan emosional anak, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak, strategi pengembangan sosial emosional, dan dampak pola asuh terhadap perkembangan emosional anak. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak usia dini, Sehingga menimbulkan keinginan untuk mencari atau meningkatkan implementasi pola asuh orang tua terhadap perkembanngan emosioal anak udia dini bagi orang tua.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK (LKA) MODEL STEM PADA KONSEP TERAPUNG MELAYANG TENGGELAM UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN SAINTIFIK ANAK USIA DINI Pujiaswati, Resa; Mulyana, Edi Hendri; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.256 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27202

Abstract

The form of a child’s worksheet generally contains evaluation questions that serve as a child’s cognitive assessment. But actually worksheets are used to facilitate children to do learning activities in understanding a concept/ knowledge. The 2013 curriculum is present as a guide in determining learning and requires teachers to educate students through various activities in order to have scientific skills. Whit the 2013 curriculum, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) learning is expected to facilitate integrative learning activities that apply to early childhood education. This study aims to develop worksheets for STEM child models to facilitate children’s scientific skills. In this stufy, the researcher will explain the basic needs and design the development of STEM model worksheets for floating concept of drowning to facilitate children’s scientific skills after early age. The method used in this research is the development of Educational  Design Research. Then based on the needs and findings in the field, the researcher will develop the STEM Model Worksheet for the Drowning Floating Concept to Facilitate Scientific Skills of Early Childhood, so that it can be implemented in early childhood.  Bentuk lembar kerja anak pada umumnya berisi mengenai soal evaluasi yang dijadikan sebagai penilaian kognitif anak. Namun sebenarnya lembar kerja digunakan untuk memfasilitasi anak melakukan kegiatan belajar dalam memahami suatu konsep/pengetahuan. Kurikulum 2013 hadir sebagai pedoman dalam menentukan pembelajaran dan mengharuskan guru untuk mendidik siswa melalui berbagai aktivitas agar memiliki keterampilan saintifik. Dengan adanya kurikulum 2013 tersebut pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran integratif yang berlaku pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dasar kebutuahn penggunaan lembar kerja anak dan mengembangkan lembar kerja anak model STEM untuk memfasilitasi keterampilan saintifik anak. Pada penelitian ini, peneliti akan menjelaskan mengenai dasar kebutuhan dan membuat rancangan pengembangan lembar kerja anak model STEM pada konsep terapung melayang tenggelam untuk memfasilitasi keterampilan saintifik anak usia dini.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan Educational Design Research. Penerapan pembelajaran STEM dengan menggunakan LKS akan menjembatani pembelajaran tematik integratif yang menerapkan pada 4 bidang keilmuan, kemudian akan menghasilkan suatu produk memfasilitasi keterampilan saintifik anak. Pembelajaran sains pada usia dini masih dirasa cukup sulit, namun dengan media dan bahn ajar yang memadai, maka hal tersebut dapat diatasi. Berdasarkan studi literatur ditemukan bahwa banyak lembar kerja anak yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Maka berdasarkan kebutuhan dan penemuan dilapangan tersebut, peneliti akan melakukan Pengembangan Lembar Kerja Anak Model STEM pada Konsep Terapung Melayang Tenggelam untuk Memfasilitasi Keterampilan Saintifik Anak Usia Dini, sehingga dapat diimplementasikan pada anak usia dini.
PENGARUH PERMAINAN TREASURE HUNT TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri, Pia Permata; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.805 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27203

Abstract

This research is motivated by problems encountered in the Kindergarten Institute related to learning activities that are still academic in nature. Ideally the implementation of learning in schools can stimulate and optimize all multiple intelligences in early childhood. But the reality on the ground there are problems in the development of interpersonal intelligence because learning is still academic and the lack of specific variations such as game media in learning activities to improve children's interpersonal intelligence abilities. One of the media to stimulate the development of children's interpersonal intelligence is by using the game treasure hunt. This is the background of the study. The research aims to determine the effect of games treasure hunt on interpersonal intelligence of children aged 5-6 years. The research method used is the study of literature. The types and sources of data used by researchers are using secondary data and sources. Data collection techniques carried out are from some of the results of previous books and journal data relevant to the topic of the problem raised by the researcher. Based on the results of data from several findings that have been made by previous researchers, it can be concluded that by applying the game treasure hunt can affect the interpersonal intelligence of children aged 5-6 years. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui di Lembaga Taman Kanak-kanak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang masih bersifat akademis. Idealnya pelaksanaan pembelajaran di sekolah dapat menstimulus dan mengoptimalkan seluruh kecerdasan jamak pada anak usia dini. Namun kenyataan di lapangan terdapat permasalahan dalam perkembangan kecerdasan interpersonal karena pembelajaran masih bersifat akademis dan kurangnya variasi khusus seperti media permainan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan interpersonal anak. Media untuk menstimulus perkembangan kecerdasan interpersonal anak salah satunya dengan menggunakan permainan treasure hunt. Hal tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan treasure hunt terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Jenis dan sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan data dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dari beberapa hasil data buku dan jurnal terdahulu yang relevan sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Berdasarkan hasil data dari beberapa temuan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan permainan treasure hunt dapat berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun. 
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Nurlita, Tesi Ayi; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.433 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27200

