Claim Missing Document
Check
Articles

UJI METODE INOKULASI DAN PATOGENISITAS BLOOD DISEASE BACTERIUM (BDB) PADA BUAH PISANG (Musa Sp.) Ratri Kusuma Devi; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine several inoculation methods for pathogenisity test ofBDB on banana fruit. The Results showed that injection method and smearingsuspension bacteria using cotton bud on the base of fruit was capable in producingsymptoms of blood disease on banana fruit. The injection method is shown to bethe most effective method because it caused blood disease symptoms in thebanana fruit at the first day after inoculation. Inoculums densities of 108 and 109CFU/ml of BDB could develop disease on third and sixth day after inoculation.BDB produced unique symptoms by causing yellowing and browning on the fleshof a banana fruit as well as browning at the fruit placenta in 7 days afterinoculation, the symptom is different with caused by other pathogen like asXanthomonas oryzae, Pantoea sp dan Erwinia carotovora, dan Ralstoniasolanacearum.Keywords: banana, Blood Disease Bacterium (BDB), inoculation
PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK LUNAK UMBI KENTANG (Erwinia carotovora) DENGAN MEMANFAATKAN AGENS HAYATI Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens Cokorda Javandira; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the commodities of potential as a sourceof carbohydrates and important on Indonesia's economy. One of the constraints ofpotato production is soft rot disease caused by Erwinia carotovora (syn.Pectobacterium carotovorum) which is needed to be controlled. One alternativecontrol measures is the used of bacteria Bacillus subtilis and Pseudomonasfluorescens for biological control. The purpose of this research is to know thepotential of B. subtilis and P. fluorescens in single and in combination to inhibitpotato soft rot diseases caused by E. carotovora. The results showed thatbiological control agents B. subtilis and P. fluorescens in single or in combinationboth of them (T3 to T17) have potential in inhibiting the growth of pathogenic E.carotovora by showing the clear zone. Biological agents provides nearly the sameeffect if compared with the bactericide Agrept (T2). Based on the results of thestatistical analysis, the treatment 11th and treatment 14th showed a clear zonewider than the Agrept treatment (T2). The treatment 11th contain combination ofbiological agents B. subtilis (109 cfu/ml) and P. fluorescens (105cfu/ml), while the treatment 14th contain combination of biological agents B.subtilis (107 cfu/ml) and P. fluorescens (105 cfu/ml).Keywords: Erwinia carotovora, Bacillus subtilis and Pseudomonas fluorescens
KEANEKARAGAMAN JAMUR ENDOFIT PADA DAUN TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) DENGAN SISTEM PENGELOLAAN HAMA TERPADU (PHT) DAN KONVENSIONAL DI DESA BAYEM, KECAMATAN KASEMBON, KABUPATEN MALANG Eko Famuji Ariyanto; Abdul Latief Abadi; Syamsuddin Djauhari
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out is the process of rice cultivation affects the diversity of endophytic fungi in leaf tissues of rice crops. Leaves sampling of rice crops in IPM and conventional done in the Bayem village, Kasembon subdistrict, Malang regency and isolation of endophytic fungi in the mycology laboratory, Department of Plant Pest and Disease Brawijaya University Malang in May to July 2012. The study was conducted by survey, exploration and comparison. Exploration results endophytic fungi in conventional and IPM field obtained Aspergillus sp., Penicillium sp., Nigrospora sp., Trichoderma sp., Curvularia sp. and unidentified fungi. The endophytic fungi only found in the IPM field are Mucor sp., Mastigosporium sp., Alternaria sp., Fusarium sp. and Monosporium sp. whereas fungi are only found in conventional field are Verticillium sp. and Acremonium sp. Endophytic fungi diversity index in IPM field is 4, including in the high category, while in conventional field is 3, including in the medium category, the dominance index of endophytic fungi in IPM field is 0.001010101 whereas in conventional field is 0.024193548. The dry grain yields of rice crops in IPM field higher than conventional field are 45 kw with 4,000 m² of land area, harvest tile are 1.12 kg / m², while in conventional field are 13, 30 kw with 1,600 m² of land area. tile harvest 0.83 kg / m².Keywords: Endophytic fungi, diversity, IPM, rice.