Claim Missing Document
Check
Articles

Persaingan Penjualan Pakaian di Pasar Youtefa dengan Super Market/Mall dan Pertokoan di Abepura Kota Jayapura Renngiwur, Gazali Husin; Yusuf, Muhamad; Umkabu, Talabudin; Muhandy, Rachmad Surya; Zulihi, Zulihi
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 3, No 2 (2023): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v3i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penjualan pakaian yang dilakukan pedagang pakaian di pasar Youtefa Abepura dan untuk mengetahui kebijakan pemerintah Kota Jayapura tentang libur dihari Minggu diperuntukkan bagi pedagang. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma fenomenologi sosial. Hasil penelitian: Pedagang pakaian di Pasar Youtefa kurang melakukan trobosan dalam melakukan perdagangan, melalui pemanfaatan jaringan internet untuk penjualan juga efek dari banjir tahunan menyebabkan kerugian besar bagi pedagang. Selain itu, peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Jayapura yang berkaitan dengan lingkup pelayananmasih belum cukup baik yang dalam hal ini berupa kenyamanan serta akses untuk mendapatkan pelayanan. Selain itu ketersediaan sarana pendukung pasar, fleksibilitas, penanganan permintaan khusus bagi pedagang juga masih dirasa sangat kurang. Perbedaan waktu operasional pada hari biasa untuk pedagang swalayan yang lebih lama 3 jam dibanding dengan pedagang di pasar membuat para konsumen lebih memilih untuk berbelanja di swalayan. Sedangkan jam operasional untuk pedagang di swalayan di hari Minggu memiliki waktu yang agak lama yaitu yaitu kurang lebih 4 jam dibandingkan dengan pedagang di pasar Youtefa Abepura. Selain itu, masyarakat kebanyakan enggan berbelanja di pasar ketika siang hari karena factor cuaca, mereka lebih memilih berbelanja pakaian di Mall/supermarket dengan fasilitas penyejuk udara yang menimbulkan kenyamanan dalam berbelanja.
Pengabdian pada Masyarakat Melalui Penterjemahan Naskah Khotbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat Yusuf, Muhamad; Mayalibit, M. Yasin, Un.; Nawir, M. Syukri; Fatmawati, Anissa; Al Abza, M. Thohar; Rasyid, Muhammad Rusdi
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v8i2.10794

Abstract

Penggunaan naskah Khotbah Gulung merupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat, Namun demikian masyarakat tidak memahami isi yang terkandung dalam naskah tersebut akibat tidak adanya masyarakat yang mampu menterjemahkan naskah tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan metode analisis ASOCA dalam penjabarannya. Hasil penelitian: peneliti melakukan penterjemahan naskah Khotbah Gulung dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, selanjutnya mencetak ke dalam buku terjemahan dan menyerahkannya pada masyarakat Kampung Lilinta. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap penggunaan naskah Khotbah Gulung tersebut dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dalam meningkatkan ketaqwan kepada Allah Subhanahu wa ta ala melalui kegiatan-kegiatan berkelanjutan seperti Desa Binaan dan Kuliah Kerja Nyata di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat.
BKMT Kota Jayapura Dalam Mengembangkan Majelis Ta’lim Tingkat Mesjid Zulihi, Zulihi; Yusuf, Muhamad
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 1 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v1i1.22

Abstract

BKMT Jayapura in carrying out its duties in fact there is still a majelis ta'lim has not been tracked by BKMT, even in the implementation of religious activities BKMT sometimes does not involve Majelis Ta'lim of Mosque level, so the contribution posed BKMT Jayapura is not yet felt. The research aims to determine the role of managers in developing the organization, the form of activities undertaken, and the inhibitory factor of activities conducted by BKMT Jayapura. The management of BKMT Jayapura is expected to be able to conduct communication with the founder of BKMT Jayapura so that the exchange process, understanding the information conducted between the Board with the founder of BKMT. The importance of norms communication, the value in the actions of its members conducting activities, there is no appreciation for managers who have a large contribution to the organization, planning the personnel, identifying the work, placing new members taken from the district level BKMT, implementing socialization on the new officers on the task, responsibility to be carried out. Training and development conducted for BKMT managers constraints of available funds, the contact between the board of BKMT Jayapura to know each other so as to facilitate managers interconnected, decision making is done individually, but some are done in a group. Decision making by the leadership of BKMT based on certain considerations, or based on the properties of its urgency, coordination is done if there is work done together, carrying out personal exchange between the managers in the body BKMT and with the caretaker in the province or BKMT at the district level.
Pemahaman Nilai-Nilai Ajaran Islam Di Kampung Samate Kepulauan Raja Ampat Mayalibit, M. Yasin Un.; Yusuf, Muhamad
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 1 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v1i1.27

