Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gambaran Pasien Katarak dengan Riwayat Diabetes Melitus di Rumah Sakit Mata Bali Mandara I Gede Ananta Widjaksana; Ni Putu Diah Witari; Ni Nyoman Sunariasih
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 3 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The condition in which the usually clear and clear lens of the eye turns cloudy is called a cataract. In Indonesia, cataracts are the main cause of blindness with a percentage of 77.7%. Data obtained from the Bali Mandara Eye Hospital in 2018 stated that the percentage of cataracts in the province of Bali was 2.7%. Various factors can cause cataracts, diabetes mellitus is one of them. Increased blood sugar levels in patients with diabetes mellitus will provide clearly visible changes in body tissues that are not dependent on insulin for glucose transport. This can occur in the lens of the eye which can cause cataracts. This study aims to determine the description of cataract patients with a history of diabetes mellitus at the Bali Mandara Eye Hospital. This research method is descriptive retrospective with a cross-sectional study design. The data collection method used secondary data from medical records. The research sample was all cataract patients who checked themselves at the Bali Mandara Eye Hospital and met the criteria set by the purposive sampling technique. The data obtained were analyzed univariately. In this study, it was found that patients with cataracts with a history of diabetes mellitus were dominated by female patients and patients with an age range of 50-60 years. Based on the classification suffered, patients with immature cataracts are the most common. Based on the blood sugar levels obtained during the examination, most of the patients had high blood sugar levels.
Pembinaan Kesehatan Guru SMAN 1 Negara dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Negara merupakan salah satu SMA yang berada pada zona kuning. Sekolah ini merencanakan tatap muka terbatas pada semester ganjil yang akan datang. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru di SMA Negeri 1 Negara. Selama ini pengetahuan mitra masih terbatas tentang pencegahan Covid-19 dan sarana prasarana yang mendukung untuk melaksanakan protokol kesehatan masih terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru. Keterbatasan tersebut berupa kurangnya poster-poster terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel yang digunakan. Selain itu, murid kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena tidak diawasi dengan baik. Metode yang akan digunakan berupa interactive learning dan pembinaan kader. Adapun tujuan kegiatan adalah memberikan informasi dan pembinaan untuk melatih keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada muridnya tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan poster perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel portable yang dapat digunakan di sekolah. Kegiatan dilakukan bersama dengan monitoring dan evaluasi kepada mitra dengan pretest, postest, dan matriks kegiatan. Pemberian materi dilaksanakan secara daring melalui zoom sedangkan kegiatan penyerahan peralatan terkait PHBS dilaksanakan secara terpisah. Antusias guru terhadap pelaksanaan pembelajaran secara luring cukup baik dengan pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan pandemi Covid-19.
Pembinaan Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting di Desa Kelusa, Payangan, Gianyar Komang Triyani Kartinawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village of Kelusa is located in the district of Payangan, region of Gianyar, province of Bali. Geographically, the majority of Kelusa’s area is utilized for agriculture with irrigation as the water system. This agriculture is the source of local-based products for daily consumption of Kelusa’s population. Food security is one essential factor to prevent the nutritional disorder, such as in stunting. However, regarding the report from Public Health Office of Gianyar in the 2022, there was still 278 stunted toddlers (13,7%) and 173 stunted in below two years of age children (21,5%) in the area of Payangan. Through analysis and observation, there were some problems found in the village of Kelusa, including the lack of mother’s knowledge on stunting and its prevention, processing healthy weaning food, also preparing and serving weaning food to increase appetite when the child is sick. Regarding these problems, an empowerment was conducted to the community partners, which were the toddlers’ mothers, about stunting and its prevention, also the management of weaning food which is suited to the child’s age. The empowerment was integrated with the faculty students’ learning activites called Community Oriented Medical Education, in which every toddler’s family was accompanied by one faculty student continuously during the first 1000 days of life. After the health education was given, there was a 44% increase in post-test score compared to the pretest. Regarding this result, there was a significant rise of knowledge in toddlers’ mothers after the implementation of health education. Health promotion can give an impact in the mother’s knowledge about stunting, preventing stunting, and managing weaning food. These increase of knowledge and perspective would construct positive attitude and behavior in preventing stunting and managing healthy weaning food. The continuity of health education and workshop on the management of healthy weaning food to optimize the first 1000 days of life should be integrated to the community-based health effort (UKBM), such as in Posyandu and Poskesdes. Moreover, these programs can be implemented to the targeted population, such as pregnant mother and toddler’s mother, as well as the posyandu and village cadres to increase their competencies in preventing stunting on toddlers.
Hubungan Pemberian ASI terhadap Status Gizi Bayi Usia 4-6 Bulan di UPT Kesmas Sukawati I I Gusti Ayu Avinya Chintya Devi; Ni Kadek Elmy Saniathi; Ni Putu Diah Witari
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.102-108

