Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Lingkungan Bermain Pada Perkembangan Sosial Anak Usia Sekolah di Perumnas 1 Waena Kota Jayapura Putri, Andrea Gafiria Permata; Rahmawati, Rimba; Zulihi, Zulihi; Yusuf, Muhamad; Watora, Ibrahim; Nawir , M. Syukri
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i4.4711

Abstract

Significant changes in children’s play behavior caused by the dominance of digital devices and online games have limited access to physical play. This condition raises concerns about the decline of direct social interactions and opportunities for developing social skills. This study aims to explore the impact of the play environment (particularly technology) on children’s social development and to examine the influence of technology use in the play environment on children’s learning interest in the Perumnas I Waena area of Jayapura City. This research employed a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using a flow model. Findings: In Perumnas I Waena, children’s play comfort is influenced by physical, psychological, and social aspects. Although large playgrounds are available, external factors such as stray dogs reduce the sense of safety. Environmental management, adult supervision, and the involvement of parents and the community are needed. Social interaction during play serves as a foundation for children’s social, emotional, and cognitive development. Learning motivation is influenced by the environment, enjoyable learning methods, and the integration of technology. Motivation arises from both intrinsic and extrinsic factors, highlighting the importance of adults in balancing technology use with social interaction. The physical environment strengthens social skills and cooperation, while the digital environment fosters creativity, strategy, and technological skills. A balanced combination of traditional and digital play is required to ensure children’s optimal development.
KOMERSIALISASI LAHAN PERTANIAN DI KOYA BARAT DAN KOYA TIMUR, KOTA JAYAPURA Yusuf, Muhammad; Sahudi, Sahudi; Muhandy, Rachmad Surya
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 01 2021 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.232 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.01.157-178

Abstract

This paper aims to find out about the commercialization of agricultural land, and the current model of agricultural land commercialization in West Koya and East Koya, and the Jayapura City’s goverment attitude toward the lack of agricultural land in Jayapura City area. This is a qualitative research, using a social phenomenology paradigm. The results showed that the increasingly dense population of Jayapura City has led in the expansion of the city towards Koya region which is suburb area. Smooth transportation facilities and good infrastructure make Koya region more evolving. The land price in Koya area depends on the sale value of tax object, it is also influenced by the lack of land used as a place to live due to the density increasing of urban area so that the resident seek residential land in Koya area. Transmigrants or farmers who have no knowledge basis in agriculture, and have difficulty dealing with rice pests, causing them to be reluctant to plant rice, and difficult to adapt to the environmental situation. Farmers are more benefited by converting the farmland to fishery land. By utilizing former farmland to be used as a public fishing pond as amusement or tourism place. The economic pressure of community at the beginning of transmigration program was a heavy burden that felt by them, while the needs as supporting tools were hard to find. The high cost of living is the cause of transmigrants’ inability to survive, therefore, they decided to leave their transmigration land by selling it to a second party.
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kuliner melalui Pengembangan Usaha Mie Ayam 99 di Arso IV Kabupaten Keerom Fauziah, Silvi Laila Rista; Isrowiyah, Isrowiyah; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Sudirman, Sudirman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.2181

Abstract

UMKM memiliki peran vital dalam ekonomi Indonesia, namun sering terkendala akses modal, pasar, teknologi, dan manajemen. Akademisi berkontribusi melalui pengabdian masyarakat, fokus pada UMKM kuliner. Penelitian ini memberdayakan UMKM mie ayam 99 di Arso IV, Keerom, Papua, yang berdiri sejak 2020. Usaha ini, menyajikan mie ayam Jawa bercita rasa lokal, populer karena pelayanan ramah dan harga terjangkau, namun terkendala promosi, pencatatan keuangan, dan inovasi produk. Metode pengabdian menggunakan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Tahap Plan menganalisis produk (pengamatan, bahan, alat, penjadwalan). Tahap Do memproduksi mie ayam untuk sampel dan analisis. Tahap Check menguji sampel (rasa, warna, tekstur, takaran). Tahap Act berupa penyesuaian proses dan pelatihan kewirausahaan di Arso IV, diakhiri peluncuran produk. Analisis produk juga menggunakan SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada cita rasa klasik, harga terjangkau, pelayanan cepat, dan menu tambahan. Kelemahannya meliputi lokasi sederhana, inkonsistensi kualitas, dan pemasaran online terbatas. Peluangnya adalah potensi cabang baru, inovasi menu, dan kolaborasi. Ancaman meliputi persaingan ketat, perubahan selera, dan kenaikan biaya produksi. Strategi pemasaran modern diimplementasikan melalui promosi digital (Facebook, WhatsApp Business), diskon (beli 2 gratis 1), serta layanan delivery dan pre-order. Program ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan. Pengembangan mie ayam 99 ke depan akan berfokus pada inovasi rasa dan topping, dengan target menjadikannya waralaba di Papua.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak Nawir, M. Syukri; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Garamatan, Afan; Lestari, Nining Puji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Khutbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat Mayalibit, M. Yasin. Un.; Yusuf, Muhamad; Nawir, M. Syukri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5224

