p-Index From 2021 - 2026
10.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Usia Dini PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JCE (Journal of Childhood Education) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Basicedu Journal on Education Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Sekolah Dasar (JSD) Jurnal Kajian Gender dan Anak JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) NANAEKE Journal Of Millennial Community MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edukasi: Journal of Educational Research Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Jurnal Basicedu JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Komunikasi pada Anak dengan Indikasi Keterlambatan Perkembangan Kognitif Usia 5-6 Tahun di RA Az-Zahra Nurazizah Nurazizah; Sima Mulyadi; Risbon Sianturi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 7, No 1 (2023): Jurnal PAUD Agapedia: Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v7i1.59919

Abstract

Communication skills are important to have from an early age because with communication each individual is able to build social interactions to maintain life. According to the theory of cognitivism, it states that there is a relationship between an individual’s cognitive abilities and language development, one of which is communication skills. Therefore, this study aims to determine the communication skills of children who are indicated to have delayed cognitive development aged 5-6 years in RA Az-Zahra, Sukarame Village, Sukarame District, Tasikmalaya Regency. This study uses a qualitative approach with case study research methods. The results of this study indicate that the communication skills of children who are indicated to have delayed cognitive development aged 5-6 years have not been able to achieve communication skills based on the characteristics of communication skills that children aged 5-6 years should have. In conclusion, the data obtained include credible data because between the cognitivism theory that is the reference and the research data there are similarities that an individual’s cognitive development affects language development, especially an individual’s communication skills. Kemampuan komunikasi merupakan hal yang penting dimiliki sejak usia dini karena dengan komunikasi setiap individu mampu membangun interaksi sosial untuk mempertahankan kehidupan. Menurut teori kognitivisme menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan kognitif seorang idnividu dengan perkembangan bahasanya, salah satunya kemampuan komunikasi. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi pada anak yang terindikasi mengalami keterlambatan perkembangan kognitif usia 5-6 tahun di RA Az-Zahra Desa Sukarame Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi pada anak yang terindikasi mengalami keterlambatan perkembangan kognitif usia 5-6 tahun belum mampu mencapai kemampuan komunikasi berdasarkan karakteristik kemampuan komunikasi yang seharusnya dimiliki anak usia 5-6 tahun. Kesimpulannya data yang didapatkan termasuk data kredibel karena antara teori kognitivisme yang menjadi rujukan dan data hasil penelitian terdapat kesamaan bahwa pekembangan kognitif seorang individu mampengaruhi terhadap perkembangan bahasa khsusunya kemampuan komunikasi seorang individu.
Penanganan Speech Delay pada Anak Usia Dini melalui Terapi Wicara Fadila Rahmah; Seli Amalia Kotrunnada; Purwati Purwati; Sima Mulyadi
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v8i1.8279

Abstract

This study discusses the handling that can be done in overcoming speech delay in  early childhood. The purpose of this study is to find out various strategies or methods that can be used in stimulating  speech delay problems  in children from an early age through speech therapy. This study used a qualitative approach with library research  method  where the subjects of this study reviewed several relevant articles and intended for children aged 4-6 years.  The results of this study commonly used speech therapy is to train speaking with correct articulation and practice pronunciation of words slowly and repeatedly. This is very effective to do, because in this word repetition process the child will remember and lock every word that continues to be repeated. The authors recommend that future studies use a type of direct observational research into the field, so that previously found data can be accurately proven with facts in the field.
Media Untuk Mengenalkan Huruf Pada AUD Sebagai Upaya Menstimulasi Perkembangan Keaksaraan Awal Haliza Syahbana; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v12i1.9136

Abstract

AUD merupakan anak 0-8 tahun dan berada di masa emas. Pertumbuhan dan perkembangan sangat penting di fase ini untuk diberikan stimulus, karena akan terbawa untuk menjalani kehidupan di masa depan. Menurut STPPA (Standar Tingkat Pencapaian perkembangan Anak) terdapat perkembangan bahasa terkait kemampuan keaksaraan awal. Perkembangan bahasa berkaitan dengan interaksi dan menyampaikan pesan yang terdiri dari keterampilan berbicara, menulis, mendengar dan membaca. Sebelum anak dapat membaca, anak terlebih dahulu harus dapat mengenal huruf yang berhubungan dengan kemampuan keaksaraan awal. Perkembangan keaksaraan awal setiap anak tentunya berbeda, sehingga saat ini masih terdapat anak usia dini yang masih belum mampu membaca, bahkan belum mengenal huruf alfabet. Maka dari itu, stimulasi perkembangan keaksaraan awal hendaknya diberikan sejak dini agar memiliki perkembangan bahasa yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari berbagai macam cara (media) untuk menstimulasi perkembangan keaksaraan awal melalui pengenalan huruf. Metode yang digunakan kajian pustaka, data kajian dikumpulkan dari berbagai sumber referensi. Hasil kajian dinyatakan perkembangan keaksaraan awal dapat meningkat dengan diberikan stimulasi menggunakan berbagai media pembelajaran, yakni menggunakan kancing huruf, busy book, papan flannel, kartu huruf, kartu kata bergambar dan kotak pintar yang dibuktikan dengan peningkatan persentase pada kemampuan mengenal huruf anak. Kata kunci: Anak Usia Dini, Perkembangan Keaksaraan Awal,Mengenal Huruf.
Penguatan Karakter Mandiri Melalui Metode Pembiasaan di TK Alphabet Kota Tasikmalaya Devi Regita Cahyani; Sima Mulyadi; Risbon Sianturi
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1258

