Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI SISWA TERHADAP IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA) DI SMKS MUHAMMADIYAH 4 GLENMORE Yustiadi, Fani; Mujianto; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34555

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir komputasional, koding, dan kecerdasan artifisial (AI). Mulai tahun pelajaran 2025/2026, pemerintah Indonesia mengimplementasikan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan menengah, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pengalaman siswa terhadap implementasi mata pelajaran KKA di SMKS Muhammadiyah 4 Glenmore, serta memahami makna pembelajaran tersebut dari perspektif siswa. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan model sequential explanatory, diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui angket terhadap 61 siswa, kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur pada 10 siswa terpilih untuk pendalaman kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran KKA tergolong positif dengan rata-rata skor 3,12–3,23 dan persentase respon positif mencapai 93%. Siswa menilai pembelajaran KKA menarik, relevan dengan karier masa depan, serta mendorong rasa ingin tahu dan motivasi belajar terhadap teknologi. Secara kualitatif, siswa memaknai KKA sebagai pengalaman belajar baru yang menantang dan bermakna, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan waktu praktik. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi KKA berpotensi membangun kompetensi digital, karakter teknologi, dan kesiapan karier siswa vokasi menuju era transformasi digital
Peran Kewirausahaan Sekolah dalam Mengurangi Pengangguran Lulusan di SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi Rifkian Kurniawan; Dhevy Ratna Sari; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program kewirausahaan di SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi dalam menurunkan tingkat pengangguran lulusan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kewirausahaan memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. Program ini tidak hanya menjadi pelengkap kurikulum, tetapi telah terintegrasi dalam proses pembelajaran yang menanamkan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset). Melalui kegiatan praktik seperti pengelolaan unit usaha sekolah, siswa memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Keberhasilan program dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kemampuan guru yang inovatif, sarana praktik yang memadai, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta budaya sekolah yang menanamkan nilai religius dan kedisiplinan. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan modal, perbedaan motivasi siswa, keterbatasan waktu praktik, dan belum optimalnya pendampingan bagi alumni. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kerja sama antara sekolah, dunia industri, dan komunitas bisnis lokal untuk menjaga keberlanjutan program. Dengan pengelolaan yang terencana dan dukungan berkelanjutan, program kewirausahaan di sekolah ini berpotensi menjadi contoh sukses pendidikan vokasi dalam mencetak generasi wirausahawan muda dan menekan pengangguran lulusan SMK.
CODING UNPLUGGED SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MEMBANGUN LITERASI DIGITAL ANAK USIA DINI DI PAUD Widiastutik, Erna; Renandra, Irninda; Yayuk, Erna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34933

Abstract

This study aims to describe the implementation of coding unplugged as an innovative learning approach to develop digital literacy among early childhood learners at TK Aisyiyah Cakru, Jember. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The coding unplugged activities were conducted in two sessions—“Walking to a Friend’s House” and “Coloring According to Code”—designed to stimulate children’s ability to follow instructions, organize sequences, and recognize symbolic patterns as the foundation of computational thinking. Data were analyzed interactively following the model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that coding unplugged served as an effective learning innovation to enhance children’s digital literacy. Children became more enthusiastic, independent, and capable of understanding sequencing, pattern recognition, and logical problem-solving. These findings reinforce the constructivist pedagogy and guided play approach as creative strategies to foster digital literacy from an early age.
KONSELING KELOMPOK DALAM MEMBANTU SISWA MENGELOLA TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK di SMA MUHAMMADIYAH SAMPIT Rafiqah; Sahrul; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35495

