p-Index From 2021 - 2026
10.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Usia Dini PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik JCE (Journal of Childhood Education) Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Basicedu Journal on Education Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Kajian Gender dan Anak JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) NANAEKE Journal Of Millennial Community MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kewarganegaraan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edukasi: Journal of Educational Research Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Journal of Social Research PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Jurnal Basicedu JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Media Hidroponik dalam Kegiatan Bercocok Tanam Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia 5-6 Tahun Noviyanti, Noviyanti; Mulyadi, Sima; Mulyana, Edi Hendri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1326

Abstract

Kecerdasan naturalis merupakan salah satu bagian dari kesembilan kecerdasan jamak. Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora dan fauna dan lingkungan sekitar. Kecerdasan naturalis anak dapat dilihat dari seberapa jauh anak mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora, fauna, dan lingkungan di sekitarnya. Hidroponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam tanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Berdasarkan penelitan yang dilakukan, untuk mengukur kecerdasan naturalis anak dengan melakukan test sebelum dan sesudah diberikan perlakukan. Sehingga didapatkan hasil pre-test dengan nilai %rata-rata 12,92 atau sebesar 32% dengan kategori belum berkembang (BB). Sementara dari hasil post-test didapatkan niilai %rata-rata 37,84 atau sebesar 93% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dari hasil pre-test dan post-test tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun meningkat dari belum berkembang menjadi berkembang sangat baik. Sehingga penggunaan media hidroponik dalam kegiatan bercocok tanam memiliki pengaruh terhadap kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun.
Design Of Pop-Up Letters Card Media Based On Edutainment For Dyslexic Children In Elementary School Haifa, Nisrina; Hidayat, Syarif; Mulyadi, Sima
Journal of Social Research Vol. 3 No. 8 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i8.2215

Abstract

This research focuses on the development based on edutainment pop-up letter card media customized for use by dyslexic children in elementary school. Dyslexia poses significant challenges for children in learning to read and write, requiring specialized educational tools to support their learning needs. The developed pop-up letter cards integrate visual, auditory, and tactile elements to create an engaging and multisensory learning experience. By leveraging interactive features and user-friendly design, it is hoped that the development of this media can provide a solution to reading difficulties for dyslexic students in elementary school. The method used in this research is Design Based Research (DBR), the selection of this method is considered appropriate for developing a product that can be one of the solutions to the problems that occur in the field.
Bagaimana Kemampuan Kreativitas Anak Dengan Masalah Obesitas Melalui Penerapan Media Buku Panduan Menggambar Tema Diriku ? Syarifah, Neli Vitriyani; Sianturi, Risbon; Mulyadi, Sima
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3512

Abstract

AbstrakPenelitian ini mempunyai latar belakang masalah pada kemampuan kreativitas dalam kegiatan menggambar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya meningkatkan kemampuan kreativitas anak dengan masalah obesitas melalui penggunaan media melalui buku panduan menggambar tema diriku. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah dua orang dari kelompok A, yaitu satu anak dan satu guru. Hasil penelitian yang diperoleh ialah penggunakan media buku panduan menggambar tema diriku diimplementasikan berdasarkan tahapan secara sistematis yang dilakukan selama 13 pertemuan dan diberikan treatment, sehingga dapat meninngkatkan kemampuan kreativitas anak dengan menggambar melalui bentuk dasar.Kata Kunci: Studi Kasus, Kemampuan Kreativitas, Treatment. AbstractThis research has a problem background on the ability of creativity in drawing activities. The purpose of this study is to describe how efforts to improve the creative ability of children with obesity problems through the use of media through a guide book for drawing the theme myself. The research method used in this research is quialitative with a case study approach. The subjects involved in this study amounted to two people from group A, namely one child and one teacher. The result of the research obtained are that the use of the self-themed drawing guide book is implemented based on stages systematically carried out during 13 meetings and given treatment, so that it can improve cihldren’s creativity skills by drawing through basic shapes.Keywords: Case Studies, Creativity Skills, Treatment.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Hiperaktif Usia 6 Tahun Melalui Kegiatan Mozaik Mulyadi, Sima; Sianturi, Risbon; Gusmawati, Gusmawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3513

