Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendekatan Science Technology Engineering Math (STEM) Pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Di Era Revolusi Industri 5.0 Firdausia, Fadliyanti; Yoto, Yoto
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8087

Abstract

Meningkatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan kompetensi di era abad 21 saat ini dapat diupayakan dengan menggunakan salah satu metode yaitu Science Technology Engineering Math (STEM) yang sejalan dengan perkembangan industri menuju industry 5.0. Pendekatan STEM diharapkan dapat membuat individu bersaing secara global dalam menghadapi kebaharuan, kemajuan, dan perubahan signifikan yang terjadi di lingkup nasional maupun internasioanl. Untuk menghadapi tantangan global siswa dilatih agar mampu berkomunikasi, berpikir kritis, mengasah kreatifitas, dan menyelesaikan masalah. Dengan penerapan metode penelitian Systematic Literature Review, maka penelitian bersumber dari artikel, buku, dan teori-teori pendukung yangrelevan dengan topik yang diambil kurang lebih 85 literatur yang telah terbit pada rentang waktu antara tahun 2013 sampai tahun 2023 di dalam dunia pendidikan yang terkolaborasi STEM untuk menyongsong revolusi industri. Dalam kajian artikel SLR ini dimana tujuannya ialah memperoleh deskripsi empiris yang relevan tentang pembelajaran yang terintegrasi STEM pada jenjang mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin dan implementasi yang telah di terapkan.
Implementasi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di Pabrik Mi Tulungagung Mawangi, Puteri Ardista; Yoto, Yoto; Suyetno, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 9 No. 1 (2024): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v9i1.6327

Abstract

Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan. PT Subur Pangan Sejahtera Tulungagung, bekerja sama dengan Tim Pelaksana Universitas Negeri Malang, menginisiasi program peningkatan kesadaran dan implementasi K3 untuk mengoptimalkan penerapan standar keselamatan kerja. Tujuan program ini adalah menciptakan budaya K3 yang berkelanjutan sebagai upaya mendukung efisiensi operasional dan pengurangan risiko kecelakaan kerja. Metode yang diterapkan mencakup pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis pendekatan partisipatif. Aktivitas kegiatan melibatkan penyampaian materi melalui ceramah interaktif, simulasi, dan praktik langsung, yang didukung dengan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Selain itu, monitoring evaluasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Kegiatan ini juga menghasilkan berbagai produk pendukung, seperti sertifikat pelatihan, poster edukasi K3, banner sosialisasi, serta pembelian alat-alat K3 yang semuanya dihibahkan kepada perusahaan sebagai bentuk dukungan jangka panjang. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan pemahaman karyawan terhadap pentingnya K3, yang diikuti dengan perubahan perilaku kerja yang lebih sesuai dengan standar keselamatan. Secara strategis, kolaborasi ini tidak hanya mendukung pengurangan risiko kerja tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas. Program ini menjadi model sinergi yang potensial antara institusi akademik dan dunia industri dalam mewujudkan penerapan K3 secara sistematis dan berkelanjutan.
Manajemen Kecelakaan di Area Kerja Pembelajaran Praktik melalui Pelatihan K-3 bagi Guru di SMK Sore Tulungagung Yoto, Yoto; Nurhadi, Didik; Suyetno, Agus; Mawangi, Puteri Ardista Nursisda; Effendi, Muhammad Idris; Maula, Putrinda Inayatul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2880

