Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Guntur Saputra; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri; Ikhsan Ikhsan; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1267

Abstract

Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada pangan masih ditemukan pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu putih di pasar tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 tahu putih yang diambil dari tiga pasar tradisional yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Kaget Pematang Gubernur. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi KMnO₄, asam kromatofat, dan pereaksi Schiff, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 12 sampel (25%) positif mengandung formalin, sedangkan 9 sampel (75%) negatif formalin. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,0775x + 0,0957 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,998 yang menunjukkan linearitas sangat baik. Hasil penetapan kadar formalin pada sampel positif berturut-turut sebesar 6,02%, 6,56%, dan 9,36%. Keberadaan formalin pada tahu putih menunjukkan masih adanya penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat tahu putih yang mengandung formalin di pasar tradisional Kota Bengkulu sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Berlianty Rahmahdini; Rose Intan Perma Sari; Evi Maryanti; Oky Hermansyah; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1347

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan farmasi topikal. Salah satu bentuk sediaan yang dapat dikembangkan adalah emulgel, yaitu kombinasi emulsi dan gel yang memiliki kemampuan penyebaran yang baik, mudah diaplikasikan, serta memberikan kenyamanan pada saat penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun kemangi ke dalam sediaan emulgel serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu Formula 0 (tanpa ekstrak), Formula 1 (ekstrak 1%), Formula 2 (ekstrak 2%), dan Formula 3 (ekstrak 3%). Evaluasi karakteristik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, tipe emulsi, dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan emulgel dengan bentuk semi padat dan homogen serta memiliki tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Nilai pH yang diperoleh berada pada rentang 5,20–6,03 sehingga memenuhi persyaratan pH sediaan topikal, sedangkan nilai viskositas berkisar antara 6.583–9.280 cPs dan masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil uji daya sebar menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki kemampuan penyebaran yang baik, sementara hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula 1 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ekstrak etanol 96% daun kemangi berhasil diformulasikan menjadi sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan topikal. Kata kunci: Daun Kemangi, Emulgel, Ekstrak Etanol, Evaluasi Fisik, Formulasi.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DAN RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nabilah Hana Alzahrah; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Kurnia Putri; Oky Hermansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56845

Abstract

Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, kontrol negatif DMSO 40%, kontrol positif ciprofloxacin, dan kombinasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan 80%. Hasil dari penelitian diketahui DMSO 40% tidak menghambat pertumbuhan bakteri sedangkan kontrol positif ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 15,36±2,35. Pada konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan pada konsentrasi 10% dan 20% tidak menghasilkan zona hambat sedangkan pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat sebesar 0,16±0,11, 4,76±0,79, 6,1±0,54. Berdasarkan hasil uji Anova didaptkan nilai Sig. < 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa antar kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 6,1±0,54 mm yang termasuk kategori sedang.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Bumi Ayu Kota Bengkulu Defi Suryanti; Oky Hermansyah; Putri Mulia; Tri Danang Kurniawan; Dwi Dominica
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.7554

Abstract

Irrational use of antibiotics in the community remains a health problem that can increase the risk of antimicrobial resistance, Low levels of public knowledge are suspected to influence the formation of inappropriate attitudes toward antibiotic use. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and community attitudes toward antibiotic use in Bumi Ayu Village, Bengkulu City. This study used a quantitative method with an observational analytic design through a cross-sectional approach. The sample consisted of 110 respondents selected using a proportional cluster random sampling technique. Data were collected using questionnaires that had been tested for validity and reliability, with Cronbach’s Alpha values of 0.702 for the knowledge variable and 0.786 for the attitude variable. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had low knowledge levels, with 50 respondents (45.5%), and poor attitudes, with 50 respondents (45.5%). The bivariate analysis showed a significant relationship between the level of knowledge and community attitudes toward antibiotic use, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Respondents with better knowledge tended to have better attitudes toward antibiotic use. Therefore, continuous health education through health workers and information media is needed to improve public understanding of rational antibiotic use in order to prevent antimicrobial resistance.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Afifah Fauziyyah Anisa Lathifah Fauziah Apriyanti Apriyanti Arinda Nur Cahyani Asbedta Anggraini Ashar Muda Lubis Assyifa Ainalaysia Aziza Afrianti Azkiyah, Fadhilah Zayyin Bardah Wasalamah Berlianty Rahmahdini Camelia Dwi Putri Masrijal Camelia Dwi Putri Masrijal Carissa Ingrid Aurelia Defi Suryanti Delia Komala Sari Delyvia Clara Gita Deni Maryani Dessy Triana Dominica, Dwi Dwi Kurnia Putri Dwi Kurnia Putri Dwi Retnowati Elda Jumiati Evi Maryanti Fadila Jeni Salsabila Farid Fauzia Noprima Okta Fiiska Nur Safitri Fitri, Sabrina Guntur Saputra Hidayah, Thoriqul Husna, Syarifatul Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Khasanah, Heti Rais Komala, Encik Putri Ema Kurnia Dewiani Maiyulis Maiyulis Maria Eka Patri Y Marisadonna Asteri Maryana, Dina Mashudi Mashudi Masrijal, Camelia Dwi Putri Meva Parasari Miftahuljannah Miftahuljannah Monalisa, Shelyn Puteri Morin Anggrainy Nabella, Inastia Nabilah Hana Alzahrah Natasha Ardinata Nesa Romanda Sari Nizella Syaenri Nori Wirahmi Nova Yustisia Oktaviani, Tiara Patmawati, Aprisa Riski Permasari, Rose Intan Putri Mulia Putri, Elsa Lolita Putri, Mutiara Wulandareka Joliet Rahmadhani, Aliyah Rahmah, Anggi Apria Faradisya Reza Pertiwi Rezqa Hasanah Riana Versita Rike Pefsika Riska Dea Ananda Risky Hadi Wibowo ROBY SETIAWAN Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma Sari Rose Intan Perma, Sari Rose, Rose Intan Perma Sari Salamet, Samwilson Saniyyah Aqilah Heryson Sari Surya Guma Sri Sari, Rose Intan Perma Sarmubella, Deka Septiani, Nadia Sipriyadi Siti Nurhaliza Suci Rahmawati Suci Rahmawati, Suci Sutra Elvyanti Taurina, Hilda Tika Hardini Tri Danang Kurniawan Tri Danang Kurniawan Versita, Riana Vicka Andini Wahid, Muhammad Ali Ashar Wibowo, Risky Hadi Wirahmi, Nori Yessica Nadeak Yetti Purnama Yetti Purnama Yoravika Dwiwibangga yumita, yumita