Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Manajemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bandung: (Tourism Management and Creative Economy Training in Bandung Regency) Agustina Setiawan; Titin Rohayatin; Iing Nurdin; Widuri Wulandari Wulan
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.52959

Abstract

Villages in Bandung Regency have the opportunity to realize tourism management and a creative economy. However, until now not all villages in Bandung Regency have been able to make this happen. This training aims to increase the knowledge of village government officials in tourism management and the creative economy. The implementation method is by providing material on tourism management and the creative economy, management training and workshops on tourism management and the creative economy, and Focus Group Discussions (FGD) with village government officials related to tourism management and the creative economy throughout Bandung Regency. As a result of the FGD, it was found that there are still several villages that have potential but have not been able to develop into tourist villages or realize a creative economy. This is due to the limited budget, knowledge, and infrastructure of the village. For this reason, further training is needed on the same theme. Keywords:  Management; Creative Economy; Village Government   Keywords:  Management; Creative Economy; Village Government ABSTRAK Desa yang ada di Kabupaten Bandung memiliki peluang untuk mewujudkan manajemen pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, sampai saat ini  belum seluruhnya desa di Kabupaten Bandung dapat mewujudkannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintah desa dalam manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan yaitu dengan cara pemberian materi tentang manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif, pelatihan pengelolaan/ workshop manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para aparatur pemerintah Desa terkait manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif se-Kabupaten Bandung. Hasil dari FGD, ditemukan masih ada beberapa desa yang memiliki potensi, namun belum mampu untuk dikembangkan menjadi desa wisata, ataupun mewujudkan ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran, pengetahuan, dan infrastruktur dari desa. Untuk itu, diperlukan pelatihan lanjutkan dengan tema yang sama.
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI DESA NANJUNG KECAMATAN MARGAASIH KABUPATEN BANDUNG Setiawan, Agustina; Septiansyah, Bayu
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL JISIPOL VOL. 5. NO. 1, JANUARI 2021
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.602 KB)

Abstract

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 menjelaskan bahwa tujuan pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pelaksanaan Pembangunan di Desa Nanjung sebagai salah contoh mengenai bagaimana pembangunan di desa yang telah diatur di dalam Undang-Undang tentang desa. Masih banyak tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Nanjung terutama SDM dan partisipasi masyarakat, Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan maksud memusatkan perhatian terhadap fenomena dan masalah yang terjadi pada saat penelitian dilakukan. Data diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara dengan informan kunci sebagai data primer. Informan kunci ditentukan berdasarkan beberapa kriteria yakni, setidaknya ada 3 narasumber yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pebangunan desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Nanjung mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan. Pemerintah Desa Nanjung menggunakan perpaduan pendekatan top down berupa garis-garis Musrenbang yang harus mengikuti visi dan misi Desa Nanjung. Selain itu Desa Nanjung menggunakan pendekatan bottum up karena terdapat unsur partisipasi yang melibatkan BPD.
Implementasi Kebijakan PermenPAN RB Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan Birokrasi di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat Raden Arham Nasrulloh; Agustina Setiawan; Yovinus Yovinus
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v21i2.2009

Abstract

This study aims to examine the implementation of the bureaucratic simplification policy by equating administrative positions to functional positions in the West Bandung Regency Regional Secretariat. This study uses a qualitative approach with a case study method, as well as data collection techniques through in-depth interviews with key informants, main informants, and supporting informants. The results of the study indicate that the bureaucratic simplification policy has a significant impact on organizational performance, but on the other hand also faces various challenges related to communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. These challenges include unclear information, unsynchronized budget allocation, and competency gaps that arise due to job equalization.
The Role of Village Government in Digital-Based Community Empowerment in Tourism Villages Setiawan, Agustina
Journal of Governance Volume 9 Issue 3: (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v9i3.28017

Abstract

Community empowerment is one of the keys to success in developing tourist villages. The role of village government and the use of digital technology are important factors in this empowerment effort. This research aims to analyze the role of village government in digital-based community empowerment in tourist villages, identify supporting and inhibiting factors, and evaluate the implementation of digital technology in the empowerment process. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, where data is collected through in-depth interviews, field observations, and documentation studies. The research results show that digital-based community empowerment in tourist villages requires the active role of village government in developing digital infrastructure, implementing digital literacy training, and facilitating promotion and marketing. The keys to success include access to technology, digital literacy, active support from the village government, community participation, and availability of resources and funding. Through collaboration with external parties and the use of technology for public services, villages can increase competitiveness, community welfare, and support equitable national development.
Kualitas Pelayanan Kesehatan di Instalasi Gawat Darurat Bagi Pasien pada Rumah Sakit Umum Daerah Cililin Kabupaten Bandung Barat Asep Asep; Agustina Setiawan; Rira Nuradhawati
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v21i2.2075