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Aulya Retno Setyari; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTomato (Lycopersicum esculentum) is an annual fruit plant that can be planted on high or low-land. Tomato has many beneficial vitamins and minerals to fulfillhuman body need for health. Tomato contains vitamins and minerals in amount of 30 calories, vitamin C 40 mg, vitamin A 1.500 SI, zinc, and calcium. Main cause of areal cultivation reduction are land degradation, erosions, and high intensity of bacterial wilt disease Ralstonia solanacearum that was the main consequences of perpetually tomato cultivation. Liquid fertilizer application gives some alternate way to control bacterial wilt disease Ralstonia solanacearum that also known as pathogen soil infection. Liquid fertilizer that used in this research is made from amino acid residual process. Purpose of this research is to observe the effect of liquid fertilizer giving that applied to the soil and leaves towards tomato plant growth. Result of this research shows that liquid root or foliar fertilizer applicationeffects significantly on plant height and number of leaf parameters of alltreatments and all observation time.Keywords: tomato, Ralstonia solanacearum, liquid fertilizer
PENGARUH APLIKASI Pyraclostrobin TERHADAP SERANGAN PENYEBAB PENYAKIT BULAI PADA LIMA VARIETAS JAGUNG (Zea mays) Novie Utami Asputri; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 1 No. 3 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia kedua setelah padi. Kendala biotik dan abiotik sering muncul dalam produksi jagung nasional sehingga produktivitasnya rendah. Penyakit bulai adalah penyakit penting pada tanaman jagung yang merupakan kendala utama pada budidaya tanaman jagung di Indonesia. Penyakit bulai disebabkan oleh infeksi jamur patogen Peronosclerospora sp. Pyraclostrobin merupakan fungisida dari kelompok strobilurin yang digunakan untuk melindungi tanaman yang diakibatkan oleh jamur. Pyraclostrobin telah dilaporkan efektif mengendalikan penyebab penyakit karat daun (Puccinia sorghi Schw), hawar daun (Exserohilum turcicum (Pass) Leonard et Suggs), bercak daun (Bipolaris maydis (Nisik) Shoemaker), dan busuk batang pada tanaman jagung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pyrasclostrobin terhadap perkembangan penyakit bulai pada tanaman jagung serta pengaruh pyraclostrobin terhadap pertumbuhan tanaman. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama menggunakan lima varietas yaitu varietas P21, BISI 2, BISI 222, Pertiwi3 dan NK 33. Faktor kedua menggunakan aplikasi pyraclostrobin dan kontrol (tanpa aplikasi pyraclostrobin). Daun tanaman jagung yang terserang bulai bewarna kuning pucat (khlorotik) memanjang sejajar tulang daun dengan batas yang jelas. Pengaplikasian pyraclostrobin berpengaruh terhadap perkembangan penyakit bulai pada lima varietas yang digunakan terbukti pada nilai intensitas yang lebih rendah pada perlakuan pemberian pyraclostrobin daripada yang tidak diberi pyraclostrobin. Pemberian pyraclostrobin tidak menunjukkan pengaruh terhadap tinggi tanaman tetapi menunjukkan pengaruh terhadap diameter batang. Pyraclostrobin dapat meningkatkan jumlah klorofil. Hal ini diduga varietas dengan pemberian pyraclostrobin dapat meningkatkan nitrogen tanaman untuk pembentukan klorofil. Pemberian pyracostrobin juga berpengaruh terhadap bobot biji jagung. Pyraclostrobin juga dapat menekan perkembangan jamur filosfer tetapi tidak dapat menekan perkembangan bakteri filosfer. Tanaman yang diperlakukan pyraclostrobin memiliki kandungan fenol yang lebih rendah daripada kontrol (tanpa pyraclostrobin). Hal ini diduga produksi fenol pada tanaman dapat diinduksi dengan serangan patogen.
