Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Di Kelurahan Waisai Kota Distrik Kota Waisai Maelany, Megawaty; Musdalifa, Musdalifa; Andriani, Yulia; Fatimah, Husnul; Nurrahiya; intan, Nur; Masseni
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-khidmah.v4i2.1641

Abstract

The aim of implementing integrated real work courses (KKNT) is to provide experience for students, broaden their horizons, improve their skills, independence, responsibility, ability to solve problems in society and be able to practice the tri dharma of higher education. The methods used are observation, interviews and documentation methods. This KKNT activity is carried out for approximately 4 months, during which time it is hoped that students will be able to mingle with the community and be able to harmonize what they have received in college with what is happening in the field. In this KKNT, many programs have been successfully completed, including making rubbish bins, making boundaries and mosque name boards, community service, planting trees and so on.
Penyuluhan Hukum Teknis Penyusunan Peraturan Desa Tentang Penertiban Hewan Ternak Di Desa Lebo Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Nur, Fuad; Ukkas, Jumiati; Afoeli, La Ode Muhamad Taufiq; Heryanti, Heryanti; Intan, Nur; Safiuddin, Sahrina; Tabiu, Ramadan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1536

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan hukum ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi aparat Pemerintah Desa terkait teknis penyusunan Peraturan Desa tentang Penertiban Hewan Ternak dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam hal usaha peternakan dan pemeliharaan ternak. Metode yang digunakan dalam penyuluhan hukum adalah dalam bentuk pemaparan materi (ceramah) dan dialog. Agar terlaksana dengan baik, penyuluhan hukum ini dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan: pertama tahapan persiapan, kedua tahap pelaksanaan, ketiga tahap evaluasi. Adapun hasil yang dicapai yaitu penyuluhan hukum yang terlaksana dengan baik dan telah menambah pengetahuan dan pemahaman yang mendasar bagi aparat Pemerintah Desa Lebo Jaya dalam hal penyusunan rancangan Peraturan Desa. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman hukum masyarakat Desa Lebo Jaya dalam hal kegiatan usaha peternakan dan pemeliharaan ternak yang sesuai dengan ketentuan. Selain itu, dengan adanya draft Rancangan Peraturan Desa Lebo Jaya tentang Penertiban Hewan Ternak diharapkan dapat ditetapkan menjadi Peraturan Desa dengan mengikuti alur penerbitan Peraturan Desa berdasarkan Permendagri No. 111 Tahun 2014 guna mendukung terciptanya ketentraman, ketertiban, serta kenyamanan di lingkungan Desa Lebo Jaya.
Penyuluhan Hukum Tentang Teknik Pembuatan Peraturan Desa Di Desa Tanea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Nur, Fuad; Afoeli, La Ode Muhammad Taufiq; Ukkas, Jumiati; Heryanti, Heryanti; Intan, Nur; Safiuddin, Sahrina; Sinapoy, Muhammad Sabaruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1743

Abstract

Pembentukan Peraturan Desa tidak saja bermakna sebagai upaya yuridis dalam memenuhi prinsip legalitas pemerintahan, melainkan juga sebagai sarana untuk mengkonversi kewenangan mengurus kepentingan desa dalam kerangka dan proyeksi pemerintahan yang otonom dan responsif. Melalui kegiatan ini telah memberi pemahaman kepada peserta penyuluhan terhadap dua aspek. Pertama, terbentuknya pemahaman dalam hal ketepatan merumuskan serta membentuk Peraturan Desa sesuai dengan urgensi pemberian wewenang dalam konsep pemerintahan desa. Kedua, dengan memahami teknik pembentukan Peraturan Desa akan membantu pihak yang berkepentingan untuk memaksimalkan pembentukan Peraturan Desa sehingga berkesesuaian dengan dimensi formil dan materil Peraturan Desa. Kegiatan ini telah memberi penguatan sistematis terhadap pembentukan Peratuan Desa yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Di lain sisi, masyarakat sebagai pihak yang mendapatkan kewajiban mematuhi Peraturan Desa atau pihak yang berkepentingan langsung dalam keberadaan Peraturan Desa dapat mengusulkan pembentukan Peraturan Desa yang dibutuhkan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Disiplin Kerja Perangkat Desa : The Influence Of The Village Head’s LeadeHrship Style On The Work Discpline Of Village Officials Ariwijaya, Heny; Rusman, Liswan; Intan, Nur; Kasiang, Siti Fadila
Jurnal Ilmiah Produktif Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PRODUKTIF
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56072/jip.v12i1.831