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Cililin has not yet achieved patient satisfaction, with ongoing complaints about suboptimal health service quality, particularly in the Emergency Department (IGD). This study aims to identify the causes of inadequate health service quality as observed in the IGD. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was conducted using observation, interviews, and documentation techniques. The researcher used source triangulation to verify the validity of the data. Data analysis was performed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study assessed the quality of health services in the Emergency Department at RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat, based on six main indicators: 1) Professional and Skill; 2) Attitudes and Behavior; 3) Accessibility and Flexibility; 4) Reliability and Trustworthiness; 5) Recovery; and 6) Reputation and Credibility. The general overview of the identified issues includes: 1) Limited number of certified medical staff; 2) High-pressure work environment; 3) Limited space and equipment; 4) Issues with medical equipment; 5) Slow evaluation processes; and 6) Impact of adverse patient incidents. Overall, the quality of services in the Emergency Department at RSUD Cililin can be considered adequate. Despite facing various challenges, RSUD Cililin demonstrates a strong commitment and effort to improve emergency department services, reflecting dedication to patient welfare and ongoing enhancement of health service quality.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat Pengguna Pelayanan Administrasi Terpadu (Paten) Kecamatan Ngamprah Mega Oktaviawati; Agustina Setiawan; Wawan Gunawan
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v21i2.2080

Abstract

The research conducted aims to analyze the impact of public service quality on the level of public satisfaction in Ngamprah District, particularly in the implementation of the District Integrated Administration Service System (PATEN). Using simple linear regression analysis, this study evaluates the relationship between public service quality (X) and public satisfaction (Y). Data was collected from 33 respondents through questionnaires measured using a Likert scale. The analysis results indicate that public service quality has a significant impact on public satisfaction, with a regression parameter value of 0.423 and a significance value of 0.000. The coefficient of determination, or R Square, is valued at 0.771, indicating that 77.1% of the variance in public satisfaction can be explained by the quality of public service. This study concludes that improvements in public service quality are directly associated with increases in public satisfaction. The findings highlight the importance of focusing on service aspects such as timeliness, ease of access, service model variety, accuracy, completeness, courtesy, responsibility, friendliness, and comfort to achieve higher service standards and enhance public trust.
Optimalisasi Layanan Administrasi Kependudukan: Evaluasi Kualitas Pelayanan Pembuatan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi Tahun 2023 Setiawan, Agustina; Agnessya, Alfira; Febriansyah Rokhmat, Dicky
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 10 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v10i2.3636

Abstract

The service for making e-KTP is not optimal yet in the implementation of services to the community. This was identified as being influenced by the public's lack of knowledge in processing documents, lack of human resources, and limited service time. The purpose of this article is to describe and analyze the quality of services from the Population and Civil Registry Service in making E-KTPs in Cimahi City in 2023. The research method uses descriptive with a qualitative approach. using the Hardiansyah (2011) service quality which is measured through several service quality indicators, namely: tangible aspects, level of reliability, ability to respond to guarantees, ability to empathize. Informants include 3 informants from the Cimahi City Population and Civil Registry Service staff and 3 informants representing the general public who use E-KTP. Data collection techniques through library studies and field studies (observation and interviews). Data Analysis Techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the quality of E-KTP making services in Cimahi City can be categorized as not yet meeting the quality because human resources are still lacking and network limitations are inadequate, time uncertainty for the community means that the quality of services provided to the community is not yet optimal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED DEVELOPMENT (CBD) DI DESA WARNASARI KABUPATEN BANDUNG Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; Abidin AS, Zaenal; Kushartono, Toto; Fujilestari, Noer Apptika; Munawaroh, Siti; Dari, Widuri Wulan; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Rochaeni, Atik; Febriansyah, Dicky; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Permana, Danny; Ristala, Harky
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.15373

Abstract

Luas wilayah Desa Warnasari adalah 8,62% dari luas wilayah Kecamatan Pangalengan. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan (1) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa terhadap kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten; (2) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur desa pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan hasil pre test dan post tes setelah kegiatan. Adapun hasil kegiatan menunjukkan bahwa keinginan atau partisipasi Masyarakat tinggi, namun belum semua memahami dalam perumusan, pelaksanaan suatu program yang betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Potensi komoditas lokal sudah ada namun saat ini masih peran pendatang yang lebih kuat, petani lokal belum maksimal dalam pengoptimalan dari komoditas lokal misalnya dalam pengelolaan kopi lokal, teh, sayuran, dan lain-lain, tempat pariwisata lokal, saat ini banyak dikelola oleh pihak luar, sehingga kesempatan penduduk lokal masih terbatas.
STRATEGI PEMERINTAH DESA MEKARJAYA KECAMATAN CIKALONG WETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT Setiawan, Agustina; Rokhmat, Dicky Febriansyah
Jurnal Academia Praja Vol 8 No 1 (2025): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v8i1.3425