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan anak yang hiperaktif dalam perkembangan motorik halusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan treatment pada anak hiperaktif, agar anak mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik halusnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini satu orang anak berusia 6 tahun di kelompok B TKA Nurul Huda Cibangbay Tamansari Kota Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini anak mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik halusnya setelah diberikan 13 treatment melalui teknik mozaik oleh peneliti.Kata Kunci: Studi Kasus, Motorik Halus, Treatment. AbstractThis research is motivated by the problem of hyperactive children in their fine motor development. The purpose of this study is to provide treatment to hyperactivity children, so that children experience an increase in their fine motor development. The research method used is a case study using a qualitative approach. The subject of this research is one 6 year old child in group B TKA Nurul Huda Cibangbay Tamansari Tasikmalaya City. The results of this study showed that children experienced an increase in their fine motor development after being given 13 treatments through the mosaic technique by the researcher.Keywords: Case Study, Fine Motor, Treatment
Penggunaan Media Pembelajaran Busy Book Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Hiperaktif Usia 5-6 Tahun di Kober Sabina Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima; Nurdiana, Nunung
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3515

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran Busy Book dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak hiperaktif usia 5-6 Tahun di Kober Sabina. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Single Subject Research dan memiliki desain penelitian A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik yang berinisial Y yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan motorik halusnya. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran bussy book. Media bussy book merupakan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan motorik halus karena berisi kegiatan seperti mengancing baju, meretsleting, melipat kain, menempel bentuk geometri, dan membuat rantai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan perkembangan motorik halus anak hiperaktif dibuktikan dengan hasil penelitian sebanak 13 sesi. Fase baseline 1 (A-1) memperoleh rata-rata skor 48,6%, fase intervensi (B) rata-rata skor 67,2%, dan pada fase baseline-2 (A-2) rata-rata skor 90,1%. Data yang diperoleh pada fase tersebut memiliki kestabilan yang tinggi yakni 100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa media busy book dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak hiperaktif.Kata Kunci: Media Pembelajaran Busy Book, Perkembangan Motorik, Anak Hiperaktif AbstractThis study aims to determine the use of Busy Book learning media in improving fine motor development in hyperactive children aged 5-6 years in Kober Sabina. The research method used in this study is a quantitative research method with a Single Subject Research approach and has an A-B-A research design. The subjects in this study were students with the initials Y who had difficulty in improving their fine motor skills. The media used in this study is a bussy book learning media. Busy book media is a medium that can be used to improve fine motor skills because it contains activities such as buttoning clothes, zippers, folding fabrics, sticking geometric shapes, and making chains. The results of this study indicate that an increase in the fine motor development of hyperactive children is evidenced by the results of a study of 13 sessions. The baseline phase 1 (A-1) obtained an average score of 48.6%, the intervention phase (B) an average score of 67.2%, and in the baseline-2 phase (A-2) the average score was 90.1 %. The data obtained in this phase has a high stability of 100%, so it can be concluded that busy book media can improve the fine motor development of hyperactive children.Keywords: Busy Book Learning Media, Motor Development, Hyperactive Children.
Dasar Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Nilai Moral Agama Anak Usia 5-6 Tahun Mulyana, Edi Hendri; Mulyadi, Sima; Lisnasari, Lilis
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3613

Abstract

AbstrakAnak usia dini adalah individu yang berada pada masa ( golden age ), dimana pada masa ini anak memiliki kemampuan luar biasa untuk meniru apa yang dilihat dan didengar oleh alat indra. Pada masa usia nol sampai enam tahun merupakan masa terbaik untuk anak tumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya anak membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menstimulus agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan baik. Salah satu aspek capaian perkembangan anak usia dini adalah nilai moral agama. Dengan aspek nilai moral agama, anak diharapkan memiliki karakter yang baik dan mampu berkontribusi dalam masyarakat ketika anak dewasa. Guru dan orangtua harus mengetahui perkembangan nilai moral agama agar dapat diperhatikan dengan seksama melalui sebuah penilaian. Salah satu alat untuk mengetahui capaian pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dengan instrumen deteksi dini. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar kebutuhan dalam pengembangan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) yang mengacu pada model generik karya McKenney & Reeves. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melakukan tahap analisis masalah dan eksplorasi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pendahuluan yaitu studi literatur dan studi lapangan. Sehingga hasil penelitian yang didapat menghasilkan berbagai dasar kebutuhan mengenai pengembangan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun dan akan dijadikan sebagai pedoman dalam rancangan produk pengembangan berupa buku panduan instrumen deteksi dini perkembangan nilai moral agama anak usai 5-6 tahun.  Kata Kunci: Instrumen Deteksi Dini, Anak Usia Dini, Nilai Moral Agama. AbstractEarly childhood is an individual who is in  the golden age, where at this time children have the extraordinary ability to imitate what is seen and heard by the senses. The age of zero to six years is the best time for children to grom and develop. In the process, children need adult assistance to stimulate children’s growth and development to run well. One aspect of the achievement of the early childhood development is the moral value of religion. With aspects of religion moral values, children are expected to have good character and be able to contribute to society when they grow up. Teachers and parents must know the development of religious moral values so that they can be considered carefully through an assessment. One of the tools to determine the achievement of children’s growth and development is the early detection instrument. So this study aims to determine the basic needs in the development of early detekction instrument for the development of religious moral values for children aged 5-6 years. The method used in this research is Educational Design Research (EDR) which refers to the generic model by McKenney & Reeves. In this study, the researcher only carried out the problem analysis and exploration phase. Data was collected by means of preliminary studies, namely literature studies and field studies. So that the research results obtained produce various basic needs regarding the development of instruments for early detection of the development of religious moral values for children aged 5-6 years and will be used as guidelines in the design of development products in the form of a guide book for early detection instrument for the development of religious moral values for children after 5-6 years.  Keywords: Early Detection instrument, Early Childhood, Religious Moral Value
Bagaimana Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Sosial Anak ? Salsabila, Annisa Dena; Mulyadi, Sima; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3637

