Claim Missing Document
Check
Articles

Prophetic Hadith and the Spectrum of Night Devotion: Reconstructing Qiyām al-Lail in Contemporary Context Kade, Samsuddin; Johariyah, St; Ahmad, Arifuddin; Kara, Siti Aisyah; Puyu, Darsul S
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol. 9 No. 2 (2025): Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v9i2.48812

Abstract

The concept of qiyām al-lail in Islamic tradition is often narrowly interpreted as night prayers such as tahajjud or witir. However, numerous Prophetic traditions indicate that nighttime devotion includes not only prayer but also spiritually significant acts like remembrance (dhikr), Qur’anic recitation, consultation, education, and social service. This study aims to reinterpret the meaning of qiyām al-lail in the Prophet’s ḥadīths through a ma’ānī al-ḥadīth approach that emphasizes textual, intertextual, and contextual analysis. The method employed is qualitative library research with takhrīj al-ḥadīth and critical analysis of the chains of transmission (isnād) and content (matn) of ḥadīths found in the kutub al-tis’ah. The results show that the examined ḥadīths are authentic, free from ‘illah or shudhūdh, and provide a robust basis for reinterpretation. Through a meaning-based lens, qiyām al-lail encompasses not only ritual practices like prayer but also other nightly acts of devotion intended for seeking nearness to Allah. This reinterpretation affirms that spiritual excellence at night can manifest in various forms of contextualized religious and social engagement. Thus, this study expands the understanding of nighttime worship and brings the prophetic tradition closer to the lived realities of contemporary Muslims
Solidaritas Dalam Perspektif Kajian Hadist Risfaisal, Risfaisal; Hafid, Erwin; Ahmad, Arifuddin
PILAR Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/g2n1hv96

Abstract

Manusia sebagai makhluk social tentu perlu bantuan dan proses interaksi social dengan manusia lainnya. Sebagai manusia pula juga disebut sebagai makhluk sosial didalamnya ada bentuk kepedulian dan empati sosial dengan manusia lainnya, terlebih manusia yang sedang tertimpa musibah atau pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui bagaimana konsep solidaritas dalam perspektif kajian hadist. (ii) 2) Untuk mengetahui bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun solidaritas masyarakat Makkah dan Madinah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur review. Pada bagian ini dilakukan pengkajian mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang  tersedia, baik  dari  atikel  yang  dipublikasikan  dalam berbagai  jurnal ilmiah  maupun  artikel.  Kajian pustaka yang berfungsi membangun konsep atau teori yang menjadi dasar  studi  dalam penelitian. Adapun hasil penelitian ini adalah Konsep solidaritas dalam perspektif Al-Qur-an dan hadist Nabi Muhammad SAW merupakan konsep yang tindakan dan perbuatan seseorang didasarkan pada anjuran Allah SWT dengan mengikuti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Solidaritas yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah solidaritas sesama ummat muslim dan sesama manusia dengan berpedoman pada Al-Qur-an.  
The relationship between sedentary behavior and eating patterns with nutritional status of Makassar Adolescents Khaerunnisa, Herani; Sakinah, Andi Irhamnia; Larasati, Iip; Irnawati, Risma; Ahmad, Arifuddin
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2393