Abstract

Tujuan penulisan artikel adalah agar mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam serta pemahaman yang terkandung pada tradisi Khotbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi social. Pengumpulan data melalui observasi partisipatoris pasif, indept interview dan dokumentasi. Tehnik analisa menggunakan model alir dari Milles B. Huberman. Dibutuhkan kemampuan untuk mengartikan isi khutbah gulung agar dapat merealisasikan pada masyarakat Kampung Lilinta yang merupakan keinginan para tokoh di Kampung Lilinta untuk dijadikan pembiasaan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta ala. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Jum’at yaitu: Ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta ala serta ketaatan pada Rasulnya, berkah dan rizki yang diperoleh, sholat sebagai tiang agama, pahala dan amal sholeh, perbuatan baik, binasanya seluruh mahluk, orang kafir yang tidak beruntung, kedamaian, bershalawat, melarang perbuatan keji, mungkar, kisah para Nabi. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Idul Adha yaitu: haji dan umroh, penyembelihan hewan qurban, bersedekah, memperbanyak berzikir ketika tidak berqurban. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam khutbah Idul Fitri adalah: pendidikan Tauhid (syahadatain), perintah puasa, kesabaran, zakat dan sedekah, dan cara menghapus dosa, perintah puasa enam hari pasca Idul Fitri, perintah mengagungkan Allah Subhanahu wa ta ala, pengakuan kenabian Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam, puasa jasmani mendidik untuk sehat, secara rohani mengurangi ketamakan, amarah dan hawa nafsu.
Keterbatasan Transportasi dan Kendala Anak Sekolah dalam Mengakses Pendidikan di Kampung Pisang Kota Jayapura Diva Amilia Ramadhani; Alifia Nida Safira Meidiah; Nurul Oktavia Ramadani; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Muhammad Taslim; Didik Efendy
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1353

Abstract

Transportasi memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan pendidikan. Namun, masyarakat di Kampung Pisang, Kota Jayapura, menghadapi kesulitan akses transportasi, terutama siswa yang sering terlambat ke sekolah karena harus menunggu tumpangan. Jarak tempuh dari Kampung Pisang ke sekolah mencapai 3 km yang memakan waktu ketika siswa menempuh dengan berjalan kaki. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis hambatan yang dihadapi warga Kampung Pisang, Kota Jayapura, Propinsi Papua, khususnya anak sekolah saat menggunakan transportasi umum. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Indikator dalam penelitian ini adalah tentang kurangnya transportasi umum yang melalui jalur Kampung Pisang, ketidakmampuan masyarakat memiliki alat transportasi, jarak sekolah yang jauh dari Kampung Pisang, ketrbatasan ekonomi masyarakat, ketakutan pengemudi untuk mengambil penumpang, adanya jalur lain untuk menuju Koya dan Arso. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, dengan tehnik pemilihan yang bersifat purposive, sedangkan tehnik analisis data menggunakan model alir (flow model). Penelitian ini menunjukkan terbatasnya transportasi umum membuat anak-anak mengalami kendala menempuh pendidikan, dengan jarak antara sekolah dan Kampung yang jauh, juga perekonomian masyarakat yang rendah sehingga tidak memungkinkan untuk membeli alat ransportasi secara pribadi. Disamping itu factor keamanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan keengganan sopir angkutan umum untuk melayani penumpang di wilayah tersebut.
Dampak Penggunaan AI pada Pola Pembelajaran pada Mahasiswa di Kampus IAIN Fattahul Muluk Papua Meidiah, Alifia Nida Safira; Saifudin, Muhammad; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 9 No 2 (2025): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v9i2.11139

