Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Kandungan Vitamin D2 Pada Ekstrak Etil Asetat Jamur Sawit (Volvariella volvacea) Dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis Oky Hermansyah; Apriyanti Apriyanti; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Dominica
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1245

Abstract

Numerous studies have demonstrated that vitamin D plays a significant role not only in bone health but also in immunity, aiding recovery from infectious respiratory diseases, diabetes, and cholesterol-related conditions. One natural source of vitamin D is mushrooms. Many studies have reported the vitamin D content in mushrooms such as oyster or paddy straw mushrooms, but none have reported the vitamin D content in palm oil mushrooms (Volvariella volvacea). These palm oil mushrooms are abundant in palm oil-producing regions such as Bengkulu Province, specifically in Pino District. This study aims to determine the vitamin D (ergocalciferol) content in the ethyl acetate extract of palm oil mushrooms harvested around oil palm plantations in Pino District. The palm oil mushrooms were processed into simplisia and extracted using ethyl acetate solvent through maceration, then evaporated to obtain a concentrated extract. The extraction process yielded a percentage of 1.076%. The vitamin D content in this concentrated extract was then determined using UV-Vis spectrophotometer with Vitamin D2 (ergocalciferol BPFI) as the standard. The test results produced a standard curve for Vitamin D solution with a regression coefficient (r) of 0.997 and a linear equation of y = 0.0337x + 0.011. The sample absorbance was plotted into the linear equation and its concentration calculated, resulting in a vitamin D2 (Ergocalciferol) content in sample. This study concludes that palm oil mushrooms obtained from around the oil palm plantations in Pino District, Bengkulu Province, contain vitamin D2 (ergocalciferol) at a level of 0.993% or approximately 397.200 IU/gram.
Penentuan Kadar Vitamin D2 Pada Ekstrak Etanol 96% Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Assyifa Ainalaysia; Oky Hermansyah; Maria Eka Patri Yulianti; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Sutra Elvyanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13345

Abstract

Vitamin D plays a crucial role in maintaining bone and dental health and enhancing the body’s immune system function. Vitamin D deficiency has spurred the exploration of alternative sources of vitamin D from natural food sources that may contain vitamin D₂. The palm mushroom (Volvariella volvacea) is one such natural food source known to contain vitamin D₂. This study aims to determine the vitamin D₂ content in a 96% ethanol extract of the palm mushroom (Volvariella volvacea). The vitamin D₂ content was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a BPFI standard vitamin D₂ reference standard. The results showed that the yield of the 96% ethanol extract of the palm mushroom was 10%. The maximum wavelength of the vitamin D₂ standard reference was obtained at 265 nm with an optimized mobile phase of Pro HPLC acetonitrile : Pro HPL methanol (90:10) and a flow rate of 1 mL/minute. The linear equation of the vitamin D2 calibration curve is y = 669.36x + 654.54 with a correlation coefficient (r) of 0.997, indicating good linearity of the analytical method. From this study, it can be concluded that palm mushrooms have potential as a source of vitamin D2.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Aziza Afrianti; Suci Rahmawati; Maria Eka Patri Yulianti; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun secara keseluruhan masih tergolong lemah. Meskipun demikian, zona hambat yang terbentuk bersifat jernih yang mengindikasikan adanya efek bakterisidal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Terhadap Escherichia coli Saniyyah Aqilah Heryson; Suci Rahmawati; Oky Hermansyah; Fauzia Noprima Okta; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13350

Abstract

Resistensi bakteri Escherichia coli terhadap antibiotik, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Bakteri Escherichia coli yang dapat mengganggu saluran pencernaan dan memiliki potensi penyebab penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi Robusta (Coffea canephora) dan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap bakteri Escherichia coli. Jahe merah dan kulit buah kopi Robusta memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai antibakteri. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi kombinasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin dan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol negatif DMSO 10% tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan pada kontrol positif siprofloksasin memiliki zona hambat dengan rata-rata sebesar 12,70±0,18 mm dan masuk ke dalam kategori kuat. Pada Konsentrasi 10%, 20%, dan 40% termasuk dalam kategori sedang (6,75±0,18 mm, 7,33±0,08 mm, dan 8,67±0,21 mm), sedangkan konsentrasi 60% dan 80% termasuk dalam kategori kuat (10,93 mm dan 11,58 mm). Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 60% dan 80% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan rata-rata diameter zona hambat termasuk dalam kategori kuat.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terpurifikasi Dan Penentuan Nilai SPF Rike Pefsika; Tri Danang Kurniawan; Dessy Triana; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1225

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga perlu dikembangkan produk tabir surya yang berbahan alami. Daun ketapang (Terminalia catappa L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak daun ketapang terpurifikasi serta mengevaluasi sifat fisik sediaan serta nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak F0, F1 (0,01%), F2 (0,02%), dan F3 (0,03%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam ekstrak terpurifikasi. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 4,83–6,90, daya sebar 5,65–6,12 cm, daya lekat 5,29–8,52 detik, dan viskositas 28.779–44.571 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 2,258 ± 0,638. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun ketapang terpurifikasi menunjukkan aktivitas fotoprotektif dalam bentuk gel, namun efektivitasnya masih terbatas sehingga diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan nilai SPF.
Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans Nesa Romanda Sari; Risky Hadi Wibowo; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1248

Abstract

Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus dan       E. coli, tetapi tidak dapat menghambat C. albicans. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap S. aureus sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap E. coli sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.
Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis Asbedta Anggraini; Risky Hadi Wibowo; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1251

Abstract

Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu  jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans dan Candida tropicalis. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (A. ilicifolius L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan C. tropicalis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  C. tropicalis pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat  24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. tropicalis dan C. albicans. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (A. ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal-wallis. Hasil uji dari Kruskal-wallis didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.
Skrining Fitokimia Dan Uji Daya Hambat Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Dan Kulit Batang Pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Terhadap Escherichia coli ATCC 25922 Dan Bacillus subtilis ATCC 6633 Yessica Nadeak; Risky Hadi Wibowo; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri; Afifah Fauziyyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1255

Abstract

Daun dan kulit batang angsana (Pterocarpus indicus Willd.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun dan kulit batang angsana. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75% dengan kontrol positif Ciprofloxacin dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil uji menunjukkan ekstrak daun dan kulit batang angsana mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan B. subtilis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli terdapat pada ekstrak daun pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 10,76 mm katagori kuat dan pada B. subtilis yang paling efektif terdapat pada ekstrak kulit batang kosentrasi 75% dengan zona hambat 11,23 mm katagori kuat. Hasil analisis statistik dilakukan dengan uji analisis non-parametrik Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai signifikansi p<0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli.
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Batang dan Akar Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 Siti Nurhaliza; Risky Hadi Wibowo; Dwi Kurnia Putri; Oky Hermansyah; Afifah Fauziyyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1258

Abstract

Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) merupakan tumbuhan mangrove yang mengandung metabolit sekunder dan digunakan sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol batang dan akar jeruju dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli ATCC 25922 dan B. subtilis ATCC 6633, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak batang dan akar jeruju. Pembuatan ekstrak dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian efektivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%, dengan 8 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak batang dan akar jeruju efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan B. subtilis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli terdapat pada ekstrak batang jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 7,35 mm (kategori sedang), sedangkan pada bakteri B. subtilis yang paling efektif terdapat pada ekstrak akar jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 3,96 mm (kategori lemah). Hasil analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi p<0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan B. subtilis.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Afifah Fauziyyah Anisa Lathifah Fauziah Apriyanti Apriyanti Arinda Nur Cahyani Asbedta Anggraini Ashar Muda Lubis Assyifa Ainalaysia Aziza Afrianti Azkiyah, Fadhilah Zayyin Bardah Wasalamah Berlianty Rahmahdini Camelia Dwi Putri Masrijal Camelia Dwi Putri Masrijal Carissa Ingrid Aurelia Defi Suryanti Delia Komala Sari Delyvia Clara Gita Deni Maryani Dessy Triana Dominica, Dwi Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Retnowati Elda Jumiati Evi Maryanti Fadila Jeni Salsabila Farid Fauzia Noprima Okta Fiiska Nur Safitri Fitri, Sabrina Guntur Saputra Hidayah, Thoriqul Husna, Syarifatul Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Khasanah, Heti Rais Komala, Encik Putri Ema Kurnia Dewiani Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marisadonna Asteri Maryana, Dina Mashudi Mashudi Masrijal, Camelia Dwi Putri Meva Parasari Miftahuljannah Miftahuljannah Monalisa, Shelyn Puteri Morin Anggrainy Nabella, Inastia Nabilah Hana Alzahrah Natasha Ardinata Nesa Romanda Sari Nizella Syaenri Nori Wirahmi Nova Yustisia Oktaviani, Tiara Patmawati, Aprisa Riski Permasari, Rose Intan Putri Mulia Putri, Elsa Lolita Putri, Mutiara Wulandareka Joliet Rahmadhani, Aliyah Rahmah, Anggi Apria Faradisya Reza Pertiwi Rezqa Hasanah Riana Versita Rike Pefsika Riska Dea Ananda Risky Hadi Wibowo ROBY SETIAWAN Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma, Sari Rose, Rose Intan Perma Sari Salamet, Samwilson Saniyyah Aqilah Heryson Sari Surya Guma Sri Sari, Rose Intan Perma Sarmubella, Deka Septiani, Nadia Sipriyadi Siti Nurhaliza Suci Rahmawati Suci Rahmawati, Suci Sutra Elvyanti Taurina, Hilda Tika Hardini Tri Danang Kurniawan Tri Danang Kurniawan Versita, Riana Vicka Andini Wahid, Muhammad Ali Ashar Wibowo, Risky Hadi Wirahmi, Nori Yessica Nadeak Yetti Purnama Yetti Purnama Yoravika Dwiwibangga yumita, yumita