Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kajian Literatur Hubungan Karakteristik Petani dengan Adopsi Inovasi Budidaya Padi Sawah wijaya, wijaya; Astuti, Lusia Cipto
Paradigma Agribisnis Vol 5 No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.7833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik petani dengan adopsi inovasi budidaya padi sawah. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur terhadap jurnal ilmiah tentang hubungan karakteristik petani dengan adopsi inovasi budidaya padi sawah., sedangkan data yang digunakan merupakan data sekunder berupa jurnal hasil penelitian pada Google Scholar yang dipublikasikan dari tahun 2013 sampai 2022, sebanyak 23 jurnal. Berdasarkan kajian publikasi jurnal tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan posistif yang signifikan antara karakteristik petani (umur, pendidikan formal, luas lahan garapan dan lama berusahatani) dengan adopsi inovasi budidaya padi sawah.Kata Kunci : Karakteristik Petani, Adopsi, Padi Sawah
Efektivitas Agen Hayati (Rhodopseudomonas palustris) untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Daun (Alternaria porri) pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Deden, Deden; Wijaya, Wijaya
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1212

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah komoditas unggulan pertanian Indonesia. Penurunan produksi bawang merah salah satunya karena penyakit bercak daun. Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Alternaria porri. Upaya pengendalian penyakit bercak daun ini masih ditekankan pada penggunaan fungisida, padahal penggunaan fungisida secara terus menerus berdampak negatif bagi lingkungan. Salah satu upaya alternatif ramah lingkungan untuk mengatasi penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah adalah dengan menggunakan agen hayati R. palustris. R. palustris merupakan mikroorganisme ramah lingkungan yang mengendalikan serangan cendawan. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendapatkan informasi hasil percobaan pengendalian penyakit bercak daun dengan menggunakan R. palustris. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu, A = R. palustris 0,5 mL/L, B = R. palustris 1,0 mL/L, C = R. palustris 1,5 mL/L, D = R. palustris 2,0 mL/L dan E = Kontrol (tanpa perlakuan fungisida). Hasil penelitian menunjukan bahwa agen hayati R. palustris tidak menimbulkan fitotoksisitas bagi pertumbuhan tanaman bawang merah, sehingga bawang merah dapat tumbuh dengan baik. Semua taraf konsentrasi agen hayati R. palustris yang diuji mampu menekan instesitas serangan penyakit bercak daun (Alternaria porri) dan penyakit lainnya pada tanaman bawang merah. Semakin besar konsentrasi R. palustris yang diaplikasikan, menunjukan intesitas serangan penyakit bercak daun semakin rendah. Hasil tertinggi bobot umbi bawang merah didapatkan dari perlakuan R. palustris pada konsentrasi 2 mL/L yaitu 29,30 kg per petak atau setara dengan 11,72 ton per hektar (lahan efektif 80%).
The Position of Presidential Abolition in Indonesian Law: Case Study of Tom Lembong from the Perspective of Maqashid Syari'ah and Legal Benefits Efendi, Syamsul; Wijaya, Wijaya; Aiman, Muhammad; Hakim, Dan Amran; Rahmawati, Rahmawati
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 4 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to deeply analyze the status, function, and legal implications of the President of the Republic of Indonesia's right to abolish, particularly in the context of criminal and constitutional law. Abolition, as an instrument of pardon, amnesty, and abolition (GNA), enshrined in Article 14 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD NRI 1945), is the prerogative of the head of state to abolish a criminal offense or halt the prosecution of a person suspected of or having committed a crime, before the trial process is complete. The strength of this right lies in its character as an instrument of judicial discretion that transcends judicial decisions, and its implementation must take into account the considerations of the House of Representatives (DPR). The study focuses on the case study of Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), who, in the public narrative, has been linked to potential involvement in controversial cases. This case was chosen as a model to test the limits of the use of abolition in Indonesia. Normatively, the use of abolition in Indonesia is rare compared to pardons and amnesties, making it a gray area in constitutional practice. This study uses a juridical-normative and philosophical approach, enriched with a qualitative analysis of the relevant legal framework and constitutional law doctrine. From the perspective of Maqashid Syari'ah (Objectives of Islamic Law), abolition is analyzed based on its purpose in preserving the five basic pillars (al-Kulliyat al-Khams): preserving religion (hifz ad-din), preserving the soul (hifz an-nafs), preserving reason (hifz al-'aql), preserving descendants (hifz an-nasl), and preserving property (hifz al-mal). The appropriate use of abolition should contribute to the achievement of substantial justice and the protection of greater public interests, going beyond mere formal legal certainty. Meanwhile, from the perspective of Legal Benefit (Rechtssicherheit and Zweckmässigkeit), this study examines the extent to which the application of abolition, particularly in sensitive cases such as those involving public figures or economic interests, can provide sociological benefits, namely restoring order, preventing greater harm, or supporting national stability, without sacrificing the public's sense of justice. The study's findings indicate that although abolition is a legitimate prerogative, its use must be based on the ultra petita principles of justice and the pressing public interest, in line with the values of Maqasid Sharia and the principle of expediency. A balance between legal certainty, justice, and expediency is key to legitimizing the exercise of the president's right to abolition.
POTRET USAHATANI PADI SAWAH PADA PETANI PENGGUNA POWER THRESHER DAN COMBINE HARVESTER Wijaya, Wijaya; Irfan Riyanto; Lusia Cipto Astuti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This research aims to determine the portrait of lowland rice farming among farmers who use Power Thresher and Combine Harvester. The population in this study were 64 lowland rice farmers in Dawuan Village, Tengah Tani District, Cirebon Regency. Data collection was carried out through a census of all members of the population of 64 farmers consisting of 22 farmers using the Power Thresher and 42 farmers using the Combine Harvester using a questionnaire. The results of the research showed that for farmers who used the power thresher grain thresher machine the average harvest cost per hectare was IDR. 4,719,415,- while the total cost of farming is Rp. 15,588,904,- with receipts of Rp. 25,678,143,- and farming income of Rp. 10,089,239,- For farmers who use a combine harvester grain thresher, the average harvest cost per hectare is Rp. 2,239,442 while the total cost of farming is Rp. 13,089,334,- with receipts of Rp. 28,298,792,- and farming income of Rp. 15,209,459,-. The use of a combine harvester grain threshing machine can significantly reduce harvest costs. Keywords: Farming, Power Thresher, Combine Harvester.
Optimasi dan Efisiensi Pemupukan Kalium pada Tanaman Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Wijaya, Wijaya; Ilhan, Muhamad; Khoeriyah, Devi Nandira
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2512

