p-Index From 2021 - 2026
10.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Usia Dini PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JCE (Journal of Childhood Education) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Basicedu Journal on Education Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Kajian Gender dan Anak JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) NANAEKE Journal Of Millennial Community MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edukasi: Journal of Educational Research Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Journal of Social Research PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Jurnal Basicedu JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

METODE BERMAIN PERAN MAKRO SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN : TINJAUAN PUSTAKA Fauziah, Nurul; Elan, Elan; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.91 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30441

Abstract

Early childhood education is very important for children because early childhood is in the golden age. Atthis time all aspects of child development are very important to be developed, especially children's socialdevelopment. The child's social development will develop when the child has social skills. Children's socialskills are very important because this will become a provision when the child enters a wider social world,where the influence of friends and social environment will affect his life. Children's social skills need to bedeveloped because basically every child will need help from others and will live to be social people, but inreality there are still many children who cannot socialize with others. Therefore children need to be helpedin order to have social skills in themselves. Children's social skills can be developed with fun methods. Oneof them is the method of playing macro roles. Macro role play is one of the fun active play activities, byplaying the role of children given the opportunity to explore what they encounter in the surroundingenvironment. Most children really like to play roles, because basically children are accomplished imitators.The method of playing macro role can be done when learning in early childhood education by designinglearning designs with indicators that are appropriate to the implementation of role playing.Pendidikan anak usia dini sangat penting bagi anak karena anak usia dini berada dalam masa keemasan(Golden Age). Pada masa ini seluruh aspek perkembangan anak sangat penting untuk dikembangkan,terutama perkembangan sosial anak. Perkembangan sosial anak akan berkembang ketika anak memilikiketerampilan sosial. Keterampilan sosial anak sangat penting karena hal ini akan menjadi bekal saat anakmemasuki dunia pergaulan yang lebih luas, dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akanmempengaruhi kehidupannya. Keterampilan sosial anak perlu dikembangkan karena pada dasarnya setiapanak akan memerlukan bantuan orang lain dan akan hidup menjadi manusia sosial, namun dalamkenyataannya masih banyak anak yang tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain. Oleh karena itu anakperlu dibantu agar memiliki keterampilan sosial pada dirinya. Keterampilan sosial anak dapat dikembangkandengan metode dan cara yang menyenangkan. Salah satunya metode bermain peran makro. Bermain peranmakro merupakan salah satu kegiatan bermain aktif yang menyenangkan, dengan bermain peran anak diberikesempatan untuk mengeksplorasi apa yang mereka temui di lingkungan sekitarnya. Kebanyakan anaksangat menyukai bermain peran, karena pada dasarnya anak merupakan peniru yang ulung. Metode bermainperan makro bisa dilakukan saat pembelajaran di pendidikan anak usia dini dengan cara menyusunrancangan pembelajaran dengan indikator yang sesuai dengan pelaksanaan bermain peran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MONTASE PADA ANAK USIA DINI Afifah, Tsalitska Sindi; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30454

Abstract

This study aims to determine how the effect of montage activities in improving motor skills in early childhood. Forearly childhood education is certainly an effort that must be given to improve the quality of a child's self. ThroughEarly Childhood Education (PAUD) is carried out on children up to the age of six years by helping the growth anddevelopment of children both physically and spiritually to help prepare a child in entering further elementary schooleducation. The development aspects of each child will be different, which is influenced by the readiness or sensitivityof each child including the child's physical abilities. Physical motor in this case fine motor skills are influenced byopportunities to practice and learn. To support motor physical abilities of early childhood can be improved throughmontage activities. This montage activity includes several aspects in the form of cutting, arranging, and sticking. Inthis study using the method of library research and library research / library research is a study conducted onlybased on written works, including the results of research both those that have not been published. The data neededin research can be obtained from library sources or documents. Data collection methods in this study were carriedout by taking data in the library, reading, recording, and processing research materials. Based on the results ofresearch from previous researchers who were used as a source of literature in this study concluded that the finemotor skills of children who were warned through montage activities also increased starting from pre-action, thefirst cycle, and increased again in the second cycle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kegiatan montase dalam meningkatkankemampuan motorik pada anak usia dini. Bagi anak usia dini pendidikan tentunya menjadi suatu upaya yang harusdiberikan untuk meningkatkan kualitas diri seorang anak. Melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilakukanpada anak hingga berusia enam tahun dengan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara jasmanimaupun rohani untuk membantu mempersiapkan seorang anak dalam memasuki pendidikan sekolah dasarselanjutnya. Aspek perkembangan setiap anak akan berbeda, yang dipengaruhi oleh kesiapan atau masa peka masingmasing anak termasuk juga dalam kemampuan fisik anak. Fisik motorik yang dalam hal ini kemampuan motorikhalus dipengaruhi oleh kesempatan berlatih dan belajar. Untuk mendukung kemampuan fisik motorik anak usia dinidapat ditingkatkan melalui kegiatan montase. Kegiatan montase ini meliputi beberapa aspek berupa menggunting,menyusun, dan menempel. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan studipustaka/riset pustaka yaitu sebuah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasilpenelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapatdiperoleh dari sumber pustaka atau dokumen. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan denganmengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian daripeneliti terdahulu yang dijadikan sebagai sumber kepustakaan pada penelitian ini menyimpulkan jika kemampuanmotorik halus anak yang ditingatkan melalui kegiatan montase juga mengalami peningkatan mulai dari pratindakan,Siklus pertama, dan meningkat lagi pada Siklus kedua. 
ANALISIS PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI Rahayu, Nur Sri; Elan, Elan; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40743