Abstract

This research is related to the educational background of parents towards the social development of children aged 5-6 years in the village of Cipertani. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of questionnaires to research respondents. Respondents in this study were 30 parents who have children aged 5-6 years living in the village Cipertani Rt.05 Rw.08. The educational background of parents in the Cipertani village of 30 respondents ranged from 26.7% of elementary school graduates, 6% of junior high schools, 33.3% of high schools and 20% of universities. Children's social development includes the child's response to playing with peers, the child's cooperative nature, and the attitude of responsibility of the child. The child's social development questionnaire filled with parents includes both positive and negative statements with five alternative answers on a scale of 1-5. Children's social development is divided into four categories 20% categorized as undeveloped, 20% -35% still developing, 36% -65% developing as expected, and 66-100% developing very well. The social development of children in Cipertani village has an average of 47.18% categorized as developing according to expectations. The results of the regression test showed that the value of P (P-Value) = 0.315 stated that Ho was rejected, so it can be concluded that the educational background of parents did not affect the social development of children aged 5-6 years in Cipertani village. Penelitian ini berkaitan dengan latar belakang pendidikan orang tua terhadap perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun di kampong Cipertani. Metode penelitian yang dipakai adalah kuntitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket pada responden penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah 30 orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun tinggal di kampung Cipertani Rt.05 Rw.08. Latar     belakang pendidikan orang tua di kampung cipertani dari 30 responden berkisar dari tamatan SD sederajat sebanyak 26,7%, SMP sederajat sebanyak 6%, SMA sederajat sebanyak 33,3%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 20%. Perkembangan sosial anak mencakup respon anak bermain dengan teman sebayanya, sifat kooperatif anak, dan sikap tanggung jawab anak. Angket perkembangan social anak yang diisi orang tua mencakup pernyataan baik itu positif dan negatif dengan lima alternatif jawaban dengan skala nilai 1-5. Perkembangan social anak dibagi menjadi empat kategori 20% dikategorikan belum berkembang, 20%-35% masih berkembang, 36%-65% berkembang sesuai harapan, dan 66-100% berkembang sangat baik. Perkembangan sosial anak di kampung Cipertani mempunyai rata-rata 47,18% dikategorikan ke dalam berkembang sesuai harapan. Hasil penelitian uji regresi menunjukan nilai P(P-Value) = 0,315 dinyatakan bahwa Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan orang tua tidak berpengaruh terhadap perkembangan social anak usi 5-6 tahun di kampung Cipertani.
Boy-Boyan dan Perkembangan Anak Usia Dini Yuningsih, Thia Isri; Muslihin, Heri Yusuf; Mulyadi, Sima
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol 4, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.508 KB) | DOI: 10.36709/jrga.v4i2.17844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji manfaat dari setiap gerakan permainan tradisional boy-boyan terhadap aspek perkembangan anak usia dini. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan mengunakan metode deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah analisis kegiatan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu TK di wilayah Kabupaten Ciamis pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Subjek  penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Permainan tradisional boy-boyan belum dijadikan media pembelajaran bagi anak usia dini dengan berbagai alasan, minimnya lahan, serta tidak tercantumnya permainan tradisional dalam kurikulum nasional menjadi kendala belum digunakannya permainan tradisional khususnya boy-boyan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini. Permainan tradisional boy-boyan dapat dijadikan sebuah media pembelajaran bagi anak usia dini untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangannya. Saat akan menjadikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran, maka pilihlah permainan tradisional yang sederhana.
Manfaat Permainan Tradisional Engklek dalam Aspek Motorik Kasar Anak Indriyani, Dini; Muslihin, Heri Yusuf; Mulyadi, Sima
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 9, No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v9i3.34164

