Aryanti Wardiyah, Aryanti
Unknown Affiliation

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan tingkat pengetahuan suami terhadap kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC) Caristia, Angga; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1549

Abstract

Background: Pregnancy is a natural process that lasts approximately 37 to 40 weeks from conception to delivery. Although normal, pregnancy still carries risks for the mother. Physical changes and common complaints can occur, but certain conditions should be monitored as signs of pregnancy danger that require special attention. Purpose: To determine the relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits. Methods: This quantitative study used an observational analytical design using a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women who attended ANC visits in the Maja Pesawaran Community Health Center (Puskesmas) working area in 2024, totaling 283 respondents, with a sample size of 166 respondents. Sampling used a simple random sampling technique. Data analysis used the chi-square test. Results: The frequency distribution showed that most respondents had good knowledge (53.6%) and were compliant with ANC visits (52.4%). The analysis revealed a significant association between husbands' knowledge and ANC visits (p=0.000). Respondents with poor knowledge were 7.652 times more likely to be non-compliant with ANC visits than those with good knowledge (OR = 7.652; 95% CI: 3.836–15.263). Conclusion: There is a relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits.   Keywords: ANC Visits; Emergency Pregnancy; Husband's Knowledge.   Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses alami yang berlangsung sekitar 37 hingga 40 minggu sejak pembuahan hingga persalinan. Meskipun normal, kehamilan tetap memiliki risiko bagi ibu. Perubahan fisik dan keluhan umum bisa terjadi, namun beberapa kondisi tertentu perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya kehamilan yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melaksanakan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas maja pesawaran 2024 berjumlah 283 responden dengan jumlah sampel 166 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (53.6%) dan tergolong patuh dalam kunjungan ANC (52.4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan suami dengan kunjungan ANC (p=0.000). Responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 7.652 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kunjungan ANC dibandingkan yang berpengetahuan baik (OR = 7.652; CI 95%: 3.836–15.263). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care (ANC).   Kata Kunci: Kegawatdaruratan Kehamilan; Kunjungan ANC; Pengetahuan Suami.
Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Hikma, Okva; Khairunnisa , Liyana; Ramadhani, Gita; Julianti, Fitri; Aprilia, Hanisa; Ariyansyah , Ariyansyah; Nurfadila, Nima; Yuhono, Tuwi; Crista, Angga; Wardiyah, Aryanti; Warzati, Linda
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.
Co-Authors Adha, Adinda Wulan Agung Budi Setiyawan Agustina, Marlina Alam, Rama Rajasa Ferlanda Ananda, Kiki Erlita Andoko Andoko, Andoko Andriyani, Veni Anggara, Respa Agustina Anjani, Ni Wayan Oktavia Anjeli, Riri Aprilia, Hanisa Aprina, Aprina Ariyansyah , Ariyansyah Aryanti, Lidya Budiarti Budiarti, Budiarti Bustami, Anita Cahyanti, Anisa Caristia, Angga Chrisanto, Eka Yudha Crista, Angga Dea, Mutia Ade Dewi Kusumaningsih DEWI SARTIKA Dhitya, Ray Krisna Dora, Miranti Dea Dwiartho, Muhammad Fiqi Eliya, Rahma Elliya, Rahma Epilasari, Epilasari Fachry Abda El Rahman Fitri Julianti Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Hesti Wulandari Hikma, Okva Irgi, Muhammad Istawala, Anggun Jamhari Jamhari Juana, Rika Juliawan, Ladin Keswara, Umi Romayati Khairunnisa , Liyana Khoirudin, Parid Ladin, Juliawan Lathifah, Neneng Siti Lensi, Yufia Lestari, Linda Marliyana Marliyana, Marliyana Mualifah, Ria Muarif, Muhammad Syamsul Mu’alifah, Ria Nadira, Khoirul Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novitasari, Linawati Nurfadila, Nima Oktaliana, Oktaliana Palupi, Antika Pratiwi, Liza Ayu Prayogo, Idfy Dwi Putri, Mia Rahayu Rahayu Rahmatika, Ida Ramadhani, Gita Rillyani ., Rillyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizka, Mahda Romayati, Umi Rosa, Destiana Ryalita, Novindri Safitri, Hilda Meilinda Saputra, Raihan Saputri, Maida Sari, nova Nurwinda Sari, Yunidha Puspita Setiawati Setiawati Sintia, Monica Bela Dwi Slivia, Eka Sofa, Taufik Surani, Eka Sri Sutiyoko, Adi Suwares, Fara Millinia Syakilah, Siti Teguh Pribadi Trismiyana, Eka utami, deviani Warzati, Linda Winarno, Rudi Yati Afiyanti Yogi Kurniawan, Yogi Yuhono, Tuwi