Aryanti Wardiyah, Aryanti
Unknown Affiliation

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan tingkat pengetahuan suami terhadap kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC) Caristia, Angga; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1549

Abstract

Background: Pregnancy is a natural process that lasts approximately 37 to 40 weeks from conception to delivery. Although normal, pregnancy still carries risks for the mother. Physical changes and common complaints can occur, but certain conditions should be monitored as signs of pregnancy danger that require special attention. Purpose: To determine the relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits. Methods: This quantitative study used an observational analytical design using a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women who attended ANC visits in the Maja Pesawaran Community Health Center (Puskesmas) working area in 2024, totaling 283 respondents, with a sample size of 166 respondents. Sampling used a simple random sampling technique. Data analysis used the chi-square test. Results: The frequency distribution showed that most respondents had good knowledge (53.6%) and were compliant with ANC visits (52.4%). The analysis revealed a significant association between husbands' knowledge and ANC visits (p=0.000). Respondents with poor knowledge were 7.652 times more likely to be non-compliant with ANC visits than those with good knowledge (OR = 7.652; 95% CI: 3.836–15.263). Conclusion: There is a relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits.   Keywords: ANC Visits; Emergency Pregnancy; Husband's Knowledge.   Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses alami yang berlangsung sekitar 37 hingga 40 minggu sejak pembuahan hingga persalinan. Meskipun normal, kehamilan tetap memiliki risiko bagi ibu. Perubahan fisik dan keluhan umum bisa terjadi, namun beberapa kondisi tertentu perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya kehamilan yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melaksanakan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas maja pesawaran 2024 berjumlah 283 responden dengan jumlah sampel 166 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (53.6%) dan tergolong patuh dalam kunjungan ANC (52.4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan suami dengan kunjungan ANC (p=0.000). Responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 7.652 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kunjungan ANC dibandingkan yang berpengetahuan baik (OR = 7.652; CI 95%: 3.836–15.263). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care (ANC).   Kata Kunci: Kegawatdaruratan Kehamilan; Kunjungan ANC; Pengetahuan Suami.
Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Hikma, Okva; Khairunnisa , Liyana; Ramadhani, Gita; Julianti, Fitri; Aprilia, Hanisa; Ariyansyah , Ariyansyah; Nurfadila, Nima; Yuhono, Tuwi; Crista, Angga; Wardiyah, Aryanti; Warzati, Linda
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.
Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok Fadila, Enggar; Wardiyah, Aryanti; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1352

Abstract

Background: Every year, approximately 225,700 people in Indonesia die due to smoking or other tobacco-related diseases. Smoking leads to a decrease in antibodies and causes lung cancer. Cigarettes pose major threats to various organs in the body, including the brain, mouth, throat, heart, chest, lungs, liver, stomach, kidneys, and bladder. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents regarding the dangers of smoking at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Method: This research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study consists of 8th-grade students, with a sample of 193 respondents, using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of knowledge, 56.5% of respondents had good knowledge, while 43.5% had poor knowledge. Based on the frequency distribution of attitudes, 52.3% of respondents had a positive attitude, and 47.7% had a negative attitude. A p-value of 0.001 was obtained with an Odds Ratio of 116.67. Conclusion: There is a relationship between knowledge and adolescents' attitudes toward the dangers of smoking. Keywords: Adolescents; Attitude; Cigarettes; Knowledge. Pendahuluan: Setiap tahun, sekitar 225,700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang terkait dengan tembakau. Merokok menyebabkan antibodi menurun, penyakit kanker paru-paru, ancaman utama rokok terhadap berbagai organ tubuh diantaranya adalah otak, mulut, tenggorokan, jantung, dada, paru-paru, hati, perut, ginjal dan kantung kemih. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8. Sampel 193 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariat dengan Uji Chi- Square. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan, 56.5% responden memiliki pengetahuan baik dan 43.5% responden memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan distribusi frekuensi sikap, 52.3% responden memiliki sikap positif dan 47.7% responden memiliki sikap negatif. Didapatkan p value 0.001 dengan Odds Ratio (OR) 116.67. Simpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Rokok; Sikap.      
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Menggunakan Booklet Pada Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kegawatdaruratan Janin Dan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Amartya, Salsa Anastasya; Wardiyah, Aryanti; Wandini, Riska; Rilyani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27248