Abstract

Anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi antara gerakan visual (pandangan mata) dan motorik (gerakan tangan, gerakan jari tangan atau kaki) secara serempak pada tujuan. Hal tersebut disebabkan karena lemahnya kordinasi gerak visual motoric. Permainan tradisional engklek untuk anak adalah permainan yang menyenangkan. Permainan engklek biasanya dimainkan oleh 4 sampai 6 orang. Melalui permainan ini anak dapat belajar disiplin, tanggung jawab dan bekerjasama. Banyak sebagian orang  yang tidak mengetahui manfaat permainan tradisional engklek bagi aspek motorik kasar anak  padahal  manfaat permainan tradisional engklek itu tidak hanya bagi kesehatan saja tetapi salah satunya motorik kasarnya juga ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam manfaat permainan tradisional engklek dalam aspek motorik kasar pada anak. Desain dalam penelitian merupakan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik observasi hanya mengamati dan melihat anak yang sedang melakukan permainan engklek, wawancara yaitu mewawancarai anak yang sedang melakukan permainan atau mewawancarai anak tentang permainan engklek sedangkan dokumentasi merupakan peneliti mendokumentasikan anak-anak yang sedang bermain permainan engklek dengan menggunakan instrumen ceklis. Teknis analisis data penelitian ini dengan menggunakan tiga kegiatan yaitu dengan reduksi, triangulasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui manfaat yang terdapat pada permainan tradisional engklek dalam aspek perkembangan motorik kasar pada anak.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GEOBORD PADA PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PESERTA DIDIK YANG MEMILIKI HAMBATAN PENGLIHATAN Husniyyah, Sophia Choirotul; Mulyadi, Sima; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i1.39661

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using geoboard media in learning two-dimensional figure students with visual impairments at SLB Aisyiyah Singaparna. The research method used in this study is a quantitative research method with a Single Subject Research approach and research design A-B-A. The subjects in this study were students who had an early age view with the initials FSS, who had difficulty understanding the concept of flat wake. The media used in this research is geoboard media. Geoboard media is a medium that can be used to introduce flat shapes, calculate points and lines. The results of this study indicate that the mean FSS level at the baseline-1 stage (A-1) is 55.2%, then at the intervention stage (B) the mean FSS level has increased to 78.1% and the mean level in the baseline-2 phase (A -2) to 91.0%. Based on these results, it can be concluded that geoboard media can be used as a medium to improve understanding of flat shapes for students who have visual impairments at the early childhood level at SLB Aisyiyah Singaparna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media geoboard pada pembelajaran bangun datar peserta didik yang memiliki hambatan penglihatan di SLB Aisyiyah Singaparna. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Single Subject Research dan desain penelitian A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik yang memiliki hambatan penglihatan jenjang anak usia dini berinisial FSS, yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bangun datar. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media geoboard. Media geoboard merupakan media yang dapat dipergunakan untuk mengenalkan bangun datar, menghitung titik dan garis. Hasil penelitian ini menunjukkan mean level FSS pada tahap baseline-1 (A-1) sebesar 55,2% kemudian pada tahap intervensi (B) mean level FSS mengalami peningkatan menjadi 78,1% dan besarnya mean level pada fase baseline-2 (A-2) menjadi 91,0%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media geoboard dapat dijadikan salah satu media untuk meningkatkan pemahaman bangun datar bagi peserta didik yang memiliki hambatan penglihatan jenjang anak usia dini di SLB Aisyiyah Singaparna.
METODE PEMBIASAAN UNTUK MENANAMKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNGJAWAB DI RA DAARUL FALAAH TASIKMALAYA Anggraeni, Cindy; Elan, Elan; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i1.39692