Abstract

Modern lifestyles that lead to sedentary behavior and unbalanced diets are major health concerns for adolescents. Sedentary behavior and unbalanced diets have a negative impact on nutritional status. This study aimed to identify the relationship between sedentary behavior, diet, and nutritional status in adolescents in Makassar City. This observational, analytical, quantitative, cross-sectional study was conducted on adolescents aged 14-15 years from five schools in Makassar from October to December 2024. A total of 286 respondents were selected using a Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through questionnaires, interviews, and anthropometric measurements and then analyzed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between sedentary behavior (p = 0,001) and diet (p = 0,031) with nutritional status. The majority had moderate sedentary behavior, poor diet, and good nutritional status. The study concluded that adolescents have diverse nutritional needs based on both direct and indirect factors
HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF HADITS Handrihadi, Ayub; Ahmad, Arifuddin; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas dasar-dasar dan tujuan pendidikan yang sempurna dalam hadis, serta salah satu istilah yang biasa digunakan terkait dengan pendidikan, yaitu Tarbiyah serta hadits-hadits yang berkaitan dengan topik-topik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus pada informasi yang diperoleh dari tinjauan literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan menyeluruh pendidikan adalah untuk membantu siswa mempertahankan identitas mereka sekaligus membantu mereka mengembangkan potensi penuh mereka untuk kebaikan dan kesempurnaan di dunia ini dan selanjutnya. Namun, tujuan akhir pendidikan Islam adalah untuk menghasilkan individu yang berkomitmen penuh pada Islam dan yang mampu bertindak sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai hamba Allah SWT yang berbakti.
KARAKTER PENDIDIK MENURUT HADIS HM, Muhammad Anwar; Ahmad, Arifuddin; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang pendidik sebagai penunjuk jalan bagi muridnya untuk mencapai kesempurnaan ilmu dan pengetahuan. Oleh sebab itu, dipersyaratkan bagi seorang pendidik untuk mempunyai sifat-sifat terpuji. Jika dibandingkan dengan kejiwaan pendidik, tentu saja kondisi kejiwaan seorang siswa masih dikatakan belum stabil. Dengan kata lain, Jika seorang pendidik memiliki sifat-sifat sempurna, maka murid pula akan mengikutinya. Oleh karena itu, seorang pendidik harus menjadi insan yang bertakwa serta rendah hati dan ramah agar dicintai oleh anak didik. Seorang pendidik adalah contoh teladan bagi anak didiknya itu sendiri, oleh karenaitu kepribadian positif yang harus dimiliki oleh seseorang pendidik, bagaimanapun karena sifat terpuji seseorang pendidik wajib lebih dari siswa, sebab pekerjaannya sebagai guru serta mendidik sehingga tujuan anak didik yang memiliki sifat atau kepribadian yang bertakwa kepada Allah SWT tercapai. Satu hal untuk mencapai tujuan tersebut Jika seorang pendidik tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi murid.
STRATEGI PENDIDIKAN LINGKUNGAN INFORMAL PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW. DI ERA KONTEMPORER Nureni, Nureni; Syahrikal, Syahrikal; Ahmad, Arifuddin; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya. Sebagaiman tugasnya, mulai dari melahirkan sampai akil baligh. Prioritas pertama adalah penanaman akidah dan akhlak. Pendidikan akidah dan akhlak harus diutamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang soleh (Kompetensi Profesional). Dalam mendidik hendaknya menggunakan pendekatan ya ng bersifat kasih sayang, sesuai makna seruan Lukman kepada anak-anaknya, yaitu “Yaa Bunayyaa” (Wahai anak-anakku), seruan tersebut menyiratkan muatan kasih sayang/sentuhan kelembutan dan kemesraan, tetapi dalam koridor ketegasan dan kedisplinan, bukan berarti mendidik dengan keras. (Kompetensi Personal). 
Fitrah Manusia(Peserta Didik) dalam Perspektif Hadis Pahero, Usman; Ahmad, Arifuddin; Palengkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kredibilitas suatu hadis harus tetap disandarkan kepada standarisasi Rasulullah saw. Maka kualitas suatu hadis dapat diketahui dengan cara meneliti atau menyebutkan sanad dan matan hadis sebab keakuratan sanad suatu hadis harus bersambung seluruh perawi dalam sanad tersebut bersifat adil dan dhabith, dalam sanad tersebut terhindar dari Syudzuz (kejanggalan) dan illat (cacat). Fitrah adalah potensi-potensi untuk menjadi baik dan buruk. Dan potensi untuk menjadi muslim atau kafir. Secara sederhana  firah dapat dimaknai potensi untuk beragama dan tidak beragama. Keabsahan dan kejelasan matan maupun sanad dimaksud agar setiap pesan yang menjadi tema dari inti suatu hadis tersebut dapat diaplikasikan sesuai dengan harapan yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Hambal adalah merupakan hadis yang shahih, karena telah memenuhi syarat-syarat keshahihan suatu hadis. Oleh sebab itu, kedalam ilmu seorang perawi merupakan gambaran yang sangat dominan dalam menentukan hukum apakah layak untuk dijadikan sebagai dalil atau rujukan. Pendidikan merupakan media untuk mempertahankan fitrah khalqiyyah dan sarana untuk mengasah potensi fitrah munazzalah agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, menjadi manusia beriman dan bertaqwa. Kedudukan orangtua dalam kelurga, sekolah, dan masyarakat  memiliki peran dan tanggung jawab  masing-masing terhadap perkembangan peserta didik sesuai dengan fitrahnya.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW Nurdin, Nurdin; Ahmad, Arifuddin; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang   konsep pendidikan hadis anak usia dini. Anak perlu diajarkan pendidikan yang berlandaskan pada agama. Agama akan menjadi pedoman dan petunjuk mengenai suatu hal yang dilaksanakan di dalam menciptakan sikap dan perilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam serta membimbing anak agar terciptanya akhlak yang mulia. Anak merupakan harapan orang tua di masa depan dan menjadi generasi bangsa. Oleh sebab itu, orang tua seharusnya menanamkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual karena sangat penting ditanamkan sejak dini, agar anak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki moral yang tinggi. Salah satu cara agar terciptanya penanaman nilai agama dan moral sejak dini adalah dengan memberikan pembelajaran berupa hadis yang diberikan kepada anak usia dini melalui suatu metode pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Hadis, Anak Usia Dini, Metode
Merambah Jalan Baru Studi Hadis: Tawaran Pendekatan Hermeneutika Ahmad, Arifuddin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i3.38226

