Claim Missing Document
Check
Articles

Improving the quality of vocational education through work-based learning in the era of the ASEAN Economic Community Edwiyan Pradana, Defris Hanindya; Yoto, Yoto; Romadin, Achmad; Permana, Frihandhika; Cendana, Wiputra
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i62023p263-269

Abstract

In this AEC time, competition can be a benchmark of the significance of progressing the quality of human assets in Indonesia. To respond to current market conditions, it is necessary to have a fast response. The aim is that educational institutions can face the changing global market threat. Education in SMKs must be able to develop and be able to innovate to follow up on opportunities and challenges in the global market. The right solution to this problem is the work-based learning model approach. There are three approaches to learning: first, the practice of fieldwork is a form of development that can be done by vocational education institutions to improve skills not found in the learning process at school and carried out together with the Business World or Industrial World (BW/IW). Second, the industrial class, which is currently widely applied in vocational schools because it is one of the programs considered to be able to bridge the competency gap that exists in schools with BW/IW so that schools can continue to follow the times that can produce skilled workers in the industry. Third, the teaching factory is work-based learning in vocational schools whose output is production/service that alludes to the benchmarks and methods that apply within the industry and are carried out in an atmosphere like that that exists within the industry. Through learning opportunities in practical settings, work-based learning will have an impact on participants and serve as a model for improving the standard of instruction at vocational institutions. Di masa MEA ini persaingan dapat menjadi tolak ukur betapa pentingnya kemajuan kualitas aset manusia di Indonesia. Untuk menyikapi kondisi pasar saat ini, diperlukan respon yang cepat. Tujuannya agar lembaga pendidikan dapat menghadapi ancaman pasar global yang terus berubah. Pendidikan di SMK harus mampu berkembang dan mampu berinovasi untuk menindaklanjuti peluang dan tantangan di pasar global. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan model pembelajaran berbasis kerja. Pendekatan pembelajarannya ada tiga, yaitu: pertama, praktek kerja lapangan merupakan suatu bentuk pengembangan yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan vokasi dalam meningkatkan keterampilan yang tidak terdapat pada proses pembelajaran di sekolah dan dilakukan bersama dengan Dunia Usaha atau Dunia Industri. (BW/IW). Kedua, kelas industri yang saat ini banyak diterapkan di SMK karena merupakan salah satu program yang dianggap mampu menjembatani kesenjangan kompetensi yang ada di sekolah dengan BW/IW, sehingga sekolah dapat terus mengikuti perkembangan zaman. menghasilkan tenaga kerja terampil di industri tersebut. Ketiga, teaching factory, teaching factory merupakan pembelajaran berbasis kerja di SMK yang outputnya berupa produksi/jasa yang mengacu pada tolok ukur dan metode yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang ada di industri. Melalui kesempatan pembelajaran dalam suasana praktis, pembelajaran berbasis kerja akan berdampak pada peserta dan berfungsi sebagai model untuk meningkatkan standar pengajaran di lembaga kejuruan.
ANALISIS POROSITAS PENGECORAN LOGAM CETAKAN PLASTER DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN PLASTER DAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) Afianto, Firly; Romlie, Maftuchin; Yoto, Yoto
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v6i2p88-95

Abstract

Cetakan plaster adalah salah satu tipe cetakan dalam pengecoran logam, ada beberapa faktor lain yang dapat menghasilkan coran dengan kualitas yang bagus, seperti komposisi cetakan bahan pengikatnya atau bahan dasarnya dan pengeringan cetakan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi yang sesuai dengan cetakan plaster dengan pengikat air, sebagai analisis cacat porositas pada hasil pengecoran cetakan plaster menggunakan Scanning Electron Microscope dan analisis nilai kekerasan pada pengecoran cetakan plaster. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode one-shot case study. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan pada hasil uji visual didapatkan dari cetakan plaster 43%, 46% dan 50% semua memiliki cacat penyinteran dan rongga udara. Berdasarkan hasil pengamatan struktur mikro coran cetakan plaster 50% cacat porositas banyak terjadi dengan penyebaran strukur butir alumunium tidak merata dan butir silikon yang kecil. Berdasarkan nilai kekerasan microvickers tertinggi terdapat pada coran 50% dengan nilai kekerasan 97,1 HV lebih tinggi dari coran 43% dengan nilai kekerasan 96,2 HV. Dapat disimpulkan bahwa seiring bertambahnya air dan berkurangnya plaster, nilai kekerasannya akan berkurang.
Penerapan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Home Industry Produksi Biji Plastik Hitam “Seno Plastik” di Desa Sendangsari Kabupaten Malang Mawangi, Puteri Ardista Nursisda; Yoto, Yoto; Suyetno, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 8 No. 1 (2023): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/j-indeks.v8i1.4554