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the village head's leadership style on the work discipline of village officials in Tou Village, Moilong District. This study is a type of quantitative research using a simple linear regression analysis method and using 11 samples based on data processing with the help of the SPSS program, a simple linear regression equation Y = 6.304 + 0.457X was obtained. The constant value of 6.304 means that if it is not influenced by the leadership style variable, work discipline is 6.304. The leadership style variable (X) has a significant effect on work discipline (Y). This is indicated by the correlation coefficient value (r) of 0.788 or is in the interval of 0.60 - 0.799, meaning that the relationship between the independent variable of leadership style and the dependent variable of work discipline has a strong relationship. The coefficient of determination (r²) of 0.621 indicates the percentage of influence or contribution of the independent variable in explaining the dependent variable, which is 62.1% and the rest is explained by variables other than the variables being tested. Through the t-test of variable X, Tcount > Ttable = 3.845 > 2.306 was obtained, which means that there is a significant influence of the leadership style variable (X) on the work discipline variable (Y).
KEDUDUKAN HUKUM SURAT KETERANGAN TANAH DALAM SISTEM PEMBUKTIAN PENGUASAAN HAK ATAS TANAH Anri, Andi Fini Rathi; Heryanti, Heryanti; Ukkas, Jumiati; Intan, Nur; Safiuddin, Sahrina
HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan Vol. 3 No. 1 (2024): HUNILA: Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/hunila.v3i1.1305

Abstract

The aim of this study is to examine the legal position of the Land Certificate Letter (SKT) within the land rights proof system and to assess its evidentiary strength. The research method employed is a descriptive qualitative approach with a normative framework, as it is deemed most suitable for analyzing the legal status of SKT in relation to land rights proof under applicable regulations. SKT is commonly used as preliminary evidence of physical possession of land. However, within the evidentiary system, it holds weaker legal weight compared to a land certificate issued by the National Land Agency (BPN). While SKT may be accepted as evidence in court during land disputes, it does not provide the same level of legal certainty as a land certificate. A land certificate serves as a more robust and legitimate proof of ownership, offering greater legal protection. SKT functions solely as an initial proof and basis for land registration. Consequently, despite its significant role in administrative procedures, SKT does not offer absolute legal protection and may be contested by parties holding stronger evidence of ownership. This study also underscores the importance of raising public awareness regarding the differences in legal strength between SKT and land certificates to ensure better understanding of the significance of land registration for legal certainty.
The Use of Picture Dictionary to Enhance Students’ Vocabulary Mastery at UPTD SMPN 11 Barru Nurfadhila, A. Putri; Intan, Nur; Asnidar, Anin
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 8 No. 3 (2025): VOLUME 8 NUMBER 3, MAY 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how effectively junior high school students vocabulary proficiency may be enhanced using pictorial dictionaries. Classroom Action Research was used in this research, and carried out in two cycles with phases for planning, action, observation, and reflection. Twenty-five pupils from SMPN 11 Barru's class VIII.3 took part, and pre- and post-tests were used to gather data. Only 32% of students received the minimum passing score, according to the pre-test data. After implementing picture dictionaries in Cycle I, 40% met the standard, demonstrating initial progress. Cycle II involved refining the teaching approach, leading to a significant improvement, with 100% of students meeting the minimum standard and the average score rising from 66.6 to 80. The findings highlight the potential of picture dictionaries in fostering vocabulary retention and engagement by providing visual and contextualized learning experiences. These results support the integration of picture dictionaries into vocabulary instruction as a practical and effective tool. Future research could explore the use of digital and augmented reality picture dictionaries to enhance learning outcomes further and address limitations related to abstract concepts.
ERROR ANALYSIS IN WRITING OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF MAN 1 PALU Intan, Nur; Jauhari Bandu, Darwis; Amelia, Yuni
Datokarama English Education Journal Vol. 1 No. 1 (2020): August
Publisher : English Tadris Department, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, Datokarama State Islamic University Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/dee.v1i1.2