Abstract

Introduction : The Sukaraja Community Health Center had the most maternal mortality rate, namely 2 cases, and the Segalamider Community Health Center had 2 cases. Apart from that, in 2023 the number of pregnant women in Bandar Lampung City will be 19,729, of which Panjang Health Center is in first place with 1,484 (7.52%), in second place is Sukaraja Health Center 1,128 (5.71%), and in third place is Satellite Health Center with 1,056 (5, 35%) Objective : The effect of providing health education using booklets on the knowledge of pregnant women in handling emergencies for the fetus and pregnant women in the working area of the Sukaraja Health Center in Bandar Lampung City in 2025 is known. Method: Type of quantitative research by design pre-experimental with approach one group pre-test and post-test. The population of this study was 249 respondents and the total sample for this study was 154 respondents from pregnant women in the working area of the Sukaraja Community Health Center, Bandar Lampung City. Results: After the t-dependent test was carried out, a p-value of 0.000 < 0.05 was obtained. There was an increase in knowledge about fetal emergencies and pregnant women at the Sukaraja Health Center increased by around 47%. Conclusion: There is an influence of health education about fetal and pregnant women emergencies at the Sukaraja Health Center, Bandar Lampung City in 2025
Analisis Pengetahuan Dengan Penilaian Kesiapan Perawat Pada Situasi Krisis Pasien Anak di IGD RSUD dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Velda, Ines Livia; Novikasari, Linawati; Setiawati; Wardiyah, Aryanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27538

Abstract

Background: To handle the crisis conditions of pediatric patients, knowledge is needed with the assessment of nurse readiness and special skills in the ER, one of which is by understanding preparedness. Based on the recapitulation of the number of visits by pediatric patients in the ER of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2023 was 35,683 and in 2024 was 25,341. The number of deaths in pediatric patients in 2024 was 164. The number of deaths of pediatric patients increases every year, if nurses on duty in the ER handle the crisis situations of pediatric patients properly, the number of deaths can decrease. Objective: To analyze the relationship between knowledge and nurse readiness in crisis situations of pediatric patients in the ER of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province. Method: The type of research used is quantitative descriptive analysis. The population in this study were all nurses who worked in the Emergency Room of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province, starting from January 25 to May 14, 2025, totaling 34 people. The sampling technique used in this study was total sampling. Results: Based on the results of statistical tests, the p-value data was obtained at 0.116 or p-value <0.05, which means that there is no statistically significant relationship between the level of knowledge and attitudes of nurses in dealing with crisis situations of pediatric patients in the Emergency Room of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2025.   Conclusion: It is hoped that the results of this study can add references for other students who want to conduct further research on emergency nursing in pediatric patients.
Edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu sebagai upaya pencegahan penularan HIV kepada anak Wardiyah, Aryanti; Setiawati, Setiawati; Rilyani, Rilyani; Riyanto, Eko; Nafisah, Nida; Gusleni, Meri; Maharani, Erliana; Rohmah, Eis Ainun; Marzuna, Marzuna; Sahara, Amalia; Capilo, Pabio Leo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2366