Abstract

Penerapan manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di industri sangat penting, dikarenakan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta meningkat produktivitas karyawan dan kualitas dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu sangat diperlukan penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di industri. Terutama di industri rumahan yang kebanyakan karyawannya kurang memperhatikan bahaya dari kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja, yang justru lebih nyaman tidak menggunakan APD daripada menggunakan APD ketika bekerja yang memiliki potensi bahaya. Pelatihan saat ini dilakukan pada pekerja industri rumahan Seno Plastik di Desa Sendangsari, Kabupaten Malang sebanyak 12 orang (10 pekerja Seno Plastik, pemilik Seno Plastik, dan Ketua RT Desa Sendangsari). Mereka akan diajari mengidentifikasi risiko dan bahaya yang ada di lingkungan kerja mereka, serta bagaimana mengendalikan risiko dan bahaya tersebut. Selain itu, mereka akan diberi pengetahuan tentang tata cara pemakaian alat pelindung diri, yang merupakan langkah kunci dalam menjaga keselamatan dan kesehatan mereka selama bekerja. Dengan implementasi manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkualitas.
Pendekatan Science Technology Engineering Math (STEM) Pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Di Era Revolusi Industri 5.0 Firdausia, Fadliyanti; Yoto, Yoto
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8087

Abstract

Meningkatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan kompetensi di era abad 21 saat ini dapat diupayakan dengan menggunakan salah satu metode yaitu Science Technology Engineering Math (STEM) yang sejalan dengan perkembangan industri menuju industry 5.0. Pendekatan STEM diharapkan dapat membuat individu bersaing secara global dalam menghadapi kebaharuan, kemajuan, dan perubahan signifikan yang terjadi di lingkup nasional maupun internasioanl. Untuk menghadapi tantangan global siswa dilatih agar mampu berkomunikasi, berpikir kritis, mengasah kreatifitas, dan menyelesaikan masalah. Dengan penerapan metode penelitian Systematic Literature Review, maka penelitian bersumber dari artikel, buku, dan teori-teori pendukung yangrelevan dengan topik yang diambil kurang lebih 85 literatur yang telah terbit pada rentang waktu antara tahun 2013 sampai tahun 2023 di dalam dunia pendidikan yang terkolaborasi STEM untuk menyongsong revolusi industri. Dalam kajian artikel SLR ini dimana tujuannya ialah memperoleh deskripsi empiris yang relevan tentang pembelajaran yang terintegrasi STEM pada jenjang mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin dan implementasi yang telah di terapkan.
Development of Learning Modules for Electric Power Plant Machinery for Class XI Phase F of Electric Power Plant Engineering Expertise Program in Vocational Schools Prasetya, Luhur Adi; Herwanto, Heru Wahyu; Yoto, Yoto
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 7, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v7i3.26218

Abstract

The Power Plant Engineering program at SMK aims to equip students with technical skills in operating machinery, diagnosing faults, and installing control equipment. However, observations at SMK Brantas Karangkates showed that the materials taught were not in accordance with the Merdeka Curriculum and the existing learning modules were not comprehensive enough. To address this problem, a new learning module was developed through Sugiyono's Research and Development model approach with an additional product development phase. The validity of the module was evaluated by two experts, a lecturer from State University of Malang who specializes in Learning Media and Power Plant Engineering, and a senior teacher from SMK Brantas Karangkates. The experts assessed the module from the aspects of content, language, presentation, and graphics, with excellent validation results: content 93.7%, language 87.3%, presentation 100%, and graphics 96.1%, with an average score of 94.3%. The limited trial with 10 grade XI students resulted in a score of 76%, indicating the need for revision. After revisions were made, the final trial with 64 students yielded a score of 93.6%, indicating that the module was highly valid and effective in improving the learning process.
Implementasi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di Pabrik Mi Tulungagung Mawangi, Puteri Ardista; Yoto, Yoto; Suyetno, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 9 No. 1 (2024): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v9i1.6327

Abstract

Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan. PT Subur Pangan Sejahtera Tulungagung, bekerja sama dengan Tim Pelaksana Universitas Negeri Malang, menginisiasi program peningkatan kesadaran dan implementasi K3 untuk mengoptimalkan penerapan standar keselamatan kerja. Tujuan program ini adalah menciptakan budaya K3 yang berkelanjutan sebagai upaya mendukung efisiensi operasional dan pengurangan risiko kecelakaan kerja. Metode yang diterapkan mencakup pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis pendekatan partisipatif. Aktivitas kegiatan melibatkan penyampaian materi melalui ceramah interaktif, simulasi, dan praktik langsung, yang didukung dengan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Selain itu, monitoring evaluasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Kegiatan ini juga menghasilkan berbagai produk pendukung, seperti sertifikat pelatihan, poster edukasi K3, banner sosialisasi, serta pembelian alat-alat K3 yang semuanya dihibahkan kepada perusahaan sebagai bentuk dukungan jangka panjang. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan pemahaman karyawan terhadap pentingnya K3, yang diikuti dengan perubahan perilaku kerja yang lebih sesuai dengan standar keselamatan. Secara strategis, kolaborasi ini tidak hanya mendukung pengurangan risiko kerja tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas. Program ini menjadi model sinergi yang potensial antara institusi akademik dan dunia industri dalam mewujudkan penerapan K3 secara sistematis dan berkelanjutan.
Evaluation of teaching factory using CIPP (Context, Input, Process, Product) model to improve vocational high school students' skills Yoto, Yoto; Marsono, Marsono; Qolik, Abdul; Romadin, Achmad
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 14 No. 1 (2024): February
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v14i1.62573