Abstract

Habituation is a process of forming attitudes and relatively sedentary and automatic behavior through an iterative learning process. The process of habituation is identical to repetition, which is an activity that is carried out repeatedly which eventually becomes a habit. In instilling the character of discipline and responsibility, it is necessary to make efforts by teachers or parents, one of which is to get used to positive things in children. This research was conducted at RA Daarul Falaah which aims to describe the habituation method used by teachers in instilling the character of discipline and responsibility in children. The subjects of this study were the principal, teachers and students of RA Daarul Falaah. This study uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques used in this study were interviews, observation and documentation. From the collected data, it is then processed to be presented as complete data.Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap serta perilaku yang relatif menetap dan otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Proses pembiasaan identik dengan pengulangan, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang yang akhirnya menjadi kebiasaan. Dalam menanamkan karakter disiplin dan tanggungjawab perlu adanya upaya yang dilakukan oleh guru atau pun orang tua salah satunya dengan membiasakan hal-hal positif pada anak. Penelitian ini dilakukan di RA Daarul Falaah yang bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembiasaan yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan karakter disiplin dan tanggungjawab anak. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah guru serta siswa RA Daarul Falaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data yang terkumpul kemudian diolah untuk disajikan sebagai data yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan metode pembiasaan dalam menanamkan karakter disiplin dan tanggungjawab di RA Daarul Falaah dapat dilihat dari pembiasaan disekolah melalui kegiatan rutin, terprogram dan insidental yang dapat memunculkan nilai-nilai kedisiplinan serta tanggungjawab pada diri anak.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI Pradipta, Ditya; Mulyadi, Sima; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40744

Abstract

Family is the first place for children to socialize and learn, parents are the first figure and have an important role in providing care that will affect children's emotional intelligence. Authoritarian parenting, democratic parenting, ignoring and obeying parenting are some of the parenting methods used by each parent. The goal of this study was to see how theoretical knowledge, research techniques, and research findings from journals published between 2016 and 2020 influenced each other. This study uses the SLR method or systematic literature review. The journals that became the research material were journals that had met the research criteria as many as 10 journals and continued with conducting analysis to answer research questions in research, namely regarding theoretical information, methods, and research results contained in research journals. The results showed that the theoretical information contained parenting patterns, various parenting styles, emotional intelligence of early childhood, factors that influence children's emotional intelligence.Keluarga merupakan tempat pertama anak untuk berosialisasi dan belajar, orang tua adalah sosok pertama dan memiliki peran yang penting dalam memberikan pengasuhan yang akan mempengaruhi kecerdasan emosional anak. Setiap orang tua menerapkan Pola asuh yang berbeda-beda, diantaranya: Pola asuh otoriter, Pola asuh demoktratis, Pola asuh mengabaikan dan menuruti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana informasi teoritis, metodologis penelitian, dan hasil penelitian dari jurnal yanng dipublish dari tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode SLR atau sytematic literatur review. Jurnal yang menjadi bahan penelitian adalah jurnal yang sudah memenuhi kriteria penelitian sebanyak 10 jurnal dan dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk menjawab research question dalam penelitian, yaitu mengenai informasi teoritis, metode, dan hasil penelitian yang terdapat dalam jurnal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi teoritis berisi mengenai pola asuh orang tua, perbedaan pola asuh, kesadaran kecerdasan emosional anak usia dini, dan variabel yang mempengaruhi kecerdasan emosional anak usia dini.
NALISIS PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA 5-6 TAHUN Faujiah, Sonia; Mulyadi, Sima; Sumardi, Sumar
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30453