Abstract

Background: HIV/AIDS remains a public health problem, including among mothers and children. Mother-to-child transmission of HIV can occur during pregnancy, childbirth, and breastfeeding, especially if the mother does not know her HIV status early. Purpose: To increase mothers' knowledge and awareness regarding early detection of HIV/AIDS as an effort to prevent HIV transmission in children. Method: This activity was held on November 14, 2025, at 9:00 a.m. WIB at the Cempaka Putih Bumi Waras Integrated Health Post (Posyandu) in Bandar Lampung. Twenty-five mothers living near the Posyandu participated as respondents, and health workers served as facilitators and resource persons. This community service activity used a promotive and preventive approach. The target group was mothers in the community, who play a crucial role in preventing mother-to-child HIV transmission. The material was delivered through an interactive lecture, covering the definition of HIV/AIDS, modes of HIV transmission, the risks of mother-to-child HIV transmission, the importance of early HIV detection, and efforts to prevent HIV transmission in children. To enhance participant understanding, the activity continued with a discussion and question-and-answer session, allowing mothers to ask questions and obtain clarification on the material presented. The activity was evaluated qualitatively through observations of participant participation and enthusiasm during the session, as well as direct feedback from participants after the education. This evaluation aimed to assess the effectiveness of the material delivery and mothers' responses to the educational activities. Results: This activity ran smoothly and received a positive response from participants, who demonstrated enthusiasm throughout the presentation. This was evident in their active listening, asking questions, and participating in the discussion. The community service activity, which provided early detection education for HIV/AIDS to mothers, demonstrated positive results in increasing participants' understanding and awareness of HIV/AIDS and efforts to prevent mother-to-child transmission. Observations indicated an increase in mothers' knowledge regarding HIV/AIDS, including understanding of transmission methods, the importance of HIV testing, and efforts to prevent mother-to-child transmission. Conclusion: The community service activity, which provided promotive and preventive education using an early detection approach for mothers, increased mothers' understanding and awareness of HIV/AIDS, transmission mechanisms, and the importance of early detection as an effort to prevent mother-to-child transmission. This educational activity also encouraged mothers to develop positive attitudes toward prevention efforts, increasing their willingness to utilize health services and understanding the role of early detection in protecting children's health. Suggestion: It is hoped that HIV/AIDS early detection education activities for mothers can continue to be implemented sustainably and reach a wider audience across various levels of society. Education needs to be integrated with maternal and child health programs in health care facilities to ensure wider and consistent access to information about HIV/AIDS and early detection. Furthermore, health workers are expected to play an active role in providing comprehensive education and creating a supportive environment to reduce stigma and increase mothers' trust in health services. Keywords: Early detection; Health education; HIV/AIDS; Mother and child; Prevention of HIV transmission Pendahuluan: HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok ibu dan anak. Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, terutama apabila ibu tidak mengetahui status HIV-nya sejak dini. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai deteksi dini HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan penularan HIV pada anak. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 pukul 09.00 WIB di Posyandu Cempaka Putih Bumi Waras Bandar Lampung. Diikuti oleh 25 orang ibu yang tinggal di lingkungan Posyandu untuk menjadi responden dan melibatkan tenaga kesehatan sebagai fasilitator dan narasumber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif. Sasaran kegiatan adalah ibu di lingkungan masyarakat yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif meliputi pengertian HIV/AIDS, cara penularan HIV, risiko penularan HIV dari ibu ke anak, pentingnya deteksi dini HIV, serta upaya pencegahan penularan HIV pada anak. Untuk meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya-jawab sehingga ibu dapat menyampaikan pertanyaan serta memperoleh klarifikasi terkait materi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui pengamatan partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, serta umpan balik langsung dari peserta setelah edukasi. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai ketercapaian penyampaian materi dan respons ibu terhadap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Hasil: Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta yang menunjukkan antusiasme selama proses penyampaian materi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam diskusi yang berlangsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai HIV/AIDS serta upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai pengertian HIV/AIDS berdasarkan observasi dengan pencapaian pemahaman meliputi cara penularan, pentingnya pemeriksaan HIV, serta upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi promotif dan preventif dengan pendekatan deteksi dini HIV/AIDS pada ibu mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu mengenai HIV/AIDS, mekanisme penularan, serta pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Kegiatan edukasi ini juga mendorong terbentuknya sikap positif ibu terhadap upaya pencegahan dengan memanfaatkan layanan kesehatan menjadi lebih terbuka untuk mencari informasi dan memahami peran deteksi dini dalam melindungi kesehatan anak. Saran: Kegiatan edukasi deteksi dini HIV/AIDS pada ibu diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sasaran di berbagai lapisan masyarakat. Edukasi perlu diintegrasikan dengan program kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan agar informasi mengenai HIV/AIDS dan deteksi dini dapat diterima secara lebih luas dan konsisten. Selain itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi yang komprehensif serta menciptakan suasana yang mendukung untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kepercayaan ibu terhadap layanan kesehatan.
Optimalisasi Supervisi Keperawatan di Ruang Rawat Inap Anak Hizrian, Emir Fajar; Kusumaningsih, Dewi; Wardiyah, Aryanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.11016