Abstract

Moslems who are in the Raja Ampat Islands especially in the Samatevillage degraded understanding islamic especially among the young generation. They often interpret the teachings of Islam partially and misguided, it is realized or has not lowered Islam itself. The younger generations studied Islam (formal institutions) such as boarding schools, madrasah, and other Islamic colleges. In fact, leaving the prayers is considered commonplace, their presumed prayer of the body, which is important in heart. Understanding the value of Islamic teachings is declining in Samate village, North Salawati District, Raja Ampat Islands. The understanding of Islamic teachings in Samate Village influenced religious and customary figures that sought to collaborate between customs and religion, so as to defy the new understanding that entered, but fewer and less, influenced the development of the young generation's religious knowledge. Lack of interest in religious education, they are attracted by general knowledge and technology so that religious education is ruled out, tends to promote materialistic things. People who study religion are reluctant to return to live in Samate, no religious-based schools such as Madrasah or boarding schools in order to support the increasing religious knowledge of young generation. The external factor: Many villagers migrate to the city bringing the habit of unusual Village society, following the trend, lifestyle mode that emerged from the TV show, even the negative of the impressions are contrary to the customary value of society, which resulted in moral change and ethics of the younger generation.
Pembelajaran Qur’an Berdasarkan Klan: (Studi Kasus Pada Masyarakat Kampung Samate, Kepulauan Raja Ampat) Yusuf, Muhamad; Mayalibit, M. Yasin Un.
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 1 No 2 (2020): Pembelajaran Qur'an, Pendidikan Agama Islam, dan Dampak Covid-19
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v1i2.30

Abstract

This study aims to find out about the traditional model of learning Qur’an based on clan which is applied with ritual religion that maintained by the community in Samate Village South Salawati District Raja Ampat Island. Using a qualitative research with a social phenomenology paradigm. The results of this study found that every fam or clan has the people who capable to teach the Qur’an to their family and also the availability of teachers in reading Qur’an in Samate Village are much enough if it seen from the number of fam or clan. The difference of learning technique between the teachers are caused by the factor of teacher education in developing religious education innovation more programmed. The policy in selecting the teachers leads to the kinship structure between teachers and students which is a tradition from generation to generation. The people there really maintain harmony even they have different teachers where it can create social stability among the community. The origin of learning Qur’an is where everyone in one family or clan in society who has the ability to read the Qur’an has the opportunity to developing Qur’an education even that person does not receive a formal education.
Persepsi Hukum Adat Larvul Ngabal Pada Masyarakat Kei Perantauan Di Kota Jayapura Provinsi Papua Yusuf, Muhamad; Nofrita, Dewi; Mafiroh, Nanik Nikmal; Garamatan, Afan
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2021): Ngaji Online, Zakat, dan Kearifan Lokal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v2i1.47

Abstract

This study aims to find out about the understanding of the overseas Kei people in the city of Jayapura about the customary law of Larvul Ngabal and the impact of the values ​​of the customary law of Larvul Ngabal which are starting to disappear on the overseas Kei people in the city of Jayapura. Using qualitative methods with a social phenomenology paradigm. Research results: The phenomenon that occurs in the overseas Kei community in Jayapura city has experienced a degradation of its original culture, namely the Kei culture, where many of the Kei young generation, especially those who grew up in Jayapura City and who are mixed Kei people (one of their parents is not Kei), cannot speak Kei, this results in an inability to master the customary law of Larvul Ngabal, as well as the younger generation who can speak the Kei area (Veveu Evav) unable to master the contents of the law.  On the other hand, there is a strengthening of religious elements so that it erodes the existence of Larvul Ngabal customary law which without realizing that this customary law can unite various religions in the Kei community. The fundamental conflict is only related to the sanctions imposed by customary law which are still very burdensome for the Kei people, there is also an opinion that if the Kei culture is carried out in overseas areas, the use of caste in custom must be reopened.
Penggunaan Metode Ekspositori dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di Kelas VA SD Negeri Inpres Abeale 2 Sentani Kabupaten Jayapura Sucahyono, Kadi; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Zulihi, Zulihi; Hairani, Debby Riana
KARIWARI SMART : Journal of Education Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/kariwarismart.v3i2.474