Abstract

The presence of hadith in every human civilization demands a thorough ability to address every issue faced by the community. This is a dialectical consequence between the development of time and the demand to adhere to religious principles. However, striving towards this goal is not without obstacles, considering that the process of compiling hadith occurred thousands of years ago with multi-complex stages. Even though nowadays, the Prophet's Hadith can be easily traced in various authenticated books like the Kutub al-Sittah, this endeavor is not conclusive; many other important dimensions need to be understood. Hence, hermeneutical studies of hadith serve as a pathway to unravel the intricacies of the documented sayings, preserved over time.
Meningkatkan Public Speaking Dengan Baik Dan Benar Di Tpq Desa Mojodanu Kecamatan Ngusikan Jombang nasirudin, mohamad; Ashar, Salim; Nashoih, Afif Kholisun; Ahmad, Arifuddin; Maulidiya, Fifin Izzatul; Aliyah, Himmatul; Khoir, Muhammad Abil; Hambali, Nur Habib Ahmad; Qomariyah, Umi Kulsum Nur
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v5i3.5264

Abstract

Knowledge related to public speaking will be able to facilitate opinions/ideas/information to be accepted by heterogeneous communities. Public speaking skills can also support students' careers in working to produce competent public speakers to meet the needs of today's era. Mojodanu is a village located in Ngusikan District, Jombang Regency. The ability to do Public Speaking among TPQ children in Mojodanu varies. Some of them are used to speaking in public through school activities and religious studies, but there are also those who still feel less confident. From here the author has an idea to improve the mastery of Public Speaking properly and correctly in Mojodanu Village, Ngusikan District. By using the Public Speaking Guide book. The approach method used in community service in Mojodanu Village is to use the PAR method (Participatory Action Research). One of them is by implementing practical methods, training and local community approaches so that indirectly children and the community in Mojodanu Village can capture the Public Speaking training material well. After the Public Speaking training was held, TPQ children in Mojodanu village were enthusiastic in preparing themselves for the Public Speaking competition. The opinion of the head of TPQ from various hamlets in Mojodanu Village said that TPQ children were happy and motivated in the Public Speaking training that we did. With the books provided, it can help partners in the teaching and learning process.