Abstract

Kajian penelitian tentang optimasi dan efisiensi telah dilakukan peneliti sebelumnya, tetapi kajian penelitian tersebut dilakukan secara terpisah, baik optimasi maupun efisiensi pemupukan. Di samping itu penelitian-penelitian tersebut dilakukan pada komoditas selain tanaman kacang bambara. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian untuk menentukan dosis optmum pupuk kalium sekaligus menentukan tingkat efisiensi penggunaan pupuk kalium tersebut pada tanaman kacang bambara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui optimasi dan efisiensi dosis pupuk KCl pada tanaman kacang bambara. Percobaan di daerah Cilimus, Kuningan, Jawa Barat dari bulan April hingga Agustus 2025. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari enam dosis pupuk KCl yang diulang empat kali. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah polong per tanaman dan per petak, bobot polong per tanaman dan per petak, serta serapan kalium. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis varian, analisis optimasi dan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis pupuk KCl menentukan perbedaan tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah polong per tanaman dan per petak, bobot polong per tanaman dan per petak serta serapan kalium pada tanaman kacang bambara. Dosis pupuk KCl yang optimum dicapai pada dosis 74,42 kg ha-1. Besarnya nilai efisiensi agronomis tertinggi yaitu 31,51, efisiensi fisiologis tertinggi 62,8 dan efisiensi pemulihan hara tertinggi yaitu 89,89%.
FORGIVENESS ORANGTUA DALAM MENYIKAPI PERISTIWA KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DI NUSA TENGGARA TIMUR Indriyanti Putri Claudia, Monika; Aipipidely, Diana; Artati, Mardian; Ch, R Pasifikus; Wijaya, Wijaya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8254

Abstract

This study aims to understand the process of parental forgiveness toward teenage daughters who experience out-of-wedlock pregnancy in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. This region is known for its patriarchal culture that highly values family honor, making teenage pregnancy a heavily stigmatized social issue. While many studies have examined the impact of teenage pregnancy, few have explored how parents, particularly in the local cultural context, process their emotions and forgive their children. Using a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), this study involved five parents who were interviewed to explore their experiences. The findings reveal five key stages in the forgiveness process: (1) early detection of pregnancy through parental intuition, (2) initial emotional reactions such as anger and disappointment, (3) transition toward unconditional love and protective actions, (4) social and spiritual support that strengthens acceptance, and (5) varying attitudes toward the male counterpart involved. This study fills a gap in the literature regarding the emotional dynamics of parents facing teenage pregnancy in Eastern Indonesia and provides insights for culturally sensitive counseling practices in handling similar cases. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pemaafan orangtua terhadap anak remaja yang hamil di luar nikah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Daerah ini dikenal dengan budaya patriarkal yang sangat menjunjung tinggi kehormatan keluarga, sehingga kehamilan remaja menjadi masalah sosial yang sangat distigmatisasi. Meskipun banyak penelitian yang meneliti dampak kehamilan remaja, belum banyak yang membahas bagaimana orangtua, khususnya dalam konteks budaya lokal, memproses perasaan mereka dan memberi maaf kepada anak mereka. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA), penelitian ini melibatkan lima orangtua yang diwawancarai untuk menggali pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penting dalam proses pemaafan: (1) deteksi awal kehamilan melalui intuisi orangtua, (2) reaksi emosional awal seperti marah dan kecewa, (3) transisi menuju kasih sayang tanpa syarat dan tindakan perlindungan, (4) dukungan sosial dan spiritual yang memperkuat penerimaan, dan (5) sikap yang bervariasi terhadap pihak laki-laki yang terlibat. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai dinamika emosional orangtua dalam menghadapi kehamilan remaja di Indonesia Timur, serta memberikan wawasan bagi praktik konseling yang lebih sensitif terhadap budaya dalam menangani kasus serupa.