Abstract

Anak yang mandiri bisa melakukan seluruh tugas yang dibebankan kepadanya secara sendirian tanpa dengan bantuan dari orang lain. Sifat inilah yang terkadang jarang terlihat pada anak usia dini. Kemandirian bisa diidentifikasi oleh berbagai macam indikator. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui penguatan karakter kemandirian melalui metode pembiasaan di Tk Alphabet. Maka dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan fakta-fakta secara komprehensif tentang karakter kemandirian anak usia dini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dikumentasi. Dari data yang terkumpul kemudian diolah untuk disajikan sebagai data yang utuh. Manfaat dari penulisan ini adalah untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai pentingnya media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Anak yang memiliki kemandirian dalam kegiatan belajar terlihat aktif, memiliki ketekunan dan inisiatif dalam mengerjakan tugas-tugas, menguasai strategi-strategi dalam belajar, memiliki tanggung jawab, mampu mengatur perilaku dan kognisinya serta memiliki kayakinan diri. Kemandirian merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional, dalam arti anak yang mandiri tidak akan tergantung pada bantuan orang lain dalam merawat dirinya secara fisik, dalam membuat keputusan secara emosi dan dalam berinteraksi dengan orang lain secara sosial yang ditunjukkan dengan anak melakukan hal sederhana, inisiatif, mencoba hal baru, mentaati peraturan dan bermain dengan teman sebaya, dan merasa aman, nyaman dan mampu mengendalikan diri.
Analisis kesulitan belajar membaca permulaan pada anak usia 7 tahun Rifa Fauziah; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19134

Abstract

Membaca permulaan adalah proses membaca tahap awal untuk menguasai kemampuan melek huruf, supaya anak mampu melafalkan, mengubah lambang tertulis menjadi bunyi yang bermakna. Meskipun saat ini masih banyak anak yang menunjukkan kesulitan belajar membaca permulaan. Penyebab kesulitan ini yaitu kurangnya perhatian dan motivasi dari orang tua dan lingkungan sekitar anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan mendeskripsikan atau menjelaskan tentang kesulitan belajar membaca permulaan pada anak usia 7 Tahun di Desa Indrajaya Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami oleh siswa ada dua, yaitu kurang mengenal simbol huruf (vokal dan konsonan) dan sulit menggabungkan huruf menjadi kata. Hal tersebut diperkuat dengan adanya wawancara, bahwa faktor penyebab anak belum bisa membaca yaitu terjadi kesalahan atau kurang motivasi dan bimbingan belajar di lingkungan rumahnya sehingga pada saat di lembaga pendidikan anak merasa berat untuk menjalani proses membaca. Kemampuan anak dalam belajar membaca permulaan sangat penting dan sangat berpengaruh pada kemampuan membaca tahap selanjutnya. Dalam setiap pembelajaran pasti ada kesulitan yang dihadapi oleh anak, namun hal tersebut menjadi tugas penting bagi guru, orang tua dan orang dewasa disekitar anak untuk memberikan motivasi dan bimbingan supaya anak mendapatkan setiap haknya untuk menjalakan tugas perkembangannya.
Peranan Pengasuh dalam Membantu Keterlambatan Berbicara Anak dengan Orang Tua yang Sibuk Egia Juliatul Paidah; Adi Saputra; Sima Mulyadi; Purwati Purwati
Journal of Millennial Community Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v6i1.45709