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia merupakan beban ganda baik akibat kekurangan maupun kelebihan gizi. Kurangnya gizi pada usia dini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak. Upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi permasalahan gizi salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif. Data di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa lingkup pemberian ASI Eksklusif mengalami peningkatan tetapi tidak disertai dengan penurunan yang signifikan dari kasus gizi buruk serta gizi kurang. Penelitian bertujuan mencari tau korelasi pemberian ASI pada status gizi bayi umur 4-6 bulan yang ada di UPT Kesmas Sukawati I. Penelitian ini termasuk observasional analitik menerapkan desain penelitian cross sectional dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2021, dengan sampel sebanyak 68 bayi. Sampel dipilih menerapkan metode consecutive sampling yang merupakan pemilihan sampel sesuai syarat inklusi serta eksklusi. Data penelitian kemudian dilakukan analisis univariat serta bivariat. Uji bivariat yang dipergunakan ialah uji chi-square serta fisher’s exact bertujuan mencari korelasi dua variabel berskala kategorik. p<0,05 menunjukan adanya korelasi signifikan antara kedua variabel. Hasil menunjukkan terdapat korelasi bersifat signifikan antara pemberian ASI dengan status gizi yang kurang-baik (p=0,000) dan status gizi baik-lebih (p=0,043), tidak ada korelasi bersifat signifikan antara pemberian ASI dengan status gizi kurang-lebih (p=0,137). Jadi, ada korelasi bersifat signifikan antara pemberian ASI pada status gizi kurang, gizi baik serta status gizi baik dan gizi lebih pada bayi umur 4-6 bulan.
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar Diah Witari Ni Putu; Sri ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gede Evayanti; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI.
Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar Asri Prima Dewi AA Ayu; Komang Trisna Sumadewi; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kronis
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
THE EFFECT OF NOISE EXPOSURE ON THE AVERAGE NUMBER OF TEMPORAL LOBUS NEURONS IN ADULT WISTAR RATS Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Evayanti, Luh Gde; Witari, Ni Putu Diah; Sumadewi, Komang Trisna; Prima Dewi, A.A.A Asri; Anthony Kerans, Fransiscus Fiano; Kurniawati, Ida
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P09

Abstract

Noise is defined as unwanted and disruptive sound, considered an environmental stressor and disturbance. Noise encompasses many aspects of modern communities, including work environments. The damaging effects of noise primarily result from the unrestricted production of free radicals into the auditory organs. Exposure to noise causes various health problems, such as hearing impairment, sleep disturbances, and interference with individual performance. Reactive oxygen species (ROS), also known as free oxygen radicals, are normal by-products of cellular aerobic metabolism. These unstable molecules can damage cellular lipids, proteins, and nucleic acids in DNA if the antioxidant balance is disrupted. Acute and chronic exposure to loud noise generates excessive free radicals and disrupts extra-auditory organs such as the nervous, endocrine, and cardiovascular systems. The purpose of this study is to analyze the relationship between noise exposure and the number of neurons in the temporal lobes of Wistar rats. The research design used is a laboratory experimental design, specifically a pure experimental design, implemented with the randomized posttest-only control group design. The research sample consists of 30 male Wistar rats randomized into 2 groups, control and treatment. The treatment group is exposed to 95dB noise for 4 hours per day for 14 days. The rats are then euthanized, and their brain tissue is fixed with 10% neutral buffered formalin. Assessment is performed using Hematoxylin Eosin staining, and analysis is conducted blindly on the average number of neurons in the rat's temporal lobes. Data is subjected to normality testing using the Shapiro-Wilk test and analyzed using independent t-tests for parametric comparison. The results show a significant difference in the mean number of neurons in the temporal lobes between rats exposed to noise and the control group (p <0.005). The conclusion of this study is that noise affects neuron cells in the temporal lobes. Keywords : noise, temporal lobe, neurons.
EVALUATING THE EFFECTIVENESS OF ANATOMY AND HISTOLOGY PRACTICUM DURING COVID-19 PANDEMIC AT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS WARMADEWA Evayanti, Luh Gde; Sumadewi, Komang Trisna; Witari, Ni Putu Diah; Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Kerans, Fransiscus Fiano Anthony; Dewi, A.A.Ayu Asri Prima; Ekayani, Ni Wayan Diana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P11