Abstract

Gadgets are one of the products of modern technology that are widely used by humans, there are many benefits that can be felt from gadgets but if they are used excessively without any control, it can have a negative effect on users, especially if the user is an early age wich is an infortant age in human life. The pupose of this research is to analyzeuse gadgets by early childhood and their role in assisting the use of gadgets. This research uses an approach with the type of case study method. The results of the study show that children use gadgets to play games, watch entertainment on youtube and also to learn to read and count from the “ Aplikasi Belajar TK dan PAUD Lengkap”. Children often focus when their parent call, sometimes while when they are not given permission to play gadgets, children also seem to have problems in their speaking skills, even though the child is already 6 yeas old, many of words spoken by child still cannot be understood. In an effort made by parents to prevent negative things from using gadgets by accompanying children when using gadgets, ensuring that they do not see content that is not appropriate for the child’s age.Gadget merupakan salah satu produk hasil teknologi modern yang banyak digunakan oleh manusia. Banyak manfaat yang dapat dirasakan dari gadget akan tetapi jika penggunaannya berlebihan tanpa adanya kontrol bisa memberikan efek negative terhadap penggunanya terlebih jika penggunanya merupakan anak usia dini yang dimasa masa ini merupakan usia penting dalam kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis penggunaan gadget oleh anak usia dini dan peran dalam mendampingi penggunaan gadget. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode studi kasus. Hasil dari penelitian diketahui bahwa anak menggunakan gadget untuk bermain game, menonton hiburan di youtube dan juga untuk belajar baca hitung dari “ Aplikasi Belajar TK dan PAUD Lengkap”. Anak sering fokus saat bermain gadget, tidak menjawab saat orang tuanya memanggil, terkadang merengek saat tidak diberi ijin untuk bermain gadget, anak juga terlihat mengalami permasalahan dalam kemampuan berbicaranya, meskipun anak sudah berusia 6 tahun tapi masih banyak dari kata-kata yang di ucapakan anak masih belum dapat di mengerti. Dalam upaya yang dilakukan orang tua untuk mencegah hal-hal negatif dari penggunaan gadget dengan cara menemani anak saat menggunakan gadget, memastikan tidak melihat konten yang tidak sesuai dengan usia anak.
Pengaruh Tabel Perkalian Jurus Jari Sakti terhadap Peningkatan Kemampuan Perkalian pada Anak Tunagrahita ringan Soendari, Tjutju; Sugiarmin, Muhamad; Sunardi, Sunardi; Mulyadi, Sima; Ehan, Ehan
JASSI ANAKKU Vol 11, No 1 (2011): JASSI Anakku: Volume 11, Issue 1, 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7608.497 KB) | DOI: 10.17509/jassi.v11i1.3953

Abstract

Pcnelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang objektif tcntang pengaruh tabel perkalian jurus jari sakti terhadap peningkatan kemampuan perkalian pada anak tunagrahita ringan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pcnelitian ini menggunakan metode eksperimen melalui single subject research dengan desain penelitian A-B-A. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan statisitik deskriptif dan hasilnya ditampilkan melalui tabel dan grafik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tabel perkalian jurus jari sakti dapat meningkatkan kemampuan perkalian pada anak tunagrahita ringan.Kata kunci: tunagrahita, perkalian, jurusjari sakti.
Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Selama Pembelajaran Jarak Jauh Di Raudhatul Athfal Restu Pujianti; Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/as-sibyan.v6i2.4919