Abstract

Error analysis is an activity to identify, classify and interpreted or describe the errors made by someone in speaking or in writing and it is carried out to obtain information on common difficulties faced by someone in speaking or in writing English sentences. For students, error analysis is needed to show them in what aspect in grammar which is difficult for them, to show the errors made by the students, to know the source or the cause of the error and how the students can learn from their mistakes in order that they will not make some errors repeatedly. The purpose of this research is to describe the type of grammatical error faced by students in writing. This research used descriptive qualitative method. This research was carried out in using descriptive writing text to find out what types of error made by students of the tenth grade students MAN 1 Palu in writing and what causes of the students error in writing. The result of the research showed that the tenth grade students MAN 1 Palu still made 41 errors in their writing. They are three classification of error based on surface strategy taxonomy. The high frequency of error is selection (63,41%), omission (26,82), and The lowest frequency of error is addition (9,75). On the other hand, the highest cause of error is carelessness (75,6%), %), first language (7 or 17,07 %), while the lowest cause of error is translation (7.31%).
Analisis Peran Guru dalam Pembelajaran Berdifferensiasi di Sekolah Dasar Intan, Nur; Dani, Rahmat; Suryati, Suryati; Adiansha, Adi Apriadi
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang bertujuan memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam berdasarkan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari guru sekolah dasar, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang signifikan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berdiferensiasi. Guru bertindak sebagai perencana, fasilitator, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Dalam peran perencana, guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis diferensiasi yang mencakup variasi dalam tujuan pembelajaran, metode pengajaran, dan asesmen. Sebagai fasilitator, guru menggunakan berbagai strategi, seperti pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media pembelajaran yang beragam. Sementara itu, dalam peran sebagai evaluator, guru melakukan asesmen formatif dan sumatif secara berkala guna mengidentifikasi kebutuhan dan kemajuan siswa. Namun, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi menghadapi beberapa tantangan, di antaranya keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan kurangnya sumber daya pendukung. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, guru memanfaatkan dukungan dari kepala sekolah, kolaborasi antar guru, serta penggunaan teknologi pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan dari pemerintah guna memperkuat implementasi pembelajaran berdiferensiasi.
Implementation of Transparency Principles in Handling Public Complaints at the Enrekang Police Headquarters Intan, Nur; Hanafi, Nurharsyah Khaer; Herman, Herman; Najamuddin, Najamuddin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 10, No 2 (2025): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v10i2.17963

Abstract

This study examines the growing public demand for transparency in public complaint services at the Enrekang Police Department, where challenges such as discriminatory practices and inadequate technological infrastructure persist. The research aims to evaluate the implementation of transparency principles in complaint handling services and to identify the internal and external factors influencing these processes. A qualitative research method employing a case study approach was utilized, incorporating in-depth interviews, participatory observations, and document analysis to ensure data triangulation, with thematic analysis applied for data interpretation. The findings reveal that although the Enrekang Police have made notable improvements in responsiveness, speed, and accuracy demonstrated through courteous interactions and diligent case handling significant shortcomings in timeliness remain. These delays are primarily attributed to discriminatory practices and technological constraints. The study concludes that achieving transparency in public services necessitates not only procedural and technical advancements but also a cultural transformation within the institution. It further suggests that continuous human resource development, digital innovations such as mobile case-tracking systems, and participatory public education are critical to bridging the gap between transparency ideals and practical implementation. These strategies offer a pathway toward enhancing public trust and strengthening institutional accountability.
Analisis Keterlaksanaan Disiplin Positif pada Pembelajaran Fisika di SMAN 3, SMAN 6 dan SMAN 13 Kabupaten Takalar Intan, Nur; Mania, Sitti; Ikbal, Muh Syihab
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29284

