p-Index From 2021 - 2026
10.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Usia Dini PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JCE (Journal of Childhood Education) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Basicedu Journal on Education Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Kajian Gender dan Anak JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) NANAEKE Journal Of Millennial Community MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edukasi: Journal of Educational Research Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Journal of Social Research PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Jurnal Basicedu JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

MELALUI PERMAINAN KARTU ANGKA SEBAGAI ALAT UNTUK MENGENALKAN KONSEP LAMBANG BILANGAN SEMI KONKRET 1 SAMPAI 10 PADA ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN PENELITIAN QUASI EXPERIMENT Riska Amelia; Elan Elan; Sima Mulyadi
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol 1, No 4 (2020): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v1i4.3554

Abstract

Matematika mempermudah kegiatan manusia sehari-hari misalnya kegiatan ekonomi, politik, budaya, kesehatan dan lain-lain sehingga perlu diajarkan sejak dini. Akan tetapi, berdasarkan hasil pengamatan peneliti, metode pembelajaran matematika di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ada yang belum menggunakan bimbingan, penalaran, dan permainan. Hal ini tidak sesuai dengan karakteristik dan prinsip pembelajaran anak usia dini. Kondisi ini melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran matematika anak usia dini dengan menggunakan bimbingan, penalaran, dan permainan. Hasil pengembangan adalah sebuah produk untuk pembelajaran matematika anak usia dini di lembaga PAUD. Produk ini merupakan benda-benda manipulatif yang terdiri dari permainan benda konkret, permainan benda semi konkret, dan permainan balok matematika. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid yang ditunjukkan oleh hasil rata-rata validasi oleh dua validator, memenuhi kriteria praktis yang ditunjukkan oleh hasil penilaian pengguna, dan memenuhi kriteria efektif yang ditunjukkan oleh rata-rata hasil tes penilaian anak.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI TEKNIK MOZAIK PADA ANAK DOWN SYNDROME DI KAMPUNG BABAKAN SAWAH Rahayu Dwi Utami; Sima Mulyadi; Rosarina Giyartini Giyartini
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.799 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i2.869

Abstract

Improvement of fine motor skills through mosaic technique in one of the Down Syndrome children in Babakan Sawah village. This research is based on the observations and experiences of researchers that fine motor skills in one of the Down Syndrome children are still low. The limitations of the media at home, as well ase the lack of stimulus provided by parents in improving fine motor skill is less than optimal. This research is uses single case experimental method with a one child, who is seven years old, famale, as a participant involved in this research. The teachnique of collecting data is observation sheets, and documentation, while for data analysis technique using descriptive statistics. The conclusion of this research is using mosaiq technique for improvement of fine motor skills in the Down Syndrome children in Babakan Sawah village. The ability of the child’s fine motor skills before being given the intervention has not yet developed (BB), in intervention 1 begins to develop (MB), and after being given th intervention it develope as expected (BSH). From this description, it can be concluded that the application of the mosaic technique can improve fine motor skills of Down syndrome in Babakan Sawah village. Based on the conclusions, tp parents who have the Down Syndrome children, it is suggested that parents who have children with special need should be able to provide stimulus to children in improving soft motor skills
Analisis Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di RA Al-Masoem Kabupaten Tasikmalaya Risbon Sianturi; Sima Mulyadi; Winda Febrianti Millenia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.602 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5747