Abstract

Teaching Factory (TEFA) is a program that provides a real learning experience for students. Students are taught simulation of job sheet practice, management, marketing, and entrepreneurship. This research examines the feasibility of teaching factories regarding context, input, process, and product. This research uses mixed methods, namely qualitative research supported by descriptive quantitative data. The research was conducted in vocational high schools in East Java Province, Indonesia. The population of this research used a sample size based on the empirical formula from Isaac and Michael. The results showed that: (1) Based on the context, the teaching factory follows the vision and mission of the school and the demand from the community, business, and industry. Production planning achieved a score of 2.825 with a good category, based on the learning questionnaire; (2) Teaching factory learning in VHSs is appropriate in terms of the readiness of buildings and teachers by VHSs, the completeness of facilities, and the readiness of students in attitudes and competencies to get a score of 2.855 with a good category; (3) Based on the process, the learning is appropriate in terms of workshop layout, student activities, product quality control, and practical activities getting a score of 2.825 with a good category; and (4) The evaluation results, concluded that the learning is appropriate in terms of workshop layout, student activities, product quality control, and practical activities getting a score of 2.855 with a good category. The results of this evaluation study can be used to contribute to developing and improving existing programs to make them better.
Analisis Keterampilan Kerja Alumni SMK Tata Busana pada Industri Fashion di Malang Sayekti, Yuyun Dwi; Yoto, Yoto; Widiyanti, Widiyanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1661

Abstract

This study aims to analyze the employability skills possessed by alumni of vocational schools in Malang in facing the demands and needs of the fashion industry. Using a qualitative approach, this study focuses on the types of skills needed in the industry, the gap between the skills taught at school and those needed in the world of work, and employment opportunities for alumni in the fashion industry. This study used a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the employability skills of SMK Cosmetology alumni and their relevance to the needs of the fashion industry in Malang. The research was conducted in three locations namely Samsuga, Yece, and Falasifa in Malang. The results showed that the fashion industry in Malang has a high demand for technical skills such as sewing and design, as well as interpersonal and entrepreneurial skills. The skills gaps found illustrate the need to improve the SMK curriculum to prepare more work-ready graduates. This research is expected to serve as a guide for vocational education institutions, especially in adjusting the curriculum to the needs of the fashion industry.
Manajemen Kecelakaan di Area Kerja Pembelajaran Praktik melalui Pelatihan K-3 bagi Guru di SMK Sore Tulungagung Yoto, Yoto; Nurhadi, Didik; Suyetno, Agus; Mawangi, Puteri Ardista Nursisda; Effendi, Muhammad Idris; Maula, Putrinda Inayatul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2880

Abstract

Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu intervensi strategis untuk meningkatkan kompetensi guru produktif dalam mengelola lingkungan praktik yang aman dan sesuai standar industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak pelatihan K3 bagi guru di SMK Sore Tulungagung, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan mitra dengan kombinasi teori dan praktik melalui ceramah, diskusi kasus, dan simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD) serta alat pemadam api ringan (APAR). Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam aspek manajemen keselamatan kerja. Keberhasilan pelatihan juga didukung oleh kolaborasi aktif antara tim pengabdian, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan lain. Program ini selaras dengan teori manajemen keselamatan, pedagogi vokasional, dan regulasi Permenaker No. 5 Tahun 2018. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan K3 yang terstruktur dan kontekstual efektif dalam membentuk budaya keselamatan di lingkungan pendidikan vokasi. Diharapkan program ini dapat direplikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Analisis Kesiapan Praktik Kerja Lapangan Siswa SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung Pasca Implementasi Kurikulum Merdeka Wijayati, Winna; Yoto, Yoto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan siswa SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pasca implementasi Kurikulum Merdeka. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu kesiapan akademik, keterampilan teknis, serta mental dan sikap kerja siswa, dengan melibatkan guru produktif dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) sebagai sumber informasi pendukung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan akademik siswa berada pada kategori cukup hingga baik, ditandai dengan penguasaan teori yang relatif memadai meskipun masih terdapat kesenjangan dengan standar industri. Kesiapan keterampilan siswa meningkat signifikan melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek dan teaching factory, meskipun masih diperlukan penguatan dalam aspek efisiensi kerja dan kesadaran keselamatan kerja. Sementara itu, kesiapan mental dan sikap kerja menunjukkan variasi, dengan sebagian siswa sudah percaya diri dan disiplin, namun sebagian lainnya masih memerlukan pembinaan soft skills seperti komunikasi, kerjasama, dan adaptasi budaya kerja industri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PKL pada siswa kelas XII lebih tepat dilaksanakan karena siswa telah lebih matang secara akademik dan keterampilan. Implikasi praktis dari temuan ini mendorong sekolah untuk memperkuat strategi pembekalan PKL, meningkatkan fasilitas praktik, dan memperluas kolaborasi dengan industri, sehingga pendidikan vokasi lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja.