Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL INSTAN DAN SEHAT DI LINGKUNGAN SAMBOANG DESA TRITIRO KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Rachmawaty, Rachmawaty; Kurnia, Nani; Muflihunna, Andi; Yusuf, Yusnaeni
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i1.46787

Abstract

Pelatihan  Pembuatan Teh  Herbal Instan dan Sehat di Lingkungan Samboang Desa Tritiro Kabupaten Bulukumba merupakan  salah  satu  kegiatan Pengabdian yang dilakukan oleh Tim Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar secara mandiri. Pengolahan jahe dan sereh dilakukan secara tradisional yang bertujuan menjaga orisinalitas rasa dari jahe dan sereh serta  memberikan  manfaat  pada  peningkatan  imunitas  tubuh khususnya bagi warga nelayan. Aktifitas nelayan kebanyakan menyita waktu dan tenaga yang besar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf  kesehatan dan peningkatan imun bagi masyarakat dan menjadi salah satu aspek penunjang ekonomi masyarakat pesisir pantai. Bahan Jahe  dan  Sereh pada pelatihan ini akan dikemas dan diberikan label “Teh Herbal’. Pengemasan dan proses pengeringan pada bahan yang digunakan sebagai upaya untuk menjaga kualitas dan orisinalitas produk. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan bahan herbal dan bahan  tanaman obat kelurga yang berada di lingkungan sekitar. Pelaksanaan  kegiatan  meliputi  penyampaian  materi,  Proses pembersihan  jahe dan sereh, praktik pengemasan  teh dalam dalam botol,  diskusi  dan  tanya  jawab seputar manfaat teh harbal.  Antusiasme  peserta  sangat  tinggi selama pelatihan yang tercermin dalam keaktifan saat praktek pengemasan dan suasana diskusi yang interaktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi peluang untuk mengembangkan kewirausahaan bagi masyarakat daerah pesisir. Kata Kunci: Teh Herbal, Jahe, Sereh, Teh Instan, Imun
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT NELAYAN MELALUI PEMBERDAYAAN PENGOLAHAN DAUN KELOR MENJADI MINUMAN FUNGSIONAL DI PANTAI SAMBOANG KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Kurnia, Nani; Palennari, Muhiddin; Patongai, Dian Dwi Putri Ulan Sari; Muflihunna, Andi
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i2.68241

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pantai Samboang melalui pemanfaatan daun kelor sebagai minuman fungsional. Tanaman kelor adalah satu-satunya tanaman sayuran yang berada  sekitar lokasi Pantai Samboang. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pengolahan daun kelor, demonstrasi produk, dan sosialisasi manfaat daun kelor. Pengolahan daun kelor menjadi minuman fungsional berupa the herbal dan jus berbasis daun kelor. Pelatihan diberikan dengan pemberian materi mengenai manfaat daun kelor dan praktek pembuatan the herbal dan jus berbasis daun kelor. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun kelor, peningkatan keterampilan dalam mengolah daun kelor, serta munculnya minat untuk mengembangkan usaha berbasis daun kelor. Kata kunci: Pantai Samboang, Daun Kelor, minuman fungsional
Upaya Mendorong Pola Hidup Sehat Masyarakat Kabupaten Takalar melalui Pelatihan Pembuatan Aneka Salad Sayur Azis, Andi Asmawati; Kurnia, Nani; Putri Ulan Sari Patongai, Dian Dwi; Pratiwi, A. Citra
Jurnal Abdi Negeriku Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v1i1.34170

Abstract

A healthy lifestyle in the community has become an important concern for policy makers, both at the national and international levels. This is because the application of a healthy lifestyle in the community is an important part in improving the quality and welfare of people's lives. One of the important aspects of a healthy lifestyle is diet. A good diet will support a healthy lifestyle. A good diet is not only related to the amount or portion of food consumed but also the quality of food which includes the nutritional content of each component. Vegetables are a component in foods that contain many nutrients that are useful for the body, but in fact the level of vegetable consumption in Indonesia is still relatively low. One of the contributing factors is the lack of variety in vegetable processing. Salad is a type of vegetable processed food that is very easy to make and has many benefits because it has a high nutritional content. Training activities as a solution to the problem of low levels of vegetable consumption in the community are carried out in collaboration with the MGMP Science Teacher group in Takalar Regency who are expected to be able to follow up to disseminate skills in processing various vegetable salads to meet community needs.
PELATIHAN PEMBUATAN BUBUK KALDU DAN BUMBU BASAH DARI LIMBAH KEPALA DAN KULIT UDANG DI DESA TRITIRO KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Kurnia, Nani; Muflihunna, Andi; Syamsiah, Syamsiah; Idris, Irma
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.56363

Abstract

Udang adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi dan disukai masyarakat. Selain memiliki cita rasa yang enak, hasil analisis limbah kulit dan kepala udang ternyata mengandung 63% kandungan protein. Bukan hanya komponen protein, kalsium karbonat, karotenoid, kitin, dari limbah kulit akan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Meskipun memiliki nilai gizi yang tinggi, seringkali limbah organik udang ini akan dibuang saat dimasak. Banyak kalangan masyarakat yang masih minim pengetahuan dan pemahaman mengenai manfaat limbah kulit dan kepala udang. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pengenalan dan pelatihan yang mengulas manfaat kulit dan kepala udang yang dapat meningkatkan nilai gizi pada makanan sehari-hari. Jika tidak dimanfaatkan, bahan organik berkualitas ini justru akan mencemari lingkungan, baik mengganggu kualitas air maupun sebagai polusi udara karena menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, inovasi dalam pengolahan limbah organik ini bagi ibu rumah tangga dengan cara mengolah limbah kulit udang menjadi “Bumbu kering maupun Bumbu Basah”. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat secara umum, dan secara khusus untuk memotivasi ibu rumah tangga, untuk mengubah kebiasaan dari membuang jadi menjadi mengolah kembali. Partisipasi dan antusias masyarakat sangat tinggi selama mengikuti pelatihan pembuatan bubuk kaldu dan bumbu basah dari limbah kepala dan kulit udang di Desa Tritiro Kabupaten Bulukumba.Kata Kunci: kulit, kepala udang, bumbu kering, bumbu basahAbstract Shrimp is one of the fishery commodities that is widely consumed and liked by the public. Apart from having a delicious taste, the results of analysis of shrimp shell and head waste turned out to contain 63% protein content. Not only protein components, calcium carbonate, carotenoids, chitin, from skin waste will be very beneficial for the human body. Even though it has high nutritional value, organic shrimp waste is often thrown away when cooked. Many people still lack knowledge and understanding regarding the benefits of shrimp shell and head waste. Therefore, there is a great need for introduction and training that reviews the benefits of shrimp shells and heads which can increase the nutritional value of daily food. If not used, this quality organic material will actually pollute the environment, both disrupting water quality and as air pollution because it causes an unpleasant odor. Apart from that, this innovation in processing organic waste for housewives involves processing shrimp shell waste into "dry spices and wet spices". This activity aims to encourage society in general, and specifically to motivate housewives, to change their habits from throwing away to reprocessing. Community participation and enthusiasm was very high during the training on making stock powder and wet seasoning from waste shrimp heads and shells in Tritiro Village, Bulukumba Regency. Keywords: shells, shrimp heads, dry spices, wet spices
PELATIHAN DIGITALISASI ASESMEN UNTUK ALUMNI JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNM Adnan, Adnan; Kurnia, Nani; Muliana, Muliana; Aldi, Suhardi
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.51869

Abstract

Abstrak Telah dilaksanakan pelatihan asesmen digital untuk alumni jurusan Biologi FMIPA UNM. Kegiatan pelatihan ini dilaksankan pada 19 Juni 2023. Pelatihan dilaksankan selama 1 hari dengan jumlah peserta 35 orang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan di Aula Laboratorium Kebun Percobaan Biologi. Metode pelatihan yang digunkana adalah metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan latihan praktik menggnanakn Platform digital. Hasil pelaksanaan pelatihan pembuatan asesmen digital tersebut dinilai dengan berdasar pada respon peserta pelatihan. Respond peserta pelatihan menggunakan angket tertutup dengan skala likert dan memiliki 25 pernyataan. Penilaian dilakukan terhadap hasil respon dari pernytaan yang diberikan pada angket tersebut. Hasil penilaian menunjukkan bahwa respon peserta pelatihan pada setiap pernyataan dianggap postif atau baik. Hal itu menunjukan bahwa pelatihan pembuatan asesmen digital memiliki hasil yang baik untuk diiplementasikan oleh para alimni jurusan Biologi sebagai bekal untuk evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Asesmen digital, Alumni, BiologiAbstract Digital assessment training has been conducted for alumni of the Biology Department of FMIPA UNM. This training activity was carried out on 19 June 2023. The training was held for 1 day with 35 participants. The implementation of training activities was carried out in the Biology Experimental Garden Laboratory Hall. The training methods used are question and answer methods, discussions, demonstrations, and practical exercises to create digital platforms. The results of the implementation of the training on making digital assessments were assessed based on the responses of the training participants. The trainees' responses used a closed questionnaire with a Likert scale and had 25 statements. The assessment was carried out on the response results of the statements given in the questionnaire. The assessment results showed that the responses of the trainees on each statement were considered positive or good. It shows that the training on making digital assessments has good results to be implemented by the alimni majoring in Biology as a provision for learning evaluation.Keywords: Digital assessment, Alumni, Biology   
OPTIMALISASI KELOMPOK TANI PARANGREA DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH KOTORAN WALET MENJADI PAKAN IKAN DI KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Muflihunna, Andi; Syamsu, Andi Mu'nisa; Kurnia, Nani; Palennari, Muhiddin; Suryani, A. Irma
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.79982

Abstract

Kegiatan budidaya dengan pemenuhan pakan ikan adalah hal yang perlu diperhatikan secara serius. Menekan biaya pakan yang terus meningkat perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat pakan secara mandiri dengan bahan baku lokal yaitu dengaan memanfaaatkan limbah kotoran walet. Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa memiliki potensi pertanian, perternakan, dan perikanan yang sangat bagus. Salah satu usaha peternakan masyarakat  adalah beternak burung walet. Tapi kotoran walet belum dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga menumpuk sebagai limbah di sekitar Desa. Untuk pemanfaatan limbah kotoran walet menjadi pakan ikan dilakukan dengaan metode pembuatan pakan ikan dengan memanfaatkan kotoran burung walet yang dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu: pengeringan bahan; pemasakan bahan; penggilingan bahan; pencetakan bahan menjadi butiran pellet dan pendinginan. Adapun mitra pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani Parangrea. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  maka terbentuknya keterampilan masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah limbah kotoran walet yang semula hanya sebagai bahan yang tidak termanfaatkan. Selain itu, terbentuk kemandiran masyarakat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat selain menjual sarang burung walet, karena dapat dimanfaatkan sendiri, produk pakan ikan berbahan kotoran walet yang bernutri tinggi serta dapat dipasarkan baik secara offline maupun secara online.  Kata kunci: Desa Maccini Baji, Pakan Ikan, Kotoran Walet AbstractFish farming activities with adequate fish feed are a matter that needs to be taken seriously. Finding a solution to reduce the cost of feed, which continues to increase, is necessary. One alternative solution is to produce feed independently using local raw materials, namely by utilizing swallow droppings. Maccini Baji Village, Bajeng District, Gowa Regency has excellent potential for agriculture, livestock, and fisheries. One of the community's livestock businesses is swallow farming. However, swallow droppings have not been utilized to their full potential, resulting in waste accumulation around the village. To utilize swallow droppings as fish feed, a method of fish feed production was developed through several stages, namely: drying the material; cooking the material; grinding the material; molding the material into pellets; and cooling. The community service partner for this project was the Parangrea Farmer Group. Through this community service activity, the community has developed more creative and innovative skills in processing swallow droppings, which were previously only considered as unused material. In addition, the community has become more independent in increasing their income beyond selling swallow nests, as they can now utilize the high-nutrient swallow droppings themselves to produce fish feed that can be marketed both offline and online. Keywords: Maccini Baji Village, Fish Feed, Swallow Feces 
Pelatihan Manajemen Pengelolaan Laboratorium terhadap Guru SMA/SMK Mu'nisa, Andi; Amalia, Rezki; Kurnia, Nani; I, Hamka
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025 artikel in press
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.81110

Abstract

This Community Service Activity aims to improve laboratory management competency and optimize the implementation of practicums and provide an understanding of the latest technical guidance and participants are able to manage laboratories according to standards. Participants in this activity are high school/vocational high school teachers. The method of implementation of this Community Service activity is carried out in the Biology Department laboratory. The implementation time in November 2025 is carried out for 2 days. Participants who took part in this laboratory management training are high school/vocational high school teachers. The method of implementation of this service is carried out in several stages, namely the preparation stage, and the face-to-face implementation stage. The implementation stage consists of lectures explaining material on laboratory governance and management, making preparations for preservation and direct practice in the laboratory. Direct practice in the laboratory by providing direct practical training on arranging equipment and chemicals such as making solutions, as well as occupational health and safety in the laboratory. The results of this community service activity show that participants have acquired knowledge and skills to improve teachers' abilities in managing laboratory facilities with a good managerial and technical approach. School laboratories are important places for the practice of science and technology so their management must be carried out carefully and in accordance with safety protocols.