Abstract

The family has a very significant role in implementing the discipline behavior of children at home. Theapplication of children's disciplinary behavior at home should be done in the child's daily activities.This research was conducted in Mangkubumi Village, Mangkubumi District, Tasikmalaya City which aimsto describe the discipline behavior of children aged 5-6 years at home. The subjects in this study were 31parents who had children aged 5-6 years and had taught children to be disciplined at home. This researchuses a quantitative approach with descriptive research methods. Data collection techniques used werequestionnaires and documentation. The results of research findings and data analysis show that disciplinarybehavior of children aged 5-6 years includes sleep discipline behavior, prayer discipline behavior, Al-Quranreading discipline behavior, bathing discipline behavior, eating discipline behavior, learning disciplinebehavior. the result is that there are no children who have excellent discipline behavior (0%),13 children have good disciplinary behavior (41.94%), 8 children have moderate disciplinary behavior(25.81%), 9 children have poor disciplinary behavior (29.03%), and 1 child has very poor disciplinarybehavior (3,23%). The average result of disciplinary behavior of children aged 5-6 years is 75.00, meaningthat the average age of children 5-6 years in Mangkubumi Village, Mangkubumi District, Tasikmalaya Cityhas good discipline behavior.Keluarga memiliki peran yang sangat signifikan dalam menerapkan perilaku disiplin anak di rumah.Penerapan perilaku disiplin anak di rumah seyogiyanya dilakukan dalam kegiatan sehari-hari anak.Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya yangbertujuan untuk mendeskripsikan perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun di rumah. Subjek dalam penelitian iniadalah 31 orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun dan telah mengajarkan anak untuk disiplin di rumah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Hasil dari temuan penelitian dan analisisdata menunjukan bahwa perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun meliputi perilaku disiplin tidur, perilakudisiplin sholat, perilaku disiplin membaca Al-Quran, perilaku disiplin mandi, perilaku disiplin makan,perilaku disiplin belajar. Hasilnya adalah belum terdapat anak yang memiliki perilaku disiplin yang sangatbaik (0%), 13 anak memiliki perilaku disiplin baik (41,94%), 8 anak memiliki perilaku disiplin sedang(25,81%), 9 anak memiliki perilaku disiplin kurang (29,03%), dan 1 anak memiliki perilaku disiplin sangatkurang (3,23%). Hasil rata-rata perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun adalah 75,00, artinya rata-rata anak usia5-6 tahun di Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya memiliki perilaku disiplinbaik.
Co-Authors Abdurozak, Dedi Adi Saputra Adi Saputra Afifah, Tsalitska Sindi Aini Loita Anggraeni, Cindy Anggraini, Diny Fadillah Anisa Rosidah Sopa Annisa Dena Salsabila Apriliani, Neli Apriliya, Seni Asep Muhamad Ihsan Aulia, Dwi Az Zahra, Alisa Kusuma Barokah, Annisa Naelul Budiman Chusna Arifah Damayanti, Debi Cahya Deden Muhamad Romdhon Devi Regita Cahyani Dina Fydarliani Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dini Indriyani, Dini Egia Juliatul Paidah Ehan, Ehan Elan Elan Elan, Elan Endang Hadiati Fadila Rahmah Faujiah, Sonia Fauziah, Sarah Fuadah, Ela Latifah Gaffar, Muhammad Andriana Gandana, Gilang Gandana, Gilar Gusmawati Gusmawati Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Haifa, Nisrina Haliza Syahbana Hamzah, Fauzi Hartini, Yanti Heni Handayani, Heni Heryanto, Dhita Amelia Putri Hidayat, Syarip Husniyyah, Sophia Choirotul Iryana, Rina Karinta Utami Karlimah Karlimah Lilis Lisnasari Lisnasari, Lilis Loita, Aini Maharani, Regina Aprilla Manzilatul Fathy Mega Sari Mia Rahmawati Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Musa’adah, Silpi Muslihin, Heri Yusuf N. Siti Sopiah Neli Vitriyani Syarifah Nida Hasanatul Faidah Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nunung Nurdiana NURAENI, RANI Nurazizah Nurazizah Nurdiana, Nunung Nurhidayanti, Manda Nurlita, Tesi Ayi Nurul Fauziah Nurussakinah, Thiana Oktaviani Puspita Oktavika Dewi Rukmandari Paidah, Egia Juliatul Pradipta, Ditya Pujiaswati, Resa Purwati Purwati Purwati Purwati Putri, Pia Permata Qonita, Qonita Rahayu Dwi Utami Rahayu, Nur Sri Rahmawati , Riska Dewi Rakhmat, Cece Rani Nuraeni Ratih Resti Pauji Ratna Azshari Suhana Restu Pujianti Rifa Fauziah Rifasya Nurfadillah Rina Iryana Riska Amelia Rosa Nur Anisa Rosa Nur Anisa Rosarina Giyartini Rostini, Deti Salsabila, Annisa Dena Salsabila, Siti Rahma Anissa Saputra, Erwin Rahayu Sari, Popy Puspita Sauri, R Supyan Seli Amalia Kotrunnada Sianturi, Risbon Sifa, Andini Nurlia Soendari, Tjutju Sugiarmin, Muhamad Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumar Sumardi, Sumardi Sunardi Sunardi Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarifah, Neli Vitriyani Syarip Hidayat Syifa Azkia Purwanti Taopik Rahman Ulpiyati, Alin Utami, Karinta Wahidin, Didin Winda Febrianti Millenia Wintania, Meutia Ayu Yuniarti, Rima Yuningsih, Thia Isri Zahidah, Izmi Khalda