Abstract

Bagi anak usia dini penting untuk berlatih menggunakan otot-otot besar dalam kegiatan motorik halus karena penundaan pengembangan koordinasi motorik kasar mungkin berdampak negatif terhadap perkembangan motorik halus anak maka guru sebaiknya mendorong anak terlibat dalam semua jenis kegiatan manipulatif sehingga mereka bisa belajar menerapkan kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan tangan dan jemari dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Al-Masoem Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil pengolahan data deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi anak secara langsung juga dengan wawancara kepada guru. Kenyataan yang terjadi masih terdapat enam anak dari partisipan empat belas yang kemampuan perkembangan motorik halusnya rendah. Disebabkan oleh banyak faktor diantaranya pembelajaran yang monoton, metode pembelajaran kurang menarik seta kegiatan yang kurang mendukung aspek-aspek perkembangan motorik halus anak. Aspek perkembangan yang masih rendah berkaitan dengan ketangkasan dan penggunaan jari tangan, kelenturan pergelangan tangan dan koordinasi mata dan tangan. Anak masih memerlukan bimbingan dan latihan secara rutin baik dari guru maupun orang tua agar kemampuan motorik halus anak berkembang secara optimal.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Aktivitas Finger Painting Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi; Anisa Rosidah Sopa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.549 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5776

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya anak yang memiliki keterlambatanperkembangan pisik motorik karena adanya gangguan pada system syaraf dan memiliki kerusakan pada otot-otot kecil yang mengakibatkan kekakuan pada pergerakan. Subjek penelitian ini adalah anak berjenis kelamin laki-laki berusia 6 tahun di kober Al-Barokah yang mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus seperti menulis, memegang benda, membuka tutup jari jemari tangan, mengoles dengan rapih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah finger painting dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian subjek tungal / Single subject Researc (SSR) dengan desain A-B-A. Hasil analisis data yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan perolehan data pada setiap fase, baseline-1(A-1) yaitu kondisi awal kemampuan motorik halus anak mendapatkan persentase sebesar 46,2% pada kondisi B anak diberikan perlakuan melakui finger painting memperoleh hasil 63,9 % pada kondisi baseline-2 (A2) setelah pemberian tritmen memperoleh hasil 85,3% dari perolehan nilai persentase penelitian tersebut bahwa menggunakan finger painting dapat meningkatkan motorik halus anak.
Bagaimana Kemampuan Kreativitas Anak Dengan Masalah Obesitas Melalui Penerapan Media Buku Panduan Menggambar Tema Diriku ? Neli Vitriyani Syarifah; Risbon Sianturi; Sima Mulyadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.464 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3512

Abstract

AbstrakPenelitian ini mempunyai latar belakang masalah pada kemampuan kreativitas dalam kegiatan menggambar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya meningkatkan kemampuan kreativitas anak dengan masalah obesitas melalui penggunaan media melalui buku panduan menggambar tema diriku. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah dua orang dari kelompok A, yaitu satu anak dan satu guru. Hasil penelitian yang diperoleh ialah penggunakan media buku panduan menggambar tema diriku diimplementasikan berdasarkan tahapan secara sistematis yang dilakukan selama 13 pertemuan dan diberikan treatment, sehingga dapat meninngkatkan kemampuan kreativitas anak dengan menggambar melalui bentuk dasar.Kata Kunci: Studi Kasus, Kemampuan Kreativitas, Treatment. AbstractThis research has a problem background on the ability of creativity in drawing activities. The purpose of this study is to describe how efforts to improve the creative ability of children with obesity problems through the use of media through a guide book for drawing the theme myself. The research method used in this research is quialitative with a case study approach. The subjects involved in this study amounted to two people from group A, namely one child and one teacher. The result of the research obtained are that the use of the self-themed drawing guide book is implemented based on stages systematically carried out during 13 meetings and given treatment, so that it can improve cihldren’s creativity skills by drawing through basic shapes.Keywords: Case Studies, Creativity Skills, Treatment.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Hiperaktif Usia 6 Tahun Melalui Kegiatan Mozaik Sima Mulyadi; Risbon Sianturi; Gusmawati Gusmawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.504 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3513