Abstract

Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu intervensi strategis untuk meningkatkan kompetensi guru produktif dalam mengelola lingkungan praktik yang aman dan sesuai standar industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak pelatihan K3 bagi guru di SMK Sore Tulungagung, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan mitra dengan kombinasi teori dan praktik melalui ceramah, diskusi kasus, dan simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD) serta alat pemadam api ringan (APAR). Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam aspek manajemen keselamatan kerja. Keberhasilan pelatihan juga didukung oleh kolaborasi aktif antara tim pengabdian, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan lain. Program ini selaras dengan teori manajemen keselamatan, pedagogi vokasional, dan regulasi Permenaker No. 5 Tahun 2018. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan K3 yang terstruktur dan kontekstual efektif dalam membentuk budaya keselamatan di lingkungan pendidikan vokasi. Diharapkan program ini dapat direplikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Analisis Kesiapan Praktik Kerja Lapangan Siswa SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung Pasca Implementasi Kurikulum Merdeka Wijayati, Winna; Yoto, Yoto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan siswa SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pasca implementasi Kurikulum Merdeka. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu kesiapan akademik, keterampilan teknis, serta mental dan sikap kerja siswa, dengan melibatkan guru produktif dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) sebagai sumber informasi pendukung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan akademik siswa berada pada kategori cukup hingga baik, ditandai dengan penguasaan teori yang relatif memadai meskipun masih terdapat kesenjangan dengan standar industri. Kesiapan keterampilan siswa meningkat signifikan melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek dan teaching factory, meskipun masih diperlukan penguatan dalam aspek efisiensi kerja dan kesadaran keselamatan kerja. Sementara itu, kesiapan mental dan sikap kerja menunjukkan variasi, dengan sebagian siswa sudah percaya diri dan disiplin, namun sebagian lainnya masih memerlukan pembinaan soft skills seperti komunikasi, kerjasama, dan adaptasi budaya kerja industri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PKL pada siswa kelas XII lebih tepat dilaksanakan karena siswa telah lebih matang secara akademik dan keterampilan. Implikasi praktis dari temuan ini mendorong sekolah untuk memperkuat strategi pembekalan PKL, meningkatkan fasilitas praktik, dan memperluas kolaborasi dengan industri, sehingga pendidikan vokasi lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja.
Strategi Pokja PKL sebagai Integrator Link and Match antara SMK dan Industri di SMK Negeri 1 Trenggalek Prasetia, Yuda; Yoto, Yoto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kelompok Kerja Praktik Kerja Lapangan (Pokja PKL) sebagai integrator dalam mewujudkan link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Trenggalek dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian meliputi anggota Pokja PKL, guru pembimbing, siswa peserta PKL, serta perwakilan mitra industri yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Pokja PKL mencakup tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi PKL. Pada tahap perencanaan, Pokja menyusun sosialisasi, pembekalan, dan pemetaan mitra industri. Pada tahap pelaksanaan, Pokja bertindak sebagai mediator komunikasi antara sekolah, siswa, dan mitra, sekaligus mengatasi hambatan di lapangan. Pada tahap evaluasi, Pokja melaksanakan monitoring, penilaian keterampilan, dan pengumpulan umpan balik dari industri. Temuan juga menunjukkan adanya faktor pendukung seperti dukungan manajemen sekolah dan kemitraan industri, serta hambatan berupa keterbatasan mitra dan kesenjangan kompetensi siswa. Secara keseluruhan, Pokja PKL terbukti berperan penting sebagai integrator dalam meningkatkan keterkaitan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF TERINTEGRASI BUDAYA INDUSTRI Ariani, Dian; Yoto, Yoto
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6998

Abstract

ABSTRACT The leadership of a school principal plays a central role in shaping the direction, quality, and overall atmosphere of the school culture, particularly in building a positive environment that is integrated with the demands of the industrial world. This article focuses on the leadership of the principal of SMKN 1 Boyolangu in constructing a positive school culture aligned with industrial culture as a strategic response to the challenges of globalization and workplace competition. The study is motivated by the observed gap between existing school culture and the work ethics required by industry, which calls for leadership capable of bridging both spheres. This research applies a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal plays a strategic role in fostering values of discipline, responsibility, integrity, and collaboration as core elements of school culture. Furthermore, systematic efforts have been made to harmonize school programs with industrial standards, such as competency-based curriculum development, strengthening partnerships with business and industry (DUDI), and creating a learning environment that emphasizes professional work ethics. The main conclusion highlights that visionary, participatory, and adaptive leadership successfully builds a positive school culture that not only supports students’ character development but is also relevant to industrial culture, thereby equipping graduates with better readiness to face the challenges of the workforce. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah, kualitas, sekaligus atmosfer budaya yang berkembang di lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun budaya positif yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Artikel ini berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah SMKN 1 Boyolangu dalam mengkonstruksi budaya positif yang selaras dengan budaya industri, sebagai upaya menjawab tantangan era globalisasi dan persaingan kerja. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena masih ditemukannya ketimpangan antara budaya sekolah dengan tuntutan budaya kerja industri, sehingga dibutuhkan strategi kepemimpinan yang mampu menjembatani keduanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi sebagai bagian dari budaya sekolah. Selain itu, terdapat upaya sistematis dalam menyinergikan program sekolah dengan standar industri, seperti penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta penciptaan lingkungan belajar yang menekankan etos kerja profesional. Simpulan utama penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, partisipatif, dan adaptif mampu membangun budaya positif yang tidak hanya mendukung perkembangan karakter peserta didik, tetapi juga relevan dengan budaya industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
DEVELOPMENT OF A SELF-DIRECTED PROFESSIONAL LEARNING SCALE HUMAN CAPITAL-ORIENTED FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOL TEACHERS IN BUSSINES AND MANAGEMENT SUBJECTS Ranu, Meylia Elizabeth; Kamdi, Waras; Hadi, Syamsul; Yoto, Yoto
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v12n1.p93-118