PENGARUH PEMBERIAN Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens)TERHADAP PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG(Zea mays L.) Zainudin Zainudin; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bulai merupakan penyakit penting pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora maydis, dengan tingkat serangan mencapai 95%. PGPR diketahui pengendali patogen hayati dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit seperti siderophore, β-1,3 glukanase, kitinase, antibiotik dan sianida serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan meningkatkan konsentrasi AIA, giberelin dan sitokinin.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian menggunakan isolat Bacillus sp.danPseudomonas sp. serta fungisida berbahan aktif dimetomorf 50%. Perlakuan isolat Bacillus sp.(UB-ABS 4 dan 5) dapat menekan penyakit sebesar 50% sedangkan Pseudomonas sp. (UB-APF2) sebesar 40%. Kandungan khlorofil tertinggi pada Pseudomonas sp. UB-APF2 sebesar 32,03. Berat segar akar tidak berbeda nyata tetapi pada berat kering akar tertinggi pada perlakuan Pseudomonas sp. (UB-APF 5) sebesar 2,56 gram dan akar terpanjang terdapat pada Pseudomonas sp. (UB-APF2) sebesar 49,77 cm. Kata kunci: Tanaman jagung, PGPR, dan Penyakit Bulai.
KARAKTERISASI PENYAKIT PENTING PADA PEMBIBITAN TANAMAN DURIAN DI DESA PLANGKRONGAN, KABUPATEN MAGETAN DAN PENGENDALIAN DENGAN BAKTERI ANTAGONIS SECARA IN VITRO Andhy Handoko; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Bibit tanaman durian yang dibudidayakan di Desa Plangkrongan beberapa yang terserang penyakit dan mengalami kematian bibit. Jenis patogen yang menyebabkan penyakit pada bibit tanaman durian belum diketahui. Pengendalian penyakit yang ramah lingkungan diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan dengan cara menggunakan agen pengendali hayati seperti bakteri antagonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis patogen yang menyebabkan kerusakan pada bibit tanaman durian di Desa Plangkrongan, dan mengetahui potensi bakteri antagonis untuk mengendalikan patogen tersebut secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu tahap pengamatan gejala dan intensitas serangan, tahap isolasi patogen, uji patogenisitas, identifikasi patogen, dan uji antagonis  bakteri Bacillus sp. (UB-ABL1), B. subtilis (UB-ABS1), dan Pseudomonas fluorencens (UB-APF1) terhadap pathogen secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis data dilakukan dengan uji F dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan penyakit penting yang ditemukan pada pembibitan tanaman durian di Plangkrongan adalah hawar daun yang disebabkan oleh patogen yang berupa jamur Fusarium sp. dan bercak daun yang belum diketahui penyebabnya. Bacillus sp. (UB-ABL1), dan B. subtilis (UB-ABS1) efektif menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. dalam uji antagonis secara in vitro, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen hayati untuk pengendalian  Fusarium sp. penyebab penyakit hawar daun pada bibit tanaman durian. Kata Kunci: Penyakit Durian, Hawar Daun, Fusarium sp., Bacillus sp., B. subtilis,     P. fluorescens
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP Blood Disease Bacterium Husna Fikriya Baroroh; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit darah yang disebabkan Blood Disease Bacterium (BDB) merupakan kendala serius dalam budidaya tanaman pisang di Indonesia karena dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 20-100% dalam satu luasan lahan.Pemanfaatan ekstrak tanaman mengkudu khususnya bagian daun dan buah yang mengandung senyawa antibakteri menjadi alternatif pengendalian BDB yang lebih ramah lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Oktober 2013 sampai Februari 2014. Pelaksanaan penelitian meliputi isolasi dan identifikasi bakteri patogen, pembuatan ekstrak daun dan buah mengkudu, uji sensitivitas antibakteri dan uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang. Pada uji sensitivitas antibakteri perlakuan ekstrak daun dan buah mengkudu mampu menghasilkan zona hambat terhadap pertumbuhan BDB. Ekstrak buah mengkudu memiliki diameter zona hambat yang lebih besar dari ekstrak daun mengkudu. Ekstrak buah konsentrasi 90% terbaik dalam menekan pertumbuhan BDB. Pada uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang diketahui ekstrak buah dengan konsentrasi 90% dan streptomisin mampu menekan pertumbuhan BDB pada buah pisang.   