Abstract

Pendidikan memiliki peranan penting dalam menentukan kemajuan suatu negara, dimana dari pendidikan akan membentuk sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing secara global. Akan tetapi, banyak dijumpai peserta didik di jenjang pendidikan menengah yang mengalami kecemasan akademik. Tekanan akademik, kecemasan sosial dan juga adanya kompetisi antar peserta didik menjadi faktor peserta didik mengalami kecemasan akademik. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan layanan konseling kelompok dalam membantu peserta didik mengelola tingkat kecemasan akademik. Artikel ini membahas tentang penerapan konseling kelompok dalam mengatasi kecemasan akademik peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kecemasan yang dialami oleh peserta didik SMAS Muhammadiyah Sampit berupa rasa gugup, khawatir juga cemas. Faktor yang mempengaruhi bentuk kecemasan tersebut dapat berupa faktor eksternal maupun intermal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konseling kelompok memiliki peran efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan akademik peserta didik. Dengan adanya konseling kelompok, peserta didik mendapatkan dukungan secrara emosional serta sosial, kesadaran diri yang meningkat serta terbangunnya kepercayaan diri terhadap kemampuan diri sendiri.Keyword : konseling kelompok, kecemasan akademik, peserta didik, bentuk dan faktor, kepercayaan diri
PROFESIONALISME GURU DALAM INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN MENDALAM DI SMA MUHAMMADIYAH SAMPIT Putrining Aji, Galuh; Jumelan; Yayuk, Erna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35703

Abstract

The development of digital technology in 21st-century education demands a high level of teacher professionalism to create meaningful and deep learning experiences. However, in many schools, technology integration remains limited to basic device use and has not fully supported collaborative activities or the development of students’ critical thinking skills. This study aims to analyze teachers’ professionalism in integrating digital technology for deep learning, the types of technology utilized, and the supporting factors and challenges faced by teachers at SMA Muhammadiyah Sampit. A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed. Quantitative data were collected through questionnaires administered to teachers (n = 10) and students (n = 50), while qualitative data were gathered through interviews and documentation. The results indicate that teachers possess a high level of professionalism in understanding digital tools and creating interactive teaching materials. Canva, YouTube, Quizizz, and Google Forms were the most frequently used platforms, mainly for presenting materials and conducting assessments. From the students’ perspective, the use of digital technology enhanced their understanding of the material and increased learning engagement. The main challenges identified were unstable internet connections and limited device availability. These findings highlight the need for further pedagogical training in digital to strengthen technology-based deep learning practices in schools.
PENGUATAN KOMPETENSI PRAKTIS GURU OTOMOTIF MELALUI MAGANG INDUSTRI DI BENGKEL RESMI Mujianto, Mujianto; Fani Yustiadi; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35775

Abstract

The rapid development of modern automotive technology demands that teachers in the Light Vehicle Engineering expertise field possess practical competencies relevant to current industrial advancements. However, most automotive teachers in Vocational High Schools (SMK) still experience skill gaps due to limited practical facilities and a lack of direct exposure to the latest vehicle technologies. This study aims to describe how the implementation of industrial internship programs at authorized workshops supports the strengthening of teachers’ practical competencies, as well as to identify the challenges encountered during the internship and the strategies used to overcome them. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of automotive teachers participating in internship programs at authorized workshops, along with instructors or technicians serving as industrial mentors. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the industrial internship significantly enhances teachers’ practical competencies, particularly in electronic system diagnostics, implementation of manufacturer-standard service procedures, and the use of advanced computerized equipment. In addition, teachers gained new insights into industrial work culture and customer service management. The main challenges identified include the limited duration of the internship, differences in work standards between schools and industry, and adaptation to new technologies. These challenges were addressed through intensive mentoring, flexible scheduling, and collaborative learning between teachers and industry technicians
ANALYSIS OF EARLY READING AND WRITING (MMP) SKILL FOR THE FIRSTGRADE STUDENTS AT SDN MLATEN 1 Aqidatul Izza TPP; Erna Yayuk; Innany Mukhlishina
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 12 No. 4 (2023): August
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v12i4.9825

Abstract

Early Reading Writing Learning (MMP) is a learning activity for students in low grades in order to acquire initial reading and writing skills. Early Reading Writing Learning (MMP) is a teaching and learning activity that is intended to provide provision for first-grade students to have good reading and writing skills. Early Reading and Writing Learning (MMP) isessential for students in the lower grades to master it as a basis for further preparation at the next level. The research aims to analyze the Early Reading and Writing Skills for first-grade students at SDN Mlaten 1. The research is a qualitative research approach. The researchsubjects are a total of 29 first-grade students. The research was conducted in the even semester of the 2022/2023 academic year, starting from February 21 to March 1, 2023. The research used several data collection methods like observation, interviews, tests, and documentation. The earlyreading and writing skills of grade 1 students at SDN Mlaten 1 are moderate. Out of a total of 29 first-grade students at SDN Mlaten 1, 8 students had high MMP skills, 11 students had moderate skills, and 10 students had low MMP skills.
Optimizing Practitioner Lecturers in Independent Learning: A Case Study of MBKM Implementation at Muhammadiyah University of Maumere Sunardin Sunardin; Erna Yayuk; Agus Tinus
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.6978

Abstract

The Independent Learning–Independent Campus (MBKM) policy aims to bridge academic knowledge with practical industry skills. However, its implementation in private or regional universities, such as Muhammadiyah University of Maumere, remains underexplored. One key element for success—practitioner lecturers—requires deeper investigation in this context. This qualitative case study examines the role of practitioner lecturers in supporting independent learning under the MBKM framework. Data were collected through in-depth interviews with program heads, 24 practitioner lecturers, and 624 students, supported by document analysis and participatory observation. Data analysis followed Miles and Huberman’s model, emphasizing reduction, display, and conclusion drawing. The study finds that practitioner lecturers significantly contribute to bridging theoretical content with real-world practice, enhancing student engagement and skill acquisition. Their industry experience provides students with relevant insights aligned with local and national workforce demands. However, time constraints, lack of pedagogical training, and limited alignment between academic and industrial expectations emerged as major challenges. Despite institutional support, the effectiveness of practitioner lecturers is hindered by structural and operational barriers. Students also report difficulty adapting to practice-oriented teaching styles without sufficient theoretical grounding. Optimizing practitioner lecturers in regional MBKM implementation requires targeted training, flexible scheduling, and improved coordination with industry partners. This study offers practical recommendations for enhancing independent learning outcomes through strategic lecturer engagement in similar higher education settings.
INTEGRASI KURIKULUM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI DAN KEHARMONISAN SOSIAL DI SDN 01 PATOMAN Dhevy Ratna Sari; Rifkian Kurniawan; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.34784