Abstract

Students, as members of the digital generation, constitute the group that makes the most extensive use of Artificial Intelligence (AI) in academic activities. They employ AI based services to complete various tasks, whether consciously or not. This trend indicates that education is increasingly shifting toward a more autonomous, flexible, and technology-driven learning model. This study aims to examine how the use of AI affects students at IAIN Fattahul Muluk Papua, both in terms of its benefits and its challenges, including its influence on creativity, independent thinking, and academic integrity. The research employs a qualitative descriptive method, with data collected through passive participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive model. The findings reveal that technological advancements, particularly AI, have transformed the ways in which students at IAIN Fattahul Muluk Papua search for information, comprehend learning materials, and complete academic assignments. AI enhances learning efficiency by providing rapid access to references, assisting with idea development, and offering concise information. However, the study also identifies the risks of excessive reliance on AI, which may weaken students’ critical thinking skills, creativity, and independence, as well as increase the potential for plagiarism. Thus, while AI can support the emergence of original ideas when used appropriately, it may also undermine academic abilities when misused. Therefore, digital literacy, ethical AI usage, and educator guidance are essential.
Potret Tradisi Ari Ana Mahun (Maulid Anak Kecil) Di Negeri Kilkoda Kecamatan Pulau Gorom Ade Salma Renati Kasongat; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Suparto Iribaram; Rahmalia Ayu Isnaini; Rachmad Surya Muhandy
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2026): Ri'ayah : Jurnal Sosial dan Keagamaan
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v11i1.12168

Abstract

The purpose of this research is to comprehensively explain the form of implementation of the Ari Ana Mahun tradition in Kilkoda village, Gorom Island sub-district. The type of research conducted is by using qualitative methods, with data collection techniques using passive participatory observation, indept interviews and documentation. Data analysis techniques use a flow model that divides into three parts, namely: Data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Research results: The Ari Ana Mahun tradition of the Kilkoda community is a cultural heritage that combines religious, social and spiritual values in harmony. The whole series of activities reflects the relationship between humans, God, and the community, and becomes a means of preserving identity and social solidarity. Timing based on the Hijriyah calendar shows the role of religion as a source of social order. The value of mutual cooperation can be seen in the preparation of special foods, snacks and fruits that are full of symbolic and spiritual meanings as a medium of communication between the living and the dead. Pilgrimage activities, decorating containers, prayers, and tahlilan strengthen morality, collective sanctity, and social cohesion, while food distribution and planting raung symbolize alms, sincerity, and respect for ancestors as a form of communication of spiritual and social values of the Kilkoda community.This study examines the Ari Ana Mahun tradition through a social perspective in the formation of local Islamic identity within the Kilkoda community. The analysis of Ari Ana Mahun as a social and symbolic practice demonstrates how the tradition shapes identity, solidarity, and the construction of local Islam among the Kilkoda people. Furthermore, this research contributes to enriching the study of local Islam as a system of religious symbols that constructs the identity and social solidarity of the Kilkoda community.
Toleransi Antar Umat Beragama Melalui Kepemimpinan Adat Jojao di Misool Barat Kepulauan Raja Ampat Muhamad Yusuf; Pahri Pahri; Akhmad Kadir; Yotan Manga’pan
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.88966