Abstract

AbstrakDeteksi dini merupakan sebuah upaya penjaringan yang dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan penyimpangan pada tumbuh Kembangan anak dan mengetahui serta mengenal faktor dan resiko anak yang mengalami penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun, menghasilkan instrumen deteksi dini sosial anak usia 4 tahun dan terbentuknya perkembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan Educational Design Research (EDR) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk merancang pengembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun. Tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok A. Instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun merupakan menjaring permasalahan perkembangan sosial anak dan untuk mengoptimalkan perkembangan sosial anak.Kata Kunci: Instrumen, Deteksi Dini, Perkembangan Sosial AbstractEarly detection is a comprehensive screening effort to find deviations in the growth and development of children and to know and recognize the factors and risks of children experiencing deviations. This study aims to develop an instrument for early detection of social development for children aged 4 years, produce instruments for early detection of social development for children aged 4 years and the development of instruments for early detection of social development for children aged 4 years for the benefit of early childhood education. The research design uses Educational Design Research (EDR) which is a research method used to design the development of an early detection instrument for the social development of children aged 4 years. The analysis and exploration phase uses observation techniques and interview techniques to group A teachers. The instrument for early detection of social development of children aged 4 years is to capture problems of children's social development and to optimize children's social development.Keywords: Instrument, Early Detection, Social Development
Pengembangan Deteksi Dini Perkembangan Sosial Anak Usia 3 Tahun dengan Instrumen Wintania, Meutia Ayu; Mulyadi, Sima; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3777

Abstract

AbstrakDeteksi dini merupakan upaya penjaringan dan dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada anak. Penelian yang dilakukan bertujuan untuk meneliti perkembangan sosial pada anak usia 3 tahun dengan cara mendeteksi dini menggunakan instrument untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan semerta-merta untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak usia 3 tahun apakah sesuai atau tidak dengan tahap perkembangan usianya. Rancangan penelitian ini menggunakan EDR atau Educational Design Research dengan melakukan tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik wawancara dan observasi pada Guru Kelas.Kata Kunci: Deteksi Dini, Perkembangan Sosial Anak, Instrumen Abstrack Early detection is a screening effort and is carried out comprehensively to find growth and development deviations and to know and recognize risk factors in children. This research aims to examine social development in children aged 3 years by detecting early using instruments for the benefit of early childhood education. This research was conducted immediately to find out how the development of children aged 3 years is appropriate or not with the stage of development of their age. This research design uses EDR or Educational Design Research by conducting analysis and exploration stages using interview and observation techniques to Class Teachers.Keywords: Early Detection, Child Social Development, Instrument
Menumbuhkan Kemampuan Interpersonal Anak Melalui Bermain Peran Anggraini, Diny Fadillah; Mulyadi, Sima; Rahman, Taopik
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i2.8380