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan anak yang hiperaktif dalam perkembangan motorik halusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan treatment pada anak hiperaktif, agar anak mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik halusnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini satu orang anak berusia 6 tahun di kelompok B TKA Nurul Huda Cibangbay Tamansari Kota Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini anak mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik halusnya setelah diberikan 13 treatment melalui teknik mozaik oleh peneliti.Kata Kunci: Studi Kasus, Motorik Halus, Treatment. AbstractThis research is motivated by the problem of hyperactive children in their fine motor development. The purpose of this study is to provide treatment to hyperactivity children, so that children experience an increase in their fine motor development. The research method used is a case study using a qualitative approach. The subject of this research is one 6 year old child in group B TKA Nurul Huda Cibangbay Tamansari Tasikmalaya City. The results of this study showed that children experienced an increase in their fine motor development after being given 13 treatments through the mosaic technique by the researcher.Keywords: Case Study, Fine Motor, Treatment
Penggunaan Media Pembelajaran Busy Book Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Hiperaktif Usia 5-6 Tahun di Kober Sabina Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi; Nunung Nurdiana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.282 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3515

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran Busy Book dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak hiperaktif usia 5-6 Tahun di Kober Sabina. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Single Subject Research dan memiliki desain penelitian A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik yang berinisial Y yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan motorik halusnya. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran bussy book. Media bussy book merupakan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan motorik halus karena berisi kegiatan seperti mengancing baju, meretsleting, melipat kain, menempel bentuk geometri, dan membuat rantai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan perkembangan motorik halus anak hiperaktif dibuktikan dengan hasil penelitian sebanak 13 sesi. Fase baseline 1 (A-1) memperoleh rata-rata skor 48,6%, fase intervensi (B) rata-rata skor 67,2%, dan pada fase baseline-2 (A-2) rata-rata skor 90,1%. Data yang diperoleh pada fase tersebut memiliki kestabilan yang tinggi yakni 100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa media busy book dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak hiperaktif.Kata Kunci: Media Pembelajaran Busy Book, Perkembangan Motorik, Anak Hiperaktif AbstractThis study aims to determine the use of Busy Book learning media in improving fine motor development in hyperactive children aged 5-6 years in Kober Sabina. The research method used in this study is a quantitative research method with a Single Subject Research approach and has an A-B-A research design. The subjects in this study were students with the initials Y who had difficulty in improving their fine motor skills. The media used in this study is a bussy book learning media. Busy book media is a medium that can be used to improve fine motor skills because it contains activities such as buttoning clothes, zippers, folding fabrics, sticking geometric shapes, and making chains. The results of this study indicate that an increase in the fine motor development of hyperactive children is evidenced by the results of a study of 13 sessions. The baseline phase 1 (A-1) obtained an average score of 48.6%, the intervention phase (B) an average score of 67.2%, and in the baseline-2 phase (A-2) the average score was 90.1 %. The data obtained in this phase has a high stability of 100%, so it can be concluded that busy book media can improve the fine motor development of hyperactive children.Keywords: Busy Book Learning Media, Motor Development, Hyperactive Children.
Dasar Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Nilai Moral Agama Anak Usia 5-6 Tahun Edi Hendri Mulyana; Sima Mulyadi; Lilis Lisnasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.858 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3613

