Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 2 Kerta, Kabupaten Gianyar Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; Luh Gede Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.112-119

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menentukan kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini menjadi fokus pemerintah adalah stunting. Untuk menurunkan angka kejadian stunting diperlukan suatu upaya yang dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Usia sekolah dasar sangat baik dalam pemberian stimulus dan efektif untuk merubah perilaku yang lebih baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa mengenai PHBS serta melatih siswa mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara bersama Kelian Banjar Pilan didapatkan permasalahan antara lain kurangnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dan penerapannya karena keterbatasan informasi yang didapatkan serta keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar juga masih rendah. Dari permasalahan tersebut, maka ditetapkan solusi berupa sosialisasi mengenai PHBS, simulasi mencuci tangan yang benar dan pendampingan kepada siswa dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Kerta dan diikuti oleh 35 orang siswa. Program pengabdian ini terlaksana dengan lancar dan seluruh siswa (100%) hadir saat kegiatan berlangsung. Seluruh siswa (100%) memiliki peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Rerata pretest sebesar 6,17 sedangkan untuk rerata posttest sebesar 9,66 (peningkatan pengetahuan sebesar 56,5%). Hasil observasi selama pendampingan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa dalam mencuci tangan secara mandiri. Untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta penyebaran informasi yang lebih luas, hendaknya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang lebih luas.
Pembinaan Kesehatan Guru SMAN 1 Negara dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.146-149

Abstract

SMA Negeri 1 Negara merupakan salah satu SMA yang berada pada zona kuning. Sekolah ini merencanakan tatap muka terbatas pada semester ganjil yang akan datang. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru di SMA Negeri 1 Negara. Selama ini pengetahuan mitra masih terbatas tentang pencegahan Covid-19 dan sarana prasarana yang mendukung untuk melaksanakan protokol kesehatan masih terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru. Keterbatasan tersebut berupa kurangnya poster-poster terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel yang digunakan. Selain itu, murid kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena tidak diawasi dengan baik. Metode yang akan digunakan berupa interactive learning dan pembinaan kader. Adapun tujuan kegiatan adalah memberikan informasi dan pembinaan untuk melatih keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada muridnya tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan poster perilaku hidup bersih dan sehat dan wastafel portable yang dapat digunakan di sekolah. Kegiatan dilakukan bersama dengan monitoring dan evaluasi kepada mitra dengan pretest, postest, dan matriks kegiatan. Pemberian materi dilaksanakan secara daring melalui zoom sedangkan kegiatan penyerahan peralatan terkait PHBS dilaksanakan secara terpisah. Antusias guru terhadap pelaksanaan pembelajaran secara luring cukup baik dengan pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan pandemi Covid-19.
Pembinaan Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting di Desa Kelusa, Payangan, Gianyar Komang Triyani Kartinawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.162-168

Abstract

Village of Kelusa is located in the district of Payangan, region of Gianyar, province of Bali. Geographically, the majority of Kelusa’s area is utilized for agriculture with irrigation as the water system. This agriculture is the source of local-based products for daily consumption of Kelusa’s population. Food security is one essential factor to prevent the nutritional disorder, such as in stunting. However, regarding the report from Public Health Office of Gianyar in the 2022, there was still 278 stunted toddlers (13,7%) and 173 stunted in below two years of age children (21,5%) in the area of Payangan. Through analysis and observation, there were some problems found in the village of Kelusa, including the lack of mother’s knowledge on stunting and its prevention, processing healthy weaning food, also preparing and serving weaning food to increase appetite when the child is sick. Regarding these problems, an empowerment was conducted to the community partners, which were the toddlers’ mothers, about stunting and its prevention, also the management of weaning food which is suited to the child’s age. The empowerment was integrated with the faculty students’ learning activites called Community Oriented Medical Education, in which every toddler’s family was accompanied by one faculty student continuously during the first 1000 days of life. After the health education was given, there was a 44% increase in post-test score compared to the pretest. Regarding this result, there was a significant rise of knowledge in toddlers’ mothers after the implementation of health education. Health promotion can give an impact in the mother’s knowledge about stunting, preventing stunting, and managing weaning food. These increase of knowledge and perspective would construct positive attitude and behavior in preventing stunting and managing healthy weaning food. The continuity of health education and workshop on the management of healthy weaning food to optimize the first 1000 days of life should be integrated to the community-based health effort (UKBM), such as in Posyandu and Poskesdes. Moreover, these programs can be implemented to the targeted population, such as pregnant mother and toddler’s mother, as well as the posyandu and village cadres to increase their competencies in preventing stunting on toddlers.
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar Diah Witari Ni Putu; Sri ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gede Evayanti; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.58-62

Abstract

SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI.
Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar Asri Prima Dewi AA Ayu; Komang Trisna Sumadewi; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.74-77

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kronis
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.114-119

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.71-74

Abstract

Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A. Raka Budayasa A.A.Ayu Asri Prima Dewi Adhitya, I Putu Gde Surya Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Istri Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Analysa, Analysa Anny Eka Pratiwi Apsari, Putu Indah Budi Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Audria, Intan Safira Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Budhitresna, A.A.G. Cahyawati, Putu Nita Citra Udiyani, Desak Putu Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Kartika Sari, Ni Luh Putu Ekayani, Ni Wayan Diana Ekayanti, Ni Wayan Sri Erly Sintya Evayanti, Luh Gede Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi Hegard Sukmawati, Ni Made I Gede Ananta Widjaksana I Gede Ananta Widjaksana I Gusti Ayu Avinya Chintya Devi I Made Adi Putra Wiguna I Made Adi Putra Wiguna I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa I Putu Satyawan Rama Natha I Wayan Sudiarta Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida K Tangking Widarsa Kadek Ananda Pratama Putra Kadek Ananda Pratama Putra Komang Aditya Yudistira Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Lestari, Putu Oki Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Pradnyawati Made Dharmesti Wijaya Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Nadia Ayu Agustini Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Putri Ni Nyoman Sunariasih Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Rusni Ni Wayan Widhidewi Nita Cahyawati, Putu Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Pratiwi, Cokorda Agung Prima Dewi, A.A.A Asri Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Rima Kusuma Ningrum Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi, Sri Ratna Sueta, Made Agus Dwianthara Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Komang Trisna Wangsa, Putu Gde Hari Wijaya, Putu Austin Widyasari Wiranatha, I Gede