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penanganan kesulitan siswa memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui menerapkan metode ekspositori pada kegiatan belajar mengajar, serta mengetahui kendala-kendala yang ditimbulkan dan mengganggu penyerapan pengetahuan dari guru kepada murid, serta untuk mengetahui hasil belajar dari siswa Kelas VA SDN INPRES Abeale 2 Sentani Kabupaten Jayapura menggunakan metode ekspositori. Merupakan penelitian Tindakan Kelas menggunakan 19 sampel. Prosedur penelitian yang dilakukan merujuk siklus kegiatan mengacu pada desain model Lewin, menggunakan statistik sederhana dengan mencari prosentase. Hasil penelitian: Test awal diketahui siswa banyak yang memiliki nilai di bawah syarat kecukupan dari beberapa pertanyaan yang diberikan, pada siklus I. Hasil pengamatan tahap pendahuluan, terdapat peningkatan hasil belajar, disebabkan siswa memperoleh penyegaran pada kegiatan belajar, menyebabkan usaha pemusatan perhatian selama pembelajaran. Siswa lebih suka menjawab pertanyaan, dibuktikan dengan hasil test siklus I, terdapat siswa yang memiliki nilai di bawah syarat kecukupan, jumlahnya semakin sedikit dibandingkan test awal. Hasil pengamatan siklus II, aktifitas siswa cukup baik melalui keinginan dalam mengikuti aktifitas pembelajaran, sangat memuaskan terlihat peningkatan prestasi belajar dibanding siklus I. Ini nampak pada aktifitas siswa dalam bertanya yang ketika pre test terlihat malu-malu serta takut salah, namun siklus II siswa mulai memberanikan bertanya dengan bobot pertanyaannya sesuai yang diharapkan. Syarat kecukupan nilai yang dihasilkan siswa lebih baik dibandingkan awal test dan dalam test siklus I.
Dialectics of Religion and Tradition in Determining the Marriage Day of Javanese Muslims in Papua Province Isrowiyah, Isrowiyah; Fauziah, Silvi Laila Rista; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Taslim, Muhammad; Watora, Ibrahim; Hermansyah, Hermansyah
TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Volume 2, Issue 2 (2025)
Publisher : International Tatho Academics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70512/tatho.v2i2.96

Abstract

This research aims to explore the weton tradition in determining the auspicious day for marriage in Javanese Muslims society, particularly in Arso IX, Papua Province, and its impact on the social and spiritual life of the community. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results show that the weton tradition has a deep philosophical value, serves as a guide in determining auspicious days, and strengthens cultural identity and social ties among the community. From a social perspective, the use of weton calculation in marriage can be understood as the parents' desire to choose the best partner for their children. The wedding day carried out based on weton calculations is still considered valid as long as it fulfils the pillars and conditions stipulated in Islamic law, without violating the principles of the Islamic religion. This research confirms the importance of dialog between religious teachings and traditional practices in preserving the harmonious relationship between religious social practices and lokan cultural wisdom.
Kajian Sosiologis terhadap Implementasi Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) V Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua Isnaini, Rahmalia Ayu; Rahmawati, Rimba; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Efendy, Didik; Muhandy, Rachmad Surya
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  This study aims to comprehensively explain the development of the Nucleus Estate and Smallholder (NES/Perkebunan Inti Rakyat) Program in the PIR V region of Arso District, Keerom Regency, Papua Province. Using the analytical framework of Sociology through the application of Max Weber's social action theory, Gramsci's hegemony theory, and ideas about empathy and a sense of justice from Adam Smith, this article focuses the study on the experiences, perceptions, and actions of the communities involved in the PIR V program. This study uses a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the constraints faced in the implementation of the government program. The methods employed include direct observation and interviews with informants. The findings reveal that various obstacles—such as limited infrastructure, weak management, high maintenance costs, fluctuating palm oil prices, and the lack of processing facilities—are the main factors contributing to the program’s failure. Policy evaluation, infrastructure improvement, subsidies, and the development of adequate processing facilities are proposed as solutions to revitalize the program. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan secara komprehensif tentang perkembangan Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di wilayah PIR V di kawasan Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Perangkat analisis menggunakan disiplin ilmu Sosiologi melalui penerapan teori tindakan sosial dari Max Weber, teori hegemoni dari Gramsci, serta pemikiran tentang empati dan rasa keadilan dari Adam Smith, artikel ini memfokuskan kajian pada pengalaman, persepsi dan tindakan masyarakat yang terlibat dalam program PIR V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program pemerintah. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dan wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai hambatan, seperti keterbatasan infrastruktur, lemahnya manajemen, biaya perawatan yang tinggi, fluktuasi harga sawit, serta ketiadaan fasilitas pengolahan, menjadi faktor utama penyebab kegagalan program ini. Evaluasi kebijakan, peningkatan infrastruktur, subsidi, serta pembangunan fasilitas pengolahan yang memadai menjadi solusi yang diusulkan untuk menghidupkan kembali program tersebut.
MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DARI USAHA OLAHAN KERIPIK SINGKONG DI KAMPUNG WULUKUBUN KABUPATEN KEEROM PROPINSI PAPUA Herawati, Miske Aprillia; Ramadani, Nurul Oktavia; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5174