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui secara komprehensif keberadaan kepemimpinan Jojao dan keterampilannya dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Misool Barat Kepulauan Raja Ampat. Merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma fenomenologi sosial. Pengumpulan data dengan melakukan observasi partisipatoris pasif, indept interview dan dokumentasi. Tehnik analisa data menggunakan model alir dari Milles B. Huberman. Hasil penelitian: Pemilihan pemimpin adat Jojao pada masyarakat Mat Bat bersifat pewarisan (Ascription), terdapat keunikan yaitu diberikan pada warga Kampung Gamta bermarga/fam Wihel secara turun temurun yang beragama Islam, yang ditentukan oleh masyarakat Mat Bat marga/fam lain yang ada di Kampung Magei yang beragama Kristiani. Tradisi dilakukan turun temurun, merupakan kemampuan masyarakat menciptakan, memelihara, mempertahankan makna, di dalamnya terdapat keyakinan, pengetahuan, kebiasaan dan pemahaman dalam mengembangkan interaksi dan tindakan bersama dalam mempersatukan masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat struktur adat yang terdapat tugas dan fungsi masing-masing marga/fam/klain. Partisipasi Jojao pada kegiatan adat untuk meningkatkan persaudaraan, memotivasi dan membangkitkan perasaan individu untuk berpartisipasi. Jojao memiliki kekuasaan mempersatukan dan mempertahankan wilayahnya. Kemampuan Jojao menjaga toleransi umat beragama melalui aktifitas bersama berupa tradisi rutin atau kegiatan yang melibatkan kedua Kampung. Interaksi bersama menimbulkan pemahaman tentang hidup bersama dalam bingkai toleransi beragama, dalam menyatukan perbedaan pada masyarakat. Penerapan aturan adat sebagai ketaatan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat adat.
Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Rahma Lutfianasari; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Rachmad Surya Muhandy; Akhmad Kadir
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
Co-Authors A. Ubaidillah Abza, M. Thohar Al Ade Salma Renati Kasongat Afan Garamatan Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Akhmad Kadir Akhmad Kadir Akhmad Kadir Alifia Nida Safira Meidiah Amri Amri Andi Bugis Anzilni Uswatun Hasanah Arika Arika Asri Syahfitri Bustam, Bustam Dewi Nofrita Didik Efendy Diva Amilia Ramadhani Dyan Pratiwi Efendy, Didik Enos Rumansara Erfin Wijayanti Faisal Faisal Fatima Madjid Fatima Nuhuyanan Fatima Nuhuyanan Fatmawati, Anissa Fatmawati, Ludya Fatmayanti, Anisa Fauziah, Silvi Laila Rista Findy Elsa Pratiwi Garamatan, Afan Hairani, Debby Riana Haisang, Haisang Hapsari Rahma Yanti Heni Purwati Herawati, Miske Aprillia Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ibrahim Watora Inayati Isnaini, Rahmalia Ayu Isrowiyah, Isrowiyah Jakiyudin, Ahmad Havid Lestari, Nining Puji Linda Safitri M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Thohar Al-Abza M. Yasin. U.N. Mayalibit M. Yasin. Un. Mayalibit Mafiroh, Nanik Nikmal Marlina Flassy Mayalibit, M Yasin Un Mayalibit, M. Yasin Un. Mayalibit, M. Yasin, Un. Mayalibit, M. Yasin. Un. Meidiah, Alifia Nida Safira Meyrisdika Nur Rohmah Moh. Y. Un. Mayalibit Muh. Rusdi Rasyid Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Saifudin Muhammad Taslim Muhammad Tawalbeh Nanik Nikmal Mafiroh Natasya Aula Husain Natasya Aulia Husain Natasya Aulia Husain Nawir , M. Syukri Nawir, M. Syukri Novita Mulyanita Nurul Oktavia Ramadani Pahri Pahri Pahri Pahri Pahri Pahri Putri, Andrea Gafiria Permata Rachmad Surya Muhandy Rachmad Surya Muhandy Rachmad Surya Muhandy Rahma Lutfianasari Rahmalia Ayu Isnaini Rahmawati, Rimba Ramadani, Nurul Oktavia Renngiwur, Gazali Renngiwur, Gazali Husin Rosadi, Asep Safiudin Safiudin Sahudi Sahudi Sahudi, Sahudi Sigit Purwaka Sigit Purwaka Sileuw, Marwan Siti Komariah Tiflen Sucahyono, Kadi Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sulis Maryati Suparto Iribaram Suparto Iribaram Suparto Iribaram Syaiful Muhyidin Talabudin Umkabu Taliba, Jumalia Taslim, Muhammad Umkabu, Talabudin Watora, Ibrahim Yotan Manga’pan Yotan Manga’pan Zaenuddin Hudi Prasojo Zhaima Saputri Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi, Zulihi