Abstract

Children’s social emotional development is the child’s achievement in adjusting to his environment and understanding his feelings when interacting with others. This emotional social development can develop one of which is through learning activities in schools where children learn various things and interact with many people, especially peers. There are three indicators of the achievement of social emotional development in early childhood, namely self-awareness, a sense of responsibility for oneself and others, and prosocial behavior. In this article, the author describe the social emotional development of children aged 5-6 years during distance learning at Raudhatul Athfal in Cipedes District, Tasikmalaya City. The research method used in this research is descriptive quantitative using a survey across sectional research desain, namely data collection is carried out at one time. Keywords: early childhood; social emotional; distance learning. References Age, J. G., & Hamzanwadi, U. (2020). Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 4(01), 181–190. https://doi.org/10.29408/jga.v4i01.2233. Al Amin, M. N. K. (2020). Menakar Nilai Kemanfaatan dari Penangguhan Walimat Al- ‘Ursy Di Masa Darurat COVID-19 Melalui Sadd Adz-Dzari’ah. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 10(1), 27–38. Davies, P. D. O. (2002). Multi-drug resistant tuberculosis. CPD Infection, 3(1), 9–12. Desmita. (2013). Psikologi Perkembangan. PT. Remaja Rosdakarya. Dewi, AR., Mayasarokh, M., Gustiana, E. (2020). Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini. 04 (1). 181-190. Eliningsih, E. (2021). Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di SDN 15 Perawang. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 6(1), 25–36. Hidayat, F., Hidayat, I., Ghofur, A., & Santoso, F. S. (2021). Penanganan Kesehatan Pasien Reaktif COVID-19 Melalui Terapi Zikir Dan Lingkungan Wawasan Pengalaman Subyektif. Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 11(1), 1–12. Ifadah, Y. K. (2019). Upaya Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Dharma Wanita Desa Totokan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Ifadah, Y. K. (2019). Upaya Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Dharma Wanita Desa Totokan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Khaironi, M. (2018). Perkembangan Anak Usia Dini. 3 (1). 1-12. Lestari, R. H., & Alam, S. K. (2019). Analisis Keterlibatan Ayah dalam Mengembangkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. 3(Juni), 1–8. Mastoah, I., & MS, Z. (2020). Kendala Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Pada Masa Covid 19 Di Kota Serang. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 121–128. Nurhasanah, N. (2020). Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Keterampilan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun. In Universitas Pendidikan Indonesia (Vol. 68, Nomor 1). Universitas Pendidikan Indonesia. Pandoman, A. (2020). Analisis Quietus Politik Terhadap Upaya Pemerintah Menangani Wabah Covid-19 Pasca Deklarasi Public Health Emergency Of International Concern (PHEIC). Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 10(1), 1–12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Sujiono, Y. N. (2016). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT. Indeks. Sujiono, YN. (2016). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19). Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19). Surur, A. M., & Nadhirin, A. U. (2020). Manajemen Waktu Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19 Pada TK Dharma Wanita 1 Baleturi. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). Yusuf, S. (2011). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. PT. Remaja Rosdakarya.
Inovasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan Sejak Usia Dini (Rintisan Pemikiran dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus) Sima Mulyadi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i1.6029

Abstract

Inovasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan Sejak Usia Dini (Rintisan Pemikiran dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus)
Permainan Congklak dalam Menstimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Dina Fydarliani; Heri Yusuf Muslihin; Sima Mulyadi
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 1 (2021): March-Agust
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i1.499