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), nosocomial infections cause 1.4 million deaths per day worldwide. In Indonesia, nosocomial infections prolong hospital stay for 5-30 days with a mortality rate of 23.6%. This study aims to optimize nursing supervision for the implementation of universal precautions (Hand Wash) which is carried out in the pediatric inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung in 2023. This type of descriptive research uses a case study approach. Subjects in the reports of the head of the nursing field, the head of the children's room, the team leader and the implementing nurse in the Children's Room of the Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung were 12 people. the supervision carried out has an influence on the performance of nurses in carrying out hand washing. The results of the observation revealed that after supervision in carrying out hand washing was carried out properly, the implementation of hand washing was carried out thoroughly. Strength: nurses in the pediatric room understand supervision. Weakness: Implementation of unscheduled nursing supervision. Nurses have never received Training on Supervision. There is no guide format for the implementation of nursing supervision in the room. Opportunity There is good cooperation between health education institutions and hospitals in student clinical practice activities. The existence of hospital policies provides opportunities for nurses to improve education. Threat There are high demands from patients and their families to get professional nursing services. Efforts to optimize nursing supervision in pediatric inpatient rooms by optimizing the planning function of the head of the room, such as making guidelines, SOPs and evaluating supervision programs. Keywords: Optimization, Nursing Supervision.  ABSTRAK Menurut World Health Organisation (WHO), infeksi nosokomial menyebabkan 1,4 juta kematian perhari di seluruh dunia. Di Indonesia, infeksi nosokomial memperpanjang keperawatan di rumah sakit selama 5-30 hari dengan tingkat kematian 23,6%. Penelitian ini bertujuan melakukan optimalisasi supervisi keperawatan pelaksanaan universal precaution (Hand Wash) yang dilakukan di ruang rawat inap anak RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala bidang keperawatan, kepala ruangan anak, ketua tim dan perawat pelaksana di Ruang anak Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebanyak 12 orang. supervisi yang dilakukan mempunyai pengaruh dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan cuci tangan. Hasil pengamatan diketahui bahwa setelah dilakukan supervisi dalam melakukan cuci tangan dilaksanakan dengan baik, pelaksanan cuci tangan dilakukan secara menyeluruh. Strenght : perawat di ruang anak  telah mengerti tentang supervisi. Weakness: Pelaksanaan supervisi keperawatan tidak terjadwal. Perawat belum pernah mendapatkan Pelatihan tentang Supervisi. Belum terdapat format panduan pelaksanaan Supervisi keperawatan di ruangan. Opportunity Adanya kerja sama yang baik antara institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit dalam kegiatan praktek klinik mahasiswa. Adanya kebijakan rumah sakit memberikan kesempatan bagi perawat untuk meningkatkan pendidikan. Threat Adanya tuntutan tinggi dari pasien dan keluarga pasien untuk mendapatkan pelayanan keperawatan professional. Upaya optimalisasi supervisi keperawatan diruang rawat inap anak dengan melakukan optimalisasi fungsi perencanaan kepala ruangan, seperti pembuatan panduan, SOP dan penilaian program supervisi. Kata Kunci: Optimalisasi, Supervisi Keperawatan.
Co-Authors Adha, Adinda Wulan Agung Budi Setiyawan Agustina, Marlina Alam, Rama Rajasa Ferlanda Amartya, Salsa Anastasya Ananda, Kiki Erlita Andoko Andoko, Andoko Andriyani, Veni Anggara, Respa Agustina Anjani, Ni Wayan Oktavia Anjeli, Riri Aprilia, Hanisa Aprina, Aprina Ariyansyah , Ariyansyah Aryanti, Lidya Budiarti Budiarti, Budiarti Bustami, Anita Cahyanti, Anisa Capilo, Pabio Leo Caristia, Angga Chrisanto, Eka Yudha Crista, Angga Dea, Mutia Ade Dewi Kusumaningsih DEWI SARTIKA Dhitya, Ray Krisna Dora, Miranti Dea Dwiartho, Muhammad Fiqi Eliya, Rahma Elliya, Rahma Epilasari, Epilasari Fachry Abda El Rahman Fadila, Enggar Fitri Julianti Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Gusleni, Meri Gustiani, Dwi Hesti Wulandari Hikma, Okva Hizrian, Emir Fajar Irgi, Muhammad Istawala, Anggun Jamhari Jamhari Juana, Rika Juliawan, Ladin Keswara, Umi Romayati Khairunnisa , Liyana Khoirudin, Parid Ladin, Juliawan Lathifah, Neneng Siti Lensi, Yufia Lestari, Linda Maharani, Erliana Marliyana Marliyana, Marliyana Marzuna, Marzuna Mualifah, Ria Muarif, Muhammad Syamsul Mu’alifah, Ria Nadira, Khoirul Nafisah, Nida Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novitasari, Linawati Nurfadila, Nima Oktaliana, Oktaliana Palupi, Antika Pratiwi, Liza Ayu Prayogo, Idfy Dwi Putri, Mia Rahayu Rahayu Rahmatika, Ida Ramadhani, Gita Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizka, Mahda Rohmah, Eis Ainun Romayati, Umi Rosa, Destiana Ryalita, Novindri Safitri, Hilda Meilinda Sahara, Amalia Saputra, Raihan Saputri, Maida Sari, nova Nurwinda Sari, Yunidha Puspita Setiawati Setiawati Setiawati Sintia, Monica Bela Dwi Slivia, Eka Sofa, Taufik Surani, Eka Sri Sutiyoko, Adi Suwares, Fara Millinia Syakilah, Siti Teguh Pribadi Trismiyana, Eka utami, deviani Velda, Ines Livia Warzati, Linda Winarno, Rudi Yati Afiyanti Yogi Kurniawan, Yogi Yuhono, Tuwi