Abstract

AbstrakAnak usia dini adalah individu yang berada pada masa ( golden age ), dimana pada masa ini anak memiliki kemampuan luar biasa untuk meniru apa yang dilihat dan didengar oleh alat indra. Pada masa usia nol sampai enam tahun merupakan masa terbaik untuk anak tumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya anak membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menstimulus agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan baik. Salah satu aspek capaian perkembangan anak usia dini adalah nilai moral agama. Dengan aspek nilai moral agama, anak diharapkan memiliki karakter yang baik dan mampu berkontribusi dalam masyarakat ketika anak dewasa. Guru dan orangtua harus mengetahui perkembangan nilai moral agama agar dapat diperhatikan dengan seksama melalui sebuah penilaian. Salah satu alat untuk mengetahui capaian pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dengan instrumen deteksi dini. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar kebutuhan dalam pengembangan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) yang mengacu pada model generik karya McKenney & Reeves. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melakukan tahap analisis masalah dan eksplorasi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pendahuluan yaitu studi literatur dan studi lapangan. Sehingga hasil penelitian yang didapat menghasilkan berbagai dasar kebutuhan mengenai pengembangan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun dan akan dijadikan sebagai pedoman dalam rancangan produk pengembangan berupa buku panduan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usai 5-6 tahun.  Kata Kunci: Instrumen Deteksi Dini, Anak Usia Dini, Nilai Moral Agama. AbstractEarly childhood is an individual who is in  the golden age, where at this time children have the extraordinary ability to imitate what is seen and heard by the senses. The age of zero to six years is the best time for children to grom and develop. In the process, children need adult assistance to stimulate children’s growth and development to run well. One aspect of the achievement of the early childhood development is the moral value of religion. With aspects of religion moral values, children are expected to have good character and be able to contribute to society when they grow up. Teachers and parents must know the development of religious moral values so that they can be considered carefully through an assessment. One of the tools to determine the achievement of children’s growth and development is the early detection instrument. So this study aims to determine the basic needs in the development of early detekction instrument for the development of religious moral values for children aged 5-6 years. The method used in this research is Educational Design Research (EDR) which refers to the generic model by McKenney & Reeves. In this study, the researcher only carried out the problem analysis and exploration phase. Data was collected by means of preliminary studies, namely literature studies and field studies. So that the research results obtained produce various basic needs regarding the development of instruments for early detection of the development of religious moral values for children aged 5-6 years and will be used as guidelines in the design of development products in the form of a guide book for early detection instrument for the development of religious moral values for children after 5-6 years.  Keywords: Early Detection instrument, Early Childhood, Religious Moral Value
Bagaimana Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Sosial Anak ? Annisa Dena Salsabila; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.18 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3637

Abstract

AbstrakDeteksi dini merupakan sebuah upaya penjaringan yang dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan penyimpangan pada tumbuh Kembangan anak dan mengetahui serta mengenal faktor dan resiko anak yang mengalami penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun, menghasilkan instrumen deteksi dini sosial anak usia 4 tahun dan terbentuknya perkembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan Educational Design Research (EDR) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk merancang pengembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun. Tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok A. Instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun merupakan menjaring permasalahan perkembangan sosial anak dan untuk mengoptimalkan perkembangan sosial anak.Kata Kunci: Instrumen, Deteksi Dini, Perkembangan Sosial AbstractEarly detection is a comprehensive screening effort to find deviations in the growth and development of children and to know and recognize the factors and risks of children experiencing deviations. This study aims to develop an instrument for early detection of social development for children aged 4 years, produce instruments for early detection of social development for children aged 4 years and the development of instruments for early detection of social development for children aged 4 years for the benefit of early childhood education. The research design uses Educational Design Research (EDR) which is a research method used to design the development of an early detection instrument for the social development of children aged 4 years. The analysis and exploration phase uses observation techniques and interview techniques to group A teachers. The instrument for early detection of social development of children aged 4 years is to capture problems of children's social development and to optimize children's social development.Keywords: Instrument, Early Detection, Social Development
PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA DINI YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN DALAM BERBICARA Oktaviani Puspita; Elan Elan; Sima Mulyadi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52014