Abstract

Penelitian ini menyoroti kasus seorang anak berusia 4 tahun yang mengalami keterlambatan bicara. Dalam usia 4-6 tahun, anak seharusnya sudah dapat berbicara dengan kalimat sederhana, melaksanakan perintah lisan, menggunakan kata tanya, menyusun kalimat, dan mengenal tulisan sederhana. Namun, anak dalam penelitian ini belum mencapai perkembangan bahasa yang seharusnya. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Peneliti menemui narasumber secara langsung dan melihat objek penelitian untuk diobservasi. Peran keluarga, termasuk orang tua dan pengasuh, sangat penting dalam membantu perkembangan bahasa anak di lingkungan pendidikan dan rumah.Orang tua dapat memberikan stimulasi positif dalam kehidupan anak melalui sentuhan, perhatian, bimbingan, dan kebersamaan. Guru juga dapat bekerja sama dengan orang tua dalam mengembangkan bahasa anak melalui workshop dan pertemuan yang memberikan pemahaman tentang bagaimana orang tua dapat membantu anak dalam belajar bahasa.
Analisis Analisis Pembelajaran "Tari Hayu Batur" untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini: Peningkatan kecerdasan kinestetik Melalui Pembelajaran "Tari Hayu Batur" Rosa Nur Anisa; Sima Mulyadi; Rosarina Giyartini
Tunas Siliwangi Vol 10 No 1 (2024): VOL 10 N0 1, APRIL 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v10i1.4042

Abstract

Kinesthetic intelligence is intelligence where a person is skilled at using their body parts. Kinesthetic intelligence problems tend to have difficulty maintaining balance. This research aims at the importance of developing kinesthetic intelligence from an early age. The research uses a qualitative approach with descriptive methods. The methods used to collect data in this research include observation and interviews. In qualitative data analysis, there are three main stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of observations and interviews in Class B3 of Artanita Al- Khoeriyah Kindergarten, Hayu Batur dance learning provides changes, namely children with various difficulties are able to move all or part of their body, especially in coordinating movements between the head, legs and hands in an agile and flexible manner. Thus, learning the Hayu Batur dance has the potential to be a means of optimally increasing the development of kinesthetic intelligence in children.
Implementasi Pembelajaran STEAM Melalui Permainan Coding Robotik Dalam Melatih Problem-Solving Anak Usia Dini N. Siti Sopiah; Sima Mulyadi; Aini Loita
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 6 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v6i2.39735

Abstract

The purpose of this study is to describe the implementation of extracurricular STEAM robotic coding in training problem-solving skills for young children at Joy Kids National Plus Tasikmalaya Kindergarten. This type of research uses a descriptive qualitative approach through direct data collection at the research location. Data was obtained through literature study, observation, interviews with teachers, and documentation studies. Data analysis uses descriptive. The research results show that the process of implementing STEAM robotic coding learning includes the stages of child conditioning, apperception and provocation. The type of coding used is unplugged coding as the activity is able to provide stimulus to children in observing, recognizing and understanding the meaning of the commands contained in the circuit including direction and sequence. Through extracurricular robotic coding, STEAM can facilitate early childhood problem-solving skills by demonstrating skills in observing objects (observation), gathering information (collecting), processing information (Analyzing), and communicating information (communicating).
Perkembangan Bahasa Pada Anak Dengan Gangguan Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Salsabila, Siti Rahma Anissa; Yuniarti, Rima; purwati, purwati; mulyadi, sima
SAAT INI WEBSITE PAUDIA TELAH BERMIGRASI KE (https://journal2.upgris.ac.id/index.php/paudia) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i2.15615

Abstract

AbstractLanguage development is the basis of a child's abilities regarding the developmental stages, characteristics and age of each individual. Problems that occur today are found in children who experience disorders in their language development, where children experience delays in speaking (speech delay). The focus of this research focuses on the language development of children who experience language development problems, especially speech delays. The aim of this research is to provide information regarding language development, factors that influence speech problems or delays in children. The research method used is literature study by first collecting issues related to speech delays from relevant sources, in the form of books, journals and articles. The results obtained from the research explain that speech delays are influenced by several factors, one of which is a lack of stimulus from parents regarding the child's development. Therefore, as parents, you need to pay attention to your child's activities and development, so that every activity your child does can help stimulate his development.Keywords: Language Development; Speech Delay; Early ChildhoodAbstrakPerkembangan bahasa menjadi dasar kemampuan yang dimiliki anak terhadap tahapan perkembangan, karakteristik serta usia dari masing-masing individu. Permasalahan yang terjadi pada masa kini ditemukan anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya, dimana anak mengalami keterlambatan dalam berbicara (speech delay). Fokus penelitian ini berfokus pada perkembangan bahasa anak yang mengalami permasalahan perkembangan bahasa terutama dalam keterlambatan berbicara. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi terkait perkembangan bahasa, faktor yang mempengaruhi permasalahan atau keterlambatan bicara pada anak. metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur dengan mengumpulkan terlebih dahulu isu terkait keterlambatan bicara dari sumber yang relevan, berupa buku, jurnal dan artikel. Hasil yang diperoleh dari penelitian menjelaskan bahwa keterlambatan bicara ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya karena kurangnya stimulus dari orang tua terhadap perkembangan anak. Maka dari itu sebagai orang tua perlu memperhatikan kegiatan dan perkembangan anak, sehingga setiap kegiatan yang anak lakukan dapat membantu menstimulasi perkembangannya.Kata kunci: Perkembangan Bahasa; Keterlambatan Bicara; Anak Usia Dini
Primary School Students’ Reading Interest: What Are the Determining Factors? Utami, Karinta; Mulyadi, Sima
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4834