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterlaksanaan disiplin positif dalam pembelajaran Fisika di SMAN 3, SMAN 6, dan SMAN 13 Kabupaten Takalar. Fokusnya adalah kesulitan guru dalam menanamkan disiplin berbasis komunikasi suportif dan pembentukan karakter, serta hambatan siswa dalam menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman—meliputi reduksi data, penyajian, dan verifikasi—dengan triangulasi sumber dan waktu untuk menjamin keabsahan. Hasil penelitian mengungkap bahwa guru mengalami tantangan dalam menjaga konsistensi penguatan positif dan membentuk kebiasaan disiplin yang berkelanjutan. Dari sisi siswa, hambatan meliputi rendahnya kejujuran saat ujian, kurangnya kepedulian terhadap fasilitas, kebiasaan menunda tugas, ketergantungan pada kemudahan instan, serta kendala transportasi. Temuan ini memberi masukan penting bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan humanis, serta menjadi acuan sekolah dalam menyusun kebijakan disiplin berbasis karakter. Bagi siswa, pendekatan ini mendukung pembentukan sikap positif, sementara bagi akademisi, penelitian ini memperkaya wacana penerapan disiplin positif dalam pendidikan sains.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Kadir Adi Apriadi Adiansha Afoeli, La Ode Muhamad Taufiq Afoeli, La Ode Muhammad Taufiq Ahmad Yusam Thobroni, Ahmad Yusam Alapi, Rahmat Aldri Frinaldi Aliansa, Wahyu Alkiana, Riska Sisilia AM, St. Asriati Amelia, Yuni Angreni, Ayu Diah Anin Asnidar, Anin Anjani, Sabrina Anri, Andi Fini Rathi Ansari, Rezki Arthur Daniel Limantara, Arthur Daniel Asan, Asan Asisah, Nur Asriani, Fenda Azhari, Hajar Azzahra, Fauziah Beti Pudyastuti, Beti Dani, Rahmat darwis darwis, darwis Dhadhang Wahyu Kurniawan Dwi, Aura Eddy R Pangaribuan, Eddy R Eko Purwanto faisal, fitriah Fajrianti, Dinda Taya Faradilah Farid Karim Fatimah, Husnul Hakiki, Nurul Hanafi, Nurharsyah Khaer Hasrian Rudi Setiawan Heni Pujiastuti Heny Ariwijaya Heryanti Heryanti Hijrah Husain Husain Husain, Alma Pratiwi Idrus, Idham Irwansyah Indah Lestari, Indah Indriani, Rini Irundu, Daud Isnaini, Siti Haskia Jamaluddin Jamaluddin Jauhari Bandu, Darwis Kadoy, Sofia Trivena Kamilah, Siti Khafidhatul Kasiang, Siti Fadila Khaeriah, Ade Siti Khotimah, Sonia Puji Nur La Ode Muhamad Sulihin Lade Sirjon Lestari, Sri Putri Liswan Rusman Lovita, Sherly Maelany, Megawaty Maryati, Sulis Masseni, Masseni Muh. Syihab Ikbal Musdalifa Musdalifa Naisila, Naisila Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nangga, Amirah Nur Afni Nur, Azhara Nur, Fuad Nurdianti Nurdianti Nurfadhila, A. Putri Nurfadhila, Putri Nurhasanah Nurhasanah Nuriyah, Sinta Dewi Nurmadilah, Nurmadilah Nurrahiya Pangesti, Maydiyan Pardana, Deki Pebriansa, Muh. Aksan Pebriansa Permata, Adinda Pramawati, Neli Prasetyo, Muhamad Hari Puspita, Cintani Dila Rahma, Shesa Rahman Hasima Ramadan Tabiu, Ramadan Rapsanjani, Hilal Ratu Yulianti Natsir Risman Setiawan Rizal Muchtasar, Rizal Safiuddin, Sahrina Saguni, Dewi Sulfa Sapril Sapril, Sapril Saputra, Idris Saputra, La Ode Muhammad Saleh Saskya, Saskya Shiva, Mefianda Sinapoy, Muhammad Sabaruddin Sirjon, Lade Sitti Mania, Sitti Sitti Maryam Hamid Suci Safitri, Suci Sufyan Mubarak Sugeng Santoso Suhaeb, Firdaus W Sulihin, La Ode Muhammad Supiyanti, Supiyanti Suryati Suryati Syafitri, Alexa Syaharani, Diva Fatin Syahrani, Diva Fatin Syarifuddin Wahid Tambak, Aminah Tandi, Rahman Tatawu, Guasman Taufiq Afoeli, La Ode Muhammad Triyadi Hendra Wijaya Tuti Restuastuti Ukkas, Jumiati Vani, Nur Vina Oktavia Viratama, Ika Putra Wahyunita Wahyunita Widya Handayani Yosephine, Samuella Yulia Andriani, Yulia