Abstract

Permainan congklak merupakan permainan tradisional yang sampai saat ini masih dikenal di masyarakat, namun seiring dengan perkembangan zaman, permainan congklak mulai ditinggalkan karena sudah ada yang lebih canggih sehingga perlahan mulai dilupakan oleh masyarakat terutama anak-anak. Meski permainan congklak digunakan untuk kesenangan semata, ternyata jika diteliti lebih dalam permainan  congklak memiliki manfaat terkhusus dalam mengambangkan aspek perkembangan kognitif bagi anak usia dini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan bagaimana permainan congklak dapat menstimulasi dari segi aspek perkembangan kognitif anak usia dini, sehingga pemanfaatan permainan congklak dapat lebih dikembangkan  dalam penggunaannya, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran. Peneliti memilih pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun sasaran penelitian adalah Guru TK sebagai narasumber dengan alat pengumpulan data berupa lembar wawancara dan lembar ceklis. Hasil penelitian membuktikan bahwa permainan congklak dapat mengembagkan perkembangan kognitif seperti:  keterampilan membilang, keterampilan menghitung dan menjumlah, mengasah Analisa, mengatur strategi, dsb. Dengan adanya artikel ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan permainan congklak baik di masyarakat maupun sebagai media pembelajaran.
UPAYA MELATIH KEMANDIRIAN PADA ANAK BERDASARKAN ORANG TUA YANG BEKERJA Oktavika Dewi Rukmandari; Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This study aims to examine the use of early childhood education of non-formal education, namely the family in the efforts of parents in practicing independence in children. The subject of this research is one of the working parents. The research method used is descriptive qualitative. Data collection is done by observation, interviews, documentation and results of field notes. The data analysis technique used refers to the concept of Miles and Hubberman while the qualitative data analysis is carried out interactively and continuously to the point where saturated data is collected without the acquisition of new data or information. The process of data analysis adds data reduction, data presentation and conclusions and verification is given. Checking the validity of the data is done by triangulating the data. The findings of the research show parents instill an independent attitude to children through a simple way of accustoming children to carry out daily activities together by minimizing assistance from adults. In conclusion, independence must be achieved directly by the child through exercise or stimulation provided by parents.Penelitian ini  bertujuan untuk mencermati pemanfaatan pendidikan paud non formal yaitu keluarga dalam upaya orang tua dalam melatih kemandirian pada anak. Subyek penelitian ini salah satu orang tua yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakanan merujuk pada konsep Miles dan Hubberman dimana analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan bekelanjutan secara terus menerus hingga data jenuh yang ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Proses analisis data  meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pemeriksaan  keabsahan data dilakukan dengan  triangulasi data. Temuan hasil penelitian menujukkan bahwa orang tua menanamkan sikap mandiri kepada anak melalui berbagai cara sederhana yaitu membiasakan anak untuk melakukan aktivitas sehari-harinya sendiri dengan meminimaliris bantuan dari orang dewasa. Kesimpulannya bahwa kemandirian harus diraih secara langsung oleh anak melalui latihan atau stimulasi yang diberikan oleh orang tua.
ANALISIS KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL-IKHWAN Nida Hasanatul Faidah; Sima Mulyadi; Elan Elan
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Early education is very important. At an early age, children are undergoing a process of growth and development. There are six aspect development in children, one of which is the cognitive aspect. Development in children can develop optimally, if the people around the child provide the right stimulation at each stage of its development. This study aims to determine the ability number symbols in childen aged 5 to 6 years in RA Al-Ikhwan, Cikalong District. The type of research conducted in this research is qualitative. The subjects in this study were children aged 5 to 6 years at RA Al-Ikhwan. The data collection technique used in this study is observation and interview. Observation here is by making direct observations during the learning process on the ability of children aged 5 to 6 years to recognize number symbols.  The data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis. This study found that the ability to recognize number symbols was not optimal, indicated by the scores obtained by children on each question an average of 2 with the category Starting to Develop. Based on the results of interviews, one of the factors that influence this is the lack of availability of learning media that can facilitate the ability to recognize number symbols. Pendidikan sejak dini sangat penting untuk diperhatikan. Pada usia dini,  anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Terdapat enam aspek perkembangan pada anak, salah satunya yaitu aspek kognitif. Perkembangan pada anak dapat berkembang secara optimal, jika orang-orang yang berada disekitar anak memberikan stimulasi yang tepat pada setiap tahapan perkembangannya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 5 sampai 6 tahun di RA Al-Ikhwan kecamatan Cikalong. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu anak-anak yang berusia 5 sampai 6 tahun di RA Al-Ikhwan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Observasi disini yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung pada saat proses pembelajaran terhadap kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian  ini mendapatkan hasil bahwa kemampuan anak usia 5 sampai 6 tahun di RA Al Ikhwan dalam mengenal lambang bilangan belum optimal, ditunjukkan dengan hasil skor yang didapatkan oleh anak pada setiap pertanyaan rata-rata 2 dengan kategori MB (Mulai Berkembang). Berdasarkan hasil wawancara, salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya  ketersediaan media pembelajaran  yang  dapat memfaslitasi kemampuan mengenal lambang bilangan. 
PRESCHOOL POLA ASUH OTORITER DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK 4-5 TAHUN DI RA AL-ISHLAH: Pola Asuh Otoriter dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak 4-5 Tahun di RA AL-ISHLAH Endang Hadiati; Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1326