Abstract

Bermain peran merupakan kegiatan penting dalam mengembangkan kemampuan interpersonal anak. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berinteraksi secara sosial, berkolaborasi dengan teman sebaya, serta memahami perasaan dan sudut pandang orang lain. Kegiatan bermain peran tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal, tetapi juga mendorong anak untuk mempelajari empati dan cara menyelesaikan konflik. Dengan bermain peran, anak-anak dapat mengasah keterampilan sosial secara alami sambil mengeksplorasi berbagai peran dalam lingkungan yang aman dan terstruktur. Studi ini menelaah bagaimana bermain peran mampu meningkatkan keterampilan interpersonal anak, khususnya dalam pengembangan kemampuan berkomunikasi dan menjalin hubungan antarpribadi. Berdasarkan hasil penelitian, bermain peran terbukti dapat menurunkan kecemasan sosial serta meningkatkan rasa percaya diri anak dalam berinteraksi dengan orang lain. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan bermain peran dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
Peran Guru Dalam Mengantisipasi Rasa Takut Pada Anak Usia 4-5 Tahun Maharani, Regina Aprilla; Mulyadi, Sima; Gandana, Gilang
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i2.8000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik usia 4–5 tahun di TK yang menunjukkan sikap penakut dalam berinteraksi sosial dan dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh informasi mengenai sikap guru dalam mengantisipasi kondisi tersebut pada anak usia 4–5 tahun di TK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam mencegah munculnya rasa takut pada anak usia 4–5 tahun meliputi: a) guru sebagai pembimbing, b) guru sebagai motivator, c) guru sebagai inisiator, dan d) guru sebagai fasilitator.
Co-Authors Abdurozak, Dedi Adi Saputra Adi Saputra Afifah, Tsalitska Sindi Aini Loita Anggraeni, Cindy Anggraini, Diny Fadillah Anisa Rosidah Sopa Annisa Dena Salsabila Apriliani, Neli Apriliya, Seni Asep Muhamad Ihsan Aulia, Dwi Az Zahra, Alisa Kusuma Barokah, Annisa Naelul Budiman Chusna Arifah Damayanti, Debi Cahya Deden Muhamad Romdhon Devi Regita Cahyani Dina Fydarliani Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dini Indriyani, Dini Egia Juliatul Paidah Ehan, Ehan Elan Elan Elan, Elan Endang Hadiati Fadila Rahmah Faujiah, Sonia Fauziah, Sarah Fuadah, Ela Latifah Gaffar, Muhammad Andriana Gandana, Gilang Gandana, Gilar Gusmawati Gusmawati Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Haifa, Nisrina Haliza Syahbana Hamzah, Fauzi Hartini, Yanti Heni Handayani, Heni Heryanto, Dhita Amelia Putri Hidayat, Syarip Husniyyah, Sophia Choirotul Iryana, Rina Karinta Utami Karlimah Karlimah Lilis Lisnasari Lisnasari, Lilis Loita, Aini Maharani, Regina Aprilla Manzilatul Fathy Mega Sari Mia Rahmawati Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Musa’adah, Silpi Muslihin, Heri Yusuf N. Siti Sopiah Neli Vitriyani Syarifah Nida Hasanatul Faidah Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nunung Nurdiana NURAENI, RANI Nurazizah Nurazizah Nurdiana, Nunung Nurhidayanti, Manda Nurlita, Tesi Ayi Nurul Fauziah Nurussakinah, Thiana Oktaviani Puspita Oktavika Dewi Rukmandari Paidah, Egia Juliatul Pradipta, Ditya Pujiaswati, Resa Purwati Purwati Purwati Purwati Putri, Pia Permata Qonita, Qonita Rahayu Dwi Utami Rahayu, Nur Sri Rahmawati , Riska Dewi Rakhmat, Cece Rani Nuraeni Ratih Resti Pauji Ratna Azshari Suhana Restu Pujianti Rifa Fauziah Rifasya Nurfadillah Rina Iryana Riska Amelia Rosa Nur Anisa Rosa Nur Anisa Rosarina Giyartini Rostini, Deti Salsabila, Annisa Dena Salsabila, Siti Rahma Anissa Saputra, Erwin Rahayu Sari, Popy Puspita Sauri, R Supyan Seli Amalia Kotrunnada Sianturi, Risbon Sifa, Andini Nurlia Soendari, Tjutju Sugiarmin, Muhamad Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumar Sumardi, Sumardi Sunardi Sunardi Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarifah, Neli Vitriyani Syarip Hidayat Syifa Azkia Purwanti Taopik Rahman Ulpiyati, Alin Utami, Karinta Wahidin, Didin Winda Febrianti Millenia Wintania, Meutia Ayu Yuniarti, Rima Yuningsih, Thia Isri Zahidah, Izmi Khalda