Abstract

Singkong merupakan alternatif sumber karbohidrat yang melimpah dan mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kampung Wulukubun Arso 14, Kabupaten Keerom, Papua. Potensi ini dimanfaatkan untuk mengembangkan industri rumahan keripik singkong sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan menerapkan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act), kegiatan pelatihan produksi dan kewirausahaan diberikan kepada ibu-ibu di desa. Produk keripik singkong dibuat dari bahan lokal dengan peralatan sederhana, lalu dipasarkan melalui promosi digital dan langsung. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa produk ini memiliki kekuatan seperti cita rasa yang khas dan minim kompetitor, namun juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan varian rasa dan desain kemasan yang kurang menarik. Peluang pasar cukup besar, terutama karena meningkatnya minat terhadap camilan sehat tanpa bahan pengawet, meskipun ada ancaman dari kompetitor baru dan tren pemasaran digital yang semakin berkembang. Kesimpulannya, usaha keripik singkong ini memiliki prospek yang menjanjikan sebagai penggerak ekonomi lokal dan dapat ditingkatkan melalui inovasi produk serta strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Co-Authors A. Ubaidillah Abza, M. Thohar Al Ade Salma Renati Kasongat Afan Garamatan Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Akhmad Kadir Alifia Nida Safira Meidiah Andi Bugis Anzilni Uswatun Hasanah Arika Arika Dewi Nofrita Didik Efendy Diva Amilia Ramadhani Dyan Pratiwi Efendy, Didik Enos Rumansara Erfin Wijayanti Fatima Madjid Fatima Nuhuyanan Fatima Nuhuyanan Fatmawati, Anissa Fatmawati, Ludya Fatmayanti, Anisa Fauziah, Silvi Laila Rista Findy Elsa Pratiwi Garamatan, Afan Hairani, Debby Riana Hapsari Rahma Yanti Heni Purwati Herawati, Miske Aprillia Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ibrahim Watora Isnaini, Rahmalia Ayu Isrowiyah, Isrowiyah Lestari, Nining Puji Linda Safitri M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Thohar Al-Abza M. Yasin. U.N. Mayalibit M. Yasin. Un. Mayalibit Mafiroh, Nanik Nikmal Marlina Flassy Mayalibit, M. Yasin Un. Mayalibit, M. Yasin, Un. Mayalibit, M. Yasin. Un. Meidiah, Alifia Nida Safira Moh. Y. Un. Mayalibit Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Saifudin Muhammad Taslim Nanik Nikmal Mafiroh Natasya Aula Husain Natasya Aulia Husain Natasya Aulia Husain Nawir , M. Syukri Nawir, M. Syukri Nurul Oktavia Ramadani Pahri Pahri Putri, Andrea Gafiria Permata Rachmad Surya Muhandy Rachmad Surya Muhandy Rahmalia Ayu Isnaini Rahmawati, Rimba Ramadani, Nurul Oktavia Renngiwur, Gazali Husin Sahudi Sahudi Sahudi, Sahudi Sigit Purwaka Sigit Purwaka Sileuw, Marwan Siti Komariah Tiflen Sucahyono, Kadi Sudirman Sudirman Sulis Maryati Suparto Iribaram Suparto Iribaram Syaiful Muhyidin Talabudin Umkabu Taliba, Jumalia Taslim, Muhammad Umkabu, Talabudin Watora, Ibrahim Yotan Manga’pan Zaenuddin Hudi Prasojo Zhaima Saputri Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi, Zulihi