Abstract

Tujuan penelitian ini yaituuuntuk mendeskripsikan pola asuh otoriter dalam perkembangan sosial emosional anak di RA AL-ISHLAH. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh otoriter dalam perkembangan sosial emosional anak di RA AL-ISHLAH memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Pola asuh otoriter ini cenderung memaksa dan menuntut apa yang diperintahkan olehnya tanpa mendengarkan keinginan anak. oleh karena itu, perkembangan sosial emosional dengan pola asuh otoriter ini cenderung memiliki dampak negatif, yaitu anak memiliki sikap pemalu, takut ketika melihat dunia baru, cemas dan tidak mampu mengontrol emosinya dengan baik. Namun, dalam hal akademik anak yang gaya pengasuhannya otoriter cenderung pintar karena aturan ketat yang diberikan oleh orang tuanya. Kata Kunci: Pola asuh otoriter, anak usia dini, perkembangan sosial emosional anak 4-5 tahun
Co-Authors Abdurozak, Dedi Adi Saputra Adi Saputra Afifah, Tsalitska Sindi Aini Loita Anggraeni, Cindy Anggraini, Diny Fadillah Anisa Rosidah Sopa Annisa Dena Salsabila Apriliani, Neli Apriliya, Seni Asep Muhamad Ihsan Aulia, Dwi Az Zahra, Alisa Kusuma Barokah, Annisa Naelul Budiman Chusna Arifah Damayanti, Debi Cahya Deden Muhamad Romdhon Devi Regita Cahyani Dina Fydarliani Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dini Indriyani, Dini Egia Juliatul Paidah Ehan, Ehan Elan Elan Elan, Elan Endang Hadiati Fadila Rahmah Faujiah, Sonia Fauziah, Sarah Fuadah, Ela Latifah Gaffar, Muhammad Andriana Gandana, Gilang Gandana, Gilar Gusmawati Gusmawati Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Haifa, Nisrina Haliza Syahbana Hamzah, Fauzi Hartini, Yanti Heni Handayani, Heni Heryanto, Dhita Amelia Putri Hidayat, Syarip Husniyyah, Sophia Choirotul Iryana, Rina Karinta Utami Karlimah Karlimah Lilis Lisnasari Lisnasari, Lilis Loita, Aini Maharani, Regina Aprilla Manzilatul Fathy Mega Sari Mia Rahmawati Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Musa’adah, Silpi Muslihin, Heri Yusuf N. Siti Sopiah Neli Vitriyani Syarifah Nida Hasanatul Faidah Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nunung Nurdiana NURAENI, RANI Nurazizah Nurazizah Nurdiana, Nunung Nurhidayanti, Manda Nurlita, Tesi Ayi Nurul Fauziah Nurussakinah, Thiana Oktaviani Puspita Oktavika Dewi Rukmandari Paidah, Egia Juliatul Pradipta, Ditya Pujiaswati, Resa Purwati Purwati Purwati Purwati Putri, Pia Permata Qonita, Qonita Rahayu Dwi Utami Rahayu, Nur Sri Rahmawati , Riska Dewi Rakhmat, Cece Rani Nuraeni Ratih Resti Pauji Ratna Azshari Suhana Restu Pujianti Rifa Fauziah Rifasya Nurfadillah Rina Iryana Riska Amelia Rosa Nur Anisa Rosa Nur Anisa Rosarina Giyartini Rostini, Deti Salsabila, Annisa Dena Salsabila, Siti Rahma Anissa Saputra, Erwin Rahayu Sari, Popy Puspita Sauri, R Supyan Seli Amalia Kotrunnada Sianturi, Risbon Sifa, Andini Nurlia Soendari, Tjutju Sugiarmin, Muhamad Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumar Sumardi, Sumardi Sunardi Sunardi Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarifah, Neli Vitriyani Syarip Hidayat Syifa Azkia Purwanti Taopik Rahman Ulpiyati, Alin Utami, Karinta Wahidin, Didin Winda Febrianti Millenia Wintania, Meutia Ayu Yuniarti, Rima Yuningsih, Thia Isri Zahidah, Izmi Khalda