Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak Nawir, M. Syukri; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Garamatan, Afan; Lestari, Nining Puji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Khutbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat Mayalibit, M. Yasin. Un.; Yusuf, Muhamad; Nawir, M. Syukri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5224

Abstract

Tujuan penulisan artikel adalah agar mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam serta pemahaman yang terkandung pada tradisi Khotbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi social. Pengumpulan data melalui observasi partisipatoris pasif, indept interview dan dokumentasi. Tehnik analisa menggunakan model alir dari Milles B. Huberman. Dibutuhkan kemampuan untuk mengartikan isi khutbah gulung agar dapat merealisasikan pada masyarakat Kampung Lilinta yang merupakan keinginan para tokoh di Kampung Lilinta untuk dijadikan pembiasaan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta ala. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Jum’at yaitu: Ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta ala serta ketaatan pada Rasulnya, berkah dan rizki yang diperoleh, sholat sebagai tiang agama, pahala dan amal sholeh, perbuatan baik, binasanya seluruh mahluk, orang kafir yang tidak beruntung, kedamaian, bershalawat, melarang perbuatan keji, mungkar, kisah para Nabi. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Idul Adha yaitu: haji dan umroh, penyembelihan hewan qurban, bersedekah, memperbanyak berzikir ketika tidak berqurban. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Idul Fitri adalah: pendidikan Tauhid (syahadatain), perintah puasa, kesabaran, zakat dan sedekah, dan cara menghapus dosa, perintah puasa enam hari pasca Idul Fitri, perintah mengagungkan Allah Subhanahu wa ta ala, pengakuan kenabian Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam, puasa jasmani mendidik untuk sehat, secara rohani mengurangi ketamakan, amarah dan hawa nafsu.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nila-nilai Multikultural di SMP Negeri 2 Sentan Fatima Madjid; Umkabu, Talabudin; Muhyidin, Syaiful; Muhamad Yusuf; Zulihi, Zulihi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6517

Abstract

Various factors can affect the success in instilling multicultural values at SMP Negeri 2 Sentani so that it can affect the PAI Teacher's strategy in instilling multicultural values in students. The purpose of this study is to comprehensively describe the factors that influence the PAI Teacher's strategy in Instilling Multicultural Values at SMP Negeri 2 Sentani. The research conducted is qualitative research using social phenomenology paradigm. Data collection techniques used passive participatory observation, in dept interviews, and documentation. Data analysis techniques used the flow model of Miles & Huberman. The results showed: The cultivation of multicultural values in schools requires the support of all parties, including teachers, parents, and the community. PAI teachers play an important role in shaping tolerance attitudes through inclusive education and based on Pancasila values. At SMP Negeri 2 Sentani, multicultural education increases tolerance, although it is still faced with challenges such as differences in identity, the influence of radicalism that is spreading among the community, and low student motivation. In Papua, the multicultural approach should respect local culture and encourage interaction across identities as a force of unity.