Abstract

This study's objectives were to measure students' interest in reading at Tasikmalaya City's Mangkubumi Elementary School and examine how the GLS was being used. Reading interest is an important skill to learn because reading is a habit that every child needs to develop from an early age in order to succeed academically. This study combined a quantitative technique with a descriptive methodology consist 45 students from the school took part in the study. A questionnaire with five indicators on a student's interest in reading and interviews with literacy-teacher were the study tools employed. The data were examined using a descriptive data analysis approach. The results showed that there were two indications with low scores: (1) the habit of supporting reading activities and (2) the desire to read. In addition, two indicators—the enjoyment of reading and interest in books—have ordinary values, while one indicator—the urge to read books—has a high value. The findings show that while respondents are already aware of the value of reading, they are not being encouraged to read at school or at home, which may be influencing their desire and interest in reading activities. This research is beneficial to the advancement of knowledge, particularly in the field of literacy in primary education.
Co-Authors Abdurozak, Dedi Adi Saputra Adi Saputra Afifah, Tsalitska Sindi Aini Loita Anggraeni, Cindy Anggraini, Diny Fadillah Anisa Rosidah Sopa Annisa Dena Salsabila Apriliani, Neli Apriliya, Seni Asep Muhamad Ihsan Aulia, Dwi Az Zahra, Alisa Kusuma Barokah, Annisa Naelul Budiman Chusna Arifah Damayanti, Debi Cahya Devi Regita Cahyani Dina Fydarliani Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dini Indriyani, Dini Egia Juliatul Paidah Ehan, Ehan Elan Elan, Elan Endang Hadiati Fadila Rahmah Faujiah, Sonia Fauziah, Sarah Fuadah, Ela Latifah Gaffar, Muhammad Andriana Gandana, Gilang Gandana, Gilar Gusmawati Gusmawati Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Haliza Syahbana Hamzah, Fauzi Hartini, Yanti Heni Handayani, Heni Heryanto, Dhita Amelia Putri Hidayat, Syarip Husniyyah, Sophia Choirotul Iryana, Rina Karinta Utami Karlimah Karlimah Lilis Lisnasari Lisnasari, Lilis Loita, Aini Maharani, Regina Aprilla Manzilatul Fathy Mega Sari Meutia Ayu Wintania Mia Rahmawati Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Musa’adah, Silpi Muslihin, Heri Yusuf N. Siti Sopiah Neli Vitriyani Syarifah Nida Hasanatul Faidah Nikma, Syarifah Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nunung Nurdiana NURAENI, RANI Nurazizah Nurazizah Nurdiana, Nunung Nurhidayanti, Manda Nurlita, Tesi Ayi Nurul Fauziah Nurussakinah, Thiana Oktaviani Puspita Oktavika Dewi Rukmandari Paidah, Egia Juliatul Pradipta, Ditya Pujiaswati, Resa Purwati Purwati Purwati Purwati Putri, Pia Permata QONITA Rahayu Dwi Utami Rahayu, Nur Sri Rahmawati , Riska Dewi Rakhmat, Cece Rani Nuraeni Ratih Resti Pauji Ratna Azshari Suhana Restu Pujianti Rifa Fauziah Rifasya Nurfadillah Rina Iryana Risbon Sianturi Riska Amelia Romdhon, Deden Muhamad Rosa Nur Anisa Rosa Nur Anisa Rosarina Giyartini Rostini, Deti Salsabila, Annisa Dena Salsabila, Siti Rahma Anissa Saputra, Erwin Rahayu Sari, Popy Puspita Sauri, R Supyan Seli Amalia Kotrunnada Sianturi, Risbon Sifa, Andini Nurlia Soendari, Tjutju Sugiarmin, Muhamad Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumar Sumardi, Sumardi Sunardi Sunardi Syarif Hidayat Syarip Hidayat Syifa Azkia Purwanti Taopik Rahman Ulpiyati, Alin Utami, Karinta Wahidin, Didin Winda Febrianti Millenia Wintania, Meutia Ayu Yuniarti, Rima Yuningsih, Thia Isri Zahidah, Izmi Khalda