Abstract

The implementation of anatomy and histology practical sessions at Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa during the Covid-19 pandemic still has many variations. This difference in implementation will have an influence on the achievement of student learning. This research aims to evaluate the knowledge of anatomy and histology among students by giving asynchronous learning, pre-test, post-test and practicum exam. This study using cross-sectional approach. 124 participants are 3th semester students whose active status at FKIK Universitas Warmadewa. The primary data were collected directly from practical sessions and practicum exam. The pre-test and post-test data were analyzed using paired-T test (p<0.05). The post-test and practicum exam were analyzed using Spearman rho (p<0.05). In anatomical practicum, there is an increase in post-test scores when compared to pre-test although not significant (p = 0.119). Anatomical practicum exam results have a meaningful positive correlation with post-tests (p = 0.013, r = 0.22). In histological practicum there was a significant increase in post-test scores when compared to pre-tests (p = 0.013), although practicum exam results were not significantly correlated with post-test (p = 0.410). Based on this study, improvements are needed related to technical of anatomical and histological practicums, as well as provisions related to practicums so that activities are structured
Perbedaan Efektivitas Metformin dan Glimepirid dalam Menurunkan Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD Mangusada Badung Dwiputra, Made Wahyu Dharma; Wijaya, Made Dharmesti; Witari, Ni Putu Diah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P15

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin. Jumlah penderita DMT2 di Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Dalam penatalaksanaan farmakologis awal DMT2 dapat diberikan monoterapi metformin atau glimepirid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah puasa pasien DMT2 rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung. Variabel pada penelitian ini adalah efektivitas metformin dan glimepirid serta kadar glukosa darah puasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis penderita DMT2 rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSD Mangusada Badung dengan jumlah 96 orang menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen rekam medis pasien DMT2 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik chi-square. Hasil penelitian menunjukan penggunaan monoterapi metformin efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa pada 36 pasien (75%), sedangkan monoterapi glimepirid efektif pada 25 pasien (52,1%). Terdapat perbedaan bermakna efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah dengan nilai P<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metformin lebih efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa dibandingkan dengan glimepirid pada pasien DMT2 rawat jalan di RSD Mangusada Badung.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A. Raka Budayasa A.A.Ayu Asri Prima Dewi Adhitya, I Putu Gde Surya Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Istri Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Analysa, Analysa Anny Eka Pratiwi Anthony, Fransiscus Fiano Apsari, Putu Indah Budi Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Audria, Intan Safira Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Budhitresna, A.A.G. Cahyawati, Putu Nita Citra Udiyani, Desak Putu Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Kartika Sari, Ni Luh Putu Ekayani, Ni Wayan Diana Ekayanti, Ni Wayan Sri Erly Sintya Evayanti, Luh Gede Fransiscus Fiano Anthony Kerans Hegard Sukmawati, Ni Made I Gede Ananta Widjaksana I Gusti Ayu Avinya Chintya Devi I Made Adi Putra Wiguna I Wayan Sudiarta Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida K Tangking Widarsa Kadek Ananda Pratama Putra Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Lestari, Putu Oki Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Pradnyawati Made Dharmesti Wijaya Mas, Ni Luh Gede Intan Prasetyaning Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Putri Ni Nyoman Sunariasih Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Rusni Ni Wayan Widhidewi Nita Cahyawati, Putu Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Pratiwi, Cokorda Agung Prima Dewi, A.A.A Asri Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Rima Kusuma Ningrum Saktivi Harkitasari Saktivi Harkitasari, Saktivi Sandha, Ferrini Ratu Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi, Sri Ratna Sueta, Made Agus Dwianthara Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Komang Trisna Wangsa, Putu Gde Hari Wijaya, Putu Austin Widyasari Wiranatha, I Gede