Abstract

The preschool phase is one of the stages that children will face as a developmental process in children aged three to six years, in this phase the developmental stages that occur include cognitive, language, physical, and psychosocial development. Psychosocial development is a change and stability in emotions, personality, social daily life in establishing a relationship and also interacting with people around. Psychosocial development is a lifelong development that starts from infancy to adulthood. Children can be said to be late in speaking when the child has reached the age of the ability to produce sound and communicate well below the average child of his age. Speech delay can also be called a speech disorder which is a delay in language or speaking. The method used in this research is a qualitative research with a single case study approach using data collection by observation, interviews and documentation. The results showed that the psychosocial development of early childhood experienced various phases from infancy to the age of 3-4 years and the efforts given by the surrounding adults for their psychosocial development.Fase prasekolah merupakan salah satu tahap yang akan dihadapi anak sebagai proses perkembangan pada anak yang berusia tiga sampai enam tahun, pada fase ini juga tahapan perkembangan yang terjadi meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik, dan psikososial. Perkembangan psikososial merupakan perubahan dan kestabilan dalam emosi, kepribadian, keseharian sosial dalam menjalin suatu hubungan dan juga berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Perkembangan psikososial perkembangan sepanjang hayat yang telah dimulai dari masa bayi hingga dewasa nanti. Anak dapat dikatakan terlambat dalam berbicara ketika anak sudah menginjak usia kemampuan produksi suara dan berkomunikasi dengan baik di bawah rata-rata anak sesusianya. Keterlambatan berbicara juga dapat disebut dengan gangguan berbicara yang merupakan adanya suatu keterlambatan dalam berbahasa ataupun berbicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal menggunakan pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan psikososial anak usia dini mengalami berbagai fase dari masa bayi hingga usia 3-4 tahun dan upaya yang diberikan oleh orang dewasa sekitar untuk perkembangan psikososialnya.
Co-Authors Abdurozak, Dedi Adi Saputra Adi Saputra Afifah, Tsalitska Sindi Aini Loita Anggraeni, Cindy Anggraini, Diny Fadillah Anisa Rosidah Sopa Annisa Dena Salsabila Apriliani, Neli Apriliya, Seni Asep Muhamad Ihsan Aulia, Dwi Az Zahra, Alisa Kusuma Barokah, Annisa Naelul Budiman Chusna Arifah Damayanti, Debi Cahya Deden Muhamad Romdhon Devi Regita Cahyani Dina Fydarliani Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dini Indriyani, Dini Egia Juliatul Paidah Ehan, Ehan Elan Elan Elan, Elan Endang Hadiati Fadila Rahmah Faujiah, Sonia Fauziah, Sarah Fuadah, Ela Latifah Gaffar, Muhammad Andriana Gandana, Gilang Gandana, Gilar Gusmawati Gusmawati Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Haifa, Nisrina Haliza Syahbana Hamzah, Fauzi Hartini, Yanti Heni Handayani, Heni Heryanto, Dhita Amelia Putri Hidayat, Syarip Husniyyah, Sophia Choirotul Iryana, Rina Karinta Utami Karlimah Karlimah Lilis Lisnasari Lisnasari, Lilis Loita, Aini Maharani, Regina Aprilla Manzilatul Fathy Mega Sari Mia Rahmawati Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Musa’adah, Silpi Muslihin, Heri Yusuf N. Siti Sopiah Neli Vitriyani Syarifah Nida Hasanatul Faidah Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nunung Nurdiana NURAENI, RANI Nurazizah Nurazizah Nurdiana, Nunung Nurhidayanti, Manda Nurlita, Tesi Ayi Nurul Fauziah Nurussakinah, Thiana Oktaviani Puspita Oktavika Dewi Rukmandari Paidah, Egia Juliatul Pradipta, Ditya Pujiaswati, Resa Purwati Purwati Purwati Purwati Putri, Pia Permata Qonita, Qonita Rahayu Dwi Utami Rahayu, Nur Sri Rahmawati , Riska Dewi Rakhmat, Cece Rani Nuraeni Ratih Resti Pauji Ratna Azshari Suhana Restu Pujianti Rifa Fauziah Rifasya Nurfadillah Rina Iryana Riska Amelia Rosa Nur Anisa Rosa Nur Anisa Rosarina Giyartini Rostini, Deti Salsabila, Annisa Dena Salsabila, Siti Rahma Anissa Saputra, Erwin Rahayu Sari, Popy Puspita Sauri, R Supyan Seli Amalia Kotrunnada Sianturi, Risbon Sifa, Andini Nurlia Soendari, Tjutju Sugiarmin, Muhamad Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumar Sumardi, Sumardi Sunardi Sunardi Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarifah, Neli Vitriyani Syarip Hidayat Syifa Azkia Purwanti Taopik Rahman Ulpiyati, Alin Utami, Karinta Wahidin, Didin Winda Febrianti Millenia Wintania, Meutia Ayu Yuniarti, Rima Yuningsih, Thia Isri Zahidah, Izmi Khalda