Abstract

The objective of this study was to construct a measurement tool for evaluating self-directed professional learning (SDPL) among teachers in Vocational High Schools within the framework of human capital. The research was carried out using a sample size of 307 teachers who were instructing business management  productive subjects at several vocational high schools located in the province of East Java, Indonesia. The novelty of this research is the development and validation of an instrument called the SPDL instrument to assess the SDPL abilities of vocational teachers. In addition, in order to assess the reliability and validity of a construct measured using a reflective scale, it is necessary to examine the Cronbach Alpha coefficient and the Average Variance Extracted (AVE). All indicators ideally above a threshold of 0.8. Based on the available evidence, it can be inferred that the aforementioned 34 items possess the necessary qualities of validity and reliability, rendering them suitable for utilization as an SDPL scale.
Effectiveness of Service Training Based on Education and Training Model On-In-On-In for Dual Skills Program Purnomo, Purnomo; Wahyudi, Dian Julianto; Yoto, Yoto; Dika, Johan Wayan
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6 No 4 (2021): Volume 6 Nomor 4, November 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.349 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v6i4.838

Abstract

The focus in this article is to reveal: (1) The purpose of participating in dual skills programs; (2) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1); (3) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2); (4) Competence Pedagogic and Dual Professional Teacher Skills. Dual Skills Program is the addition of assignments and functions of teachers from normative and adaptive teachers plus the task of teaching productive expertise competencies, carried out for 12 months using the On-In-On-In learning model. Type of case study research with multi-case study design. The results of this study (1) Motivation of teachers to participate in dual skills programs to obtain educator certificates and anticipate shortages of hours; (2) Implementation of In-Service Training 1 is quite effective; (3) Implementation of In Service Training 2 (In-2) is quite effective;  (4) In general On-In-On-In training is quite effective; (5) Teacher competency after training is quite good. Constraints that occur are difficult to divide the teaching time and tasks from training dual skills programs which are quite a lot. To the development of science, especially vocational education, the results of this study are expected to be used as one of the comparative studies on the theory of the effectiveness of On-In-On-In training in obtaining dual related skills: (a) The purpose of participating in a dual expertise program (b) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1), (c) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2), (d) Competence of Dual Skills Teachers Post-On-In-On-In Training.
Pembelajaran Abad-21 Melalui Model Project Based Learning Terintegrasi STEM (PJBL-STEM) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Effendi, Muhammad Idris; Yoto, Yoto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i1.1637

Abstract

This research aims to explore and describe the application of Project Based Learning which is integrated with the STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) approach in improving the high-level thinking abilities of Automotive Engineering Education students. The research method used is a qualitative approach with a descriptive approach. Data was collected through literature studies which included printed books, scientific journals, and articles related to project-based learning and STEM approaches. The conclusion from the literature study shows that the application of the PjBL-STEM Learning Model is effective in developing students' higher order thinking skills. PjBL provides encouragement for active student involvement, increases interest and motivation to learn, and produces meaningful learning. In addition, the STEM approach trains students to apply knowledge in solving environmental problems by utilizing technology. The profile of Automotive Engineering Education graduates in the 21st century is designed to prepare individuals as leaders in various automotive-related fields, with high-level thinking abilities as a strong foundation in facing the challenges of the modern automotive industry. The results of this research confirm that the development of high-level thinking abilities is a key element in automotive engineering education in the current era.
Membangun Kecerdasan Emosional Siswa SMK untuk Menjawab Tantangan Industri Modern Riza, Fahru; Yoto, Yoto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2023): Volume 8 Nomor 4, November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i4.1643

Abstract

Tantangan dalam industri modern menuntut lebih dari sekadar pengetahuan teknis, melainkan mengharuskan individu untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu memahami dan mengelola emosi, berkomunikasi secara efektif, dan berkolaborasi dalam tim untuk berhasil dalam lingkungan kerja yang terus berubah. Oleh karena itu, pembangunan kecerdasan emosional siswa SMK menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam pentingnya membangun kecerdasan emosional siswa SMK sebagai persiapan menghadapi tantangan industri modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan studi kasus dari program-program pendidikan yang telah berhasil mengintegrasikan pembelajaran kecerdasan emosional di SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan emosional dalam kurikulum dan pembelajaran berbasis proyek serta kolaboratif efektif dalam membangun kecerdasan emosional siswa SMK. Pelatihan keterampilan sosial, kesadaran diri, dan pengelolaan emosi juga memainkan peran penting. Program-program ini telah memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk mengatasi stres, berkomunikasi, beradaptasi, serta berkolaborasi dalam dunia kerja modern. Membangun kecerdasan emosional siswa SMK adalah esensial untuk menjawab tantangan industri modern. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat mengembangkan keterampilan emosional yang akan membantu meraih kesuksesan dalam karir dan berkontribusi pada lingkungan kerja yang dinamis.