Abstract

Poverty trends in Mekarjaya Village, Cikalong Wetan Subdistrict West Bandung Regency have tended to increase since 2019. This is related to the stunting treatment carried out by the Village Government with the Mekarjaya KB Village. However, the issue of poverty and stunting in Mekarjaya Village has not yet found the right strategy. This study aims at the Village Government's Strategy in Poverty Reduction and the Development of One Village One Product in Mekarjaya Village. The research used descriptive qualitative methods with data collection through interviews and observations. The results showed that the Village Government has not been able to identify holistically the potential of the village, especially in the agriculture, livestock and MSME sectors. Mekarjaya Village has the potential of clove commodities, but there are still no efforts related to value chain development, and marketing. Similarly, cassava commodities are processed into cassava chips. Recommendations from the Research Team that these strategies are not optimal enough to improve the economy of residents to get out of poverty and stunting cases. In this scope, the research team tries to formulate a strategy that can be carried out by Mekarjaya Village in managing the village's potential, namely by intervention by the village government.
Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Setiawan, Agustina; Rohayatin, Titin; Kurnia, Dadan; P, Dahly Sukma; Kushartono, Toto; AS, Zaenal Abidin; Wulandari, Widuri; Munawaroh, Siti; Apptika, Noer; Fauzi, Lukman Munawar; Siddha, Arlan; Febriansyah, Dicky; Rochaeni, Atik; Zulfikar, Waluyo; Septiansyah, Bayu; Aprilia, Bunga; Irawaty, Tinda; Yamardi, Yamardi; Permana, Danny; Ristala, Harky
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16579

Abstract

Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan menghadapi sejumlah tantangan seperti kapasitas aparatur dalam mengimplementasikan program dan kebijakan dari Kecamatan dan Kabupaten serta pengelolaan komunitas lokal yang terdapat di Desa Warnasari. Kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan berkaitan dengan sebaran penduduk menurut pekerjaan. Desa Warnasari memiliki potensi desa yang sangat baik, namun belum didukung dengan kemampuan dari pemerintah desa dan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, sehingga angka kemiskinan di Desa Warnasari masih tinggi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan cara penyampaian materi atau sosialisasi terkait kapasitas pemerintah desa dan pengelolaan potensi desa, serta diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini bahwa masyarakat lokal di Desa Warnasari sadar akan adanya potensi desa yang dimilik, seperti kopi, teh dan tempat wisata alam. Namun mereka belum mampu mengelola potensi desa dengan mandiri. Potensi desa yang mereka miliki masih dikelola oleh pihak lain yang bukan masyarakat lokal. Hal ini yang menjadi alasan mengapa tingkat kemiskinan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung masih tinggi. Perlu ada penguatan kapasitas dari pemerintah desa dan masyarakat desa untuk mengelola potensi desa, agar mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat Desa Warnasari.
Co-Authors Abidin As, Zaenal Agnessya, Alfira Agus Subagyo Agus Subagyo Agus Subagyo Agus Subagyo Agus Subagyo Agus Subagyo Amellia, Neneng Widya Anceu Murniati Angga Nurdin Rahmat Anggun Dwi Panorama Annisa Dwi Lestari Apptika Fuji Lestari, Noer Apptika, Noer Aprilia, Bunga Aprilian, Bunga Aprimayanti, Risyah Arlan Siddha Arlinda Puspa Dewi asep asep Atik Rochaeni Bayu Septiansyah Bayu Septiansyah Bella Shelina Benaya Putri Bunga Aprilia Dadan Kurnia Dadan Kurnia Dadang Sufianto Daeli, Panca Ricci Richardo Immanuel Dahly Sukma Dahly Sukmapryandhika Ar Danny Permana Dari, Widuri Wulan Dewi Kurniasih Dicky Febriansyah Dicky Febriansyah Rokhmat Dicky Febriansyah Rokhmat Fauzi, Lukman Munawar Febriansyah Rokhmat, Dicky febriansyah, dicky Fujilestari, Noer Apptika Haikal, Ridwansyach As Harky Ristala Harky Ristala Iing Nurdin Irawaty, Tinda Kurnia, Dadan Kushartono, Toto Lestari, Noer Apptika Fuji Lukman Munawar Lukman Munawar Fauzi Mamat Sonjaya Mega Oktaviawati Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad Raihan Pratama Nala Nourma Nastiti Nissa Nur Farida Noer Apptika Fujilestari Nurdin, Iing P, Dahly Sukma Paisal Nopiansyah Peri Irawan Permana, Danny Raden Arham Nasrulloh Rakha Aditya Putra Ramdani, Wisam Renaldo Benarrivo Riant Nugroho Rira Nuradhawati Ristala, Harky Risyah Aprimayanti Rochaeni, Atik Rohayatin, Titin - Rokhmat, Dicky Febriansyah Septiansyah, Bayu Siddha, Arlan Siti Munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawaroh Siti Munawaroh Sulaiman, Tatang Taufan Herdansyah Akbar Toto Kusharton Toto Kushartono Toto Kushartono Utang Suwaryo Waluyo Zulfikar Waluyo Zulfikar Wawan Gunawan Wawan Gunawan Wawan Gunawan Wibowo Ndaruhadi Wulandari, Inten Widuri Yamardi Yamardi, Yamardi Yovinus Yovinus Yusep Ginanjar Yuswari Octonain Djemat