Abstract

This study aims to analyze the form, function, and meaning of multicultural education curriculum integration in realizing tolerance and social harmony at SDN 01 Patoman. The background of this study is the importance of multicultural education in elementary schools to instill values of tolerance, mutual cooperation, and respect for differences. The research used a descriptive qualitative approach with 12 subjects consisting of the principal, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using an interactive model that included reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the integration of multicultural education at SDN 01 Patoman is realized through two main forms, namely integration in thematic learning and strengthening the attitude of respecting differences among students. The function of this integration includes the formation of tolerant and inclusive attitudes through a contextual pedagogical approach that is relevant to the lives of students. The meaning of multicultural curriculum integration is evident in the creation of a harmonious and diversity-friendly school culture, where all members of the school community can live together peacefully without discrimination. This study confirms that the consistent application of multicultural values in the curriculum and the support of an inclusive school environment are key factors in shaping students' tolerant, empathetic, and patriotic character.
Eksplorasi Penerapan Deep Learning Berbasis Media Virtual terhadap Pencapaian Pembelajaran Fase F di Jurusan TKJ Akhyar Basyir; S. Mujianto; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan deep learning berbasis media virtual dalam pembelajaran konfigurasi jaringan di Fase F Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis tugas siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menggali pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi siswa dalam menggunakan teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media virtual berbasis deep learning memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keterampilan praktis dan pemahaman materi siswa dalam konfigurasi jaringan. 80% siswa melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan dalam mengonfigurasi jaringan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan teknologi ini. Meskipun demikian, beberapa siswa menghadapi kesulitan teknis awal dalam penggunaan platform dan merasa terisolasi akibat berkurangnya interaksi sosial. Penelitian ini menyarankan agar penggunaan media virtual didampingi dengan pelatihan awal yang intensif serta pendampingan sosial yang lebih kuat untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan memaksimalkan penguasaan keterampilan praktis siswa. Deep learning berbasis media virtual berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang Teknik Komputer dan Jaringan, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi, serta memberikan model pembelajaran digital yang berkelanjutan. Kata Kunci: Deep_learning, media_virtual, Pendidikan_Vokasi
Co-Authors Abdul Aziz Ad Dailamay Wartindya Pradana Saputra, Fairus Adhi Wibawa, Gandung Adi Wibawa, Gandung Agus Tinus Ahmad, Rohmanuddin Akhyar Basyir Alcheca Dinari Pratiwi Ana, Miko Fitri Anggarini, Vina Anita Herlina Aqidatul Izza TPP Arina Restian Asti eka wijayanti Aulia Nur Rahma Aulia Nur Rahma, Aulia Nur Barizi, Ach. Bustanol Arifin Choirudin Lutfi Triaji Citra Apriovilita Hariri Daroe Iswatiningsih Dhevy Ratna Sari Dhevy Ratna Sari Dika Erli Frilian Efendi, Farid Eko Kristanto Ekowati, Dyah Worowitastri Elly Fithriyanasari Endarwati, Tri Marya Fakhriyana, Anisa Rahmi Fani Yustiadi Fatimah Azzahra, Nur Febriantika, Indah Fithriyanasari, Elly Fitriyanti Anggraini Galuh Putrining Aji Gusmawati Hafilda, Nurul Ezzah Herlina, Anita Ichsan Anshory Ichsan Anshory AM Ike Prajayana, Marfita Indah Wahyuni Irnawanto, Fauzi Iswahyudi Jani Rima Widjaja Jumelan Karina Permatasari Khasanah, Niswatun Khomsah, Nur Lina Krisbiantoro Kristanto, Eko Kuncahyono Kuncahyono Lailiatul Hidayati Lisalamah Abadiyah, Lisalamah Mardiana Anjani Alamsyah Mei Umi Masrulloh Moh. Taufiq Farisman Abdulah Mughis, Abdul Mujianto Mukti, Ebtafil Murtyas Galuh Danawati Nawang Sulistyani Nizam Firdaus Ramadhani Novi Qurrata A'yunin Nur Arima Nuro, Falistya Risatul Maratin Prabawati, Rizky Nadya Prajayana, Marfita Ike Pratiwi, Alcheca Dinari Pujo Setyo Aji Putri Dwi Yuliana Putrining Aji, Galuh Rafiqah Renandra, Irninda Rianaya, Adelia Loli Rifkian Kurniawan Rifkian Kurniawan Rismayanti Ristiana, Yayan Rizky Nadya Prabawati Rohmanuddin Ahmad Rokhmawati, Isnaini S. Mujianto Sahrul Saidah, Nur Santi Prastiyowati Sari, Loulyta Sari, Yulia Lisa Sholehah Yuliati Siti Fatimah Soenaryo Siti Hamidah Siti Hamidah Siti Yulianti Siti Yuliyanti, Siti SRI ASTUTIK Sri Wahyuni Sugiharto, Akip Sunardin Sunardin Sunarti Suprianto, Arik Suryadi, Tri Tinus, Agus Triaji, Choirudin Lutfi Tyas Deviana Uswatun Chasanah Uswatun Hasanah Widiastutik, Erna Widjaja, Jani Rima Wijayanti, Asti Worowirastri E., Dyah Worowirastri E., Dyah Yayak Khatijah, Windarti Yudha Alfian Haqqi Yustiadi, Fani Zain, Rahayu Alfatu Zaitun, Iin