Kata kunci: Blood disease bacterium, mengkudu, uji sensitivitas antibakteri, uji penghambatan pertumbuhan BDB, pisang
POTENSI KHAMIR SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PATOGEN Colletotrichum sp. PADA BUAH CABAI, BUNCIS, DAN STROBERI Anggraeni Eka Puspitasari; Abdul Latief Abadi; Liliek Sulistyowati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi khamir sebagai agens pengendali hayati patogen Colletotrichum sp. pada buah cabai, buncis, dan stroberi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia pada bulan Januari sampai Mei 2014. Khamir diisolasi dari permukaan buah cabai, buncis, dan stroberi yang sehat, sedangkan Colletotrichum sp. diisolasi dari buah cabai, buncis, dan stroberi yang menunjukkan gejala penyakit antraknosa. Khamir yang diperoleh dari buah cabai yaitu Metschnikowia sp., Candida sp., dan Rhodotorula sp., dari buah buncis yaitu Candida sp. dan Rhodotorula sp., dan dari buah stroberi yaitu Pichia sp., Cryptococcus sp., dan Zygosaccharomyces sp. Seluruh isolat khamir yang ditemukan diujikan untuk mengetahui potensinya sebagai antagonis terhadap Colletotrichum sp.  secara in-vitro pada media PDA dan in-vivo pada buah cabai, buncis, dan stroberi yang sehat. Khamir yang paling berpotensi dalam menekan Colletotrichum sp. pada buah cabai dan stroberi adalah Rhodotorula sp. dari buah buncis, sedangkan khamir yang paling berpotensi dalam menekan Colletotrichum sp. pada buah buncis adalah Metschnikowia sp   Kata kunci: Khamir, antraknosa, Colletotrichum sp., hortikultura, uji antagonis
PENGARUH JENIS AIR TERHADAP PERKECAMBAHAN SPORA JAMUR Colletotrichum capsici PADA CABAI DAN Fusarium oxysporum f. sp. lycopersicii PADA TOMAT Kartika Try Rosanti; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkecambahan spora merupakan tahapan awal jamur untuk berkembang dan bertumbuh. Perkecambahan spora pada jamur dipengaruhi oleh faktor lingkungan anatara lain suhu, cahaya, derajat keasaman (pH), nutrisi dan kelembaban. Bagi kebanyakan jenis spora jamur, kehadiran air penting untuk perkecambahan. Beberapa spora mampu berkecambah pada kelembaban relatif tinggi. Karena spora sebagian besar memiliki kadar air rendah, hidrasi merupakan langkah awal yang penting dalam proses perkecambahan. Penyerapan air adalah proses aktif dan memerlukan perubahan dalam permeabilitas dinding spora. Penyakit yang menyerang tanaman tomat dan cabai antara lain adalah penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici dan antraknosa pada cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Penyakit-penyakit ini cepat sekali menyebar dari lahan ke lahan, dan menurut Semangun (1994) penyakit antraknosa pada buah dapat terus berkembang setelah pemetikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis air yang paling mempengaruhi perkecambahan spora. Perlakuan uji pengaruh jenis air terhadap perkecambahan spora dengan menggunakan lima jenis air yang berbeda yaitu air hujan, air embun, air gutasi, air kran dan air zam zam terhadap spora jamur Colletotrichum capsicidan jamur Fusarium oxysporum f.sp.lycopersici dengan interval waktu pengamatan 3, 6, 12 dan 24 jam setelah spora di masukkan dalam masing-masing jenis air. Suspeensi dari jamur Colletotrichum capsici terhadap lima jenis air juga diteteskan pada permukaan buah cabai dan diamati perkecambahan yang terjadi pada bagian buah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkecambahan jamur Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici dan Colletotrichum capsici yang terendah terjadi pada air zam zam. Hal ini karena kandungan yang dibutuhkan oleh jamur untuk berkecambah tidak tersedia pada air ini.   Kata kunci: perkecambahan, jenis air, Colletotrichum capsici, Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici
Co-Authors Abdul Karim Fanani Achmad Baihaqi Achmad Noerkhaerin Putra Ageng Prayoga Wicaksono Ageng Prayoga Wicaksono Agung Wicaksono Ajeng Megasari Akhmad Rizali Alauddin, Mukhammad Wildan Albert Fernando Sitorus Alifia, Reva Yunisa Alvan Fajarudin Aminudin Afandhi Aminudin Afandhi Anak Agung Vini Nathasia Andhy Handoko Andhy Handoko Anggraeni Eka Puspitasari Anggraeni Eka Puspitasari Anis Rosyidah Anton Muhibbudin Anton Muhibuddin Ardiyan Taruna Ariffin Noor Sugiharto Ariffin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto Asnawi Asnawi Asyifa, Ana Nabilah AthoÂ’illah Ahmad Athoillah Ahmad Auliya Zendhabad Aulya Retno Setyari Aulya Retno Setyari Baihaqi, Achmad Bambang Tri Rahardjo Bambang Tri Rahardjo Bambang Tri Raharjo Bambang Tri Raharjo Berliana, Sonia Bosha, Mohammed Chika Gianni Handayani Cokorda Javandira Cokorda Javandira Dewi, Fibrianti Shinta Dewi, Ovilya Kusuma Minarma Dianti, Sylvia Herli Didik Suprayogo Didik Suprayogo Dyah Ayu Kusuma Wardani Eka Kartini Eka Kartini Eko Famuji Ariyanto Eko Famuji Ariyanto Eriyanto Yusnawan Fery Abdul Choliq Firdausi, Wita Fitri Amaniyah Fuji Arriani, Intan Ganestya Indina Sari Ganestya Indina Sari Gatot Mudjiono Gatot Mudjiono Gatot Mudjiono Hagus Tarno Hakimah Halim Hanif, Luthfan Hardiana, Sindy Sukma Husna Fikriya Baroroh Ibrahim, Siti Ghia Azzahra Ichsan Firmansyah Ika Rochdjatun Sastrahidayat Ika Rochdjatun Sastrahidayat Indah Nur Khulillah Irisa Trianti Istiqomah Istiqomah Jantje Pelealu Jantje Pelealu Jasuli, Jasuli Kartika Try Rosanti Kartika Try Rosanti Kepel, Charles Kestrilia Rega Prilianti Khairunnisa', Amalia Khojin Supriadi Khojin Supriadi, Khojin Khotimah, Dwi Kusnul Kliwon Hidayat Liliek Sulistyowati Lilis Suryani Lilis suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Luaili Addina LuÂ’aili Addina Luqman Qurata Aini Luqman Qurata Aini Luqman Qurata Aini Luqman Qurata Aini Luqman Qurota Aini Luqman Qurota Aini Ma'alifah, Nur Mahendra, Syah Maulana Maknunin, Lu'lu'il Marsya, Tia Indi Mayasari, Paulina Akita Meity Nelltje Tanor Mintarto Martosudiro Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Moh. Dawam Maghfoer Moh. Hibban Toana Muhammad Akhid Syib’li Muhammad Febriansyah Nawawi, Mochammad Novie Utami Asputri Novie Utami Asputri Nugroho Sulistyo Putro Nugroho Sulistyo Putro NURUL HIDAYAH Pamungkas, Bayu Aji Prabowo, Matheus Randy Pratama, Alifian Novaldi Satria Prillianti, Kestrillia Rega Putri, Rosy Cahyagung Dewi Basuki Qurata Aini, Luqman R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ratri Kusuma Devi Ratri Kusuma Devi Rida Iswati Rifani Rusiana Dewi Rina Rachmawati Rudin, Sofyan Sudirman Ruth Stella Petrunella Thei S. Karindah Saidi, Aluna Uthilma Sama’ Iradat Tito Samharinto Samharinto Sektiono, Antok Wahyu Serdani, Army Dita Silfiani, Intan Silvi Ikawati Siska Irhamnawati Pulogu Soemarno Soemarno Sri Karindah Sri Karindah Sri Widyaningsih Sukamto, Ika Sumiyarsi Supriyono Supriyono Syamsuddin Djauhari Syarifah Maulidya Rahmah Syib'li, Muhammad Akhid Syib`'li, Muhammad Akhid Syib`li, Muhammad Akhid Syib’li, Muhammad Akhid Tambas, Jane Sulinda Tatiek Wardiyati Tatik Wardiyati Tatik Wardiyati Theresia Rani Kartika Ayu Toto Himawan Toto Himawan Trisnawati, Luh Putu Adi tubagus, satria wahyu Unun Triasih Vini Nathasia, Anak Agung Wardiyati, Tatiek Wayan Firdaus Mahmudy Wildanya Hafiah Wildanya Hafiah Wiwik Jatnika Wiwik Jatnika Wiwit Wicaksono Jati Yulianti, Novi Dwi Zainudin Zainudin Zainudin Zainudin Zainul Abidin Zainul Abidin